Pertama kali Chanyeol bertemu dengan seorang Byun Baekhyun adalah saat dimana tahun ajaran baru dimulai dan Byun Baekhyun seorang siswa baru yang akan mengikuti masa oriantasi siswa. Dan saat itu adalah pertama kali nya untuk seoarang Park Chanyeol merasakan debaran aneh saat melihat bagaimana wajah Baekhyun yang seolah bersinar melebihi matahari siang itu. Debaran aneh yang menggelitik di dada nya, Perut nya yang seolah merasakan ribuan kupu-kupu berterbang dari sana. Tubuhnya seolah terhempas di atas puluhan smurft berbentuk awan.
Seumur hidupnya, Park Chanyeol bukan lah sosok romantis yang akan merangkai kata-kata seperti seorang Bujangga atau seorang yang puitis. Tapi semenjak mendengar bagaimana suara lucu Byun Baekhyun. Entah kenapa seluruh kalimat kalbu-puitis- Atau gombalan itu seolah berputar di otak nya yang selalu diisi dengan gambaran-gambaran majalah porno. Laki-laki mesum itu harus— Itu pikiran seorang Park Chanyeol.
Saat itu seorang Byun Baekhyun sudah memasuki semester pertama. Banyak yang ia sukai untuk pertama kali nya memasuki sekolah senior itu. Dia bangga ngomong-ngomong karena sudah bisa duduk di bangku SMA. Banyak yang ia dengar tentang sekolah itu, Misalnya; Jangan berdekatan dengan seorang kakak kelas bernama Park Chanyeol.
Tapi, Salahkan kepribadian Baekhyun yang lemah saat melihat lelaki tampan. Baekhyun berpikir menjadi pacar seorang kakak kelas itu malah terlihat keren. Keren dalam artian jika ia berkencan dengan tiang bernama Park Chanyeol.
Untuk kesekian kalinya. Baekhyun pergi berkencan dengan seorang lelaki. Tapi perbedaan nya adalah lelaki yang mengajak nya kencan saat ini adalah seorang yang suka berlangganan majalah dewasa. Kali ini, Salahkan Baekhyun yang polos.
Hingga untuk pertama kali nya. Bibir nya mengeluh nikmat saat untuk pertama kali nya lidah seseorang mempermainkan isi mulut nya dengan teramat sensual. Baekhyun menyukai hal yang berbau romantis Jadi saat wajah tampan itu tersenyum dengan lembut. Baekhyun semakin mengeratkan pelukan nya di leher si kakak kelas dan kembali melenguh saat bagaimana lidah nya dililit, dipermainkan dengan amat sensual. Mengabaikan bagaimana tubuhnya di himpit di antara tembok-tembok pertokoan. Kali ini, Salahkan lagi kepolosan seorang Byun Baekhyun.
Sequel Love Like This!— "The One"
•
•
•
[Menemukan sebuah summary]
Summary : Perjuangan seorang Park Chanyeol mempersunting pujaan hatinya. Perjuangan seorang Park Chanyeol mendapatkan restu dari Baekboom. Sebuah perjuangan. Hanya sebuah perjuangan.
Byun Baekhyun
•
Park Chanyeol
•
All Other
•
•
•
BoysXBoys
•
ChanBaek Area
•
Chapter 3
•
•
•
Tangan Chanyeol terkepal melihat bagaimana Baekhyun yang tersenyum kepada sosok asing menurutnya. Sosok asing itu bahkan mengusap rambut dan menyentuh pipi Baekhyun, Mata Chanyeol menatap marah pemandangan didepannya, Dengan rahang yang mengeras Chanyeol mengeras ia melangkahkan kaki nya mendekati Baekhyun. Menarik lengan Baekhyun dan membawanya keluar dari Caffe.
Namun langkah mereka terhenti saat sosok asing itu juga menarik pergelangan tangan Baekhyun yang lain. Rahang Chanyeol semakin mengeras. Menatap nyalang tangan yang menyentuh Baekhyun-nya.
"Apa yang kau lakukan, Brengsek!" Chanyeol marah.
"Menurut mu apa yang ku lakukan?" Jawabnya dengan seringai.
Mata mereka saling menatap tajam.
Hingga suara seseorang mengambil alih perhatian mereka.
"Kalian ingin berkelahi?" Wajah nya datar, Lalu menarik kedua tangan Baekhyun yang di pegang erat oleh Chanyeol dan Changmin. Membantu si mungil diantara mereka keluar dari kukungan tubuh-tubuh tiang disamping nya.
"Sehun..." Baekhyun semakin bingung dibuat nya. Menatap mereka secara bergantian dengan kerjapan polos.
Sehun tersenyum penuh arti ke arah Baekhyun. Lalu wajah nya kembali datar menatap Chanyeol dan Changmin dengan pandangan sejurus. "Tidak baik berkelahi di depan wajah polos ini, Biar aku yang mengantar Baekhyun pulang. Kalian adu jotos saja sampai ada yang masuk rumah sakit atau kuburan." Ucap Sehun dan kembali ingin menarik tangan Baekhyun.
Tapi dengan cepat Chanyeol menarik Baekhyun menyembunyikan tubuh mungil itu di balik punggung nya.
"Disini aku yang kekasih nya, Dan aku juga yang akan mengantar nya pulang." Ucap Chanyeol datar.
Changmin mendengus jenaka. "Katakan itu pada seseorang yang beberapa waktu lalu mengusir kekasihnya untuk pulang."
Rahang Chanyeol kembali mengeras. Tinjuan nya sudah ingin melayang tapi suara Baekhyun menghentikannya.
"Kak Chanyeol~" Baekhyun merengek sambil menarik-narik ujung hoodie yang Chanyeol kenakan. Menatap Chanyeol dengan mata puppy andalan nya.
Tubuh Chanyeol melemah, Ia hela nafas nya halus kemudian menggenggam tangan Baekhyun dengan lembut. Menarik nya pergi.
Sehun memutar mata nya malas. "Baekhyun kerasukan apa hingga jatuh cinta pada si tiang itu." Lalu berdecih. Sehun membalik tubuh nya ingin pergj juga tapi tatapan mata nya bertemu dengan sosok tinggi lain yang tadi ikut memperebutkan Baekhyun. Wajah nya semakin datar.
"Jangan mengganggu mereka, Lupakan Baekhyun." Ucap Sehun lalu berlalu meninggalkan Changmin.
Changmin kembali mendengus jenaka, Kemudian ia menyeringai kecil.
•
•
•
Baekhyun memainkan ujung jarinya, Bibir nya ia gigit tanda gugup dengan keadaan saat ini. Dari tadi Chanyeol hanya diam tanpa sepatah kata dalam perjalanan menuju kediaman keluarga Byun. Baekhyun tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun setelah melihat bagaimana wajah datar si kakak kelas.
Kedua nya sudah sampai di depan pagar rumah keluarga Byun. Chanyeol memberikan lirkan isyarat dari mata nya menyuruh Baekhyun untuk masuk. Lalu kaki nya berbalik ingin berjalan kembali tapi jari-jari lentik kembali menarik ujung hoodie nya, Membuat langkah nya terhenti dan berbalik kembali menghadap Baekhyun.
"Kak Chanyeol~" Baekhyun menatap Chanyeol dengan mata puppy nya. Kaki nya melangkah semakin mendekat pada tubuh jangkung itu. "Kakak~" Ucapnya lagi.
Chanyeol menghela nafas. Dikecup nya sesaat pucuk kepala si adik kelas dan mengusap lembut pipi tembem itu.
Baekhyun mendongkak kan kepala nya ke atas. Kaki nya ia jinjitkan dan mengecup bibir tebal milik Chanyeol. Bebarapa saat kemudian kecupan itu menjadi lumatan sepihak dari Baekhyun, Melumat dengan amatiran bibir itu.
Chanyeol yang awal nya terkejut berlahan membiarkan si mungil mendominan. Mata nya melirik bagaimana mata puppy itu terpejam lembut. Bibir Baekhyun secara bergantian melumat bibir atas dan bawah milik Chanyeol. Mencoba membuat Chanyeol membalas perlakuannya.
Merasa tak ada balasan dari ciumannya Baekhyun melepaskan tautan mereka, Membuat benang saliva tercipta di bibir kedua nya.
"Kak Chanyeol~" Baekhyun bersuara lirih dengan nafas yang tersengal.
Baekhyun kembali mempertemukan bibir mereka, Kali ini dengan lumatan yang kasar dan cukup liar. Tangannya memeluk erat leher Chanyeol erat membuat tubuh nya sedikit merunduk karena tubuh mereka yang berbeda.
Tautan itu kembali terpisah dengan nafas Baekhyun yang tersengal berat.
Chanyeol tersenyum, Mengusap ujung bibir Baekhyun yang belepotan air liur. "Mau kerumah kakak?"
Baekhyun memeluk Chanyeol erat, Mengangguk dengan cepat dalam pelukan itu.
•
•
•
Baekhyun mengikuti Chanyeol masuk kedalam kamar Chanyeol seperti anak ayam yang mengikutin induk nya, Sebelum nya di perkarangan rumah milik Chanyeol, Baekhyun sempat bertegur sapa dengan Yoora—Kakak Chanyeol yang akan pergi entah kemana.
Baekhyun berdiri dengan canggung saat Chanyeol menutup pintu kamarnya. Wajah Baekhyun memerah dan mata nya membola melihat Chanyeol dengan santai melepaskan pakaian di depannya. Dengan otot yang bergerak kaku, Baekhyun memalingkan tubuhnya dari Chanyeol. Wajah nya ia tutupi dengan telapak tangan dan bergumam betapa menyebalkan nya si kakak kelas.
Tubuh Baekhyun tiba-tiba tersentak saat tiba-tiba sebuah lengan melingkar di perutnya.
"Maafkan, Kakak." Suara low bass milik Chanyeol seketika membuat tengkuk Baekhyun merinding. "Kakak tidak bermaksud seperti itu." Lanjut Chanyeol lagi, Wajah nya ia benamkan di ceruk leher si adik kelas dan menghirup dalam aroma disana.
Baekhyun kemudian melepaskan lengan Chanyeol, Membalik tubuhnya untuk saling menghadap dengan si kakak kelas. Lalu tersenyum hingga garis matanya membentuk lengkungan indah.
"Baekhyun juga minta maaf, Seharusnya Baekhyun tidak mengganggu hari jadi kita. Kencan nya jadi berantakan." Ucap nya sambil merengut lucu dengan bibir semerah cherry miliknya yang mengerucut.
Chanyeol tersenyum tampan lalu mengecup kedua pipi putih milik Baekhyun lalu di akhiri dengan mengigit kecil ujung hidung Baekhyun.
Baekhyun pura-pura meringis kesakitan, Pipi nya memerah dengan lucu.
"Ah, Mana bonekanya?" Tanya Baekhyun dengan antusias.
Chanyeol mengernyit. Lalu setelah nya ia mengangguk paham. "Tidak ada." Ucapnya santai.
Mata Baekhyun mengerjab dua kali. "Kenapa tidak ada? Ini kan hari jadi kita yang ketujuh bulan? Masa tidak ada? Baekhyun sudah tidak sabar ingin boneka yang ke tujuh!" Baekhyun berdumel dengan suara yang lucu. Kakinya ia hentak-hentak kan lalu duduk di pinggiran ranjang milik Chanyeol.
Chanyeol menaikan bahu nya acuh, Mengambil handuk lalu berjalan kearah pintu kamar mandi.
"Mau kemana?" Baekhyun bertanya sambil merengut.
"Ke kamar mandi, Baekhyun mau ikut?" Ucap Chanyeol dengan seringai jahil.
"HYA!"
•
•
•
"Berhenti atau ku telanjangi kau disini!"
"Sial." Baekhyun berdecih. Kaki nya dengan malas berputar arah ke lelaki yang tinggi nya seperti tiang bendera itu. "Apa?" Baekhyun bertanya sambil merengut dengan malas.
"Kakak kan sudah bilang kemaren, Tunggu kakak pagi ini. Kakak akan menjemput Baekhyun pergi bersama kesekolah. Tapi kenapa Baekhyun pergi duluan?" Si kakak kelas bertanya dengan lembut, Tangan nya terangkat ingin mengelus pipi putih bersih pujaan hati nya, Tapi si adik kelas memalingkan wajah nya dan melangkah mundur.
"Kak Changmin menjemput Baekhyun, Ya sudah Baekhyun ikut saja." Ucap si mungil. Suara terdengar seperti sedang merajuk.
Sebenarnya Park Chanyeol saat ini ingin mengamuk dan melempar apa saja yang ia lihat Tapi melihat lelaki mungil di depan nya ini merengut dalam artian sedang merajuk, Si tiang menghela nafas lalu tersenyum dengan tenang yang mana pada itu membuat Baekhyun semakin kesal.
"Ya sudah kalo begitu, Baekhyun mau bertemu dengan Baekboom hyung." Simungil berbicara sambil menaikan dagu nya, Kedua tangannya ia silangkan di depan dada. Mata nya sempat melirik bagaimana reaksi si kakak kelas. Tapi melihat si kakak kelas hanya tersenyum saja membuat Baekhyun memalingkan wajah nya kesal. Kaki nya sudah ingin melangkah tapi tangannya di tahan si kakak kelas.
"APA?!" Baekhyun bertanya dengan mata yang seolah ingin keluar. Bibirnya masih mengerucut dengan lucu.
"Kakak merindukan, Baekhyun." Balas nya dengan suara yang rendah, Yang pada mana itu membuat si mungil merona.
Tapi, Baekhyun seolah menampar dirinya tak secara harfiah tapi cukup membuat ia tersadar lagi. "Memang apa hubungannya dengan Baekhyun!" Si Mungil masih merajuk.
"Tidak bisakah kakak mencumbui kekasih kakak yang cantik ini? Rasa nya kakak sesak nafas tanpa mencium aroma Baekhyun."
Bibir si mungil berkedut ingin membentuk senyum tapi ia tetap merengut dengan gemas. "Mesum!" Bentak nya, Tapi dengan semburat merah dipipinya.
Chanyeol tersenyum lembut. Mencium mesra tangan si mungil lalu menatap seduktif Baekhyun.
"Kak Chanyeol~" Baekhyun merengek.
Tatapan itu. Tatapan yang selalu membuat si mungil seperti jelly.
•
•
•
Tubuh Baekhyun terhempas ke pintu loker yang tak terpakai. Nafas nya tersengal saat si kakak kelas dengan sensual menciumi sepanjang lehernya. Baekhyun merengek dengan putus asa saat tangan kakak kelas kembali membelai penis nya yang mengeras dibalik celana sekolahnya. Mereka masih berada di sekolah tapi dengan sial nya si kakak kelas menarik ia ke gedung sekolah yang tak terpakai lalu menghimpit tubuhnya di ruang loker yang berdebu.
"Kak Chanyeol~" Baekhyun kembali merengek. wajah nya memerah dengan sempurna. Leher nya sudah penuh dengan air liur si kakak kelas. "Aanghh~" Chanyeol menghisap kuat tulang selangka nya membuat si mungil menjadi lemas.
Chanyeol menyeringai, Bagian selangkangan mereka saling bergesekan dengan sensual membuat simungil kembali merengek dengan manja namun rengekan manja itu terganggu dengan dering ponsel milik si mungil, Dengan nafas yang masih tersengal si mungil merogoh saku baju depan nya dan mengangkat panggilan tersebut.
"Oh, Kak Changmin? Ada apa?"
Mata Chanyeol memincing tajam mendengar nama itu di sebut si mungil, Tangan nya baru saja ingin merampas ponsel Baekhyun tapi segera mungkin Baekhyun melangkah menjauhi si kakak kelas. Rahang si kakak kelas mengeras dengan gigi yang menggeletuk menahan amarah.
"Baekboom hyung mungkin sedang sibuk jadi— Annghh~" Ucapan Baekhyun terhenti dan mendesah saat si kakak kelas memeluk nya dari belakang dan kembali menghisap kuat kulit leher nya.
"Baek, Kau tidak apa-apa?" Suara Changmin di ujung sana terdengar cemas.
"Ahh— Yahh... Baek— Hyun baik... anghh kak Chanyeollhhh~" Ponsel Baekhyun terjatuh kelantai, Tubuh nya lemas dikarenakan si kakak kelas meremas penis miliknya. Tubuhnya di balik Chanyeol dan bibirnya diserang dengan lumatan kasar milik kakak kelas.
Lidah mereka saling membelit di dalam mulut si mungil, Lenguhan disertai air liur entah milik siapa di bibir keduanya. Baju seragam milik Baekhyun sudah tanggal dan terabaikan di lantai. Tangan kakak kelas dengan tergesa-gesa melepas celana kain milik Baekhyun beserta celana dalam nya, Tangannya yang besar mengurut berlahan penis si adik kelas.
Baekhyun melenguh tertahan, Tubuh nya bergetar saat penis nya diremas dengan kuat. "Anghh kak Chanyeolkhh lebliiihhh... B—baekhyun keluaarhh aahh!" Cairan kental si mungil keluar dan menodai lantai yang berdebu itu dan ponsel Baekhyun yang jatuh kelantai beberapa saat lalu.
Chanyeol menyeringai. "Baekhyun mau lagi?" Tanya si kakak kelas sambil menyeka keringat Si adik kelas yang masih mengatur nafas dengan mulut yang terbuka dan tertutup.
Baekhyun mengangguk degan cepat. "Penis kakak. Baekhyun ingin~" Ucapnya dengan suara lucu.
Chanyeol menggeleng. "Kita langsung saja bagaimana? Menghentak dan menumbuk sesuatu didalam sini?" Ucap Chanyeol sambil meremas seduktif bongkahan pantat milik si adik kelas.
"Kak Chanyeoollhhh~"
Chanyeol terkekeh. "Menungging atau mengangkang?" Tanya nya, Tangan nya masih bermain dibongkahan pantat si adik kelas.
"Kakak~" Baekhyun merengek dengan putus asa. Sudah dibilang bukan, Bahwa si kakak kelas sangat ahli dalam membuat si adik kelas mendesah putus asa seperti saat ini.
"Bagaimaa dengan Baekhyun yang melompat-lompat di atas kakak? Menancap lebih dalam dan menusuk lebih kasar?"
Baekhyun memang tipe yang suka melenguh putus asa tapi, Juga tipe yang tidak sabaran dalam bercinta. Jadi, Dengan tenaga yang masih tersisa tubuh kakak kelas ia dorong hingga terkapar di lantai sambil mengerang tetang punggung nya yang kesakitan tanpa sadar si adik kelas mulai melucuti celana nya. Hell, Seorang kakak osis sedang di perkosa adik kelas sepertinya.
"Oh, Sialan!" Si kakak kelas menggeram. Kepala nya terangkat melihat penis nya yang sudah tenggelam dan terjepit dengan lubang ketat milik Baekhyun.
"Kakakhh b—banyaakkhh bicaraa! Akhh!" Kepala Baekhyun mendongkak nikmat saat ujung penis Chanyeol menyentuh titik nikmat miliknya. Baju depan seragam milik Chanyeol ia remas kuat dan tubuhnya melompat-lompat di atas Chanyeol.
Chanyeol semakin menggeram. Tidak, Rencana nya bukan seperti ini jadi tubuh Baekhyun ia balik terlentang dengan cepat di lantai. Kembali memasukan penis nya dengan kasar ke lubang nikmat milik Baekhyun.
Chanyeol menyeringai di atas Baekhyun. "Baekhyun sayang, Tidak baik memperkosa pihak dominan di saat seperti ini." Sesudah selesai dengan ucapannya Chanyeol dengan kasar menumpuk titik nikmat Baekhyun. Mendesak dengan kasar penisnya dan bibir tebal miliknya kembali mencumbui leher jenjang milik Baekhyun.
Si adik kelas mengerang dan menjerit dengan nikmat. Penis nya yang terhimpit dengan otot perut milik si kakak kelas berkedut ingin memuntahkan larva nya.
"Aahhh kak Chanyeollhh tumbukkhh lagiihhh Baeekhh aakhhh!" Tubuh Baekhyun bergetar dengan kepala yang mendongkak kebelakang. Sperma nya mengotori perut Chanyeol.
Tapi, Chanyeol tidak memberi jeda atas orgasme si adik kelas. Penis nya terus mendesak masuk keluar. Menggesek dengan kasar dinding rektum milik si adik kelas. Menumbuk dengan brutal titik ternikmat si adik kelas. Mengabaikan bagaimana kuku Baekhyun yang menancap di kulit punggung nya. Kenikmatan nya semakin bertamba saat lubang si adik kelas berkedut pasca orgasme, semakin mencepit penis nya yang masih setia keluar masuk.
"Aarrghhh!" Chanyeol menggeram. Penis nya berkedut dan detik berikutnya sperma nya menembak dengan deras di lubang si adik kelas. Tapi penis Chanyeol masih setia menghentak si adik kelas, Sperma nya yang beberapa waktu lalu menyemprot ikut keluar bersama dengan penis nya yang keluar masuk. Baekhyun menjerit nyaring, Tubuhnya terhentak seirama dengan hentakan yang di buat si kakak kelas.
"Baekhyun menyukainya?" Tanya Chanyeol.
Baekhyun mengangguk, Mata nya terpejam dan dahi nya mengernyit menahan nikmat saat batang keras itu semakin brutal menumbuknya, Dinding rektum nya terasa panas akibat gesekan kasar dari penis si kakak kelas.
"Itu bukan jawaban sayang, Katakan. Baekhyun menyukainya?!" Tangan Chanyeol meraih penis si mungil mengurutnya dengan cepat ingin menambah kenikmatan si adik kelas.
"Angghhh! Kakakkhh~ Baeekkh—Hyunnhh ouuhhhh sukkaaaahh lagiiihhh baekhyun— mau lagihhh." Baekhyun kembali menjerit dengan nyaring.
Chanyeol menyeringai puas. Tubuhnya ia tundukan dan menghisap tonjolan merah muda di dada si mungil. Semakin menambah kenikmatan yang berada di bawahnya.
Tubuh Baekhyun bergetar tidak sanggup menahan kenikmatan bertubi-tubi yang di berikan si kakak kelas padanya. Tubuh Baekhyun yang bergetar melengkung ke atas, Kepala nya mendongkak dengan mata yang memutih. Penis nya kembali menumpahkan lahar panas nya.
"Sangat seksi." Ucap Chanyeol. Lalu kembali mempertemukan bibir keduanya dalam lumatan panas dan liar. Basah dan lengket.
Tangan lemah milik Baekhyun memukul tak bertenaga dada bidang milik Chanyeol, Membuat tautan mereka terpisah. Chanyeol terkekeh melihat sang pujaan hati mengatur nafas nya yang berantakan.
"Kak Chanyeol~" Baekhyun kembali merengek.
"Ya, Sayang."
"Lubang Baekhyun sesak." Ucapnya dengan bibir yang mengerucut.
Chanyeol kembali terkekeh. "Sepertinya kita harus disini sampai kelas berakhir."
"Kenapa?" Mata Baekhyun sayu, Mungkin terlalu lelah karena si kakak kelas.
"Dia sangat pembangkang hari ini, Kakak baru satu kali orgaame ngomong-ngomong." Ucap Chanyeol sambil menggerilingkan matanya.
Baekhyun merona. Lubang nya ia kentat kan dengan sengaja. lalu si kakak kelas menggeram tertahan dengan mulai menggerakkan pinggulnya.
"Baekhyun suka penis kakak, Tusuk yang keras kak Chanyeol~" Baekhyun bersuara seperrti mendesah. Membuat si kakak kelas yang berada di atas nya menyeringai dengan seksi.
"Berteriaklah sayang."
•
•
•
Jongdae mengumpat dengan kesal.
Baekboom yang baru menjadi guru magang mengeluarkan sumpah serapahnya.
Sehun? Eh? Lupakan, Dia sedang cengengesan sambil bicara di telpon.
"Sialan, Angkat telpon ku." Jongdae berucap.
"Dasar (sensor saja tidak baik untuk di baca apalagi di praktikan) Kemana dia membawa adikku! Akan ku putuskan penisnya." Baekboom bersumpah serapah.
"Kekeke, Bagaimana tidur nya? Apa adik memimpikan kakak?" Jangan tanya itu dialog siapa. Kalo tidak suka coret saja, Kawan.
Kedua orang yang baru saja berkata kotor mendelik tajam pada satu orang yang kasmaran di telponnya.
PLAK!
Si kasmaran meringis, Yang bermulut kotor kembali mengeluarkan sumpah serapahnya.
"Mereka belum bisa di hubungi?" Suara seseorang mengambil perhatian mereka.
"Belum." Jawab Sehun santai masih mengusap kepalanya yang berdenyut sakit.
•
•
•
Gedung sekolah yang tak terpakai itu bergema oleh desahan dan jeritan si adik kelas. Tubuh mereka berpeluh menambah sensual apa yang mereka lakukan saat ini.
Mengabaikan ponsel yang terdapat cairan kental di atas layar nya yang sedari tadi berdering.
•
•
•
TBC!
•
•
A/n : Gak pwp hahahaha, jangan gebukin gue plisssss :" apa wajah unyu ini gak kasian kalo di gebukin? /digampar. Sesuai janji yah :" kalo chp sebelumnya respon nya bagus aku cepet update, tapi ini termasuk cepet gak sih? /digampar lgi. Gak bisa ngetik sumpah, beberapa ff bener bener ke pending beneran. disaat ff yg lain kepending entah kenapa aku punya ide buat bikin ff lagi :" njirrr timpuk aja gue pake semvak kalian gapapah hiks :" Sebenernya memasuki tahun 2017 ini akutu mulai banyak kerjaan lagi. Aku ada kerjaan nulis lagikek tahun kemaren dan itu bikin aku nambah pusing, dan maret ini harus udah selesai. akutu bingung mau ngetik ff tapi kerjaan ada. mau lanjutin kerjaan ada ff yg harus dilanjutin. dan penyakit malas disertai kejang kejang dan pusing di daerah tertentu ini masih melanda diriku hiks :" sebut saja WB :" njirrr ini bener bener bikin pala gue tuh butuh oskadon pencet ahyeah/? :" Aku ampe miris liat ff sebelah ampe ada yg lupa alur nya yawloh kasianin muka unyu ini :" Btw, Ini update beruntun sama ff ku yang lain, Cek story lain kita sist :"*
Aku maap banget pokoknya kalo ada yg ampe lupa alur gitu :" Tapi tenang aja. Aku bakal terus lanjutin semua ff ini ampe titik darah penghabisan! MERDEKA!
TERIMAKASIH JUGA UNTUK 100 REVIEW YANG SUDAH KALIAN BERIKAN :" DUH TERHURA BANGET ANAK GADIS KEKASIH SUUMAN INI :" SEMOGA KALIAN TETAP REVIEW FF GAJE INI YAH :"
Thanks for review :
Galaxy Aquarius, Hyo luv ChanBaek, byuniechan94, chanbaek0605, Guest: kim614, Eun810, CBZAAY, dindinxoxo94, barampuu, beesaraswati, Guest: lupa, ravinaseptia2, FlashMrB, Citrus6104, sehunboo17, selepy, LyWoo, auliaMRQ, n3208007, ELLAQOMAH, Park RinHyun-Uchiha, indragiurl, socloverqua.
Terimakasih untuk dukungan kalian.
Review lagi? hehe
