Super Junior's Sungmin pairings Oneshot/drabbles
Chapter 3
Author : StellaSJ
Pair : HanMin
Rate : T
Genre : Angst, Romance
Warning(s): BoyXBoy, Typo(s), unbeta-ed
Aloha, perkembangan yang sangat lambat untuk semua fic ku sepertinya -_-
ah...kadang saya kecewa juga. Tapi jujur entah kenapa sering kedapetan yang namanya writer's block /sigh
Tapi malam ini, dengan semangat yang cukup membara, saya update oneshot collection ini dan memenuhi malam saya dengan bayangan HanMin dimana-mana hahaha.
Okay, Selamat membaca :) !
"Namaku Lee Sungmin. Dan ini namjachingu-ku. Perkenalkan. Tan Hankyung"
SUNGMIN'S POV
Aku memasuki lorong-lorong redup di belakang panggung. Menyapa beberapa staff konser yang sedang sibuk kesana-kemari. Mereka tersenyum dan beberapa menanyakan keberadaanku kemari. Tentu saja aku menjawab dengan "Menemui namjachingu-ku".
Kulangkahkan kaki menuju ruang ganti, yang sudah kukenal baik sebagai ruang ganti namja kesayanganku, Hankyung.
Aku membawa kotak bekal berisi cake dan beberapa roll sushi untuknya. Aku mencoba membuatnya sendiri di rumah, semoga dia suka.
"Hankyung-ah", aku menyapanya dengan manis di balik pintu.
Ia sedang duduk dan hair-stylist sedang merapikan rambutnya. Menyadari kedatanganku, ia tersenyum lembut. "Minnie,kau datang"
Aku mengangguk senang, "Hari ini kubawakan cake dan sushi untukmu. Makanlah sebelum mulai naik panggung", aku membuka kotak bekal dan menunjukkan beberapa roll sushi dan cake yang tertata rapi.
Pertama ia tersenyum riang melihat apa yang kubawakan tapi tiba-tiba wajahnya berubah menjadi aneh. "Mm..maaf tapi tolong letakkan saja disitu nanti aku makan"
Aku menatap dia bingung, kuhela nafas sebentar. "Baiklah, aku letakkan disini. Nanti setelah tampil langsung dimakan ya, aku tidak mau kau sakit"
"B-baiklah", Hankyung hanya menjawab tanpa menatapku.
Ku akui, sikapnya sangat aneh.
"Aku akan menontonmu dari backstage. Jae-noona pasti akan mengijinkanku", aku tertawa mengingat staff produser yang bernama Jae noona itu sangat lemah terhadap aegyo-ku, jadi aku sering di-izin-kan melihat performance namjachinguku dari backstage.
Dari ekor mataku sempat kulihat Hankyung tersenyum dan hampir tertawa, tapi entah mengapa tiba-tiba wajahnya berubah datar lagi. Aku mengerutkan alisku. Ada apa sih dengannya?
Aku pergi ke backstage untuk menunggu Hankyung tampil.
Setelah beberapa performance yang menakjubkan-pastinya- , aku kembali mengikuti Hankyung ke ruang ganti. Tapi saat disana aku melihat ruangan kosong, tidak ada siapapun. Kucoba bertanya pada make up artist Hankyung yang kebetulan lewat, "Chaerin noona, Hankyung dimana?"
"Oh dia sudah menuju lokasi pemotretan untuk majalah sekarang", Chaerin noona menjawab seadanya dan langsung pergi.
"O-oh baiklah, terimakasih", aku membungkukkan badan sedikit, tanda terimakasih.
Bahkan sekarang aku merasa staff Hankyung yang biasanya menyapaku dengan riang saat aku datang pun mulai mengacuhkanku. Apa akhir-akhir ini mereka terlalu sibuk?
Aku menunduk menatap ke bawah. Hankyung sudah pergi, bahkan tanpa memberitahuku terlebih dahulu.
Ku putuskan untuk pulang dan mengambil barang-barangku di ruang ganti tadi terlebih dahulu. Mataku tertuju pada kotak bekal yang ada di atas meja.
Utuh. Makanan di sana masih utuh belum tersentuh sama sekali. Bekal yang kubuat sedari tadi siang dengan bantuan Ryeowook, sahabatku. Bekal yang resep-nya aku cari susah payah, dan sampai tanganku teriris saat memotong sushi.
Rasanya air mataku hampir saja terjatuh, tertahan di pelupuk mata.
Aku tidak boleh menangis, untuk apa aku menangis. Mungkin Hankyung sedang sangat-sangat sibuk, hingga ia lupa untuk makan. Harusnya kau mengerti keadaan ini Sungmin, kau mempunyai kekasih seorang penyanyi terkenal, harusnya kau tahu bagaimana sibuknya dia, kau harus mengerti.
Ku tarik nafas dalam sekali lagi dan memutuskan untuk pulang sesegera mungkin.
Kurebahkan badanku di tempat tidur, dan sebelum menutup mata aku memutuskan untuk mengirim pesan untuk Hankyung.
To : Hannie my love
"Chagi~ Jaga kesehatanmu, pakai jaket tebal saat di luar, banyaklah minum dan makan "
0o0o0o0o0
Pagi hari, ku lihat satu pesan di ponselku
From : Hannie my love
Minnie-ah, kau sudah bangun? Kau juga makanlah yang banyak. Jangan sakit~
Aku tersenyum senang membaca pesan itu.
Lihat itu Sungmin, ternyata memang Hankyung kemarin sedang sibuk sekali. Rasanya hatiku mulai semangat kembali. Aku membuka buku merah muda di laciku yang berisi jadwal Hankyung selama sebulan kedepan yang tentu saja kudapat dari manager Hankyung, Seungho –hyung.
"Hmm…hari ini dia ada pemotretan lagi", aku mengangguk-angguk dan mulai membuka lemari,mengambil baju ganti, segera mandi dan bersiap diri untuk ke lokasi pemotretan Hankyung. Sebelum berangkat aku berpikir sepertinya ada yang kurang.
"Oh iya! Bekal makanan!", rasanya tidak lengkap jika aku tidak membuatkannya bekal makanan. Setelah berpikir lama akhirnya aku memutuskan untuk menyiapkan beef-cheese-sandwich untuknya.
"Yap. Sudah siap semuanya", aku tersenyum bangga pada diriku sendiri. Kulihat jam dinding di ruang tamu, "Astaga sudah jam segini!", aku membuka note kecilku, membaca jadwal Hankyung jam 12 siang adalah….konferensi pers tentang album terbarunya.
Aku mengerti dan langsung menuju ke tempat konferensi pers.
Sesampainya disana kulihat para wartawan sudah sangat ramai mengerubungi ruangan tempat konferensi pers. Kuputuskan untuk masuk lewat belakang tempat biasa Hankyung dan staff nya berada. Aku bertemu dengan Seungho-hyung.
"Hyung!", aku menyapanya. Ia menoleh.
"Oh..Sungmin-ah..ada apa kemari?"
"Tentu saja ingin menemui Hankyung…kau ini lucu sekali hyung", aku mencoba mencairkan suasana tapi Seungho-hyung hanya tersenyum simpul.
"Sebentar aku tanya dia dulu ya", Seungho-hyung pergi ke tempat Hankyung berada.
Aku mengangguk dan dengan manis menunggu.
Seungho-hyung kembali, aku mulai tidak sabar dan bertanya, "Bagaimana hyung? Dia sedang di ruang apa?"
"Maaf Sungmin-ah, tapi dia sedang ada di ruang tunggu sedang dalam proses hair-styling, dan dia berpesan hanya orang penting yang boleh menemuinya"
"A-apa?"
"Maaf Sungmin-ah, tapi aku harus segera pergi", Seungho-hyung menganggukkan kepala tanda permisi dan aku juga membalasnya.
Tanpa sadar aku menjatuhkan kotak bekal makanan yang sedari tadi kubawa.
...
...
"Jadi….aku bukan orang penting?"
0o0o0o0o0
Kurapatkan jaket tebalku untuk mengurangi rasa dingin, padahal aku sudah ada di depan perapian di ruang santai tapi tetap saja dingin ini menusuk sekali.
Akhir tahun memang selalu seperti ini, dingin,
Tahun baru ya?
Padahal aku ingin sekali menikmati malam Tahun baru bersama Hankyung seperti tahun lalu…..menyalakan kembang api bersama, pesta Barbeque, meniup terompet.
"Hah….", aku menghela nafas berat. Sedari tadi aku memindah-mindah channel TV tapi tidak ada yang menarik.
Aku sangat rindu dengan Hankyung-ku, Hannie-ku. Tapi akhir-akhir ini kesibukannya sungguh keterlaluan. Aku merasa sikapnya sangat berbeda padaku. Apa kesibukan memang membuat sifat orang berubah?
Hari ini saja dia sama sekali tidak mengirimiku pesan.
Padahal aku benar-benar rindu padanya. Suaranya, tawanya, pelukannya…..
Tidak sadar setetes air mata jatuh di pipiku. Buru-buru aku mengusapnya dengan punggung tangan.
"Cih, cengeng sekali kau Sungmin", aku mengolok diriku sendiri.
Kupeluk erat boneka kelinci besar kesayanganku. Setelah lama berpikir, aku memutuskan untuk menghubungi Seungho-hyung untuk mengetahui keadaan dan keberadaan Hankyung.
Tuut. Tuut.
"Yoboseyo?"
…
"Ah hyung, bisakah aku tau sekarang Hankyung dimana?"
….
"Oh..ya ya aku tahu. Baiklah hyung gomawo"
Aku menutup sambungan. Menyambar tas dan kunci mobilku. Aku sudah tidak tahan untuk bertemu dengan Hankyung…aku ingin segera menemuinya.
Dari info Seungho-hyung, Hankyung sedang berada di acara pre-recording Music Bank. Kunyalakan mesin dan melaju menuju lokasi.
Sekali lagi, pokoknya aku harus menemuinya, kali ini harus berhasil.
Mobilku sudah terparkir rapi. Aku berlari di lobby dan bertemu dengan Chaerin-noona.
"Noona, maaf, apa kau tahu-"
"Maaf Sungmin-ah, aku buru-buru", Chaerin noona pergi dengan terburu-buru. Entah kenapa aku merasa di acuhkan.
Aku harus bertanya pada siapa lagi?
Tiba-tiba aku melihat Jae noona sedang berdiri di dekat meja info.
"Jae-noona!", aku menyapanya dengan riang.
"Oh-ah Sungmin-ah…ke-kenapa kau ada disini?", Jae noona terlihat kaget.
"Tentu saja ingin menemui namjachingu ku noona, masa' kau tidak tahu kebiasaanku", aku mencubit lengannya dan menunjukkan aegyo-ku, "Kau mau memberitahuku sekarang dia ada dimana kan noona?"
Jae noona tampak gelisah, bola matanya bergeser ke kanan-kiri.
Aku heran dengan tingkahnya. "Noona?"
"Um oh iya, Hankyung sekarang ada di ruang tunggu 45"
Aku tersenyum mendapat jawaban dari Jae noona, "Terimakasih noona!", aku melambaikan tanganku padanya.
"Empat lima..empat lima…em…ah ini dia!", akhirnya aku menemukan ruang 45.
Aku mengetok pintu, tapi tidak ada jawaban. Akhirnya kuputuskan untuk membuka perlahan pintu ruangan.
"Permisi..Hankyung-ah..aku…"
Dalam hidupku, aku tidak pernah melihat pemandangan terburuk dalam hidupku.
Mulutku menganga tak dapat berkata apa-apa, bibirku membiru. Bukan karena kedinginan, ini lebih para dari itu.
Aku melihatnya, melihatnya, dengan seorang perempuan cantik,tinggi yang sedang berada di pangkuannya, dan mereka….berbisik mesra.
Air mataku tertahan. SHOCK. Sangat shock, bahkan sampai aku lupa siapa nama dan berapa umurku sekarang.
"Ha…hankyung-ah….", aku panggil namanya perlahan, semoga ia mendengarnya
Hankyung kaget dan menoleh ke arahku, dari wajahnya terlihat sangat shock. Ia segera membenarkan posisinya dan mengisyaratkan si wanita untuk turun.
"Su-sungmin-ah aku…", Hankyung sangat panik dan hendak mengatakan sesuatu tapi wanita yang aku kenal bernama Choi Sooyoung itu menggenggam tangan Hankyung erat, membuat Hankyung tersadar dan mengontrol emosinya.
"Ah…kau datang kemari Sungmin-ah", suaranya terdengar kalem sekarang. Bagaimana bisa, bagaimana bisa ia tetap kalem seperti sekarang?
Aku menunduk, menyimpan semua amarah dan pertanyaan.
"Ya, aku datang kemari karena aku sangat,sangat merindukanmu. Sudah pernah kau hitung berapa hari kita tidak pernah saling kontak dan bertemu sama sekali? Dan juga..bisa kau jelaskan apa yang kau lakukan bersama Sooyoung-ssi disini?", kucoba untuk mengontrol suaraku. Kutarik nafas sangat…dalam.
Sesaat Hankyung melirik ke arah Sooyoung. Lalu ia kembali menatapku. "Tentu saja sedang menunggu giliran untuk tampil. Apalagi yang kau harapkan?"
Hatiku tercekit sakit mendengar jawaban dari namjachingu-ku tersebut. "Apalagi yang kuharapkan? Yang kuharapkan tentu saja bukan melihatmu bermesraan dengan wanita lain!", nada suaraku makin meninggi. Sebenarnya aku tidak suka seperti ini, tapi keadaan yang memaksaku untuk marah,kesal,kecewa.
Hankyung menggigit bibir bawahnya, tapi lagi-lagi Sooyoung menggenggam tangan Hankyung erat seperti memberi keberanian.
"Lebih baik kau pulang Sungmin-ah, ini sudah hampir tengah malam dan semakin dingin"
"Apa? Kau ingin aku pulang begitu saja? Setelah aku melihat kelakuanmu ini?", Sungmin sudah tidak dapat menahan air mata yang telah menetes.
"Sudahlah, yang kau lihat ini tidak ada apa-apa. Lebih baik kau pulang"
Aku menarik tangan Hankyung, "Hankyung-ah! Kenapa kau jadi seperti ini? Jebal….jelaskan padaku"
"Tidak ada yang perlu dijelaskan Sungmin-ah. Sebentar lagi aku tampil, ini sudah hampir jam 12, seluruh artis harus ada di atas panggung"
"Tu-tunggu aku Hankyung-ah..", air mataku semakin deras. Kenapa Hankyung jadi seperti ini? Apa salahku?
Sooyoung sudah keluar duluan meninggalkanku dan Hankyung berdua di ruang tunggu.
"Apa..apa makanan buatanku tidak enak? Atau kau tidak suka jaket pemberianku bulan lalu? Katakan padaku Hankyung-ah, apa yang membuatmu berubah akhir-akhir ini?", ucapku di tengah-tengah isakannya yang makin keras. Tangan dan kakiku bergetar lemas, wajahku memucat. "Apa yang kau tidak suka dariku akan aku rubah, kumohon, asal kau jangan begini lagi. Aku..aku sangat merindukanmu Hankyung-ah….", Kugenggam kedua tangan Hankyung, tapi genggamanku perlahan melemah karena sudah terlalu lama menangis. Lelah.
Aku sudah lelah menangis. Ini lebih menyakitkan dibanding teriris pisau ataupun tertimpa beton dari atas. Ini lebih kompleks dari itu. Kututup kedua mataku mencoba menenangkan diri.
10
9
"Kenapa, kenapa kau sudah melihatku bersama wanita lain tapi kau tetap ingin mempertahanku? Kenapa kau sampai menangis seperti ini?", suara Hankyung sedikit bergetar tetapi terdengar lebih tenang.
8
7
Aku menatap Hankyung dengan mataku yang masih sembap. "Kenapa kau bertanya seperti itu?"
6
5
Aku menggenggam tangannya sekali lagi, kali ini ia tidak berontak, "Apa kau ingat dulu waktu pertama kita bersama. Kau bilang padaku, bahwa kita harus membagi semuanya bersama, tawa, kasih sayang, dan air mata. Kali ini aku menangis untukmu, aku akan selalu menangis untukmu, karena kau ini adalah Tan Hankyung…Hankyung-ku"
4
3
"Karena aku sangat mencintaimu"
2
1
CLAP.
Lampu tiba-tiba padam, Genggamanku dan Hankyung terlepas.
Aku terlonjak kaget di kegelapan. 'Apa listrik mati di Music Bank? Tidak mungkin…!', kucoba meraba-raba sekitar mencari penerangan.
Tiba-tiba aku merasakan seseorang memelukku erat, dan membisikkan sesuatu di telingaku, lembut
"Nado Saranghae"
...
...
...
"H-hankyung-ah?"
...
...
...
BRAK!
"HAPPY BIRTHDAY TO YOU! HAPPY BIRTHDAY TO YOU! HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY LEE SUNGMIN!"
Ruangan tiba-tiba terang kembali. Aku menemukan diriku di pelukan Hankyung dan dari arah pintu berhambur seluruh staff produksi Hankyung yang datang membawa kue dan terompet dan juga konfeti.
Aku berdiri shock, terdiam dan masih mencerna tentang semua ini.
Lama kelamaan bibirku mulai mengerucut dan air mataku mulai mengalir kembali.
"Hiks…"
"Hiks…"
"Hueeeeeee Hueeeeee! Kalian jahaaaaaaaaat!", aku memukul-mukul dada Hankyung yang masih memelukku erat.
Hankyung hanya tertawa pelan dan mengelus rambutku.
"Jahaaaat Jahaaaat!", teriakku di sela tangisanku yang semakin menjadi-jadi.
"Hai Sungminnie Happy birthday!", terlihat Chaerin-noona menghampiriku dan membawakanku kue ulang tahun. "Ayolah jangan menangis terus, tiup dulu lilinnya dan make a wish"
Aku menatapnya dan masih terisak-isak seperti anak kecil. "Hiks..hiks"
"Aiiih neomu kyeoptaaa!", Chaerin noona mencubit pipiku. "Sudah ayo sini tiup lilinnya"
Aku mengangguk pelan. Kututup mataku mengucapkan dalam hati harapan-harapanku selama ini. Lalu ku tiup lilinnya. Terdengar sorak sorai dan tepuk tangan.
Jae noona datang mendekatiku. "Aigoo~ My baby Minnie jangan menangis lagi. Kau tambah imut saja. Maafkan kami ya", Jae noona mengelus rambutku dan mencubit-cubit pipiku. "Selamat ulang tahun", Ia memberikanku hadiah dan aku menangis dipelukannya.
Aku merasakan seseorang mengelus punggungku. Seungho-hyung. "Sungmin-ah, selamat ulang tahun. Dan ini hadiah dariku", Ia memberikan sebuah kotak berwarna ungu kepadaku, aku menatapnya dan hampir menangis kembali. "A-ah..jangan menangis lagi Sungmin-ah…maafkan hyung ya?"
Aku mengangguk dan memeluknya.
"Ini semua ide Jae-noona", Chaerin-noona melirik ke arah Jae-noona sambil menyodorkan kado-nya padaku.
"Hei! Tapi kalian kan juga menyetujuinya!", Jaenoona merangkul pundakku dan berbisik "Yang paling menolak ide ini sebenarnya Hankyung loh", ia berkedip ke arahku.
"Sungmin-sshi"
Aku mendengar seseorang memanggilku. "Sooyoung-sshi?"
"Maafkan aku. Tapi ini seperti yang kau tahu, itu tadi hanya skenario kok, maafkan aku sampai kau shock seperti ini. Tapi coba salahkan Hankyung-oppa saja ya. Tadi hampir saja dia tidak bisa ber-akting di hadapanmu, untung aku tahan", aku melihat Sooyoung menghamburkan pelukan ke arahku dan tersenyum. "Selamat ulang tahun!"
Aku tersenyum dan mengangguk sambil mengusap air mata di pipiku. "Aiiiiih~ neomu kyeoptaaaa!", Sooyoung menarik-narik dan mencubit pipiku.
"Hei hei sudah berhenti menyentuh Minnie-ku", Hankyung memisahkan aku dan Sooyoung-sshi.
"Aish oppa ini overprotective sekali", Sooyoung menjulurkan lidahnya.
"Baiklah Sungmin-sshi aku pergi dulu ya, seharusnya ini waktunya semua artis ke atas panggung, tapi sepertinya perkecualian untuk Hankyung-oppa", Sooyoung mengedipkan matanya. Yeojya tinggi dan cantik itu melenggang pergi dari ruangan.
Jae-noona menepuk-nepuk kepalaku pelan, lalu mengelus rambutku sambil menatapku lembut dan tersenyum, "Selamat ulang tahun uri Bunny Minnie, semoga kau bisa makin dewasa dan mendapatkan kebahagiaan", aku tertegun mendengar ucapan dari Jae-noona itu.
"Nae,uri bunny, kami permisi dulu ya, kami masih harus bertugas", Jae noona mengedipkan matanya dan melenggang pergi, seluruh staff pamit meninggalkanku dan Hankyung berdua.
Tapi sebelum melewati pintu, Jae dan Chaerin noona berbalik dan memandang hankyung tajam.
"Hankyung-ah kau harus membahagiakannya, ingat itu!"
Hankyung tersenyum dan mengangguk dengan mantap. Aku terkekeh geli melihat dua noona itu.
"Gomawo yorobeun", ucapku pelan tulus dari dalam hati.
"Min…"
"Hnn….?"
"Kau tahu, melihatmu menangis dan sedih seperti tadi adalah hal terburuk yang pernah aku rasakan selama hidupku"
"Melihatmu dengan wanita lain tadi juga adalah hal terburuk dalam hidupku"
"Min! Itu kan hanya akting! Aku tidak akan pernah berselingkuh dari-"
"Iya iya aku tahu kok", aku tertawa mendengar reaksi Hankyung. Dia memang tidak pernah bisa menyembunyikan kepanikannya.
"Aku tidak , dan tidak akan pernah melakukan hal itu dalam kehidupan nyata Min", Hankyung menatapku dengan matanya yang sayu, tapi penuh tersirat kehangatan.
Tanganku bergerak membenahkan kerah kemejanya yang kusut, "Kalaupun kau melakukan hal itu, reaksiku akan tetap sama, dan aku tetap akan membuatmu kembali padaku"
"Jangan bicara seperti itu. Aku tidak akan Min membuatmu menangis seperti tadi"
"Menangis pun tak apa kalau itu untuk-", kata-kataku terpotong oleh sentuhan lembut di bibirku. Manis dan hangat. Aku mengalungkan tanganku di lehernya, mempererat ciuman ini.
Hankyung memisahkan jarak bibir kita setelah sama-sama membutuhkan oksigen kembali. Bola mata hitam pekat nya menatapku dalam, hingga aku rasanya tidak ingin keluar dari jeratannya.
"Aku, Tan Hankyung tidak akan membuat Lee Sungmin menangis lagi. Titik"
Aku tersenyum geli. "Ya, aku, Lee Sungmin, mengerti akan janji Tan Hankyung yang sebaiknya harus ditepati"
"Pasti"
Dia mengacak-acak rambutku dan kembali menciumku.
Oh, ini adalah hari Ulang tahun yang tidak pernah akan kulupakan.
-FIN-
Hyaaaaaaaa apaan ini seharusnya birthday-fic buat Sungmin tapi malah ke upload nya sekarang. Aduh babo babo! hahaha author gila
Ya sudahlah nggak apa ya *bunny eyes*
MAKASIH BANGET YANG UDAH REVIEW :") nggak nyangka juga ternyata banyak yang bisa melihat hubungan TeukMin (di chapter sebelumnya) sebagai sepasang kekasih *terharu* :")
Kalo yang ini gimanaaa? pengen tahu pendapatnya lagi~
oh iya dan HanMin ini lebih panjang dari dua chapter sebelumnya looooh
GOMAWOYOOOO buat yang udah baca :DDDD
