Title : "My Husband, Kyu!"
Genre : Boys Love *gak berubah*, General, Romance, Hurt/Comfort, etc...
Rating : T
Casts : KYUMIN!
Length : ?
Disclaimer : All cast MUTLAK milik Tuhan YME, dirinya sendiri dan keluarganya But as usual, the story is ABSOLUTELY MINE ^^
Summary : -
Warning : MPreg, OOC, Many Typo(s), Cerita makin ngawur, dll~~~
...
Jeongmal mianhae atas keterlambatan update, ujian masuk kampus masih menggunung dan menunggu untuk diselesaikan -_-" #curhat
Oh iya, apa saya udah bilang kalo jalan cerita fanfic ini terlalu klasik dan terlalu umum? Kalo belum saya kasih warn disini aja yaaa #TELAT!
Ya sudahlah.. saya gak mau banyak bacot diawal FF~~
.
.
Don't Copas Without Permission ^^
.
Happy Reading
.
.
CHAPTER EMPAT
.
(ALL WITH KYUHYUN POV)
.
Akan kulakukan apapun untuk membahagiakannya…
Aku bersumpah,
Tidak akan kusia-siakan dirinya…
Ia berharga untukku,
Melebihi diriku sendiri…
Keluargaku tercinta…
.
.
.
Aku menatap sekeliling kaca jendela didepanku. Memperhatikan hamparan langit biru yang begitu tampak seperti lukisan, memiliki ruang kerja dilantai paling atas memang keuntungan besar. Hey, ruangan direktur memang biasanya identik dengan lantai puncak kan? Terlebih ini kantor milikku sendiri, Cho Corp, tentu memiliki ruangan kerja pribadi yang wah bukanlah suatu masalah untukku.
Kualihkan mataku menuju arloji rolex cokelat tua yang melingkar sempurna ditangan kiriku,
"Ck, kenapa lama sekali." mendecih pelan dan kembali menatap jendela.
'Ini tidak boleh gagal. Aku berjanji, jika ini gagal, aku akan membakar seluruh kekayaanku.' Batinku arogan.
Kembali mataku mengalih pada tumpukan map diatas mejaku. Hahh.. tampaknya aku harus melanjutkan kerjaku yang menggunung ini. Yah memang tidak terlalu banyak, tapi haruskah aku mengangguri pekerjaanku? Kurasa tidak.
.
Ctak ctak ctak.
Sepuluh jariku bergerak dengan lincah membentuk kata-perkata pada layar monitor laptop, sesekali aku menoleh pada laporan yang berada disamping laptopku. Aku bertekad laporan bulan ini harus kuselesaikan hari ini juga, kendati waktu deadline masihlah sangat lama.. tapi aku tidak mau tumpukan pekerjaan ini menghalangi segalanya, segalanya yang telah kususun matang-matang.
Kulirik sekilas table calender yang berada disudut meja kerjaku. Terlihat dengan jelas bentuk lingkaran pada salah satu tanggal disana, aku yang menandainya sendiri…dan aku tahu apa makna tanda lingkaran pada tanggal itu.
'Lusa. Sedikit lagi ini berakhir.'
.
.
.
FLASHBACK
Five Months Ago
Pagi hari yang cerah. Ya memang akan cerah jika aku tidak bangun terlambat dan terburu-buru mempersiapkan diriku kekantor, untunglah 'istri' cantikku begitu cekatan dalam mempersiapkan segala kebutuhanku. Aku bersyukur, sangat bersyukur memilikinya..
"Kyu, sudah kubilang tahanlah dirimu sebentar saja. Lihat apa akibatnya? Kau sendiri yang bilang hari ini ada rapat pukul delapan, tapi kenapa kau malah mengajakku hah?" 'istri'ku –Lee, CHO Sungmin- tampak merenggut sambil memakaikan dasi bergaris biru dikerah kemejaku.
Aku tersenyum geli. Ia memang merengut sebal, tapi kemanisannya justru semakin bertambah. Ya Tuhan, betapa imutnya kelinci milikku ini. Senyumku kembali merekah saat melihat ringisannya yang terdengar pelan.
"Mianhae chagi, siapa suruh kau begitu terlihat menggoda kemarin malam hem? Aku pasti akan sangat menyesal kalau tidak mengajakmu 'begitu' kemarin." Kudekatkan wajahku padanya,
-Chup!- dan mendaratkan kecupan pada pipi gembil sebelah kanannya.
Kembali ia merengut, "Tapi rapatmu itu lebih penting, Kyu! Bagaimana kalau klienmu kali ini membatalkan rencana kerja samanya?"
"Kkk…" aku terkikik dan memeluk pinggangnya yang ramping, "Bagiku, kau dan Hyunmin jauh lebih penting dari apapun, walaupun nanti kontrak itu batal aku akan berusaha keras mendapatkan kontrak yang baru lagi. Ini demi keluarga tercintaku, kau mengerti?"
Blush~
Wajah Sungmin merona. Tentu saja ia merasa malu, sekaligus senang. Beruntungnya ia memiliki pendamping hidup bernama Cho Kyuhyun, dan ia tidak akan pernah menyesali nama marganya berganti menjadi 'Cho'.
"Ne, aku mengerti Kyu. Gomawo~" Sungmin mengeratkan pelukanku dan membenamkan wajahnya didadaku, aku paham kalau saat ini ia ingin menyembunyikan wajah merah miliknya itu. Senyumku kembali mengembang, namun tertarik kesatu arah, senyum khasku.. smirk.
"Lagipula…" aku menggerakkan tanganku disekitar punggungnya, terus menuju bawah dan berhenti disekitar tubuhnya yang berbentuk bulat sintal.
Deg.
"Aku mana bisa puas kalau belum menjamahmu barang semalam saja, chagi."
Tanganku dengan nakal meremas bokongnya yang kuyakin masih agak sakit, you-know-why lah..
"Kyu, berhenti! Berhenti memegangnya, bokongku masih perih!" Sungmin mendorong tubuhku dengan cepat, tentu saja tanganku yang mendarat ditubuh sexy-nya langsung ikut terlepas. "Lebih baik kau cepat berangkat sebelum rapatmu malah tertunda dan berakhir pembatalan."
"Hahaha baiklah, aku akan berangkat sekarang juga." Aku terkekeh dan mengancingkan jas hitam yang membungkus kemeja putihku, "Aku berangkat dulu sayang, jaga rumah baik-baik. Terlebih, jagalah permata kita ne?"
-Chup! Chup!-
Aku mencium kedua kelopak matanya dan beranjak menuju kearah sofa, mengambil tas kerjaku yang bertengger dengan indah disana. Aku menoleh padanya lagi.. tch! Kenapa rasanya selalu berat untuk meninggalkan mereka berdua sebentar saja, padahal aku kan hanya pergi untuk berangkat kerja.
"Sayang, aku berangkat dulu."
Sungmin menggelengkan kepalanya, "Kau sudah bilang itu, yeobo, tapi nyatanya masih berdiri disini." Ia agak tersenyum.
"Haah, selalu terasa berat saat ingin berangkat kerja." Aduku sok manis.
"Kau berlebihan Kyunnie, kau cuma berada di kantor selama kurang dari sepuluh jam. Lagipula mana mungkin seorang pemilik perusahaan malas untuk datang kekantornya sendiri, kan?" Sungmin berjalan kearahku dan menepuk kedua pundakku lembut.
"Percayalah Ming, kerja kerasku ini semata-mata untuk kalian berdua." Aku meraih kedua tangannya yang tadi berada dipundakku, kuarahkan rengkuhan tangan kami menuju dadanya. "Aku mencintaimu."
Sungmin tersenyum simpul dan mengecup punggung tanganku yang menggenggamnya, "Ne arraseo, bekerjalah sebaik-baiknya. Jangan memaksakan diri dan…-cup- nado saranghae, nae nampyeon."
Adegan penuh keromantisan dipagi hari ini harus kuselesaikan. Sangat tidak rela sebenarnya, tapi memang ini sudah menjadi kewajibanku sebagai kepala perusahaan.. yang lebih penting, sebagai kepala rumah tangga.
Aku pun berangkat menuju Cho Corp pagi itu.
.
.
"Cho sajangnim, klien Anda telah sampai diruang rapat."
Aku memutar pandanganku menuju pada wajah sekertarisku, Miss Lee.
"Ah, begitukah? Baiklah, terima kasih Miss Lee." Ucapku sambil ersenyum singkat. Mendapat balasan bungkukan hormat, aku pun langsung beringsut menuju lift yang berada didepanku.
Kutengok arloji ditanganku,
"Masih ada lima menit sebelum pukul delapan, klienku sepertinya sangat menghargai waktu. Baguslah.."
Ting!
Pintu lift terbuka dan aku pun segera memasuki lift tersebut.
.
Aku terbelalak. Aku agak kaget melihat wajah didepanku. Orang itu memang klienku, tapi bukan orang disebelahnya.
"Oppa?" yang bukan menjadi klienku -seorang yeoja- menatapku penuh terkejut sepertiku juga.
"Eh? Kau kenal dengan Mr. Cho, Hyeorin-ah?" sedangkan yang menjadi klienku -seorang namja- menatap kami berdua dengan bingung.
Aku berkedip sedikit, dan berjalan menuju kearah mereka.
"Ne, aku mengenalnya Yunho oppa. Dia ini teman kampusku sebelum aku pindah ke LA." Ucap Hyeorin riang pada namja bernama Yunho disebelahnya.
"Hyeorin? Wah, ini benar kau? Hahaha kau berubah sekali, padahal dulu kau suka menguncir rambutmu ekor kuda dan memakai pakaian bergaya namja. Ckckck, tak kusangka kau ternyata benar seorang wanita." Aku memandangnya dengan tawa terbahakku.
Hyeorin sontak langsung menoleh kearahku dengan wajah penuh kesal, "Ya! Diam kau Cho, sial sekali aku mempunyai teman seperti kau saat itu! Kalau bukan karena dikenalkan Hae oppa, aku tidak akan mau berteman denganmu!" ia menatapku sinis.
"Aku hanya bercanda, dasar yeoja tak punya selera humoris."
"Ya!"
"Anu…bisakah kita kesampingkan sebentar masalah nostalgia kalian?" Yunho yang mungkin merasa pertengkaranku dengan Hyeorin tidak akan berakhir, mencoba untuk mengakhirinya.
Dengan perasaan bersalah aku pun menoleh pada klien asliku, "Ah joseonghamnida, Yunho ssi. Cho Kyuhyun imnida." Kuulurkan tanganku padanya.
"Ne, Jung Yunho imnida." Ia membalas salaman tanganku.
"Kalau begitu, mari kita mulai pembicaraan kita."
.
.
.
Proyekku dengan perusahaan Jung telah berjalan selama tiga bulan. Baru kuketahui kalau Hyeorin adalah sepupu dari Jung Yunho. Hyeorin diajak dalam kontrak ini karena memang bidang butik yang ia kuasai termasuk salah satu cabang perusahaan Jung. Sedangkan perusahaanku yang bergerak dibidang pusat perbelanjaan tentu menjadi aset besar untuk memperluas perusaahan Jung maupun butik Hyeorin, terlebih butik Hyeorin awalnya sudah berkembang pesat di Amerika dan tinggal menyebar-luaskannya di Korea.
"Aish, kurasa harusnya tidak seperti itu Yunho oppa. Pasti akan berakhir sia-sia kalau kita tidak membangunnya di salah satu resort di Jeju." Hyeorin tampak memprotes rencana Yunho.
"Ah, kurasa kau benar. Lalu Kyuhyun ssi, menurutmu resort mana yang bagus di daerah Jeju?" Yunho menganggukan kepalanya dan menoleh padaku.
Aku membalik tiap laporan ditanganku, "Kurasa resort yang lumayan dekat dengan pantai akan terdengar bagus. Biar ku re-search ulang semua resort terbaik yang ada Jeju."
Drrt…drrrt…drrt.
"Ah maaf, boleh saya mengangkat telepon sebentar?" Yunho mengambil gadged putih miliknya yang bergetar.
.
"Eh menunda proyek?" aku menatap Yunho penuh tanda tanya, Hyeorin pun turut menatap Yunho dengan pandangan yang tak jauh beda denganku.
"Ne, mianhae Kyuhyun ssi. Istriku, saat ini sedang hamil anak pertama kami. Ia ingin sekali mengunjungi keluarganya di Jepang, dan ia bilang ingin menghabiskan masa hamilnya disana. Tenang saja, proyek ini tidak mungkin kutinggalkan. Hyeorin akan membantumu mengurus bidang butik, untuk proyek yang lain aku mohon tolong ditangguhkan sekitar satu atau dua bulan lagi." Yunho menunduk penuh maaf.
Aku menepuk pundaknya, "Aku mengerti bagaimana rasanya saat istri kita sedang hamil anak pertama, pasti kau tidak ingin mengecewakannya yang sedang hamil kan? Baiklah, kita tangguhkan kontrak ini sebentar."
"Terimakasih Kyuhyun ssi, aku benar-benar mohon maaf. Saya akan undur diri untuk menyiapkan keberangkatanku ke Jepang."
Setelah menjabat tangan Kyuhyun dan berpamitan pada Hyeorin, Yunho pun melesat keluar dari ruangan itu.
"Hahh~ aku jadi ingin melihat Jae oppa, keponakanku nanti pasti secantik Ibunya jika perempuan, dan akan setampan ayahnya jika laki-laki." Hyeorin mendudukan dirinya dikursi depan meja kerjaku, "Sudah lama aku tidak mengunjungi Jae oppa yang sedang hamil."
"Aku jadi merindukan Minnie dan Hyunnie." Aku mengambil handphone dari saku kemejaku dan memandang foto yang menjadi wallpaper-nya, "Aku masih ingat saat Minnie hamil Hyunmin, dia berjuang sendirian karena pesawatku waktu itu mengalami delay sekitar 15 jam." Pandanganku menerawang.
"Istrimu pasti merasa kesulitan pada waktu itu kan, oppa? Aku memang belum pernah melahirkan, bahkan belum bersuami, tapi aku paham dukungan orang yang dicinta pastilah sangat berharga.." Hyeorin menjeda kalimatnya, "Dan melewati masa-masa sesulit melahirkan seorang diri, aku yakin istri oppa pastilah orang yang sangat hebat."
Aku tersentak.
Perkataan Hyeorin mengena kedasar hatiku. Benar juga.. Sungmin bisa melewati masa sesulit itu tanpa kehadiranku disampingnya, bahkan setelah aku sampai ke Korea pun ia memberikanku senyumannya yang terbaik. Ia juga, tidak menuntutku bertanggung jawab karena perjuangannya yang hanya seorang diri itu.
"Kyu, anak kita seorang yeoja! Aku senang sekali, ini anak kita Kyu.. permata kita yang sangat berharga! Aku mencintaimu Kyu, sangat mencintaimu. Terimakasih telah memberikan makhluk semanis ini dikehidupanku…"
Benar-benar tersenyum bahagia, tanpa beban dan mengucapkan "terimakasih" secara tulus padaku..
Sedangkan aku?
"Oh iya, aku rasa aku harus balik ke but—"
Aku berdiri dari kursi kerjaku tanpa aba-aba, Hyeorin yang berada disisi depanku harus merelakan kalimatnya terpotong dan bahkan sampai terlonjak melihatku yang langsung berdiri itu.
"Oppa, kau membuatku jantungan!"
Aku mengabaikan protes Hyeorin dan malah mengeluarkan handphone berlabel LG dari saku kemejaku, kucari nomor kontak yang ingin kuhubungi. Ketemu!
Tut tut tut.
Masih belum tersambung. Kakiku mengetuk tanda tak sabar, sementara Hyeorin memandangku heran.
Klik!
"Yeoboseyo?"
"Hyung, datang ke kantorku sekarang juga!" tanpa berucap salam, aku langsung berteriak saat line telepon itu terangkat oleh orang yang kuhubungi.
Pip.
Dan tanpa merasa bersalah pun aku -kembali- dengan seenaknya memutuskan sambungan, entah akan marah seperti apa orang itu. Aku tidak perduli, ada masalah yang lebih penting saat ini..
"Hyeorin!" begitu telepon itu terputus -dengan sengaja- aku menoleh dengan cepat ke arah yeoja yang masih bingung dengan tindakanku yang mungkin terlihat aneh dan sangat tiba-tiba, yah biarlah aku terlihat seperti apa.
"Wae?"
Aku tersenyum, senyum khas-ku yang tidak mungkin ada yang tidak tahu. Smirk Kyu.
"Aku butuh bantuanmu, bantuan penting. Ini menyangkut hidup dan matiku."
Hyeorin hanya bisa menyerngit dan memandangku penuh tanda-tanya.
.
.
.
Hanya ini yang bisa kuberikan padamu…
Entah akan berakhir baik atau tidak,
Aku hanya ingin kau bahagia…
Cho Sungmin…
Aku mohon terimalah,
Satu bentuk rasa terima kasihku padamu…
.
.
.
ToBeContinue
.
.
A/N ::
Hahaha~ benar kan yang saya bilang, cerita ini emang terlalu umum dan mudah ditebak~
Stop! Jangan ada yang protes sama jalan ceritanya atau saya lempar pake bokser KyuMin #slapped!
Saran boleh, but please NO flames!
.
And for Fishy kece ::
Jeongmal gamsahamnida buat saranyaaaaaaaaaaa T^T hiks, hiks, hiks, cerita ini emang saya rombak sampe keakarnya(?).. abis kayaknya ceritanya terlalu kecepetan, makanya aku tambahin dialog couple lain...aku malah niatnya nambah dialog couple lain selain YeWook di next2 chapter, tapi kayaknya gak perlu ya :3
Thank you again for ur recommend, semoga cerita ini tidak mengecewakan chingu :')
.
Thanks to:
|| abilhikmah || Ri Yong Kim || deviyanti137 || hideyatsutinielf || hyuknie || gorjazsimba || bebek || SSungMine || sissy || winecouple || Nhia Petals || || Lilin Sarang Kyumin || mariels25 || manize83 || KyuMin Child Clouds || LikaaJoy || minnie kyumin || ALL Guests and Readers/Siders || ^^
