!PERINGATAN KERAS!
Untuk yang nggak suka dengan adegan-adegan seksual dan yang masih dibawah umur, tolong skip chapter ini atau baca sampai batas tulisan 'Good but Bad'. Maaf kalo lemonnya kurang asem. Dosa tanggung sendiri.
Selamat Menikmati
Baekhyun tertawa kecil, "Bodoh, berhentilah meminta maaf.." ia memukul lemah kepala Chanyeol, lelaki itu tersenyum, "Apa kau sudah minum obat?" tanyanya. Lelaki mungil itu menggeleng sambil tersenyum, "Aku tidak sakit.. kau yang sakit. Kau harus minum obat, Chanyeol."Kau hanya tidak mengetahuinya..Chanyeol menggeleng, "Kau tetap harus minum obat. Aku sudah minum obat sebelum kemari, jadi sekarang giliranmu. Biar ku ambilkan" ia bangun dari kasur Baekhyun untuk mengambil sebuah botol berisi obat Baekhyun dan segelas minuman, "Ini obatnya, dan ini airnya," katanya sambil memberikan sebutir pil berwarna oranye dan air minum kepada Baekhyun yang sekarang tengah manyun, "Aku tidak sakit, Chanyeol.." ia merengek. "Cepat, Bee, lalu kita tidur siang bersama," mendengar itu, Baekhyun dengan segera meminum obatnya sebelum menerjang tubuh Chanyeol ke kasur. "Astaga, kau ini.." sang rasaksa mengacak rambut Baekhyun sambil tertawa sebelum melingkarkan lengannya di pinggang Baekhyun, membiarkan tubuhnya yang mungil berbaring diatas tubuh Chanyeol, "Aku mencintaimu, Byun Baekhyun..". Baekhyun tersenyum, "Aku mencintaimu juga, Park Chanyeol. Seharusnya kau bilang Park Baekhyun," protes Baekhyun. "Baiklah, aku mencintaimu, Park Baekhyun," Chanyeol mengulangi perkataannya dan mencium bibir tipis Baekhyun dengan lembut. Baekhyun dengan senang hati membalasnya, melumat bibir kekasihnya dengan lengan yang melingkar di leher Chanyeol. Butuh beberapa menit bagi mereka berdua untuk melepaskan pagutan sayang itu. Baekhyun menatap mata Chanyeol, ia teringat akan malam dimana pulpen Chanyeol masuk ke bajunya,
- - Good but Bad - -
"Yeollie.." mulainya sambil membelai wajah tampan Chanyeol, "Pernahkah kau terfikir untuk bercinta denganku?". Chanyel tersentak dengan pertanyaan Baekhyun.
Dia fikir siapa yang datang di dalam mimpinya setiap malam?
Dia fikir siapa yang selalu bisa membuatnya menegang tanpa harus disentuh?
Dia fikir siapa penyebab setiap mimpi basahnya?
Dari sekian banyak perang hormon yang ia rasakan, hanya ada satu jawaban. Baekhyun.
"K-Kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu?" Chanyeol bertanya balik. Baekhyun mengedikkan bahunya, "entahlah, aku hanya berfikir kenapa kita tidak melangkah sedikit lebih jauh.. lagipula Luhan hyung pernah mengaku bahwa ia sering melakukannya dengan Sehun.. Aku.. Penasaran.." pipi Baekhyun merona hebat atas apa yang telah ia katakan. memalukan. Sebuah seringai mulai tumbuh di bibir Chanyeol, "ah, Baekhyun-ku ternyata tak hanya penasran pada pelajaran di sekolah rupanya," goda lelaki rupawan itu. Wajah baekhyun kini sudah berubah warna seutuhnya, "T-Tentu saja.. a-aku fikir kita terlalu canggung.. a-aku bahkan belum pernah melihat tubuhmu! A-Aku benci saat para perempuan penggemarmu melihat tubuhmu saat kau mengelap keringat di dahi dengan bajumu! kau sengaja ya?! Kau ingin membuatku cemburu ya?..." entah sekarang wajah Baekhyun memerah karena marah, cemburu, malu atau napsu. Chanyeol tertawa lepas mendengar pengakuan kekasihnya. Baekhyun tidak pernah protes tentang apapun sebelumnya, tapi sekarang ia meluapkan segalanya. Ia sungguh imut saat marah, dan Chanyeol ingin melahapnya sekarang juga. "kau ini bawel sekali," Chanyeol membuat Baekhyun menutup mulutnya dengan menyatukan bibir mereka kembali, lengannya yang semula berada di pinggang Baekhyun perlahan-lahan merendah dan tangan besarnya meremas bokong bulat Baekhyun, membuat sebuah pekikan terlontar dari sang pemilik, "A-Apa yang kau lakukan!?". "Kau bilang kau penasaran.." sahut Chanyeol dengan enteng dengan tangan yang masih meremas-remas gumpalan daging itu dengan gemas dan sukses membuat Baekhyun meleguh saat kenikmatan mulai menjalar di tubuhnya. "Kau suka?"
Baekhyun lalu menggigit bibir bawah Chanyeol, "Diam-Aah.." kedua tangan kasar Chanyeol kini telah menyusup dibalik baju tipis Baekhyun dan menuju ke kedua puting kecil berwarna pink lalu mulai memilinnya dengan telunjuk dan ibu jarinya. "C-Chan-yeol.." tubuh Baekhyun merinding dan bergidik. Belum pernah ada yang menyentuhnya seperti ini, kalaupun ada, ia yakin sensasinya tidak akan sama. "Ya, sayang?" sahut Chanyeol yang kini sibuk menciumi leher mulus Baekhyun, sudah lama sekali ia ingin membubuhkan tanda-tanda kepemilikannya disana dan sekarang impiannya terwujud. "Nngh.. J-Jangan l-lakukan itu..". "Lakukan apa? ini?" Chanyeol makin menguatkan cubitan di nipple kekasihnya. "J-Jangan.." Baekhyun mendesah tertahan, tangan mungilnya mencengkram bahu lebar Chanyeol. "Baiklah." Ucapan itu membuat Baekhyun tertegun, apa benar Chanyeol akan berhenti? padahal ia hanya mengatakannya karena sensasinya terlalu nikmat tanpa ada niat menghentikan Chanyeol, namun ternyata tebakannya salah, kaosnya kini menggulung diatas dadanya dengan bibir Chanyeol yang mengulum puting kanannya. Jemari panjang Baekhyun menggenggam erat segumpal rambut dikepala Chanyeol, tubuhnya menggelinjang dan desahannya tak tertahankan lagi. Melihat respon dari Baekhyun, lelaki itu menghisap daging kecil itu dengan kuat, sesekali menggigitnya gemas sebelum menghilangkan rasa sakitnya dengan jilatan. Jujur saja Baekhyun sangat malu dengan kelakuannya saat ini apalagi di depan kekasihnya, tapi mau apa lagi kalau birahinya sudah mengalahkan rasa malunya?
Chanyeol membalikkan posisi mereka, ia kini duduk diantara paha Baekhyun yang terlentang pasrah, "Y-Yeollie, j-jangan.. a-aku m-malu.." tangan Baekhyun mencoba menahan tangan Chanyeol dengan lemah, lemah karena perlakuan mulut Chanyeol yang dengan otomatis menciptakan kissmark di setiap inchi kulit mulus di tubuhnya. Chanyeol menghentikan aktifitasnya untuk melihat kearah wajah Baekhyun. Rambut pink yang berantakan, merahnya wajah Baekhyun hampir menyamai merahnya bibir tipis yang kini sedikit membengkak dan kering, leher, dada, perut, bahkan lengan Baekhyun kini dihiasi tanda cinta dari Chanyeol, mereka bahkan belum melakukan apa-apa dan Baekhyun sudah terlihat berantakan, tapi Chanyeol menyukainya. Keindahan yang disuguhkan di hadapannya sungguh menggairahkan, seolah memohon-mohon kepada Chanyeol untuk langsung ke intinya, sayangnya ia tidak se-tega itu dan lebih memilih untuk bermain-main terlebih dahulu. "sssshh.. Y-Yeol.. s-sudah c-cukup.." racau Baekhyun kepada pria bertelinga besar yang kini sibuk menyicipi kulit perutnya yang rata, lidahnya menari-nari diatas kulit sensitif itu, sesekali meluncur kedalam pusarnya. Chanyeol tersenyum nakal, tangannya dengan sergap menurunkan celana pendek Baekhyun, tertawa kecil saat ia melihat gundukan pada celana dalamnya, "Lucunya," ucap Chanyeol saat Baekhyun sudah sepenuhnya telanjang, menatap kejantan mungilnya yang mulai meneteskan precum.
"J-Jangan terus m-menatapnya, bodoh!" Baekhyun pasti sudah menutupi area privatnya jika tangan Chanyeol tidak menghalangi niatnya, "Tapi ia sangat lucu". "D-Dasar bodoh-!" rengekan Baekhyun terhenti saat kehangatan dan kelembaban tiba-tiba mengitari penisnya, jangan lupakan kesempitan yang membuat mata Baekhyun menutup dan nada suara Baekhyun yang meninggi. "C-Chan.. Y-Yeol.. k-kau.." Baekhyun semakin meracau tidak jelas saat Chanyeol mulai menghisap kejantanannya dan menggerakkan kepalanya, "O-Oh.. Yeol.. " ia terkisap saat Chanyeol menghisap lebih kuat dan menelan seutuhnya. Pinggang Baekhyun kini mulai bergerak tidak sabar, berusaha mempercepat tempo hisapan Chanyeol. Ia bisa merasakan penisnya berkedut hebat dan semakin membengkak. Lelaki itu lalu melepas kejantanan Baekhyun dan menjilat bibirnya. Sial, kutu buku macam apa yang aku pacari ini. "Y-Yeollie, b-buka bajumu.." pinta Baekhyun sambil mengunyah bibir bawahnya. Chanyeol tersenyum dan langsung membuka bajunya, membuat Baekhyun meneguk ludahnya karena pemandangan yang tersaji. Ia mulai menangkap setiap detail dari tubuh atletis Chanyeol, pudak lebar dengan otot dan sedikit tulang yang menonjol, dada bidangnya dan bagian yang paling luarbiasa, otot perut Chanyeol yang sangat indah, ia mengamati setiap lekukan dan uratnya sambil menahan air liur. "Sudah puas? Apa kau senang sekarang?" tanya Chanyeol sambil membaringkan kembali tubuh Baekhyun. Lelaki mungil itu menatap tubuhnya terlalu dekat sampai-sampai Chanyeol bisa merasakan nafasnya. Baekhyun hanya terdiam dalam malu, "Apa kau punya body lotion atau kondom?". Baekhyun menganga saat sang kapten basket menanyakan hal itu, "A-Aku punya body lotion di laci itu.." ia menunjuk ke arah meja disebelah kasurnya, bola matanya mengikuti pergerakan Chanyeol saat lelaki itu mengambil lotion nya. "Lebarkan kakimu, begini" Chanyeol membuka kedua paha Baekhyun dengan mendorong lembut lututnya sambil menatap lubang kecil berwarna pink yang sedikit berkedut disana. "A-Astaga" kedua pipi Baekhyun serasa terbakar dalam rasa malu. "Tidak apa-apa, ini hanya aku. Kau harus rileks, oke?" Chanyeol meletakkan lotion itu didekatnya, ia kembali memandang lubang Baekhyun.
"C-Chanyeol, berhenti melihatku seperti itu!" Baekhyun kini menyembunyikan wajahnya dibalik kedua telapak tangannya. Lelaki bertelinga besar itu tersenyum lembut, lalu merendahkan kepalanya dan mulai mencium lubang kecil itu. "A-AH! Y-Yeollie! J-Jangan-!" tubuh Baekhyun bergetar hebat saat bibir dan lidah Chanyeol mulai memanjakan dan menekan-nekan lubangnya, berusaha menerobos kedalam. Matanya terbelalak saat upaya yang dilakukan Chanyeol berhasil, lidahnya meraba-raba dinding rektum Baekhyun, membuat jemarinya semakin erat menggenggam rambut kekasihnya. Ia menengok kearah Chanyeol di bawah sana, pria itu terlihat sangat menikmati apa yang sedang ia lakukan apalagi dengan suara-suara kecupan basah yang ia ciptakan, "C-Cukup, C-Chanyeol.. Sssh.." nafas Baekhyun tersenggal-senggal, juniornya berkedut semakin kuat dan ujung penisnya sudah benar-benar basah, bercampur dengan liur Chanyeol. Sang kapten basket menghentikan kegiatannya dan melumuri jari tengahnya dengan lotion yang telah ia ambil tadi. Kedua bola mata Baekhyun kini menatap gundukan besar di selangkangan Chanyeol, sangat besar sampai-sampai membuatnya ragu, namun keraguannya dengan mudah runtuh saat bibir Chanyeol mulai melumat bibir tipisnya, membuat Baekhyun meleguh dalam pagutan penuh birahi itu. Lelaki mungil dibawahnya menggigit bibir Chanyeol saat ia mulai memasukkan jari tengahnya, "maaf, bee.. Tahanlah sedikit.." ucapnya sambil menahan sakit karena gigitan Baekhyun yang belum juga dilepas dan malah semakin menguat seiring dengan semakin dalamnya jemari Chanyeol menerobos lubang perawannya. Melihat ekspresi kekasihnya, Chanyeol merasa bersalah,
"A-Apa masih sakit?" tanyanya stelah beberapa menit. Baekhyun menggeleng, "R-Rasanya aneh.." ucapnya. "Jangan khawatir, kau akan segera menyukainya. Bolehkah aku bergerak?". Kini Baekhyun mengangguk, ia meleguh tidak nyaman saat jari Chanyeol mulai ditarik dari lubangnya sebelum kembali memasukkannya dengan lembut, "Uuh.. Y-Yeollie.." diluar perkiraan Chanyeol, Baekhyun kini menggerakkan pinggulnya untuk memasukkan jari Chanyeol lebih dalam lagi, "A-Aaah! Sial.." dinding rektum kekasihnya menyempit saat ujung jari Chanyeol menabrak sesuatu di dalam sana, tubuh mungil itu tersentak seperti tersengat listrik. Sang kapten basket meneguk air liurnya saat melihat ekspresi Baekhyun yang penuh kenikmatan, jemarinya kini bergerak cepat keluar dan masuk lubang sempit itu, dengan sengaja menabrakkan ujungnya pada titik kenikmatan Baekhyun, "O-Oh.. C-Chanyeol, l-lebih dalam.. l-lagi.. l-lagi, d-disana.." racau Baekhyun, kepalanya menengadah kearah langit-langit kamarnya. Chanyeol berusaha sekuat tenaga menahan diri, ia menjilat peluh di leher Baekhyun dan menciuminya penuh nafsu sambil menambahkan jari telunjuknya, "A-Aduh.. C-Chanyeol.." lubangnya mulai perih dan memanas, namun kenikmatan yang ia rasakan tidak juga padam, "Bee, kau sangat meggairahkan..", bisik Chanyeol dengan suara rendah nan seraknya tepat di telinga Baekhyun, membuatnya mendesah lebih kuat lagi, "cepathh.. C-Chanyeol.. Hhng.. A-Aku mau i-itu..". "Mau apa, sayang?" goda Chanyeol dengan seringainya yang semakin membuatnya terlihat semakin tampan. "I-Itu, yeollie.." rengek Baekhyun sambil menatap gundukan di celana Chanyeol. "Aku tidak mengerti, tunjukkan apa yang kau mau, Bee" wajah Baekhyun sungguh menggemaskan saat ia merengek. Tangan mungil Baekhyun dengan ragu dan perlahan meraba-raba benda yang ia maksud. "Sial.." gumam Chanyeol saat ia merasakan sentuhan kekasihnya. "A-Aku mau ini, yeollie..". Bagaimana lelaki yang begitu indah ini bisa meminta hal yang sangat kotor dengan wajah yang angelic seperti itu? tangannya terus meremas-remas kejantanan Chanyeol dari balik celananya, "Ia milikmu, sayang," ucap Chanyeol, ia terus mengikuti pergerakan Baekhyun yang sekarang menurunkan celananya dan mulai menciumi penis Chanyeol. "I-Ini sangat besar, yeollie.." lidah Baekhyun kini meluncur ke setiap bagian di permukaan kejantanan kekasihnya, terkadang menghisap lembut urat-urat yang menonjol disana. "A-Apa kau suka?" Chanyeol kini mati-matian menahan hasratnya untuk menyumpal mulut si cantik di hadapannya dengan penisnya yang sudah menegang sepenuhnya. Erangan husky kadang meninggalkan tenggorokannya,
"B-Bee.." ia terbata, menatap kekasihnya yang sedang asyik dengan mainan barunya, "B-Bolehkah aku memasukanya?" tanyanya sambil mengelus rambut Baekhyun dengan lembut, "Maksudmu.. Ke mulutku?". Chanyeol menggigit bibir bagian bawahnya, "ya, itu boleh juga tapi.. Kurasa ia sudah tidak tahan.." jawab lelaki bertubuh atletis itu dan membaringkan tubuh Baekhyun lagi, "Ini akan sakit.. aku akan coba untuk memasukanya perlahan," ia mengecup bibir Baekhyun dan membuka lebar kedua pahanya, "Y-Yeollie.. P-Perlahan, ya.." Baekhyun memeluk Chanyeol erat, ia bisa merasakan detak jantung mereka yang saling adu cepat, nafas Chanyeol yang tidak teratur dan ia mulai merasakan sesuatu yang besar menggesek lubangnya sedikit. Ia memejamkan matanya saat Chanyeol mulai menciumi telinganya sambil memasukkan penis besarnya kedalam lubang Baekhyun. "A-Ah.. Y-Yeol, aku rasa.. i-ini tidak akan b-berhasil.." Baekhyun memekik, tangannya mencengkram lengan kekar milik lelaki diatasnya.
"S-Sedikit lagi.. Tahanlah.."
dan saat ujung penis Chanyeol berhasil masuk, Baekhyun terisak. "maaf, bee.. kumohon, maafkan aku.." bisik Chanyeol sambil terus mengecup pipi Baekhyun yang basah karena air mata. "S-Sakit.." "Aku tahu, maafkan aku.." kecupan sang kapten basket lalu mulai bergerak turun ke dada Baekhyun dan mulai menghisap putingnya yang sedaritadi menegang, tangan besarnya mengocok kemaluan Baekhyun, mencoba untuk melonggarkan cengkraman di ujung kejantanannya sambil perlahan memasukkannya lebih dalam. Tubuh Baekhyun gemetar karena nikmatnya perlakuan Chanyeol sementara ia menahan sakit selagi lubangnya dibobol, menggigiti bajunya yang masih tergulung diatas dadanya. Butuh waktu yang cukup lama untuk memasukkan kejantanannya kedalam Baekhyun, namun Chanyeol masih sabar dan rela menunggu sampai lelaki mungil itu terbiasa. Wajar jika Baekhyun kesakitan, dinding rektumnya sungguh erat mencengkram kemaluan Chanyeol, rasanya seperti dihisap kedalam.
"C-Chanyeol, b-bergeraklah.." pinta Baekhyun dengan lirih, hidung dan pipinya masih merah karena menangis. "Baiklah, bee. Katakan padaku kalau sakit, jadi aku bisa berhenti" Chanyeol mulai menggerakkan pinggulnya perlahan. Baekhyun masih terlihat kesakitan, tapi ia tidak mengatakan apa-apa, sampai akhirnya Chanyeol kembali menabrak titik itu dan membuat Baekhyun melengkungkan punggungnya sambil meleguh keras, "C-Chanh.. Y-Yeol.." . "Kau suka?". Baekhyun mengganguk dengan lemah, "L-Lagi.." pintanya tanpa rasa malu dan Chanyeol dengan senang hati menuruti permintaan kekasihnya. Ia kembali menghujamkan penisnya di titik itu dan mulai menggagahi Baekhyun. "Ah! Yeol! N-Nikmat.. l-lagih.. O-ooh, sayang.. la-gi.." racauan bercampur leguhan Baekhyun kini menggema di ruangan itu, terkadang diikuti erangan serak Chanyeol yang sekarang menyetubuhinya dengan ganas sampai-sampai tubuh Baekhyun tersentak-sentak dan kasurnya berdecit, tangan besarnya memegang dibalik lutut Baekhyun dengan erat. "Chanhh.. Yeol.. Hah.. sshh.." ekspresi Baekhyun penuh kenikmatan dan terlihat seperti menahan sesuatu, tubuhnya bergelinjang, "Ah! Sial! C-Chanyeol!" cairan putih kental mendarat di perut dan dada Baekhyun, bahkan ada yang mengenai pipinya. "Baby, kau sangat sensitif.. Kita baru mulai dan kau sudah keluar.. sangat menggemaskan," Chanyeol lalu menjilat sperma yang mengenai pipi Baekhyun.
"B-Bergeraklah, yeollie.." rengek Baekhyun. "Mm? Kau masih bersemangat rupanya," Chanyeol terkekeh dan mencium bibir Baekhyun sebentar, "Mari coba posisi yang lain, kau mau coba diatas?". Baekhyun mengerjapkan matanya, sedikit bingung, "M-Maksudmu, aku yang memasukimu?". Chanyeol tertawa, "tidak, sayang, maksudku seperti ini," Lelaki itu membalikkan posisi mereka dan membiarkan Baekhyun duduk di pangkuannya dengan penisnya yang masih tertancap dalam. "L-Lalu aku yang bergerak? Ini memalukan.. Aku.. Merasa seperti pelacur..". "Kau tak ingin menjadi pelacur peribadiku?" Chanyeol menyeringai sambil membelai sisi tubuh Baekhyun dengan kedua tangannya. "B-Berhentilah mengada-ada!" pipi Baekhyun bersemu merah saat ia mulai menaik-turunkan pinggulnya, "ngh.. Y-Yeollie, rasanya.. berbeda.." ucapnya sambil melihat ekspresi Chanyeol yang tengah keenakan, tangan besarnya memegangi pinggul Baekhyun. "Kenapa berbeda, bee?". Baekhyun menggerakkan pinggulnya dengan sensual sambil mendesah sexy, "P-Penismu.. masuk lebih dalam di p-posisi ini.." ia tergagap dan mulai mengurut-urut penis kekasihnya dengan lubangnya. "Kau terlihat sangat sexy, sayang.." tangan Chanyeol mulai memompa penis mungil Baekhyun yang kembali menegang. "Chan-yeol, inihh n-nikmat.." lelaki mungil itu lalu mencium Chanyeol dengan penuh nafsu seiring gerakkan pinggulnya yang semakin cepat, mengangkatnya sedikit sebelum menjatuhkan bokongnya ke pangkuan Chanyeol dengan kasar. "B-Bee.. Lubangmu sangat sempit.. Ah! sial.. B-Baek.." racau Chanyeol dengan remasan gemas pada bokong sintal kekasihya, ia lalu mengangkat Baekhyun dari kejantanannya dan membuatnya dalam posisi merangkak sebelum Chanyeol kembali menghujamkan penisnya dan melanjutkan genjotan bak binatangnya. "Y-Yeol! O-Ooh! Oh! Chanyeol! Aaah!". tebakan Baekhyun salah rupanya, ia fikir posisi tadi adalah posisi terbaik, namun sekarang posisi inilah yang paling nikmat. Chanyeol terus menyodok-nyodok titik kenikmatannya dengan pasti dan tanpa ampun sembari menciumi leher, telinga dan bibirnya, sampai-sampai Baekhyun mengeluarkan air mata karena kenikmatan yang luar biasa.
"Y-Yeollie.. Sssh.. Aku t-tidak tahan lagihh.."
"Keluarkan saja.."
Chanyeol terus mengocok penis Baekhyun sampai ia kembali dari langit ketujuh, butuh beberapa tusukkan kasar di lubang Baekhyun sampai Chanyeol akhirnya menumpahkan spermanya jauh di dalam tubuh Baekhyun, lelaki cantik itu meleguh karena kehangatan yang diberikan Chanyeol.
"A-Apa kau baik-baik saja?" tanya Chanyeol setelah ia mendapat kesadarannya kembali. Baekhyun tersenyum malu dan mengangguk sebelum memeluk erat tubuh kapten basket itu. Chanyeol tersenyum lebar, "syukurlah.." ia mencium pipi Baekhyun, "Aku mencintaimu, Park Baekhyun.." ucap Chanyeol dengan sangat lembut dan mengecup kelopak mata Baekhyun yang sekarang tertutup, menghantarkannya ke alam mimpi tepat setelah lelaki cantik itu membalas ucapannya, "Aku juga mencintaimu, Park Chanyeol.."Air mata nyonya Byun mengalir melewati pipinya, ia bingung harus merasakan apa saat ia dengan sayup-sayup mendengar anak tunggalnya mendesah, diikuti dengan decitan kaki kasur yang bergesekan dengan lantai. Ia tahu Chanyeol sangat tulus mencintai Baekhyun, dan ia sangat senang melihat anak kesayangannya bahagia, namun sebagai ibu, ia masih dibebani fakta bahwa anaknya penyuka sesama jenis. Fakta bahwa ia tidak akan pernah menggendong cucu sama sekali. Tapi ia merelakan semua itu demi Baekhyun. Demi kebahagiaan anaknya agar Baekhyun tetap bertahan. Agar Baekhyun tetap bersamanya.
.
.
.
.
TBC
