The Prince and The Babysitter
By Yue heartphilia
Disclimer: Masashi Kishimoto
Genre: family, romance, humor, etc.
Warning: aneh, kurang jelas, abal, typo dimana-mana, OOC dll.
Don't like don't read.
Happy reading!
OxOxOxOxO
"Tayuya?" Temari terdiam sejenak melihat Tayuya berada di rumahnya.
"Aduh! Kalian berdua basah kuyup! Ayo masuk!" Seru Tayuya. Temari dan Shikamaru pun akhirnya masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu sekarang.
"Tayuya! Apa yang kau lakukan disini?" Seru Temari. jujur saja, ia cukup shock melihat Tayuya yang tiba-tiba muncul di rumahnya.
"Tenang Tem, aku disini hanya berkunjung! Lagipula tou-san juga khawatir dengan keadaan kalian. Kenapa aku bersikeras ingin tinggal di Konoha sih? Kenapa tidak kembali ke Suna saja? Kalian kan bisa tinggal di rumahku." Ujar Tayuya panjang kali lebar tidak melihat suasana.
"Berhenti membahas tentang itu, dan jangan mengalihkan pertanyaan!" Seru Temari emosi. "Apa yang kau lakukan disini?" tanya Temari lagi.
"Aku cuma berkunjung Tem! Memang apa salahnya aku berkunjung ke rumah sepupuku?" Temari menghela nafas.
"Shika! Lama tidak bertemu! Bagaimana Ayame?" tanya Tayuya.
"Dia baik-baik saja."
"Syukurlah! Berarti besok-besok aku akan main ke rumahmu!" Seru Tayuya. Temari cengo sesaat.
"Kalian saling kenal?" tanya Temari.
"Tentu saja! Dia itu rekan kerja pacarku." Jawab Tayuya.
"Dan pacar mu itu?"
"Sasori Akasuna."
Dafuq. Pikir Temari. dunia ini benar-benar sempit ya.
"Oh ya! Tem, kau akan jadi model untuk summer collectionnya Akatsuki?" tanya Tayuya. Temari yakin, dibalik kedatangan Tayuya kesini untuk 'berkunjung', pasti ada maksud lain. Seperti saat ini.
"Entahlah.."
"Ayolah! Kau harus ikut! Aku juga ikut jadi tenang saja, aku akan membantumu menjaga Gaara dan Kankuro!" seru Tayuya.
'Penjilat' pikir Temari. "Akan kupikirkan nanti. Sekarang aku harus ganti baju dulu. Shika, kau tunggu di sini saja. Akan kuambilkan handuk dan baju ganti kalau ada." Ujar Temari lalu meninggalkan Tayuya dan Shikamaru di ruang tamu.
"Duduklah. Akan kubuatkan minuman hangan. Kau mau minum apa?" tanya Tayuya.
"Apa saja. Yang penting hangat." Jawab Shikamaru. Tayuya pun ke dapur sebentar lalu kembali dengan 3 gelas susu panas.
"Silahkan." Ujar Tayuya sambil menaruh gelas-gelas tersebut di meja tamu. Tak lama kemudian Temari pun kembali dengan handuk dan baju ganti.
"Nih. Di sana ada kamar mandi." Ujar Temari lalu menunjuk kea rah pintu yang berada tak jauh dari tempat mereka duduk. Shikamaru pun permisi ganti baju.
"Jadi?"
"Jadi apaan?" tanya Temari pada pertanyaan aneh Tayuya.
"Jadi kenapa dia bisa nganterin lu pulang? Emang lu ngapain sama dia? Hayo ngaku? Kalian jadian ya? Atau jangan-jangan.."
"Gue kerja di rumah dia jadi babysitter. Terus tadi Yoshino-san suruh dia anterin gue gara-gara udah kemaleman. Terus tau-tau hujan lebat plus kabut begini. daripada dia tidur di mobil, gue suruh masuk aja." Jelas Temari.
"Ya ampun! Lu sampe kerja jadi babysitter? Udahlah Tem, lu sama Gaara dan Kankuro kembali ke Suna aja. lu kan bisa tinggal di rumah gue ataupun rumah tou-san." Seru Tayuya. Namun Temari tidak menjawab. Tak lama kemudian Shikamaru pun keluar dari toilet.
"Sepertinya kegedean ya?" Ujar Temari melihat Shikamaru yang sudah seperti pakai daster.
"Ini punya siapa? jangan bilang ini daster lu…"
"Itu punya tou-san. Sudah bagus dipinjami, masih ngeluh juga.." balas Temari geleng-geleng. Tapi lucu juga ya melihat Shikamaru dengan baju seperti daster begini.
"Shik! Ini harus diabadikan! Kapan lagi lu pake daster?" Seru Tayuya sudah mempersiapkan kamera hapenya untuk memotret Shikamaru.
"Kagak ada! Udah ah! Tem, gue tidur dimana?" tanya Shikamaru. matanya sudah tinggal 1,5 watt.
"Di kamar tamu." Ujar Temari lalu menunjukan kamar tamu. Shikamaru pun masuk ke kamar itu dan terkagum-kagum.
"Lu balet ya?" tanya Shikamaru. di kamar tamu itu banyak sekali lukisan Temari sedang menari, foto Temari menari, dan berbagai hal lain. Seperti patung dari kayu yang berbentuk sepatu balet.
"Iya dulu. Maaf ya kamarnya berantakan." Ujar Temari. "Baiklah, selamat malam." Temari pun keluar dari kamar tersebut. Mata Shikamaru memperhatikan satu per satu barang yang ada di kamar tersebut. Sampai matanya berhenti di satu foto yang menarik perhatiannya. Foto Temari yang berumur 1 tahunan dengan bocah laki-laki berambut hitam ikat satu yang sedang berpelukan seperti teletubies.
'itu mirip denganku waktu masih kecil. Tapi apa mungkin aku pernah bertemu dengan Temari dulu' pikir Shikamaru. di ingatannya ia rasa ia belum pernah sekalipun bertemu Temari. 'sudahlah.' Dengan begitu, Shikamaru pun membaringkan dirinya di kasur dan menutup matanya. Let's call it a day.
-w-w-w-w-w-
"OHAYOU!" Shikamaru terbangun karena teriakan itu. Ia melihat jam. 6.45. masih terlalu pagi, pikirnya.
"Kankuro, jangan teriak-teriak." Mendengar suara itu, shikamaru tersadar. Ia tidak sedang dirumah. Ia pun bangun dan akhirnya keluar dari kamarnya.
"Nii-chan! Nii-chan kenapa bisa disini?" tanya Kankuro yang terlihat sangat bersemangat.
"Kankuro, habiskan dulu sarapanmu. Shika, kau mau ikut sarapan?" ajak Tayuya. Shikamaru pun langsung duduk di sebelah Kankuro.
"Adikmu yang berambut merah mana?" tanya Shikamaru pada Kankuro.
"Gaara sakit, jadi Tema-nee sedang menemaninya di kamar." Ujar Kankuro.
"Ohh.." Shikamaru pun ikut sarapan dengan Kankuro dan Tayuya. Setelah selesai, ia pun mengembalikan baju yang dipinjamkan Temari, karena bajunya sudah kering lalu pamit pulang.
Di sisi lain..
"Temari, tenanglah. Gaara paling hanya masuk angin biasa.." Ujar Tayuya. Namun Temari tetap gelisah. Ia yakin ada sesuatu yang salah dengan adiknya.
"Tapi aku yakin ada sesuatu yang salah dengan Gaara. Dia muntah-muntah, pusing, bahkan sampai kejang-kejang tadi pagi. Aku-" Temari benar-benar takut kalau Gaara mengidap penyakit berbahaya.
"Sudahlah. Kalau kau begitu khawatir, kita bawa saja Gaara ke dokter. Aku yang tanggung. Bagaimana?" Ujar Tayuya.
"Baiklah." Mereka pun mengganti baju Gaara dan Kankuro lalu langsung bergegas ke rumah sakit.
-w-w-w-w-
"Adik anda menderita kanker otak." Kalimat itu terus terngiang-ngiang di kepala Temari. Baru saja ia selesai memeriksakan Gaara ke dokter bersama Tayuya dan Kankuro. Langkahnya berat sekarang mengetahui adik kecilnya menderita penyaki mematikan.
"Temari, ayo." Ujar Tayuya yang berada di samping Temari. ia menggandeng Kankuro dalam diam. Sekarang Temari bingung. Pengobatan Gaara memerlukan uang yang tidak sedikit. Meningkatkan shif kerja saja belum tentu bisa menambah penghasilan Temari. Sekarang Temari mulai memikirkan tawaran Akatsuki.
"Tayuya.."
"Kenapa Tem?"
"Apa menurutmu aku terima saja tawaran Akatsuki?"
"Tentu. Kenapa tidak? Lagipula aku juga bekerja disana. Aku bisa membantumu menjada Kankuro dan Gaara."
"Tapi rasanya bekerja menjadi model saja tidak cukup. Sepertinya aku butuh pekerjaan lain. Pekerjaan yang bisa menghasilkan banyak uang."
"Well, aku tidak melarangmu bekerja selama pekerjaan itu bukan melacurkan diri, dan tidak mengandung unsure criminal." Balas Tayuya terus terang. "Tenang saja, aku akan membantu keuanganmu kok." Kata Tayuya lagi.
"Tayuya.."
"Hmm?"
"Terima kasih.."
"Sama-sama Tem."
"Menurutmu Mei akan memberiku pekerjaan?"
"Mungkin saja. Nanti akan kutanya."
-u-u-u-u-
"Berhenti kau wanita jalang!"
Hinata terus berlari menghindari dua pria yang mengejarnya. Ia tidak mau hidupnya hancur karena utang-utang bibinya. Sejak Ayahnya meninggal, Hinata dititipkan ke bibinya dan Hanabi dititipkan ke ayah Neji. Dan sekarang karena utang bibinya, ia akan dijual kepada hidung belang. Dan itu tidak boleh terjadi.
BUKKK ia menabrak seorang pemuda berbaju orange.
"Maaf!" Serunya lalu lari lagi. namun tangannya ditahan oleh pemuda itu.
"Kau Hinata kan?" Hinata menatap pemuda itu. Naruto Namikaze. Namun ia mendengar teriakan 2 orang tadi yang mengejarnya. Ia pun menghentakkan tangan Naruto yang menahannya lalu kembali lari. Tapi Naruto kembali menahannya dan menarik Hinata ke mobilnya, lalu pergi.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Naruto sambil mengendarai mobilnya menuju rumah Neji. Hinata yang ditanya hanya bisa menangis dalam diam. Perjalanan pun berlangsung sunyi. sampai Hinata tiba-tiba batuk.
UHUK UHUK
"AKKHH! Hinata! Kau tidak apa-apa!?" Naruto kaget melihat Hinata yang batuk dan mengeluarkan darah.
"A-aku.. UHUK UHUK" Naruto pun langsung berputar arah menuju rumah sakit.
"Bertahanlah Hinata!" Seru Naruto. setelah mereka sampai, Hinata langsung dibawa ke UGD. Naruto pun menelefon Neji.
Trilililiii
'Halo?'
"Neji! kau ke rumah sakit sekarang!"
'Memangnya siapa yang sakit?'
"Tadi aku menemukan Hinata yang sedang dikejar-kejar 2 pria aneh, lalu menolongnya, lalu pada saat kubawa ke rumahmu dia tiba-tiba batuk dan batuknya berdarah! Jadi kubada dia ke rumah sakit! Buruan!"
Tut tut tut
"Naruto?" Naruto mendongakan kepalanya dan melihat gadis berambut pink teman sekelasnya.
"Sakura? Apa yang kau lakukan disini?" tanya Naruto. Naruto memperhatikan baju Sakura. "Kau suster disini?"
"Yup. Sebenarnya aku hanya suster pengganti. Jadi apa yang kau lakukan disini?" tanya Sakura.
"Hinata.. dia.. batuk berdarah.." balas Naruto pelan.
"Sepertinya bronkitisnya memburuk." Naruto terbelalak mengengar perkataan Sakura.
"Hinata mengidap bronchitis?"
"Ya.. sudah dari 2 minggu yang lalu."
"Kenapa kau tidak bilang pada Neji? Neji pasti bisa membantu Hinata."
"Hinata yang memaksa kami untuk diam. Dia tidak ingin bibinya marah padanya lagi." tak lama kemudian Neji datang dengan Sasuke dan seorang anak perempuan berambut biru yang mirip Sasuke.
"Saki-chan!" Seru Anak perempuan itu berlari kearah Sakura.
"Hime-chan! Kau sudah sehat?"
"Sudah! Hime sudah sembuh!"
"Syukurlah! Jangan lupa makan obat ya." Seru Sakura sambil mengelus rambut Hime. Ia menatap Neji dan Sasuke yang cengo melihatnya.
"Kau jadi suster disini?" tanya Neji. Sakura mengangguk.
"Ne, ne, Saki-chan! Kapan Hime boleh cat rambut jadi warna pink biar kayak Saki-chan?" tanya Hime dengan polosnya. Maklum, Hime sangat menyukai warna pink. Dari kamarnya, bahkan hampir seluruh bajunya berwarna pink jika tidak dihentikan ibunya.
"Rambut Hime kan bagus. Jangan di cat. Hime lebih cocok dengan rambut biru." Balas Sakura. Hime pun menjadi sangat manja dengan Sakura.
"Bagaimana keadaan Hinata?" taya Neji. Naruto hanya menggelengkan kepalanya. Neji menatap Sakura.
"Hei pinky, bagaimana kalau kau mengecek keadaan Hinata didalam?" tanya Neji. belum sempat Sakura menjawab, sang dokter pun keluar.
"Mana keluarga pasien?" tanya sang dokter. "Oh, Haruno san. Kau dipanggil Unryu-sensei."
"Baiklah. Permisi semuanya. Dadah Hime." Ujar Sakura lalu pergi.
"Saya keluarga pasien."
"Bisa kita bicara 4 mata?" tanya dokter. Neji pun mengikuti dokter tersebut ke ruangannya.
"Adik anda mengalami gegar otak, beberapa luka di punggung, tangan, dan kaki, lalu pasien juga mengidap bronchitis." Jelas sang dokter mengenai Hinata.
"Gegar otak dok?" Neji shock. ia benar-benar marah sekarang. Seharusnya Hinata tidak dibiarkan hidup bersama bibinya. Bibinya memang sangat ringan tangan, selain itu bibinya suka mabuk-mabukan. Ini pasti ulah bibinya.
"Ya. tapi tidak ada yang terlalu serius. Luka-lukanya pun untungnya tidak terlalu dalam. Bila dalam 3 hari pasien membaik, pasien sudah boleh pulang." Ujar sang dokter. Setelah selesai berbincang-bincang, Neji pun diijinkan melihat Hinata, diikuti dengan Naruto.
"Hinata?" Panggil Neji pelan. Hinata perlahan membuka matanya. Dirasakannya hampir seluruh tubuhnya nyeri.
"N-Neji-nii?" Hinata mengerjapkan matanya sambil melihat orang-orang disekitarnya. Dilihatnya ada Naruto di samping Neji.
"Kau baik-baik saja Hinata?" tanya Naruto.
"N-Naruto-san, t-terima ka-sih sudah menyelamatkanku." Ujar Hinata terbata-bata. Naruto hanya tersenyum melihat Hinata.
"Tidak masalah. Sekarang kau istirahatlah. Cepat sembuh ya." Balas Naruto sambil mengusap pelan rambut Hinata. Hinata pun kembali menutup matanya. Naruto sekarang merasakan hawa mengerikan dari Neji.
"Jangan macam-macam dengan Hinata.." Ujar Neji dingin. Melihat sikap Neji, Naruto menyimpulkan bahwa Neji sister complex.
"Iya iya.." Balas Naruto singkat. Tanpa disadari, Neji melihat semburat merah di pipi Naruto.
"Baiklah, ayo kita pulang. Besok baru jenguk Hinata lagi." Seru Neji menarik Naruto keluar.
"Tunggu!"
"Apalagi?"
"Ehh….. tidak jadi. Ayo pulang." Seru Naruto yang tiba-tiba salah tinggkah. Anak aneh, pikir Neji.
-w-w-w-w-w-
"Shikamaru…"
"Hmmm?"
"Ayo bangun! Ini sudah siang!" seru Yoshino menarik selimut yang menutupi Shikamaru. akhirnya dengan terpaksa, Shikamaru pun bangun. Setelah ganti baju dan beres-beres, ia pun turun ke ruang keluarga mendapati kakaknya dan Yuuto sedang bermain.
"Shikamaru! akhirnya kau bangun juga! Kukira kau hibernasi sampai akhir tahun nanti." Seru Ayame sambil tertawa. Shikamaru hanya diam menanggapi lelucon garing kakaknya.
"Shikamaru! akhirnya kau keluar dari kamarmu. Ada yang harus tou-sa bicarakan." Seru Shikaku melihat putranya akhirnya berada di ruang keluarga.
"Ada apa tou-san?" tanya Shikamaru langsung.
"Kau ingat? Dulu jii-san dan temannya berjanji bahwa mereka akan menikahkan cucu mereka?" Ujar Shikaku. Shikamaru mengingat sebentar, lalu mengangguk.
"Kau akan dijodohkan dengan cucu teman jii-san." Shikamaru yang sedang minum sampai tersedak dan muncrat kemana-mana.
"A-APA!?"
"Dan kau akan bertemu dengannya lusa." Ujar Shikaku lagi.
"Tapi aku masih 16 tou-san! A-"
"Tenang Shika, kau tidak akan langsung menikah. Cukup bertemu, saling mengenal, lalu kita akan atur tanggal kalian tunangan." Ujar Yoshino.
"Tap-"
"Tidak ada tapi-tapian! Ayo kita shopping! Kita butuh baju untuk bertemu calon tunanganmu besok." Shikamaru hanya bisa menghela nafas melihat ibunya. Ia tidak mungkin mengelak permintaan ibunya. Di rumahnya, ibunya itu ibarat Raja, ayahnya jendral, Ayame adalah komandan, sedangkan dia sendiri adalah prajuri. Meman terdengar miris, tapi beginilah keluarganya.
Shikamaru berjalan ke tempat favoritnya melihat awan. Kebun belakang yang rimbun dan sunyi. ia mulai berpikir. Bagaimana kalau calon tunangannya atau tunangannya itu jelek? Bodoh? Suram? Nerd? Hyper? Ataou super loud? Atau kombinasi dari semunaya? Ia menggelengkan kepalanya. Tidak ada gunanya memikirkan sekarang. Ia hanya bisa berharap sesuatu yang lebih baik.
-w-w-
TING TONG
"Sebentar.." Temari membuka pintu. Ia shock sejenak.
"Apa kabar Temari?"
"Yashamaru-jisan?"
TBC
Bales Review
Kagome Sabaku: Tayuya sepupunya Temari. makasih ya udah review~
MinCha-chan: makasih udah review!
EMmA ShiKaTeMa: Tayuya sepupunya Temari. n.n makasih udah review~
CharLene Choi: maaf ya ga bisa update kilat. Makasih udah review~
Nara Kazuki: udah lanjut nih! Makasih udah review~
Suna Princess: habis gossip ada lagi yang seru. Di chapter selanjutnya. Hehehe~ makasih udah review!
Takana Nara: maaf ya belom bisa update kilat.. makasih udah review!
Byzan: hehehe.. gimana dnegan chapter ini? Apa sudah lebih bagus/mending daripada chapter sebelumnya? Makasih ya udah review!
ayu dinarwati: salam kenal juga! Sepertinya engga sih.. Tayuya mungkin cupid nya. wkwkwk makasih ya udah update.
Hello Kitty cute: Tayuya ternyata sepupu Temari. udah update nih! Makasih ya udah review!
Endah Pinkupanpu: maaf ya belom bisa update kilat. Makasih udah review!
ayu dinarwati: salam kenal juga. Makasih ya sudah review!
Kithara Blue: sudah lanjut nih! Makasih ya sudah review!
SoraYa UeHara: wkwkwk. Udah update nih! Makasih ya sudah review!
o-o-o-o-o
Minna~~ gomenasai updatenya lama.. hehehe.. gimana? saran? Kritik? Masukan? Makasih banget ya udah baca! Kalo di review,makasihnya di dobel! #Plakk #wkwkwk
