Folder 1
The Flame of Courage
File 4
The Reason
"Garumumon. Level: Beast Hybird. Type: Beast. Element: Light. Attack: Solar Laser.". "WereGarurumon Black. Level: Perfect. Type: Beast Warrior. Element: Darkness. Attack: Kaiser Neil.". "Grrr…" kedua Digimon serigala itu menggeram, siap menyerang lawan masing-masing. Garumumon segera menyiapkan roda-roda yang ada di keempat kakinya, lalu maju menyerang WereGarurumon Black. Yang diserang melompat setinggi 100 enter, lalu turun dengan melancarkan serangan Kaiser Neil menggunakan kuku-kukunya yang tajam. Garumumon sedikit melenggokkan tubuhnya untuk mengelakkan serangan itu. Dia pun melompat hendak menggigit WereGarurumon Black, namun WereGarurumon Black menyerangnya dengan jurus Genghis Kick sehingga Garumumon terlempar jatuh ke bawah. Garumumon segera bangkit. Kini dia mengambil kuda-kuda. Mulutnya dibuka lebar-lebar lalu dia menembakkan jurus Solar Laser. Selarik sinar laser muncul dari mulutnya dan mengarah pada WereGarurumon Black. Tapi WereGarurumon Black dengan gesit segera berkelit ke samping, lalu kembali melompat dan dari atas melancarkan serangan Genghis Kick. Garumumon maju ke depan menggunakan roda-rodanya untuk menghindari serangan itu, lalu dia dengan cepat berbalik dan menembakkan Solar Laser. WereGarurumon Black yang kakinya baru saja menyentuh tanah tak sempat mengelak lagi. Tak pelak dia pun terkena serangan itu dengan telak. WereGarurumon terpental beberapa langkah ke belakang, dan sebelum tubuhnya menyentuh tanah, Garumumon segera mengembangkan "sayap"nya, lalu menyerang dengan jurus Speed Star. Tak ayal lagi tubuh WereGarurumon Black yang masih terpental di udara itu dihantam oleh sayap Garumumon yang berupa pisau. WereGarurumon Black mengeluarkan suara teriakan yang sangat keras, dan sesaat kemudian sebuah roda gigi hitam keluar dari punggungnya yang lalu pecah terurai di udara. WereGarurumon Black pun pingsan dan berubah menjadi Elecmon, sementara Garumumon kembali menjadi Gabumon.
"Jadi begitu? Jadi tugas kami adalah untuk mengalahkan mereka? Digimon Magna, Cherubimon, Devimon, Diaboromon, DarkKnightmon, dan Baguramon?" tanya Cahyo pada Sorcerymon. Sorcerymon menjawab, "Itu baru yang kami tahu. Kami belum tahu apakah masih ada musuh lama yang akan muncul lagi selain yang telah kusebut barusan.". "Oi!" tiba-tiba terdengar suara seruan. Cahyo menoleh ke arah suara itu. Dia melihat Vritramon terbang ke arahnya bersama dengan Wizarmon. Di atas punggung Vritramon duduklah Agni yang sedang melambaikan tangannya bersama dengan seekor Piyomon. Setelah mereka sampai di tempat Cahyo, Agni dan Piyomon segera turun dari punggung Vritramon sedangkan Vritramon sendiri kembali menjadi Agumon.
"Sebenarnya ada hal yang mungkin sepele tapi cukup mengganggu pikiranku." kata Cahyo membuka pembicaraan saat mereka semua sedang beristirahat. "Apa itu?" tanya Wizarmon dan Sorcerymon bersamaan. "Bukankah nama salah satu dari tiga malaikat pelindung Digital World adalah Ophanimon? Lalu kenapa kalian menyebutnya Orphanimon? Lalu nama Cherubimon, bukankah seharusnya dibaca dengan huruf K? Kerubimon begitu? Tapi kenapa kalian tetap menyebutkan namanya dengan huruf CH? Dan terakhir, saat Gabumon shinka menjadi Garmmon, kenapa dia menyebut namanya sebagai Garumumon?" tanya Cahyo bertubi-tubi. "Pertanyaan bagus." timpal Wizarmon. Lalu dia menerangkan, "Begini. Orang yang telah meng-hack Digital World telah mengganti nama-nama Digimon sesuai dengan keinginannya. Karena dia adalah orang Indonesia, maka sebagian besar nama Digimon pun digantinya dengan nama mereka di dub Indonesia.". "Jadi itu sebabnya kalian tidak bisa menyebutkan nama Ophanimon, Cherubimon, dan Garmmon dengan benar? Itu juga sebabnya kali ini kalian memanggil anak-anak dari Indonesia ke Digital World?" tanya Agni. Kali ini Sorcerymon yang menjawab, "Benar. Kami sengaja memanggil anak-anak dari Indonesia agar bisa lebih memudahkan dalam berkomunikasi dengan si hacker.". "Jadi kalian adalah para Tamer yang dipanggil oleh Orphanimon?" Elecmon yang sejak tersadar dari pingsannya tadi diam saja ikut angkat bicara. "Ya. Benar. Tapi masih ada 3 orang lagi." jawab Agni sambil membuka aplikasi analyzer dari Digivice-nya, lalu mengarahkannya pada Elecmon dan Piyomon. "Elecmon. Level: Child. Type: Beast. Element: Thunder. Attack: Sparkling Thunder.". "Piyomon. Level: Child. Type: Winged Beast. Element: Fire. Attack: Magical Fire.". "Bagaimana ceritanya roda gigi hitam itu sampai masuk ke tubuh kalian?" tanyanya kemudian. Piyomon menjawab, "Aku mengkhawatirkan keadaan tuan Mercurymon yang sedang diserang oleh SaberLeomon, jadi aku shinka menjadi Aquilamon untuk pergi ke istana beliau. Tapi di tengah jalan, tanpa kusadari sebuah roda gigi hitam menabrakku dari belakang lalu masuk ke dalam tubuhku.". "Kalau aku, saat di Windows Explorer tempat dimana para Digimon dilahirkan, bayi-bayi yang berada dalam asuhanku menangis. Rupanya mereka ketakutan melihat banyak Dark Ring beterbangan di udara. Aku pun shinka menjadi Garurumon Black dan menghancurkan semua Dark Ring itu dengan jurus Fox Fire. Tapi saat aku sedang sibuk menghancurkan Dark Ring, sebuah roda gigi hitam melesat ke arahku dan aku tak dapat menghindar lagi." terang Elecmon. "Windows Explorer? Tempat para Digimon dilahirkan?" tanya Cahyo. "Ya. Kehidupan Digimon dimulai di tempat itu." jawab Elecmon. Agni pun bangkit dan berkata, "Kalau begitu ayo kita ke sana!". Yang lain pun menyetujui, "Ya!".
"Manusia! Manusia! Ada manusia!" para Digimon level Baby I di Windows Explorer berteriak- teriak kegirangan saat ada manusia datang ke tempat mereka. Seumur hidup mereka yang baru beberapa jam itu baru sekali ini mereka melihat manusia. Orang itu mendekati seekor Punimon yang menyambutnya dengan wajah tersenyum. Tiba-tiba didengarnya suara langkah kaki yang berat. Dia lalu memalingkan kepalanya ke arah suara itu dan melihat seekor Digimon. Dia membuka aplikasi analyzer dari Digivice-nya yang berwarna biru. "Monzaemon. Level: Perfect. Type: Beast Warrior. Element: Earth. Attack: Lovely Attack.". "Monzaemon. Apakah kau datang ke sini punya maksud baik atau buruk?" tanya orang itu. Monzaemon tidak menjawab. Matanya yang merah bersinar. Orang itu tahu bahwa Monzaemon akan menyerangnya menggunakan sinar laser dari matanya. Orang itu segera melompat untuk menghindar, lalu menunjukkan Digivice-nya ke depan dan berkata, "Gaomon, realize!".
Elecmon yang melihat ledakan dari arah Windows Explorer segera menyuruh yang lain untuk bergerak cepat. Sesampainya di sana mereka semua terkesiap melihat apa yang mereka lihat. Seekor Monzaemon terus membuat kerusakan di tempat itu dan di hadapannya berdiri seorang manusia sebaya dengan Agni yang membawa sebuah Digivice IC berwarna biru! "Tomas!" kata Agni spontan. Tomas adalah rivalnya dalam bidang pelajaran saat Agni masih duduk di bangku SD. Sekilas Agni teringat perkataan Wizarmon bahwa salah seorang Tamer yang dipanggil ke Digital World adalah rivalnya di waktu SD. Tapi yang membuat Agni tak habis pikir, kalau memang Tomas ditakdirkan untuk mencari Spirit angin, kenapa Digivice-nya justru Digivice IC? Kenapa bukan D-Scanner seperti miliknya dan Cahyo? Lalu siapa Digimon yang menjadi partnernya? Agni mengira-ngira Digimon level Child apa yang pantas shinka menjadi Fairymon. Sementara itu Tomas terus berpikir kata apa yang harus dia ucapkan untuk memanggil Gaomon keluar dari Digivice sambil menghindari serangan-serangan dari Monzaemon. Akhirnya otaknya yang encer itu mengambil kesimpulan, kalau di internet saat problem loading page dia meng-click option reload, kenapa dia tidak melakukan itu saja? Akhirnya dia pun mengatakan, "Gaomon! Reload!". Dan akhirnya seekor Gaomon pun muncul dari Digivice itu. Semua yang melihatnya terperangah kecuali Agni yang langsung muntah karena membayangkan Gaomon akan shinka menjadi Fairymon! Tiba-tiba dia disadarkan oleh perkataan Cahyo, "Oi, Agni! Kamu kenapa? Yang lain sudah siap-siap nih!". Agni menoleh dan di sebelahnya sudah berdiri Wolfmon, Garurumon Black, dan Aquilamon. "Eh, iya… Spirit… Evolution!" Agni pun melakukan hal yang sama, tapi anehnya Agumon sama sekali tidak berubah. "Oi, kamu kenapa?" tanya Agni. Dengan muka pucat Agumon menjawab, "Aku juga muntah…". "Apa sih yang kamu bayangkan?" tanya Aquilamon kesal. Agni hendak menjawab, tapi dicegah oleh Cahyo, "Jangan dibayangkan! Nanti kalian muntah lagi.". Akhirnya Wolfmon pun maju ke medan pertempuran bersama dengan Garurumon Black dan Aquilamon, tapi baru beberapa detik setelah mereka shinka, Garurumon Black dan Aquilamon kembali menjadi Elecmon dan Piyomon! "Apa yang terjadi? Ada apa dengan kalian?" tanya Wolfmon. Agni menjawab pertanyaan itu sambil menunjuk ke atas depan, "Itu… Barusan… Sebuah Dark Tower muncul!".
"Bagaimana keadaannya?" tanya seorang Digimon pada 3 orang anak buahnya yang terkuat. Seorang Digimon samurai yang mengenakan armor berwarna hitam menjawab, "Saat ini beberapa folder di dekat gerbang masuk Digital World tengah menjadi perebutan tim Digimon Magna dan tim Devil's Gear. Kelihatannya 4 orang Tamer selain Digimon Magna juga ada di wilayah itu.". Seorang Digimon lain yang merupakan wanita berpenampilan gothic ikut memberi laporan, "Di folder lain, aku baru saja berhadapan dengan tim Dark Master dan menaklukkan salah satu dari mereka, yaitu Mugendramon.". Sedangkan satu orang lagi, yang tubuhnya penuh dengan permata berkata, "Dan aku sedang memata-matai tim baru calon saingan kita. Tapi tampaknya jendralnya cukup menyenangkan untuk diajak bersenang-senang. Tim itu bernama Ete Monkey.". Pemimpin mereka pun berdiri, lalu berkata, "Tak peduli berapa banyak tim yang menjadi saingan kita, namun kita tak akan kalah! Tim Bagura Army-lah yang akan Berjaya!"
Digimon Data Collection
Name: Gaomon
Level: Child
Type: Beast
Element: Wind
Attack: Double Backhand
Monitormon's Comment: "Nggak ada mirip-miripnya sama Gazimon…?"
