UCCHAN MEMPERSEMBAHKAN:

Love Like This

Chapter 4: Kkoming Attack!


Cast: Super Junior


Main Cast: Kyuhyun, Yesung


Other Cast: Super Junior Member, Other


Main Pair: KyuSung


Other Pair: Unknown


Genre: Romance, bit humor, hurt/comfort, etc


Rate: M~! (UWAA~! Sudah naik rupanyaa~!#PLAK!)


Disclaimer: God, Parents, tapi ceritanya asli mimpi Ucchan!


Warn!: BL(BoysLove), Humor Garing, Romance gagal, Typo(maybe), alur membingungkan, plot tidak konsisten, sesuai mood author#PLAK!, bahasa Korea dan Inggris yang amburadul, OOC(sebagian), RAPE(kayaknya)!


:Prom15e To 13elieve:

DLDR!

:Prom15e To 13elieve:

Sriiing

Sebersit cahaya terang menusuk kedua manik obsidian Yesung.

Yesung mengerjap-erjapkan matanya imut. Entah kenapa cahayanya silau sekali… 'Di mana in-'

"Baby…" Yesung terkejut saat mendengar suara bass yang sangat dikenalnya itu.

"K-Kyu?!" tiba-tiba cahaya itu sedikit meredup, menunjukan sosok Cho Kyuhyun yang berdiri di hadapannya dengan senyuman lembutnya. Tapi ada yang aneh dengan namja itu. Yesung otomatis memicingkan matanya. 'Apakah dia…'

TOPLESS?!

"GYAH GYAH GYAH!" Yesung menjerit-jerit histeris, tapi entah kenapa dia tidak bisa bergerak! Seakan tubuhnya lumpuh saat itu juga.

Kyuhyun perlahan mendekatinya dengan senyum yang entah sejak kapan telah berubah menjadi sebuah seringai menggoda. Kyuhyun yang sedang topless itu mengurung Yesung di antara kedua lengannya, lalu memajukan wajahnya.

"Baby…" bisiknya pelan. Caramelnya menatap dalam obsidian Yesung, kemudian memiringkan kepalanya sedikit. "Saranghaeyo…" bisiknya seduktif di telinga Yesung.

Deg deg deg

Wajah Yesung sontak memerah saat merasakan napas hangat Kyuhyun menerpa telinganya. "K-Kyuuu… nado… nado saranghaeyo…" balasnya berkali-kali dengan wajah sayu yang –demi Tuhan! Benar-benar seksi...

'GYAAAH! APA YANG KUKATAKAN!?' Yesung tak bisa mengontrol mulutnya sendiri! Ia buru-buru menggeleng. "B-bukan! M-maksudku- ahh…" desahan kecil lolos dari bibir cherry Yesung saat dirasakannya tangan besar Kyuhyun menyentuh kepunyaannya yang MASIH tertutup celana. Kyuhyun bersmirk ria.

"Ahhh, akkhh… Kyuuuhn~…" desahan Yesung makin menggila saat tangan Kyuhyun meremas pelan kepunyaannya yang masih dibalut celana.

Kyuhyun semakin menyeringai mendengar desahan menggoda iman milik Yesung. "Kau milikku, Baby. Mendesahlah untukku. Panggil namaku. Hanya aku." Dan tangannya langsung menyelusup masuk ke dalam celana piyama Yesung.

"Eungghhh…" Yesung melenguh. Kepalanya pusing. '… Ashh… mimpi macam apa itu?!' ia mencak-mencak dalam hati. 'Ya sudahlah, aku harus bangun…' ia memaksakan diri untuk membuka kedua sarang obsidiannya.

Dan yang pertama dilihatnya adalah… wajah tampan seorang namja yang berjarak hanya beberapa mili dari wajah manisnya. Bahkan bibir mereka hampir bersentuhan.

"Baby." Seringai tanpa dosanya muncul. "Boleh aku meminta morning kissku?"

1 detik…

2 detik…

3 detik…

"GYAAAH! JONGJIIIIINNNN!"

PLAK!

:

:

"NAMJA ITU MEMANG CARI MATI! AWAS SAJA DIA KALAU PULANG NANTI!" Yesung menjerit-jerit lagi dengan kesal dalam posisi duduk bersila di atas tempat tidurnya. "DAN KAU, NAMJA CHO! BERANI SEKALI KAU SEENAKNYA MASUK KE DALAM KAMARKU, HAH! SIAPA YANG MENGIJINKANMU!? DASAR LANCANG!" semburnya penuh kuah. Ia melirik jam dinding. Masih jam setengah 6! Aiiish! Tidurnya harus terganggu sepagi ini hanya karena namja menyebalkan ini?! Hahah! Unbelievable!

Obsidiannya lalu beralih menatap dingin Kyuhyun. "Kau sebaiknya punya alasan yang bagus untuk ini, Cho." Desisnya dingin sambil menyilangkan tangan di depan dada.

Kyuhyun –yang sedang dalam posisi duduk bersimpuh di atas lantai kamar, hanya menatap Yesung santai. "… Aku tidak perlu minta ijin, Baby." Ucapnya dengan wajah memar bekas 'sentuhan' LEMBUT Yesung.

Yesung mengernyit. "Apa maksudmu?" tanyanya dengan pipi menggembung dan bibir dipoutkan.

Kyuhyun tertawa dalam hati melihat wajah menggemaskan Yesung. Ingin sekali dia menggigit pipi bakpao Yesung. Tapi, no thanks. Dia masih sayang nyawa. "Aku tidak perlu meminta ijin, karena kau milikku."

Kesimpulan: Kyuhyun tidak benar-benar menyayangi nyawanya.

BUAK!

"KE-LU-AR!" pekik Yesung setelah menendang Kyuhyun keluar dari kamarnya.

BLAM

Dan namja manis itu sudah terlanjur menutup pintu sebelum Kyuhyun mulai bersuara.

Kyuhyun mendengus kesal. "Dasar namja kepala besar…" sungutnya pelan. Sangaat pelan. Tapi tidak cukup pelan untuk tidak didengar Yesung.

Krieeet

Wajah Yesung nampak dari celah pintu kamar yang dibuka sedikit. Aura mistis menguar jelas dari dalam kamar bernuansa hitam remang-remang(?) itu. "APA TADI KAU BILANG…?"

Kyuhyun menggeleng dengan wajah datar. "Ani. Aku tidak bilang apa-apa." jawabnya sok polos.

Krieeeet

Pintu terbuka semakin lebar menampakan Yesung yang wajahnya sudah benar-benar horor. "KAU MENGATAKAN SESUATU TADIII!"

Kyuhyun menatapnya datar. "Ne. Aku bilang ani. Aku tidak bilang apa-apa." balasnya cari perkara.

Kim Yesung yang baru bangun tidur memang lamban dalam mencerna sesuatu, juga… emosinya saat bangun tidur sama sekali tidak dapat dikontrol.

Mati. Mati ni anak.

"AARGHH!" Yesung melompat menerkam Kyuhyun.

BRUGH

Kyuhyun jatuh dengan posisi Yesung menindihnya. Kedua tangan mungil Yesung tergerak liar hendak mencakar wajah tampan Kyuhyun, namun namja tampan itu sudah dengan sigap menahan pergerakan tangannya. Akhirnya mau tak mau, Yesung berhenti berusaha. Dalam pikirannya, ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan menerkam Kyuhyun saat namja itu lengah.

"…"

Ngomong-ngomong… ini hanya perasaan Yesung saja atau memang posisi mereka benar-benar salah…?

Yesung menindih Kyuhyun dengan posisi kedua kaki jenjang Kyuhyun mengapit tubuh mungil yang dibalut oleh piyama merah bermotif kura-kura ninja(?)nya.

PESSHHH~

Wajah Yesung memerah dengan sempurna. Memorinya dengan kurang ajarnya, kembali memutar adegan TIIT di mimpinya tadi pagi. OMFG!

"U-um, mian Kyu. Aku tidak senga- ahh…" sebuah desahan kecil menggoda kembali keluar dari bibir cherry Yesung. Saat ia hendak bangkit tadi, tanpa sengaja kepunyaannya bergesek dengan kepunyaan Kyuhyun yang masih dilapisi celana sekolah.

Kyuhyun menyeringai. Ibu jarinya menyentuh bibir cherry milik Yesung dengan lembut. "… Baru kali ini aku mendengarmu mendesah, Baby." Wajah Yesung semakin memerah. Kyuhyun perlahan memajukan wajahnya lalu berbisik seduktif di telinga Yesung. "… Dan jika kau tidak mau aku menyerangmu, segeralah memakai celana. Apa kau tidak sadar sedari tadi berkeliaran di depanku hanya dengan memakai piyama kebesaran dan boxer kura-kura itu, heum?"

Yesung terbelalak. Ia menatap bagian selatan tubuhnya. Dan benar saja. Ia tak memakai penutup apapun kecuali sebuah boxer pink bermotif kura-kura hijau yang mengekspos paha putih mulusnya~. #Author dikeroyok Clouds.

"KYAAA! NAMJA MESUUUUM!"

PLAK!

"AUH!"

:Prom15e To 13elieve:

SRAAASSHH…

"Grrr… menyebalkan! Si Jongjin itu juga! Dasar dongsaeng durhaka!" Yesung masih asyik bersungut-sungut. Ia kini tengah mandi di kamar mandinya yang sederhana. Kamar mandi ini berada di antara kamarnya dengan ruang tamu. Dia sudah mewanti-wanti Kyuhyun untuk tidak mengintipnya, jika Kyuhyun tidak mau beberapa tulang rusuk milik namja seenaknya itu patah.

Yesung menyabuni tubuhnya di bawah guyuran shower. Yah, meski tidak kaya, keluarga Kim masih bisa membeli sebuah bilik shower. Sungguh keluarga yang suka membuang uang untuk hal-hal yang tak penting.

'… Kenapa harus dia yang muncul…?' Yesung bersungut-sungut dalam hati, masih serius mengusap sabun di sekujur tubuhnya yang putih mulus~#PLUAK!. Ia kembali mengingat mimpinya bersama Kyuhyun. "Aiisshhhh… kenapa tidak yeoja saja sih?! Menyebalkan…" ia menunduk. Tanpa disadarinya, wajahnya memerah.

'… Cho Kyuhyun…' sebuah senyum samar terukir di bibir namja manis itu. Hei! Apa merasa deg-degan saat dekat dengan Kyuhyun itu salah…? Yesung menghela napas sambil menggeleng pelan.

"Ani. Aku bukan gay. Selamanya, dan sampai kapanpun juga." Obsidiannya menerawang. Seakan kembali mengenang masa lalu. "…" tatapannya memiris. '… Aku merindukanmu.'

'…'

Yesung menghela napas semakin berat, lalu menggeleng pelan. '… Aku harus bisa melupakan masa lalu! Tidak ada lagi Kim Yesung yang lama!'

Ia memutuskan untuk segera menyelesaikan mandinya. Ia tidak bisa membiarkan Kyuhyun menunggunya terus 'kan? Lagipula… dia tidak mau semakin terlarut dalam memori masa lalunya.

… Terlalu menyakitkan.

Yesung melangkah keluar dari bilik shower itu. Telanjang bulat.#Author dikejar Clouds yang bersenjatakan gergaji mesin dan bazooka.

Ia celingukan dengan wajah heran. 'Huh? Rasanya… aku lupa mengambil handuk…' batinnya panik. Kenapa kebabboannya harus kumat di saat seperti ini?!

"Aduh… baju gantinya juga! Aiiisshhh! Dasar babbo!" Yesung mengacak surai hitamnya dengan frustasi, mengakibatkan beberapa bulir air terbang ke mana-mana. Tadi dia terlalu terbawa emosi sehingga lupa menyiapkan keperluan utama dalam acara mandinya.

Yeah. Baju ganti dan handuk.

"…" Yesung berpikir sejenak. Tampak menimbang-nimbang sesuatu. '… Sudahlah! Aku cepat… sangat cepat…' Yesung menyemangati dirinya sendiri. 'Ya! Aku akan mengambilnya dengan cepat, dan memakainya dengan cepat juga!'

Akhirnya setelah membuang jauh-jauh rasa ragunya, Yesung membuka pintu kamar mandi perlahan. Ia celingak-celinguk. 'Di mana si mesum itu…?' rasa ragu menyergap Yesung. Tapi segera ditepisnya perasaan itu. 'Mungkin saja dia sedang di ruang tamu!' ia menyemangati dirinya lagi.

Ditutupnya pintu kamar mandi itu tanpa suara, lalu berlari kecil menuju kamar –bermaksud mencari suaka di lemari pakaiannya.

Tanpa disadarinya, ada seringai manis yang terpampang jelas di tampang evil seorang Cho Kyuhyun.

:

:

Krieeet…

Yesung membuka kenop pintu kamarnya perlahan sambil memasang wajah waspada. Hanya untuk berjaga-jaga kalau Kyuhyun ada di dalam. Hahaha, kau pikir, apa yang akan namja mesum itu lakukan pada Yesung jika melihatnya telanjang bulat begini?

Setelah yakin kamarnya kosong, Yesung memutuskan untuk berlari kecil menuju lemari pakaiannya. Dengan penuh semangat, ia mengobrak-abrik isi lemari pakaian itu.

'Handuk… handuk… aha!' tangan Yesung mengangkat tinggi-tinggi sebuah kain berwujud handuk berwarna hot pink berpola hati merah dengan wajah kegirangan.

… Ini punya Jongjin. Bukan punyanya! Jangan tatap Yesung dengan pandangan penuh intimidasi seperti itu!

Segera Yesung menutupi bagian bawahnya dengan handuk, lalu kembali mengobrak-abrik isi lemari –mencari pakaian gantinya.

Ia mengernyit. 'Di mana semua boxer kura-kuraku?' ia kembali mengacak isi lemari, bermaksud mencari boxer kesayangannya yang berjumlah 50 pasang itu. (Readerdeul: BUSET!)

Yesung memasang wajah putus asa. 'Sepertinya tadi malam terakhir kulihat masih ada deh!' ia sibuk dengan pikirannya sendiri, hingga tak menyadari sesosok namja evil, yang mengendap-endap mendekatinya.

"Di mana-"

GREP

Tubuh Yesung membeku saat sepasang lengan kekar telah melingkari perutnya. Tanpa melirikpun, Yesung sudah tahu siapa pemilik lengan ini.

"K-Kyu…?" panggil Yesung. Entah kenapa, jantungnya terasa berdetak lebih cepat saat kulit lengan Kyuhyun bersentuhan dengan kulit perutnya.

Kyuhyun tidak menjawab. Ia malah semakin mengeratkan pelukannya. Ia menumpukan dagunya di bahu Yesung, bermaksud menghirup semua aroma yang menguar dari tubuh Yesung.

PESSHH~…

"H-hei, Kyu…" Yesung berontak kecil, tapi Kyuhyun tidak bergeming. Masih tetap memeluknya dengan erat dan…


YESUNG POV: ON


… Hangat. Hei, aku ini bukan gay… bukaan! Aku tidak mau menjadi gay!

"Kyuuu~… lepaaaasss…" aku terus berusaha berontak, tapi ia tetap mengeratkan pelukannya. "Kyuu! Lepaska-"

"Tolong biarkan aku begini sejenak." Aku terdiam mendengar nada memohon di kata-katanya. Baru kali ini aku mendengarnya… ternyata namja mesum ini bisa memohon juga.

"… Kau harum." Ya iyalah. Aku baru habis mandi, tauk.

Akhirnya aku diam. Toh, hanya sekedar memeluk 'kan? Kurasa bukan masalah besar. Tapi kalau dia berani macam-macam sedikit saja…

"Baby." Panggilnya pelan.

"Heum?" sahutku tanpa menoleh.

"… Saranghaeyo."

PESSSHHH~

"GYAA!" aku berontak. Apa-apaan itu! Berani sekali dia berbisik hal sefrontal itu di telingaku! Aiiish! "LEPASKAN AKU, NAMJA MESUUUM! DAN BERHENTILAH MEMANGGILKU BABY! NAMAKU ITU YES-UUUUNG! AKU BUKAN GAAY! BUKAAAN! LEPASKAN!"

Tapi dia tetap begitu. Memelukku dari belakang. Tanpa adanya rasa berdosa sama sekali. Apalagi kurasakan tangan kanannya mulai bergerak membelai perut rataku yang memang tidak tertutupi sehelai benangpun.#Author digampar

"KYAAH!" aku menjerit histeris. "L-lepasss! POLIISIIII! POLI-" Kyuhyun mencondongkan wajahnya ke depan, lalu-

Chu~

Aku terbelalak. Ada angin apa tiba-tiba namja ini menciumku…?

… Bibir tebalnya, entah bagaimana bisa, terasa begitu lembut saat menyentuh bibir plumku.

… Hei! Aku ini bukan gay! Ani ani aniii!

Aku segera menjauhkan wajahku yang sudah semerah bendera Indonesia(?) dari wajahnya, tapi tangan kanannya malah terulur untuk menekan tengkukku. Membuat bibirku kembali menempel di bibir tebalnya.

Hanya menempel. Terasa begitu nyaman… namun dia mulai berani melumat bibirku. "Hnngghhh…" aku meremas tangan kirinya yang masih membelai pelan perut rataku. Aish, kenapa terasa sememabukkan ini?! Andwae!

"Hmmph!" aku terkejut saat merasakan lidahnya bergerilya di belahan bibir cherryku. Aku lantas menutup bibirku rapat-rapat. Enak saja dia!

Dia tampak mendelik kesal karena aku tidak kunjung membuka mulutku. Ha! Rasakan itu!

"Baby…" bisiknya seduktif di telingaku. Bibirnya lalu turun menciumi ceruk leherku. Menggigitnya pelan, lalu menghisapnya kuat-kuat. Nampaklah sebuah tanda merah keunguan di leherku. Dia menyeringai sambil menjilati tanda hasil mahakaryanya itu.

Oh God. Kenapa terasa begitu nikmat…?

Aku menggigit bibirku sebisa mungkin untuk menahan desahan-desahanku. Tapi Kyuhyun tidak menyerah. Dia memutar tubuhku untuk berhadapan dengannya, lalu tangan kirinya mulai menggerayangi tubuhku, sementara tangan kanannya mendekapku untuk tetap dekat dengannya. Caramelnya yang hanya berjarak beberapa centi dari obsidianku, serasa menusuk.

Dia dengan lincah memilin nippleku kananku, dan sesekali meremasnya. DASAR MESUM!

… Tapi kenapa terasa begitu nikmat…? AISH! KIM YESUNG! APA YANG KAU PIKIRKAN?!

"Akhh… Kyuuh… j-jangaannhh… akh, sshh…" akhirnya desahan-desahanku keluar tanpa bisa kucegah. Aku berusaha mendorongnya dengan sekuat tenaga. Tapi tampaknya sia-sia saja. Aku sudah terlalu terlena!

Aish.

Dan aku dapat melihatnya. Sebuah seringai mesum tersungging 'indah' di bibir tebalnya. Tanpa basa-basi, dia segera melahap bibirku. Memasukan lidahnya ke dalam mulutku, dan mengabsen semua organ di dalamnya.

Shit! "H-hmmpphh…!" aku kembali dengan usaha mendorong-dorong tubuhnya. Tapi sepertinya itu tetap tak berguna! Dia melilit lidahku, lalu mengajakku bermain dalam perang lidah. Dan aku sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa untuk menghentikannya!

"Hngghh… K-Kyuhhnn… s-stopp…" dapat kurasakan suhu tubuhku memanas, terbukti dengan beberapa bulir keringat yang meluncur turun dari pelipisku.

Oh God! Ini benar-benar tak bisa kupercaya! KAMI BAHKAN BARU BERTEMU KEMARIN!


YESUNG POV: OFF


"H-hhng! K-Kyuhhh… euungghh…" Yesung hanya bisa melenguh saat dirasakan tangan Kyuhyun meremas bokongnya –yang MASIH tertutup handuk, dengan pelan.

Otaknya masih setia memutar ulang tiap bait isi mimpinya tadi malam. Geez…

Kyuhyun hanya menyeringai disela-sela ciuman panasnya.


KYUHYUN POV: ON


Manis.

Itu adalah hal pertama yang muncul di benakku saat mencicipi bibirnya. Tubuhnya juga… begitu menggairahkan –apalagi tadi aku sempat melihatnya berkeliaran tanpa sehelai benangpun di tubuhnya. Dan desahannya?

… Aku ingin lagi dan lagi. Aish, apakah aku sudah gila…? Kenapa aku tidak bisa menahan diri…? Tidak biasanya aku seperti ini. Ck, bahkan semua yeoja maupun namja yang pernah kutiduri tidak semenggairahkan ini. Hei, aku bahkan hanya mencium dan menyentuhnya! Kenapa bisa jadi seperti ini?

Cho Kyuhyun menjadi sepervert ini hanya karena dia…?

Hahah. Unbelievable!

"K-KYUUUHHH…!"

Desahan itu bagai melodi indah di telingaku. Dan… aku semakin tak bisa mengontrol diriku sendiri.

Hei, mantra apa yang kau gunakan untuk mendapatkan hati seorang Cho Kyuhyun, heum?

"Akhh… Kyuuhh~… hanhhh…"

Tanganku mulai berani merambat masuk ke dalam handuk bermotif 'unik' yang dikenakannya. Dia tampak terkejut dengan aksiku, tapi tidak merespon apapun selain mendorong-dorong bahuku.

Cih. Tahukah dia kalau itu sia-sia saja?

Kuremas perlahan kepunyaannya, membuat namja manis itu menggelinjang.

"Hmngg… Kyuuhh… ohhhh… an-andweehh…" desahannya membuatku gila. Entah bagaimana bisa, aku benar-benar menginginkannya hari ini juga.

… Apakah itu terdengar gila…?

Aku semakin memperdalam ciumanku. Tangan kananku menahan tengkuknya, sementara tangan kiriku semakin meremas kepunyaannya yang sudah menegang.

Aku menyeringai. Apakah dia benar-benar straight? Maksudku, baru kusentuh begini saja, dia sudah setegang ini! Benar-benar namja yang menarik.

Aku melepas ciumanku sambil menatap mata sayunya. "Kau menikmatinya, Baby…" dan tanpa membiarkannya bicara, aku kembali membungkam bibir cherrynya yang sangat menggoda itu.

Beberapa menit kami masih berciuman. Tanganku sudah kutarik dari kepunyaannya. Aku beralih menyusupkan tanganku ke dalam bagian belakang tubuhnya, lalu meremas perlahan bongkahan kenyalnya, membuatnya sedikit berjinjit masih dengan desahan erotisnya.

"Kyuuhnn…! Uuhh… hmphhh…!"

Hng? Kenapa dia memukul-mukul dadaku? Bukankah tadi dia hanya mendorong? Hn…? Ahhhh… aku mengerti. Tch, sayang sekali.

Aku melepas ciumanku dengan berat –menampakkan jembatan saliva yang dengan cepat terputus, lalu menatap wajahnya yang kini basah akan peluh. Ohh… lihatlah wajah itu. Mata sayu, bibir merah merekah yang sedikit membengkak dan basah akan saliva, juga sekujur pipi yang dipenuhi rona merah yang sangat kentara…

… Aku TIDAK TAHAN. Segera kukecup dahi mulusnya, turun ke pipi chubbynya, lalu berakhir dengan ciuman singkat di bibir cherrynya.

"Baby…" kutarik tanganku dari bokongnya, beralih mengusap lembut pinggang rampingnya. Dia menatapku sayu. "… Saranghaeyo." Kupeluk tubuh mungil itu dengan lembut, seakan tubuh itu begitu rapuh dan akan pecah jika aku memperlakukannya dengan kasar.

… Sungguh… aku merasa nyaman…

Hmph. Kau hebat karena berhasil membuat seorang Cho Kyuhyun menjadi seperti ini.

"… Hiks…" aku terbelalak saat mendengar isakan lirih yang meluncur dari bibir cherrynya.

Aku melepas pelukanku perlahan sambil mengusap pipi chubbynya selembut yang kubisa. Kedua obsidian indah itu tengah mengeluarkan air mata. Dan aku benci melihatnya.

"… Tenang saja. Aku hanya akan melakukannya jika kau menerimaku. Sampai saat itu tiba, aku akan bersabar." Tanganku beralih mengusap liquid-liquid bening yang masih berjatuhan dari kedua sarang obsidiannya. "… Jeongmal saranghaeyo. Kita baru bertemu kemarin. Tapi entah kenapa… aku merasa sudah mengenalmu sejak lama." Kukecup sekilas kelopak matanya. Berusaha menunjukan aku bersungguh-sungguh dengan setiap kata yang kuucapkan.

"…" dia menatapku dengan masih menangis. Oke, oke. Mungkin aku memang keterlaluan. Aku 'hampir' memperkosanya tadi. Untung saja akal sehat dan hati nuraniku masih berfungsi.

"Mianhae ne. Aku kelepasan. Uljimma. Jangan menangis." Kutarik dia hingga membuat tubuh bagian depan kami menempel semakin rapat, lalu menatap kedua sarang obsidian itu dalam.

"… Aku berjanji untuk membuatmu membalas perasaanku juga. Aku berjanji tidak akan merapemu seperti tadi sebelum kau menerimaku. … Oke. Kalau aku tahan saja. Jangan salahkan aku jika aku melanggar janjiku karena wajahmu itu."

Diam. Itu yang kami lakukan. Jujur saja, aku benar-benar terhanyut pada kedua obsidian namja manis ini. Entah kenapa… dia bisa membuatku benar-benar merasa nyaman.

Hah… namja yang menarik.

"… K-Kyuuhh…" dia menatapku lagi dengan wajah yang OMFG! Aku benar-benar ingin melanggar janjiku sekarang juga!

"BABY!" aku hendak menerjangnya, tapi…

Drap drap drap

BUAK!

"AUUK AUUUKK! GRRR~!" dia menggeram setelah dengan kurang ajarnya menendang wajah tampanku dengan keempat kaki kecilnya. Dia kemudian berdiri dengan gagahnya di depan Yesung yang perlahan merosot jatuh terduduk.

… Sungguh. Aku benci anak anjing yang satu ini…

Dan apa itu…? Dia dengan demi segala kemesumannya, malah merangkak masuk ke dalam handuk Yesung, dan bergerilya di sana.

… Dan Yesung sama sekali tidak memarahinya. Hahah. Dasar Anjing kurang ajar. Aku bahkan belum sempat 'menikmati' lebih jauh bagian itu.

Hei, jangan-jangan…

… Rival utamaku adalah seekor anak anjing…?

Hmph, jangan kira Cho Kyuhyun akan kalah dari mahluk tidak berguna sepertimu! Akan kutunjukkan! Namja bernama Kim Yesung itu sepenuhnya adalah milikk-

Yesung menarik anak anjing kurang ajar itu keluar dari dalam handuknya dengan lembut, lalu menggendongnya dengan senyum manis. "Kkomiingiee~! Gomawoo~!"

Chuuu~

"AUUUK~…" seringai kemenangan muncul di wajah setan kecil itu.

… Kampreto.


KYUHYUN POV: OFF


:

:

Yesung sibuk mencari-cari pakaian di lemari bajunya, sementara Kkoming tengah berjaga-jaga di sampingnya.

Kyuhyun? Namja itu sedang gigit jari tidak jauh dari Yesung. Sungguh, dia merasa libidonya naik saat melihat paha putih mulus Yesung yang terekspos bebas saat namja manis itu membungkuk. Ia ingin menerkam Yesung, tapi Kkoming telah memberinya tatapan 'Kalau kau berani mendekatinya selangkah saja, benda ini akan bersarang di lehermu!' sambil mengacungkan beberapa pisau daging –yang entah dapat darimana, ke wajah tampan Kyuhyun.

Hish.

"Aigooo… di mana sihh…?" Yesung bersungut-sungut sambil masih setia membongkar pasang lemari pakaiannya.

Kyuhyun masih menatap paha mulus Yesung tanpa berkedip. "Mencari apa, Baby…?"

Yesung menoleh. "Aku mencari- YAK! APA YANG KAU LIHAT, NAMJA MESUM!?"

SYUUT

TAK!

Sebuah pisau daging meluncur indah dari kaki depan Kkoming, yang sayangnya meleset dan malah menancap beberapa senti di depan selangkangan Kyuhyun.

HELL YEAH.

Kyuhyun pucat pasi. "A-ani… aku tidak melihat apa-apa Baby! Apa yang kau cari…?" tanya Kyuhyun sambil menatap lurus kepada sang pelaku a.k.a Kkoming dengan tatapan 'AWAS SAJA KAU, DASAR ANAK ANJING TENGIK!'

Yesung berdecak kesal. "Boxer kura-kuraku! Tadi malam kuperiksa masih ada!" jelasnya.

Kyuhyun mengernyit, tapi sedetik kemudian langsung merogoh sakunya. "Boxer kura-kura? Apa yang ini?" dikeluarkannya sebuah boxer kura-kura berwarna pink dengan motif kura-kura hijau dari saku celananya.

Kyuhyun memasang wajah tak berdosa. "Tadi aku mem'bantu' Jongjin mencucinya~! Lihat sudah bersih dan harum 'kan? Boleh aku minta upahku, Baby~?"

SYUT SYUT SYUT

Beberapa pisau daging kembali menghujani Kyuhyun membuat namja tampan itu berlari keluar kamar dengan terbirit-birit.

Ahh, tapi kali ini bukan si Kkoming yang melemparnya, melainkan sang majikan yang wajahnya sudah semerah kepiting rebus.

:Prom15e To 13elieve:

Yesung tengah memakan sarapannya dengan wajah dingin. Di sampingnya tampak seekor anak anjing yang menatap namja tampan di hadapan Yesung dengan tatapan intimidasi. Yesung telah berseragam dengan rapi setelah tadi sempat kalut mengurusi boxernya yang ternyata 'disimpan' Kyuhyun di saku celananya. Celana boxernya yang lain masih dijemur.

Si namja tampan hanya memasang wajah datar pada anak anjing itu. Di balik tampang datarnya, namja itu sesungguhnya tengah mengutuk-ngutuk mahluk kecil itu karena telah berani mengganggu 'kemesraan'nya dengan Yesung. Di samping si namja mesum itu, seekor kura-kura tengah memasang wajah bete yang tak dapat disembunyikan.

"…"

Heniiiiiiiiinggg…

Ruang makan itu tampak sangat sepi. Kedua belah pihak plus dua mahluk tak dikenal#PLAK#, tampak sangat malas untuk sekedar membuka percakapan.

Tapi si namja tampan akhirnya bertanya pada si anak anjing. Bertanya melalui kedua caramelnya.

'KENAPA KAMU BISA MELEPASKAN DIRI…?'

Sementara Kkoming –si anak anjing– yang seakan mengerti arti tatapan si namja tampan, hanya menyeringai.

"Auk auuuk~…" Kkoming ngoceh dengan seringai kemenangan.

Si namja tampan hanya memiringkan kepala sedikit dengan wajah heran. Ya iyalah. Dia sama sekali tidak mengerti bahasa anjing!

Yang dia tahu, tadi dia yakin telah MENGIKAT anak anjing ITU kuat-kuat dengan tali rafia, lalu MEMBUANGNYA ke bawah meja ruang tamu, agar dirinya bisa lebih leluasa mendekati Yesung. Bagaimana caranya mahluk kecil itu dapat melepaskan diri…?

Kkoming makin menyeringai. "Auk auukk~…" serunya sambil berkacak pinggang dan kaki disilangkan ala miss world#PLAK!. Sungguh pose yang sangat tak wajar untuk seekor anjing. (Readerdeul: "YA IYALAH!")

Yesung hanya mampu menatap kedua mahluk beda spesies itu bergantian dengan tampang babbo.


FLASHBACK: ON


Nampak seekor anjing kecil yang sibuk meronta. Tubuhnya diikat tali rafia, dan mulutnya dilakban. Dia diletakan begitu saja di bawah meja ruang tamu tanpa kompensasi apapun.

… Cho Kyuhyun itu…


KKOMING POV: ON


Grrrrrr…

Dasar namja evil! Dia berniat 'memperkosa' Yesungie-ku, eoh! Enak saja! Aiishhh… kenapa ikatannya sekuat ini sih…?! Aku berusaha berontak, tapi tampaknya sia-sia saja. Si Jongjin itu juga! Kenapa dengan suka cita membiarkan namja mesum itu masuk ke kamar Yesungie?! Dia juga membantu si mesum itu untuk mengikatku! Dia bersekongkol dengan namja mesum itu! BERSEKONGKOOOL!

Tap… tap…

Aku melirik kura-kura berwajah kocak(Ddangkomma: "WOI.") yang melangkah perlahan(read: lamban) mendekatiku. Aku segera menatapnya dengan ultimate puppy eyes-ku.

'Tolong akuu! Aku tidak tahu bagaimana cara kau melakukannya, tapi kumoohoooonnn! Tolong bukakan ikatan iniiiii!' aku memohon-mohon. Aku harus menyelamatkan Yesungie-ku sekarang juga! Please! Aku mohooon! Jangan sampai manusia evil itu mendapatkan kenikmatan lubang ketat Yesungie-kuu!(Readerdeul+Kyuhyun: "ANJING MESUM!")

CRING~

Dia menyeringai penuh arti –yang membuat wajahnya yang memang sudah seram dari sononya, menjadi lebih mengerikan#PLAK!.

Glek

Mati aku.


KKOMING POV: OFF


Si kura-kura masih belum bergeming. Tetap menatap Kkoming dengan tatapan… predator?


SOMETHING'S#PLAK!# POV: ON


Khekhekhe~… akhirnya aku bisa melihatmu menderitaaa~! Rasakan itu! Itulah akibatnya kalau mendudukiku! Hahaha! Siapa suruh kau berani menduduki kura-kura terhormat keturunan pangeran negeri dongeng yang super ganteng seperti diriku ini! (Readerdeul: "…")

'Maaf sekali, SAUDARAKU, KkomingSSHI~~~… tapi aku tidak akan menolongmuuuu~~^ ^… tenanglah~… kurasa appa akan melepaskanmu JIKA dia MELIHATmu~~' seruku dengan senyum manis. Kedua tangan jenjang(?)ku kusilangkan di depan dada, membentuk pose kemenangan yang sangat keren seperti di filem-filem! (Readerdeul: "…")

Kkoming menatapku. Walau mungkin tidak mengerti apa yang kubicarakan, setidaknya dia dapat mengerti bahasa tubuhku.

"…!" dia menggeleng hebat. Matanya melirik-lirik ke arah kamar appa dan ahjussi(read: Jongjin). Halaah. Appa pasti akan baik-baik saja. Tidak mungkin dia akan diperko-

"K-KYUUUHHH…!"

0_0

.

..

… HAH?! SUARA APPA!? GYAH GYAH! APPA BENERAN DIPERKOSA! OMMONA OMMONA OMMONA!

Aku panik. Tidak mungkin aku merangkak masuk ke dalam sana! Ujung-ujungnya, aku pasti akan ditendang namja evil itu masuk ke kolong tempat tidur! Tapi kalau bukan aku, siapa yang-

… Aku melirik Kkoming dengan wajah horror.

"…" anjing terkutuk itu tengah menatapku tanpa ekspresi. Tapi aku dapat melihat seringaian tersembunyi di kedua mata bulatnya itu.

Grrrr… aku tidak punya pilihan lain! 'Keperawanan' appa dalam bahaya! Ingat! Ini karena appa! Bukan berarti aku dengan suka cita menolong anjing kurang ajar itu!

Aku buru-buru masuk ke dalam rumah utamaku(read: cangkang), lalu berlari secepat kilat ke lemari peralatan.

Kuambil gunting, kunci inggris, penangkap tikus, makanan ikan, pisau daging dan beberapa hal penting(?) lainnya. Aku kemudian berlari keluar dari ruangan luas dengan dinding yang dilapisi emas 24 karat(Readerdeul: "BUSET!") itu.

Saat aku keluar dari cangkangku, yang pertama kulihat adalah wajah pucat Kkoming.

Ha? Ada ap-

"Kyuuhnn…! uhh… hmphhh…!"

Aku berlari mendekati anak anjing itu, segera membuka lakban yang membungkam mulutnya dengan kasar, lalu mulai menggunting tali yang mengikat Kkoming seperti orang kesetanan. Tidak kupedulikan wajah pucat pasinya saat aku menggunting tali-tali yang mengikat tubuhnya dengan tempo 'mencurigakan'.

"KAING KAING KAIING KAING KAIINGGG!" hahaha, wajahnya kasihan sekali! Tapi maaf saja ya! Aku tidak akan berhenti! Kukerahkan seluruh tenaga kura-kura superku, daaan…

CRASH

Berhasil! Aku memang he-

BRUGH

Aw!

Drap drap drap

Tanpa sekedar mengucapkan terima kasih sebagai basa-basi, anak anjing jahanam itu sudah berlari menuju kamar appa setelah sebelumnya –dengan PENUH KELEMBUTAN menubrukku.

… =_=

Aiiissshhh… INI. TERAKHIR. KALINYA. AKU. MENOLONG. ANAK. ANJING. ITU!

TITIK!


SOMETHING'S POV: OFF


Dan kura-kura malang itu hanya bisa meringkuk di bawah meja ruang tamu. Dalam hatinya, ia sibuk mendoakan agar para penangkap anjing liar diseluruh dunia punya ilham untuk mendatangi rumah sederhana ini, dan menangkap anak anjing SETAN ITU!


FLASHBACK: OFF


Yah, kurang lebih itulah alasan kenapa mood Ddangkomma sangat buruk pagi ini. Dan dia harap Tuhan tidak akan tega menambah kerutan di wajah rupawan(?) miliknya ini.

Yesung menghela napas dan menghembuskannya dengan berat. Ia sudah selesai memakan sup ayam buatan Jongjin. Ia berdiri sambil mengambil piringnya berniat mencuci, bagaimanapun juga dia tak mau menambah beban dongsaeng kesayangannya. Obsidiannya melirik piring kosong Kyuhyun.

"Bersihkan sendiri." Ucapnya datar saat Kyuhyun memberikan evil eyes super melasnya. Ia lalu dengan cuek melangkah meninggalkan si namja evil yang hanya merengut kesal.

Sungguh. Ini pertama kalinya ada orang yang memerintahnya untuk mencuci piring!

Hey! This is beyond his imagination!(Author sok nginggris) Kenapa untuk mendekati Yesung saja segini susahnya?!

"Aish… jinjja…" Kyuhyun mengacak surai brunettenya kesal.

Sementara itu, tampak Ddangkomma menatap Kyuhyun datar, dan Kkoming yang sudah ngakak guling-guling di atas meja makan karena penderitaan Kyuhyun.

CRING~

Caramelnya menatap anak anjing itu dengan tatapan penuh arti…

:

:

Yesung mencuci piring dengan wajah cemberut. 'Hish! Pabbo! Jeongmal pabbolika Yesung! Kenapa aku membiarkannya memperkosaku?! Menangis pula! Aku seharusnya menginjak kakinya tadi! Aish! Pabbo!'

Ia kembali menghela napas berat. 'Syukurlah tadi ada Kkoming… kalau tidak…'

Pesssh~

Pipi chubby Yesung kembali merona. Ia menggeleng panik. 'A-ni-yaahh! Aku bukan gay! Sama sekali bukan! Aku tidak menyukai namja mesum it-'

Grep~

"Mau kubantu, Baby?" tanya Kyuhyun mesra sambil mengecup daun telinga Yesung.

BUAK

Yesung menginjak kaki Kyuhyun membuat pelukan namja tampan itu terlepas. Yesung tersenyum senang karena keinginannya terlaksana. Kyuhyun? Namja malang itu tengah meloncat-loncat di sekeliling dapur sambil memegangi kakinya yang diinjak Yesung dengan sadisnya.

"Aish, Babyyy~… appoyoo…" rajuknya sambil menatap Yesung dengan tatapan memelas.

Yesung melirik Kyuhyun dengan ekor matanya, lalu kembali berkutat dengan piring kotornya. "Bukan urusanku. Jangan kira bisa macam-macam lagi denganku, yah! Cepat cuci piringmu!" Sahutnya dingin sambil melap piring yang sudah ia cuci.

Kyuhyun mempoutkan bibirnya kesal. "…" ditatapnya piring bekas makannya yang belum tersentuh dengan wajah sedih.

Yesung segera meletakan piring yang sudah kering itu ke dalam lemari, lalu melirik wajah menyedihkan Kyuhyun dengan tajam. "Wae? Kau tidak bisa mencuci sendiri?" sindirnya dengan raut wajah mengejek.

JLEB

Oke. Yesung memang tepat sasaran. Kyuhyun menunduk dengan wajah memerah malu. Bagaimanapun juga, martabatnya benar-benar hancur di hadapan namja kejam ini.

Yesung menyeringai melihat respon Kyuhyun. "Jinjja~? Hahhahah, memalukan sekali! Rupanya kau lebih TIDAK BERGUNA dari yang kubayangkan~!" Yesung menikmati peran antagonisnya.

Wajah Kyuhyun semakin memerah. "A-ani! Aku hanya bingung di mana sponsnya! Dasar namja kepala besar!"

Tak ayal itu membuat Yesung mengirim deathglare terbaiknya kepada Kyuhyun. "Dasar kurang ajar! Kau sudah kuizinkan makan di sini! Cepat cuci!" Yesung tanpa perasaan melempar spons yang masih berbusa tepat di wajah tampan Kyuhyun.

Kyuhyun histeris.

"GYAAAH! APA YANG KAU LAKUKAN, BABYYY?!" jeritnya OOC sambil balas melempar wajah cute Yesung dengan spons yang sudah berlumut(?) itu.

PUK

Kyuhyun pucat melihat spons yang masih bersarang dengan indahnya di wajah manis Yesung. "U-um…? Baby…? Gwenchanayo?" tanyanya takut-takut sambil berinisiatif menjaga jarak dari Yesung yang masih terpaku.

Serr…

Perlahan spons itu meluncur mulus dari wajah cute Yesung yang tampak… abstrak…

Glek

Oke, Kyuhyun harus menelepon polisi ataupun pemadam kebakaran sekarang juga. Aish, tapi sepertinya tadi dia meninggalkan ponselnya di atas meja ruang tamu.

Pluk

Tap tap

Spons itu menyentuh tanah mengiringi langkah Yesung mendekati Kyuhyun yang sudah pucat pasi.

"U-um… Baby… mianhaee…~?"

Grep

Tanpa bicara sepatah katapun, Yesung mencengkram bahu Kyuhyun lalu menyeretnya.

Kyuhyun menutup mata pasrah –membiarkan Yesung menyeretnya. "…"

Hng? Kenapa seretan Yesung berhenti? Kyuhyun memberanikan diri membuka kedua caramelnya.

Yang dia lihat? Di hadapannya terpampang wastafel yang penuh dengan piring kotor, dan saat dia melirik ke samping, tampak Yesung mengacungkan spons berlumut itu dengan seringai mengerikan.

"Yak! Kenapa kau menutup matamu lagi, eoh!? Kau harus bertanggung jawab!" Yesung dengan sadis, menggesek-gesekkan spons mengerikan dari zaman baheula itu ke wajah tampan Kyuhyun.

"GYAAAHHH!" Kyuhyun berontak, namun entah bagaimana caranya, kekuatan Yesung sangat besar! Yesung? Jangan tanya! Namja kejam itu malah sibuk tertawa puas sambil tetap mencengkram bahu Kyuhyun.

"Hhahha! Baru kali ini aku melihatmu kelabakan begini~!" Yesung tertawa lepas. "Hahha, ya sudah. Ayo cuci~!"

Kyuhyun menggeleng panik. "Babyyy! Aniya! Aniyaa! Shirreo! Aku bisa menyuruh orang untuk mencuci-"

"CUCI." Yesung menatap Kyuhyun tajam. Wajah manisnya saat tertawa tadi lenyap tak tersisa.

Kyuhyun menelan ludahnya dengan susah payah. Diraihnya spons dari tangan mungil Yesung dengan gemetaran, lalu menatap beberapa piring kotor di dalam wastafel itu.

"…" Kyuhyun menoleh ke arah Yesung dengan tatapan memohon.

Yesung menghela napas. "Haiishh… arraseo…" Kyuhyun berbinar. "Aku akan mengajarimu cara mencucinya!" Kyuhyun ber'WHAATT?!'-ria.

Yesung mendelik kesal saat melihat ekspresi masam Kyuhyun. "Jangan manja! Ayo sini!" direbutnya spons dari tangan Kyuhyun, lalu meraih salah satu piring di wastafel itu, kemudian mengusapnya setelah sebelumnya mencelupkan(?) spons itu di dalam air sabun.

"Pertama usap pelan-pelan noda yang berada di piring ini!" Yesung memulai demo mencuci piringnya. Kyuhyun memperhatikan dengan wajah serius. Ia mendekatkan tubuhnya pada Yesung yang tengah membelakanginya. Dasar tukang cari kesempatan!

"Lalu bilas dengan air!" Yesung menyalakan keran untuk membilas piringnya. Setelah selesai, ia mematikan keran air itu. "Setelah selesai dibilas, lap dengan kain bersih!" ucapnya seraya melap piring itu dengan sebuah kain berwarna kuning cerah. "Terakhir, letakan bersama piring-piring bersih lainnya!" serunya sambil meletakan piring yang sudah dicucinya itu bersama tumpukan piring lainnya. Ia tersenyum puas sambil menoleh.

"Arrachi-" kedua obsidian indahnya terbelalak. Pasalnya, wajah tampan Kyuhyun hanya berjarak beberapa senti dari wajah manisnya.

PESSHH~

Wajah Yesung kembali merona saat caramel teduh Kyuhyun menatap tajam kedua obsidiannya. Kyuhyun menyeringai saat menyadari rona merah di wajah Yesung. Ia perlahan semakin mendekatkan wajahnya seraya menutup kedua sarang caramelnya.

"K-Kyu…?" Kyuhyun tidak memperdulikan panggilan Yesung. Tujuan utama: bibir cherry Yesung!

CHUUUU…

'Hngg…? Kenapa bibir Yesung basah… berbusa… dan… BAU?!' Kyuhyun sontak membuka matanya dengan panik.

Dan benar saja. Bukan bibir cherry menggoda Yesung yang ia dapatkan tapi… seonggok spons hijau berlumut yang kini telah mengotori kesucian bibirnya.

Yesung kaget. Tadi dia tanpa sadar malah membentengi bibir cherrynya dengan spons tua itu. "Ups!"

"ANDWAEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEH HHHH~~~~!"

Koak koak koak…

:

:

Kyuhyun mencuci piring dengan wajah cemberut, sementara Yesung di sampingnya hanya cengar-cengir gaje.

"Kyuuu~… kau maraaah~?" tanya Yesung tanpa dosa. Padahal dia tahu kalau Kyuhyun benar-benar tidak bisa memaafkan perbuatannya tadi.

Kyuhyun diam. Tidak berniat untuk menjawab. Masih memasang wajah cemberut. Dengan bibir terpout.

Kesimpulan: Kyuhyun marah.

Yesung akhirnya ikutan cemberut. "Yak! Itu 'kan salahmu! Mau main cium saja!" serunya sambil mempoutkan bibir dengan pipi menggembung. So kyeoptaa~~! Uri little turtle benar-benar tidak tahu konsekuensi dari memasang wajah seaegyo itu~!

Kyuhyun meliriknya, lalu mencondongkan tubuhnya ke arah Yesung.

Chu~

Kedua obsidian Yesung terbelalak saat bibir tebal Kyuhyun kembali menempel pada bibir plumnya tanpa aba-aba. Kyuhyun melumat bibirnya dengan lembut. Perlahan wajah Yesung memerah.

"K-Kyuhh…" Yesung berusaha melepaskan diri, tapi Kyuhyun telah menekan tengkuknya sambil memiringkan kepalanya sedikit, membuat ciuman itu semakin dalam.

"Hnggh… umphh… hha-ahh…" shit. Kenapa Yesung tidak bisa menolak…? Entah kenapa tubuhnya terasa lemas. Ia hanya bisa meremas ujung seragam Kyuhyun sebagai pelampiasan.

"Baby," bisik Kyuhyun, lalu mulai menyesap rasa manis dari bibir cherry Yesung lagi. Dia menghisap bibir manis itu dengan lembut, dan terkadang membelainya dengan lidah.

"Mhhnmm… hhhanhh…" Yesung hanya bisa mendesah pasrah. Ciuman Kyuhyun benar-benar melumpuhkan!

"Baby…" panggil Kyuhyun lagi. Kini tangannya meremas pelan bokong Yesung. Membuat namja manis itu mendesah keras. "… Sudah kubilang jangan pasang wajah seperti itu. Kau membuatku melanggar janji. Dasar nakal, eoh…" bisiknya seduktif di telinga Yesung.

"Anak nakal harus dihu-"

BUAAAKK!

"AUUK AUUUK! GRRRRR~!"

Apa Kyuhyun bilang? Bukankah anak anjing ini benar-benar suka merusak suasana? Dan lagi, kenapa mahluk ini bisa KEMBALI melepaskan diri…? (Readerdeul: *lirik Ddangkomma* Ddangkomma: "MWO?!"*cemberut*)

:We Prom15e To 13elieve:

"Kkomingiee~! Perbanmu dibuka dulu nee~!" seru Yesung penuh kasih sayang pada anak anjing kecil di depannya. Yah, anak anjing ini telah berulang kali menyelamatkannya dari pemerkosaan dari orang yang sama.

"Auuk auuuk~!" Kkoming menyahut lalu menjilat pipi Yesung dengan manja membuat namja manis itu tertawa geli.

Kyuhyun? Namja tampan itu duduk beberapa meter di belakang Yesung. Dia diselubungi aura hitam yang pekat. Jelas sekali, dia sangat jengkel dengan anak anjing iblis yang tiba-tiba berubah menjadi malaikat jika ada Yesung. Dasar setan berbulu anjing!

Ddangkomma tidak peduli. Dia sibuk membaca TTS (The Turtle News*?*) sambil memunggungi Yesung. Biar saja. Asal dia damai, dirasanya sudah lebih dari cukup. Sesekali ia menyesap kopi hitam yang dibuatkan Yesung khusus untuknya. (Readerdeul: "…")

Kembali ke Yesung. Namja manis itu dengan lembut mulai melepas perban-perban yang membalut tubuh Kkoming. "Wuaah~! Lukanya sudah menutup~! Kerja bagus, chagiiya~!"

Chu~

Yesung mengecup puncak kepala Kkoming dengan lembut.

Kyuhyun hipertensi.

"AUUUK~…" Kkoming tersenyum manis kepada Yesung setelah dengan kecepatan angin menyeringai penuh kemenangan ke arah Kyuhyun.

'ANJING KAMPRET!'

Yesung melirik jam dinding. Sudah jam setengah tujuh. Jika tidak buru-buru, dapat dipastikan si satpam kejam akan kembali menudingnya. "Jja, Kkomingie! Appa(?) pergi ke sekolah duluuu neee~! Jangan nakal!" Yesung membelai kepala Kkoming dengan lembut, lalu melangkah mendekati Ddangkomma yang masih sibuk dengan acara membacanya.

Yesung berjongkok membuat Kyuhyun dan Kkoming menelan salivanya dengan berat karena bokong Yesung yang menonjol. "Ddangie,"

Ddangkomma melepaskan kacamata bacanya dengan anggun, lalu melirik ke arah Yesung sang appa secara slowmotion. 'Ne?'

"Jaga Kkoming ne! Dia baru saja sembuh!"

Ddangkomma menggeleng protes dengan gerakan cepat. 'Aku lebih suka kalau dia sakit terus!' jeritnya sekencang-kencangnya.

"Anak baiik~! Appa sayang padamuu~!"

Chuu~

Kyuhyun kembali gigit jari, sementara Kkoming mulai berpikir untuk memasak menu kura-kura bakar untuk Yesungienya jika ia pulang nanti. Ddangkomma yang malang hanya bisa bergidik.

"Ingat yah! Kalau terjadi apa-apa pada Kkoming, appa akan mengurangi jatah kopimu selama setahun penuh!"

Kejam!

"Nah, ayo kita pergi." Kata Yesung tanpa melirik Kyuhyun. Diraihnya tas selempangnya, lalu melangkah ke pintu depan.

Kyuhyun menyeringai. Ia melirik Kkoming dengan senyum kemenangan lalu berlari menyusul Yesung.

Yah~! Setidaknya Yesung miliknya saat di sekolah, bukan~? Dan anak anjing itu TIDAK MUNGKIN BISA menyusul mereka~!

BLAM!

Kkoming merengut merasa tidak terima. Sejurus kemudian seringai manis tercetak jelas di wajah polosnya. Sepertinya anak anjing polos ini sudah dibisiki oleh author~…#DoublePLAK!

Ddangkomma yang menyadari arti seringai Kkoming itu menggeleng dengan wajah pucat. 'Andwae. Appa sudah memintaku untuk menjagamu! Kau tidak bisa kelu-'

Drap drap drap

Tanpa memperdulikan tatapan memohon Ddangkomma, Kkoming berlari ke arah jendela yang setengah terbuka, melompat naik ke atas meja, lalu memaksakan diri agar bisa menyusup keluar melalui jendela itu.

Berhasil! "AUK AUKKK~!" Kkoming sempat berjoget tarian kemenangan sebentar, lalu mulai berlari penuh semangat.

Drap drap drap

Dan anak anjing itu sudah terlanjut menjauh bahkan sebelum Ddangkomma sempat berteriak, 'Don't go…!'

'…' Ddangkomma memijit pelipisnya frustasi. 'Ya sudahlah. Nanti juga pulang sendi-'

"Ingat yah! Kalau terjadi apa-apa pada Kkoming, appa akan mengurangi jatah kopimu selama setahun penuh!"

Setahun penuh… setahun penuh… setahun penuh…

Ddangkomma dengan kekuatan super mendobrak pintu rumah, lalu berlari secepat yang ia bisa untuk mencari Kkoming.

:

:


KKOMING POV: ON


Drap drap

Di mana Yesungie-ku?! Di mana?! Kupacu keempat kakiku untuk berlari lebih cepat.

Aiiish, ini di mana yah…? Aku tidak kenal jalan ini… aku celingukan panik. Jangan sampai namja evil itu bisa menikmati Yesungie-ku! Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri kalau sampai itu terjadi!

Tapi-tapi… aku tidak tahu arah sekolahnya… bagaimana ini…?

… Huh? Tunggu dulu! Aku ini anjing 'kan?! Aigooo! Dasar pabbo! Aku 'kan bisa mencium bau vanilla menggairahkan milik Yesungie! (Readerdeul: *bergidik*)

Aku menyeringai lebar sambil mulai berkonsentrasi untuk mengendus ke segala arah. Seketika kedua mata bulatku terbelalak saat menemukan bau yang kucari-cari itu.

'ADA!'


KKOMING POV: OFF


:

:

Yesung berjalan beberapa meter di depan Kyuhyun yang tengah memasang wajah kesal.

"Babyy… kenapa jalanmu cepat sekali sih? Santai saja." ucap Kyuhyun sambil berupaya menyamakan langkahnya dengan Yesung. Sayangnya Yesung malah menatapnya dengan tatapan 'Dasar tukang perkosa!' lalu melangkah kembali menjauhi Kyuhyun.

Kyuhyun mendengus kesal. Kenapa susah sekali sih membuat namja ini menyukainya? Tadi dia merasa sudah melakukan sesuatu yang bagus! Tapi semuanya musnah saat anak anjing itu menyerang…#PLAK!

"Hhhh…"

Yesung tidak peduli dengan helaan berat milik Kyuhyun. Ia terus berjalan, namun langkahnya terhenti saat ia melihat seorang nenek renta yang menenteng banyak tas belanjaan hendak menyeberang jalan.

Yesung segera berlari menghampiri nenek itu, lalu menawarkan bantuan sambil tersenyum manis. Si nenek ikut tersenyum sambil mengangguk dengan wajah berseri-seri.

Deg…

Dada Kyuhyun menghangat melihat senyum tulus Yesung. '… Manis.'

Caramelnya tetap menatap lurus ke wajah Yesung yang tampak kebingungan. Namun sejurus kemudian, namja manis itu menoleh ke arahnya dengan seringai yang semakin lama semakin lebar.

Oke. Itu bukan pertanda baik.

Yesung melambaikan tangannya menyuruh Kyuhyun mendekat. Akhirnya mau tak mau, Kyuhyun menghampiri Yesung dan si nenek tua yang telah dengan akrabnya bergandengan tangan.

"Kyuu~! Hamnoni ini mau menyeberang jalaan~!" Yesung memasang aegyo facenya, membuat Kyuhyun berupaya menahan diri agar tidak menerjangnya saat ini juga. "Tapi bawaannya beraaaat sekalii~!" obsidian Yesung dengan sadis melirik tas belanjaan yang masih setia bertengger di tangan sang nenek. Diraihnya dengan lembut tas belanjaan milik si nenek, dan menyodorkannya pada Kyuhyun dengan senyum tak berdosa. "Jadi kau yang bawakan yaaaa~!"

Sekali lagi… Kyuhyun merasa seumur hidupnya baru pertama kali disuruh-suruh begini…

Akhirnya dengan super terpaksa, Kyuhyun menerima permintaan Yesung itu. Ia menenteng tas-tas belanjaan yang beratnya seperti 20 buah batu bata itu, sementara Yesung dan nenek tua itu mulai menyeberang sambil bergandengan tangan. Kyuhyun mendelik cemburu.

Hahah… bahkan terhadap nenek-nenek saja, Kyuhyun bisa segini cemburunya. Ya sudahlah. Hanya mengantar menyeberang jalan saja 'kan? Tidak akan lama!

Tap… tap… tap…

Hm…? Sepertinya ini sudah semenit lebih… kenapa nenek ini lamban sekali…?

Oh great. Mereka akan terlambat…

Yesung tidak memperdulikan wajah bete Kyuhyun, ia malah dengan cerianya bercengkrama dengan nenek lamban itu. Tidak dipedulikannya juga bunyi klakson yang sarat akan emosi dari para pengemudi.

Seperti yang Kyuhyun katakan, santai saja~…

Sepertinya mulai sekarang Kyuhyun harus menyaring kata-katanya terlebih dulu sebelum bicara. Khususnya pada namja manis bernama Kim Jongwoon ini.

:Prom15e To 13elieve:

"Gomawo, Yesungie~! Hamnoni sangat terbantu~!" nenek renta itu tersenyum manis kepada Yesung. Yesung balas tersenyum. "Gwenchana~! Sungie senang bisa membantu hamnoni~!"

Gyuuu~

Mereka berpelukan erat, bagai seorang cucu dan nenek yang sudah lama terpisah. Kyuhyun merengut cemburu di samping Yesung.

Dia bingung harus merasa bangga atau kesal pada namja manis di sampingnya ini. Bukankah tadi dia bilang si nenek tua itu hanya ingin menyeberang jalan? Sungguh baik hatinya karena menawarkan bantuan untuk mengantar nenek itu pulang.

Yeah. Dengan Kyuhyun sebagai babunya.

"Kau yakin tidak mau masuk dulu, Yesungie? Hamnoni punya kue cake~!" si nenek kembali bertanya.

Yesung mengangguk. "Ne, hamnoni! Gomawo tawarann-"

"Hamnoni juga punya banyak peliharaan loh~! Ada kucing, anjing, kura-kura-"

"MWOOO?! KURA-KURA?!" kedua obsidian itu berbinar-binar ceria. Sungguh, itu bukanlah pertanda bagus.

"Ne~! Hamnoni punya lima anak kura-kura!" Yesung semakin berseri-seri. Dengan cepat ia melemparkan ultimate turtle eyesnya pada Kyuhyun.

CRING CRING CRINGG~

Kyuhyun menghela napas saat mendapatkan tatapan super Yesung. "Tapi Baby, kita…" diliriknya jam tangannya. Seketika kedua caramel itu membulat. "BABY! KITA TERLAMBAT!" dengan panik, ia menurunkan tas belanjaan si nenek begitu saja di pinggir jalan, dan menggandeng paksa lengan Yesung. Membawanya lari dari situ.

Si nenek hanya menatap kepergian mereka dengan kecewa.

:

:

"Yaakkk! Kyuu! Lepaskaan! Aku ingin melihat anak-anak kura-kura ituuu!" rengek Yesung sambil berusaha melepaskan tangan Kyuhyun. Tapi namja tampan itu malah menautkan jarinya dengan jemari mungil Yesung.

PESSHHH~

Wajah Yesung sontak memerah. "K-Kyuu! L-lepa-"

"Baby," Kyuhyun berhenti mendadak membuat hidung Yesung mencium punggungnya. Kyuhyun berbalik menatap Yesung. "Kita terlambat. Aku akan menemanimu ke sana kapan-kapan, ne." Ia berusaha memberikan pengertian pada namja manis itu. Dan tampaknya dia mengerti.

"Yaksok?" tanya Yesung dengan wajah super adorable.

Kyuhyun tersenyum simpul. "Yaksok," dikecupnya sejenak punggung tangan Yesung dengan lembut, lalu kembali berlari sambil tetap menggenggam tangan mungil milik Yesung yang mengekorinya.

Sayang sekali dia tidak melihat raut wajah Yesung yang benar-benar… manis…

:Prom15e To 13elieve:

Nampak seorang namja tampan yang tengah gelisah berdiri di samping gerbang sekolah. Kadang ia menyandarkan punggungnya di pagar sekolahnya yang terbuat dari beton. Namun ia lebih sering celingukan tidak jelas ke seluruh arah. Pagi ini entah kenapa dia merasakan firasat buruk.

"Ya, Kibum ah! Apa ahjussi sudah boleh menutup gerbangnya? Bel sudah berbunyi sedari tadi!" seorang ahjussi menegur namja itu. "Cepatlah masuk,"

Namja yang bernama Kibum itu melirik ahjussi itu dengan tatapan mengintimidasi. "Diam."

Si ahjussi mengkeret. Akhirnya dia diam. Masih menyayangi istri dan keempat anaknya.

Drap drap drap

Kibum segera menoleh ke asal suara dengan mata berbinar-binar. Namun sedetik kemudian dia langsung menggeram kecewa.

"Hei Kibum ah! Apa yang kau lakukan?" sapa namja tampan berdimple kepada Kibum. "Kau tidak masuk?" dark chocolatenya melirik ke gerbang sekolah yang masih terbuka lebar.

Kibum menggeleng kecil. "Aku menunggu seseorang. Masuklah duluan."

Namja tampan itu mengernyit. "Kau menunggu Yesung?" Kibum memutar matanya bosan. "Huum~… kalau begitu aku juga akan menunggunya!" dengan seenaknya, namja tampan itu mengambil posisi di samping Kibum dan ikut menyandarkan punggungnya.

Kibum menggeram kesal, namun akhirnya menghela napas pasrah. "… Kau tahu, Siwon ah. aku merasakan firasat buruk tentang Yesung." Ucapnya pelan.

Namja tampan yang dipanggil Siwon itu menoleh ke arahnya. "Jinjja? Kalau begitu sama dong!"

Kibum mengernyit. "Maksudmu?"

Siwon menghela napas kesal. "Tadi pagi aku menjatuhkan mangkuk bercorak kudaku. Padahal mangkuk itu kubeli bersama Yesungie bulan lalu. Hiks, mangkuknya lucu loh! Warna merah muda! Corak kudanya itu warna merah, merah 'kan warna kesukaan Yesung~!"

Kibum mendengus. "Dasar maniak kuda."

Siwon mendelik tidak terima. "Yak! Apa maksudmu maniak ku-"

Drap drap drap

Kata-kata Siwon terpotong saat mendengar bunyi derap langkah dari arah sampingnya. Saat ia menoleh, ia langsung terbelalak. Begitu juga dengan Kibum.

Namja manis yang mereka tunggui sedari tadi, kini tengah berlari ke arah mereka. Tapi dia tidak sendiri. Tampak sesosok namja tampan tengah menggenggam jemari mungilnya.

Tidak terima.

Kibum dan Siwon dengan tergesa-gesa menghampiri kedua namja itu. "Yesung ah!" Kibum tersenyum manis sambil merampas paksa Yesung dari Kyuhyun. "Aku sudah menunggumu dari tadi. Aku SANGAT merindukanmu," Perlahan, senyuman manis itu berubah menjadi seringai mematikan yang ditujukan kepada Kyuhyun.

Siwon tidak mau kalah. Dipeluknya tubuh mungil Yesung. "Yesungiee~… kau tidak diperkosa, 'kan?" dark chocolatenya menusuk tajam ke arah Kyuhyun.

Yesung yang tidak peka, hanya tersenyum mendengar perhatian (over) sahabat-sahabatnya itu. "Aku juga merindukanmu, Bummie~! Ah, aku tidak diperko-" sontak kedua obsidian Yesung membulat.

Dia memang diperkosa bukan…?

PEESHHH~

Rona merah kembali menjalari wajah manis Yesung. Siwon dan Kibum menjerit dalam hati.

"YAK! APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA, HAH?!" bentak Siwon kepada Kyuhyun. Kyuhyun hanya memasang wajah datar. Tidak berniat membalas bentakan Siwon.

"Kau benar-benar masuk dalam blacklistku, Cho Kyuhyun…" kali ini Kibum yang menyudutkan. Tapi Kyuhyun tetap sama. Berwajah stoic.

Kyuhyun menyeringai sejenak, lalu bersuara santai, "Memang kalian ini apanya?"

JLEB

Kata-kata Kyuhyun memang singkat, tapi menusuk.

Wajah Kibum dan Siwon memerah bingung. Mereka tanpa sadar merangkul bahu Yesung sambil berteriak, "KAMI NAMJANYA!"

BUAK!

"AAAAAAAAAWW!" terdengar lengkingan Kibum dan Siwon. Salahkan injakan Yesung yang membuat kedua namja yang sangat disegani di sekolah itu melompat-lompat sambil memegangi kakinya yang –dapat dipastikan, bengkak.

Yesung mendengus kesal. "Kalian ini sedang a-"

"Yesung ah? Kau sedang apa? Loh? Kenapa Siwon dan Kibum melompat-lompat begitu? Apa ada lomba lompat kelinci?" tanya seorang namja tampan dengan ekspresi babbo.

Yesung tersenyum ceria. "Hangeeeeng~~!" segera digandengnya lengan namja tampan itu, dan memaksanya pergi dari hadapan ketiga namja –yang menurutnya, abnormal itu. "Kajja~! Kita ke kelas nee~!"

Kyuhyun yang tadinya tersenyum bahagia melihat penderitaan SiBum, kini malah merengut kesal melihat Yesungnya dibawa lari, atau lebih tepatnya Yesunglah yang membawa lari.

"Haiiishh…" Kyuhyun merengut kesal. Diliriknya SiBum sejenak, lalu melangkah malas meninggalkan mereka.

:

:

"Yesung ah, ada apa? Kenapa tadi Siwon dan Kibum lompat-lompat begitu? Apa mereka gila? Atau ada lomba lompat kelinci? Kenapa pagi sekali? Dan lagi, kenapa aku tidak diajak?" Hangeng masih menyerang Yesung dengan pertanyaan-pertanyaan tidak pentingnya.

Yesung mendengus. Dia masih menggandeng lengan Hangeng. "Dasar babbo! Tidak ada lomba apapun! Mereka hanya sedang galau memikirkan masa depan mereka! Kita tidak boleh ikut campur!" jawab Yesung sekenanya.

Hangeng yang polos hanya mengangguk dengan tampang babbo. "Baiklah kalau kau berkata begi-"

"KIM JONGWOON!" Yesung dan Hangeng sontak menoleh ke asal suara. Mata Yesung membulat takut.

"He-Heechul songsaengnim…" Yesung buru-buru melepas gandengan tangannya. Namun Hangeng justru menggenggam jemari Yesung. Yesung meliriknya dengan tatapan tidak mengerti.

Hangeng hanya tersenyum lembut sebagai balasannya. Heechul menatap mereka dengan tatapan terluka, namun sejurus kemudian dia kembali mendapatkan tatapannya lagi.

"Kenapa kalian terlambat? Bel sudah berbunyi sedari tadi!" Heechul merendahkan volume suaranya. Padahal kalau murid biasa, pasti sudah dibentak-bentak emosi. Ini karena Hangeng. Hanya Hangeng.

Yesung menunduk takut, sementara Hangeng tetap tersenyum ramah. "Mianhae songsaengnim, tapi tadi ada perlombaan lompat kelinci di depan gerbang. Jadi kami menontonnya."

Sungguh alasan yang lucu. Haha, bahkan kini Yesung tertawa sambil menangis.

Heechul mengernyit mendengar alasan super konyol Hangeng. "… Kalian pacaran?" tanya namja yang kini berpenampilan super seksi itu.

Tank top berwarna merah darah, dilapisi blazer putih, dan hot pants berwarna hitam. Kakinya dibalut stoking jaring berwarna putih dengan sepatu low heels sebagai alasnya. Jangan lupakan wig keriting sebahu berwarna pirang yang sangat cocok dengan wajah cantiknya.

Oh yeaah~!#PLUAK!

Hangeng diam. Membiarkan Yesung yang menjawab.

"Aniya, kami bersahabat, songsaengnim," jelas Yesung sopan.

Heechul diam, namun ia kembali membuka mulut, "… Lalu kenapa kau menggandengnya?" terdengar nada tidak suka di suara namja cantik itu.

Yesung menunduk dengan wajah pucat. "U-umm…" sungguh, tatapan Heechul begitu mengintimidasi…

Hangeng menghela napas, lalu menggandeng lengan Yesung. "Mianhae songsaengnim. Tapi anda tidak akan mengerti alasannya. Kami akan kembali ke kelas, permisi,"

Tap tap tap

Langkah kedua namja itu terdengar semakin menjauh. Meninggalkan Heechul yang menunduk dengan ekspresi… terluka…

Heechul menggigit bibir merah alaminya. "… Kau yang tidak mengerti. Dasar pabbo."

TBC

*Muncul diem-diem sambil mutar lagu Sherlocknya Shinee yang dipelesetin*

"Ucchan's Back… Ucchan's Back…" #Dilempar tomat sama Readerdeul.

Ups, e-em, apa masih ada yang menantikan fic ini…? Ucchan telat banget yah…=w= jadi kasihan sama diri sendiri…

Anyways, udah Ucchan update! Jadi dilarang protes!#PLAK! moga-moga gak mengecewakan ne!

Ini fic wordsnya 7000-an! Sesuai dengan keinginan salah satu readerdeuuul~! Gimana? Apa jumlah wordsnya memuaskan? Ucchan akan semakin berbenah! Ini juga genrenya udah Ucchan ubah ke drama, soalnya bakal ada hurt/comfort selain humornya~! Moga-moga diterima fic abstrak Ucchan ini neee~! Mian banget kalau jelek! Ucchan juga manusia biasaa~!^w^v

Hung… KYAAAAHHHH! UCCHAN MASIH INNOCEEENTTTT~!*tunjuk atas* KYAH KYAH!#Digampar readerdeul. Mianne kalau nggak hottt… hehehe, yang penting usul readerdeul udah Ucchan munculkan sedikit demi sedikit~!

RAPE SCENEEEH~!XD#pletak

Oh ya, olahraga Kamis kemarin Ucchan hampir pingsan loh… gimana nggak pingsan?! Guru olahraga Ucchan dengan tidak berkeperiUcchanan(?) menyuruh kami sekelas lari keliling lapangan olahraga 3 kali! OH NOOO! BAYANGIN AJA TUH LUAS LAPANGAN KAYAK GELORA BUNG KARNO!

Hahaha… untungnya, Ucchan disuruh istirahat dipinggir lapangan. Jadi bisa sekalian mikirin jalan cerita~! Kekeke~! Ucchan bisa santai saat temen-temen Ucchan yang lain pada menderitaa~! Pulang olahraganya Ucchan ngejek mereka sampai dikeroyok massal. (Readerdeul: "Bagus deh,")

Oke, udah dulu deh sesi curhatnya! PWP nggak ada yang bisa bantu ya? kalau begitu Ucchan berganti haluan aja deeh~! AU dan ideoga itu apah yah? Gomawo kalau mau membantu nee! Ucchan akan sangat terbantuu~!^w^

Belakangan pas lagi nyuri-nyuri internetan dilaptop spupu, Ucchan liat lagi ada Fanwar yah? Ada author yang ngejiplak atau sejenis itu… pas ngebaca reviews salah satu fic yang isinya kontroversial(?), Ucchan mikir satu hal.

RUPANYA INI ALASAN BANYAK AUTHOR FAVORIT UCCHAN OUT DARI FFN…

Ucchan sediihh… banyak banget cerita yang Ucchan favoritin ilang mendadak. Hiks, ada juga author yang pennamenya jadi I'm out… Ucchan nggak tahu itu apa karena plagiatisme(?) atau hal lainnya… tapi, tapi…

Hiks… fic KyuSungku… YeWonku… Uke!Yesung-ku…

Moga-moga cepet selesai aja deh masalahnya. Juga semoga para authordeul tidak keluar lagi. Kan kasihan reader yang nunggu fic-fic kalian… kalau diapus, pasti sedih banget. Contohnya ya Ucchan ini. T.T

Dan semoga aja author yang suka plagiat cepet insyaf deh. Mari jadi author yang sesungguhnya! (Readerdeul: "Tumben amat ni anak bisa ngomong bener…")

Ne, Ucchan udah membaca semua review dan sangat senang~!^ ^ dari keseluruhan review, Ucchan menyimpulkan banyak yang otaknya seyadong Ucchan dific ini~! Kekekek~!#PLAK!


Annyeooong! Ooohh! Debutkuuuh~!XD ini dia part yang Ucchan paling sukaa~!X9 Okeey, nggak pake basa-basi deh~! Hana deul set, YAAAKK~!X3

ajib4ff: "Nee~! Emang udah Ucchan plot begitu~!#PLAK! Gomawo reviewnya ne, Aji chaan~! Dan nado sehat-sehat selaluu~!^w^/"

Liekyusung: "Kyaaa… 3 SMA…? 3 tingkat diatas ucchan dooong? Status kita kebalik nih!=w=" hehheeh, ne! Ucchan bener-bener stress ngadepin tugas-tugas yang seabrek! Oh ya, harus Ucchan panggil apa nih? Panggil biasa aja ato pake eonnie? Gomawo reviewnya ne, Lie chaaan~!XD"

ranimaharsi: "Nyahahahaha! Rahasia!#PLAK! ne! Temen sejati!(Ddangkomma: "SEJATI PALA LU PEANG!") oosh, udah Ucchan lanjut~! Gomawo reviewnya ne, Har chaaan~!XD"

Parkyijeyahoo . com: "Bisa aja kalau dipaksain~!XD#PLAK! waduh… um, apa ini cepat? Gomawo reviewnya ne, Park chaan~!"

tety sinaga . 9: "Cuiit, cuiiit~ siapa dulu dong yang ngetiiik~!#Slaped. Jangan sedikit lagi! Harus lama-lama!#PLAK! Udah Ucchan lanjut~! Gomawo reviewnya ne, Tety chaaan~!XD"

BLUEFIRE0805: "Ne, pas liat review ini, otak Ucchan langsung cemerlang(?)! Kita liat aja apa Kkoming bisa nyampe kesekolah dengan selamat, atau malah sebaliknya~!*ketawa mistis* soal cookie itu… itu sebenarnya Ucchan yang naruh! Gak ding, Ucchan becanda~! Molla~! Itu akan terkuak seiring cerita berjalaan~!(padahal udah ketahuan) umm, ini udah cepet 'kan…? YA DOOONG!#maksa. Gomawo reviewnya ne, Fire chaan~!"

TrinCloudSparkyu: "Kyaaa! Beneran! Ucchan lanjutin nih!#PLAK! he-eh! Itu gara-gara Kyuhyun gendongnya kelamaan!#digampar SparKyu. Garing? Em, itu pujian atau sindiran? Yooosh, udah Ucchan lanjut niiih~!XD oh ya, soal rape scene, udah Ucchan kabulin tuuuh~!*nunjuk atas* mianne kalau gak hot. Ratenya juga udah naiiik~! Kesimpulannya Ucchan udah belajar menjadi pervert! Sepervert Tri chan!#PLETAK! Hooh, sayang sekali ne. gwenchanaa~! Yang penting Tri chan masih mau ngebaca~!XD gomawo reviewnya ne, Tri chaan~!\^U^/"

SasaClouds: "Ne, 'kenyang' banget! Kekekek~! Ucchan seneng kalau Sasa chan suka~!XD yah, paksain aja kura-kuranya!#PLAK! Uwaaa… Ucchan keren?*bercermin* masa sih? Bukannya unyu? (Readerdeul: Krik.) udah Ucchan lanjutin niiih~! Ne~! Udah Ucchan bikin pervert sepervert-pervertnya~!X3 Gomawo reviewnya ne, Sasa chaan~!^U^"

babykyusung: "Jinjaaaa? Bukannya tambah gaje…?=.=a heheheh, akan Ucchan usahakan agar berkembang~(?)! ne! Kkoming lebih kuat daripada Kyunnie~!XD#PLAK! yoosh! Udah Ucchan lanjut nih! Gomawo reviewnya ne, Baby chaaan~!^0^/"

Niraa: "Jinjjaaa~? Ucchan seneng kalau Niraa chan suka~!^w^b ne, udah Ucchan lanjuut~! Gomawo reviewnya ne, Niraa chaan~!^w^"

won: "Yaaay~!*joget*#ditendang. Nee! Semesum Ucchan!#PLAK! Nee~! Yeyesusungiengie(?) emang aegyooo~!XD ups, ini uplat bukan? Gomawo reviewnya ne, On chan~!^0^"

Veeclouds: "Nee! Happy Yesung day~!*meluk Yemma*#ditendang keluar tempat wamil. Yaa~! Ucchan muncul lagii~!^0^v iya… kayaknya enak banget… ugh… ucchan ingin bereinkarnasi jadi philtrumnya Yemma…#ketauan mesum. Kyaaa… iya… topless…*nyiepin kamera video* ooosh~! Udah Ucchan lanjoot~! Gomawo reviewnya ne, Vee chaan~!^0^/"

ermagyu: "Ucchan juga tak dapat berkata-kata…#PLAK! khekhe, udah Ucchan lanjut niih~! Moga-moga sesuai dengan selera Erma chan nee~! Gomawo reviewnya ne, Erma chaan~!^w^/"

Dewi CloudSparkyu: "Nyahaahah! Hati-hati eonnie! Itu tanda-tanda loh!#PLAK! huuummm~ mungkin saat Ucchan mati nanti~! Becandaa~! Jangan tatap Ucchan seperti itu! yosh, moga-moga eonnie suka sama perubahan rate ini nee~!#mesum# gomawo reviewnya ne, Dewi eonnie chaan~!^W^/"

sisil . li24: "Nee! Emang mungkin mereka kembaran…(KkoKyu: ENGGAK!) ne… umma Ucchan itu memang keras kepala…#PLAK! ne, udah Ucchan lanjuuut~!XD gomawo reviewnya ne, Sil chaaan~!^w^b"

libra love clouds: "Iyaa… umma Ucchan itu mantan preman…=.="#PLAK! ne, mungkin emang takdirnya digebukin mulu.#Doubleslap. EMANGG! UCCHAN EMANG MESUUUM! MAU LIAT KEMESUMAN UCCHAAAANN?X0*histeris sambil nodongin laptop* kekek, nee, udah Ucchan lanjut niiih~!XD gomawo reviewnya ne, Libra chaan~!XD"

Dindataurusz: "Jinjjjaaaa~? Ucchan seneg kalau Dinda chan suka~!X9 chapt ini juga 7000-an~! Moga-moga suka nee~! KyuSung memang ditakdirkan seperti itu!#PLAK! soal cookie… itu sebenarnya Ucchan yang naruh…#PLAK! becanda! Soal itu dan Wonnie Wonnie(?) liat aja beberapa chapt selanjutnya~! Khikhikhi~!XD huummm. Deket sama anak anjing boleh?#PLAK! kalau hamnoni?#Doubleslap. Ato lebih ekstrim lagi… Ucchan?#dikeroyok. Ya sudah, akan Ucchan pikirkan lagi~! Gomawo reviewnya dan salam kenal juga ne, Dinda chaan~!XD"

shizuku mizutani: "Ne~! Hoohh… kayaknya Shizu chan sibuk ne!0.0 pasti susah deh! Kekeke, nggak masalah! Shizu chan juga reader~! Ucchan seneng ini fic abal-abal bisa jadi pelepas stress~!XD moga-moga sukseees nneeee~!^0^/ gomawo reviewnya ne, Shizu chaan~!XD"

nin nina: "Iya~! Si Kkoming kembaran Ucchan ituloh!#PLAK! ne, kadang-kadang aja baiknya…#PLAK! Insya Allah kalau Ucchan mood nee~!XD#PLAK! gomawo reviewnya ne, Nina chaan~!^w^b"

kjwzz: "Koplak? Itu pujian atau sindiran?=.=a Kyaaaaa! Yemom! I heart yooou!XD#PLAAK! Gomawo reviewnya ne, Kj chaaan~!^w^"

Yanie: "Jinjjaa? Ucchan seneng kalau Yanie chan suka~!^w^b hnnn, akan Ucchan pertimbangkan!#PLAK! He-eh, sabar banget…*ngelus dada Kyu*#PLAK! iya! Gengsinya selangiit~!XD yosh, udah Ucchan lanjut nih~! Gomawo reviewnya ne, Yanie chaan~!XD"

yeon: "Ne, Ucchan juga sama!*nyiepin alat penangkap setan*#PLAK! jinjja~!? Ucchan seneng kalau Yeon chan suka~! Iya… Ucchan juga mengkhawatirkannya…#PLAK! gomawo reviewnya ne, Yeon chaan~!XD"

ennyelfclouds: "Kyaa! Bukan muhrim!#PLAK! kumisan…? Ucchan kira jenggotan~!#PLAK! Jinjja? Ucchan seneng kalau Yelf chan suka~! Gomawo reviewnya ne, Yelf chaan~!^0^/"

Augusteca: "Ne, rahasia yang bahkan Ucchan pun nggak ngerti…#PLAK! sama, Ucchan juga khawatir…#doubleslap. Udah Ucchan lanjut nih~! Moga-moga Steca chan suka nee! Gomawo reviewnya Steca chaan~!^w^b"

ysismine: "Kkkk, moga-moga chapt yang ini juga deh!#PLAK! Kyaaa! Yadong seyadong Ucchaaa~n!#PLAK! ne, udah Ucchan pertahanin 7000 words~! Moga-moga suka nee~! Gomawo reviewnya ne, Mine chaaan~!^w^"

DySparCloud: "Nee! Evil!#PLAK! hum… Yemma mungkin akan sadar saat Ddangkomma bisa berbicara nanti.#PLAK! niih~! Ucchan kasih KyuSung momentnya! Atau lebih tepatnya rape momentnya! Moga-moga suka ne! Ucchan nggak tau ini romantic apa kaga~! Kyaa~! Ucchan dapat bonuuus~!#guling-guling kegirangan~#PLAK! Nyahahah! Nih, Ucchan bantu!*ngasih Dy chan bola-bola garam untuk ngeberhentiin tawa*#PLAK! um itu, soalnya Ucchan suka aja! Ucchan suka ngeliatin ban kempes!(?) Yooosh! Ucchan akan berjuang! Gomawo reviewnya ne, Dy chaan~!XD"

Guest: "Jinjja? Ucchan suka kalau Est chan suka~! Udah Ucchan lanjut niih~! Gomawo reviewnya ne, Est chaan~!XD"


Nah, gomawo udah mau ngereview nee~! Ucchan sangaat berterima kasiih~!XD semoga masih mau ngerevieww~! Oh ya, mianne kalau ada yang belum kecantum atau namanya salah! Ucchan buru-buru ngetiknya… mumpung kakak spupu lagi ada urusan dibank.

Hahahah, list FFN ini harus Ucchan hapus dulu dari daftar history komputernya… Ucchan nggak mau didamprat!

Yoosh, Ucchan jadi kebanyakan ngomong… moga-moga readerdeul maklum sama kecerewetan Ucchan ini nee~! Keturunan Yemma!#PLAK! Yosh, moga-moga masih mau ngenunggu fic abal milik Ucchan ini nee! Ucchan akan berjuaaaang!

Kotak review terbuka untuk siapa saja! Ucchan butuh sarannya~! Karena dengan saran, Ucchan bisa mikirin jalan cerita secara lebih terbukaa~!(?) yoosh,

Singkat kataaa,

Review/Flame(MENDIDIK)

Pleaseee~?