Dosen Park

Wiell Present..

Disclaimer :

Cerita ini milik saya, jika ada kesamaan bukan suatu kesengajaan. Nama-nama yang ada dalam fanfic ini milik mereka sendiri.

.

.

Warning!

Typo bertebaran. BL. Bahasa campuran.

If you Don't Like Don't Read . Please! RnR!

[CHANBAEK AREA]

.

.

Happy Reading^^

.

.

Dosen tampan itu entah sadar atau tidak telah membuat beberapa mahasiswa menahan napasnya ketika melintas. Kemeja biru dongker dengan celana bahan yang terlihat begitu pas membungkus tubuh tingginya. Rambutnya dicat coklat tua, dengan tatanan kekanan yang terlihat makin menawan.

"Selamat pagi." Luhan tersenyum manis, yang disahuti dengan anggukan singkat.

"Luhan." Merasa namanya dipanggil, Luhan segera berbalik badan, melangkah mendekat ke dosennya itu. sedikit menunda tujuannya kekelas yang berada dilantai 3.

"Ya, ada bisa saya bantu?"

"Apa kau melihat Baekhyun?" Luhan menggeleng pelan, "Mungkin ia telah sampai duluan dikelas." Ia menjawab.

"Jika kau bertemu dengannya. Tolong katakan jika dosen Park mencari dan suruh dia menemui saya di ruangan. Siang nanti."

"Tentu, akan saya sampaikan." Luhan mengecek jam tangannya. Ia telah 10 menit untuk mata pelajaran mekanika tanah. Ia berdecak sebelum berlari menuju lantai 3. "Ah, sial."


-0o0-


Sehun mengatakan akan menemuinya dikantin saat makan siang. Namun saat Baekhyun telah berada di meja, lelaki manis itu belum mendapati yang carinya.

Dan sebuah pesan diterimanya. Yang mengatakan jika Sehun akan terlambat, dan menyuruh Baekhyun untuk makan terlebih dahulu.

Ngomong-ngomong, Kyungsoo dan Luhan belum mengetahui jika Baekhyun dan Sehun tengah menjalin kasih. Dua sahabatnya itu sedikit sulit dicari akhir-akhir ini. dan berakhir sendirilah kini Baekhyun. Ia akan sangat berterima kasih jika Lisa ada disini, menemaninya makan siang yang dipesannya dan mengoceh tentang banyak hal tak berfaedah. Namun lagi, sahabatnya itu menempuh jurusan yang berbeda dengannya hingga hal tersebut tidak mungkin terjadi.

"Baekhyun." kejutan!

Baekhyun menatap dosennya itu. Dengan nampan berisi makanan yang sama dengan miliknya. "Dosen Park?"

"Boleh aku duduk disini?"

"Tentu." Ia berucap pelan. Jemari sibuk menari diatas ponselnya menyuruh duo sahabatnya itu untuk segera menyusulnya.

"Tumben kau sendirin. Jadi Xi Luhan dan Do Kyungsoo mu itu?" lelaki tinggi itu memulai. Menyendokkan sesendok penuh nasi dengan lauknya.

"Mereka sedang mengikuti jam tambahan atau apa saya tidak begitu mengetahuinya." Baekhyun tidak tahu mengapa, tapi ia selalu takut untuk menatapnya lama. Ia selalu menghindari kontak mata. seperti sekarang.

"Kau belum bertemu dengan mereka tadi?"

"Hanya dikelas." Baekhyun bertanya penasaran.

Baekhyun menoleh saat lelaki tiu menghela napasnya, "Aku mengatakan pada Luhan untuk menyuruhmu menemuiku di jam makan siang. Ada yang ingin aku bicarakan."

"Anda bisa memebicarakannya disini."

Chanyeol terdiam cukup lama, menimbang ragu dengan apa yang akan diucapkannya. Menatap mata yang diam-diam dikaguminya itu lekat.

"Berkencanlah denganku, Baekhyun."

Lelaki mungil itu mematung, lalu tersedak makanan yang belum ditelannya. Dengan segera ia mengambil minuman yang ada dimejanya, sebelum sebuah tangan mengambilkan untuknya.

"Sayang." dan ditambah dengan sebuah kecupan singkat dipipi kirinya. Tak peduli dengan Chanyeol yang menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.


-0o0-


Baekhyun terdiam, fikiran tak fokus akibat ucapan Chanyeol tadi. Dosen itu segera menghabiskan makanannya lalu pergi begitu Sehun datang. Dan Baekhyun masih tahu jika tatapan intens itu masih diingatnya bahkan ketika Chanyeol telah pergi.

"Sayang." Sehun berucap, jemarinya terulur mengusap pipi halus kekasihnya itu. "Ada apa? Kau terlihat tidak fokus?"

"Benarkah?" Baekhyun tertawa. Ia menarik tangan Sehun di pipinya lalu mengecupnya. "Ayah sakit."

mata Sehun membola, rautnya berubah khawatir. "Bagaimana keadaannya sekarang?"

"Ibu, mengatakan jika ayah masuk rumah sakit karena asam lambungnya naik. Dia bilang akhir-akhir ini ayah sangat jarang makan."

"Aku akan mengantarmu."

"Kau tidak perlu repot. Aku akan kesana sendiri an. Aku sudah terbiasa."

Sehun langsung menatapnya tajam, "Baekhyun, kau punya aku untuk mengantarmu kesana. Aku akan mengatarmu nanti sore."

"Baiklah." Ia hanya bisa mengangguk pasrah ketika Sehun telah mentitahnya demikian.


-0o0-


Kyungsoo membawa pandangannya pada Luhan yang tengah mengetik laporan untuk tugas geometrik jalan raya, jemari lentik itu dengan lincah menari di atas keyboard laptopnya. Dengan berbekal buku laporan milik kakak tingkat mereka, Park Jung Soo. Yang sudah menjadi rahasia umum jika kakak tingkatnya yan satu itu sungguh pintar dalam berbagai mata kuliah bahkan dimata kuliah mekanika bahan yang membahas tentang tegangan,regangan ataupun momen inersia, yang menurut nya cukup sulit. Atau mungkin ekonomi rekayasa yang menghitung tentang RAB atau Rencana Anggaran Biaya.

"Kyung, bisa bacakan ini? aku akan mengetiknya." Kyungsoo langsung mengambil buku laporan bersampul coklat ditangan Luhan dan mencari kata yang dimaksud.

"Ngomong-ngomong dimana Baekhyun, aku tidak melihatnya. Siang tadi kita juga tidak bertemu dengannya."

"Aku melihatnya pergi dengan mobil Sehun hyung tadi. Aku pikir mereka semakin dekat saja."

"Sepertinya,.. tapi entah mengapa aku pikir mereka telah menjalin hubungan. Seohyun mengatakan jika ia melihat Sehun mencium Baekhyun di kantin didepan dosen Park." Luhan menatap Kyungsoo menuntut, ia sepenuhnya beralih pada Kyungsoo didepannya. "Bagaimana mungkin?" ia berjengit penasaran.

"Itu sedikit gila menurutku dan antara Sehun hyung juga dosen Park seperti terlihat permusuhan, aku pikir itu menyangkut Baekhyun."

"Itu sedikit tak masuk akal dan benar gila jika terjadi." Luhan menggeleng tak percaya. Ia segera menutup laptopnya. "Mungkin kita perlu sesuatu yang pedas kyung, ayo cari makan dulu. Aku agak lapar." Cengiran Luhan membuat Kyungsoo berdecak kesal. Namun lelaki dengan mata owl itu tetap berjalan dibelakang Luhan mengikuti lelaki yang nyaris sama tinggi darinya itu.


-o0o-


Chanyeol menatap sekeranjang aneka buah di tangannya. Ia menghela napas pelan sebelum berjalan melewati lalu lalang orang didepannya. Andaikan ia tak dipaksa mungkin ia tak akan sampai disini, disaat tubuhnya lelah setelah mengajar dan butuh air segar untuk menyegarkannya kembali. Ditambah dengan penolakan tak langsung dari Baekhyun membuat moodnya benar-benar memburuk di sisa hari ini.

Aroma obat-obatan langsung tercium ketika ia melangkah lebih dalam, bertanya pada seorang perawat untuk menunjukkan ruangan yang akan ditujunya.

27 D...

27 D..

27 D..

Chanyeol berucap dalam hati, ia berjalan lebih cepat ketika menemukan yang dicarinya. Ia berdehem kecil sebelum mengetuk pintu bertuliskan 27 D itu.

tak berselang lama pintu terbuka,matanya membulat menemukan mahasiswanya. Tak berbeda jauh dengan Sehun yang membuka pintu. Namun kembali merubah raut wajahnya menyadari dosennya itu.

"Sehun? Sedang apa kau disini?" Chanyeol bertanya penasaran. ia hanya tak menyangka akan bertemu dengan Sehun.

"Itu bukan urusan anda pak!" Sehun menjawab. Ia masih betah berdiri didepan pintu yang terbuka hanya untuk badannya itu. enggan membiarkan dosennya itu melihat lebih jelas kedalam.

"Aku ingin menemui –" ucapan Chanyeol terpotong ketika mendengar seorang wanita berucap dari dalam. "Ah ibu." Sehun membuka pintu lebih lebar hingga wanita setengah abad itu dapat melihat jelas kedatangan seseorang.

"Sehun siapa yang datang –oh Chanyeol?" nyonya Byun tersenyum lembut. sedang Chanyeol segera membungkukkan badannya memberi salam. Ia tersenyum tipis. "Selamat siang bibi."

"Aku tidak menyangka kau akan datang kemari. Masuklah."

Disana ia melihat Baekhyun yang tengah bercengkrama dengan seseorang yang dikenalnya sebagai Byun Seo Joon. Ah, jadi orang tua Baekhyun. mengapa ia tak menyadarinya..

Mungkin ini sudah menjadi takdirnya bertemu dengan Baekhyun. tidak ada yang sia-sia dengan kedatangannya ke bucheon membawa lelah dan penatnya kalau ia bisa bertemu dengan Baekhyun sekarang.

TBC

a/n :

Yahoo!

Apakah ada yang nunggu fanfic ini? ini udah aku update, hehe emang lama banget sih tapi update kok..

terima kasih untuk yang bersedia baca dan mem follow maupun mem favorite ini.

Special Thank's To: lee rya2704, Yui Hisoka, Chanbaekishalal, , Hayns, itsasc, chalienB04, baekchan1994, BaekHill, SehunSapiens, runtahnetijen, Loveybee, Soniya Rahmawati