Indonesia negara kepulauan beriklim tropis dengan berbagai keindahannya, hutan Borneo di Kalimantan, pantai Losari di Sulawesi, puncak Jayawijaya di Papua, gunung Bromo di Jawa, dan danau Toba di Sumatra. Tempat Kevin Levin melakukan tahap latihan lanjutan setelah kapal induk menjatuhkannya ke danau Toba di Sumatra, Indonesia.
"apa kau sudah bisa melihat gunung tertinggi itu dari tempat sejauh ini?" ucap Nick.
"mana bisa aku melihat gunungnya dari tempat sejauh ini!. superhero sehebat apapun tak akan mampu melihat gunung dengan jarak yang terlalu jauh!" ucap Kevin dengan nada keras.
"kalau begitu tutup matamu," ucap Nick.
"huft...ini gila," ucap Kevin kemudian menutup matanya.
"mundurlah tiga langkah ke belakang," ucap Nick.
"uwaaa Nick akan kubalas kau suatu hari nanti!" teriak Kevin.
Kevin sedang berlatih di kapal induk bersama Nick, latihan yang begitu ekstrem, terkadang Kevin enggan mengikuti latihan-latihan yang dinilainya tidak masuk akal seperti membentur-benturkan kepalanya ke pelat besi, berguling-guling di atas mesin kapal, bergelantungan sambil membersihkan baling-baling generator kapal induk yang masih berputar, hingga dijatuhkan dari kapal induk ke tempat asing.
"byurrr!" Kevin mendarat di perairan danau Toba di tengah gelapnya malam. Kevin berhasil menepi ke daratan dengan kondisi basah, sambil melangkah perlahan-lahan, kemudian dia melepas kedua sepatunya untuk membuang sisa air. Tidak ada seorangpun yang menolong Kevin, terlihat tempat yang sepi tanpa ada rumah, hanya ada jalan setapak dan rerumputan.
"kau tak perlu mengirimkan siapapun, kami sudah bisa mengatasi ini," ucap T'challa, Black Panhter melalui jam tangan komunikasi.
"baiklah," ucap Nick.
"bagaimana, apa kau sudah menghubungi Nick?" ucap Sam, Falcon.
"iya, aku sudah menghubunginya," ucap T'challa.
Kevin masih dalam keadaan tubuh yang basah dan tak mendapat pertolongan. Dia berjalan sambil menggigil kedinginan, tangannya dilipat dan saling bersilangan sambil membawa dua sepatu basahnya. Menoleh ke kanan kemudian ke kiri, namun yang seakan dilihatnya hanya rerumputan dan pohon. Kevin tak berteriak meminta pertolongan atau bahkan mengeluarkan suara-suara yang bisa menghilangkan kesunyiannya, hanya suara kecil, suara orang yang menggigil kedinginan yang dikeluarkan Kevin. Terus berjalan, Kevinpun akhirnya menemukan sebuah gubug kecil yang menyala.
"permisi, bisakah aku menumpang beristirahat disini?" ucap Kevin.
"tentu silahkan, duduklah," ucap T'challa seakan terkejut melihat kedatangan Kevin, sempat T'challa memegangi gagang pisau, namun T'challa mempersilahkan Kevin duduk.
"namaku Kevin, jika kau bertanya kenapa aku basah, itu karena sebuah kecelakaan, kecelakaan yang menyebabkanku harus berendam di danau," ucap Kevin.
"namaku T'challa, senang mengenalmu Kevin. keringkan bajumu dan beristirahatlah," ucap T'challa.
"terimakasih," ucap Kevin.
