My Sasaeng Fans Is Mother Of My Child

.

.

Pairing : KaiHun (GS! Sehun)

Genre : Romance and Drama

.

.

Happy Reading

.

.

CHAPTER 4

.

.

.

.

.

Sehun tersenyum setelah membaca isi pesan itu. Park Chanyeol.. Teman kecilnya dulu, dia menghubunginya. Mengatakan ingin bertemu dengannya. Sudah lama sekali, semenjak lulus sekolah dia tak pernah lagi bertemu dengan teman baiknya itu. Ah kira-kira bagaimana lelaki itu sekarang? Apakah dia telah memiliki kekasih? Gadis brunette itu perlahan tersenyum. Ia akan memberitahukan perihal pernikahannya ini keoada teman lamanya itu. Chanyeol pasti senang mendengarnya. Yeah, tentu saja. Bukankah ini pesan Chanyeol kepada dirinya saat kelulusan dulu? Segera mencari kekasih yang baik dan menikah. Itulah pesan Chanyeol sebelum dia pergi ke Amsterdam untuk melanjutkan kuliahnya. Perlahan Sehun berbaring dan tersenyum saat kembali mengingat pesan lelaki itu.

"Aku juga merindukanmu, Yoda."

.

Kim Jongin baru saja sampai di depan rumah Sehun. Dipencetnya bel rumah itu dan tak butuh waktu lama pintu rumah terbuka.

"Oppa.."

Kim Jongin tersenyum dan segera masuk kedalam saat Sehun telah membuka pintu semakin lebar. Sehun sudah tak memperlakukan idolanya itu layaknya tamu dan tak secanggung kemarin. Mungkin karena mereka kini adalah 'calon' suami istri?

Sehun menggiring Jongin menuju kamar, yeah tentu saja untuk menidurkan Taeoh yang sudah terlelap sejak tadi di dekapan ayahnya. Dengan hati-hati, Jongin menidurkan Taeoh di dalam keranjang bayinya.

"Terima kasih, oppa."

Jongin tersenyum lagi. "Tidak perlu berterima kasih, Sehun. Memang sudah seharusnya aku melakukan ini. Aku adalah ayahnya. Bahkan, seharusnya aku melakukan ini sejak lama. Maafkan aku karena terlambat memberikan kasih sayang kepadanya." Ucap Jongin membuat Sehun sedikit meringis. Tidak sepatutnya Jongin meminta maaf atas kesalahan yang bahkan bukan dia yang menghendaki untuk membuatnya. Sehun, dirinyalah yang seharusnya meminta maaf. Terbesit rasa penyesalan didalam diri Sehun, jika bukan karena kenekatan serta kekeras kepalaannya untuk membuat Jongin menghamilinya, Jongin tak akan mengalami semua ini. Namun semuanya sudah terjadi. Sudah ada Taeoh diantara mereka. Sehun tidak mungkin tega membiarkan anaknya tidak memiliki ayah. Katakan saja Sehun wanita tak tau diri. Dia rela melakukan apapun demi bayinya. Dan menerima lamaran Kim Jongin adalah pilihan yang tepat untuk itu. Meskipun ia tahu, tidak ada perasaan cinta diantara mereka. Biarlah hanya dirinya saja yang memendam perasaan itu. Ya, hanya dirinya.

Demi Kim Taeoh, putranya.

...

Kim Jongin merebahkan dirinya di ranjang empuknya. Dia baru saja sampai di apartemennya setelah berpamitan dari rumah Sehun. Senyumnya perlahan mengembang mengingat kejadian di sana tadi ketika dia dan Sehun sempat kewalahan menangani Taeoh yang tiba-tiba saja bangun dari tidurnya dan menangis kencang. Taeoh tidak mau diberi susu, tidak mau digendong Sehun. Itu aneh. Padahal biasanya Taeoh akan langsung diam saat berada di dalam dekapan hangat ibunya. Namun ketika Jongin yang beralih menggendongnya, dengan sangat ajaib bayi mungil itu perlahan menjadi lebih tenang. Mungkin karena dekapan sang ayah jauh lebih hangat dari ibunya? Entahlah. Yang jelas Jongin benar-benar merasa bahagia akan kejadian itu. Ia tidak tahu bahwa memiliki anak rasanya akan semenyenangkan ini. Jongin mulai merasakan perannya sebagai seorang ayah.

Dan tidak lama lagi perannya sebagai seorang suami.

Yeah, suami Oh Sehun.

.

.

oOOo

.

.

Seorang lelaki berperawakan tinggi terlihat duduk dengan tenang di salah satu meja yang terletak tepat didepan jendela kaca besar cafe yang ia kunjungi. Segelas americano hangat dengan asap yang jelas terlihat masih mengepul berada digenggamannya. Lelaki itu mengangkat sedikit ujung sikunya untuk melihat waktu yang sudah terlewatkan. Pukul 15.40. Sudah 40 menit lamanya lelaki itu menunggu. Namun seseorang yang ditunggunya belum juga datang. Baiklah, ini bukan waktu yang lama. Pikirnya. Disesapnya americano hangat itu untuk sedikit mengalihkan pemikiranya. Dia tidak mungkin melupakannya. Batinnya menghilangkan pikiran negatif yang sempat menghinggapinya.

"Chanyeol-ah.."

Lelaki itu menoleh ketika mendengar ada yang memanggil namanya. Senyumannya perlahan mengembang melihat orang yang kini sedang berjalan ke arahnya. Ternyata Sehun datang.

"Kupikir kau melupakannya." Lelaki bernama Chanyeol itu tersenyum jenaka menatap perempuan berambut brunette yang kini telah berada di hadapannya.

"Aku tidak mungkin setega itu untuk melupakan janji kita. Meskipun sebenarnya ingin." Gurau Sehun.

Chanyeol tersenyum. "Kau masih sama seperti yang dulu rupanya."

Sehun hanya membalasnya dengan senyum bulan sabit yang terhias di matanya. Senyum andalannya.

"Tunggu sebentar, akan kupesankan minuman." Chanyeol berdiri dari duduknya dan berjalan ke meja kasir untuk memesan satu gelas kopi lagi. Tak lama pria itu telah kembali dengan segelas americano hangat ditangannya.

"Kau selalu tau seleraku. Gomawo." Sehun menerima gelas americano-nyadengan senang hati.

"Tentu. Seleramu bahkan sama sepertiku. Apa kau lupa?" Sehun tertawa mendengarnya.

"Oh ya, bagaimana kabarmu, hmm?" Tanya Chanyeol.

"Baik. Kau sendiri?"

"Sama seperti yang dulu. Bisa kau lihat." Chanyeol menatap dirinya sendiri untuk menunjukkan tidak adanya perubahan di dirinya.

"Tapi menurutku kau kini jauh lebih dewasa. Eits, jangan merasa bangga dulu." Sanggah Sehun cepat pada kalimat terakhir. Lalu keduanya tertawa bersama.

"Tapi Sehun, kau kini terlihat jauh lebih berisi. Atau hanya penglihatanku yang salah?" Ucap Chanyeol menilai penampilan Sehun sekarang. Sehun terkekeh sejenak.

"Kau benar. Sebulan yang lalu aku baru saja melahirkan makanya badanku jadi lebih berisi."

Seketika senyuman diwajah Chanyeol hilang mendengar ucapan Sehun. "Apa? Kau baru saja melahirkan?" Lelaki itu jelas terlihat terkejut mendengar penuturan Sehun.

Sehun terkesiap. Dia tidak sengaja kelepasan bicara tadi. Chanyeol pasti terkejut mendengarnya. Bagaimana ini? Dia harus menjawab apa?

Sehun berusaha menahan kegugupannya. Tak dapat dipungkiri jika sekarang ia benar-benar gugup karena situasi ini.

"Y-ya." Jawab Sehun pada akhirnya. Dan sialnya kentara sekali jika dia sedang gugup.

Chanyeol menatap Sehun cukup lama. Pandangannya sulit diartikan.

"Jadi kau sudah menikah?" Tanya Chanyeol mencoba tersenyum. Senyum yang jika orang mengerti ada guratan kesedihan dibalik senyuman itu. Entah apa yang ada didalam pikiran lelaki itu sekarang.

Sehun diam. Tidak tahu harus menjawab apa. Dia tentu saja belum menikah. Tapi akan sangat aneh jika dirinya mengatakan belum menikah namun sudah memiliki anak. Chanyeol pasti akan berpikiran macam-macam kepadanya. Dia tidak mau Chanyeol berprasangka buruk padanya. Tapi Sehun harus bagaimana? Apakah dia harus jawab sudah? Namun, nyatanya dia belum menikah. Walaupun sebenarnya sebentar lagi dia memang akan menikah tapi tetap saja! Sehun tidak nyaman dengan sebuah kebohongan.

"Sehun?" Suara Chanyeol seketika membuyarkan lamunan Sehun.

"A-aku.. Aku belum menikah." Sehun menggigit bibirnya setelah mengucapkan itu. Bagaimana dengan reaksi Chanyeol setelah ini?

Tapi diluar dugaan. Chanyeol hanya diam. Tidak memberi tanggapan apapun setelah mendengar jawaban Sehun. Lelaki itu terdiam cukup lama membuat Sehun merasa tidak tenang. Apa Chanyeol kecewa kepadanya? Namun, jika memang begitu. Bolehkah Chanyeol merasa kecewa kepadanya atas apa yang terjadi? Mereka hanyalah sahabat lama yang baru saja dipertemukan kembali. Jadi, berhak kah Chanyeol kecewa?

Atau mungkin Chanyeol hanya prihatin.

Sehun terpaku ketika melihat seulas senyuman tersemat dibibir tebal lelaki itu.

"Bisakah nanti... Aku melihat bayimu?"

.

.

.

My Sasaeng Fans Is Mother Of My Child

.

.

.

Sehun duduk dengan canggung di dalam mobil Chanyeol. Begitupula dengan Chanyeol yang bingung harus bersikap bagaimana. Perjalanan menuju rumah Sehun hanya diisi dengan keheningan diantara mereka berdua. Setelah kejadian di cafe tadi, Sehun dan Chanyeol, atmosfir diantara keduanya berubah lebih hening. Tidak ada perbincangan diantara keduanya. Seharusnya Sehun menanyakan hal-hal seperti bagaimana kehidupan Chanyeol selama ini di Amerika, apa dia sudah mempunyai kekasih? Apakah pendidikannya disana lancar? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya seputar keadaan Chanyeol sewaktu di Amerika. Namun yang ada, mereka hanya diam seperti ini. Keduanya merasa terlalu kaku untuk sekedar menanyakan kabar masing-masing lebih jauh, terlebih Chanyeol. Perasaannya campur aduk. Terlalu bingung dengan semuanya. Ya, itu karena pernyataan mengejutkan yang tak disengaja Sehun kepada Chanyeol saat di cafe.

Sehun telah memiliki anak. Seharusnya hal tersebut menjadi kabar yang membahagiakan jika saja Sehun mempunyai anak dengan status yang jelas -menikah-. Namun nyatanya adalah sebaliknya. Entah kenapa hati Chanyeol merasa sesak saat mendengarnya. Sesak karena keadaan Sehun yang kini.

Keduanya telah sampai. Sehun turun perlahan dari mobil Chanyeol diikuti lelaki itu.

"Silahkan masuk." Ucap Sehun setelah membuka pintu rumahnya. Chanyeol mengangguk diiringi gumaman terimakasih dan berjalan masuk kedalam rumah Sehun. Mengikuti sang empunya.

"Maaf ya rumahku masih berantakan." Sehun sedikit membersihkan beberapa potong baju yang berserakan di kepala sofa. Itu adalah baju Kim Jongin yang pagi tadi memang datang ke rumah Sehun untuk menengok Taeoh.

Chanyeol mengangguk kemudian duduk disofa tersebut setelah dipersilahkan Sehun. Mereka lebih terlihat seperti dua orang yang baru bertemu pertama kali daripada dua orang sahabat yang sudah lama tidak bertemu.

Chanyeol terdiam menatap tumpukan baju yang dibawa Sehun masuk kedalam rumahnya itu. Sebenarnya ia merasa heran pada awalnya ketika melihat ada beberapa potong baju yang dia yakini adalah baju pria berada di sofa Sehun. Namun Chanyeol berusaha menepis pikirannya tentang hal itu.

Mungkin milik temannya.

"Chanyeol.." Chanyeol sedikit tersentak dari lamunannya ketika mendengar suara Sehun yang kini berada di sampingnya. Laki-laki itu akhirnya menoleh.

"Mau kubuatkan teh atau..."

"Tidak usah repot-repot Sehun. Bukankah kita baru saja minum americano?" Sela Chanyeol berusaha setenang mungkin. Walau tidak dipungkiri jika jantungnya berdetak semakin cepat ketika berada sedekat ini dengan Sehun.

Sehun menggaruk tengkuknya canggung. "Ah i-iya. Aku lupa."

Mereka kembali diam. Lebih tepatnya Sehun yang bingung harus bagaimana. Chanyeol datang kerumahnya untuk bertemu Taeoh, bayinya. Namun Taeoh masih dibawa Luhan dan Tao jalan-jalan ke taman sejak pagi tadi karena dia yang berpamitan akan menemui Chanyeol. Dan sekarang lelaki itu hanya diam belum berniat memulai percakapan dengan Sehun yang sebenarnya Sehun sendiri juga merasa gugup dengan apa yang akan Chanyeol katakan nanti.

"Sudah lama ya aku tidak berkunjung ke rumahmu. Keadaan rumah ini sedikit berubah." Chanyeol mencoba memulai percakapan ringan agar keadaan tidak canggung ini. Sejujurnya, Chanyeol sangat membenci situasi kaku dan aneh seperti ini.

Sehun yang tadinya menunduk kini mengangkat wajahnya. "Keadaan rumahku yang lama sangat kuno."

"Ngomong-ngomong, dimana bibi Kyungsoo? Kenapa aku tidak melihatnya sejak tadi?" Chanyeol menatap sekeliling rumah Sehun. Dia baru menyadari jika rumah Sehun kini sangat sepi. Bukankah dulu Sehun tinggal dengan bibinya? Sahabat dari mendiang kedua orang tua Sehun. Mengapa ia tidak melihatnya?

"Dia.. pindah ke Itaewon." Jawab Sehun.

"Pindah?"

"Ya. Dia bilang ingin menghabiskan masa tuanya dirumah lamanya dengan sanak saudaranya disana." Jawab Sehun pelan. Merasa sedih ketika mengingat bibi Kyungsoo yang bersikeras ingin kembali ke Itaewon bersama keluarganya dan berkata tidak ingin menganggu kehidupan Sehun dan Jongin setelah menikah. Padahal Sehun sama sekali tidak merasa terganggu dengan bibi Kyungsoo yang sudah sejak lama merawatnya. Sehun telah menganggap bibi Kyungsoo seperti ibunya sendiri. Kejadian di fanmeeting itu pun Sehun sudah memaafkanya. Tapi bibi Kyungsoo tetap bersikeras. Sehun tidak bisa berbuat apa-apa jika sudah begitu.

Chanyeol mengangguk pelan dan kembali terdiam. Entah sedang memikirkan apa. Dan saat ia akan membuka suaranya lagi tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi, yang kontan saja membuat Sehun langsung beranjak dari duduknya dan berjalan membukakan pintu.

Sehun begitu terkejut saat melihat siapa orang yang datang. Kim Jongin sedang berdiri di depan rumahnya dengan Taeoh yang berada di dapam dekapannya. Sehun sedikit geli melihat penampilan Kim Jongin yang terlihat sangat tidak cocok dengan apa yang dia lakukan. Penyamaran lengkap dengan kacamata, masker dan hoodie dan seorang bayi mungil di gendongannya. Entah kenapa Sehun merasa hatinya menghangat melihat pemandangan itu. Kim Jongin benar-benar peduli dengan anaknya.

"Aku mau saja berdiri disini lebih lama. Tapi sepertinya Taeoh sudah tidak nyaman." Ucapan Kim Jongin seketika membuyarkan lamunan Sehun. Sehun pun lantas menggeser tubuhnya agar Jongin bisa masuk.

Chanyeol dibuar terkejut ketika melihat siapa orang yang baru saja masuk itu. Bukankah itu Kim Jongin? Tak heran Chanyeol bisa mengenalnya karena Kim Jongin adalah salah satu Korean Wave yang sedang populer di Amerika belakangan ini.

Berbeda dengan Jongin. Pria itu terlihat sangat hangat, Sehun telah memberitahunya jika ia akan bertemu teman lamanya tadi dan sepertinya lelaki itu juga sudah menduga jika akan ada tamu nantinya.

Pria tan itu lantas duduk di sofa sebelah Chanyeol dengan senyuman yang masih setia terpatri di bibirnya. Menatap pria yang duduk disampingnya dengan hangat tanpa ada rasa mengganjal sedikitpun.

"Ah.. Haruskah aku memperkenalkan diri terlebih dahulu?" Jongin berucap agak canggung yang diakhiri dengan kekehan kecil.

"Tanpa memperkenalkan dirimu pun aku sudah mengetahuinya." Balas Chanyeol sopan. Membuat Jongin lantas terkekeh lagi untuk yang kedua kalinya.

Sebenarnya Chanyeol masih merasa aneh. Bagaimana bisa Sehun mengenal seorang Kim Jongin? Dan dari interaksi yang mereka lakukan tadi, bisa Chanyeol lihat bahwa kedua orang ini sudah sangat akrab. Chanyeol sebenarnya ingin mengutarakan rasa penasarannya namun diurungkan untuk kali ini.

"Em.. Maaf, kutinggal sebentar. Aku akan menengok keadaan Taeoh didalam." Ucap Sehun disela-sela lamunan Chanyeol. Pandangan pria itu tak lepas dari Sehun.

"Y-ya, baiklah."

Dan setelahmya tersisalah dua lelaki dewasa di ruang tamu itu.

"Ngomong-ngomong, sampai saat ini aku belum mengetahui namamu." Ucap Jongin bermaksud ingin berkenalan dengan teman Sehun..

Chanyeol seketika menoleh. "Namaku Park Chanyeol." Jawabnya dengan kikuk. Entahlah.. Chanyeol merasa aneh saja jika harus bercakap-cakap dengan pria ini. Dia seorang selebriti terkenal dan terlihat sangat dekat dengan Sehun. Ada hubungan apa sebenarnya antara Sehun dan pria ini?

"Jadi kau teman Sehun ya?" Jongin tersenyum kembali. Dia tidak merasa curiga sedikitpun dengan pria ini. Perasaannya mengatakan jika Chanyeol bukanlah orang jahat dan sejauh ini sikapnya memang baik. Yeah, setidaknya Jongin merasa tenang Sehun mendapatkan teman yang baik.

"Tepatnya sahabat lama yang baru bertemu kembali." Jongin mengangguk mengerti. Jadi bukan sekedar teman, tapi sudah menjadi sahabat. Ya, tidak masalah menurutnya.

"Ehm.. Sebelumnya, bolehkah aku bertanya sesuatu kepadamu?" Yeah, akhirnya Chanyeol tidak tahan juga. Ia putuskan untuk menanyakan rasa penasarannya langsung kepada Jongin.

Jongin mengangguk. "Silahkan."

Chanyeol menatap Jongin intens sebelum bertanya.

"Apa hubunganmu aebenarnya dengan Sehun?"

"Aku calon suaminya." Jawab Jongin santai.

Chanyeol seketika membeku. Jadi... Sehun akan menikah? Jadi.. Pria ini.. Kim Jongin adalah calon suami Sehun? Tunggu dulu. Jika Sehun dan Kim Jongin akan menikah... Berarti bayi yang Sehun lahirkan...

"Tunggu, kau tidak sedang bergurau kan?" Tanya Chanyeol masih seperti tidak percaya.

Jongin mengernyit. Ada apa dengan pria ini? Tentu saja Jongin tidak bercanda. Apakah wajahnya terlihat seperti orang yang sedang berbohong? Ah.. Mungkin karena Jongin seorang selebriti terkenal, makanya teman Sehun ini mengira jika ia hanya bercanda. Jongin mencoba untuk memahaminya.

"Aku bersungguh-sungguh. Kami bahkan telah mempersiapkan segala hal sebelum pernikahannya dimulai. Dan jika tidak ada halangan, sekitar satu bulan lagi kami akan menikah." Jawab Jongin tegas. Dia ingin menunjukkan jika ucapannya tidak main-main.

Chanyeol terdiam. Jadi benar Sehun akan menikah? Dengan Kim Jongin..

Chanyeol tersenyum pahit. Satu hal yang kini Chanyeol ketahui. Ia baru sadar jika Kim Jongin adalah ayah dari anak yang dilahirkan Sehun. Tentu saja, tanpa dia bertanya pun Chanyeol sudah tahu.

Perlahan pria itu mengulurkan tangannya dan menatap Kim Jongin dengan pandangan sulit diartikan. "Kuucapkan selamat. Hah.. Ternyata kaulah orangnya ya? Sehun sangat beruntung bisa mendapatkan orang sepertimu. Satu pesanku, kau harus menjaga Sehun dengan baik. Jangan biarkan dia mengeluarkan airmata walau hanya setetas. Kau tahu, dia terlalu rapuh untuk disakiti. Dan satu lagi, rawat bayi kalian dengan baik. Aku titipkan Sehun kepadamu." Jongin terpaku mendengar ucapan Chanyeol. Benarkah? Benarkah mereka hanya sebatas sahabat? Kenapa Jongin merasa jika sebenarnya Chanyeol mengaggap Sehun lebih dari sekedar sahabat? Ucapan Chanyeol tadi rasanya aneh. Seperti seorang lelaki yang merelakan gadis yang dicintainya untuk orang lain. Benarkah?

Jongin dan Chanyeol masih saling berjabat tangan tanpa berniat melepas. Tiba-tiba saja Chanyeol memeluk Jongin dan kemudian berbisik sesuatu yang membuat persepsi Jongin makin kuat jika laki-laki tinggi ini sebenarnya menyukai Sehun.

"Selamat, kau telah berhasil memenangkan hatinya."

.

.

.

My Sasaeng Fans Is Mother Of My Child

.

.

.

Hari yang dinantikan akhirnya tiba. Pada hari ini, sebuah pernyataan yang telah sangat ditunggu-tunggu yang membuat seluruh masyarakat Korea merasa begitu penasaran akan dikemukakan. Sudah hampir seminggu yang lalu berita tentang aktor pria terpopuler Kim Jongin yang akan membuat konferensi pers untuk mengungkapkan suatu hal terdengar ke seluruh Korea. Banyak yang bertanya-tanya, apa yang sebenarnya akan diungkapkan Kim Jongin hingga harus mengadakan Konferensi Pers resmi seperti itu? Tak terkecuali para wartawan berita yang begitu mati-matian mencari informasi seputar berita tentang konferensi pers Kim Jongin ini untuk dimuat kedalam laman situs mereka. Berita ini benar-benar menjadi topik yang hangat. Hingga kini hari diadakannya konferensi telah tiba.

Terlihat para wartawan berita telah duduk di kursi masing-masing yang telah disediakan untuk mereka. Semuanya berbisik-bisik penasaran. Pasalnya hingga saat ini belum ada pernyataan apapun dari pihak Kim Jongin tentang hal yang akan dikemukakan aktor tampan dan berbakat itu. Membuat mereka semua merasa tegang. Tak terkecuali penggemar-penggemar berat Kim Jongin yang juga menanti di luar sana dengan berbagai ekspres. Dari mulai tegang hingga ada yang sudah menangis takut apa yang akan disampaikan idolanya itu bisa saja malah akan menyakiti hatinya.

"Jongin, santailah. Semuanya akan berjalan dengan baik." Kim Jongin menatap pantulan wajahnya di depan cermin. Mencoba menyemangati dirinya sendiri jika semuanya akan baik-baik saja setelah ini. Ditariknya sedikit lengan jas abu-abunya untuk melihat waktu yang tersisa sebelum konferensi pers dimulai. Sebentar lagi..

Keadaan di dalam gedung tempat diadakannya konferensi pers itu semakin riuh tatkala menunggu Kim Jongin yang hingga saat ini belum juga datang untuk memulai konferensi pers yang sangat menegangkan inu. Bahkan para wartawan itu telah menyiapkan halaman di laptop mereka masing-masing untuk mencatat segala hal yang nantinya akan dikemukakan Jongin. Begitupula dengan para fotografer yang sudah menyiapkan kamera mereka masing-masing. Ini sungguh sangat menegangkan.

Dan akhirnya seseorang yang sedari tadi ditunggu kedatangannya kini telah muncul dan sedang berjalan menuju kursi yang telah disediakan. Seketika itu kilauan blitz kamera langsung menyerbu untuk membidik wajah Kim Jongin untuk nantinya mereka letakkan di laman berita mereka masing-masing. Jongin membungkuk sebentar sebelum akhirnya duduk dengan perasaan berdebar di kursinya. Sebentar lagi, seluruh Korea akan tahu akan kebenaran tentang dirinya.

"Selamat malam. Sebelumnya aku ingin berterima kasih kepada kalian semua yang telah bersedia untuk hadir disini. Sejujurnya aku sendiri merasa begitu gugup saat ini." Jongin menghela nafas pelan sebelum melanjutkan ucapannya. Suasana kini semakin tegang karena para wartawan itu yang semakin riuh berbisik-bisik satu sama lain. Menunggu pernyataan Kim Jongin selanjutnya.

"Kalian semua pasti sudah tahu mengapa hari ini aku mengundang kalian untuk datang kesini. Aku mengadakan konferensi pers yang sangat penting. Karena pada hari ini aku akan mengungkapkan suatu hal yang sudah sangat lama ingin kuungkapkan kebenarannya. Yang mana sangat berarti bagiku " Semuanya kembali berbisik-bisik. Tangan-tangan lincah mereka pun sedari tadi sibuk mengetikkan sesuatu pada laptop mereka. Semuanya mengamati dan mendengarkan dengan seksama setiap ucapan Kim Jongin.

Jongin memejamkan matanya. Berdoa semoga setelah ini semuanya akan baik-baik saja. Tidak akan ada yang terjadi pada dirinya dan juga Sehun.

"Aku, Kim Jongin, mengatakan kepada kalian semua jika saat ini aku telah memiliki orang spesial di hatiku." Tukas Jongin tegas.

Mendengar pernyataan Jongin, keadaan menjadi semakin gemuruh. Kilauan blitz kamera semakin berlomba-lomba untuk membidik wajah Jongin. Banyak dari mereka yang terkejut. Seorang aktor terbaik Korea Selatan telah memiliki kekasih.

Tiba-tiba seorang wartawan mengangkat tangannya tanda jika ia ingun menanyakan aesuatu kepada Jongin.

"Apakah dia dari kalangan artis? Atau dari kalangan orang biasa?" Tanya wartawan itu masih dengan kedua tangan berada di atas balokan keyboard miliknya siap untuk mengetikkan sesuatu yang menjadi jawaban Jongin.

Jongin tersenyum. "Dia wanita biasa."

Dan setelahnya keadaan berubah sedikit hening. Mereka kembali disibukkan dengan laptop di hadapan mereka masing-masing.

"Ada satu hal lagi yang ingin kuungkapkan." Seketika fokus semua wartawan itu kembali berada pada Kim Jongin. Keadaan menjadi lebih hening karena mereka yang menunggu pernyataan selanjutnya.

"Aku dan kekasihku akan menikah satu bulan lagi. Kami telah menyiapkan pernikahan ini sekitar setengah bulan yang lalu. Jadi kuharap semuanya, aku meminta doa restu dari kalian. Doakan semoga rencana pernikahan kami berjalan lancar." Jongin mengakhiri ucapnya dengan satu helaan nafas panjang yang melegakan. Merasa lega dan tenang ketika ia telah dengan berhasil mengatakan kepada semua orang tentang rencana pernikahannya tanpa adanya rasa gugup atau tegang. Ya, semuanya sejauh ini berjalan dengan baik.

Namun tiba-tiba seorang wartawan wanita berdiri dari duduknya.

"Kim Jongin, ada yang mengatakan jika pernikahanmu ini direncanakan bukan atas dasar cinta. Kau ingin menikahinya hanya untuk bentuk tanggung jawab kepada wanita itu karena seorang bayi yang telah ia lahirkan yang merupakan anakmu. Apakah itu benar?" Ucapan wanita itu membuat seisi manusia yang ada disana begitu terkejut. Mereka berbisik-bisik dengan perasaan mereka masing-masing atas apa yang baru saja diungkapkan wartawan wanita itu.

Bagaimana dengan Jongin? Tentu saja Jongin juga begitu terkejut. Darimana wartawan wanita itu bisa mengetahui hal ini? Jongin menelan ludahnya dengan susah payah. Dia benar-benar gugup saat ini. Mereka semua telah mengetahui hal yang paling benar dan paling ingin ditutupi tentang adanya anak yang dimilikinya bersama seorang wanita, -Oh Sehun-. Tangannya perlahan mengepal.

"Kim Jongin, apa itu benar?" Sekali lagi wanita itu menanyakannya kepada Jongin. Terlihat semua orang disana juga sama. Sama-sama menantikan jawaban Kim Jongin yang hingga saat ini tak kunjung membuka suaranya.

Jongin memejamkan matanya dan sedikit menjilat bibir menahan gugup. Tak dipungkiri jika keadaan diluar rencana ini bisa terjadi dan telak membuatnya bungkam.

Jongin akhirnya mendongak dan menatap seluruh manusia di gedung itu.

"Itu benar." Jawab Jongin tegas

Tarikan suara terkejut yang kentara sekali terdengar tak dapat ditahan lagi oleh seisi orang disana. Semuanya merasa tidak percaya. Kaget dan tidak menyangka. Satu lagi berita mengejutkan yang tak lernah mereka duga akan terungkap hari ini. Aktor Kim Jongin memiliki anak dengan seorang wanita biasa yang hingga kini identitasnya belum diketahui oleh siapapun.

Dengan berat hati Jongin harus menerima kenyataan menyakitkan yang mungkin sebentar lagi akan dialaminya. Lebih tepatnya dialami Oh Sehun. Jongin merasa begitu bersalah atas semua ini. Ia tidak yakin lagi jika setelah ini ia dan Sehun akan baik-baik saja. Setelah kenyataan sebenarnya terungkap. Mereka, mereka pasti akan mengganggu hidup Oh Sehun setelah ini. Perlahan setitik air mata jatuh ke pipinya tanpa bisa ia tahan ketika mengingat apa yang telah terjadi dan sesuatu yang mungkin akan menimpa dan mengganggu hidup Sehun, dan anaknya. Tidak. Jongin tidak akan membiarkan mereka menyakiti anak dan calon istrinya. Jongin akan melindungi mereka dari bahaya yang sewaktu-waktu bisa mendatangi mereka berdua.

"Oh Sehun, maafkan aku."

.

.

.

.

TBC

.

.

HALOOOO... HAIII SEMUANYA... MASIH KAH ADA YANG MENGINGAT FF ABSURD INI? HAHAHA PASTI UDAH PADA LUPA YAKAN. YAIYALAH KAN GUE UDAH 6 BULANAN GAK UPDATE :3

Huhuhu... maaf banget semuanya.. saya ngaret ret ret banget update ff ini. Udah gitu pendek lagi.. maaf u,u

Lama banget soalnya saya kena WRITTER BLOCK, jadi gak bisa nulis beberapa bulan ini. Mood jelek banget sumpah. Apalagi gegara KaiHun yang sekarang. Beneran sedih gue Sehun skrg jauh lebih gedean badannya daripada si Jongin. Apa salah KHS cob harus diksih cobaan begini beratnya? Banyak dr mereka yg berpaling ke aliran/? sebaliknya skrg ini gara2 Sehun nya makin gede. Apalagi Jongin belakangan ini keliatan ekhm uhuk eonyeoh uhuk.

TAPIIII...EITS GUE BAHAGIA BANGET. Gara2 Sehun pas di Gayo dia keliatan canteqs aned. Nah gegara liat itu feel gue buat nulis ff tumbuh kali ya wkwk.. yah doain aja lah ya Sehun biar makin cantik kedepannya supaya gue bisa cepet lanjutin ff2 lainnya kkk.

Udah ah segitu aja. Takutnya ntar malah dikira php gegara words kepanjangan eh ternyata bukan karena ffnya tapi curcolan gak penting author wkwkk.. maafkan~

Yaudah ya. See you later. JAN LUPA REVIEW YA READERS TERSAYANG :*