Karakter di Naruto punya om MK, suer!

Gw cm minjem :"3

Dan ini FF hasil kolaborasi gw ama patner rp gw di FB, Syari Haliyani P.


\+/+\+/+\+/+\+/+\+/+\+/

Just The Two of Us

Pairing = Uchiha Sasuke + Uzumaki Naruto

Genre = YAOI - AU - Rate M 18+

bhs gaje - DLDR

/+\+/+\+/+\+/+\+/+\+/+\


''SASU-TEME!''

HUFT! Habis sudah kesabaran seorang blonde jabrik dengan 3 garis unik di masing-masing pipinya itu. Dengan tak berperi-kerubahan, bukan adegan kepret-mengepret lagi, Naruto mendorong tubuh sang tuan muda Uchiha dengan ajaibnya jatuh gedubrak ke lantai nan dingin. Duh, maafkan calon uke-mu yang unyu ini yuaaah, Suke.. Haha ..

''Hentikan acara ngelindurmu itu teme, aku tak bisa tidur-ttebayou..hoamzz~'' Naruto mengucek matanya kasar setelah acara menguap cantik tadi.

Naruto bangkit dari keterpurukannya di atas kasur empuk dan - ~ uohokk, boxer man! Nganu..., maksudnya... Sasuke yang hanya memakai boxer super ketat itu bukan mimpi. Oh no ! Plis, jangan biarkan manik suci si jabrik melirik-lirik malu ke arah ambigei di sana.

Sasu yang gelundungan gak elit di lantai, pastilah kebangun donk. Ia terpaksa buka mata onix-nya dan menggerutu sambil berdiri.

"Dobe! Kau kesurupan apa?" Ia berkacak pinggang di depan Naru tanpa sadar ada yang bergerak pelan di pangkal pahanya seolah ikutan kebangun seperti Tuannya.

''Aku tak kesurupan-ttebayou!'' Naruto berteriak tak kalah nyaring mengalahkan suara jangkrik di luaran sana yang anteng lagi lomba nyanyi.

Ingatlah Suke, mana mungkin seorang Uzumaki Naruto sedang dalam tubuhnya saja sudah ada iblis rubah ekor sembilan yang kadangkala akan terlihat membuat kesurupan-pada momen tertentu?

"Tak bisakah aku tidur tenang, hn? Mendokusai." dan si teme pun mencomot bahasa khas salah satu teman dia di desa antah berantah itu.

Kini ia tak peduli dan kembali merangsek ke kasur chibi size itu. "Kasurmu muat satu orang. Kalau ingin muat dua orang, maka kita musti tidur miring dan menempel." jeda, memberi kesempatan otak dobe Naruto mencerna penjelasannya.

Berusaha mengabaikan benda antar paha si Uchiha yang minta dibelai, si jabrik sudah ancang-ancang akan melancarkan jurus kepretnya kalau bukan karena Sasuke yang sudah anteng nikmat merasakan sentuhan kasur empuknya.

"Kalau kau tak mau kupeluk, ya sudah, sekarang kau saja yang memelukku! Cepat!" maka si pantat ganteng pun ambil posisi miring sambil menunggu pelukan Naru.

Wait ! Apa tadi dia bilang? Pe-pe-pe-stop!- oke, peluk?! Tapi dipikir-pikir, daripada molor di lantai, Naruto memilih melenggang ke arah kasurnya dan mulai tidur menyamping. Satu tangan bergerak sudah siap melingkar di pinggang sang calon-uhuk- seme kemu- ''Aargghh! Sempit teme!'' teriak si pirang frustasi. Duh, duh, dia malu, Suke ! Malu.. ppfttt !

Memilih membelakangi Sasuke, si jabrik ge-er bentar kalau malah dipeluk dari belakang jadi milih tetap ngadep depan. Lagipula wajah tamvan si bungsu Uchiha menjadi pemandangan yang indah.

"Cerewet." lalu dengan laknatnya, tuan muda Uchiha menaruh tangan Naru ke pinggangnya ! Kemudian setelah itu ia juga menaruh tangannya sendiri ke pinggang si blonde.

Naruto yang akan membuka mulutnya melancarkan protesan langsung bungkam seketika tatkala tangan mungilnya-uohhook- langsung nemplok di pinggang Sasuke sedang si empu pinggang juga menaruh tangannya di area yang sama.

''Kau yang cerewet, teme,'' gumam si pirang, pelan.

"Jangan Ge-eR. Ini hanya untuk menyiasati kasur jelekmu. Jangan berfikir aku suka melakukan ini, dobe. Tidur!" Sasu malah memberi titah absolut ala seorang gaki rambut merah yang rasanya pernah ia jumpai ketika main basket di kota sebelah.

Sasu berlagak pejamkan mata dan sok kalem seolah tak merasa apa-apa, padahal jantungnya serasa maraton siap meloncat kapanpun dan ada yang terasa cecenutan bahagia di arah selatan.

Sial, tidur indah si Uzumaki benar-benar terusik sekarang. Tubuh sang pemuda tan bergerak-gerak tak nyaman, entah karena pelukan, grogi atau hal lainya. Lihatlah manik safir yang terus menelusuri lekuk wajah pemuda tampan Uchiha dihadapannya kini.

"Zzzzz..." walah ternyata si Sasu ini muka bantal. Alias kalau nemplok di bantal langsung bisa ber-zzz - zzz ria. Satu lagi fakta mengejutkan yang terungkap darinya.

"Ernnhh." Entah setan angin mana yang sanggup bikin Sasu remes pinggang Naru dan bahkan menarik si dobe hingga wajah berhias kumis kucing itu sukses menempel di dada telanjang Sasuke. Eaaa~ enaknya sekalian di anu gak yah?

Dan Sasuke tak peduli. Benar-benar tak peduli apakah Naruto merasa suka, benci, horny atau apa, si emo raven tak peduli.

Ya eyalaahh, orang oknumnya udah ngorok gitu.

Ada dua suara ambigu di kamar tersebut. Satu berbunyi -twitch- dan satunya berbunyi -blush-

Oke, sudah terungkap beberapa fakta mengejutkan, selain Sasuke gemar ngelindur, dia juga suka ngambil kesempatan dalam kesempitan secara elit dan kudu elit. Si pirang tan memilih menggigit bibir bawahnya daripada ada suara siswanto[?] keluar.

Duh, sial, malam-malam pas mata ngantuk menurut kepercayaan semua orang .. Kenapa chara ganteng seperti dirinya harus mengalami cobaan berat bathiniah dan lahiriah seperti ini?!

Daripada dirinya misuh-misuh sendirian, si gaki pirang memutuskan memejamkan matanya dengan menutupi wajah blush-nya menggunakan dua tangan. Eaaa ~

- SKIP PAGI AJA - ((kasian Naruto kalo disiksa semaleman xD ))

Sasuke menggeliat tamvan. Ia merentangkan dua tangannya dengan gaya bebas. Heh! Tunggu dulu, gaya bebas?! Bukankah ini kasur irit banget areanya? Kok ia bisa bergaya bebas? Bahkan telentang!

Tapi.. sebentar.. seperti ada yang membuat si emo susah bernafas nyaman.

Setelah dipaksakan mata tuan raven terbuka, maka tampaklah pemandangan emeizing. Naruto - Entah bagaimana sejarahnya, sudah nemplok cantik di atas tubuhnya, persis bagai bayi yang tengkurap manja di atas simboknya.

Sasuke tersenyum modus. Sebelum si jabrik kuning itu sadar, lebih baik ia nikmati saja momen siswanto (baca : sesuanu) ini . Ia amati wajah dobe. Garis hidungnya, muka menyebalkannya, bahkan bibirnya yang monyong ala bayi. Dia nampak lebih chubby. Syukurlah bila si dobe itu merawat dirinya selama Sasu pergi.

Dengan gerakan tenang, tuan muda Uchiha menangkup memeluk pantat si blonde lalu kembali terpejam.

''-mmhh~'' Itu hanyalah segelintir suara ambigei Naruto kala dirinya baru bangun tidur. Kelereng biru itu terlihat seperempatnya baru setengah, masih terlihat kabut di penglihatan sang dobe-oke, bukan kabut nafsu, tenang saja.

O-oh, wajah tamvan Uchiha bungsu terlihat. Masih tidur rupanya, pikir si pirang dengan senyuman kecil. Memilih bergelung kembali di kasur empuk namun terasa bergerigi #heh?!.. maksudnya berlekuk tersebut.. Wow! Permukaan kasur kali ini beda sekali. Apa Sasu teme beli kasur baru tanpa sepengetahuan Naruto?

Tunggu.. Tunggu... Kok vantatnya serasa ditemplokin siswanto .

''TEMEEE HENTAI !''

Dengan sigap, Naruto menyingkirkan tangan nakal yang nemplok di pantat sucinya dan langsung beranjak dari tubuh si Uchiha. Ada ancang-ancang melindungi diri dengan 2 tangannya.

''Bangun Sasuke!'' alarm di pagi hari ala Naruto memang luar biasa, kan? Pfftt! .. Dengan elitnya, bantal nyasar mengenai muka ganteng Suke. Duh sial~ apa wajahnya memanas lagi setelah lihat penampakan cool Sasuke?

"Urrffhh.. anhhh.." ohh tenang saja, itu juga bukan suara siswanto (kasian bang siswanto keselek terus dia) yang dihasilkan Sasuke bila sedang anuan. Itu nanti. Rasanya ini masih jauh kok dari anuan siswanto. Itu tadi adalah suara seksi Sasuke tertimpuk bantal bau dobe-nya.

Sudah tak memungkinkan pura-pura tidur, si pemuda emo pun membuka mata. "Jangan teriak seenaknya pagi begini. Nanti tetanggamu mengira kau sedang kuperkosa!" sambil tangkap bantal itu sebelum menganiaya lebih jauh.

Saat Naruto mempertanyakan soal pantat unyu yang teremas, teme tercinta si blonde hanya memasang wajah datar dan sok pokerface.

"Ohh itu. Aku tadi mimpi meremas-remas tomat di festival." kemudian Sasuke ngeloyor ke kamar mandi, dan tanpa menutup pintunya, ia cuek saja vivis sambil memelorotkan boxer-nya sehingga marshmallow kembarnya langsung terelus... udara pagi.

====== bersambung gais ======

Happy reading, vote and comment

God bless us!

See ya next chapter~