Hi! Just for your information, saya sudah pernah publish ff ini dengan judul yang sama 'turning point' on Aff undername MinYeonRin in English, but just because I do want to make the Indonesian version of it, saya mengubahnya menjadi versi Indonesia dengan beberapa perubahan. So I don't do plagiarism or stuffs. :)

Pairing : Choi Siwon – Cho Kyuhyun

Disclaimer : They belong each other.

Other Casts : Will be introduced later on.

Warning : Boys Love (High possibility to be incest)

Typo(s)

Would be glad to present a nice piece of my wild imagination in Bahasa.

Choi Siwon membuka kelopak matanya, sedikit mengerjap berusaha menyesuaikan diri dengan cahaya temaram yang menyeruak. Dia melirik ke nakas yang ada di sebelah king-sized bed nya, pukul 05.00 AM , Siwon sudah menduga, entah bagaimana tubuhnya selalu bisa memiliki alarm bawah sadar yang selalu membuatnya terbangun dini hari seperti ini. Namun, Siwon tidak mengeluh, tidak jika ia bangun dan langsung dihadapkan dengan pemandangan indah yang ada disebelahnya.

Siwon tersenyum lembut, hal yang sangat jarang dilakukan di depan orang lain. Mata tajamnya menatap sesosok manusia yang terlelap disampingnya. Siwon kembali tersenyum ketika tanpa disadari namja yang ada disebelahnya itu sedikit bergerak, menggeliat, lebih tepatnya dan mendekatkan dirinya ke tubuh Siwon. Satu lengan Siwon yang dijadikan sandaran kepalanya membuat beberapa helai rambut namja itu menggelitik hidung mancung Siwon. Dengan lembut, Siwon justru menyapu puncak kepala namja itu dengan bibirnya, sedikit memainkan hidungnya ketika ia menangkap wangi shampoo, perpaduan apel, lime dan honey. Siwon mengeratkan pelukannya, entah bagaimana tubuh namja ini serasa pas di dekapannya. And he likes it that way.

"Hmmmhhh…" Namja tersebut, Kyuhyun, Choi Kyuhyun menghela nafas, menemukan kembali kenyamanan yang hangat dan disukainya membuat Siwon menahan dirinya untuk tidak mengerang, hembusan nafas Kyuhyun menerpa kulit dadanya yang tidak tertutup apapun, dan itu mengirim sejuta sensasi tersendiri bagi Siwon. Ah, Siwon memang tidak pernah memakai baju atasan untu tidur, hanya mengenakan loose pants. Sedangkan Kyuhyun, well, kebalikannya, maka adik dari seorang Choi Siwon itu justru lebih nyaman dengan hanya mengenakan kemeja yang kebesaran atau kaus besar yang menutupi hampir sebagian paha atasnya, dengan Kyuhyun yang sekarang bersandar penuh di dadanya dengan kaki mereka yang saling mengait, saling berbagi kehangatan. Kulit yang saling bersentuhan, Nafas yang berhembus silih berganti, detak jantung yang saling bersahutan.

Hanya dengan Kyuhyun , Siwon membagi semua ini, hanya dengan Choi Kyuhyun seorang dia bisa bernafas bebas, tanpa ada tekanan, tanpa ada beban, tanpa perlu memakai topeng. Hanya dengan Choi Kyuhyun, dia merasa aman dari dirinya sendiri, Kyuhyun, his lucky charm.

Dan meskipun Siwon akan dengan senang hati menikmati momen ini, tetap saja mereka harus bersiap untuk hari yang baru, dengan segala jadwal yang mencekik. Siwon mengangkat tangannya yang bebas, jarinya menelusuri kulit wajah adiknya yang terasa begitu lembut. Menyentuh mulai dari puncak dahinya, turun menuju kelopak mata yang dihiasi bulu mata panjang dan lentik itu, sedikit berputar di hidung mancungnya, dan akhirnya sampai kebagian yang paling ia suka, kedua bibir orange-pinkish yang masih tertutup. Nafas Siwon sedikit tercekat, sedingin apapun ia terlihat dari luar, searogan apapun dia, terlepas dari semua itu, dia percaya adanya Tuhan. Karena setiap pagi seperti ini, Siwon slelau mengagumi ciptaan Tuhan yang dihadirkan untuknya.

Seandainya memungkinkan, maka Siwon akan memilih untuk mengunci Kyuhyun dan meletakkannya kedalam kotak, hingga hanya dia sendiri yang boleh untuk melihatnya, untuk mengaguminya, hingga tak ada mata lain yang menatap Kyuhyunnya. Hanya dia yang boleh menyentuhnya, hanya dia yang boleh mendengar suaranya. Hanya Siwonlah yang boleh memiliki Kyuhyun. Kyuhyun hanya diciptakan untuknya. Possessie, bukan? Tapi itulah dia. Karena Kyuhyunlah satu-satunya yang berharga untuknya, Kyuhyunlah yang menyelamatkan jiwanya dari kegelapan mencekam yang hampir saja memakan habis hatinya. Kyuhyunlah yang menariknya dari 'neraka'.

"Baby…. Wake up….. " Siwon berbisik di telinga Kyuhyun, membuat namja manis itu kembali menggeliat perlahan. Kaki jenjang Kyuhyun justru semakin mempererat kaitannya, membuat Siwon hampir saja tersedak.

"Hmmnhh.. lima menit lagi..' Kyuhyun bergumam, matanya masih terasa berat untu membuka. Lagipula, dia masih ingin menikmati pelukan hyung-nya. Siwon tertawa tertahan. "Hnh, " Ujarnya tanpa berniat mengucap sepatah katapun. Dan kembali tangannya bergeser, menikmati kontur wajah Kyuhyun, membelainya sayang sebelum akhirnya mengangkat dagu dongsaengnya. Dan bibir joker itu akhirnya mendaratkan kecupan lembut di bibir sang adik. Siwon memagut bibir itu perlahan, tanpa terburu-buru seakan mereka memiliki setiap detik waktu didunia ini. Awalnya bibir joker Siwon hanya menempel disana sampai akhirnya dia bergerak, menggesekan permukaan bibirnya kemudian menyesap bibir bawah Kyuhyun, membuat Kyuhyun terkesiap sehingga tanpa sadar mengerang dan membuka kedua bibirnya.

"Ahnnnhhh.." Kyuhyun melenguh, lidah Siwon menjelajah mulutnya, sensasi menggelitik, hangat membuat Kyuhyun terlena, ciuman yang sedikit basah dan bergairah. Bibir yang saling bergesekkan, menggigit, menyesap, lidah yang membelit satu sama lain, bahkan gigi yang berbenturan, tangan Siwon tidak tinggal diam, sedikit menekan tengkuk Kyuhyun, dan posisi Kyuhyun yang masih berada dalam dekapan Siwon membuatnya tak berkutik. Terlepas dari keinginan Siwon untuk terus mencium Kyuhyun, well, paru-paru mereka tetap membutuhkan oksigen untuk tetap berfungsi. Sehingga dengan berat hati Siwon melepas tautan bibir keduanya, menyeringai ketika lidah mereka saling terlepas , benang saliva masih menghubungkan SIwon dan Kyuhyun, dan demi apapun yang ada didunia ini, Kyuhyun yang terengah dan membuka kedua bibirnya berusaha meraup udara disekitarnya dan mata yang mengerjap serta muka yang memerah adalah hal terindah yang Siwon saksikan dengan kedua onyx-nya.

Siwon bangkit dari tempat tidur mereka. Tangannya menyibakkan selimut yang masih digenggam erat Kyuhyun, dan Kyuhyun cukup keras kepala untuk menuruti Siwon.

"If you don't wake up in ten seconds…" Siwon berkata pelan. "I will kiss you senseless and won't let you out of the bed for a day .." (Aku akan menciummu terus-menerus dan tidak akan membiarkanmu turun dari ranjang seharian ini..)

"Baik, baik, aku bangun… " Kyuhyun cemberut, yah, dia memang bukan morning person. Dan Siwon selalu bisa memaksanya dengan cara 'halus' seperti ini.

Pagi hari di mansion Choi selalu seperti ini, Siwon yang terbangun lebih dulu, menikmati memandangi Kyuhyun sebelum akhirnya membangunkannya. Kemudian mereka akan saling menggoda satu sama lain. Dan berakhir dengan Kyuhyun mandi terlebih dahulu sementara Siwon akan melakukan morning exercise nya. Untuk masalah sarapan, yah… tentu saja Siwon yang akan menyiapkan sarapan untuk mereka. Scrambled egg, toast, pancake, Americano panas dan segelas susu serta orange juice murni selalu menjadi pilihan utama, atau jika kesibukan yang terlalu padat, secankir black coffee panas dan semangkuk cereal untuk Kyuhyun, walaupun Kyuhyun dengan suka cita akan mengomelinya sepanjang pagi.

Siwon sudah duduk dengan elegan di family room dengan secangkir Americano yang disesapnya perlahan, efek caffeine segera membuatnya merasa segar. Tubuhnya terbalut pakaian santai, celana panjang hitam dan kaus abu-abu yang menempel pas disana, abs yang terpahat sempurna, otot lengan yang tercetak jelas meski tertutup sebagian oleh fabric, dan apapun yang dikenakan seorang Choi Siwon, dia tetap terlihat seperti model runaway. Siwon berhenti membaca business papers nya ketika suara langkah kaki yang sangat dia kenali mendekat kearahnya.

Dan detik itu juga, Siwon berharap-sangat berharap-semoga keterkejutan tidak terpampang jelas di raut mukanya. Choi Kyuhyunnya kembali mengenakan wig coklat panjang dan paras manisnya telah diberi sentuhan tipis make-up (Siwon tidak tahu bagaimana cara Kyuhyun memakainya dan Kyuhyun tentu saja menolak memberi tahu Siwon).

Bungsu Choi itu mengenakan loose sweater berwarna putih yang jatuh sedikit menjuntai hingga ke paha atas, sedangkan kaki rampingnya dibalut leather pants berwarna hitam yang membalut kedua kaki tersebut dengan sangat ketat, dan sebagai sentuhan terakhir, sepasang knee-boots hitam dengan hak rendah terlihat menyempurnakan penampilan Kyuhyun.

"Bagaimana?" Tanya Kyuhyun sambil melakukan gerakan berputar, rambutnya tersibak, dan pinggulnya bergoyang seduktif, bahkan Kyuhyun mengubah suara bassnya manjadi sedikit falsetto dan sedikit mendesah, seakan mendalami perannya sebagai seorang perempuan dengan dandanan dan pakaian yang dikenakannya.

Siwon masih terdiam, tidak tahu harus berkomentar apa dan sesungguhnya dia tidak mempercayai dirinya jika dia membuka mulutnya sendiri, entah apa yang akan dikatakannya, apalagi didepannya Kyuhyun terlihat sangat…. Menawan? Mempesona? Berbeda? Sensual? Memikat? Tidak ada kata yang benar-benar bisa mendeskripsikan seorang Choi Kyuhyun kala itu.

"Ehem. Apa maksud dari penampilan itu, baby?" Siwon sedikit berdeham, menjernihkan suaranya sendiri, wajahnya ia pasang sedater mungkin.

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya, ayolah, satu jam berkutat dengan segala hal bodoh ini dan kakaknya tidak memberikan reaksi yang dia inginkan, sungguh Kyuhyun ingin sekali menghapus ekspresi datar dan cool dari raut muka Choi Siwon.

"Hmphh!" Kyuhyun mendengus. Mendudukkan dirinya di pangkuan SIwon. "We are going to have a date." Katanya mantap sambil mengalungkan kedua lengannya dan mencium pipi Siwon.

"Date?" Tanya Siwon memastikan. Menikmati friksi yang diciptakan Kyuhyun. Lengan kekarnya mau tidak mau memeluk Kyuhyun possessive, bahkan satu tangannya sudah mengusap punggung Kyuhyun dengan lembut.

"Yep, kencan. Bahkan aku sudah meminjam wig dan baju dari stylist yang kemarin. Dan kita akan berkencan. Siwon hyung-ah, ani- SIwon oppa~~ .." Kyuhyun terkikik sendiri mendengar dirinya memakai nada suara perempuan dan memanggil hyungnya dengan sebutan oppa.

Siwon menyeringai senang, Kyuhyun memanggilnya oppa membuatnya memikirkan seratus satu fantasi liar yang kerap hilir mudik di kepalanya. Turn on tersendiri baginya, dan lagipula, siapa yang bisa menolak keinginan Kyuhyun? Dengan mata doe nya yang mengerjap polos, dan iris caramel madunya yang memancarkan harapan serta kilat nakal yang memberitahunya bahwa jika dia tidak mengabulkan permintaannya maka Kyuhyun akan menjadi sangat-sangat menyebalkan untuk entah seberapa lama (dan Siwon tahu hal ini berdasarkan pengalaman.)

"Hnh.." Balas Siwon. Kyuhyun hanya bisa kembali mendengus . "Itu artinya ,'Baiklah kita pergi berkencan, lakukan semaumu asal kau memanggilku oppa, dan tidak ada orang lain yang tahu akan hal ini, begitu kan, 'oppa'…?" Jelas kyuhyun kesal. Dia heran, bagaimana bisa kakaknya ini sangat irit bicara. Dan bagaimana bisa dia mengartikan setiap gumaman tidak jelas dari kakaknya.

"Good boy." Ucap Siwon sambil menepuk kepala Kyuhyun, dan Siwon mengangkat tubuh Kyuhyun serta membuatnya duduk di sofa sebelahnya sementara dia sendiri berdiri untuk mengambil kunci mobil dan bersiap. Meninggalkan Kyuhyun yang mengomel panjang pendek "Yakkk! Hyung, aku bukan anak anjing~~~"

"Call me oppa, Kyuhyunnie." Hanya itu yang keluar dari mulut SIwon dan dengan ekspresi yang sama, datar. Meski Kyuhyun bersumpah ia dapat melihat kilat jahil di kedua mata hyungnya barusan. Tapi toh itu tidak penting, yang penting, hari ini mereka akan pergi kencan. Bukan sebagai kakak-adik, bersaudara Choi, sesame namja. Tapi sebagai emm-bolehkah Kyuhyun menyebut mereka sebagai sepasang kekasih? Yah, terserahlah, toh orang tidak akan mengenalinya sebagai seorang laki-laki dan dia bisa bermanja-manja sepuasnya pada hyungnya hari ini.

.

.

.

Siang itu Siwon dan Kyuhyun berjalan-jalan di pusat perbelanjaan terbesar di Seoul, dan di sepanjang jalan, mereka menjadi pusat perhatian. Tentu saja seorang Choi Siwon berjalan di keramaian, siapapun pasti akan langsung mengenalinya meski dia menyamar sekalipun. Namun Siwon tidak perlu menyamar, dengan attitude nya yang terkenal dingin dan tatapan elang-nya membuat orang kebanyakan lebih memilih untuk mengagumi Choi sulung ini dari jauh. Terlalu mengintimidasi.

Namun yang berbeda kali itu adalah ada seorang 'perempuan' yang melenggang disebelah Choi SIwon. Tidak hanya cantik tetapi juga terlihat sangat mempesona. Raut muka yang berubah-ubah ketika melihat benda-benda yang terpajang di etalase, tawanya yang berderai ketika bersenda gurau dengan penjaga took, caranya mengibaskan rambut, bahkan mem-pout-kan bibirnya membuat semua orang tersihir dengan keberadaan 'yeoja' itu, apalagi jika mereka melihat tatapan mata Siwon yang langsung melembut setiap memandang yeoja itu. Membuat hati siapapun berdesir.

"Oppa~~~ kau lapar tidak? " Rengek Kyuhyun manja. Perutnya memang sudah memberontak sejak setengah jam lalu. Siwon yang tersadar dari lamunannya langsung memberikan perhatian penuh padanya.

Tidak begitu mengerti arah pembicaraan Kyuhyun, juga efek dari melamun, Siwon menjawab pertanyaan Kyuhyun dengan kejujuran yang terdengar bodoh, bahkan ditelinganya sendiri. "Aku tidak lapar, Kyu."

"Hmph! Baiklah. Tapi aku lapar.. dan aku ingin makan. Sekarang. Oh tentu saja oppa harus makan. Atau lihat saja nanti jika berani-berani menunda makan dan justru meminum kopi." Ucap Kyuhyun tegas, "Aku akan dengan senang hati membuang coffe maker di mansion dan oppa kularang tidur dikamar, sebulan!" Kyuhyun berjinjit, berbisik di telinga Siwon, mengeluarkan ancamannya.

Well dan Siwon sangat tahu untuk tidak bermain-main dengan ancaman Kyuhyun sebenarnya. Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan, "kalau begitu, ayo cepat!" Dia langsung berjalan mendahului Siwon. Siwon memperhatikan Kyuhyun dari belakang dengan seksama. Namun tatapannya lembutnya langsung berubah garang saat Siwon menyadari beberapa pasang mata menatap Kyuhyun dengan pandangan penuh nafsu.

Siwon segera mensejajari langkah Kyuhyun, tangannya memeluk pinggang Kyuhyun dan menariknya dengan sedikit kasar, mendekatkan tubuh Kyuhyun padanya.

"Eh?" Kyuhyun menjerit tertahan, sedikit kaget dengan tindakan tiba-tiba Siwon. "Ada apa Wonnie oppa?"

"Hn. Hanya ada beberapa serangga yang sangat mengganggu." Siwon menjawab retoris, matanya memincing.

"Serangga?" Ucap Kyuhyun bingung, sejak kapan di mall ada serangga?

.

.

.

"Haaaaahh…" Namja tinggi itu hanya bisa menghela nafas kebosanan. Tidak ada hal menarik yang bisa dia lakukan di tengah meeting yang sangat membosankan, meskipun meeting kali ini bersifar tidak formal bahkan dilakukan di semacam café yang ada ditengah-tengah mall. Salahkan jadwalnya yang begitu padat hingga membuat dia, sang manager dan perwakilan dari movie production yang menginginkan kerjasama darinya harus menggelar pertemuan di tempat casual seperti ini, meskipun baginya lebih baik daripada harus mati kutu dan terkena penyakit kebosanan tingkat akut terjebak di kantor.

Namja itu menyilangkan kaki panjangnya dan mulai mengaduk-aduk caramel macchiato nya, memotong sedikit chee cake dan memasukkannya kemulutnya. Persetan dengan diet, toh tubuhnya memang susah gemuk dan dia juga sangat rajin berolah-raga.

Tanpa sengaja namja itu mengangkat kepalanya, kedua matanya melebar saat menangkap sesosok 'perempuan' yang pernah bertabrakan dengannya dan memberikan kesan yang sangat impresif di studio beberapa waktu lalu.

'Gulp' Dia menelan ludah, Yeoja itu terlihat sangat … menawan… Bukan seperti perempuan cantik kebanyakan yang bertingkah seakan dirinya adalah wanita ter-seksi atau tercantik karena mereka sadar akan sisi dirinya yang menarik, yeoja ini justru tidak menyadari bahwa dirinya cantik, dan menurutnya, itulah yang menarik dari perempuan tersebut.

Namja itu seketika berdiri, membuat sang manager terkejut atas tingkah spontannya.

"Mau kemana kau?"

"Ada urusan sebentar hyung." Pamitnya sambil berlari, tidak dipedulikannya manager yang bersungut-sungut atas kelakuannya. Toh ini adalah keberuntungan dari Tuhan dia bisa melihat yeoja itu, mana mungkin ia sia-siakan kan? Langkah kakinya yang lebar dengan cepat bisa menemukan yeoja yang sedang berdiri sendirian, memainkan ponselnya.

"Hey… kau ingat aku?" Sapa pemuda tinggi dan atletis itu. Tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi putihnya, mencoba membius yeoja yang ada dihadapannya seperti yang biasa dia lakukan terhadap para fansnya.

Merasa tidak diindahkan, pemuda itu meraih lengan Kyuhyun. Membuat Kyuhyun menoleh padanya, kesal.

"Aku tidak mengenalmu, puas?" Jawab Kyuhyun sarkatis, tidak mencoba menyembunyikan kekesalannya. Setampan apapun namja di depannya, Kyuhyun tidak tertarik dan itu cukup membuatnya untuk tidak berbasa-basi.

"Tidak mungkin, coba lihat aku baik-baik, nona." Kekeuh pemuda itu. Seandainya tatapan bisa membunuh, mungkin detik itu juga, Kyuhyun berhasil membunuh orang yang ada didepannya. 'Memaksa sekali sih..' batinnya mencoba bersabar, tapi, well, Kyuhyun jelas bukan orang yang mau direpotkan dengan ungkapan, 'mari berbaik hati pada orang asing' atau semacamnya.

Menghembuskan nafasnya kasar, Kyuhyun hanya menatap balik namja itu dengan tatapan, -aku-tidak-peduli-siapapun-dirimu-sekarang-pergila h-menjauh-dan-jangan-ganggu-aku-.

Namja itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, jadi perempuan itu benar-benar tidak mengenaliku? Menarik, pikirnya. Sangat jarang ada manusia berjenis kelamin wanita yang tidak tahu siapa dia, bukannya menyombong, dia cukup terkenal di industry entertainment dan setiap orang berlomba-lomba untuk mengenalnya, apalagi para yeoja, mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkan perhatian darinya.

"Hmm, baiklah, kalau begitu, perkenalkan, namaku Changmin, Max Changmin.. Boleh aku tahu siapa namamu, manis? Kau tahu, sangat jarang aku bertanya nama pada seseorang. " Namja itu, Changmin, berkata pada Kyuhyun, menekankan pada namanya barangkali Kyuhyun entah bagaimana mengenalinya.

"Hell…" Gumam Kyuhyun perlahan.

"What? Hell?" Changmin mengulang kata-kata Kyuhyun, tidak yakin dengan pendengarannya sendiri, mana mungkin kan nama yeoja itu 'hell'? "Tidak mungkin, perempuan semenarik kamu bernama 'hell' kan? You are an angel, babe, that's the right one… "

Kyuhyun mencibir, bisa-bisanya Max siapapun ini menggombalinya. "Bukan, maksudku, kalau kau tidak melepaskan tanganku dalam lima detik.. Kau akan melihat 'neraka'."

Alis Changmin terangkat, sedikit tidak paham dengan maksud dari perkataan Kyuhyun.

"Ah, satu lagi.. aku bukan 'nona' . Aku ini namja, dan namaku Choi Kyuhyun. Ingat itu baik-baik." Kyuhyun mengibaskan lengannya, melengos pada Changmin yang masih terperangah dan otaknya memproses setiap kata yang keluar dari mulut Kyu. 'Dia namja?' Changmin masih berusaha menghilangkan rasa shocknya ketika sudut matanya menangkap laki-laki yang tidak asing baginya berjalan mendekati mereka dengan raut muka yang seakan mampu menelan orang hidup-hidup. Bahkan Changmin bisa merasakan aura tidak enak disekitarnya.

"What the hell did he do to you.." Desis namja yang tak kalah tinggi dari Max Changmin, tatapan matanya mengintimidasi Changmin, membuat Changmin sedikit bergidik, meskipun dia juga tidak takut, mata mereka bertemu, dan seandainya ini terjadi di film anime, maka bisa dipastikan akan terlihat sinar laser dari kedua bola mata mereka.

Kyuhyun yang tanggap dengan keadaan ini, langsung berjalan mendekat kearah Siwon, kedua tangannya memeluk pinggang Siwon, mengelus punggungnya agar hyung nya ini tidak lagi tegang. Kepala Kyuhyun bersandar di bahu Siwon, hidungnya mencium perpotongan leher kakaknya.

"Dia hanya menanyakan arah padaku, hyung~~~~ Chill out….." Bisik Kyuhyun tepat di telinga Siwon, dia menyandarkan tubuhnya sepenuhnya ke tubuh kekar Siwon. Siwon menghirup nafas dalam-dalam, membalas pelukan Kyuhyun dan menikmati aroma Kyuhyun yang selalu membuatnya lebih rileks. Namun, matanya tetap memperhatikan gerak-gerik Changmin.

"Ayo, pergi oppa… Aku ingin ice cream…" Kyuhyun masih menggelayut di lengan Siwon sembari menariknya pergi, tidak ingin terlalu menraik perhatian orang dengan adegan antara Siwon dan Max Changmin itu.

Siwon memberikan tatapan peringatannya yang terakhir sebelum beranjak pergi dari tempat itu.

Changmin yang masih setia berdiri ditempatnya, hanya memandangi pasangan kakak-beradik Choi itu berlalu dari hadapannya. "Hmmh, Choi Kyuhyun…. Dan Choi Siwon….. Menarik" Seringainya semakin dalam. Ah, Changmin tentu saja mengenali Siwon, seseorang yang dia anggap sebagai rival di dunia hiburan. Dan jangan salah, Changmin memang straight, dia sering berkencan dengan para yeoja, dan selama ini dia belum pernah memiliki ketertarikan untuk mengencani seorang namja,tetapi.. untuk seorang Choi Kyuhyun, sepertinya Changmin bisa membuat pengecualian.

A/N

Hingh, So sorry readers, tidak jadi update yang seharusnya saya lakukan di wonkyu day…. Just because words di laptop error dan harus meminjam laptop sepupu untuk mengetik update-an ff.. and I'm telling you, he is so stingy~~~ lol. So, I couldn't reply the reviews, but I did read them all , just fyi.

So, yep, actor and his name is Max Changmin. (sebenarnya pengen pakai Rain, tapi belum pernah muncul pair Rain-Kyu sih ya? Lol. Kalau menggunakan TOP, jatah dia udah di ANTR, kalau Yunho,, emmm, sudah ada jatahnya di LLC 3)