Eyeshield 21 Fanfiction by Ivyisnotpoisonus

Summer memory

Rating: T

Genre: Mystery

Summary: Don't judge the story by its title! ini adalah cerita bergenre mistery! Ceritanya, musim panas setelah world cup, tim Jepang memutuskan untuk berlibur bersama-sama di sebuah teluk di Jepang. Mereka semua bersenang-senang, sampai terjadi hal-hal yang tak terduga di kapal yang mereka naiki.. Silahkan baca sendiri… Chapter 4 is here guys! Katanya 4 adalah angka kematian.. apakah itu benar? Chapter ini juga angkanya 4 lho… hehehehehe Karin dan Suzuna mendengar suara langkah kaki menuju kamar mereka. Benarkah itu bukan manusia? Read it, ok? *puppy eyes*

Disclaimer: Saya menculik orang-orang eyeshield 21 ini dari Mr Riichiro Inagaki and Mr Yuusuke Murata. The story is MINE! MINE! WUAHAHAHAHA! *evil laugh* -plaaak!- XD

ooooooo000ooooooo


HOREHOREHOREHORE! Akhirnya bisa update juga! XD

Setelah hiatus yang agak (SANGAT!) lama, akhirnya Summer memo update juga… Aku senang sekali! Lalalalala~~ *lari2 gaje di taman* I-) Sekali lagi saya minta maaf yang amat-sangat pada readers, karena lambatnya saya, dan salahkanlah guru SMA saya yang memberikan tugas seabrek sehingga saya lupa apdet…. *dipukilin massal oleh readers*

Tapi, saya balas review dulu yah! :]

Su Zuna Ame: Jawabannya= SALAH SEMUA! Kufufu… itu bukan Yamato, bukan Taka. Lalu, siapa hayo~? DENGDENGDENG~~~ *BGM film Horror* Komedi? -_- iya juga ya… ta-tapi tapi, kan ceritanya jadi lebih enjoy… ;A; *halah, alesan aja* ya udah, daripada nebak-nebak, mendingan langsung saja dibaca…. Monggo~~~

3RikeP: Rike! XD makasih udah mau mampir kef fn hanya untuk sekedar mereview fanficku… *ge-er* nyeremin? Iyakah? Lihat saja lanjutannya di sini…. Kufufufufufu…

Devilish 'Yuuri' aka Fio-chan: X) Wah. Ketahuan nih! Wakakaka…. Geregetankah? Sabar ya, kalo geregetan dengerin aja lagunya Sherina, ok? Ini apdetannya! XDDD

Cielheart Ie'chan: Author-sama? Wah, saya jadi tersanjung… T_T Panggil Ivy juga nggak apa-apa kok! :D Hahaha, lucukah? Sengaja dibuat lucu, biar ceritanya nggak monoton… Hmm, haruskah genrenya ditambah jadi humor? ;)

Akemi Amagawa: Iya… Sengaja dipotong pas bagian seru, biar pada ngikutin… *otak licik* F-fave? A-apakah bagus ceritaku ini? ;_; *terharu* (daritadi terharu melulu) WOKEEEE, Update!

Iin cka you-nii: A-aku peduli kalau Iin review! *bilang aja pingin dapet reviewer banyak* Sodaranya Hiru? Hmmmm…. Hiruma Yuuya? –gamungkin- daripada bingung, mendingan langsung baca aja ok? ;) Kekekekeke…. *ini baru sodaranya Hiru yang asli*

AiNeko-chan: Oya? Apakah saya (jaelah, SAYA! Baku amat… XP) harus bilang Anna kalau apdet? Lagipula pulsa saya nggak ada, jadi masa' saya harus telepon anda hanya untuk bilang "Ann, SUMMER MEMO UDAH APDET LHO!" oenjoe…. –w- apdet kok… EH, APA-APAAN ITU? TAKARIN RATED M? NO NO NO NO NO NO…. Saya akan membuat MukuroxChrome kalau anda membuat fanfic itu… Kufufufufu… Keep review ya! Atau, MukuxChrome menanti! :P

Matsura Akimoto: Mmm…. Bon appétit? *ganyambung* Siapa ya~~? Hantukah? Yamato-kah? Taka-kah? Hiruma-kah? Hehehehe…. Lihat, maksudnya, bacalah sendiri! Nanti kalau spoiler nggak seru…. :P Nggak pernah naik kereta? Kalau gitu, kapan-kapan pergi bareng yuk! Kebetulan udah 2 tahun nggak pulang kampong…. *curcol* lebaran kemaren aja nggak mudik ke Jawa tengah lhoo~~ *curcol lagi, diskip readers*

Miharu Koyama: OK! OK! Ini updateannya! XXDD

Zzz: Penasaran? Kufufu… ini lanjutannya…

Yukari Hyuu-Kei: HIEEEE? Maki dikeluarin? *mikir* Hmmm… Gimana caranya yaa? Ah! *dapet ide* wokelah, tapi mungkin Cuma dikit ya, akan saya usahakan! X9

Naara Akira: Iya dong…. XD VK! *kok malah jadi ngomongin VK di fandom E21?* one misscal final? O.O aku bahkan nggak tahu ada film kayak gitu lho… X) nanti ku-search deh! Kreatif? Hehehe… Emang! *kepedean, dilemparin tomat sama author se-fandom* yak, akhirnya update~~

Yomiko Hiruma: Nggak apa-apa, anda mereview saja saya sudah senang! :D Hmm… ide anda menarik, akan saya pertimbangkan. Kalaupun saya buat akan saya ubah-ubah kok. Hiru-mamonya belakangan aja ya… Hehehehehe *diinjek sama readers* Salam kenal juga!

Phanter black: Oke, mukyaa! XD Makasih, ini lanjutannya~~

Oky: ^^ Salam kenal juga, Oky-san… *bow juga* Pair? Hmm… itu himitsu, nanti kalau dikasih tahu jadi spoiler… ;) terima kasih kembali~

Hufff….. Capek juga ya, balesin review.. -_- sekarang, kita lanjutin aja ceritanya langsung ok?

ooooooo000ooooooo


Cerita sebelumnya:

Tap..tap…tap…

Suzuna dan Karin langsung berpelukan, menggenggam tangan masing-masing, dan terduduk berdua di lantai. Kaki mereka berdua sudah benar-benar lemas sekarang. Suhu dingin merayap ke tubuh mereka. Mereka berdua menggigil. Entah karena takut atau karena suhu lantai yang seperti es sekarang. Perlahan, namun pasti, langkah itu mendekati kamar mereka. Suara langkah di lorong kapal itu, membuat seluruh bulu kuduk mereka berdiri. Well, what do you expect? They are just two little girl that now in high school!

Tap..tap…tap…..

Langkah itu kian mendekat. Suzuna dan Karin berpegangan makin erat. Mereka hampir (atau mungkin sudah) menangis. Sambil mendengar suara langkah yang kian dekat ke kabin Karin. Mungkin tinggal sekitar 10 meter lagi langkah itu akan sampai tepat di depan kamar Karin..

Tap..tap…tap…..

ooooooo000ooooooo

DI kamar Karin…

Suara petir dan hujan masih menggelegar saat langkah itu mendekat. Bukannya pendengaran mereka terlalu hebat sehingga bisa mendengar langkah kaki itu dalam badai seperti ini, tapi, karena lorong yang kosong, suara langkah kaki itu menggema sampai ke ujung lorong kabin.

Tap..tap…tap….

Suzuna memberanikan diri bertanya ke Karin yang juga sama takutnya dengannya. "Ka, Karincchi, itu yang di luar manusia bukan? Aku takut…,"

Karin bingung. Tidak tahu harus menjawab apa. Ia hanya bisa berkata lirih. "Aku tidak tahu, Suzuna-chan… Aku juga takut…," Mereka berdua lalu menutup mata, membiarkan suara langkah itu menggema, hingga berhenti tepat di depan kamar Karin.

Tap..tap…tap… Tek!

Terdengar jelas suara langkah itu berhenti di depan kabin Karin. Berbagai pertanyaan tersirat di benak Karin dan Suzuna. Siapa orang itu? Mau apa dia ke sini? Kenapa berhenti tepat di depan kamarku/Karin? Apakah dia berniat jahat? Atau malah dia bukan manusia? Jangan-jangan dia hantu lagi! Apakah ini ada hubungannya dengan HP yang mati tadi? Adalah hal-hal yang terbesit di benak mereka.

Kriiiieeeeeet…..

Terdengar suara engsel pintu kamar Karin yang pelan-pelan terbuka. Suara itu membuat jantung Karin dan Suzuna copot dengan sukses.

Tap..tap…tap….

Suara langkah kaki itu perlahan memasuki kamar Karin. Lampu kamar Karin yang masih mati redup membuat adegan ini sangat dramatis. Sayangnya, Karin dan Suzuna sendiri nggak bisa melihatnya. Kenapa? Karena saking takutnya mereka sudah menutup mata mereka 100%.

Tap..tap…tap….

Mereka dapat merasakan sesuatu yang mendekat ke arah mereka. Perlahan, namun pasti. Merasakan deru nafas 'sesuatu' yang masuk ke kamar Karin barusan. 'ia' semakin dekat ke mereka. Dan ketika 'ia' hampir menyentuh mereka, mereka berteriak.

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

"Kalian ini kenapa sih? Ini aku, aku!" kata'nya'.

Suzuna dan Karin membuka mata mereka perlahan-lahan. Dan entah kenapa, bersamaan dengan itu, lampu kamar Karin menyala lagi (nggak nyala-mati lagi).

"…. Mamo.. nee?" kata Suzuna perlahan. Karinpun hanya diam, tak dapat berkata-kata di hadapan sang manajer deimon itu.

"Kalian ngapain pelukan di lantai seperti itu?" tanya Mamori dengan wajah tanpa dosa. Suzuna dan Karinpun segera melepaskan tangan mereka. "Ya ampun, Mamo-nee! Mengagetkan kami saja!" kata Suzuna lagi. Karin menghela nafas.

"Maaf, maaf.. Aku tadi baru saja dari ruang makan (yang juga disebut ruang rapat). Lalu, karena ngantuk, aku memutuskan untuk tidur saja. Aku tadi sudah ke aula, tapi kata yang lainnya kau ke kamar Karin. Makanya, aku mengikuti kalian ke sini." Jelas Mamori. Suzuna yang kadar ketakutannya sudah berturun sekarang malah merebahkan dirinya di kasur Karin dan kembali membaca (baca=menyambar) komik buatan Karin. Sebenarnya ia masih takut, tapi daripada memikirkan yang tidak-tidak lebih baik mengalihkan perhatian kan? Yang punya komik sendiri malah masih terduduk di lantai dengan lemas. Kepalanya tertunduk ke lantai. Mamoripun membantu Karin untuk berdiri.

"Apa yang terjadi? Kenapa kalian bisa sampai ketakutan begitu?" tanya Mamori.

"Tadi saat kami sedang mendengarkan lagu melalui HP-ku, tiba-tiba saja layarnya mati tanpa sebab. Lalu, lampunya langsung mati-nyala, dan kami mendengar suara langkah kaki…," Mamori hanya tersenyum mendengar penjelasan Karin, tepatnya memaklumi mereka.

"Mungkin saja baterainya mati, sudah dicoba?" tanya Mamori lagi sambil meraih HP milik Karin.

"Sudah kok! Tadi sudah kucolokkan… Eh, lho? Kok ternyata ini belum masuk ya?" katanya sambil mencolokan charger itu ke stop kontak.

"Mungkin saja tadi kau panik karena HPmu yang tiba-tiba mati, Karin-chan. Jadi, secara kau tidak sadari, kau mencolokannya tidak tepat, iya kan?" kata Mamori mencoba memberikan penjelasan yang logis.

"Be, betul juga ya? Kenapa tadi aku tidak mengeceknya? Dasar Karin bodoh!" kata Karin memaki dirinya sendiri sambil melihat HP-nya menyala kembali.

"Sudah, sudah.. Sekarang kan yang penting HP-mu saudah baik-baik saja. Ya kan Suzuna-chan?" kata Mamori pada Suzuna.

"Yaa~ itu betul!" kata Suzuna. Sepertinya tenaganya sudah pulih kembali. Ia meletakkan komiknya di tempat tidur Karin. "Coba sini kulihat!" kata Suzuna meraih HP Karin (kan ceritanya kabel chargernya panjang, jadi bisa ditarik sampe ke tempat tidur… ALL: UDAH TAU! KITA NGGAK GAPTEK TAU!). Mungkin saking takutnya tadi, ia sampai lupa bahwa sebelumnya ia yang menjadi tersangka utama rusaknya HP Karin. Hanya dalam hitungan detik, HP itu sudah ada di tangan Suzuna. Iapun kembali mengutak-utik HP Karin.

Karena seluruh isi HP Karin telah ia 'jelajahi', dari inbox, foto, lagu, sampai games, Suzunapun bosan dan iseng memainkan kamera HP Karin, sementara Karin sendiri sedang meminta pendapat Mamori tentang komik buatannya.

Setelah puas bernarsis ria, Suzuna berniat untuk memotret Karin diam-diam. Mungkin karena foto Karin sangat jarang ditemukan, bahkan di HPnya sendiri. Kecuali jika ia sedang butuh gaya untuk model komiknya sendiri…

Suzunapun membidikkan kamera ke arah Karin dan Mamori yang sedang membaca komik buatan Karin di sebuah meja kecil serbaguna di ruangan itu. Saat ia hendak membidik, betapa kagetnya ia saat ia menyadari sesosok makhluk yang berdiri di sebelah Karin. Sosok itu bukanlah sosok Mamo-nee, melainkan seorang anak kecil dengan rambut hitam acak-acakan. Berbeda dengan Monta, rambut gadis kecil yang dilihat Suzuna tidak menutupi wajahnya, sehingga Suzuna bisa melihat jelas wajah gadis itu. Sebelah muka gadis itu hancur berantakan, seperti bekas luka bakar tapi lebih parah. Matanya yang merah menatap ke arah Karin. Bajunya terlihat seperti gaun pesta model Eropa, tapi telah lusuh, compang-camping dan warnanya telah memudar. Dan kakinya…. TIDAK MENAPAK!

Tiba-tiba saja sosok itu menengok tepat ke Suzuna, dan kini kedua mata merah itu menatap Suzuna dengan geram. Seperti ingin mencelakainya. Suzuna yang ketakutan tak dapat berkata apa-apa, hanya bisa termangu dan mengerang. Ia ingin sekali memanggil Karin, tapi yang keluar hanya "…A..a….,"

PETT! Tiba-tiba layar HP Karin mati lagi. Suzuna hanya bisa diam kali ini. Tidak berani memanggil Karin ataupun Mamo-nee jadi-jadian itu. Ia menutup matanya, dan bersender pada dinding di belakangnya, sampai terdengar suara Karin.

"Suzuna-chan kenapa?"

Suzuna tetap diam. Tak mungkin ia berkata 'Mamo-nee itu adalah Mamo-nee jadi-jadian!' atau 'Ada setan!' begitu saja bukan? Sementara sosok tadi hanya bisa ia lihat melalui HP Karin. Ia hanya bisa diam dan menunduk.

"Suzuna-chan? Apa ada sesuatu?" kata Karin mendekat. Iapun duduk di tempat tidur, di sebelah Suzuna.

"Ka, Karin..cchi…," panggil Suzuna perlahan. Takut kalau orang disebelahnya adalah si Mamori jadi-jadian.

"Iya, ini aku, ada apa?" tanya Karin lagi dengan nada prihatin.

"I, itu… Bukan Mamo-nee…," kata Suzuna dengan mengumpulkan segenap keberaniannya. Karinpun bingung.

"Apa maksudmu Suzuna-chan? Mamori-san dari adi di sini kok…," katanya sambil menengok ke belakangnya. Yang ia dapati hanyalah seonggok meja dengan komik buatannya yang terletak di atasnya. Tidak ada siapapun. Karinpun gelagapan. Takut kalau hal yang ditakutkannya menjadi kenyataan. Apakan benar ini semua ulah angka 4?

"Su, Suzuna-chan… Buka matamu..," kata Karin. Dan Suzunapun membuka matanya perlahan-lahan. Yang ia dapati sama, ruangan kosong yang hanya ditempati oleh mereka berdua.

"Su, Suzuna-chan… Yang ta..di itu, Mamori…san bukan..?" tanya Karin terbata-bata. Ketakutan juga mulai menyelimuti dirinya.

"A, aku tadi… Meminjam HP Karincchi untuk… Memfoto kalian berdua…. Tapi.. Yang… Kulihat… Bukan Mamo-nee… Melainkan….. Hant—" kata-kata Suzuna yang hampir selesai terpotong dengan suatu suara. Suara yang belum ia dengar sebelumnya. Suara itu adalah dentingan tuts-tuts piano yang memainkan sebuah lagu, 'Fur Elise'. Suara itu adalah suara HP Karin.

"Mu, mustahil..! Tadi saat aku menggunakan HP-mu untuk memotret, HP-mu mati lagi.. Tapi kok sekarang bisa..?" kata Suzuna. Tenggorokannya masih tercekat. Tangan Karin yang gemetar berusaha meraih HP-nya. Dilihatnya layar HP sang penelepon bersama Suzuna.

Mamori-san.

ooooooo000ooooooo

"Ja, jangan diangkat, Karincchi! Itu belum tentu Mamo-nee yang asli!" teriak Suzuna.

"Ta, tapi kalau tidak diangkat kita tidak tahu apakah dia yang asli atau bukan, kan…," kata Karin lirih.

"Iya juga sih… ter-terserah Karincchi saja kalau begitu! Tapi aku tidak mau mengangkatnya!" kata Suzuna sambil bersembunyi di belakang punggung Karin.

Setelah ragu akan mengangkatnya atau tidak, akhirnya Karin memutuskan untuk mengangkat HP-nya. Entah hal apa yang membuatnya berani seperti itu. Padahal, ia belum tahu apakah yang meneleponnya itu benar Mamori ataukah 'Mamori jadi-jadian' yang tadi.

"Halo, Karin-chan?" sapa suara yang diseberang sana.

"Ha, halo? Ma, Mamori-san?" jawab Karin gugup.

"Iya, ini aku, Mamori Anezaki. Apakah Suzuna ada di situ? Aku menelepon HP-nya dari tadi tidak diangkat…," katanya.

"I, iya, ada. HP-nya tertinggal di kamarnya. Sekarang kami ada di kamarku," kata Karin lagi.

"Oh, begitu... Bisa aku bicara padanya?" kata Mamori. Karin memberikan teleponnya pada Suzuna.

"… Ha..lo?" sapa Suzuna dengan pelan. Masih takut kalau ini juga 'Mamori jadi-jadian'.

"Suzuna-chan, maaf, mungin malam ini aku akan telat tidur. Kau tidur duluan saja. Tiba-tiba lampu ruangan ini mati, dan sepertinya Hiruma-kun mau mengurusnya dulu. Padahal urusan kami tadi belum selesai.. Jadi mungkin aku akan tidur dengan Himuro-san malam ini. Tidak apa-apa kan? Kau kan bisa bersama Karin-chan…," katanya. Suzuna menarik nafas lega. 'Sepertinya kali ini Mamo-nee yang asli,' pikirnya.

"Iya. Ngomong-ngomong, tadi Mamo-nee ke sini nggak?" tanya Suzuna, walaupun sebenarnya dalam hatinya ia sudah tahu apa jawabannya.

"Hah? Aku baru saja menelepon sekarang, dan dari tadi aku di sini. Memangnya ada apa?" tanya Mamori khawatir.

"Bukan apa-apa kok Mamo-nee…," jawab Suzuna lirih.

"Baiklah kalau begitu, aku mengurus yang di sini dulu ya Suzuna-chan! Kalau ada apa-apa telepon aku saja," katanya seraya mematikan telepon. Suasana kembali diisi dengan suara tetesan air hujan, petir, dan angin bercampur dengan melodi yang ditimbulkan ombak.

Tiba-tiba, terdengar lagi suara langkah kaki ringan seorang anak…

Tap..tap…tap…

Trek!

Tiba-tiba Karin menepuk pundak Suzuna, meringis sambil menunjuk-nunjuk ke arah pojok ruangan. Suzuna menengok ke pojok ruangan dan… Sesosok makhluk yang tadi kembali berada di situ. Namun sekarang 'ia' terduduk di lantai dan menunduk ke bawah.

JDARRRR!

Petir yang menyala mengagetkan mereka, angin bertiup kencang dan menimbulkan ombak yang besar dan membuat kapal oleng. Sosok yang di pojok ruangan itupun oleng, dan merosot menuju tempat tidur mereka sambil berkata; "Sssssssssshhh!"

"KYAAAAAAAAAAAAAHHH!"

Merekapun langsung pergi dari sana detik itu juga.

Tap..tap…tap…

"Ahahahaha…. Begini saja nee-san sudah takut? Selanjutnya…. Siapa yang akan menjadi mainanku berikutnya? Saru-san sudah, nee-san sudah… Bagaimana kalau para nii-san yang tampan? KYAHAHAHAHAHA!"

Tap..tap..tap..tap..tap….

Terdengar suara kaki seorang anak berlari….

ooooooo000ooooooo


Siapakah yang selanjutkan akan menjadi korban? Apakah 'ia' hanya berniat menakut-nakuti? Ataukah ada niat lain dibalik semua ini? Benarkah ini semua karena angka 4 yang katanya membawa kesialan? Mari kita lihat saja di chapter selanjutnya.. (Readers: Huuu….)

*Nee-san: pangilan untuk kakak perempuan di Jepang.

*Saru-san: Ehm… Monyet. Istilah dari'nya' untuk Monta.

*Nii-san: panggilan untuk kakak laki-laki di Jepang.

ooooooo000ooooooo


Yak, inilah chapter 4! ^o^ Yahoi~~~ akhirnya selesai juga. Karin sama Suzuna nih ngabisin waktu aja! Ngabisin dua chapter lagi! Yosh, chapter selanjutnya akan ada cowok-cowok eyeshield 21 yang berjuang melawan hidup dan mati! –plak!- author lebay mode: on.

Ivy: =.=' hantunya pinter ya, tahu aja kalau cowok-cowok eyeshield 21 keren-keren…

Hantu: Oh, iya dong! Pastinya! Kan gue baca komik dan nonton animenya! Hehehehehe…

Ivy: *ngelirik ke sebelah* GYAAAA! HANTU! *kabur*

Hantu: jjjah… gimana sih? Yang nyiptain aku kan dia juga… ya sudah, saya pergi saja dulu, ciao!

Ivy: Mohon ditunggu dan direview yaaa….! Ojo lali lho~~~ (jawa mode on)