KiBum berjalan santai setelah ia berhasil menghindari perdebatan tidak bermutu orang tuanya. Ia ingin tidur dulu di rumah sebelum ia diseret paksa untuk menjadi lonely wolf. kiBum menghentikan langkahnya begitu melihat sosok yang belakangan mengusiknya tengah duduk gelisah di pelataran rumahnya. KiBum menghela napas jengah. Dimasukannya kedua tangannya di sakunya. "kenapa dulu aku berkeras mempertahankannya?' gumamnya heran pada dirinya sendiri.
KyuHyun, sosok yang sedari tadi diperhatikan KiBum masih duduk gelisah di tangga teras. Ekor putihnya menepuk – nepuk lantai. Manik biru jernihnya masih mengedar cemas. "KiBum!" panggil KyuHyun begitu menyadari KiBum berdiri tak terlalu jauh darinya. Buru – buru ia berlari menghampiri KiBum.
KiBum berjalan cepat menghampiri KyuHyun. Dicekalnya lengan betina putih itu kuat. "kakimu" desis KiBum berbuah ringisan sesal di bibir KyuHyun. "kenapa kau berlari begitu?" tanya KiBum menuntun KyuHyun kembali ke teras rumahnya.
Keduanya duduk di tangga teras. KiBum masih tenang – tenang saja sementara KyuHyun terus meliriknya. "kau di tempatkan di mana?" tanya KyuHyun menatap KiBum.
KiBum yang tadinya memandang lurus ke depan langsung menoleh. "kenapa kau bertanya?" tanyanya menatap lurus ke manik biru KyuHyun.
"aah tidak tidak" seru KyuHyun gelagapan. Takut juga ia kalau ditatap seperti itu tadi.
KiBum melirik KyuHyun sekilas. Senyum tipis tersungging di bibirnya begitu melihat ekor putih itu mengibas kesal. "Death Valley" ujarnya.
"eh apa?" KyuHyun menatap KiBum bingung. Tadi ia sedang focus memaki – maki KiBum dalam hati.
Kibum tertawa kecil. Ia meletakan kedua telapak tanganya sedikit di belakang tubuhnya lalu menumpukan berat tubuhnya di sana. "aku di tempatkan di Death Valley" ulangnya menatap langit.
KyuHyun terdiam sejenak. "kau pasti bercanda!?" ia baru ingat ayahnya dulu pernah di tempatkan di tempat yang sama. "kau bisa mati KiBum!" tanpa sadar ia memeluk KiBum.
KiBum terdiam kaku. Dadanya berdebar keras tiap merasakan gerakan KyuHyun di rusuknya. "Kyu" panggilnya kaku.
"eh!" KyuHyun buru – buru melepaskan pelukannya. Keduanya terdiam canggung dengan dada berdebar keras serta wajah bersemu merah. "maaf" cicit KyuHyun pelan.
KiBum masih diam. Manik jelaganya melirik ke segala arah, mencoba menghindari KyuHyun. 'ada apa dengan jantungku?' batin KiBum berusaha menetralkan debaran jantungnya. "kau mengkhawatirkanku?" tanya KiBum setelah tenang.
KyuHyun terbelalak, buru – buru ia menggeleng. "tidak! Untuk apa juga mengkhawatirkanmu!?" ia membuang mukanya malu. Tebakan KiBum sebenarnya tepat. KiBum terkekeh melihat ujung ekor KyuHyun terus mengibas tak senang. "apa? jangan lihat – lihat!" seru KyuHyun galak sambil mendekap ekor putihnya.
KiBum tertawa lepas. Ia tidak pernah melihat serigala selucu KyuHyun. "astaga KyuHyun KyuHyun" ia menggelengkan kepalanya pelan. "kau mengkhawatirkanku Kyu. Sudah jelas" ujar KiBum seraya mengacak surai perak KyuHyun.
"KiBum!" jerit KyuHyun kesal. Ia balas mengacak surai legam KiBum. KiBum kembali mengacak surai KyuHyun hingga keduanya terlibat perang saling mengacak surai masing – masing.
"kalian ini sedang apa?" tanya ChangMin tiba – tiba muncul dengan sebuah pir di tanganya. Jantan jangkung itu memakan pirnya santai sambil menunggu KiBum dan KyuHyun sadar akan kehadiranya.
"Chwang~" KyuHyun langsung bersembunyi di balik punggung ChangMin. "akh sakit" ringis KyuHyun memegangi kakinya.
"kakimu" desis KiBum lagi. Ia menatap datar KyuHyun.
ChangMin mengernyit bingung. "kalian ini kenapa sih?" tanyanya membenarkan rambut acak – acakan KyuHyun.
KyuHyun kembali merengut. "KiBum jahat Chwang dia menyiksaku" adu KyuHyun.
"hey jangan memfitnah" protes KiBum.
"tapi kau jahat Bum" seru KyuHyun kesal.
"pengadu" timpal KiBum datar.
"menyebakan!"
"ngambekan"
"datar!"
"cerewet"
ChangMin menatap bingung kedua temannya. KyuHyun akan berteriak dan menjerit kesal sementara KiBum membalasnya luar biasa datar. "kalian seperti pacaran" komentarnya.
"tidak!" keduanya berseru bersamaan. "aku tidak mau pacaran dengan pecahan es pegunungan!" seru KyuHyun membuang mukanya.
"kau pikir aku mau pacaran denganmu? Dasar burung kakaktua" dengus KiBum.
"KIIIBUUM!" jerit KyuHyun jengkel.
ChangMin hanya menggeleng. Yah tapi setidaknya ia senang KiBum lebih banyak berbicara sejak ada KyuHyun. "sudahlah. KiBum memang jahat dan datar Kyu" ujar ChangMin berbuah dengusan KiBum dan senyum kemenangan KyuHyun. "tapi kau juga ngambekan dan cerewet" setelah mengucapkan itu ChangMin langsung meringis karena jitakan KyuHyun.
Tak jauh dari sana manik tajam SiWon terus mengawasi KiBum, ChangMin dan KyuHyun. Sedari tadi ia berdiri di balik pohon, sedari tadi pula setiap menitnya darahnya memanas. "kenapa aku harus bersaing dengan orang – orang tidak niat hidup itu" gerutu SiWon. Ia tak suka harus bersaing dengan KiBum dan ChangMin demi KyuHyun. SiWon buru – buru meninggalkan tempat itu sebelum ia kelepasan dan menerkam KiBum dan ChangMin.
Pertengkaran kecil ketiga sahabat itu langsung terhenti begitu mendengar lolongan YunHo. "aku akan diare setelah ini" dengus ChangMin galau.
KiBum berdiri dari duduknya. "memangnya kau ditempatkan di mana?" tanyanya sambil meregangkan otot – ototnya.
"Lamarck" jawab ChangMin memakan kasar pirnya yang tadi diabaikan karena perdebatan kedua sahabatnya. Mungkin ini akan menjadi makanan terenak terakhirnya untuk tiga hari kedepan.
KiBum mengangguk mengerti. "control saja napsu makanmu" ujar KiBum sok pengertian. Ia berjalan mendahului kedua temannya.
Sesampainya di lapangan sudah banyak jantan muda berkumpul mendengarkan pidato HanKyung dan YunHo. ChangMin dan KiBum memilih berdiri di belakang saja, mereka hanya malas mendengar petuah ayah mereka.. "hey Bum, kau kelihatan akrab sekali dengan KyuHyun" goda ChangMin. KiBum hanya menggumam malas. "kau tertarik padanya?" kali ini ChangMin menyikut KiBum.
"tidak" jawab KiBum malas.
ChangMin memutar bola matanya malas. "bohongmu" komentarnya.
"ehem!" YunHo berdehem keras. "bisakah saya minta perhatian kalian?" tanya YunHo berwibawa meski manik musangnya menatap lurus ke anak tiangnya.
ChangMin meringis kecil. "sial Jung senior tahu" umpat ChangMin pelan.
"jadi lebih baik diamlah Jung junior" komentar KiBum masih terlihat tak niat hidup. ChangMin mendengus ia mempout bibirnya, biasanya dengan cara ini KyuHyun bisa menghindari mulut pedas turunan Tan HeeChul itu. "menjijikan" jika tidak ingat didepan sana ada ayahnya ChangMin akan mencekik pecahan es pegunungan itu sekarang juga.
KiBum berjalan mengikuti tetua yang akan membawanya ke Death Valley. "KiBum" panggilan KyuHyun membuatnya menghentikan langkahnya. Ia menolehkan kepalanya, menatap KyuHyun. KyuHyun berjalan mendekatinya, tapi masih tetap agak jauh. "hati – hati" ujar KyuHyun pelan.
Seutas senyum tipis muncul di bibir tebal KiBum. Ia melangkah mendekati KyuHyun. Digenggamnya kedua telapak pucat itu lembut. "terimakasih" ujarnya pelan namun tetap terdengar. "aku pergi dulu" lanjutnya menatap teduh KyuHyun lalu meninggalkannya.
Semua yang dilakukan KiBum dan KyuHyun tak lepas dari pengawasan pasangan alpha dan beta. "ok. Apa ada yang memasukan tanaman beracun ke minuman KiBum?" tanya JaeJoong bingung.
YunHo menatap cengo punggung kiBum. "yang barusan seperti bukan KiBum" komentar YunHo. "apa ini efek sebenarnya white graspery?" gumam Yunho.
Heechul melirik tajam sahabatnya. "kapan Kibum terekena White gaspery?" tanya Heechul.
"tadi pagi kudengar Kyuhyun menanyakan obat tanaman itu pada Changmin. sepertinya memang Kibum yang terkena. Lagipula ini sedang musim perdu itu mekar" jawab Yunho.
"serbuk sari dari tanaman itu membuat orang yang menghirupnya mabuk dan lupa diri kan?" tanya Hankyung diangguki semuanya. "ya sudah, itu jawaban kenapa Kibum aneh sejak semalam. Dia menjadi romantis" lanjut sang alpha membuat pasangan beta menatapnya.
"dan itu menakutkan" ujar Heechul bergidik ngeri. Semalam Kibum menantang ayahnya untuk menari, dan ia terus menempeli Kyuhyun hingga betina putih itu ketakutan dan memaksa untuk tidur dengan Heechul. HeeChul mendecak kesal. "dia benar – benar sibuk memperhatikan KyuHyun!" HeeChul nyaris menjerit barusan.
HanKyung tertawa kecil. Ia memeluk pinggang istrinya. "sudahlah Chulie. Kita akan berusaha keras membuat mini Tan lagi" ujarnya menggoda sambil membelai ringan perut istrinya.
"HanKyunng~!" jerit HeeChul malu. Ia memukul gemas lengan HanKyung. "apa lihat – lihat!?" sembur HeeChul judes menyadari pasangan YunJae memperhatikan mereka.
"tidak kok" elak JaeJoong. Ia langsung menarik YunHo menjauh. Sepertinya HeeChul sedang mood swing, dan itu berbahaya untuk keselamatan orang.
-Alpha-
Hutan ini kelam. Itu yang dipikirkan KiBum sekarang. Semakin dalam ia memasuki hutan, semakin gelap dan lembab karena sinar matahari terhalang kanopi lebat diatas sana. KiBum berjalan santai. Ia terus mengikuti tetua bernama KangTa itu. "paman, kau pulanglah. Aku tahu jalan ke sana" Ujar KiBum. Ia agak tidak enak juga jika membiarkan KangTa mengantarnya.
KangTa membalikan badannya. Ia sedikit menatap heran KiBum. "bagaimana kau tahu tempat yang bahkan tidak pernah di datangi orang lain sebelum ia ikut lomba ini?" tanya KangTa. Ia sudah berkali – kali bertugas mengantar para jantan muda itu ke sana.
KiBum terdiam sejenak. Ia tak mungkin mengatakan kebenaran sekarang, pada orang yang tidak begitu dikenalnya pula. Ia tetap menjaga agar wajahnya datar dan menatap lurus pada manik kehijauan KangTa.
KangTa menghela napas panjang. "baiklah. Teruslah ke utara. Sekitar lima kilometer lagi ada sungai beku. Setelah melewatinya kau berada di Death Valley. Kau harus bertahan hidup sebagai lonely wolf. Jika kau tidak kuat kau bisa kembali ke pos yang sudah kita lewati tadi" terang KangTa. Ia dapat melihat kesungguhan diobs KiBum.
KiBum mengangguk mengerti. Ia berpamitan pada KangTa lalu melanjutkan jalannya. Ia terus berjalan tanpa peduli pada berisiknya hewan hutan dan gemrisik dedaunan. KiBum menghentikan jalanya. Kepalanya mendongak sementara matanya terpejam. Ia menarik napas dalam – dalam. Seringai terkembang di bibirnya begitu ia menghembuskan napasnya perlahan. "ergh sudah lama sekali" gumamnya mengusap sudut bibirnya dengan punggung tangannya. Manik hitamnya berkilat kilat senang. Perlahan tapi pasti kabut sewarna perak menyelimuti tubuhnya.
KiBum berubah menjadi wujud serigalanya. Seekor serigala hitam legam dengan tubuh tegap dan besar. Ia terus berjalan tenang hingga ia menemukan Sungai beku yang dikatakan KangTa. Diseberang sungai terbentang daratan tandus dengan tebing – tebing tinggi disekelilingnya. Daerah ini daerah kapur sehingga jarang ada vegetasi yang mampu hidup.
KiBum terus berjalan dengan telinga menegak tinggi. Ia harus waspada pada suara sekecil apapun. Tempat ini sangat bagus untuk golongan penerkam seperti cougar. Mereka dapat dengan mudah melompat dari atas lalu menerkam punggungnya dengan kuku – kuku tajam dan melengkung mereka. Teknik menerkam dari atas tidak bisa dimanfaatkan oleh serigala karena kuku mereka pendek dan tumpul. Lagipula serigala cenderung melukai mangsa secara berkelompok, kecuali KiBum tentunya.
KiBum terus berjalan hingga menemukan sebuah gua kecil di dekatnya terdapat mata air kecil juga. KiBum memasuki gua itu dan memeriksanya. ia memastikan bahwa gua ini yang akan ditempatinya selama tiga hari kedepan. Jika bisa ia akan mengencingi pohon – pohon sekitar sini untuk memastikan ini wilayahnya, tapi ia tak ingin menarik perhatian hewan lain saja.
KiBum melangkah lebih dalam lagi. Ia menemukan sudut yang pas untuk tempat tidurnya. Ia bisa melihat keluar tapi yang diluar tidak bisa melihatnya. Serigala besar itu berbaring meringkuk di tanah. Ia ingin menghabiskan hari pertamanya sebagai lonely wolf sejati dengan tidur. Ia bisa cari makan besok. Lagipula dia bukan ChangMin yang tiap jam harus mengunyah.
Hari kedua KiBum berada di Death Valley. Ia sudah mendengar beberapa lolongan menyerah dari serigala – serigala lain. Sepertinya sudah lebih dari separuh peserta menyerah. Ia belum akan menyerah jika ia belum mendengar lolongan ChangMin. matahari sudah mulai kembali keperaduan. KiBum hanya diam merebah dengan tubuh serigalanya di pinggir mata air. Ia hanya mengamati bagaimana sumber cahaya terbesar dunia itu perlahan menghilang.
KiBum perlahan berdiri. Ia beranjak mendekati sumber air lalu mengambil beberapa teguk air. Serigala besar berwarna hitam itu menatap malas sekitarnya. Ia mulai lapar, tapi ia malas mencari makan. KiBum melemaskan otot – otot lehernya lalu berjalan santai pulang ke guanya.
Tepat di atas tebing seekor cougar menanti KiBum. Ia dengan sabar menanti KiBum masuk dalam daerah serangannya.
KiBum berdiri diam tepat di bawah cougar. Ia mendongak bertepatan dengan kucing besar itu melompat. KiBum hanya diam melihat kuku – kuku tajam dan melengkung kucing itu. KiBum menyambar salah satu kaki cougar itu lalu melemparnya jauh.
Kedua mahluk berbeda jenis itu saling menggeram. Keduanya saling menatap nyalang satu sama lain lalu melompat menerkam. KiBum lebih menancapkan gigi – gigi tajamnya di bahu kucing berwarna coklat itu sementara si kucing menancapkan gigi dan cakarnya sembarangan. Keduanya berkelahi sengit sampai KiBum tiba – tiba membalik tubuhnya. Menggit kuat leher cougar lalu mengkoyak dan mencabiknya hingga kucing seukuran ayahnya itu tewas mengenaskan. KiBum menggeram keras. Ia mengkoyak kuat mangsanya. Ia lapar dan mangsanya sendiri yang datang, bukankah ia sangat beruntung?
-Alpha-
Sementara itu di desa. Tepatnya di rumah keluarga Tan. Sang kepala keluarga hanya bisa menghela napas panjang melihat dua betina yang biasanya tidak bisa diam itu makin tidak bisa diam. HeeChul akan keluar masuk kamar KiBum, sementara KyuHyun sudah keluar sejak pagi dan belum kembali juga sampai sekarang. "sayang, duduklah saja" HanKyung sedang berusaha manis.
HeeChul cemberut, tapi ia tetap duduk di samping suaminya. "kenapa KiBum belum juga kembali?" tanya HeeChul menatap HanKyung cemberut.
"lalu kau ingin dia kalah?" tanya HanKyung sambil meminum tehnya tenang. "di mana Kyu?" tanya HanKyung mengedarkan pandangannya, mencari sosok pucat yang belakangan makin berisik itu.
"dia pergi dengan SungMin dan RyeoWook" jawab HeeChul.
HanKyung langsung melirik horror istrinya. "anak didikmu itu?" tanyanya memastikan. Begitu HeeChul mengangguk HanKyung langsung cemas dengan keadaan KyuHyun, bisa – bisa gadis itu berubah jadi tsundere.
Pintu dibuka. Kyuhyun masuk ke dalam rumah dengan wajah tertekuk. "kenapa Kyu?" tanya Hankyung. Tidak biasanya ia melihat gadis itu diam.
Kyuhyun menghentikan langkahnya. Ia mendengus pelan. "Sungmin menyebalkan" jawabnya.
Heechul melirik suaminya. "memangnya dia bilang apa?" tanya Heechul masih melirik suaminya. Sepertinya Hankyung mulai menerima keberadaan Kyuhyun.
Kyuhyun kembali cemberut. "dia bilang Kibum keren" jawabnya menahan dongkol.
Hankyung tersenyum tipis. Ia dapat melihat api cemburu kecil dari manik sebiru langit Kyuhyun. "bukannya Kibum memang keren?" godanya. Ia mengangkat tinggi dagunya sementara manik hezel itu berkilat nakal.
"iyasih tapi—" KyuHyun buru – buru membekap mulutnya begitu menyadari kerling nakal Hankyung. "papa menyebalkan!" jeritnya kesal langsung menuju kamarnya.
"papa?" Heechul menatap heran Hankyung, dan sepertinya suaminya itu cuek – cuek saja. HeeChul menyandarkan kepalanya di bahu Hankyung. "bahkan ChangMin sudah kembali" gumamnya. Changmin keracunan pada akhir hari ke dua. Sepertinya ia benar – benar menjadi pemakan segala, termasuk jamur Amanita yang beracun.
Hankyung tersenyum kecil. Dikecupnya sayang puncak kepala istrinya. "besok hari terakhir. Tenangkan dirimu dan tidurlah" ujarnya menggendong Heechul ke kamar mereka.
-Alpha-
Paginya semua dikejutkan dengan lolongan SiWon. Beberapa jam kemudian jantan itu kembali ke desa dengan begitu banyak luka di tubuhnya. KyuHyun hanya meringis ngeri melihat semua luka Siwon. Kyuhyun hanya berharap Kibum tidak terluka sebegitu banyak.
Heechul yang melihat keadaan Siwon makin cemas. Siwon yang niat hidup saja berakhir begitu, apalagi dengan anaknya yang tak niat hidup. Heechul menunduk, menatap bayangannya. Ia hanya berharap bayangan cepat menghilang sehingga Hankyung akan melolong, perintah agar Kibum kembali.
Kyuhyun memutuskan pergi ke rumah Changmin. Ia tak tahan gelisah sendirian. "Chwang" panggil Kyuhyun mendapati Changmin berjalan ke arahnya. "Siwon saja seperti itu. Bagaimana dengan Kibum?" gumamnya masih meringis ngeri.
Changmin terkekeh. Ia menepuk kepala Kyuhyun. "kau lupa Kibum itu predator?" tanya jantan kelewat tinggi itu.
"iyasih…. Tapi—"
Changmin mengangkup kedua pipi Kyuhyun. "percaya pada Kibum, Kyu" ujarnya menatap lurus ke manik biru Kyuhyun.
Kyuhyun terdiam sebentar lalu mengulas senyum manis. "tentu saja!" serunya yakin. Keduanya tersentak mendengar lolongan Hankyung, sudah tengah hari rupanya. Kyuhyun hampir berlari ke gerbang desa jika saja tidak mengingat Changmin. "Chwang kau masih pucat" gumamnya mengamati wajah kekanakan temannya nyaris sewarna dengan kulitnya sekarang.
Changmin tertawa kecil. "duluan saja sana" ujarnya berjalan pelan ke kursi. Ia masih pusing.
Kyuhyun menggeleng. "kita tunggu dua jam lagi" ujar Kyuhyun mengambil sebuah apel dan mengupasnya untuk Changmin. "eh, apa kelemahan Kibum?" tanya Kyuhyun.
Changmin mengernyit. Ia berpikir sebentar. "sepertinya tidak—" Changmin tersenyum samar begitu melihat belahan dada Kyuhyun yang sedikit terlihat karena betina putih itu menunduk. "melon, dia lemah dengan melon" jawab Changmin menyeringai nakal.
Kyuhyun mengernyit bingung. "melon?" ulangnya tak mengerti. "memang ada yang menakutkan dari buah itu?" tanyanya. Apanya yang menakutkan dari buah berbentuk bulat berwarna hijau kekuningan itu?
Changmin mengangguk semangat. "Kibum kehilangan banyak darah karena dua melon!" seru Changmin cekikian. Ia ingat saat lomba pertama Kibum datang sangat terlambat dengan wajah pucat dan beberapa bekas darah di bajunya.
"dia dipukul dengan melon?" tanya Kyuhyun memiringkan kepalanya. Seketika wajah Changmin mendatar. Gagal sudah ia mengerjai Kyuhyun. Teman barunya itu terlalu polos sekarang.
Hari sudah menjelang sore dan Kibum baru kembali. Heechul ingin sekali menyambut anaknya namun suami sialannya malah menggeretnya untuk tugas ke pack lain. sehingga Changmin, Kyuhyun dan Kibum dirumah sendirian. Kyuhyun tengah sibuk mengobati luka – luka Kibum, tidak separah Siwon, tapi tetap perlu dirawat.
"kau makan amanita?" tanya Kibum datar diangguki Changmin. "dasar idiot" ChangMin nyaris melayangkan tinjunya ke wajah Kibum jika saja Kyuhyun tak menahan tangannya. "kau makan yang jenis apa?" tanya Kibum menatap sahabatnya yang kini memilih duduk bersebrangan dengannya.
"aku tidak tahu. Aku makan dua kali" jawab Changmin. ia mengambil sebuah jeruk lalu mengupasnya. Ia rasa lama – lama ia akan jadi herbivora jika terus makan tumbuhan.
"kudengar ada jenis yang bisa membuatmu mabuk lalu ereksi berjam – jam" ujar Kibum melirik Kyuhyun yang tampak kaget dengan ucapannya.
Changmin memutar matanya malas. "aku makan yang itu juga" jawabnya mendengus kesal.
"benarkah?" tanya Kibum antusias. Ia memangku dagunya pada telapak tanganya. "jadi bagaimana rasanya ereksi tanpa sebab? Berjam – jam pula" tanyanya terkekeh menjengkelkan.
"kau tahu itu benar – benar menyebalkan Bum. Rasanya tubuhmu benar – benar bergelora ingin menyerang apapun dan sialnya tidak ada apapun yang bisa diserang!" jawabnya kesal tiap mengingat kejadian beberapa hari lalu.
Kibum menyeringai. "jadi siapa yang kau bayangkan? Kau pasti sangat tersiksa tuan Jung" ujarnya menegakan tubuhnya, membiarkan Kyuhyun mengobati dadanya.
"awalnya aku ingin membayangkan Kyuhyun—" ucapan Changmin langsung berhenti begitu Kibum menggeram keras. Ia melirik Kyuhyun yang nampak kaget dan tegang. Entah karena geraman Kibum atau ucapannya. "ya, tapi aku tahu membayangkan Kyuhyun itu bunuh diri. Jadi aku membuat gadis imajinerku saja" lanjutnya tertawa canggung. Ia belum mau mati saja.
Kibum mendengus panjang. "semoga saja kebangganmu itu masih berfungsi dengan baik" gumam Kibum menatap malas arah lain.
Changmin mendecak. "tetu saja masih bisa membuat para betina itu kelimpungan" ujar Changmin bangga.
"kecil begitu apanya yang kelimpungan" gumam Kibum menatap sahabat jangkungnya itu datar.
"hey itu dua puluh tahun lalu. Sekarang punyaku lebih panjang darimu!" seru Changmin tak terima.
Kibum menatap sebal sahabatnya. "punyaku lebih gemuk" balasnya.
Changmin menggeram. Ia berdiri dari duduknya. "mau diadu?" ia mengangkat tinggi dagunya, menantang Kibum.
Kibum ikut terpancing. Ia langsung berdiri dan berjalan hingga hanya berjarak semester di depan Changmin. "Ayo!" ia mengiyakan tantangan ChangMin. kedua sahabat itu semakin berdiri mendekat dan saling melempar tatapan menantang
Buak!
Changmin dan Kibum mengaduh sakit sambil memegangi dahi mereka yang baru saja dibuat berciuman paksa oleh Kyuhyun. "Kyu sakit" ujar Changmin meringis.
"kalian itu melupakan aku ya!? Kalau mau mengadu ular jangan di sini! Aku ini perempuan tau!" jeritnya kesal.
"memangnya siapa yang bilang kau laki – laki?" tanya Kibum masih meringis.
Gigi Kyuhyun bergemlutuk keras. Kyuhyun sudah menduga sebenarnya kalau kemanisan Kibum malam itu hanyalah efek dari serbuk sari white graspery, tapi ia tak menyangka begitu efek itu hilang Kibum jadi makin menyebalkan. "tidak ada sih" jawabnya, tapi ia meninju pipi Kibum keras. Changmin yang melihat temannya terpelanting terbengong sebentar lalu tertawa keras. Kyuhyun makin kesal ia meninju Changmin lebih keras hingga berakhir tersungkur seperti Kibum. "KALIAN MENYEBALKAN!" jeritnya kesal lalu keluar dari kamar Kibum setelah membanting pintunya.
-Alpha-
Seminggu sudah Kyuhyun mendiamkan Kibum dan Changmin. ia lebih memilih berkumpul dengan sungmin dan Ryeowook dari pada sekedar menyapa kedua jantan itu. Hari ini lomba keempat akan dilaksanakan. Lomba mengasuh anak, atau dalam hal ini remaja.
Semua orang berkumpul di lapangan untuk melihat para jantan muda itu mengambil sebuah kertas bertuliskan nama – nama remaja itu. Kibum, Changmin, Kyuhyun, Sungmin dan Ryeowook ada di sana. Tentu saja Kibum dan Changmin sebagai peserta, tapi mereka memilih duduk – duduk dulu bersama ketiga betina cantik dan manis itu. Kibum menguap lebar. "kenapa harus ada lomba seperti ini. Ini kan tugas betina" ia bosan menunggu.
Kyuhyun melirik malas Kibum. "dasar rasis. Tidak ada bedanya antara jantan dan betina" gerutu Kyuhyun.
Kibum kembali menguap. "ada, kau ditusuk aku menusuk" timpal Kibum langsung menghindar dari tangan Kyuhyun yang akan menganiyayanya lagi.
"Bum sebentar lagi giliran kita" ujar Changmin menepuk bahu Kibum lalu berjalan lebih dahulu.
Kibum menggangguk mengerti. Ia melirik Kyuhyun yang lengah lalu mencuri satu cubitan di pipi tembam Kyuhyun. "Kiibumm!" pekik Kyuhyun kesal namun sialnya Kibum sudah berlari menyusul Changmin.
ChangMin memasukan tanganya ke dalam kotak lalu mengambil salah satu kertas. Ia menunjukannya ke semuanya. "Yuta!" serunya lantang.
"yay kakak!" pekik Yuta memeluk Changmin. remaja bersurai abu –abu keperakan itu memang dekat dengan ChangMin.
Kibum mendengus melihat sahabatnya mendapatkan yang mudah. Ia memasukan tanganya ke dalam kotak lalu mengambil sebuah nama. "Mark Lee!" serunya lantang. Siapa itu Mark Lee? Ia tidak mengenal siapaun selain ChangMin sebelum ini.
Tiba – tiba semua orang celingukan. Mereka bergumam dan tampak bingung. "ada apa ini?" tanya Kyuhyun mendekati Kibum dengan Sungmin dan Ryeowook dibelakangnya.
Ryeowook sedikit berjinjit dan melihat sekitarnya. Ia memperhatikan dengan seksama segerombolan remaja yang belum dipilih. "Mark tidak ada" gumamnya.
Sungmin ikut memperhatikan gerombolan itu. "Mark Lee hilang!" serunya membuat kepanikan.
-TBC-
Yep chap 4 up! Jd kmarin Kibum manis karena mabuk aslinya mah nyebelin.
Ternyata nunggu seminggu itu lma jg ya wkwkwk
Berhubung kmarin mlh pada minta senin rabu wolfie putusin ini update tiap senin aja ya
Oh iya untuk beberapa latar tempat dan suasana/? Yang menuliskan nama bunga ato pohon silahkan di search sendiri klo mau lebih ngeh/? Seperti silver dusty miller dan patrea. Tapi ada beberapa yang imajinasi saya sendiri.
^REVIEW_JUSEYO^
