Tittle :Naruto The Shinigami of Uzumaki
Disclaimer : Naruto bukan milik Saya ,tapi milik Masashi Kishimoto ,cerita punya saya xD.
Pairing : Masih Rahasia xD
Rated : T and M for save.
Genre : Adventure,Fantasy ,Romance ,Etc.
Summary :Uzumaki Naruto anak seorang Hokage yang dianggap aib, karena tidak memiliki sistem Cakra sebagaimana anak-anak lainnya. Dia memiliki dua Kekkei Genkai Legendaris Uzumaki. Zanpakutou dan Me no Hikari. Strong!Naru, Smart!Naru.
Warning : OOC, Gaje ,Typo (Mungkin) , Etc.
Lama tidak berjumpa semua. Lebih dari 7 bulan str0m pergi dari FFn ini. Dan balik lagi buat menyesaikan Fanfic ini. Dan ternyata banyak yang berubah disini. str0m tidak mau menyebutkan satu persatu karena seperti menghina orang lain.
Oke kini kita bahas tentang Q&A.
Q:Apakah Naruto bisa pakai topeng Hollow?
A: Mungkin akan str0m pikirkan. Namun str0m juga minta pendapat untuk topeng Hollow tersebut.
Q:Apa Naruto punya kelemahan?
A: Kelemahan tersebut ialah stamina Naruto. Mungkin kalau sekarang terlihat Godlike ataupun Overpower. Namun semua itu hanya kebohongan belaka. Sebenarnya setelah bertarung dengan Kakashi ,Minato serta Jiraya, Naruto ,sudah kelelahan dan kehabisan stamina tapi terlihat baik-baik saja kan?
sebab, akan ada efek sampingnya. Efek tersebut akan terungkap di chapter 6.
Q:Pairingnya Narux? siapa?
A:Untuk Pairing tinggal reader mengikuti alurnya saja. Mungkin sedikit mengecewakan, namun sepertinya itu pilihan terbaiknya. Dua pair untuk Naruto dan tebak saja siapa mereka.
Q:Apa nanti saat diperjalanan mengembara Naruto akan mendapatkan teman yang ikut mengembara?
A:Sepertinya tidak. Sebenarnya ingin ,sudah banyak alur yang seperti itu di fic" lain. Jadi Gomen.
Q:Apa naruto akan ketemu ichigo, renji dan rukia?
A: Tidak. Fic ini hanya Slight dari Bleach saja. Bukan Main Chara nya.
Q:Apa naruto akan membantu pasukan rebellion?
A: Sepertinya tidak memungkinkan. Berhubungan alur tersebut sudah dipakai di fic" lain yang sudah str0m baca. Jadi str0m ingin buat alur yang beda, sama cerita boleh namun harus beda alur juga.
Sekian dulu untuk Q&A nya.
Terima kasih buat:
Ashura naruto sannin,Namikaze Sholkhan,Luca Marvell,BlueFlash99 ,Esdeath - Sama, , .5,Pain Tendou ,Neko Twins Kagamine,KN-Yami,2nd silent reader,ramlimuhammad11, , .58,Dark Namikaze Ryu,Ae Hatake, 'S ,agustatsumi , .779 ,monkey D nico,Dragon warior,DarkYami Kugamawa ,Nyx no Kaze,leontujuhempat,Nanase Akira,yudhabooyz ,Fran Fryn Kun,uzuuchi007,uzuuchi007, ,mitsuka sakurai,Azriel Longinius,m. ,reyvanrifqi , .Emperor97, .5473894 ,Yuzuru Nao,Yuzuru Nao , , ,alta0sapphire ,Motochika Chokosabe , 7x,Namikaze Ichza,Reikai Eran ,Naminamifrid,NMO , ,juan matheus asarya,Visarado doang, ,m. ,Antoni Yamada ,gunawanuzumakinamikaze , ,Saikari Nafiel,Nokia 7610,nanaleo099, .18 ,Ms. NaruHina,REVANOFSITHLORD, , ,The KidSNo OppAi,kirigaya dragneel,dianrusdianto39 ,Shiba Miyuki .
udah Review dichapter sebelumnya. Maaf ya tidak str0m sebutkan.
Happy Reading ^_^
Dikedai Ramen Dua orang sedang menunggu pesanan makanan mereka disebuah kedai ramen dipinggir desa. Terlihat mereka sedang berbincang-bincang membicarakan sesuatu.
"Jadi kau pergi dari Konoha untuk pergi mengembara Naruto?" Tanya salah satu pria paruh baya berambut putih panjang A.K.A Jiraya.
"Ya begitulah, aku ingin mengenal dunia ini dengan pergi mengembara keluar desa." Jawab bocah berumur 12 tahun berambut merah jabrik, Uzumaki Naruto.
"Dan aku mengerti kenapa Kaa-san mengijinkanku pergi." Lanjut Naruto sambil melihat seorang pelayan membawakan pesanan mereka.
"Silahkan meningkati hidangan kami." Ucap pelayan tersebut setelah meletakkan pesanan Naruto dan Jiraya diatas meja.
"Makanlah dulu, setelah itu kau harus bercerita tentang mata kiri dan dua pedang mu itu gaki." Ujar Jiraya sambil mendekatkan pesanannya untuk dimakan dan Naruto hanya mengangguk serta mulai memakan hidangan ramen pesanannya.
Setelah acara makan dikedai ramen selesai. Naruto dan Jiraya pergi dari kedai tersebut menuju hutan didekat desa tersebut.
"Baiklah, sekarang jelaskan tenang yang aku bicarakan tadi dikedai." Ucap Jiraya menunggu menjelasan tentang kekuatan Naruto.
Mengela nafas dan akhirnya Naruto menjelaskan.
"Kau melihat Mata kiriku ini kan." Ucap Naruto sambil menujuk mata kirinya.
Jiraya mengangguk.
"Ini adalah salah satu Kekkei Genkai ku selain dua pedang yang berada dipunggungku." Ujar Naruto sambil menunjuk Zanpakutou yang berada dipunggung dengan jempolnya. #Kenapa gak telunjuk autor-san? , Kalau telunjuk terlalu aneh buat str0m :D , Reader pada sweetdrop. Back to Story...
"Menarik sekali kau punya dua Kekkei Genkai sekaligus Naruto." Ucap Jiraya kagum pada Naruto karena memiliki 2 Kekkei Genkai.
"Tapi aku tidak pernah mendengar tentang Kekkei Genkai mu tersebut Naruto. Bisa kau jelaskan?" Tanya Jiraya penasaran karena tidak pernah mendengar atau melihat Kekkei Genkai milik Naruto.
"Karena Kekkei Genkai milikku tidak ada yang pernah membangkitkannya kecuali dia seorang Uzumaki sejati." Ujar Naruto menjelaskan tentang Kekkei Genkai tersebut. Jiraya mulai mengerti atas penjelasan yang Naruto lontarkan.
"Tapi mengapa Kushina tidak memiliki Kekkei Genkai tersebut? Padahal dia juga seorang Uzumaki sejati seperti mu Naruto." Naruto hanya mengela nafas saat mendapat berbagai pertanyaan ari Jiraya.
"Hanya orang yang tidak memiliki cakra atau sistem cakra bisa membangkitkan Kekkei Genkai tersebut." Jawab Naruto dan Jiraya mulai mengangguk kembali tanda mengerti.
"Apa ada yang ingin kau tanyakan lagi Ero-sennin?"
"Tidak. Hanya satu yang ingin aku ketahui Naruto." Ucap Jiraya dengan menyiapkan kuda-kuda layaknya seperti ingin bertarung.
"Menguji Kemampuanmu." Lanjutnya dan langung melesat menyerang Naruto dengan Taijutsu tanpa memberi waktu bagi Naruto untuk bersiap.
DUK DAK DAK
Pertarungan Taijutsu antara Naruto dan Jiraya beradu seimbang. Merasa bertarung dengan Taijutsu percumah, Jiraya mundur dan menyiapkan sebuah bola spiral ditangan kanannya.
"RASENGAN"
DUAR
Serangan Rasengan Jiraya menyebabkan kumpulan asap di area Naruto berdiri. Setelah kumpulan asap itu sedikit menghilang, Jiraya hanya menghela nafas. Karena serangannya tidak mengenai tubuh Naruto ,melainkan tanah yang dipijak Naruto tadi.
"Well Gaki, kecepatanmu sangat menajubkan. Bahkan melebihi Hiraishin Minato." Puji Jiraya sambil membalikkan badannya untuk melihat sosok Naruto.
"Terima kasih atas pujiannya Ero-Sannin." Ucap Naruto sambil mengambil dua Zanpakutou nya yang berada di belakang punggung.
"Sekarang giliranku."
WUS TRANK WUS TRANK WUS
Naruto menyerang Jiraya dari sudut manapun. Dirinya muncul dan menebas bagian yang ingin dia serang dan detik berikut nya berganti dibagian yang Naruto selalu berhasil ditangkis oleh Jiraya menggunakan Kunai.
Namun Jiraya menyadari bahwa Naruto bukan sekedar menyerang dirinya dengan mempercepat kecepatannya. Naruto sedang mencari celah di saat Jiraya lengah dan disaat itu dia mulai menyerang titik tersebut.
'Sial, Naruto tidak memberiku waktu untuk bergerak.' Runtuk Jiraya menerima serangan bertubi-tubi dari Naruto tanpa henti. Walaupun Jiraya seorang dari Tiga Sannin lengendaris. Dirinya dapat terpojok oleh serangan dengan kecepatan seperti itu. Jiraya mulai mengetahui dimana Naruto akan menyerang dirinya .Dan disaat dirinya menyadari
Naruto akan menyerang dari arah samping kiri.
Jiraya mulai membuat bola spiral berwarna biru ditangan kanannya dan menghantamkan sosok yang akan muncul di samping kirinya.
JLEB
Serangan Jiraya tidak berhasil mengenai Naruto. Malahan dirinya tertusuk oleh pedang hitam milik Naruto yang berada di tangan kanan.
BOFF
Tubuh Jiraya menjadi sebatang pohon yang sebelumnya tertusuk Zanpakutou Naruto.
'Kawarimi.' Gumma Naruto dalam hati.
Naruto tidak kaget jika Jiraya menggunakan Kawarimi untuk menggantikan tubuhnya yang tertusuk. Dia tahu bahwa Jiraya tidak akan semudah itu terkena serangan miliknya.
TAP
"Kemampuan Kenjutsu mu sangat hebat Gaki." Ucap Jiraya yang sudah turun dari atas pohon.
"Ku akui ,kecepatanmu sangat cepat dan membuat ku terpojok saat itu." Lanjut Jiraya bejalan ke arah Naruto.
Naruto pun kembali meletakkan dua Zanpakutou nya dibelakang punggung. Jiraya mengajak Naruto membeli minuman karena lelah dengan pertarugan tadi. Berjalan mencari minum sambil berbincang tentang pengalaman dirinya pergi mengembara. Termasuk membuat Novel Hentai miliknya.
[str0m jadi pengen baca itu Novel buatan Jiraya :D #Plak . Dasar Author Mesum]
Sampai disebuah kedai, Naruto dan Jiraya masuk kedalam kedai tersebut. Alangkah terkejutnya Naruto serta Jiraya menemukan sosok yang mereka kenal. Yaitu Tsunade.
"Tsunade!"
"Ji-Jiraya?!"
Jiraya tak percaya bisa bertemu dengan Tsunade dikedai makanan tersebut. Sementara Naruto melihat penampilan Tsunade yang sekarang hanya menggelengkan kepalanya.
"Baa-chan dari dulu memang tidak berubah sama sekali." Ucap Naruto dan Tsunade pun mengalihkan perhatiannya kepada Naruto yang berdiri di samping Jiraya.
"Naru-chan?!" Balas Tsunade sambil berjalan mendekati Naruto.
"Ittaa!"
Sebuah teriakan kecil dari mulut Naruto karena keduan pipinya di cubit oleh Tsunade.
"Kau masih saja menggemaskan Naru-chan, hehe." Ucap Tsunade setelah mencupit kedua pipi Naruto.
"Naru sudah besar Baa-chan!" Naruto memanyunkan bibirnya tanda dia tak setuju oleh perkataan Tsunade.
Jiraya,Naruto serta Tsunade pun makan di kedai tersebut sambil mendengarkan penjelasan Naruto pergi dari Konoha karena ingin mengembara. Walau Tsunade tak setuju jika cucu kesayangannya pergi mengembara seorang diri.
Namun Jiraya menyerahkan sebuah kertas yang berisi tentang tugas yang diberikan Kushina untuk menemani Naruto selama dia mengembara.
"Lalu dimana Shuzune dan Karin?" Tanya Jiraya sambil memakan pesanannya.
"Mereka aku suruh untuk membeli bahan makanan untuk nanti makan malam." Balas Tsunade sambil meminum sake nya.
"Siapa itu Karin Baa-chan?" Tanya Naruto karena tidak tau siapa itu Karin.
Setahunya, hanya Shuzune saja yang selalu bersama Tsunade ketika dia pergi dari desa Konoha.
"Jiika Naru-chan ingin tau datang saja nanti pas makan malam di apartemen Baa-chan." Ucap Tsunade.
"Aku harap dia perempuan." Ujar Naruto sambil memakan makanannya.
"Kenapa kau berpikir seperti itu? Naru-chan." Tanya Tsunade setelah meneguk sakenya.
"Entahlah Baa-chan." Jawab Naruto setelah menaikkan kedua bahunya.
Suasana menjadi hening ketika Tsunade berhenti bertanya pada Naruto. Hingga botol sake milik Tsunade habis diminum olehnya.
"Baiklah. Jika Naru-chan penasaran dengan Karin. Datang saja ke apartement Baa-chan." Ujar Tsunade sambil berdiri pertanda ia sudah selesai dengan acara meminum sakenya.
"Kalau tidak tahu alamat apartement Baa-chan. Tanya saja pada Jiraya." Lanjut Tsunade berjalan pelan kearah pintu kedai tersebut.
"Dan Jiraya. Jangan lupa membayar minumanku." Sebuah senyuman manis kini diberikan oleh sosok yang ada disamping Naruto alias Jiraya. Dan pergi meninggalkan kedai makanan dan minuman tersebut.
Jiraya yang melihat senyum manis Tsunade sampai mimisan mengeluarkan darah dari kedua lubang
BRUAK
"Senyumannya itu. Seperti surga dunia." Ucap Jiraya dengan darah yang masih keluar dari hidungnya.
Dan untuk Naruto, hanya menggelengkan kepala karena dikerjai oleh Tsunade.
"Tuan ini total pembayarannya." Ujar salah satu pelayan yang menghampiri Naruto dan Jiraya. Dan menyerahkan nota pembayaran semua hidangan yang disajikan.
Berdiri dan membernarkan posisi jatuhnya. Jiraya menatap tajam jumlah yang tertera dalam nota tersebut.
"Kau pasti bercanda." Gumma Jiraya tanpa menoleh dari nota itu.
"A-ada yang sa-salah tuan?" Tanya pelayan tersebut sedikit takut jika ada kesalahan.
"Aku hanya memesan dua makanan ringan saja. Tapi kenapa jumlah yang tertera disini banyak sekali." Lanjut Jiraya dan menatap tajam pelayan tersebut hingga ketakutan.
"Bu-bukannya no-nona tad-di memin-minta anda un-ntuk mem-membayarkan mimi-minumannya tu-tuan?" Jawab sang pelayan terbata-bata karena takut akan tatapan dari Jiraya.
"Sebenarnya, Baa-chan mengerjai mu Ero-sannin. Dia memberikan senyum manis tersebut padamu agar kau yang membayar semua tagihan minuman sakenya." Terang Naruto menjelaskan cukup panjang lebar pada Jiraya.
"Ja-jadi?" Kini Jiraya sedikit berkeringat mendengar penjelasan dari Naruto. Melirik pelan kearah nota yang ia pegang untuk melihat lagi total yang harus Jiraya bayar.
"SIALAN KAU NENEK TUA!" Teriak Jiraya sampai terdengar oleh Tsunade walau sudah jauh dari kedai tersebut.
.
,
.
,
"Rasanya aku terlalu kejam pada Jiraya." Gumma Tsunade sebari berjalan santai menuju apartementnya.
"Tapi sedikit-sedikit mengerjainya supaya tidak menggodaku lagi, hihi." Lanjut Tsunade sambil terkekeh karena mengerjai Jiraya untuk membayar semua tagihan minuman dikedai tadi.
"Sebaiknya aku segera kembali sebelum Shuzune dan Karin tiba."
Sementara dengan Naruto dan Jiraya
Kini terlihat Jiraya No Gama Sennin kita berjalan dengan lesu. Bagaimana tidak lesu? semua kertas(uang) dalam dompetnya terkuras habis karena membayar semua tagihan makanan mereka serta beberapa botol minuman sake.
Mungkin karena pesona Tsunade. Jadi Jiraya tak menyadari ucapannya Tsunade sewaktu keluar dari kedai tersebut. Mengkrutuki nasibnya sambil mengoceh tidak jelas dan menyalahkan semuanya pada Tsunade.
"Kenapa? Kenapa aku bisa tertipu dengan nenek tua sialan itu?" Ujarnya untuk sekian kalinya. Naruto yang mendengar tersebut hanya mengehela nafas.
"Hah~Walau kau seorang Shinobi yang kuat dan berwibawa. Tapi kenapa didepan semua wanita, kewibawaanmu jadi hilang Ero-sennin."
Jiraya tidak menanggapi perkataan Naruto karena itu hanya memulai perdebatan diantara mereka. Dalam Perjalanan yang entah kemana mereka saling diam. Sampai akhirnya, Naruto berkata.
"Hey Ero-sennin." Panggil Naruto.
"Nani?"
"..." Naruto hanya memasang muka datar saat Jiraya menoleh namun dengan raut wajah lesu.
"Berhentilah memasang raut wajah seperti itu. Aku ingin berkeliling kota ini sebelum ke apartemen Tsunade Baa-chan." Ucap Naruto karena tertarik berkeliling kota mencari sesuatu.
"Terserah kau lah Gaki." Jawab Jiraya seadanya.
"Daripada melihat kau lesu. Kenapa tidak pergi ke Onsen saja, Ero-sennin?" Naruto memberikan saran agar Jiraya kembali dengan wajah bodohnya.
"Kenapa aku tidak kepikiran daritadi?" Jiraya mengepalkan tangan kanan dan menepuk telapak tangan kirinya. Naruto memiliki firasat buruk tentang ini.
"Lebih baik kau ikut aku saja Gaki. Kita akan melihat keindahan sebuah karya dari Kami-sama." Tawar Jiraya sambil memamerkan wajah mesum miliknya.
'Dia kembali bersemangat hanya karena Onsen. Pasti dia akan mengintip lagi.' Batin Naruto setelah melihat senyum mesum Jiraya.
"Tidak, terima kasih. Aku ingin berkeliling mencari peralatan senjata. Siapa tahu ada yang menarik buatku." Tolak Naruto.
"Baiklah kalau begitu. Tapi tunggu dlu."
Jiraya mengeluarkan sebuat kertas putih dan pena. Dia menulis alamat apartement Tsunade. Dan menyerahkannya pada Naruto.
"Bila kau ingin ke apartement Tsunade, ini alamatnya. Dan jika aku terlambat saat makan malam, jawab saja sedang melakukan penelitian. Kau mengerti Gaki?" Jelas Jiraya dan berjalan meninggalkan Naruto sendiri disitu.
.
,
.
,
Naruto berjalan menyusuri kota sambil melirik kanan dan kiri mencari sebuah toko peralatan senjata. Yang ia lihat di samping kanan dan kiri adalah para pedangan yang menawarkan barang dagangannya kepada pengunjung disitu.
Sampai akhirnya, Naruto menemukan toko yang ia cari. Toko yang lumayan besar dan banyak pengunjung berdatangan disitu. Tanpa menunggu lama, Naruto pun masuk kedalam toko tersebut.
'Su-Sugoi.' Naruto tertakjub melihat isi dari toko tersebut. Banyak peralatan-peralatan senjata dari yang terbesar sampai terkecil.
"Selamat datang tuan. Bisa saya bantu tuan mencari apa?" Sapa dan Tanya pelayan toko tersebut.
"Ah..." Naruto sedikit kaget saat pelayan toko menyapanya.
"Maaf membuat anda kaget tuan." Ujar sang pelayan meminta maaf.
"Ti-tidak apa-apa. Hanya saja tadi saya sedikit takjub dengan toko ini." Naruto hanya melambaikan tangan kirinya pertanda dia tak masalah.
"Tuan mencari apa? Atau ingin memesan sesuatu?" Tawarnya pada Naruto.
"Aku hanya ingin melihat-lihat katana disini. Mungkin kalau tertarik, aku akan membelinya." Jawab Naruto sebari melihat dimana tempat senjata katana.
"Oh katana tuan? Ada disebelah sana." Tunjuk sang pelayan pada sudut kiri toko tersebut.
"Ah terima kasih."
Setelah itu Naruto menuju tempat yang ditunjuk oleh sang pelayan toko tersebut.
.
,
"Shuzune Nee-chan, Karin mau mampir ke toko disana dulu." Ujar Karin yang sedang bersama Shuzune. Gadis dengan bersurai merah sepunggung, mata merah ruby, memakai kacamata hitam. Serta Uzumaki yang selamat dari tragedi pembantaian tiga desa beberapa puluh tahun silam.
Karin dan Shuzune baru selesai berbelanja, untuk kebutuhan keseharian mereka. Hingga akhirnya, Karin melihat sebuah toko yang berada tidak jauh dari mereka berdua.
"Baiklah. Tapi jangan terlalu larut saat pulang ke apartement. Paling tidak sebelum jam makan malam. Kau tau sendiri 'kan, Tsunade-sama sering marah jika kau pulang larut." Ucap Shuzune.
"Arigatou Shuzune Nee-chan. Karin janji tidak akan telat lagi." Menyerahkan barang belanjaannya kepada Shuzune dan berjalan menuju toko tersebut.
"Selamat datang. Mau mencari apa nona?" Ucap pelayan toko.
"Ano, apa disini ada sebuah katana?" Tanya Karin.
"Silahkan nona kesana. Dan selamat berkunjung." Setelah sang pelayan menunjukan tempat katana. Karin langsung menuju ke tempat tersebut.
,
.
"Hah~" Hela Naruto ketika melihat-lihat katana di toko peralatan senjata.
Entah kenapa Naruto tidak menemukan barang yang menarik untuk dirinya. Sudah tiga kali dia mondar-mandir di tempat senjata katana, namun tidak ada yang menarik.
"Katana disini sama saja. Apa tidak ada yang menarik di toko ini?" Ujar Naruto sebari meletakkan katana yang ia ambil.
"Hum?" Kali ini Naruto bergumma ketika melihat sebuah katana yang tidak jauh dari posisinya berdiri.
Sebuah katana berganggang hitam dengan panjang -+ 56cm. Tidak lupa dengan sarung katana dibawahnya. Berwarna hitam dengan gambar aksen naga merah ditengahnya. Dan jangan lupa, sebuah berlian merah ruby dibagian pembatas. Menambahkan keunikan tersendiri bagi katana tersebut. Katana tersebut ditempatkan dalam kaca terkesan berbeda dari lainnya.
Tanpa menunggu lama, Naruto segera menghampiri katana tersebut. Melihat dari ganggang sampai ujung katana, Naruto hanya bisa terpana dengan keunikan tersebut. Hingga akhirnya, pelayan toko tadi menghampirinya.
"Sepertinya anda tertarik dengan katana ini tuan?" Tanya sang pelayan.
"Ya. Katana seperti ini yang saya cari sedari tadi." Jawab Naruto tidak menoleh dari katana tersebut.
,
.
"Adu~uh. Kenapa tidak ada yang bagus sih disini." Karin hanya bisa bergumma seperti itu karena tidak mencari barang yang ia cari.
"Padahal, aku berharap akan ada katana bagus disini. Ternyata tidak, hah." Lanjutnya sambil menghela nafas.
Baru ingin pergi dari toko tersebut. Tanpa sengaja, mata Karin menangkap sebuah katana berganggang hitam dengan berlian merah di bagian pembatas. Dan tidak lupa dengan dua orang yang sedang berbincang-bincang didekat katana tersebut.
'Sepertinya mereka sedang berunding harga.' Batin Karin ketika melihat mereka.
,
.
"Ayolah, 800 ribu yen saja. Uangku hanya segitu." Pinta Naruto pada pelayan yang sedang berunding harga dengan dirinya.
"Maaf tuan. Katana ini sangat langka. Jadi, bila tuan ingin membawa pulang katana tersebut. Tuan harus membayar 1,1 juta ribu yen." Tolak sang pelayan karena Naruto menawar harga dibawah yang seharusnya.
"Atau tuan ingin bertukar dengan dua pedang yang ada di punggung anda." Kali ini pelayan tersebut menawarkan pertukaran pada Naruto.
"Nani?"
"Menukan katana itu dengan pedangku? Jangan Harap. Aku tidak akan menjual pedang ini kepada siapapun. Walau dengan harga tinggi, aku tetap tidak akan menjualnya!" Dan kali ini giliran Naruto menolak tawaran yang diajukan pelayan tersebut dengan nada yang sedikit tinggi.
"Jadi, tidak bisakah anda menurunkan harga katana tersebut?" Tanya Naruto kembali memastikan.
"Maaf tuan. Saya tidak bisa."
"Arggh! Ya sudah aku beli dengan harga segitu." Karena frustasi, akhirnya Naruto mengambil uang tabungan yang berada di bawah sepatu miliknya.
"Baiklah saya ambil kunci kaca ini dulu, permisi." Pelayan itu pun pergi untuk mengambil kunci kaca tempat katana itu disimpan.
"Pelayan sialan. Tabunganku jadi berkurang." Naruto hanya bisa memelas ketika melihat tabungan miliknya berkurang. Entah tabungan itu untuk apa dia simpan, namun Naruto selalu ingat perkataan Kaa-san nya.
Menabunglah sebanyak-banyaknya.
Itulah kata Kushina. Yang sebenarnya Naruto tidak tahu maksudnya.
str0m juga gak tahu #asalngomong . Plak Plak Plak . WOI! salah gua apa ampek lu mukul kepala gua yang kece, menawan,dan ganteng ini? . 'PD banget ni author' makanya jangan asal nyeplos ngomongnya, kalau enggak tau ya udah 'Sensi banget ni author'. terserah gua keles, fic" gua cerita" gua tulisan" gua otak" gu- . GETSUGA TENSHOU #Author langsung tepar. Author gila ,lu enggak liat gua mau beli katana tadi? malah lu potong buat yang kayak beginian, gua tebas tewas-tewas lu. Pffftt . enggak usah ketawa lu, mau gua tebas kyak dia #sambilnunjukauthoryangsedangtepar . #geleng-geleng kepala. bagus, thor lanjutin lagi ceritanya. author aja lu tebas ampek TEPAR Naruto. eh? gua lupa , aduh gimana ini #mondarmandirgakjelas. DUAK . terima pembalasan dari gua. #yanglainmalahcengosemua. yuk balik lagi.
"Ano, permisi." Ucap seseorang dari belakang Naruto.
"Ya, Ad-" Naruto tidak sempat menyelesaikan perkataannya saat melihat sosok yang ada di belakangnnya.
'Rambut merah, mata merah ruby, memakai kacamata, cantik, manis dan dan dan seperti Kaa-san.' Itulah apa yang Naruto pikirkan setelah melihat sosok tersebut.
Sementara yang ditatap hanya memiringkan kepalanya. Bergeser kesamping, Naruto tepat menatapnya.
'Ini orang aneh benar ya.' Batin sosok tersebut ketika ditatap Naruto seperti itu.
Namun ada keganjalan di pikirannya. Warna rambut yang sama serta mata merah ruby. Dia sempat berpikiran bahwa Naruto adalah seorang yang berasal dari desa yang sama. Sebelum memastikan apa yang dia pikirkan, dia bertanya pada Naruto.
"Apa kau seorang Uzumaki?" Tanyannya pada Naruto.
Lamunan Naruto sempat buyar ketika sosok tersebut bertanya padanya.
"Kau bertanya apa nona?" Sosok itu hanya menghela nafas dan mengulang lagi pertanyaannya.
"Hah~. Apa kau seorang Uzumaki?" Tanya sosok tersebut kembali.
Naruto terkejut ketika sosok tersebut menebak nama marganya. Namun ia merasa ada keganjalan dari pertanyaan tersebut. Bertanya dengan nada berharap. Ya berharap.
"Apa yang membuatmu berpikir bahwa aku adalah seorang Uzumaki nona?" Kini giliran Naruto pada sosok tersebut.
"Mudah saja. Rambut merah mu serta mata ruby. Sama seperti milikku." Jawabnya sambil menunjuk rambut dan bola mata Naruto.
"Bukannya seorang Uzumaki memiliki rambut merah lurus dan panjang? Dan lihat aku, rambutku saja tidak berwarna merah sepertimu. Serta tidak lurus dan panjang, melainkan jabrik." Sosok tersebut tersendak atas apa yang Naruto utarakan.
'Benar juga. Kalau dilihat seksama, dia tidak seperti Uzumaki lainnya. Namun...' Kini Sosok itu mulai meneliti penampilan Naruto dari bawah hingga atas.
Sampai di bagian mata kiri Naruto. Sosok tersebut menyipitkan matanya dan maju dua langkah agar dapat melihat dengan seksama. Sebuah tato berwarna merah seperti simbol.
'Simbol i-itu. Ja-jangan- Ja-Ja-ngan.' Kini dia terkejut setelah melihat dengan seksama dan teliti tentang tanto di mata kiri Naruto. Dirinya baru mengingat bahwa itu adalah simbol yang tergambar di buku sejarah 'Uzumaki' sewaktu ia membacanya.
"Sim-simbol It-itu." Ucapnya terbata-bata hingga Naruto memiringkan kepala pertanda ia bingung.
"Kenapa dengan simbol nona? Dan simbol apa yang kau maksud?" Tanya Naruto karena tidak mengerti kenapa sosok yang ada didepannya berbicara terbata-bata.
"Simbol itu adalah..."
TBC
Akhirnya selesai juga chapter 4.
Menurut kalian bagaimana tentang chapter kali ini? Bosen? Jelek? Typo (kuharap enggak)?Word kurang panjang?
Di chapter depan str0m akan mengungkap tentang apa simbol yang di maksud sosok tadi. Dan pasti sosok tadi reader sudah tau kan?
Dan coba tebak. Apa arti simbol dari mata kiri Naruto?
Bagi yang masih penasaran ,silahkan tinggalkan kritik dan saran di bawah pojok kanan ini. Ataupun PM ke str0m
See you Next Chapter 5...
.
,
.
,
.
,
.
[A/N: Dalam pengerjaan chapter depan akan menghabiskan sekitar 2 mingguan karena penjelasan tentang simbol di mata kiri Naruto. Jadi kasih pendapat yang bagus agar dapat di olah menjadi ide di fic ini.]
