©BocahLanang Fanfiction

Hai all! HunKai Shipper mana teriakannya!

BocahLanang bawa FF HunKai rate M lagi!

Khusus untuk memeriahkan HunKai In Luv event! YEEY!


.

.

.

Karena tidak dibatasi berapapun FF yang di post ke FFn, jadi BocahLanang berusaha ng-bomb akun BocahLanang dengan FF HunKai, hehe

Tapi kalian sendiri tahu kan kalau BocahLanang itu sosok(?) yang tidak pernah/jarang menyelesaikan FF. Jadi kalau FF ini belum complete gapapa ya? Hehe

Sebagai Author, BocahLanang minta maaf karena tidak bisa memenuhi keinginan readers semua

Dan BocahLanang adalah fans sama seperti kalian, hanya beda tittle author.

Sebenarnya semua orang bisa kok bikin FF,

Jadi.. ayo ikutan Event HunKai In Luv! (membujuk secara perlahan, hehe)

Seneng banget banyak author baru bermunculan!

Setidaknya ada bibit baru untuk menggantikan BocahLanang yang sekarang sudah naek kelas 3 SMA.. makin sempit waktu buat bikin FF.. hiks-hiks..

Makanya dibanyakin nih aku bikin FF biar kalian gak kangen selama aku 5 bulan di kelas 3

(serasa aksel.. jahat banget ya, masa cuma dikasi 5 bulan sebelum UN. Gak ada setengah tahun di kelas 3 tuh!)

.

.

.


Oke all!

Let's read this FF

Selalu HunKai!

For HunKai In Luv!

.

.

.


Pair:

HunKai

Sehun Seme

Kai Uke


Genre:

Romance, Sad, PHP, Temen ngambang, BitComedy, SchoolLife


Rate:

M, Lemon, 17+


Warn:

Yaoi, BoysLove


;OFFER;


"Kau akan menjadi milikku seutuhnya.. hh.. Jongh.." Sehun mengecap lebih brutal pundak Jongin yang terekspose.

"Akkhh! Sehunna.. ahn~" Jongin memekik sakit ketika taring-taring Sehun menggigit ganas perpotongan lehernya. Menyedotnya dengan kuat, meninggalkan tanda kemerahan yang akan menjadi biru keunguan hingga beberapa hari kedepan.

"Biarkan akuh,, menghamilimuh.. honey, hh.." nafas Sehun memburu seirama dengan gesekan di bawah sana dan kedua tangannya yang memijat gemas kedua butt Jongin. Masuk kedalam boxer yang menutupi bagian bawah Jongin.

"Aaaaaahhh~ Sehuunnh~" akhirnya indah desahan Jongin mengalun lepas ketika jemari panjang Sehun memijat hole merahnya.


-HunKai Offer-


Sreeett!

Dinaikkannya kemeja seragam Jongin tinggi-tinggi.

"Kenapa kau memakai kaos singlet huh?" Sehun sedikit kesal karena kain yang membalut tubuh indah itu terlalu banyak. Menghalanginya untuk mencicipi semuanya.

"Kauh.. yang bilang kalau aku harus menutupi tubuhku yang tercetak dan dilihat orang lain-hmmph!" bibir penuh Jongin yang sudah basah dan bengkak itu kembali dibungkam. Sehun mengulumnya penuh nafsu.

Clps..

"Kau benar. Hanya aku yang boleh melihat lekuk tubuhmu, sayang.." Sehun mengecup pipi Jongin berkali-kali. Dan Jongin hanya mampu terpejam dengan nafas memburu karena tubuh mereka yang sudah menempel erat. Bahkan hanya dengan kecupan dan gerakan tangan Sehun saja Jongin akan mendesah indah.

"S-Sehun-"

TING-TONG-TENG—TING-TONG-TENG—TING-

Apa yang akan dikatakan oleh Jongin terhenti ketika suara bel masuk ujian kedua berkumandang ke seluruh penjuru sekolah.

GREP!

"Kyaa!" namja manis sexy itu menjerit ketika Sehun memeluknya sangat erat tiba-tiba.

"FUCK! Jongin! Aku bahkan belum memasukimu?!" geraman Sehun terdengar tidak terima.

"Ahahaha.. tenang, Hunna" jemari Jongin terangkat dan mengelus perlahan rambut blonde cepak namja tampan yang merengkuhnya erat.

Selama ini Jongin tahu jelas, Sehun adalah namja yang keinginannya tidak mau dibantah. Dan keinginannya kali ini kelihatannya harus kalah oleh waktu ujian.

"Jong, aku sungguh ingin memasukimu. Aku bisa mengerjakan semua soal fisika jam kedua ini hanya dalam waktu lima belas menit. Jadi kita bisa melanjutkan ini sekarang. Kira-kira satu jam" Sehun benar-benar ingin menang sendiri. Bahkan itu tadi bukanlah rayuan seseorang yang ingin memadu kasih. Jahat sekali, membujuk bersetubuh dengan perhitungan?

Tidak ada manis-manisnya sama sekali.

Chu~

"Aku yakin sehari pun tidak akan cukup untukmu.. tampan" bibir merah Jongin mengecup kilas bibir tipis Sehun.

"Tapi Jongin-"

TOK! TOK! TOK!

Suara ketukan dari luar membuat keduanya berhenti berdebat dalam bercinta. Aneh kan? Untuk bercinta saja penuh perhitungan..

"Oh Sehun! Kim Jongin! Kalian didalam?! Cepat keluar sebelum kudobrak pintunya! Kalian meninggalkan waktu lima menit ujian!" suara yang familiar.. Leeteuk Songsaenim. Guru mapel bahasa mandarin.

"Ne" suara Sehun sangat datar tapi cukup jelas terdengar hingga luar. Jongin tahu, Sehun sangat kesal kali ini.

"Hunna" Jongin mengrenyitkan alisnya tidak percaya saat Sehun membenarkan celanannya sendiri, kemudian menurunkan kemeja Jongin yang sempat disingkap.

Pandangan Sehun menjadi kosong. Terlihat sangat berbeda. Kenapa?

"Jongin" Sehun memegang kedua pinggul indah namja tan dipangkuannya.

Sreet!

Dengan mudahnya membalik Jongin yang sedari tadi duduk dipangkuannya sehingga memunggungi.

"Maaf" Sehun mengatakannya dengan lirih sembari meletakkan dagunya di bahu Jongin. Tubuh ramping itu terlonjak kaget sesaat.

Bukan. Bukan karena Sehun yang menyandarkan kepala di bahunya. Tapi karena permintaan maaf yang terdengar sangat bersalah.

Kedua tangan Sehun memeluk erat tubuh Jongin, seolah namja manis dipangkuannya itu bisa kabur darinya kapanpun.

"Maaf.. aku menyentuhmu terlalu jauh" akhirnya Sehun mengucapkan apa yang ada dipikirannya. Ia salah. Sangat salah.

Sedangkan Jongin hanya diam dengan mata yang membola. Menyadari jika namja pucat yang memeluknya erat dari belakang itu memberikan banyak tanda dileher dan pundaknya yang kini berdenyut nyeri.

Bahkan celana seragamnya tanggal, jatuh di lantai samping kloset dimana mereka berpangkuan.

Kenapa sedari tadi dia tidak menolak semua sentuhan Sehun? Kenapa ia tidak memukul Sehun hingga pingsan? Seolah-

"Berdirilah, akan kupakaikan celanamu" Sehun menuntun Jongin untuk berdiri dan dengan sigap memakaikan celana Jongin.

"Hun. Kemejaku belum di-"

TEP!

Kedua tangan Sehun yang selesai memakaikan sabuk di pinggang ramping Jongin menolak kedua tangan Jongin yang memegangi ujung kemejanya.

"Untuk kali ini. Jangan dimasukkan" Sehun meluruskan kemeja Jongin hingga menutupi buttnya. Membiarkan kain putih itu keluar dari celana.

"Tapi nanti aku diskorsing" Jongin menatap heran pada Sehun yang membiarkan kemejanya dikeluarkan tidak rapih.

"Akan kubantu. Aku tidak ingin mereka melihat lekuk tubuh indahmu" Sehun berdiri dari jongkoknya, membuat Jongin mendongak melihat wajah tampan yang kini terlihat dingin dan serius.

Chu~

"Aku akan selalu menjagamu" Sehun mengecup dahi Jongin yang tertutup poni brown itu penuh perasaan. Membuat Jongin mematung.

Ini.. perlakuan Sehun terlalu lembut. Sangat romantis.


-HunKai Offer-


CKLEEK!

Tubuh tinggi Sehun masuk duluan kedalam ruang ujian yang semua siswanya sedang serius mengerjakan soal.

Diikuti Jongin dibelakangnya.

Semua pasang mata disana menatap keduanya seolah merupakan artis dadakan. (iya enggak? Kalo telat masuk pasti semua ngelihatin.. hehe)

"Dari mana saja kalian?" Leeteuk songsaenim berdiri dari kursi pengawasnya.

"Aku dan Sehun berdebat di kamar mandi tadi. Sehun melarangku membully Chen. Untungnya songsaenim datang sebelum kami baku hantam" Jongin berkata santai sembari duduk di kursinya.

Sehun yang sudah duduk duluan hanya mengrenyitkan alisnya. Kenapa Jongin harus membelanya? Membuat seolah Jongin yang salah dalam hal ini? Padahal Sehun yang bersalah.

"Yasudah. Cepat kerjakan soalnya. Kalian melewatkan sepuluh menit waktu mengerjakan. Tidak ada pertambahan waktu" Heechul Songsaenim berkata sembari menyodorkan lembar absensi pada Sehun dan Jongin untuk ditandatangani.

Setelahnya ujian kembali kondusif seperti sedia kala.

Sehun mengerjakan soal sembari mencuri pandang pada punggung ramping didepannya. Ia kelewatan tadi. Bagaimanapun juga Jongin tidak seharusnya ia perlakukan seperti itu. Ah, sial.

"Jongin! Jangan mengajak ngobrol adik kelas! Dasar anak nakal" Heechul mencubit gemas pipi gemil namja tan yang sedari tadi mengganggu Vernon mengerjakan soal bahasa inggrisnya, dan Jongin membiarkan soal fisikanya terbengkalai didepannya, hampir jatuh dari meja.

"Hahi hehu honghanghim.." Jongin berujar 'Lagi seru songsaenim' dengan wajah imutnya yang masih dicubit kedua pipinya.

"Kyeopta, Jongin hyung, haha" Vernon tertawa mengagumi anak tan manis disampingnya. Ia mau kok diganggu selama ujian, asal oleh seorang Kim Jongin.

Mau tidak mau, semua siswa dikelas yang mendengar suara imut Jongin ikut tertawa. Dan sosok dibelakang Jongin tersenyum tipis menyadari ada saja kelakuan aneh anak tan itu.


-HunKai Offer-


Seperempat waktu ujian berlalu, dan benar saja. Sehun sudah selesai mengerjakan soalnya. Ia menunggu Jongin berbalik untuk bertanya padanya. Memerasnya atau mengancamnya seperti biasa juga tidak apa-apa.

Yang penting ia bisa melihat wajah Jongin. Sejak keluar dari kamar mandi Jongin tidak sekalipun menengok kebelakang-kepadanya.

Hatinya dongkol karena sedaritadi Jongin bergurau dengan anak bule itu, seakan dunia hanya milik mereka berdua. Harusnya kan dunia milik Sehun dan Jongin. Itu menurut Sehun.

"Ssst.. Yeollie.." Jongin berbisik lirih dan dapat ditangkap telinga Sehun yang sedari tadi mengawasinya, termasuk telinga lebar yang dituju.

Namja tinggi dengan mata lebar plus telinga lebar dan rambut cepak hitam itu melirik pada sumber suara yang dikenalnya. Suara lembut yang memanggilnya penuh sayang. Tentusaja, Jonginnienya.

"Ne Jonginnie?" Chanyeol berbisik sedikit menengok pada namja disebelah Sulli, adik kelas satu bangkunya.

"Kau sudah selesai?" Jongin meletakkan kepalanya di mejanya, menghadap pada Chanyeol yang sedikit terhalang Sulli. Jika begini, Jongin sedikit tersenyum melihat wajah adik kelas itu yang blushing ditatap begitu.

(iya gak? Kata adek kelasku, kalo kakak kelas satu mejamu lagi ngomong sama temennya disebelahmu, kamu ada diantara mereka, kamu serasa dilihatin terus kamu jadi salting -_-, gak berani lihat kanan kiri, pura-pura sok fokus sama soal ujian padahal pikiran lu grogi)

"Jongin hyung, kau jangan senyum, nanti Sulli pingsan" Vernon berbisik dibelakang tengkuk Jongin yang sedang rebahan membuat namja tan itu merinding membolakan matanya imut.

"A-apa yang kau lakukan!" Jongin memekik perlahan sembari memukul lengan Vernon ringan. Dan hanya dibalas kekehan melihat wajah imut Jongin yang sedang marah.

Sehun hampir saja mencekik Vernon jika pasangan Amber dan Krystal tidak mencegah dan memadamkan kobaran api disekelilingnya.

"Jongie, kau siap?" Chanyeol menyembunyikan kepalanya dibelakang punggung Sulli.

(kalo mau bisik-bisik minta jawaban sama temen lo, kamu bisa bersembunyi dibelakang adek kelas. Pergunakan potensi adik kelas sebaik mungkin bro! Haha!)

"Lakukan Yeollie.." Jongin sedikit memelas.

Glup!

Kok jadi ambigu lagi ya? Jongin memang bikin kita berpikiran lain -_-.

Chanyeol mengangguk mantap.

Segera Chanyeol membalik kertas jawabannya, tangan kirinya bergerak kedalam laci dan jemarinya lincah bergerak disana.

Kembali Chanyeol membalik kertas jawabannya setelah menulis semua kunci jawaban pilihan gandanya.

'SEND'.

Chanyeol memberi kode jempol kanannya pada Jongin.

Segera anak tan itu membalas dengan jempol juga dan duduk rapih. Entah kenapa Jongin merasakan apa yang disebut 'safe'. Padahal kunci jawaban masih ada di smartphone yang ia duduki.

(gak tau kenapa kalo udah dapat kunci jawaban meski belum disalin ke lembar jawab hatiku udah tenang -_- , kalian juga iya gak? hehe )


-HunKai Offer-


Perlahan Jongin menggeser pahanya duduk sedikit mengangkang, memperlihatkan layar smartphone touch screennya yang menampilkan pesan Chanyeol berisi kunci jawaban pilihan ganda semua.

"Jongin sunbae kok mengangkang? Ingin dipuaskan ya?" Vernon yang sudah selesai mengerjakan itu kembali menjahili sunbaenya yang cantik itu.

"Diam kau" Jongin menjawab acuh sembari sibuk mengisi kotak kotak pilihan ganda dengan tanda silang sesuai kunci jawaban yang Chanyeol berikan.

"Jongin sunbae jika serius manis sekali ternyata" Vernon menyangga pipi kirinya dengan tangan kirinya menatap namja satu tahun lebih tua darinya namun berwajah manis layaknya anak sekolah dasar.

"Jangan menatapku seperti itu, bocah" Jongin selesai menyalin semua jawaban pilihan ganda dan menuliskan pesan balasa untuk Chanyeol.

'SEND'.

"Kau mengirim balasan? Biasanya kau tidak membalas kunci jawaban dari Chen, Baekhyun, Suho, Xiumin, Luhan, Kris, La-"

"Hei cukup-cukup! Kau malah membeberkan jaringan sumber kunci jawabanku pada readers!" Jongin melotot imut pada adik kelas tampannya itu.

"Oke" Vernon kembali tersenyum setelah melihat Jongin yang marah-marah padanya. Jongin sangat manis saat marah begitu.

TING-TONG-TENG—TING-TONG-TENG—TING-

Bunyi bel tanda lima menit sebelum bel ujian usai, mereka masih bersenda gurau dan saling mengajek.

Mereka berdua tidak menyadari aura hitam yang menguar dari sosok iblis yang duduk tepat dibelakang Jongin. Tidak kasihan sama sekali pada Amber dan Krystal yang gosong terkena kobaran bara api yang dibawa sang iblis dari neraka.

Chanyeol berkedip melihat lacinya yang menyala menandakan ada sms masuk. Mengrenyitkan alisnya merasakan bahwa nomornya itu baru ia beli tadi pagi. Nomor baru dan hanya Jongin yang tahu.

Chanyeol memang selalu rajin mengganti nomor hapenya agar tidak ada orang yang mengganggunya-mengiriminya sms berisi ancaman atau desakan untuk memberikan jawaban-saat ujian berlangsung, ia harus bisa mempertahankan peringkat juara 2nya.

Tapi tentusaja itu pengecualian untuk Jonginnie manisnya.


-HunKai Offer-


Menyadari itu sms dari Jongin, atau sms dari operator -_- , segera Chanyeol meraih smartphonenya dan melihat pesan itu.

From: My Nini-Jonginnie

Yeollie~ Gomawo ne..

Em.. maukah kau mengirimiku juga essaynya?

Karena itu hitungan rumus fisika, kirimi aku fotonya oke?

Kita akan menghabiskan waktu berdua usai sekolah ^^

"Jonginnie?" Chanyeol membelalakkan kedua kelopak matanya sehingga membulat. Dipeganginya kedua pipinya memerah, how lucky fans.

"Yeollie~" Jongin berbisik dengan suara manisnya. Tak lupa kedipan mata dan senyum sexynya.

"Aaah.." Chanyeol memegangi jantungnya dan beracting pingsan ditempat. Lucu, hampir semua peserta ujian minus Sehun.

"Sudah-sudah. Jongin kau jangan bikin ribut lagi, kerjakan essaymu" Leeteuk songsaenim menengahi keributan dan siulan para namja yang tertarik akan blink sexy yang Jongin keluarkan tadi.

"Ne songsaenim" Jongin mengangguk kalem membuat angel without wings itu gemas ingin mencubit pipi gemil itu.

Tanpa diketahui Leeteuk dan Heecheul songsaenim yang sedang fanboying pada Jongin yang beraegyo, Chanyeol sedikit menurunkan kertas ujiannya dan memfoto semua essaynya.

'SEND'.

Senyum puas terukir dibibir Chanyeol setelah ia sukses memfoto kelima essay dan mengirimkannya pada sang idola bunga tidurnya.

(kalian pernah gak merasa bangga setelah melakukan sesuatu yang berbahaya saat ujian dan berhasil? Memfoto saat ujian itu perlu keberanian besar. Jadi Chanyeol merasa puas bisa melakukan sesuatu yang memacu adrenalin seperti itu tadi :v )

"Kerjakan oke?" Heechul songsaenim akhirnya melepaskan cubitannya dikedua pipi Jongin dan duduk kembali bersama Leeteuk songsaenim.

Jongin tersenyum bahagia melihat lima foto yang dikirim Chanyeol. Segera disalinnya pada kolom essay lembar jawabnya. Ingat, Jongin adalah tukang contek yang ulung. Tidak ketahuan sekalipun selama hidupnya.

Salah satunya karena songsaenim pengawas ruang ujian tidak tega jika Jongin tidak lulus.

Yang ketahuan mencontek akan langsung diberi nilai nol, mengerjakan soal ulangan, bersama dengan siswa susulan yang berhalangan tidak mengerjakan di hari ujian. Ulangan susulan akan dilakukan selama hari-hari class meeting.

Ujian susulan akan dilakukan di ruang aula khusus dengan CCTV yang lebih shit dan memuakkan karena ketahuan mencontek sekali lagi akan didenda nilai dibawah KKM.

Tiga mapel dibawah KKM maka tidak naik kelas. Itulah mimpi buruk Kim Jongin.

(mimpi buruk semua anak yang buruk di mapel ujian. Gue juga begitu, sering gak siap ujian -_- )


-HunKai Offer-


Hari itu keberuntungan Jongin masih menyelamatkannya.

Sehun terabaikkan dibelakang situ? Biarlah, dia tadi berhasil menelanjangi dan menjamah tubuh Jongin seenak nafsu bejatnya.

Bukan maksud Jongin mengabaikkan, tapi Jongin merasa Sehun butuh waktu sendiri.

Padahal dalam hati Jongin sendiri yang belum siap menatap Sehun lagi. Entahlah, masih grogi dan malu mengingat kejadian dikamar mandi tadi. Bagaimana bisa ia pasrah begitu?

Benar-benar memalukan!

TING-TONG-TENG—TING-TONG-TENG—TING-

Bunyi bel ujian telah usai tepat dua detik setelah Jongin melepaskan bolpoint dari tangannya. Essaynya sudah terisi semua. Segera ia masukkan smartphonenya kedalam saku celana.

Sementara Heechul dan Leeteuk songsaenim mengumpulkan soal dan lembar jawab, para siswa sudah diperbolehkan keluar ruang ujian.

Barusaja Jongin berdiri dari duduknya, Sehun berhenti disampingnya tanpa menoleh sedikitpun. Membuat Jongin menelan ludahnya takut.

"Jongin, nanti malam kerumahku" Sehun berujar dengan nada rendah tegas yang hanya mampu didengar Jongin dalam keributan siswa yang berlomba ingin pulang melepas penat ujian hari ini.

Sehun lalu berjalan mengambil tas, disusul Jongin dibelakangnya.

"Matilah aku.. matilah aku.." Jongin terus merapalkan mantra itu dalam bisikannya. Mengikuti namja tinggi didepannya yang berbelok menuju parkir sekolah tempat motor sportnya berada.


-HunKai Offer-

-TBC-


Haiiiii!

BocahLanang comeback with FF HunKai again!

YEEEYYY!

Tunggu-tunggu-tunggu! Ini PENTING!

Kalian tahu gak judul FF ini apa?

Yup! Judulnya OFFER!

Dan OFFER itu tidak sama dengan OVER okay? Pelizz deh.. bahasa inggrisnya jangan deso-deso amat, masa gak tau sih OFFER itu artinya apa?

Benar! Judul FF ini artinya PENAWARAN.

Yes! Kalian tahu kan penawaran Sehun atas permintaan Jongin apa?

Yup! Jongin memberikan permintaan jawaban ujian!

Dan Sehun memberikan penawaran imbalan berupa (apa hayooo?)

Gak jadi bercinta deh.. *kecewa karena gak ada adegan ranjang

Tapi mereka bakal kencan! Horray!

.

.

.


Hayoo.. siapa yang ehem- kebawa sama adegan hampir NC diatas? *aku!

Akankah rencana kencan mereka besok batal karena Sehun kesal karena sore ini Jongin akan bersama Chanyeol?

Aku mau tanya, em.. kencan ChanKai dipost atau diskip langsung ke malam pas Jongin ke rumah Sehun?

Review oke?

See you all next chapt!

Salam HunKai!