What Are You Doing? Chap 4
(Meanie)
Wonwoo menundukkan kepalanya. Hari ini Jeonghan, Seungkwan, Jisoo, dan Minghao mengajaknya untuk ke kolam renang. Wonwoo yang sangat ingin menyentuh air jadi semangat untuk pergi ke kolam renang. Namun, wajah tak bersahabat dari Jeonghan dan Seungkwan malah membuatnya salah tingkah. Kemarin Jeonghan dan Seungkwan mati-matian menceramahinya tentang bagaimana hubungannya dengan Mingyu, dan bagaimana perlakuan Mingyu padanya. Wonwoo sudah bilang bahwa dia akan berusaha menarik perhatian Mingyu, namun yang terjadi adalah kedua temannya itu memaksa untuk mendekati secara blak-blakan seperti selalu menempel pada Mingyu atau hal yang lain yang bahkan Wonwoo tidak bisa.
Maka dari itu selama perjalanan, di dalam mobil yang dikemudikan oleh ayah Jisoo, Wonwoo hanya menundukkan kepalanya dan meremat ujung sweeternya. Ugh, rasanya tidak enak menunggu balasan pesan dari Mingyu untuk ditunjukkan kepada kedua temannya. Jeonghan masih diam, namun ia tahu jika Wonwoo tidak di gertak seperti ini, maka ia akan kalah sebelum berperang karena dia memang pasif dalam segala hal. Membiarkan kehidupannya mengalir begitu saja padahal hal itu menyakiti dirinya dan hatinya. Jeonghan memang teman kedua Wonwoo setelah Mingyu dan entah kenapa Wonwoo hanya terbuka padanya dan menceritakan seluk beluk diri dan sifatnya.
"Kita sampai.." seru Seungkwan heboh. Mobil yang sedari tadi memang suasananya menyenangkan semakin menyenangkan ketika seruan Seungkwan membuat seisi mobil tertawa, termasuk Wonwoo. Seungkwan adalah tipe yang mudah melupakan semuanya dan satu-satunya orang yang berpikiran posistif tentang segala hal. Jisoo turun lalu mengucapkan pesan kepada ayahnya untuk nanti menjemputnya sebelum malam, mereka berempat masuk ke dalam area kolam renang dan mulai membuka atasan mereka. Wonwoo yang sudah siap langsung saja mengajak Seungkwan untuk masuk ke dalam air sembari menunggu Jeonghan, Jisoo, dan Minghao berganti baju.
"Mingyu sudah membalas pesanmu?" tanya Seungkwan. Wonwoo menggelengkan kepalanya. Seungkwan tersenyum lalu menepuk pundak Wonwoo ketika melihat Wonwoo menundukkan kepalanya.
"Have fun, Mingyu mungkin tidak ingin mengganggu waktu bersantaimu.. bukankah kemarin kau bilang padanya bahwa kau akan keluar? Jadi santai saja, Jeonghan hanya menggertak.." ucap Seungkwan menenangkan. Wonwoo menghela napas lega, setidaknya hatinya tidak segundah yang tadi. Seungkwan lalu berlari kecil menuju kamar ganti, sedangkan Wonwoo langsung menyusul Jeonghan yang sudah bersiap untuk masuk ke kolam renang. Wonwoo melepaskan kaos dan celana trainingnya, menyisakan celana renang yang biasa dipakainya.
"Jadi bagaimana Mingyu?" tanya Jeonghan yang sudah melipat pakaiannya. Wonwoo menolehkan kepalanya, lalu menggeleng. Jeonghan duduk disampingnya lalu merangkul pundak Wonwoo.
"Kau tahu, kau mudah saja kalah jika kau seperti ini terus.. bagaimana kau bisa menang mendapatkan orang yang kau suka jika pasif hm?" ucap Jeonghan lalu berlalu dari hadapan Wonwoo dan langsung masuk ke dalam kolam renang. Meninggalkan Wonwoo yang termenung meresapi perkataan Jeonghan.
'Bagaimana kau bisa menang mendapatkan orang yang kau suka jika pasif hm?' Kata-kata itu terus berulang dalam benak Wonwoo. Wonwoo menghela napas, apa yang perlu diubahnya? Ia ingin Mingyu menyukai ia apa adanya, bukan karena Wonwoo membuat sesuatu berbeda agar Mingyu suka. Itu bukan gayanya. Wonwoo menghela napas, tidak ada habisnya jika ia terus memikirkan hal ini secara berulang kali. Ia ingin menikmati waktu santainya, dan ia hanya ingin hari ini tidak ia rusak sendiri.
_ What Are You Doing?_
Hari sudah petang ketika mereka keluar dari kolam renang. Mereka sama-sama menaiki mobil milik Jisoo. Sudah ada 25 menit dan mereka memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar ke pusat perbelanjaan yang ada disana. Mereka memutuskan untuk melihat-lihat barang yang dijual disana sekaligus mengisi perut mereka yang sudah keroncongan sedari tadi karena hanya membawa bekal sedikit. Mereka memutuskan untuk makan-makan, namun karena Jisoo sedang ada acara, jadinya Jisoo pulang terlebih dahulu. Meninggalkan Jeonghan, Seungkwan, Minghao, dan Wonwoo. mereka melanjutkan acara mengobrol mereka. Mereka mulai membicarakan teman-teman sekelas mereka, mencakup dari orang yang paling disukai yaitu Mingyu sampai orang yang paling dibenci yaitu Hana.
"Hey siapa berani mengajak foto Hana? Aku akan traktir ice cream sepuasnya.." tiba-tiba Jeonghan berbicara. Semua yang disana tertawa terbahak-bahak tak terkecuali Wonwoo.
"Bagaimana kalau kita membuat challenge untuk berfoto dengan yeoja menyebalkan dan jelek itu?" celetuk Seungkwan, yang lain tampak masih memikirkan usul namja gembul itu.
"Bagaimana kalau kita membuat Truth or Dare saja?" usul Minghao dan disetujui semua. Mereka pun menggunakan botol air mineral yang tadi dibeli Wonwoo. mereka memulai permainan tersebut, namun arah botol itu terus menuju Wonwoo, hingga dikesempatan terakhir ketika botol tersebut mengarah ke Wonwoo, Jeonghan yang memang sudah merencanakan semuanya tersenyum penuh kemenangan.
"Kesempatan terakhirmu, Tuan Jeon.. Truth or Dare secara bersamaan.. kau ingin memilih mana dulu?" ucap Jeonghan. Wonwoo menghela napas.
"Bukankah lebih baik aku mengatakan Truth dulu setelah itu Dare?" tanya Wonwoo jengah. Jeonghan mengangguk semangat dan memasang pose berpikir sejenak. Bermaksud menakut-nakuti Wonwoo, namun hal itu tentu saja tidak mempan bagi namja datar itu.
"Apa selama ini kau benar-benar yakin bahwa kau memang menyukai Mingyu? Maksudku kita tahu bahwa kalian adalah sesama lelaki, seperti aku dan Seungcheol sunbae juga misalnya. Jadi, apa kau yakin dengan perasaanmu?" tanya Jeonghan. Wonwoo menelan ludahnya gugup. Perasaan tidak enak tiba-tiba saja datang menghampirinya. Darenya mungkin tidak jauh-jauh dari Mingyu.
"Uhm, ya aku yakin.." jawab Wonwoo mantap. Jeonghan tersenyum penuh kemenangan ketika mendengar jawaban Wonwoo. Ia melirik Minghao dan Seungkwan yang masih terdiam, menunggu Jeonghan melanjutkan Darenya untuk Wonwoo. Membiarkan dark angel ini menuntaskan semuanya pada Wonwoo.
"Baiklah kalau begitu. Karena kau sudah mengakuinya, siap untuk melanjutkan ke tantangannya?" tanya Jeonghan sok dramatis. Wonwoo menatap Jeonghan jengah sambil membulatkan matanya.
"Yoon Jeonghan, sebaiknya tidak usah berbasa-basi, segera akatakan apa maumu, kau sudah.. kau sudah mempermalukanku karena daremu yang keterlaluan itu.." ucap Wonwoo datar. Jeonghan, Seungkwan, dan Minghao tertawa terbahak-bahak. Bagaimana tidak dare yang mereka berikan adalah mengajak foto Hana dengan frame heart, rekaman video dengan Doyoung yang menyebalkan, mengajak foto orang diluar kelas mereka, dan duduk disamping Hana 1 hari penuh, dimana yeoja itu selalu duduk dibaris depan. Wonwoo kan tidak suka duduk didepan, yang benar saja..
"Baiklah baiklah Jeon Wonwoo hahaha.. dengarkan baik-baik.." Jeonghan berkata dengan ekspresi serius. Wonwoo mau tak mau gugup juga jika Jeonghan dalam mode dark angelnya seperti sekarang ini.
"Daremu adalah berfoto dengan Mingyu dengan pose uhm ala ala orang dewasa, mengingat aku dan Seungkwan sudah pernah melihat Mingyu menciummu secara langsung, maka kau harus mau berfoto dengan Mingyu dengan gaya itu lagi.." ucap Jeonghan final, dan Wonwoo berani bersumpah ia ingin pindah sekolah dimana ia tidak mempunyai teman sejahil dan sejahat Jeonghan dan Seungkwan.
_ What Are You Doing?_
Disinilah Wonwoo sekarang. Dengan berbekal bujukan dan beberapa bekal buatan tangannya, ia berhasil menyeret Mingyu ke atap salah satu pusat perbelanjaan yang kemarin dikunjungi Wonwoo dengan Jeonghan dan Seungkwan. Mingyu awalnya menolak karena Wonwoo mengajaknya makan bekal dilokasi yang cukup jauh dari sekolahnya. Namun karena ekspresi Wonwoo menunjukkan kemelasan hingga tingkat tertinggi, Mingyu mau tak mau menurutinya.
"Sekarang apa maumu?" tanya Mingyu sambil melahap bekal buatan Wonwoo. Wonwoo menghela napas, mulutnya membuka dan menutup antara ingin menyampaikan maksudnya atau tidak. Mingyu masih setia menunggunya mengatakan sesuatu sambil memakan bekal buatannya. Masakan Wonwoo tidak seburuk perkiraannya.
"Uhm, Mingyu-ya, aku.. aku ingin kau menciumku.. uhm.. maksudku kita berfoto sambil kau menciumku.. bukan bukan maksudku.."
CUP
"Eh?" perkataan Wonwoo langsung terhenti begitu saja ketika Mingyu memutuskan untuk mencium pipinya. Mingyu tersenyum dan mengacak rambut Wonwoo. Lalu menganggukkan kepalanya.
"Ya ya, apapun itu, aku akan melakukan itu untukmu.." ucap Mingyu. Wonwoo membelalakkan matanya.
-TBC-
:::Coretan Author:::
Wah wah wah banyak yang nungguin ini ff update kan ya? Maaf ya author baru saja selesai uas dan langsung kebut 2 ff di ffn dan 2 ff di wattpad. Bagi kalian para reader-nim yang punya akun wattpad, boleh mampir baca ffnya hyung tentang kenistaan 13 member seventeen dan bagaimana mereka mendapatkan cinta sejatinya. Tapi maaf, karena itu merupakan projectnya hyung sama temennya hyung, jadi non yaoi ya?
Sekian cuap-cuap dari author..
Jangan lupa like and reviewnya reader-nim #bow
Terimakasih dan Terima author sebelah (emoji lope lope)
-Grup Truth or Dare yang dibuat oleh Jeonghan-
Wonwoo send a picture
Sontak ketiga orang yang sedang duduk sambil memakan bekal makan siangnya langsung terjingkat kaget ketika Wonwoo mengirim fotonya dan Mingyu yang sedang berciuman dikening. Wonwoo tidak cukup gila untuk mengirim gambar dimana Mingyu sedang mengecup bibirnya.
"Woah Jeon Wonwoo daebak.." ucap Seungkwan dan Jeonghan bebarengan sambil memandangan layar hpnya yang masih menunjukkan foto Wonwoo dan Mingyu.
"Jadi mereka benar-benar berciuman? Bukankah berciuman itu harusnya dibibir dan dilakukan orang dewasa?" tanya Minghao dengan polos dan membuyarkan fantasi kedua temannya. Jeonghan dan Seungkwan hanya menghela napas maklum mendengar perkataan Minghao.
"Makan dan minumlah susumu ya, Hao.." ucap Seungkwan pasrah.
