Jangan lupa cari arti bunga-bunga yang aku masukin di sini di google! Ada artinya, lho! Kalo nggak ketemu yang bahasa indonesia, cari yang !

N AKU BUTUH SARAN DAN USUL DARI KALIAN!!!!!!!!!

Kalo Bleach punyaku, KARAKTER UTAMANYA BAKAL KUGANTI PAKE HITSUGAYA TOUSHIRO! MWAHAHAHAHAHAHA!

---

CaptainXVice Captain

Chapter 3

Ceremony

Terima kasih, Rukia. Karena kau, hujan di hatiku telah berhenti…

---

Saat itu adalah awal musim semi dua setengah tahun yang lalu. Winter War telah berakhir, walaupun Aizen belum jatuh dari takhtanya di Hueco Mundo. Sebagian besar shinigami kembali ke Seireitei untuk merekonstruksi kerusakan-kerusakan yang timbul akibat perang dengan Arrancar, sedang Rukia, Renji, Toushiro, Rangiku dan Shuuhei tetap tinggal di dunia manusia untuk mengawasi kota Karakura. Tanpa diduga, seminggu setelah perang berakhir, terjadi serangan Arrancar sekali lagi. Para Arrancar dan Espada berhasil dihidupkan kembali oleh Aizen dengan bantuan Szayel Apporo Granz, dan mereka menyerang para shinigami yang berpatroli di dunia manusia. Beberapa Arrancar jatuh dan Shuuhei serta Renji terluka ringan, tapi selain itu tidak ada kerugian lainnya berkat bantuan Orihime.

Saat seekor Arrancar hendak menusuk Ichigo, yang sedang bertarung, dari belakang, Orihime menahan serangan itu dengan menjadikan dirinya sendiri sebagai tameng. Seminggu kemudian, Ichigo menerima Orihime sebagai pacarnya, seperti yang diumumkan Keigo dan Mizuiro keras-keras lewat radio SMU Karakura saat makan siang di hari Senin. Mendengar berita itu, jus yang sedang diminum Ichigo tersembur mengenai Renji sedangkan Rukia tersedak es krim ciptaan Orihime (entah karena berita atau karena rasa es krim).

Seluruh sekolah gempar karena prediksi para siswi tentang Ichigo dan Rukia adalah sepasang kekasih salah total. Selama seminggu penuh, Rukia dibombardir oleh murid-murid karena Orihime terlalu telmi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka, sedang tak ada yang berani menanyai Ichigo. Minggu itu benar-benar neraka bagi Rukia.

Tak ada yang tahu betapa sayangnya Rukia pada Ichigo. Tak ada yang tahu bahwa Rukia-lah yang membiarkan Ichigo menerima perasaan Orihime karena Rukia tahu bagaimana terlukanya Orihime saat dia kehilangan kakak laki-lakinya, dan dia tidak tega melihat Orihime sedih terus. Lagipula, Rukia yakin Ichigo tidak mencintainya, dan dia tak ingin Ichigo terlibat lebih jauh lagi dalam urusan shinigami yang kini mengambil dua pertiga bagian hidupnya. Tak ada yang tahu betapa dekatnya dia dengan Ichigo sehingga hubungan mereka sudah selangkah melewati garis pertemanan sebelum Orihime datang. Tak ada yang tahu bahwa Ichigo telah menyatakan perasaannya pada Rukia pada malam sebelum para Arrancar menyerang. Tak ada yang tahu kecuali Toushiro dan Tatsuki.

Saat Ichigo dan Orihime resmi menjadi pasangan, Rukia bersikap biasa, bahkan tertawa bersama kedua orang itu. Tak ada yang tahu bahwa malamnya, dia menangis sekeras yang dia bisa dalam pelukan Tatsuki. Tatsuki dan Toushiro menemani Rukia sepanjang malam, berusaha menghibur gadis yang terluka itu. Berkali-kali Toushiro berkata tidak apa-apa, tapi Toushiro tahu segalanya bukan tidak apa-apa. Si brengsek berambut crayon itu telah menyakiti adiknya dan Toushiro akan membuat perhitungan. Mungkin Toushiro akan menjadikan Ichigo sebagai patung es yang takkan pernah bisa meleleh kalau saja Rukia tidak melarangnya. Tapi itu tidak menghentikan Toushiro untuk bersikap dingin pada Ichigo dan dia yakin Ichigo bisa merasakan kalau Toushiro marah. Toushiro yakin, Ichigo tahu kenapa.

"Terima kasih, Rukia. Karena kau, hujan di hatiku telah berhenti…"

Pembohong, bisik Rukia dalam hati.

"Rukia, I love you!"

Kalau begitu kenapa kau meninggalkanku?

Rukia memeluk kedua lututnya dan memejamkan kedua mata rapat-rapat. Besok adalah peringatan tahun ketiga berakhirnya Perang Musim Dingin. Seluruh Soul Society akan menghadiri upacara yang akan dilaksanakan di lapangan utama yang terletak satu mil dari Seireitei, termasuk para rakyat jelata yang juga merasakan akibat dari perang. Sejak serangan Arrancar berakhir, Aizen tak sedikitpun terlihat batang hidungnya, dan semua orang bersyukur karenanya, walaupun beberapa merasa was-was akan datangnya serangan tak terduga. Tapi, besok bukanlah upacara biasa seperti yang dilaksanakan dua tahun sebelumnya. Besok, bersamaan dengan upcara peringatan berakhirnya Winter War, Byakuya akan diangkat menjadi Komando Tertinggi Pengawal Kerajaan, yang merupakan hal yang luar biasa, karena itu berarti dia berada di tingkat yang lebih tinggi dari Yamamoto.

Sejak Rukia nyaris dieksekusi, Byakuya perlahan-lahan membuka hatinya pada orang lain dan kini menjadi dirinya yang dulu, yang selalu disebut-sebut Yoruichi sebagai 'Byakuya-bo' dengan gembira. Pandangan matanya tak lagi dingin seperti es, namun dia masih tegas dan penuh wibawa. Wibawanya itu hanya luntur di hadapan Rukia, Yoruichi, Isshin, Urahara dan Toushiro. Di hadapan Yoruichi, Isshin, dan Urahara karena mereka adalah mentor-mentornya terdahulu, dan Rukia dan Toushiro karena mereka berdua adalah adik-adiknya yang akan menjadi pemimpin selanjutnya Keluarga Kuchiki.

Tersenyum sedikit akan ingatan saat dia berhasil membuat Toushiro melompat kaget hingga kuas berisi tinta yang dipegang Toushiro mencoreng wajahnya sendiri, Rukia bangkit berdiri dan beranjak keluar ke balkon kamarnya yang terletak di lantai dua. Bulan bersinar terang dan besok adalah purnama penuh. Tiga belas pohon sakura yang ditanam oleh Byakuya di taman bergerak-gerak tertiup angin dingin yang lewat, membuat sedikit kelopaknya berguguran dan beberapa melayang ke arah Rukia, menggesek pipinya dengan lembut.

Rukia mengangkat tangan untuk meraih kelopak itu. Di tangannya, kelopak bunga sakura yang berwarna merah muda lembut bersinar tertimpa cahaya bulan yang kebiruan. Rukia mendesah. Bunga sakura itu terbang melayang-layang sebelum akhirnya menghilang. Rukia memandang ke arah kemana bunga sakura itu menghilang; bukit kembar yang terletak tidak jauh dari lapangan utama. Sesuatu melintas di pikiran Rukia dan dia menyambar pagar pengaman yang terbuat dari kayu.

"Besok harinya, Shirayuki," gumam Rukia.

"Ya," jawab Sode no Shirayuki yang muncul dalam furisode putih polos di samping Rukia. "Apa kau sudah siap?" tanya sang Yuki-Onna. Mata biru esnya menatap bagian belakang kepala Rukia yang masih terus saja memandang lapangan utama di kejauhan.

"Tidak tahu," jawab Rukia.

---

Rukia berdiri tegak di antara Toushiro dan Tatsuki. Semua yang hadir di lapangan utama tidak mengenakan pakaian shinigami, melainkan pakaian untuk berkabung. Kimono mofuku Rukia berwarna hitam legam seperti seharusnya, dan terbuat dari sutra yang amat mahal pemberian Byakuya. Rambutnya disisir rapi dan dihiasi oleh kanzashi yang terbuat dari cangkang kura-kura. Tatsuki di sebelahnya juga mengenakan kimono mofuku. Rambutnya yang sudah panjang sebahu dihiasi oleh sebuah sirkam berpernis. Tatsuki tampak tidak terlalu nyaman dalam kimono mofuku-nya, sama seperti Orihime yang berdiri agak di belakang Tatsuki.

Upacara hampir berakhir. Kini Byakuya telah mengucapkan sumpahnya di hadapan seluruh Soul Society. Tiba saatnya bagi Rukia dan Toushiro untuk melangkah maju dan menerima warisan Byakuya.

Banyak orang tampak bingung saat nama Kuchiki Toushiro disebut. Rukia tersenyum dalam hati melihat betapa tampan kedua kakak lelakinya dalam kimono formal mereka. Byakuya memberikan syalnya yang mampu membeli empat rumah bangsawan pada Toushiro dan Kenseikan-nya pada Rukia. Rumah bangsawan keluarga Kuchiki kini diperintah oleh Toushiro dengan pengawasan Byakuya dan para tetua.

"Bersediakah kau, Kuchiki Toushiro, untuk setia pada keluargamu. Di saat sedih ataupun senang, di saat kritis ataupun damai, selama-lamanya?" tanya Yamamoto dengan suara dikeraskan. Toushiro berlutut di hadapan Yamamoto dan di sebelah Rukia, mengucapkan sumpahnya keras-keras.

"Aku bersedia."

"Bersediakah kau, Kuchiki Rukia, untuk membantu kakakmu, Kuchiki Toushiro, dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai Kepala Keluarga Kuchiki, hingga kau melepaskan tugas-tugasmu dan memasuki keluarga suamimu?" tanya Yamamoto, kini pada Rukia, yang juga berlutut.

"Aku bersedia."

---

"Selamat, Rukia!" ujar Ichigo. Rukia memalingkan kepalanya pada Ichigo dengan terkejut. Rukia tidak merasakannya mendekat. Dalam hati dia bertanya-tanya apakah Ichigo akhirnya berhasil menampung reiatsunya yang selalu merembes seperti air.

"Ah, thanks, Ichigo!" jawab Rukia, berusaha menghilangkan kekagetannya. Dalam hati, dia kebingungan. Dia bisa merasakan reiatsu Ichigo di sekitarnya, tapi tak merasakan keberadaan seorang manusia.

"Pesta yang meriah," Ichigo menunjuk ke arah kerumunan shinigami dan manusia yang berdiri beberapa meter jauhnya dari mereka. Ikkaku dan Yumichika sedang adu minum (yang jarang terjadi karena Yumichika selalu berkata kalau alkohol merusak kesehatannya yang cantik) sedangkan Toushiro dan Byakuya berdiri seperti patung di bawah pepohonan, tampaknya ogah bergabung dalam keramaian karena keberadaan Yoruichi dan Isshin. Rangiku, Orihime, Tatsuki, Nanao, Megumi, Momo, Nemu, Isane dan Kiyone berkumpul di suatu sudut, cekikikan (kecuali Nanao dan Nemu. Mereka NGGAK PERNAH cekikikan). Tak ada yang mengenakan warna hitam.

Rukia ikut memandang orang-orang itu, tapi kemudian Ichigo berpaling dan berkata dengan jelas, "Kenapa kau tak bilang kalau kau akan naik pangkat?" tanyanya. Rukia tidak menoleh. Dia terus menatap Tatsuki, Orihime, Rangiku dan Megumi yang sekarang sedang adu minum dengan Ikkaku dan Yumichika.

"Itu bukan urusanmu," jawab Rukia dengan tenang, walaupun dalam hati ingin rasanya memakan kimononya supaya bisa menyingkir. Ichigo meletakkan gelas sake yang dibawanya di meja dan menegakkan badan, kerutan di dahinya lebih tajam dari biasanya.

"Kalau begitu biarkan aku bertanya sekali lagi," Ichigo berkata dengan nada lebih tegas. "Kenapa kau tak bilang kalau Toushiro kakakmu?"

"Sekali lagi, itu bukan urusanmu," jawab Rukia tanpa ragu-ragu. "Dan aku tahu bagaimana kapasitas otakmu," tambah Rukia dengan nada agak main-main. "Kau akan lupa sedetik setelah aku memberitahumu!"

"Rukia kenapa-"

"Satu pertanyaan, Ichigo!" potong Rukia. Dipandangnya Ichigo lurus-lurus di mata. "Kau hanya meminta satu pertanyaan."

Ichigo menutup mulut. Dia balas memandang mata Rukia dan kontes adu pandang mereka berlangsung beberapa lama. Dalam hati, ingin rasanya Ichigo mengguncang-guncang gadis mungil itu dan bertanya "Ada apa?". Sudah hampir dua tahun sejak Perang Musim Dingin berakhir dan Ichigo merasa jarak antara dirinya dan Rukia bertambah lebar. Mereka masih berburu Hollow bersama, makan malam bersama di rumah Keluarga Kurosaki (dengan Isshin, Yuzu dan Karin, tentunya), melewatkan akhir minggu bersama (kalau dia tidak sedang bersama Orihime), seperti umumnya teman. Tapi entah kenapa, cahaya yang biasanya dia lihat dalam mata Rukia mulai memudar.

Dia yang salah, tentu.

Bodoh kalau Ichigo tidak menyadari bagaimana cara Toushiro menatapnya; dingin menusuk, menyalahkan.

Ichigo berusaha membuang perasaannya untuk Rukia. Perasaan yang hadir semenjak gadis itu menyelamatkan keluarganya dari serangan Hollow. Dia tahu, mereka takkan pernah bisa bersama. Rukia sudah mati, dia masih hidup. Tapi semakin lama, hal itu terasa semakin sulit. Dia masih merasakan perasaan aneh saat dia melihat Rukia tertawa gembira. Dia masih merasa seperti penjahat terkejam di dunia karena membuat Rukia menangis. Dia masih merasa seakan jantungnya berhenti berdetak saat Rukia terkena serangan, dan dunianya seakan runtuh saat Rukia pergi ke Soul Society tanpa pemberitahuan, sebulan sebelum pengangkatan para Kapten dan Wakil Kapten yang baru. Dia merasa seakan dia ditinggalkan. Perasaan itu bertambah saat dia sadar bahwa kini Rukia menutup pintu darinya.

Kenapa kau bersikap begini, Rukia?

"Aku mau mengecek Tatsuki dan yang lain," ujar Rukia. Diputuskannya kontak mata dengan Ichigo. Sebelum sempat berjalan lebih dari tiga langkah, Ichigo menarik pergelangan tangan Rukia, memaksanya untuk memandang balik matanya.

"Aku belum lupa, Rukia!" kata Ichigo dengan tenang dan jelas. Ditatapnya mata Rukia seakan dia berusaha membuka paksa pintu besi yang kini menutup cahaya lampu kristal yang selalu bersinar dulu. Pintu besi yang kini menjadi penghalang ekspresi yang dulu begitu dia sayangi.

Ichigo melepaskan Rukia dan berjalan pergi menuju Juushiro dan Kyouraku yang memanggil-manggilnya, meninggalkan Rukia berdiri sendirian di antara bermacam-macam bunga yang disiapkan Tatsuki, Carnation merah, Kamelia, Mawar, Snowdrop, serta Tulip merah. Bunga-bunga itu seakan mengejeknya!

"Bodoh…" bisik Rukia seraya menggigit bibir.

Kenapa dia harus bilang begitu?

---

Aku kejam. Emang, tapi kalo nggak gini, Rukia kesannya gimana, gituh!

Flowers: Red Carnation, Camellia, Red Rose, Snowdrop, Red Tulipe. Please google dan cari 'the meaning of these flowers!'

REVIEW! TIADA USUL, TIADA LANJUTAN! JADI, AYO KASIH AKU USUL!!!!!!!