Chapter 3

Sebuah mobil mewah berwarna merah berhenti tepat di depan pintu masuk sebuah gedung pencakar langit di kota Seoul tak lama setelah itu keluarlah namja bertubuh tinggi tegap dan memiliki wajah yang sangat tampan dari dalam mobil tersebut dan langsung masuk ke dalam gedung tersebut yang berjalan dengan angkuhnya namun hal itu tak mengurangi pesona sang namja. Semua karyawan terutama karyawan yang bergender yeoja menatap takjub kepada namja tersebut,bagaimana tidak dia datang ke kantor tersebut dengan seragam yang masih melekat di badannya karena setiap hari setelah pulang sekolah dia akan bekerja di perusahaan sang appa meskipun dia masih sekolah. Di perusahaan tersebut dia akan bekerja di bagian direktur yang nantinya akan menjadi presiden direktur menggantikan sang appa karena dia merupakan pewaris tunggal kerajaan bisnis terbesar di Asia . Dia sudah belajar tentang bisnis sejak dia masih duduk di bangku junior high school tanpa dipaksa oleh orang tuanya dan memang pada dasrnya dia adalah seorang namja yang sangat jenius.

Di sepanjang jalan setiap karyawan yang berpapasan dengannya akan menunduk hormat kepadanya. Dia masuk ke dalam lift yang khusus dipakai oleh sang direktur dan presdir untuk menuju ke lantai 15 gedung tersebut. Setelah sampai di lantai yang dituju dia langsung keluar dari lift dan menuju ruangannya yang disambut dengan hormat oleh sang sekretaris, tanpa menjawab sambutan sang sekretaris bahkan tersenyum puun tidak dia langsung masuk ke ruangannya dan meninggalkan sang sekretaris yang hanya bisa menghela napas saja karena sudah mengetahui tabiat atasannya. Namja itu pun duduk dengan tenang dan memeriksa beberapa dokumen di meja yang di atasnya terdapat papan nama bertuliskan "Direktur Jung Yunho". Ya namja tersebut adalah namja bernama Jung Yunho yang setiap kali di sekolah hanya membuat kekacauan berbeda sekali ketika dia sudah duduk di belkang meja tersebut, dia akan sangat serius membaca semua dokumen yang harus dikerjakannya dengan memakai kacamata bacanya yang menambah ketampanannya.

Tok tok tok

Bunyi ketukan pintu ruangannya membuatnya sedikit mengalihkan dokumen yang dibacanya.

"masuk"ucapnya dingin.

Sang sekretaris pun masuk dan membungkuk hormat.

"sajangnim hari ini anda ada meeting dengan perusahaan Go jam setengah empat di restoran Bolero"ucap sang sekretaris bernama Hyorin.

"ehm baiklah dan segera persiapkan berkas – berkas yang diperlukan"ucap Yunho tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen yang sedang dipegangnya.

"baik sajangnim saya permisi"

Setelah sang sekretaris keluar dari ruangannya Yunho langsung beranjak menuju sebuah ruangan yang kecil yang berada di dalam ruangannya yang di dalamnya terdapat kamar mandi dan almari untuk menyimpan pakaian ganti ketika akan menghadiri meeting dengan rekan bisnisnya. Setelah melakukan ritual membersihkan diri dan mengganti seragam tadi dengan setelan jas yang menambah ketampanannya. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 03.30PM dia langsung ke luar dari ruangannya dan di belakangnya diikuti Hyorin yang membawa berkas – berkas yang diperlukan. Semua karyawan menatapnya dengan pandangan takjub karena melihat sang direktur yang tampak dewasa dan berwibawa meskipun masih diusia sekolah. 20 menit kemudian mereka sampai di restoran Bolero,tempat untuk meeting dengan perusahaan Go. Ketika dia masuk semua mata tertuju padanya dan dapat didengarnya bisik – bisik kagum yang dilakukan para yeoja yang ada di dalam namun dia tak peduli dengan itu dan tetap memasang wajah datarnya. Setelah itu dia dan sekretarisnya masuk ke sebuah ruangan VIP yang sudah dipesannya.

"selamat datang tuan Jung silahkan duduk"ucap seorang pria paruh baya kepda Yunho,presdir dari perusahaan Go.

Tanpa menjawab Yunho langsung duduk dihapan yang diikuti oleh sekretarisnya dan mereka langsung membahas kerjasama yang akan dilaksanakan.

"saya benar – benar kagum dengan kejeniusan anda dalam memasang strategi yang akan digunakan nanti meskipun anda masih sekolah"puji setelah mendengar usul yang diberikan oleh Yunho.

"terimakasih"ucap Yunho singkat.

"ehm kalau boleh saya tahu anda sekolah dimana?"tanya .

Drtdrtdrtdrt

Sebelum pertanyaannya dijawab Yunho ponsel bergetar dan menandakan ada panggilan masuk.

"yeobseo"

"..."

"appa di restoran Bolero"

"..."

"baiklah appa tunggu"

"..."

"ne"

Klik

"maaf tuan tadi putri saya menelepon"

"tidak apa – apa"

"kapan proyek ini dilaksanakan?"

"lebih baik dilaksanakan bulan depan saja"

"kalau begitu saya akan mengurus semua yang diperlukan"

Tak berapa lama pintu ruangan tersebut terbuka dan nampak seorang yeoja berambut panjang yang masih memakai seragam sekolahnya masuk ke ruangan tersebut.

"anyengohaseo"

"anyeonghaseo"balas Hyorin karena sang atasan tak menjawab.

"oo Yunho kenapa kau disini?"

"hei Ahra jangan berbuat tidak sopan terhadap tuan Jung"

"kenapa appa? Dia ini teman satu sekolahku"ucap yeoja tersebut yang bernama Go Ahra.

"apa itu benar tuan Jung?"

"ne"

"saya tak menyangka jika putri saya satu sekolah dengan anda"

"dia namja yang aku sukai appa"bisik Ahra kepada sang appa sehingga yang mendengar hal tersebut hanya appanya appa hanya mengangguk – anggukkan kepalanya seolah mengerti maksud sang putri.

"baiklah kalau begitu saya harus kembali ke kantor"

"baik tuan Jung"

Setelah mengucapkan itu Yunyo dan Hyorin pergi dari ruangan tersebut tanpa mempedulikan Ahra yang seolah tak dianggap sama sekali oleh Yunho. Mereka tiba di kantor dan Yunho langsung pergi ke ruangannya untuk mengganti pakaian tersebut dengan seragam sekolah yang tadi dipakainya. Lalu dia keluar dari ruangan tersebut setelah menyelesaikan beberapa dokumen yang harus diselesaikan hari itu juga.

.

.

Untuk sekedar informasi yeoja yang bernama Go Ahra tersebut sangat menyukai Jung Yunho bahkan dia rela melakukan apa saja agar mendapat perhatian dari Yunho.

Setelah mengetahui bahwa sang appa mengenal Yunho,Ahra meminta bantuan untuk lebih dekat dengan Yunho dan di dalam otaknya masih banyak yang akan direncanakan untuk mendapatkan Yunho.

.

.

Di dapur sebuah rumah mewah terlihat seorang yeoja yang dengan cekatan memotong bahan yang akan dimasak untuk makan malam dan mondar – mandir ke sana kemari untuk meyelesaikan masakkannya. Ketika dia berbalik ternyata dia bukanlah seorang yeoja melainkan seorang namja cantik yang memiliki tubuh ramping seperti yeoja. Namja tersebut hampir menyelesaikan beberapa masakan makan malam untuk seluruh anggota keluarganya. Dari pintu masuk dapur terlihat seorang namja cantik paruh baya sedang menggendong seorang bayi namja berumur 2 tahun yang dengan rakusnya menghabiskan susu yang ada di botol susu mungkin karena dia sangat haus. Namja cantik paruh baya tersebut berjalan menuju meja makan yang berada di dekat dapur kemudian mendudukkan sang bayi di kursi khusus yang disediakan untuk bayi tersebut. Setelah bayi tersebut duduk dengan tenang dengan beberapa mainan yang ada di atas meja kemudian dia berjalan menuju dapur untuk membantu namja cantik yang sedang menuangkan sup ke dalam mangkuk besar dan meletakkan beberapa makanan yang akan dijadikan makan malam. Semua makanan sudah tersaji di atas meja makanan namja cantik tersebut menghampiri bayi tersebut dan menggendongnya.

"mma mma"panggil sang bayi pada sang umma sambil menarik – narik kerah baju yang dipakai sang umma. Seolah mengerti apa yang diiinginkan sang putra dia langsung menurunkan sedikit kerah bajunya yang memang memiliki belahan sangat rendah dan langsung disambut antusias oleh sang putra setelah melihat benda favoritnya lalu dia mengemut(?) benda tersebut sehingga mengeluarkan cairan yang sangat disukainya.

"MINNIE CEPAT TURUN MAKAN MALAM SUDAH SIAP"teriak namja cantik paruh baya kepada seseorang yamg dipanggil Minnie tersebut yang ada di lantai dua.

"NE UMMA"jawab Minnie.

Drap drap drap

Terdengar langkah kaki dari arah tangga setelah mendengar panggilan dari sang umma sedangkan seorang namja cantik masih asik dengan kegiatannya yaitu menyusui sang putra.

"hyung tidak makan?"tanya Minnie.

"nanti saja biar dia puas dulu dengan acaranya"jawab sang hyung.

TBC

Makasih buat yang udah review,favoritin cerita ini.

Untuk yang bertanya siapa bayi tersebut dan siapa yang dipanggil 'mma' oleh sang bayi akan terjawab di chapter depan.