When Love Grows

-A Rose to Tell My Feeling-

Naruto © Masashi Kishimoto

Rated : T

Warning : OOC, semi-AU, semi-cannon, Misstypo(s).

Genre : General(maybe change)


Sakura mempercepat langkahnya, kaki-kaki jenjangnya bergerak teratur dalam tempo cepat menuju tempat yang sudah disepakati. Tepatnya sih, di depan sebuah restaurant yang menyajikan berbagia jenis makanan, bukan hanya makanan khas jepang, tapi juga masakan khas china dan korea.

Tapi, sial baginya hari ini, karena bangun kesiangan dan banyak pasien yang menunggu untuk dia periksa. Dia jadi harus sedikit atau mungkin sangat terlambat bertemu Neji. Selama ini pemuda berambut panjang itu memang tak pernah protes kalau Sakura terlambat…

Hanya saja, kalau terlalu sering juga tidak enakkan?

Apalagi, Neji itu masuk dalam daftar 20 orang tersibuk di Konoha(?).

Sekitar 3 atau 4 meter dari tempatnya, Sakura sudah bisa melihat sosok Neji. Pemuda itu bersandar santai di dinding. Tangannya dilipat di depan dada dan tatapan matanya lurus ke depan.

Melihat posisi Neji seperti itu.. membuat Sakura kembali merutuki dirinya. Mempercepat langkahnya.. berlari dan berhenti tepat di sebelah pemuda berambut panjang yang sudah menunggunya.

"Hosh.. ha..hah… gomen..." Sakura memegang dadanya yang turun naik karena kelelehan, gadis berambut soft pink satu ini menarik nafas dalam-dalam baru setelahnya menatap Neji.

Pemuda itu tetap tenang dengan raut wajah yang tak terbaca.

"2 jam." Ujarnya datar, melirik Sakura sekilas kemudian memejamkan matanya. Mengubah posisinya, berdiri tegap lalu menghadap Sakura. 2 pasang mata itu bertemu pandang…

"Maaf." Ulang sakura dan memasang wajah cemberutnya.

"Sudahlah, kau mau langsung atau tidak?"

"Langsung! Kalau tidak begitu nanti malam aku tidak bisa tidur dan mimpi yang tidak-tidak." Keluh sakura makin lama makin lirih. Guratan sedih terlihat diwajahnya.

"Ayo kalau begitu." Neji berujar, mulai bergerak dari tempatnya.

.

Sakura memang harus mengakui, kalau tenaga laki-laki lebih banyak dari pada perempuan. Yah apalagi dibandingkan dengan perempuan yang sedang stress berat!

Dengan segenap usaha mencoba menyamai langkah Neji yang tampak ringan melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Sekarang saja, Neji ada sekita 10 meter di depannya.

"Neji-san cepat sekali sih." Keluhnya, mengelap keringat yang muncul di dahinya.

Tetap mencoba untuk mengejar tempat curhatnya yang makin menjauh. Setelah agak beberapa lama, dia melihat Neji berhenti, memijak di salah satu batang pohon besar.

Dengan kecepatan penuh, dia bergerak ke tempat Neji… pemuda itu dengan gaya kasualnya menatap teduh pada pemandangan di depannya.

"Aku sudah lama sekali tidak ke sini." Lirihnya pelan ketika Sakura berdiri di sebelahnya, memijak batang pohon yang sama.

"W- wowww…. Ini indah." Takjub Sakura, dia menatap pemuda di sebelahnya dan tersenyum.

"Ayo mendekat." Ajaknya setengah merajuk, Neji mengangguk.. membiarkan Sakura turun lebih dahulu.

Dan disanalah mereka, sebuah tempat berisikan ribuan bunga, bunga dengan berbagia warna dan jenis. Mulai dari dandelion, tulip, iris, mawar, lavender, geranium, bunga matahari, peony dan lainnya tumbuh subur di sana.

"Aku pernah sekali kesini waktu umurku 5 tahun." Cerita Neji, menatap hamparan luas bunga-bunga berbagai warna yang membentang.

Sakura berjongkok, mencium salah satu bunga iris yang berada di dekatnya. Bunga itu harum…

"Ayo ikut." Neji berujar dengan intonasi datarnya. Menyuruh Sakura mengikutnya… berjalan menyusuri bunga-bunga.

Cukup jauh namun Sakura menikmatinya…

Mau tahu kenapa?

Hm… RAHASIA :p

Lihat nanti saja ya?

.

Meraka sampai di tempat lain, saat sampai di tempat itu… Sakura merasakan suasana yang 100% berbeda dengan tempat pertama yang mereka kunjungi.

Di tempat ini, ada sebuah air terjun kecil, dengan aliran sungai yang juga kecil dan di pinggiran tempat ini di tumbuhi bunga forget-me-not dan juga mawar.

Suasana tenang dan damai terasa sekali di tempat ini, dan lagi, kesejukan yang jarang sekali di dapatnya bisa ia dapat di sini.

"Kau suka tempat ini?" Tanya Neji, dia berjongkok dengan sebelah lutut menyangga. Mengambil sedikit air di sungai kecil itu dan mengusapkan pada mukanya.

"Cobalah.. airnya dingin." Saran Neji pada Sakura, pemuda jenius asal Klan Hyuuga itu berdiri dan mundur kebelakang beberap langkah.

Sakura menurut, berjongkok dan menikmati air dari sungai itu.

"Segar.."

Ucapnya, sebuah senyuman lebar mengembang di wajahnya. Dia menolehkan kepalanya kearah Neji..

"Kau selalu saja membuatku terkagum-kagum dengan setiap tempat yang kau rekomendasikan." Puji Sakura

"Aa." Respon singkat Neji membuat Sakura menekuk mukanya, cemberut. Reaksi Neji simpel sekali sih..

"Tak bisa lebih panjang?" Protes Sakura pada pemuda yang sedang di tatapnya.

"Tidak. Sudahlah, apa yang mau kau ceritakan."

Sakura mendudukan dirinya begitu saja menatap langit biru yang membentang di angkasa, sebenarnya dia agak tidak enak juga jadi harus menyita waktu Neji hanya untuk menemaninya.

"Gara-gara Ino kemarin, aku jadi ingat Sasuke-kun lagi, setelahnya entah kenapa kemarin malam aku tidak bisa mengontrol emosiku. Aku menangis, bahkan sampai menjerit-jerit, sampai tengah malam kalau aku tidak salah ingat." Jelas Sakura dengan ekspresi yang tak bisa di wajahnya.

Neji sama sekali tidak menjawab, tapi yang terdengar justru suara langkah kaki Neji. Pemuda itu mendekat kearah sakura, duduk bersila di sebelah gadis pink yang akhir-akhir ini dekat dengannya.

"Ini." yah… setelah duduk di sebelah Sakura, pemuda itu bukannya memberi solusi melah memberikan setangkai mawar berwarna orange agak kemerahan di pinggiran kelopaknya.

"Jangan terus menangisi orang yang telah tiada. Dia bisa sedih kalau melihatmu seperti itu." Komentar Neji setelah Sakura menerima bunga yang diberikannya. Intonasi yang dikeluarkan Neji terdengar begitu tenang dan menenangkan.

"Itu, Rose arancia… setahuku namanya begitu. Melambangkan kebaranian, antusiaseme, dan optimisme menyambut masa depan." Jelas Neji, gadis di sampingnya tersenyum.

"Dengar ini dan camkan." Neji kemabli angkat bicara. Suaranya tegas dan dalam, matanya yang tak berpupil menatap emerald Sakura tenang.

"Dapatkanlah cukup kebahagian yang membuatmu bahagia. Dapatkanlah cukup cobaan untuk membuatmu kuat, cukup penderitaan untuk membuatmu menjadi manusia yang sesungguhnya, dan cukup harapan untuk membuatmu positif dalam kehidupan."

Suara baritone Neji membuat jantung Sakura berolehraga tiba-tiba. Degupan yang cukup kencang…. Hanya karena kata-kata Neji barusan. Tatatap matanya. sesungguh membuat Sakura tak mampu berkata apa-apa. Ninja medis itu menundukan wajahnya.

"Aa.. kau benar." Lirih Sakura, dia bisa mendengar pemuda di sebelahnya menghela nafas keras. Sakura mengangkat wajahnya, melihat Neji. Pemuda itu sudah berbaring diatas tanah coklat dibelaknyanya sambil memejamkan mata.

"Kau tahu kenapa ada dua mata di wajah kita?" Neji mulai berargumen lagi, Sakura mengangguk.

"Untuk apa?" Tanya Neji pada Sakura, matanya menatap kelangit biru.

"Untuk melihat ke depan." Jawab Sakura, ekspresi bingung tampak di wajahnya. Neji melirik singkat kearah Sakura.

"Tahu apa maksud Kami-sama melakukan hal itu?" dan kali ini hanya gelengan yang menjadi balasaan akan pertanyaan Sakura.

"Agar kita tidak selalu melihat kebelakang, melihat dan menetap di masa lalu. Tapi agar kita memandang kedepan, melihat masa depan.. menyambut masa depan tanpa selalu melihat masa lalu terlalu berlebihan."

Sakura terdiam, meresapi perkataan Neji…. Di tatapnya pemuda yang tidur-tiduran di sebelahnya. Sepasang bola mata tanpa pupil miliknya tertutup, bersembunyi dalam naungan kelopak matanya.

"Kau benar, aku tak boleh terus-terusan melihat kebelakang." Sakura melirih, tangannya memainkan mawar orange yang tadi diberikan Neji padanya. Saat memberikannya Neji sudah melapisi tangkainya dengan kain, sapu tangan sepertinya.

Neji membuka matanya, sebuah senyum tipis muncul di wajah stoticnya.

"Terimakasih." Ucap Sakura, senyuman manis kembali terukir di wajahnya.

"Hn.."

Semilir angin bertiup lembut, meneduhkan suasana anatar mereka berdua.

.

Setelah masuk ke apartemannya, cepat-cepat Sakura menutup pintu, masuk kedapur… mengambil apapun yang bisa dijadikan vas darurat untuk diisi dengan air dingin. Setidaknya bisa membuat mawar di tangannya bertahan lebih lama. Setelah menemukan tampat yang tepat, segera diisinya dengan air bersih dan ditambahkan beberapa balok es. Lalu dimasukan mawar di tangannya kedalam vas darurat yang sudah ia siapkan.

"Rose arancia, melambangkangkan keberanian, antusiasme, dan optimisme menyambut masa depan!" ucapnya tersenyum melihat bunga itu.

Setelah puas memandangi bunga yang tadi siang menjelang sore di berikan oleh Neji, dia beranjak dan menuju tempat tidrunya. Setidaknya… malam ini dia bisa tidur nyenyak 'kan?

.

Satu bulan sudah berlalu sejak saat itu, kegiatan mereka pun tidak berubah dari biasanya. Neji sibuk dengan segudang misi yang selalu bolak-balik Naruto berikan, dan Sakura sibuk dengan pasien-pasiennya di rumah sakit.

"Sakura-chan." Suara lembut seorang wanita membuatnya tersadar dari lamunanya.

"Ah.. Hi..Hinata, sejak kapan kau disini? Maaf tadi aku sedang merenung." Sakura berkata agak canggung kemudian terkekeh pelan. Hinata tersenyum lembut, kemudian raut wajahnya berubah agak sedih.

"Ada apa Hinata?" Tanya Sakura melihat raut wajah Hinata.

"Hari ini Sakura-chan sibuk tidak? Bisa aku minta tolong?" Hinata bertanya cepat, raut wajahnya tampak sangat khawatir… tapi, khawatir pada apa?

"Tenang Hinata, jangan panik begitu…. Itu tidak baik untuk kandunganmu." Sakura berujar tegas, Hinata mencoba mengatur emosinya.

"Kemarinkan Neji-nii baru pulang misi. Saat pulang kelihatannya dia sehat-sehat saja, tapi.. tapi… siang tadi, waktu sedang berlatih… Neji-nii pingsan. Saat ayah periksa badannya panas sekali, mukanya juga tambah pucat. Kata ayah Neji-nii sepertinya mendapat luka dalam, mungkin memar atau cedera. Mungkin karena serangan.. tapi karena tidak terlalu dirasa oleh Neji-nii maka dibiarkan saja." Cerita Hinata, sementara sang ninja medis mengerut heran.

"Kenapa bisa diperiksa ayahmu? Bukannya Neji-san tinggal sendiri?" tanyanya,

"Ayah mengundangnya untuk menginap." Jelasnya singkat, Sakura langsung berbalik.

"Tidak bisa ya Sa-"

"Aku tidak sibuk, aku akan mengobati Neji-san. Hinata kau pulang saja duluan. Bilang aku datang sebentar lagi." Ucap Sakura, nadanya terdengar khawatir. Dari belakang Hinata mengangguk, keluar dari ruangan Sakura.

Sakura membawa segala barang yang dikiranya perlu, memasukannya kedalam tas khusus lalu keluar dari ruangannya. Menuju resepsionis di rumah sakit tempatnya bekerja.

"Aku keluar dulu, mungkin agak lama. Kalau ada yang mau menemuiku tolong bilang saja datang lagi besok." Pesan Sakura pada salah satu resepsionis yang ada disana.

Dengan langkah cepat ia meninggalkan rumah sakit. Menuju rumah keluarga Hyuuga… entah rasa apa yang membuatnya begitu khawatir, takut.

.

Sampai di depan rumah Keluarga Hyuuga, Sakura segera disambut oleh salah seorang pelayan di sana. Pelayan itu membawanya masuk dan menemui Hyuuga Hisashi.

"Ah…Haruno-san Syukur anda cepat datang. Mari ikut saya." Sakura mengangguk, mengikuti langkah pria paruh baya di depannya.

"Hinata sudah ceritakan semua padamu?" tanya Hisashi. Sakura mengangguk tegas, tak bicara apapun.

Mereka terus berjalan sampai akhirnya Hisashi berhenti di depan sebuah pintu. Menggeser pintu itu, sosok Neji yang terbaring dengan mata tertutup di atas futon membuat hati Sakura tak rela, ada rasa sakit di sana.

Di sebelah Neji, Hanabi duduk dan dengan telaten mengompres dahi kakak sepupunya.

"Hanabi kau boleh keluar sekarang, biar Haruno-san yang mengobati Neji." Suruh Hisashi pada Hanabi. Gadis muda itu menurut, sebelum keluar membungkuk sebentar pada sakura, memberi hormat.

"Saya sangat minta tolong pada anda." Ujar Hisashi..

.

Sakura meletakan punggung tangannya di dahi Neji, kemudian memindahkannya kearah leher.

"Panas sekali." Lirihnya, dia meletakan keduatanganya di dada bidang Neji yang masih tertutup pakian. Merasakan aliran chakara Neji, mencari tahu apa yang terjadi pada pemuda itu.

"Ah.. ketemu." Sebuah senyum tipis keluar di wajah Sakura, akhirnya dia menemukannya. Bagian bawah pundak kanan Neji.

Gadis itu mulai mengalirkan chakranya melakukan pemulihan. Setelah agak beberapa lama keringat mulai muncul di dahinya.

"Sa…sakura." Neji terbangun, pemuda itu mencoba untuk berdiri namun segera di tahan Sakura.

"Jangan dulu Neji-san, sepertinya kau mendapat cedara atau luka bagian dalam yang cukup parah." Jelas Sakura, di tidurkannya Neji lagi.

"Aa.."

Sakura kemabli melanjutkan kegiatannya, selang agak lama kemudian Sakura menatap Neji lembut.

"Sudah agak baikan tapi, bisa kau buka pakaian atasmu? Agar aku bisa mengambil tindakan lebih jauh." Semburat merah terlihat di pipi putih Sakura. Neji mengangguk, mencoba duduk tapi bagian belakang tubuhnya terasa masih sakit.

"Biar kubantu." Dengan sigap Sakura membantu Neji duduk. Neji membuka pakaian atasnya, tubuhnya proposional, kulitnya putih bersih dengan bagian perut sixpack.

Tapi bukan itu yang menarik perhatian sakura. Bagian belakang Neji, bagian bawah pundak kanan pemuda itu tampak memara.

"Parahkah?" Neji bertanya lirih, rasa nyeri dan sakit menyerangnya ketika Sakura menaruh telapak tangannya yang agak dingin diatas memarnya.

"Lumayan parah. Kau tidak bolah menjalani misi apapun seminggu ini, tak boleh mengangkat benda berat, berlatih, mengunakan jutsu, ninjutsu dan sebagianya! Aku akan beri obat minum teratur setiap hari." Sakura berkata tegas, dengan telaten mengalirkan cakranya di bagian belakang Neji yang memar, setelahnya dia membuka tas yang tadi ia bawa, mengeluarkan bebrapa obat-obatan dan perban.

"Aku tahu sekarang kenapa Shikamaru agak sensi denganmu kalau sudah menyangkut urusan kesehatan. Kau bisa lebih galak daripada gorila." Ledek Neji, pemuda itu menyeringai tipis membuat Sakura gemas sendiri jadinya.

"Iihh NEJI-SAN!" dengan begitu sengaja memukul pelan memar di punggung Neji.

"Aww, sakit! Aku kan hanya bercanda." Neji meringis merasakan nyeri di punggungnya.

"Maaf." Sakura menggaruk rambutnya yang tidak gatal sambil memasang wajah inonsennya. Neji hanya menghela nafasnya pelan melihat tingakah laku sakura.

.

"Ini." Sakura menatap setangkai mawar di tangannya penuh tanda tanya.

"Untukmu, mawar." Ucap Neji, Sakura selesai mengobatinya… mereka sekarang ada di balkon depan rumah keluarga Hyuuga. Bagian perut dan punggung Neji terpaksa harus di perban untuk menghindari kemungkinan terburung yang mungkin terjadi.

"Namanya mawar apa? Warnanya unik, tengahnya putih makin kepinggir agak merah muda." Tanya Sakura lugu, Neji mengangkat bahu kirinya tak tahu. Bahu kanannya masih sakit.

"Hm, baiklah, terimakasih Neji. Aku pulang dulu." Sakura berbalik dan mulai melangkahkan kakinya.

"Sakura." Yang dipanggil menoleh kebelakang.

"Ich liebe dich. Terimakasih sudah mengobatiku." Ucap Neji dengan wajah datarnya. Tapi tatapannya tulus dan lembut.

"Hai.. do itashima…" Sebuah senyuman lebar terpampang di wajahnya sebelum kahirnya dia berbalik dan melangkah pergi.

Saat sudah keluar dari area rumah keluarga Hyuuga, Sakura menatap langit senja yang kemerahan, matahari sudah mulai terbenam di ufuk barat.

"Ich liebe dich."

Entah kenapa, perkataan Neji tadi terniang di kepalanya, menggema memenuhi otaknya. Apa coba artinya? Yang pasti, itu adalah bahasa asing!

'Mungkin artinya terimakasih sudah mengobatiku… karena setelah mengucapkan itu Neji-san mengatakan seperti itukan?'

Batinnya kalut, berjalan pelan ke apartemnnya, setidaknya sampai ia sadar dengan setangkai bunga mawar 'unik' di tangannya.

"Astaga… mawarnya bisa mati." Keluhnya sambil menepuk keningnya, mempercepat langkahnya, melompat dari atap satu rumah ke rumah lainnya untuk mencapai apartemennya secepat mungkin.

Melakukan hal yang sama seperti kira-kira 1 bulan lalu, mencoba mempertahankan umur mawar itu lebih lama. Setelah memasukannya ke dalam vas darurat, diperhatikannya mawar itu.

"Tak ada durinya?"

Sakura menatap serius bunga indah di dalam vas, pada umunya bunga mawar digunakan untuk mengungkapkan perasaan cinta.

Tapi, itukan mawar merah….

Dan yang di berikan Neji, mawar putih dengan bagian pinggir kelopaknya agak pink. Apa maksud Neji memberikan bunga itu padanya? Dan lagi…. hanya setangkai.

"Apa mungkin, Neji-san.. ah tidak mungkin Sakura, tidak mungkin. Neji-san itu seorang jenius, dia tampan, seorang yang disegani, dihormati, dia kuat, dia tenang, dia bijak…. Dan dia tidak cocok denganmu!"

Dia mulai bermonolog, mencoba membeberkan segala fakta yang dia tahu tentang seorang Hyuuga Neji. Dan di saat membeberkannya, ada rasa sakit terbersit di hatinya. Neji dan dia jelas sangat berbeda… dan dia mungkin tidak akan bisa bersama Neji?

Memangnya kalau banyak perbedaan tidak bisa bersama? Memangnya kenpa kau mau bersama Hyuuga Neji?

Sakura tertegun, tertegun dengan suara yang tiba-tiba muncul dalam benaknya. Benar juga, kenapa dia harus ambil pusing soal itu, kenapa..

Dia ingin bersama Hyuuga Neji?

Kenapa?

"Ada apa denganku?" keluhnya, mengacak rambutnya, menjatuhkan kepalanya diatas meja.

"Hyuuga Neji, kenapa aku ini." Dia beranjak dari tempatnya, menuju kamar mandi. Membersihkan mukanya, mencoba menghilangkan penat yang entah kenapa muncul.

"Hwuuuaaa aku bingung." Keluhnya lagi setengah berteriak dari dalam kamar mandi.

.

"Nii-san sudah baikkan?" pertanyaan lembut Hinata membuat tangannya berhenti bergerak. Diarahkan pandangannya pada sosok adik sepupunya yang sedang berdiri di pinggir pintu.

"Aa, sudah.. ada apa?" tangannya kembali bergerak, membuat sketsa diatas kertas putih di depannya. Menggoreskan pensilnya dengan lembut dan begitu elegant.

"Tidak ada apa-apa kok nii-san. Aku hanya ingin melihat keadaan nii-san." Setelahnya, Hinata pergi dari tempat itu, meninggalkna Neji yang fokus dengan kegiatnnya.

Perlahan goresan garis-garis itu membentuk sesuatu, sesuatu yang indah untuk di pandang mata. Senyuman tipis terlihat di wajahnya…

"Ich liebe dich."

Dia melirih pelan sembari menutup matanya.


Cinta yang hilang tak pernah merupakan akhir, namun selalu ada
kelanjutannya, atau harapan bagi yang menjalaninya

TO BE CONTINUED


WHUAAAAAAAAAAAAAAAAAA *nangis kejer*

Maaf baru update sekarang T.T *pendek lagi* maafkan diriku :( sorry banget so much much deh #bahaasa berantakan

Mungkin udah lebih dari setahun ya atau mungkin belum*ngarep*? Hikss gomen TwT gomen nesai…

Gara-gara speedy di rumah kagak bisa dipake jadi gak update-update deh -.-"

Sakura : heh, kaunya saja yang emang dasar author gak bertanggung jawab!

Sakura-chan kok gitu….. *pasang muka cemberut*

Sakura : Hampir setahun kali fic-ficmu gak ada yang update, apa namamnya kalau bukan tak bertanggung jawab hah? *ngomel dengan latar belakang api yang membara*

Er- iya-iya.. author salah, Rei minta maaf Saku-chan. Juga buat readers semua..

But buat Saku-chan, kalau ni fic kayanya baru 5 bulan 5 hari deh belum saya update. *berkilah*

Sudahlah yang penting update! bagi yang NejiSaku Lovers… fic ini full Neji Saku XD

Bagaimana-bagaimana? Kurang so sweet kah? OOc kah? kayaknya kalau yang itu iya deh XD

Sakura : udah ah author berisik dari tadi ngoceh mulu, balas review sana.#ngelirik author tajem

*siul-siul* okay, tapi sebelum itu, HYUUGA NEJI kemari kau. #manggil pake toa hasil nyolong dari Masjid

Neji : kenapa memanggilku author tak bertanggung jawab?

…..*cemberut* kenapa panggilannya sama kaya Sakura-chan? Heee… sudahlah bantuin saya sama Saku-chan balas review.

Neji : Aa..

Sakura + Author : *Jawabannya singkat banget*

Oyo balas Review XD dimulai dari saya ya ^.^

Without name hm.. unik! Khekhe namanya gak ada :3

Sakura : jangan banyak komentar kau author tak bertanggung jawab. Hm.. maaf kalau buat update kilat kata author sih gak bisa janji tapi bakal diusahin, yah biasa… soalnya kedepan dia udah bebas jadi mungkin juga chepter berikutnya udah dia update 1 atau 2 minggu lagi. Maaf banget chepter ini sangat ngaret *ngasih deathglare ke author*

Maaf ya *sembah sujud* plis jangan bosen baca when love grows okay(walupun updatenya ngaret, hehehe)? Dan buat Saku-chan berhenti manggil gue author gak bertanggung jawab *keluarin pistol*

Okeh, selanjutnya dari Akira Tsukiyomi ini keren? Beneran? Yeyyyy makasih banyak Akira-san XD

Syukur deh kalau gak OoC, berarti saya berhasil \^o^/*kesenengan* tapi mungkin di chep ini Neji agak Ooc, biar agak sedikit romantis ^^d.

Hehehe, kalau masalah Naruto sih *lirik-lirik Neji*

Neji : Apa?

Gak kenapa-napa. Kalau saya lihat emang Neji sama Naruto itu jarang akur *garuk-garuk kepala* makanya dibuat begitu XDDDDDDDDDD

Hohoho tentu, pas saya baca ulang juga jadi kurang enak kalau begitu :D thanks sarannya.

Saya akan teruskan sampai akhirnya NejiSaku jadi pasutri XDXDXd*ketawa setan*

Neji + Sakura : *pasang tampang aneh + malu*

Ini udah update semoga anda suka ya sama yang ini XD jangan bosen baca WLG

Neji : untuk Riku Aida, author bilang tak apa anda baru review di chepter 3, yang penting katanya anda tetap review

*melototin Neji* jawabannya jangan datar gitu dong… nati reader nya kabur!

Neji : sejak lahir sudah begini *pasang muka stotic* -author cemberut-

Er- makasih udah bilang NejiSaku is the best *pipi memerah*

Yee Neji malumalu kucing wkwkwk… awww *dijitak Sakura*

Sakura : Diam kau *muka bersemu kemerahan*

Neji : untuk secane-ku dengan Sakura sudah diperbanyak oleh author. Bahkan sepertinya chep ini hanya full olehku dan Sakura.

Sakura : ano, semoga Riku-san puas ya sama chepter ini, dan gak bosen untuk tetap baca dan review :D

Next, dari yolachan, semoga chep yang ini gak kalah serunya sama chep kemaren deh XD udah jangan sedih lagi ya sayang cup..cup *ngasih permen* *dijitak* aku udah balik kok XD selam masa bebas-bebas ini pasti akan saya pergunakan sebaik-baiknya buat ngelanjutin fic yang belum kompelit ^^a

Sakura : yolachan, kau terlalu baik dengan selalu setia menunggu author ini, diakan kalau update ser- *dibekap author*

Biarain aja kenap sih, kau sewot banget, emangnya gak mau kalau saya jodohin sama Neji?*cemberut + detahglare ke Sakura*

Sakura : *diam tak berkutik*

Wah makasih udah mendoakan diriku XD aku lulus dengan baik loh ujiannya :D whuaaaaaa seneng banget aku *mulai curcol*

Tapi masih bingung mau masuk SMA mana saya -,-"

Back to the review… aku author favorite mu? *mata berbinar-binar* makasih banyak XD melayang saya jadinya X3

Oh ya, semoga yolachan gak bosen ya baca n review WLG serta fic-fic saya yang lain, walau kadang rada gaje

Sakura : untuk mois fla, thanks banget atas pujianmu . Sekarang akhirnya author bisa mewujudkan impiannya untuk terbang *ngelirik ke author yang melayang di angkasa-lagi berusaha di turunin Neji-*

Hey author jelek *teriak paka toa* denger tuh kata mois-san, kalau update jangan lama-lama nanti basi dan banyak yang gak doyan.

Hohoho, maaf banget buat mois-san bukan bermaksud di simpan lama-lama, cuma saya belum bisa update T.T maaf ya, ini udah di update dan semoga anda suka XD

Sakura : sekali lagi saya juga ikut minta maaf, semoga anda gak bosen dan masih mau baca fic ini dengan sepenuh hati, jiwa dan raga *lebay*.

Neji : Gayamu jadi seperti Lee *datar* selanjutnya untuk, risa-chan-amarfi… terimakasih atas pujian anda pada author kami.

Makasih banyak ya Risa-chan XD seneng banget banyak yang suka fic ini*bangga + kepedean*

Neji : ini bagianku author, pergilah dulu kau*nendang Rei* ini udah update.. maaf sekali kalau lama banget… harap dimaklumi.

Oh ya, untukmu Risa-chan, tatapan matamu membuatku terbakar*gaje*

Cih, Neji becandanya jelek… makasih buat Risa-chan atas reviewnya. Semoga anda gok bosen baca WLG okay?

Sakura : dan yang terakhir dari Ame-chan, SELAMAT DATANG UNTUKMU*teriak pake toa-nyolong dari sekolah author tercinta*

Hehehe*ketawa canggung* begitulah abis ngurus ujian dulu ama speedy yang kagak bisa dipake -.-" jadilah lama banget updatenya.. ni saya sudah update XD

Baca ya *kerlap-kerlip eyes no jutsu*semoga anda suka dengan kelanjutan terbaru ini XD

Sakura : sebelum ditutup, Neji-san apa sih artinya Ich liebe dich?

Neji : untuk saat ini artinya masih 'harus' dirahasiakan, iyakan author?

Hohoho *tanaka style* 100 untukmu Neji! Untuk saat ini cukup saya, Neji and Allah SWT yang tahu XD dan bagi readers, pliss jangan cari tahu artinya ya? *binary-binar eyes no jutsu* biar surprise gitu :3 nanti artinya pasti akan dibahas kok, serius. Iyakan Neji?

Neji :Hn, Baikalah.. berhubung author agak stress hari ini, lebih baik kita tutup disini,Arigatou Gozhaimasu untuk semua yang sudah review *membungkuk*

Sakura : Hm, mencurigakan sekali kalian berdua ini.

Iya, terimakasih bagi yang sudah review, tunggu kehadiran kami di chepter berikutnya ya? dan sesuai kata author.*nyalain toa* JANGAN BOSEN BACA WHEN LOVE GROWS

ALL : Review please…

Buat yang udah review chep kemarin review chep ini juga ya? yang belum review juga review ya XD

Dan maaf kalau ada salah kata atau kata yang kurang berkenan dihati anda, lebih baik jangan masukan dihati. Masukan keperut biar kenyang *gaje*..

Pokoknya saya benar-benar minat maaf atas segala kesalahan perkataan ataupun lainnya yang terkandung dalam fic ini.

Arigatou mina-san,

Jyaa mata XD

.

Sign

Reiyu-chan