Chapter 4 : The Celestial Angels
Disclaimer : Digimon milik Akiyoshi Hongo dan bukan milik saya
"Oh, ya. Kau ingat di mana tempat mereka?" tanya Touma. "Entahlah. Sepertinya ada di seberang hutan ini," jawab Masaru. "Apa kau tahu seberapa kuat mereka?" tanya Touma. "Entahlah. Tapi, sepertinya tidak lebih kuat dari kita. Buktinya, tuan Vamdemon menyuruh kita untuk mengalahkan mereka," jawab Masaru. "Iya juga, ya. Kalau mereka lebih kuat dari kita, sepertinya tuan Vamdemon langsung turun tangan," sahut Touma.
Vamdemon's Castle, Dark Area
"Apa tidak apa – apa mengirim mereka ke sana, tuan?" tanya Devimon. "Tidak apa – apa. Aku cukup yakin dengan kekuatan mereka. Apalagi, partner mereka itu BlackAgumon dan BlackGabumon," jawab Vamdemon. Devimon hendak pergi. "Oh, ya. Siapkan juga darah untuk mereka. Pasti mereka haus setelah mengalahkan mereka," ucap Vamdemon.
D.A.T.S.
"Oh, ya. Apa kalian sudah tahu apa penyebab sinyal digimon itu?" tanya Komandan Satsuma. "Maaf, komandan. Kami belum mengetahuinya," jawab Yoshino. "Begitu. Jadi, kalian meninggalkan Touma dan belum sempat mengetahuinya. Lalu, apa kau tahu sesuatu, Ikuto?" ucap Kudamon yang mengalung di leher Komandan Satsuma. "Aku tidak mengetahui apapun. Tapi, aku pernah dengar salah satu dari sekian banyaknya legenda kuno tentang dunia digital," jawab Ikuto.
"Legenda tentang apa?" tanya Komandan Satsuma. "Tentang digimon yang disebut – sebut 'Raja Digimon'."
Sementara itu...
"Kita sudah sampai. Ini tempatnya," ucap Masaru. "Jadi, ini, Celestial Castle?" tanya Touma. "Apa kita harus membuat penyambutan, atau kita langsung saja serang mereka?" tanya Masaru. "Kita langsung saja serang mereka."
Aura berwarna ungu gelap mengisi tubuh mereka. Aura itu kemudian berkumpul di tangan mereka. "Dark Digisoul Charge! Overdrive!"
BlackAgumon dan BlackGabumon berubah menjadi BlackWarGreymon dan BlackMetalGarurumon. Mereka berdua langsung menyerang istana itu. Sementara itu, di dalam, Cherubimon, Ophanimon, dan Seraphimon sedang bersantai di singgasana mereka. Mereka begitu terkejut saat mendengar suara ledakan dari depan istana. Mereka bertiga segera memeriksa bagian depan istana.
"Siapa yang berani melakukan ini?" tanya Seraphimon. "Kurasa mereka berdua," jawab Cherubimon sambil menunjuk dua orang di belakang dua digimon hitam. "Tunggu dulu! Bukannya mereka anggota DATS?" tanya Ophanimon. "Tapi, sekarang sepertinya tidak. Lihatlah baik – baik!"
Seraphimon dan Ophanimon melakukan yang Cherubimon katakan. Benar, mereka bukanlah Masaru dan Touma yang dulu, pikir mereka. "Tunggu dulu. Digivice itu, penampilan itu, apa jangan – jangan mereka sudah-"
"Kau benar, Seraphimon. Mereka telah berubah menjadi pasukan Vamdemon. Aku tidak tahu bagaimana tapi itulah kenyataannya," ucap Ophanimon. "Kalau begitu, berarti mereka berdua adalah lawan kita." Cherubimon melangkah ke depan dan menyerang BlackWarGreymon dan BlackMetalGarurumon.
Tapi, Cherubimon kalah cepat. Hanya dengan sekali serang, dia telah menjadi Digi-Egg. "Satu gugur, tersisa dua," ucap Masaru dengan nada dingin. "Kalau begitu, kita bagi – bagi tugas saja. Kau pilih mana. Yang kanan atau yang kiri?" ucap Touma. "Aku pilih yang kiri," jawab Masaru. "Baiklah. Aku akan menyerang yang kanan," sahut Touma.
Masaru dan BlackWarGreymon menghampiri Seraphimon. "Ada apa, Masaru? Apa yang telah mengubahmu menjadi seperti ini?" tanya Seraphimon. "Tidak ada. Aku sudah terlahir menjadi seperti ini dari awal. Bersiaplah! BlackWarGreymon akan mengalahkanmu," ucap Masaru.
Terjadilah pertarungan antara BlackWarGreymon dan Seraphimon, dan BlackMetalGarurumon dan Ophanimon. Pertarungan mereka tampak sengit. Selagi BlackWarGreymon dan BlackMetalGarurumon menyerang, Ophanimon dan Seraphimon berusaha bertahan. Begitu juga sebaliknya.
Tidak butuh waktu lama, mereka berdua berhasil mengalahkan dua Celestial Angel itu dan membekukan tubuh mereka. "Kalau bukan karena perintah tuan Vamdemon, mereka berdua pasti sudah aku jadikan telur," ucap Masaru.
Vamdemon's Castle, Dark Area
"Kerja kalian bagus. Aku bangga pada kalian," ucap Vamdemon sambil menyodorkan cairan merah pada mereka berdua. "Ini sebagai hadiah untuk kalian. Terimalah," ucapnya lagi. Mereka meraih cairan merah itu dan segera meminumnya.
Yatta... Akhirnya chapter 4 terbit juga.. Entah kenapa author lagi mood nulisnya.. Jangan lupa kasih review, ya... :D
