"The Fierce Battle, and The Tale of Ochobot" (Chapter 4)

Disclaimer : Boboiboy by Animonsta Studios,, some OC's by me

Genre : Adventure, Battle, Friendship, Hurt/Comfort, and some 'Little Romances'

Rated : K+ (or maybe, T)

Setting : Future! Boboiboy & Friends (17 years old),, High School

Chara : Boboiboy, Yaya, Ying, Fang, Gopal, Ochobot,, some OC's, etc.

WARNING! .. GaJel, OOC, AR (Alternate Reality) #maybe, Typo(s), some OC's, alur berbelit, KOSA KATA CAMPURAN, unperfect EYD, kalimat berulang-ulang, penguraian imajin yang membingungkan, conversation gak nyambung, kiasan fail, sFx fail ,, etc.

.

Don't Like Don't Read,, and press 'Back' or 'Close', please.

.

NB : Biasakanlah untuk membaca sesuai dengan alur

.

.


"Sfera Kuasa ... " gumam Tora Ra.

"Ternyata memang benar informasi yang aku peroleh! .. Sfera Kuasa itu ada pada kau, bocah bertopi!" ucap Tora Ra, sambil menunjuk ke arah Boboiboy.

"Iya! Memangnya kenapa?! Kalau kau berpikir kau ingin mengambil Ochobot,, heh! Jangan harap! ... Aku tidak akan serahkan dia pada kau, alien durjana!" ketus Boboiboy, sambil menunjuk dengan lantang ke arah Tora Ra.

"APAA?! ... "

Iooooo~oooooI

"Lama tidak bertemu, Boboiboy! ..."

" ... ?! ..."

Seketika Boboiboy dkk. pun terbujur beku,, terkejut, ketika mereka mendengar suara itu.

Tak lama kemudian, muncullah sosok alien pendek berkepala kotak dengan pakaian armor berwarna hitam jingga dari baja, berdiri dengan lantangnya di depan gerbang pesawat angkasanya, serta tak lupa dengan seringaian kejahatan yang terpampang di wajah datarnya.

Boboiboy dkk. pun semakin terkejut, mata mereka terbelalak, ketika mengetahui bahwa sosok yang terkira dalam benak mereka ternyata benar. Sosok yang sudah tak asing lagi dalam ingatan mereka. Dan dia adalah ...

"ADU DU .. ?!" ketus Boboiboy dkk., serentak.

Iooooo~oooooI

.

"Jadi ... Jadi kau di balik semua ini?!" ketus Boboiboy.

.

Iooooo~oooooI

" ... Sudah lama sekali yah, Boboiboy! ... "

Dan sekali lagi, Boboiboy dkk. pun terkejut, ketika mereka mendengar suara lain yang juga terdengar tak asing lagi bagi mereka.

Tak lama kemudian, muncullah sosok alien berbadan tinggi dan terlihat lebih tegap dari posturnya yang sebelumnya, dengan garis merah menyerupai codet di mata kirinya dan mengenakan pakaian armor berwarna merah, berdiri dengan lantangnya di depan gerbang pesawat angkasanya, serta tak lupa dengan seringai kejahatan yang terpampang di wajahnya. Dan dia adalah ...

"EJO JO?!" ketus Boboiboy dkk.

.

"Nampaknya, kali ini kita akan berhadapan lagi,, bocah!"


Chapter 4 : Sebuah Insiden, dan Penculikan Ochobot

.

"K-Kau lagi?!" seru Fang, dengan beringis.

"Huh, yah .. Memangnya kenapa?! Kau takut, heh?!"

"TAKUT, KAU CAKAP?! .. " ketus Fang geram, dengan kepalan tangan kanan yang mulai terselubungi aura hitam kuasa bayangnya.

"SERANGAN- ... Huh?!"

Fang hendak menyerang Ejo Jo dengan serangan kuasa bayangnya. Tapi dengan cepat, Boboiboy langsung menghentikan niatnya untuk menghajarnya.

"Sebaiknya kau tidak mudah terpancing dengan ucapan dia! Jangan bertindak gegabah!" ucap Boboiboy.

"Tch! Terserah!" balas Fang, mendecih kesal.

"Hehh .. Aku akui, nampaknya kali ini kalian terlihat lagi kuat! Tapi, walaupun begitu, aku akan pastikan, bahwa kali ini aku tidak akan kalah lagi dari kalian, bocah-bocah sialan!" seru Ejo Jo.

"Tch! Siapa yang kau cakap bocah, hah?!" ketus Fang, kesal.

" ... Kalian bekerja sama? Jadi kalian, yang ada di balik semua ini?!" seru Boboiboy.

"Yah, tentu saja! Kami bekerja sama ... Demi mencapai ambisi kami, yaitu mengambil alih planet ini, dan menguasai dunia .. Hhahahaahh!" balas Ejo Jo, dengan tawa jahatnya.

"Tapi, kenapa?!" ucap Boboiboy.

"Tch! Kenapa kau cakap?! ... Tentu saja karena kami ingin mencapai kejayaan. Kejayaan sebab telah hapuskan kalian semua. Termasuk kau, Boboiboy!" ketus Adu Du.

"Dan satu hal lagi ... " sambung Adu Du, menggantungkan kalimatnya dan memejamkan matanya sesaat.

" ... Rencana pertempuran ini, adalah salah satu ambisi aku, untuk membalaskan dendam aku pada kau, atas apa yang telah terjadi tiga tahun lepas! ... "

Boboiboy terbujur beku ketika mendengar kalimat 'tiga tahun lepas'. Kalimat itu .. Kalimat yang membuat ingatannya kembali terbawa kepada apa yang telah terjadi pada tempo tiga tahun lepas tersebut. Gambaran-gambaran sekilas, mengenai semua insiden itu ...

.

#Flashback Side Story

#Gambaran 1

Dalam pertarungan sengit antara beberapa robot tempur Adu Du dan Mama-nya melawan Boboiboy dan kawan-kawannya ...

.

... *flash* ...

.

Pertarungan robot tempur raksasa Adu Du, Megathor Max 3000 vs Boboiboy Kuasa Lima ...

"SERANGAN KOMBO!" seru kelima elemental Boboiboy.

Boboiboy pun melancarkan serangan Kombo Lima Boboiboy untuk menghancurkan robot tempur raksasa yang terdapat Adu Du tepat di bagian dada robot tersebut.

Serangan Kombo Lima Boboiboy itu,, terdiri dari Golem Mega Tanah dengan Pedang Mega Halilintar di tangan kanan raksasa tanah Gempa, Gerudi Taufan dengan pusaran anginnya yang berwarna ungu muda di tangan kirinya, lalu Boboiboy Ais yang berada di bagian bahu kanan raksasa dengan serangan Jarum-Jarum Ais Berganda, dan Boboiboy Magma yang berada di bagian bahu kiri dengan serangan Bebola Magma-nya.

"HYAAAAA ... !"

Dengan sigap, kelima Boboiboy pun segera meluncur dengan cepat menuju robot tempur Adu Du yang tengah tersegel pergerakannya oleh borgol bongkahan es yang sangat tebal milik Boboiboy Ais pada kedua tangan robot tempurnya dan cengkraman tangan batu Gempa pada kedua kaki robot tempur tersebut.

"Takkan aku biarkan kau menyentuh Bobocu aku!" seru Mama Adu Du,, mengabaikan pertarungannya melawan keempat teman Boboiboy dan segera berlari secepat kilat menuju Kelima Boboiboy, berniat untuk menghentikan serangan kombo-nya dengan pedang laser merah di kedua tangannya.

SHRRIIINNK!

"Hahh?!" Gempa tersentak, ketika mengetahui Mama Adu Du sudah berada di depan mereka..

" ... ?! ... BATALKAN SERANGAN!" seru Gempa.

Bukannya langsung melaksanakan perintah Gempa, keempat elemental lainnya itu justru menoleh ke arah Gempa yang tengah berada di bagian kepala raksasa tanahnya.

"Apaa?!" seru Taufan,, tidak terlalu mendengar seruan Gempa dengan jelas karena tengah berada di dalam serangan Gerudi Taufan-nya pada tangan kiri raksasa tanah tersebut.

"Aargh! Berbalik lah!" ketus Gempa, kesal.

"HAAHH?!" para elemental Boboiboy (kecuali Gempa) tersentak mendadak, ketika menoleh lagi ke depan dan menyadari sosok yang berada di depan mereka.

" ... ?! ... Oh, tidak!" seru Halilintar, panik.

Kelima elemental Boboiboy berusaha untuk membatalkan serangan mereka. Namun apa daya, mereka malah terlihat kewalahan untuk menghentikan serangan mereka yang sudah disiapkan dengan penuh semangat bertarung tersebut. Jadi intinya, tindakan mereka sudah terlambat .. Akhirnya serangan kombo mereka (kecuali Golem Mega Tanah, yang sudah dileburkan lebih dulu oleh Gempa, dan menyisakan empat kombo serangan elemental lainnya) segera mendarat dengan cepat ke arah Mama Adu Du. Sementara kelima elemental Boboiboy itu segera beranjak lompat dari posisi penyerangan mereka dan mulai berkumpul.

Mama Adu Du berusaha untuk menangkis serangan kombo Boboiboy. Namun nyatanya hal itu tidak berlangsung lama,, tidak berhasil. Kedua pedang lasernya hancur seketika saat menghantam Gerudi Taufan. Tubuh alien wanita berambut merah itu melayang sesaat akibat hembusan angin dari serangan Gerudi Taufan, dan kemudian langsung terhantam oleh sengatan listrik yang sangat dahsyat dari Pedang Mega Halilintar, Bebola Magma, dan Jarum-Jarum Es yang berjatuhan di hadapannya secara beruntun.

"HAAAAAAAARRGH ... !"

"MAMAA .. !" teriak Adu Du, dari dalam robot tempurnya.

Seketika, tubuh wanita alien yang sudah tak sadarkan diri dalam keadaan gosong dan terdapat beberapa tusukan jarum-jarum es, serta luka-luka melepuh itu pun terhempas ke tanah. Pakaian yang dikenakannya hampir sobek seluruhnya, serta bercak-bercak darah yang berasal dari luka-lukanya yang cukup parah. Mulutnya memuntahkan darah.

"M-Macam mana nih?! Aku tak berniat untuk menyakiti Emak Adu Du!" seru Halilintar, panik.

"Ini salah kalian, sebab tak langsung melaksanakan komando dari aku! ... Kenapa kalian tidak langsung menghentikan serangan kalian tadi, hahh?!" bentak Gempa, marah.

"A-Alien tuh muncul secara tiba-tiba di hadapan kita! .. A-Aku, jadi tak sempat menghentikan serangan!" balas Taufan, panik.

"I-Ini kecelakaan! .. Ini semua terjadi secara tak sengaja!" timpal Magma, panik.

"Tch! Sial! .. Bagaimana ini?! ... Bukannya kita sudah berjanji untuk tidak membunuh?!" ketus Gempa, marah.

"Ehrrgh! Jika sudah seperti ini ... " lanjut Gempa, menggantungkan kalimatnya.

Gempa menundukkan kepalanya dan mengepal erat kedua tangan batunya. Raut wajahnya terlihat cemas bercampur sedih, setelah semua yang telah terjadi beberapa saat lalu. Perasaan bersalah dan menyesal mulai menyelimuti hatinya. Sementara keempat elemental Boboiboy yang lain hanya terdiam, setelah mendengar teguran kemarahan dari Gempa. Perasaan yang sama seperti yang Gempa alami juga mulai merasuki hati mereka.

Tak lama kemudian, Adu Du keluar dari badan robot tempurnya dan segera berlari menghampiri sang Mama yang tengah terkulai lemah tak sadarkan diri.

"Mama!" seru Adu Du.

"Hiiks .. Hiikkss ... Mama! Bangunlah, Mama! .. Jawab Adu Du! ... Mamaaa! ... Hiks, hiks, hiks ... Tidaaaaakk! .."

Kelima pecahan elemental Boboiboy itu hanya menatap pemandangan menyedihkan yang berada agak jauh di hadapan mereka dengan berbagai perasaan buruk yang tengah bercampur aduk dalam hati mereka ... Rasa bersalah, menyesal, sedih, berduka,, semuanya tergabung menjadi satu dan mendominasi suasana hati mereka.

Terutama Gempa,, yang benar-benar merasa sangat menyesal dan bersalah, sebab telah gagal dalam mengawal keempat pecahan dirinya yang lain, serta dalam menjalankan posisinya sebagai leader dari kuasa elemental Boboiboy.

Ia mulai menutup matanya rapat, dalam raut wajah sendu yang tengah menunduk kecil.

"Cantum semula!" ucap Gempa, pelan.

Boboiboy Gempa menyilangkan kedua tangannya ke depan, dan menghisap keempat pecahan elementalnya yang lain agar menyatu kembali menjadi Boboiboy semula.

Sesaat berlalu, Boboiboy pun mulai memperhatikan kedua telapak tangannya yang gemetar, masih dengan ekspresi dan suasana hati yang sama.

"Boboiboy!" seru keempat teman Boboiboy, menghampirinya.

"Apa yang terjadi?!" tanya Fang.

Boboiboy tidak menjawab pertanyaannya. Ia hanya terdiam.

" ... Apa yang sudah aku lakukan?! ... A-Aku ... Aku sudah menyakiti seseorang yang berharga ... " ucapnya lirih, sambil masih memperhatikan kedua telapak tangannya.

"Huh?! Apa maksud kau?!" tanya Fang, lagi.

" ... K-Kenapa?! ... Kenapa?! ... Kenapa, tangan ini selalu saja berusaha untuk membunuh?! ... Ehrrgh!" ucapnya, pelan,, disusul dengan erangan penyesalan.

Ia langsung memegang kepalanya dengan kedua tangannya dan menutup rapat matanya,, lalu ia jatuh berlutut dan menunduk, dengan raut wajah susah dan sendu yang terpampang di wajahnya.

.

... *flash* ...

.

#Flashback Side Story_End

.

Setelah ingatan tersebut, Boboiboy pun mulai memperhatikan kedua telapak tangannya, lagi ... Tangan yang pernah ia gunakan untuk membunuh. Rasa bersalah dan menyesal akan insiden itu pun mulai merasuki dirinya lagi. Raut wajahnya terlihat sendu.

Dan kemudian, ingatannya mengenai insiden tragis yang lain pun mulai terlintas kembali dalam kepalanya ...

.

#Flashback Side Story

#Gambaran 2

.

... *flash* ...

.

Beberapa waktu berlalu, setelah insiden tragis yang menimpa Mama Adu Du. Kembali pada pertempuran pasukan beberapa robot tempur Adu Du melawan lima anak super Pulau Rintis.

Tengah berlangsung, pertarungan sengit Super Mega Probe vs Boboiboy Api ...

.

"KAU! ... Kau yang paksa aku untuk melakukan ini! ... Kali ini, aku akan betul-betul melawan kau!" teriak Boboiboy Api, dengan aura kuasa magma yang mulai menggelegak di sekitarnya.

BLUUPP .. BLUUPP .. BLUUPP ...

"Sedia kau!" seru Boboiboy, dengan tatapan mata berapi yang menyalak menakutkan.

Ternyata, selama pertarungan itu Boboiboy Api telah menahan dirinya untuk tidak terlalu larut dalam emosi dan tekanan yang mendalam. Namun, sebab Probe yang terus memaksanya untuk bertarung melawannya,, ditambah lagi dengan berbagai ocehan, hinaan dan ejekan yang terlontar dari sang robot ungu itu dan membuat telinganya panas,, akhirnya bendungan emosi yang terus dijaganya pun runtuh. Kini Boboiboy Api sudah tidak mampu menahan tekanan dan emosinya yang meluap-luap, bagai magma panas yang siap meletus kapan saja. Dan tak lama kemudian, dalam sekejap Boboiboy Api segera bertransformasi pada kuasa tahap duanya.

"BOBOIBOY MAGMA!"

Boboiboy Magma pun membuka matanya yang terpejam sesaat, memperlihatkan mata jingga kemerahannya yang menyalak dengan kobaran api yang lebih mengerikan dari tatapan api Boboiboy Api,, menyalak penuh amarah yang tak terbendung.

"Hhrrrgghh!" Boboiboy mendengus, dengan deru nafas yang menggebu-gebu sambil menggertakkan giginya.

BLUUPP .. BLUUPP .. BLUUPP ...

Perlahan kedua tangannya mulai terselimuti oleh aliran pekat berwarna kecokelatan bercampur kuning menyala, yang merupakan kuasa magmanya,, dengan pelapisannya yang cukup tebal, setebal tangan batu Gempa.

Boboiboy Magma pun bersiap dengan pose meninjunya. Siap menyerang robot ungu yang kini telah menjadi jahat, akibat chip kecil 'pengubah kepribadian' yang ditanamkan oleh Adu Du di dalam robot tersebut, serta memiliki ukuran dua kali besarnya dari versi bentuknya yang sebelumnya .. Super Probe dan Mega Probe.

"TINJU MAGMA! ... Hyaaaa!" teriak Boboiboy Magma, berlari ke arah Super Mega Probe yang juga tengah berlari ke arahnya dengan segala persenjataan dan misil-misil yang siap diluncurkan.

Dalam pelariannya, Probe pun mulai meluncurkan semua peluru-peluru, misil, roket-roket kecil, serta tembakan laser bazooka yang ada pada tubuh robotnya ke arah Boboiboy Magma. Namun dengan cekatan, Boboiboy Magma dapat menghindari serangan-serangan itu dengan memanjangkan tangan magmanya dan melenyapkan tiap-tiap peluru, misil, roket-roket kecil, serta tembakan laser yang meluncur ke arahnya,, seperti mengayunkan sebilah tali cambukan.

Tangkisan peluru dan roket-roket itu pun menimbulkan kepulan asap yang sangat tebal. Probe mencoba men-scanning keberadaan Boboiboy Magma dalam kepulan asap yang tebal tersebut. Hingga kemudian ...

" ... ?! ... "

"TUMBUKAN MAGMA PADUU!" teriak Boboiboy Magma.

Dalam kepulan asap yang cukup tebal, Boboiboy Magma muncul secara tiba-tiba tepat di hadapan Super Mega Probe dengan kepalan tangan magma sebesar tangan batu Gempa.

BUAAKKK!

CKLAANG! .. KLAAANG .. KLAANG ...

.

... *flash* ...

.

"Tahan diri kau, Magma! Jangan sakiti Probe!" teriak Gempa, dari jauh.

Gempa berusaha memperingatkan Magma yang kini tengah tak terkendalikan diri dari kejauhan. Namun apa daya, Magma tidak menggubris seruannya, akibat dirinya yang masih terfokus untuk melampiaskan semua emosi dan tekanannya.

" ... SERANGAN BEBOLA MAGMA, BERTALU-TALUU .. !"

Probe,, yang telah dalam keadaan setengah rusak serta meleleh dan baru saja akan bangkit, tiba-tiba telah di kelilingi oleh beberapa Bola Magma yang melayang di sekitarnya. Tak lama kemudian, tanpa rasa segan Magma langsung menyerangnya lagi dengan memukul dan menendangkan beberapa Bola Magma tersebut ke arah Probe.

"HYAA, HYAA, HYAA, HYAA ... HHHYYAAAK!"

.

... *flash* ...

.

"PROOOBE!" teriak Adu Du,, keluar dari badan robot tempurnya dan berlari menghampiri Probe, yang tinggal beberapa serpihan-serpihan kecil besi ungu yang meleleh akibat serangan beruntun dari Boboiboy Magma.

"Probe! ... Hiks, hiks,, kenapa kau jadi begini?! .. Hiks, hiks,, kenapa .. Kenapa kau tinggalkan aku lagi, Probe?! ... Hiks, hiks .. Sudah cukup aku kehilangan Mama aku, dan sekarang kau juga tinggalkan aku! ... Kenapa, Prooobe?! ... Hhiiks, hiiks ... Aku tidak terimaaa!" ucap Adu Du, histeris.

.

... *flash* ...

.

"Ini semua kau punya pasal! .. Kau tak pernah bisa kendalikan amarah kau cuma sebab kau tertekan, sampai-sampai kau tak sadar kau sudah serang dia dengan membabi buta! ... Kau dah hancurkan dia! Kau keterlaluan, Magma!" bentak Halilintar.

Sang pecahan elemental pemilik kuasa 'api dan magma' itu hanya terdiam dengan raut wajah sendu, setelah Halilintar memberikannya teguran kemarahan akibat kecerobohannya sendiri. Rasa menyesal serta bersalah mulai menaungi hatinya, lagi ... Setelah sebelumnya, ia juga melakukan kesalahan yang sama yang berujung pada terenggutnya nyawa sesosok alien wanita yang lebih tua darinya.

Dan sekarang, ia melakukan lagi,, yang mana kali ini tindakannya tersebut mengakibatkan lenyapnya sebuah benda, yang sangat berharga di mata alien pendek berkepala kotak yang walaupun sebenarnya ia merupakan musuh ketat mereka.

Ia menatap kedua tangannya, seraya meratapi segala kesalahan dan kepribadian buruk yang ada dalam dirinya.

" ... Kenapa aku tak pernah bisa kendalikan emosi aku?! ... Kenapa selalu saja dengan mudahnya aku di kendalikan oleh nafsu amarah aku sendiri?! ... Sebab semua keburukan-keburukan dalam diri aku, semua orang yang selalu berurusan dengan aku harus meregang nyawa mereka ... Mengapa aku tercipta seperti ini?! ... Aku tidak menginginkan kepribadian yang seperti ini ... " gumamnya, merutuki dirinya sendiri.

Tak lama kemudian, dengan sekilas Boboiboy Magma pun berganti pada tampilan kuasa tahap awalnya,, Boboiboy Api. Ia menghela nafas kekecewaan, seraya menutup matanya dan menundukkan kepalanya,, meratapi nasib buruknya.

.

... *flash* ...

.

#Flashback Side Story_End

.

Boboiboy masih memperhatikan kedua telapak tangannya, masih dengan ekspresi yang sama. Hati Boboiboy terasa tersayat, ketika mengingat kembali semua insiden-insiden tragis tersebut .. Insiden yang ternyata disebabkan oleh dirinya sendiri. Berbagai perasaan-perasaan buruk akan insiden itu pun mulai merasuki dirinya lagi. Raut wajahnya terlihat sendu.

"T-Tapi ... Aku tak sengaja .. I-Itu semua kecelakaan, Adu Du!" seru Boboiboy, sedikit gemetar.

"HAAHH! ... Sengaja tak sengaja! Tetap saja, nyatanya kau sudah membunuh Mama aku, dan juga Probe! Kau renggut semua yang aku miliki! Dasar kau biadab!" teriak Adu Du, menyalak penuh kemarahan.

" .. ?! ... T-Tapi ... "

"Aaargh! Sudahlah! ... Aku tak ingin mendengar penjelasan dari kau! Tidak ada lagi yang bisa kau perbuat untuk mengembalikan aku, Probe, ataupun Mama aku?! .. Sekali pembunuh, tetaplah pembunuh!" teriak Adu Du.

Perkataan pedas yang terlontar dari mulut sang alien pendek berkepala kotak itu sukses membuat Boboiboy semakin terpuruk. Kini ia hanya terdiam, dan meratapi kesalahan-kesalahan yang pernah ia perbuat pada Adu Du di masa lalu.

"Dan sekarang, sebagai salah satu upaya aku untuk membalas dendam ... Aku, bersama dengan Sang Jenderal Tertinggi Tora Ra itu,, Ejo Jo, dan seluruh pasukan tempur Atata Tiga ... Akan hapuskan keberadaan kau, kawan-kawan kau, dan seluruh manusia-manusia di Bumi ini! .. Dan setelah itu, kami akan mengambil alih Planet ini, dan menguasai dunia! ... Muaahahahahaaah!" balasnya dengan lantang, diiringi dengan tawa jahatnya.

"Tch! Belagak lah kau!" ujar Fang, kesal.

"Hooohh, mesti lah ... " balas Adu Du, dengan lantang.

" ... Huh?! ... 'Jenderal Tertinggi Tora Ra'?! .. " ucap Yaya, pelan.

Pandangannya pun beralih pada Tora Ra,, alien hijau bertubuh tegap yang masih berdiri dengan lantang sambil melipat kedua tangannya di pesawat angkasanya yang berada di tengah.

"Hooohh, jadi itu nama kau, ya?!" timpal Ying.

"Yaahh ... Memangnya kenapa, gadis kecil?!"

"Hiihh! Siapa yang kau cakap gadis kecil, hah?!" ketus Ying, kesal.

" ... Fufufu ... Yah, inilah aku! Aku adalah pemimpin tertinggi di Planet Atata Tiga! .. Aku, bersama seluruh bala pasukan aku, akan mengambil alih planet ini! Dan akan aku pastikan,, bahwa kami, akan menghapuskan kalian semua, tanpa menyisakan satu makhluk pun ... Huaahahahaahh!"

"Dan sekarang,, sebagai langkah awal kami untuk menguasai dunia, sekaligus langkah awal aku untuk membalaskan dendam aku kepada kau ..." Adu Du menggantungkan ucapannya, dan kemudian ...

" ... SERAHKAN BOLA KUASA ITU PADAKU!" teriak Adu Du, sambil menunjuk pada Ochobot dari kejauhan.

" ... ?! ... "

Seketika itu, Ochobot pun bergidik ketakutan, dan bersembunyi di antara kelima anak super tersebut. Boboiboy yang sedari tadi terdiam tersadar dari lamunannya dan melihat Ochobot yang kini tengah bergidik ketakutan di belakangnya, dan juga teman-temannya. Ia terdiam beberapa saat, sembari terus memandangi robot kuning di belakangnya dengan tatapan cemas .. Kini pikirannya yang sedari tadi hanya terngiang akan masa lalu tergantikan oleh kekhawatirannya akan keberadaan Ochobot saat ini yang terancam bahaya.

Boboiboy pun menoleh kembali ke depan sembari menunduk. Perlahan, raut wajahnya yang terlihat sendu berubah menjadi raut wajah yang menyalak marah. Setelahnya, ia pun menatap Adu Du yang tidak terlalu jauh di depannya dengan tatapan yang menyalak marah. Begitu pula dengan keempat temannya ... Sebab seperti yang di ketahui, bahwa mereka tidak akan menyerahkan Ochobot begitu saja kepada para alien-alien keji tersebut.

"Tch! Kau pikir kami akan serahkan dia begitu saja?! ... Hehh, jangan harap! Sebaiknya menyerah saja lah kau, sebelum kami hapuskan kau!" ketus Fang, lantang.

"Tch! Mulai belagak kau rupanya!? Memangnya siapa kau yang berhak perintahkan aku, hah?! Kau pikir diri kau tuh hebat, hanya sebab kau memiliki kuasa dari Ochobot?! .. Tch! Aku adalah pemilik Bola Sfera Kuasa tuh! ... Dan kau, Boboiboy! Bagi balik Bola Kuasa itu kepada aku, dasar pencuri !" balas Adu Du.

"PENCURI, KAU CAKAP ... ?!" teriak Boboiboy, geram.

Seketika emosi Boboiboy memuncak, setelah Adu Du mengatainya 'pencuri'. Perlahan, kedua bola matanya yang melotot penuh emosi berubah menjadi merah menyalak.

"BOBOIBOY HALILINTAAR!"

Seketika ia berubah menjadi Boboiboy Halilintar, dan langsung berlari menuju Adu Du yang masih berdiri di pesawat angkasanya yang masih setengah melayang.

"TOMBAK HALILINTAR!"

Dengan gerakan kilatnya, ia melayang ke udara dan melempar Tombak Halilintar-nya ke arah Adu Du. Adu Du tidak berkutik pada posisinya, seperti tidak mempedulikan Tombak Halilintar yang terbang ke arahnya. Ia hanya mengeluarkan seringaian jahat khasnya. Lalu ...

TIIIT!

TRAAANG!

Dengan cepat, Adu Du menekan salah satu tombol hologram pada gelang kontrol di tangan kirinya. Ia mengaktifkan perisai pertahanan pada pesawat angkasanya. Aura perisai seperti robot Petai milik Ejo Jo, namun berwarna hijau kebiruan. Terlihatlah kini pesawat angkasa tersebut tengah berada di dalam bola perisai yang di ketahui kebal terhadap serangan.

" ... Hah?! .. Apakah?! ... "

Boboiboy terkejut dengan apa yang ia lihat. Dengan cepat ia segera memindahkan dirinya, menghindari Tombak Halilintar yang terbang ke arahnya karena terpantul oleh perisai Adu Du. Tombak Halilintar tersebut pun akhirnya mendarat dan meledakkan tanah yang tertancap benda berunsur halilintar tersebut. Boboiboy kembali bergabung bersama teman-temannya dan berubah ke wujudnya semula.

"Muahahahaaah! ... Ada apa, kau terkejut?! ... Itu benar, Boboiboy! Diri aku yang sekarang telah lebih hebat dari diri aku yang dulu! .. Sekarang, aku sudah siap untuk menghadapi kau, kapan saja,, muahahahaaah!"

"I-Itu aura perisai macam robot Petai .. " ujar Yaya.

"Ha'ah. Nampaknya, perisai tuh pun lebih kuat di bandingkan milik robot Petai dulu" balas Boboiboy.

...

"Sepertinya mereka tidak ingin menyerahkan Sfera Kuasa tuh pada kita!" ucap Ejo Jo, pada Tora Ra yang berada tak jauh dengan posisi pesawat angkasanya.

"Hmph! Begitu yaa?! ... Tapi, kita harus mendapatkan Bola Sfera Kuasa tuh, apapun yang terjadi. Sebab benda itu adalah salah satu sumber kuasa kita, untuk mengambil alih Bumi ini .. " balas Tora Ra.

"Tch! Nampaknya mereka ingin bermain dengan cara kekerasan! .. Baiklah, kalau itu keinginan mereka. Akan aku layani!" sambung Tora Ra kesal, disusul dengan seringaian jahatnya. Dan kemudian ...

TIIIT!

WWUUUSSSSHH!

Tora Ra menekan salah satu tombol hologram pada gelang kontrolnya. Tak lama kemudian, keluar sebuah roket sebesar pesawat jet dari dalam pesawat angkasa Tora Ra, yang meluncur dengan sangat cepat ke arah Boboiboy dkk.

" ... ?! ... BEBOLA API,!"

Boboiboy berusaha untuk menghancurkan roket yang meluncur ke arahnya dan teman-temannya dengan melemparkan beberapa Bola Api.

WWUUUUUSSSHH!

" .. Hh?! .. Apakah?! ... "

Serangan itu nyatanya tidak berpengaruh, dan roket itu pun tidak hancur sama sekali. Dalam kepulan asap, roket itu masih meluncur dengan sangat laju di hadapan mereka,, semakin dekat, dan semakin cepat. Tak lama kemudian, dari badan roket tersebut keluar sejenis pengait besi elastis. Tampilannya mirip seperti tangan Ochobot, namun berkali-kali lebih tebal dan lebih besar.

"PERLAHANKAN MA- ... Huh?! .. "

"AAAAAAHHH ... !"

Ying hendak menggunakan kuasa Manipulasi Masa-nya untuk memperlambat laju roket di depannya dan teman-temannya. Namun, tanpa disangka pengait besi elastis dari roket itu telah berada tepat di hadapan mereka, berayun menerjang mereka berlima hingga membuat mereka terpental beberapa meter, menyisakan Ochobot yang masih melayang di tempat pertama dan tidak ikut terpental.

"BOBOIBOY! .. FANG! ... YAYA! .. YING! .. GOPAL ... !" teriak Ochobot.

Setelah kejadian itu, Boboiboy dkk. merasakan sakit di seluruh tubuh mereka. Tumbukan dari pengait besi tersebut benar-benar sangat keras, hingga membuat mereka tidak mampu untuk mencoba bangkit kembali, akibat menahan sakit yang amat sangat.

"U-uughh! .. Ochobot ... " ucap Boboiboy, sambil menahan sakit pada dadanya dan mencoba bangkit.

"Boboiboy!" seru Ochobot, berusaha menghampiri Boboiboy dkk.

Belum sampai lagi robot kuning itu mencapai Boboiboy dkk. ...

SLAAAPPP!

"AAAAAAHHH! ... BOBOIBOOOOOOY!"

" ... ?! ... "

Tiba-tiba roket itu mengambil Ochobot dengan pengaitnya dan membawanya menuju pesawat angkasa Tora Ra. Mendengar teriakan nyaring dari sang robot kuning tersebut, seketika Boboiboy terkejut,, shock secara bersamaan, dan melupakan rasa sakit yang dialaminya. Begitu pula dengan keempat teman Boboiboy yang lainnya.

"Ochoboooot! ... " teriak Boboiboy.

" ... Ah?! ... Ochoboott!" teriak Fang.

" .. ?! ... "

" Oh, tidak!" seru Yaya, panik.

"BOBOIBOY TAUFAN!"

Dengan segera Boboiboy mengubah wujudnya menjadi Boboiboy Taufan. Dengan sigap ia segera mengejar roket yang membawa Ochobot. Ia menambah kecepatan papan luncurnya dengan kuasa angin topannya. Ia mencoba meraih Ochobot.

"Boboiboy!"

"Ochobot! .. "

Boboiboy hampir berhasil meraih tangan besi Ochobot yang melambai terombang-ambing di udara. Namun ketika Boboiboy hampir dapat meraihnya ...

PLAAAKKK!

" .. Huh?! ... AAAAAAHHHH!"

"BOBOIBOOOOOOYY ... !"

Roket tersebut mengeluarkan pengait besi elastis yang lain. Boboiboy yang hanya berfokus untuk meraih Ochobot pun tidak menyadari munculnya pengait besi tersebut. Ia tidak sempat mengelakkan pengait itu dan melakukan serangan .. Ia lengah. Hingga akhirnya dirinya pun dipentalkan oleh pengait tersebut. Boboiboy terpental beberapa meter hingga akhirnya mendarat membentur pohon besar, bersamaan dengan papan luncurnya yang hancur. Seketika itu, Boboiboy pun langsung berubah ke wujudnya semula.

"OCHOBOOOOOOOTT ... !" teriaknya, sambil mengulur tangan kanannya.

Tak lama kemudian, keempat teman Boboiboy pun menghampiri dirinya yang kini tengah mencoba bangkit sambil menahan sakit pada kepalanya yang mengalirkan darah segar pada pelipis kirinya, dan sedikit pada mulutnya.

"Boboiboy!" panggil keempat temannya.

"Kau, kau oke kah?!" tanya Gopal, sambil mencoba mendudukkan dirinya.

"O-Ochobot ... -Uhuhkk! " ucap Boboiboy, dengan suara yang bergetar dan sedikit terbatuk.

"Mereka telah berhasil mengambilnya .. " ujar Ying, sambil memandang ke arah ratusan pesawat angkasa yang berada tak jauh di depannya, dengan raut wajah sedih.

"I-Ini salah aku. Aku gagal meraihnya! ... -Uhukk, uhuuk! ... Aku lengah!" ucap Boboiboy, merutuki dirinya sendiri.

"K-Kau sudah berusaha semampu kau. Ini bukan salah kau ... " ucap Gopal.

"Betul tuh! Ini bukan masanya untuk menyalahkan diri sendiri" timpal Yaya.

" ... Aku tidak mau, hal yang sama terjadi lagi. Aku tidak ingin kehilangan Ochobot! .." balas Boboiboy, sedih.

Melihat hal itu, Yaya pun merendahkan dirinya di depan Boboiboy dan berusaha untuk menenangkannya.

"Iyah. Kami paham itu ... Kita semua juga tidak ingin hal yang sama terjadi lagi untuk yang kedua kalinya. Kita semua juga tidak ingin kehilangan Ochobot! ... Tapi, sekarang bukanlah masanya untuk mengungkit-ungkit semua itu! Untuk sekarang, baiknya kita harus percaya pada diri kita sendiri. Percaya bahwa dia akan baik-baik saja! ... Tak ada guna lah untuk merasa terpuruk di saat seperti ini, Boboiboy! Kau harus bangkit dan kumpulkan tekad untuk mengambil kembali Ochobot, sahabat kita,, okeh?!" ujar Yaya, polos,, sambil memegang bahu kirinya dan menasihatinya.

" ... "

"Lagipun, kau kan tak sendirian, Boboiboy! Ada kami pun ... Kami nih kan kawan-kawan kau. Kita semua selalu saling membantu dan melindungi satu sama lain. Apa kau lupa?!" lanjut Yaya.

Boboiboy hanya diam. Tatapan matanya yang sayup mengedar pada keempat temannya yang berada di sisi kanan dan kirinya. Dan kemudian, Yaya pun membangkitkan dirinya.

"Sudahlah tuh! Tak payah lah sedih-sedih lagi macam nih ... Jom lah bangkit! Kita hadapi musuh-musuh di sana bersama-sama!" ucap Yaya, sambil mengulurkan tangannya pada Boboiboy dan tersenyum.

Gopal, Fang, dan Ying pun ikut tersenyum pada Boboiboy, untuk meyakinkan dirinya. Setelah beberapa saat terdiam, akhirnya ia pun membalas senyuman semangat keempat temannya itu.

"Terima kasih, semuanya!" ucap Boboiboy, menerima uluran tangan Yaya dan mulai berdiri,, bangkit dari keterpurukannya.

Keempat teman super Boboiboy itu hanya membalas terima kasihnya dengan senyuman.

Boboiboy masih merasakan sedikit pusing pada kepalanya. Ia pun menggosokkan tangannya pada pelipis kirinya.

"Uugh .. Aku dah cedera!" ujarnya sedikit kesal, sambil melihat bekas darah di telapak tangannya.

.

Iooooo~oooooI

Dan kemudian ...

"HUAAHAHAHAHAAHH! ..."

Suara gelak tawa jahanam itu pun memecah suasana hening yang menaungi Boboiboy dkk. Seketika kelimanya segera mengalihkan pandangan mereka pada sumber tawa jahat tersebut.

"AKHIRNYA! .. AKHIRNYA, SFERA KUASA NIH BERADA DI TANGAN AKU ... HUAAHAHAHAHAAHH!" teriak Tora Ra, sambil memegang Ochobot dengan kedua tangannya dan memamerkannya pada Boboiboy dkk.

"KAU! .. BAGI BALIK KAWAN AKU!" teriak Boboiboy, penuh kemarahan.

"HUAAHAHAHAAAHH! ... Hah?! Kawan?! Kau menganggap benda ini 'kawan'?! ... Sungguh makhluk Bumi yang tidak berguna! ... Untuk apa juga kalian menyayangi bongkahan besi seperti ini, hahh?! .. Heyy, asal kalian tahu saja ya, bahwa hanya orang-orang yang bodoh dan payah lah, yang menganggap robot itu sebagai 'kawan', tau! .. Dan itu sama seperti kalian! Huaahahahaahh!"

" ... ?! ... "

Sontak, Adu Du yang masih berdiri di gerbang pesawat angkasanya tersentak, ketika mendengar ucapan itu. Ia melirik ke arah Tora Ra yang berada di seberang kirinya. Wajahnya mengerut, sedikit kesal.

Ternyata, Adu Du telah tersinggung karena ucapan dari sang atasannya itu ... Bagaimana tidak?! Tora Ra mengatakan bahwa 'hanya orang-orang bodoh dan payah yang menganggap robot itu kawan'. Dan itu berarti, secara tidak langsung Tora Ra mengatakan bahwa Adu Du juga bodoh dan payah. Mengingat bahwa dulu ia juga memiliki robot yang sudah dianggap sebagai teman dekatnya, Probe! .. Yah, hal itu pun membuatnya teringat kembali dengan Probe yang kini telah tiada. Dan tentu saja, di sisi lain Adu Du sangat tidak terima dengan ucapan itu, ucapan yang secara tidak langsung mengatakan bahwa Probe tidak berguna.

"Tch! Berani kau cakap aku bodoh,, cakap Probe bodoh! ... Huhh, tapi aku akan bersabar kali ini. Tapi selanjutnya,, lihat saja, ketika pertempuran ini berakhir, aku akan hancurkan kau, dan menjadi pewaris tunggal planet ini! ... " gumamnya, sambil melirik Tora Ra dengan raut wajah marah.

.

Iooooo~oooooI

.

"Dan sekarang! Untuk langkah selanjutnya ... Fufufufu,, kami akan mengambil seluruh kuasa dalam benda kecil ini dan menjadi lebih kuat, untuk dapat mengambil alih dunia ini, huaahahahahaaahh!" seru Tora Ra.

SYUUUT

Tak lama kemudian, ia melilit Ochobot dengan lingkar borgol setrum yang ia teleportasi dari dalam pesawat angkasanya, lalu menekan tombol biru yang ada di tengahnya hingga membuat Ochobot tersengat dan kejang. Ia melakukan uji coba pada robot kuning itu, apakah masih menyimpan kuasa atau tidak.

"Hmm! Nampaknya benda ini masih menyimpan kuasa yang tak terhingga jumlahnya ... "

"BAIKLAH, SEMUANYA! KITA MULAKAN PROSES PENINGKATAN KUASA KITA! .. AYOO! KITA MENJADI LEBIH KUAATT!" seru Tora Ra.

"HHWWOOOO ... !" balas seluruh pasukan alien lain yang berada di dalam pesawat angkasa mereka masing-masing.

" ... ?! ... "

.

Tora Ra pun mulai pergi dari tempatnya berdiri, berjalan memasuki pesawatnya. Begitu pula dengan Adu Du dan Ejo Jo, melakukan hal yang sama.

"Sampai jumpa di pertempuran selanjutnya, Boboiboy!" seru Adu Du, sebelum berjalan memasuki pesawatnya.

" .. ?!... TAKKAN AKU BIARKAN KAU!" teriak Boboiboy, sambil berlari ke arah Tora Ra yang akan memasuki pesawatnya.

"Ah?! ... Boboiboy, jangan!" seru Yaya,, berusaha melarangnya, namun terlambat.

"BOBOIBOY HALILINTAR!"

SSHRIINNKK!

Boboiboy segera terbang menuju Tora Ra yang akan memasuki pesawatnya dengan gerakan kilatnya. Menyadari hal itu, Tora Ra berhenti sejenak dan berbalik, melihat Boboiboy yang terbang ke arahnya.

"Tch! Dasar keras kepala!" rutuknya.

Tora Ra segera mengeluarkan kumpulan kobaran hitam yang sangat besar pada tangan kanannya.

"SERANGAN BLACK FIRE!"

SRWOOOSSSHH!

Tora Ra pun melemparkan serangan api hitam yang menyerupai meteor itu ke arah Boboiboy yang kini tengah terbang ke arahnya dengan kedua Pedang Halilintarnya.

"Hh?! .. PERISAI HALILINTAR!"

Dengan cepat Boboiboy merubah kedua Pedang Halilintar-nya menjadi suatu perisai, dan berusaha untuk mempertahankan dirinya dari serangan api hitam Tora Ra di dalam perisai Halilintar-nya. Tetapi ...

K-KRAAAKKK! ... TRAAASSHH!

"AAAAAAAHHH!"

Ternyata kuasa api hitam itu sangat kuat, hingga membuat Boboiboy tidak mampu menahannya dan seketika itu perisainya pun lenyap. Untuk kedua kalinya, ia kembali terpental ke bawah.

"TANGAN BAYANG!"

Dengan sigap, Fang segera menangkap Boboiboy yang terpental, sebelum dirinya kembali menghantam daratan.

"Huaahahahahaaahh! .. Rasakan itu, bocah keras kepala!" seru Tora Ra.

"Tch! Bodoh!" ucap Ejo Jo.

...

"Boboiboy!"

"Kau oke kah?!" tanya Gopal.

"U-Uuughh .. "

"Hmph, inilah akibatnya! Aku sudah berusaha larang kau. Tapi, kau terus saja bertindak gegabah! ... Bukannya kita akan menyerangnya bersama-sama kah?!" ketus Yaya.

"Hmph! .. Tadinya, kau yang terus berusaha untuk larang aku bertindak gegabah. Tetapi nyatanya, malah kau yang rupanya bertindak gegabah! ... Tch! Payah betul kau nih!" ujar Fang, sedikit kesal.

"T-Tapi, Ochobot ... Mereka akan mengambil seluruh kuasanya lagi!" balas Boboiboy, sendu.

Keempat temannya pun terdiam sejenak. Mereka tahu, bahwa para alien itu akan menyerap semua sumber kuasa pada Ochobot. Dan sekarang, mereka masih tidak bisa berbuat apa-apa. Itu situasi yang sulit untuk mereka. Namun, mereka tidak boleh bertindak gegabah. Mereka juga harus memikirkan strategi perlawanan dan mengumpulkan energi yang cukup untuk mengalahkan semua musuh-musuh yang ada. Serta keyakinan,, keyakinan bahwa Ochobot akan baik-baik saja, walaupun semua energinya nanti telah terkuras.

"Iyaa, kita semua tahu itu ... Tapi, bertindak gegabah dalam menyerang musuh tuh tindakan yang tidak berguna maa .. " balas Ying.

"Nyatanya, kepercayaan dalam diri kau nih belum terisi sepenuhnya .. Bukankah tadi kita sudah sepakat, untuk terus percaya bahwa Ochobot akan baik-baik saja?!" ucap Fang.

"Betul apa kata Fang, Boboiboy ... Untuk sekarang nih, kita harus pikirkan strategi untuk mengalahkan musuh-musuh kita, dan mengumpulkan energi dalam diri kita, agar kita boleh mengalahkan mereka semua!" timpal Ying.

"Hmmm ... Sudahlah tuh, Boboiboy! Untuk sekarang, tenangkanlah diri kau, agar nanti kau masih bisa bertarung dengan lebih kuat, yah .. " ucap Yaya.

"Aku tidak bisa tenang! Aku mengkhawatirkan Ochobot! .. " balas Boboiboy, murung.

Dan akhirnya, kali ini keempat anak super itu hanya memilih untuk diam, tidak ingin melanjutkan argumen dengannya. Nampaknya kali ini sikap Boboiboy memang sedikit keras kepala. Mereka mengerti, bagaimana perasaan Boboiboy saat ini.

Dan disisi lain, akhirnya keberuntungan memihak pada Tora Ra dan bala pasukannya. Tora Ra pun merasa senang, dengan Sfera Kuasa yang sekarang berada di tangannya.

.

.

.

To Be Continued!

(or maybe 'not'?)

.

.

So, how do you think?

If you don't mind,,

Some review?