*Ren pov*
Seminggu... rasanya waktu itu cepat berlalu. Ini sudah hari ke 5, dan 2 hari lagi aku akan bertunangan dengan Baekho. Aku sudah mengatakan itu pada Minhyun, dan dia masih ingin mempertahankanku.. dan aku juga masih ingin mempertahankannya. So, kami takkan mengakhiri hubungan meski aku bertunangan dengan Baekho...
Tuan dan Nyonya Kang, selaku orang tua Baekho pun telah tiba di korea. Appa dan ummaku pun telah sibuk mempersiapkan pesta pertunangan kami di sebuah hotel berbintang 5 paling mewah di seoul.
Disaat semua orang tengah sibuk mempersiapkan pestaku, aku sendiri masih menemui Minhyun di apartemennya hari ini...
Tok tok tok... aku mengetuk pintu apartemennya.
"sayang... " sapanya saat dia membuka pintu dan melihat aku berdiri disana.
Aku langsung memeluknya begitu erat dan menangisdi pelukannya..
"sayang... aku tak mau semua ini terjadi ! aku tak ingin bertunangan dengan babi itu... "
"heii, tenanglah... semua itu bukan hal buruk untukmu.. aku masih akan tetap mencintaimu, meskipun kau telah bertunangan dengannya ! " katanya.
"kau janji kan ? "
"tentu saja, aku berjanji Ren-aahhh ! " katanya sambil mencubit pipiku.
"ya sudah, kalau begitu aku pulang dulu ya... " kataku lalu mencium pipi Minhyun.
"perlu ku antar? "
"tidak perlu.. aku bawa mobil sendiri.. " kataku lalu melambaikan tangan.
Aku menyetir sendiri mobilku, akhir-akhir ini semenjak Baekho tinggal di rumah kami... appa membolehkan aku untuk menyetir mobilku sendiri karena Aron si bodyguardku ditugaskan untuk mengawal Baekho,
Aku berhenti di depan sebuah cafe, karena ku lihat mobil sahabatku terparkir disana...
"Jonghyun-ssi ... " kataku saat menyapa dia
"sssttttt, Ren-aah.. jangan panggil aku dengan nama asliku.. aku lebih populer dengan nama JR ! " katanya sewot.
"hehehe mianhae JR,, " kataku sambil tertawa, lalu duduk di sebelahnya.
"ada apa? Kau pasti ingin curhat ya? aku isa menebak dari raut mukamu "
"iya, JR.. aku sedih sekali.."
"kenapa? Coba ku tebak,, pasti karena appamu kan? "
"iya, dia menjodohkanku dengan putra tunggal pemilik perusahaan Kang Group.. padahal aku tidak menyukainya sama sekali... menyedihkan sekali.. "
"kurasa, appamu ingin kau bertunangan dengan Baekho untuk melancarkan urusan bisnisnya.. yg tabah ya Ren.. "
"iya, terima kasih JR.. yasudah, aku cuma mampir sebentar.. nanti babi itu mencariku !"
"babi? " tanyanya
"iya, aku menyebut baekho dengan sebutan babi.. "
Ku lihat JR tertawa setelah mendengar penjelasanku barusan, lalu aku mengeluarkan sebuah undangan untuknya..
"ini, ajaklah Minhyun datang bersamamu... kumohon... " kataku sambil menyerahkan undangan itu.
"baiklah, aku akan mengajaknya.. " katanya.
Akhirnya aku pergi meninggalkan cafe itu, dan segera pulang ke rumah karena ummaku sejak tadi menelponku terus karena designer sudah datang untuk membawakan baju pesanan umma yg akan ku kenakan di hari pertunanganku itu.
"Ren-ahh.. lihat ini, cantik kan? " kata umma saat menunjukkan gaun yg baru saja diantar oleh designer.
Aku melihat gaun itu, gaun panjang berwarna pink itu memang sangat cantik dan sangat mewah dengan taburan kristal swarovski. Ingin sekali aku memakainya di hari pertunanganku, bukan dengan Baekho.. tapi dengan Minhyun !
"oh ya,, itu bagus sekali umma.. " kataku lalu pergi ke kamarku tanpa ingin aku mencoba gaun itu.
"sedih sekali eoh saat kau tidak bisa mengkspresikan cintamu dengan bebas, dan harus terjebak dalam ikatan pertunangan bodoh demi kelancaran bisnis.. persetan dengan appaku ! Choi Minho, tidak tahukah bahwa anakmu ini tidak ingin bertunangan dengan BABI ITU ! " tulisku di blog.
Dan sesaat kemudian Minhyun memberi komentar pada postinganku itu...
"kau bisa memasaknya jadi babi panggang jika kau tidak ingin bertunangan dengannya ! hahaha :D " balasnya dengan menggunakan username HMLR.
"wah, kalian harus ajak aku jika ingin memanggang babi itu... Princess Ren, aku akan membantumu ! " komen JR dengan username CoolJR
Aku tertawa membaca komentar 2 orang tersebut, kekasih dan sahabatku itu membuatku sedikit lega.. setidaknya, mereka menghiburku saat ini.
Hari yg appaku tunggu akhirnya tiba juga, nanti malam aku akan bertunangan dengan Baekho dan kelihatannya hari ini aku akan sibuk sekali untuk merawat diri... karena sejak pagi sudah ada terapis dari spa yg biasa aku kunjungi, appa memintaku untuk melakukan perawatan di rumah saja.
Setelah melakukan perawatan, akhirnya aku dirias dengan riasan tipis yg sangat natural.. karena wajah cantikku yg alami ini memang tidak butuh riasan yg terlalu tebal. Selanjutnya, umma membantuku mengenakan gaun cantik yg kulihat kemarin.
"hmmmmm... " aku menghela nafas panjang, lalu ku kirim pesan pada minhyun.
"kau selalu jadi bagian dari diriku dan aku adalah bagian dari dirimu... tanpa ada batasnya ! tanpa kau tahu, kau tidak akan pernah terlepas dari hidupku, 'cause you'll always be my baby... i love you Hwang Minhyun" kirimku padanya.
*Ren pov end*
*Author pov*
Ren dan keluarganya berangkat menuju ke Seoul Royal Hotel tempat digelarnya acara pertunangan Ren dan Baekho. Gadis itu masih menunjukkan ekspresi sedihnya, namun dia tak ingin menangis karena itu akan merusak makeup nya.
Di tempat acara berlangsung, sudah banyak orang yg datang karena ada 500 orang tamu yg di undang pada hari ini. Disana juga keluarga Baekho telah menunggu, dan juga orang yg sangat dinanti Ren pun telah datang juga bersama sahabat mereka.
"ayo, Ren-aahhh " kata Minho sambil menggandeng putri cantiknya itu saat mereka tiba di hotel.
Ren pun melangkah dengan ragu, namun dia tetap melangkah ke arah pria yg duduk disana.. sesekali dia menoleh ke arah Minhyun yg sedang duduk disamping JR, pria itu tersenyum padanya.. dan itu membuat perasaannya semakin tidak karuan.
"waahh Ren memang cantik sekali, tidak salah kami memilihmu sebagai calon menantu kami.. " kata Nyonya Kang Minkyung, umma dari Baekho..
"Gomawo... " kata Ren sambil tersenyum pahit..
Akhirnya acara itu pun dimulai, mereka berbicara panjang lebar... namun Ren tetap saja terdiam sambil memandangi Minhyun dari kejauhan..
"kini saatnya kita memasuki prosesi tukar cincin, Baekho dan Ren dimohon untuk berdiri.. " kata MC.
Ren dan Baekho kini berdiri berhadapan, dan Baekho memasangkan cincin di jari manis Ren.. pria itu tersenyum gembira, tapi Ren menatapnya sinis..
"kau sekarang jadi tunanganku, cantik ! " kata Baekho sambil tertawa.
Ren pun akhirnya memasangkan cincin itu ke jari manis Baekho dengan berat hati..
Di sudut ruangan itu, ada sepasang mata yg sedari tadi memperhatikan prosesi pertunangan hari ini dengan perasaan yg bercampur aduk karena yg berdiri disana adalah kekasihnya... ya, itu adalah Minhyun yg sedari tadi memperhatikan Ren.
"oh Tuhan, aku mencintai gadis itu.. bahkan aku rela melakukan apapun untuk bisa bersama dengannya... aku tidak kuat melihatnya bertunangan dengan Baekho.. seharusnya aku yg berdiri disana.. yg bertunangan dengannya ! " kata Minhyun dalam hati.
"kau yg sabar, bro ! " kata JR sambil menepuk bahu sahabatnya itu.
"aku pergi dulu ya, kalau begitu... aku masih ada urusan lain... " kata Minhyun
JR bukannya tidak mengerti, tapi dia yakin jika Minhyun sudah tidak kuat melihat prosesi pertunangan kekasihnya itu. Dia akhirnya membiarkan Minhyun pergi saja, daripada hati anak itu semakin tersiksa.
Dan saat Minhyun pergi, Ren menatap lelaki itu dengan tatapan kekecewaan.. bukan, dia bukan kecewa pada Minhyun... tapi dia kecewa pada dirinya sendiri yg tidak mampu untuk menolak pertunangan ini.
Minhyun pun menoleh, karena dia yakin jika kekasihnya itu pasti melihat kepergiannya. Mata mereka saling menatap, dan saat itulah dia melihat bahwa gadis yg berdiri disana itu meneteskan air mata... bukan air mata kebahagiaan, tapi air mata kepedihan...
*Author pov end*
To be continued...
