Title : Storm

Main Cast : Wonkyu, Changkyu, SiBum

Genre : Angst, Romance

Disclaimer : Super Junior adalah milik mereka sendiri. Saya hanya meminjam wajah dan nama. Kalo Kyuhyun sih punya saya /plak

Warning : Typo(s), OOC, BL

NOTES : Lupa ceritanya? Baca chapter sebelumnya dulu aja :D


"Kenapa namja sebaik dirimu memilih bersama Siwon? Aku tahu saat kau kembali dari apartemen Siwon dengan wajah sedih, aku tahu pasti Siwon menyakitimu lagi. aku memang tak tahu apa itu. tapi kenapa kau tetap mencintainya? Bahkan merelakan sesuatu milikmu yang sangat berharga."Changmin bermonolog. Kyuhyun hanya diam. Tentu saja karena namja manis itu sedang terlelap.

"Dia sama seperti ayahnya. Pandai menyakiti hati seseorang. Ibuku, dan kini Siwon menyakiti dirimu. Aku membencinya. Aku membencinya walaupun Siwon adalah kakakku."

Chapter 3

Keesokan paginya…

Kyuhyun membuka matanya perlahan. Ia sedikit meringis karena merasa kepalanya masih terasa pusing. Ia mencoba mengingat kejadian kemarin malam. Semalam… ia pergi ke apartemen Siwon, kemudian melihat Siwon sedang bersama Kibum. Ketika ia pulang…

"Ukh." Ringis Kyuhyun. kepalanya masih terasa sakit. ia menyerah untuk mengingat kejadian semalam lagi. Ia mengambil ponselnya. Sudah pukul enam. Kyuhyun akhirnya memilih untuk bangun dari tempat tidurnya. Menuju ke kamar mandi.

.

.

.

"Mau kemana?" Tanya Changmin saat melihat Kyuhyun keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi,

"Tentu saja pergi kuliah." Jawab Kyuhyun dengan nada datar.

"Tidak boleh." Ujar Changmin tak kalah datar. "Kenapa?!" Bentak Kyuhyun. kenapa Changmin harus melarangnya pergi kuliah?

"Kalau aku bilang tidak boleh, ya tidak boleh! Itu peraturannya kan?" Jawab Changmin tanpa melihat Kyuhyun yang sudah kesal.

"Sekarang makan. Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu. Harus habis! Kalau tidak kau tahu akibatnya." Kyuhyun mendengus kesal. Akhirnya ia memilih untuk duduk dikursi meja makan lalu menyantap pancake buatan Changmin. Kalau seperti ini… seperti saat ia bersama Siwon. Tiap pagi namja tampan itu selalu membuatkannya pancake dengan madu diatasnya. Mengingat hal itu membuat Kyuhyun mau tak mau menangis. Tapi sebelum air matanya jatuh, ia segera menghapusnya.

.

.

.

Suasana pagi di universitas Kyunghee sungguh ramai. Seperti biasanya. Siwon hanya duduk sendirian dikantin. Biasanya Kyuhyun akan menemaninya disini. Makan dengan lahap sampai pipinya penuh dengan nasi. Sehingga Siwon akan cari-cari kesempatan untuk mencium bibir kekasihnya. Walau akhirnya ia menerima jitakan dikepalanya. Siwon tersenyum ketika mengingatnya. Sungguh Siwon menyesal dengan hal yang ia katakan saat itu. Ia sungguh tak bermaksud mengatakan kalau Kyuhyun adalah laki-laki murahan. Ia terlalu terbawa emosi ketika melihat tanda kemerahan itu dileher kekasihnya. Bahkan ia sendiri tak pernah melakukannya.

Siwon sendiri masih tidak percaya kalau Kyuhyun memang selingkuh darinya. Apalagi orang itu adalah Changmin. Adik kandungnya. Sesungguhnya Siwon tidak pernah benar-benar membenci Changmin. Bagaimanapun Changmin adalah adiknya.

Appa dan ummanya melahirkannya kemudian Changmin, dua tahun kemudian. Keluarga mereka sangat harmonis. Sampai akhirnya Siwon menemukan ummanya berciuman dengan laki-laki lain. Dan saat itu juga ia melapor pada appanya. appanya sangat marah. Dan saat ummanya memeluk kaki appanya sambil meminta maaf, sang appa menendang wanita itu sampai kepalanya terantuk tembok dengan keras. Sehingga wanita itu meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit.

Sampai sekarang Changmin tidak mengetahui hal itu. yang ia tahu, appanya menyiksa ummanya sampai akhirnya ummanya itu meninggal. Siwon tidak mau membuat Changmin kecewa terhadap ummanya sendiri. Karena Siwon tahu betul, kalau Changmin sangat dekat dengan ummanya.

Siwon mengacak rambut hitamnya kasar. Apalagi saat perkataan Kibum berputar lagi dikepalanya.

"Kanker darahmu sudah semakin parah. Sekarang ini memang belum menyebar. Kau harus segera mendapatkan donor sumsum tulang belakang. Dan satu-satunya harapan adalah Changmin. Adikmu, Siwon."

Changmin begitu membencinya. Mana mungkin adiknya mau mendonorkan sumsum tulang belakangnya untuk dirinya. Kecuali ada seseorang yang membujuknya, lalu Changmin memberikan sumsum tulang belakangnya dengan syarat tertentu.

Oke. Sepertinya otak Siwon sudah mulai rusak. Mana mungkin ada hal seperti itu.

Eh? Tidak mungkin? Mungkin!

"Apa jangan-jangan Kyuhyun…" Entah bagaimana pikiran Siwon langsung melayang kepada Kyuhyun. Ia mencoba menyusun kepingan puzzle yang ia dapat… dan sepertinya semua yang ia pikirkan benar. Napas Siwon memburu. Jantungnya berdebar keras.

'apa yang harus aku lakukan sekarang?' Batinnya.

.

.

.

"Siwon harus segera mendapatkan donor sumsum tulang belakang, Kyu. Kankernya sudah semakin parah dan akan semakin menggerogoti tubuhnya." Kyuhyun menggigit bibir bawahnya ketika mendengar ucapan Kibum ditelepon. Kyuhyun mengeratkan tangannya pada telepon genggamnya.

"Apa secepat itu, Kibum hyung?" Tanya Kyuhyun takut.

"Ya, Kyu. Kita harus segera mengoperasinya. Kalau tidak ia bisa semakin parah."

"Aku akan mengusahakannya hyung.." Jawab Kyuhyun akhirnya.

"Apa yang mau kau lakukan? Jangan lakukan hal yang aneh, Kyu."

"Hyung tenang saja. Cukup jaga Siwon hyung untukku."

.

.

.

Malam ini semakin menyeramkan karena hujan turun sangat deras disertai petir yang menyambar-nyambar.

Kyuhyun hanya terdiam dikamarnya sambil memeluk tubuhnya. Biasanya Siwon akan memeluk dirinya ketika ia sedang ketakutan seperti ini. Ia masih terus memikirkan keputusannya. Ia ragu… haruskah ia melakukannya?

"Aku harus melakukannya. Demi kesembuhan Siwon hyung." Kyuhyun berjalan kearah kamar Changmin. Kakinya terasa lemas dan gemetar. Wajahnya menyiratkan rasa lelah.

CKLEK

Pintu kamar itu terbuka. Changmin yang sedang berbaring diatas kasur empuknya itu menoleh. Kaget juga saat mendapati Kyuhyun kini berjalan kearahnya.

"Changmin. Aku terima… tawaranmu waktu itu." Kyuhyun naik keatas kasur Changmin. Memeluk namja itu dari belakang. Tangannya membuka kancing baju Changmin perlahan. Sedikit sulit karena tangannya gemetaran.

"Kyu…" Changmin tak percaya dengan apa yang Kyuhyun lakukan.

"Kenapa kau diam saja? Bukankah ini yang kau mau?" Tanya Kyuhyun dengan suara serak. Changmin tetap bungkam. Bukannya ia tak menginginkan Kyuhyun. Namja itu mencintai Kyuhyun… tapi melihat Kyuhyun menyerahkan dirinya seperti ini, hari Changmin tergerak. Rasa cintanya pada Kyuhyun selama ini tertutupi oleh dendamnya pada Siwon dan ayahnya. Changmin membalikan tubuhnya. Menatap mata Kyuhyun yang penuh rasa lelah.

"Kyu…" Changmin mengelus pipi Kyuhyun lembut. "Aku melakukan semua ini untuk kesembuhan Siwon hyung. ayo cepat lakukan, Min. Setelah itu… aku mohon donorkan sumsum tulang belakangmu untuk Siwon hyung…" Ucapan Kyuhyun membuat hati Changmin kembali mengeras. Rasa kebencian itu tumbuh lagi. Dengan cepat ia merubah posisinya sehingga ia berada diatas Kyuhyun.

"Kau yang memintanya, babykyu." Changmin langsung melumat bibir Kyuhyun kasar. Tangan nakalnya bergerak untuk membuka kancing baju Kyuhyun. ia meraba perut rata kekasih kakaknya itu. membuat Kyuhyun kegelian. Ia tak berhenti. Tangannya mulai menarik celana Kyuhyun hingga tampaklah bagian bawah Kyuhyun yang sudah menegang. Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Kyuhyun berharap ini semua hanya mimpi. Air mata tak pernah absen keluar dari mata beningnya.

.

.

Siwon mengendarai motornya dengan cepat. Ia bahkan tak mempedulikan lampu merah dijalan raya. Yang ada dipikirannya hanya satu. Ia harus segera bertemu Kyuhyun. dan yang ia tahu, Kyuhyun kini ada di apartemen Changmin.

Ia yakin kalau Changmin mengancam Kyuhyun setelah Kibum memberitahukan semuanya pada dirinya.

"Kyuhyun meninggalkanmu karena Changmin. Changmin berkata kalau ia akan mendonorkan sumsum tulang belakangnya untukmu jika Kyuhyun mengikuti semua kemauannya. Termasuk meninggalkanmu."

"kau bodoh Kyuhyun." Siwon memacu motor sportnya hingga ke apartemen Changmin.

.

.

.

"Dimana kamar Shim Changmin?" Tanya Siwon pada resepsionis sesampainya diapartemen adiknya. Shim? Ya. Changmin kini memakai marga ibunya. Ia tidak sudi memakai nama Choi lagi.

"Maaf. Apa anda ada keperluan dengan tuan Shim?" Tanya resepsionis itu.

"Aku kakaknya." Jawab Siwon cepat.

"Baiklah. Ada dilantai sepuluh. Kamar nomor 1018." Jawabnya.

"Terima kasih." Setelah itu Siwon langsung melesat kekamar yang diberitahukan.

.

.

.

TING TONG TING TONG

Siwon terus-terusan memencet bel. Jantungnya rasanya sudah mau copot. Otaknya terus berputar memikirkan Kyuhyun.

"Sabar! Sebentar!" Changmin tertegun saat melihat siapa yang datang.

"Kau…"

"Dimana Kyuhyun?"Tanya Siwon cepat.

"Peduli apa kau? Lebih baik kau pergi sekarang." Changmin hendak menutup pintunya tapi Siwon tidak lemah. ia menahan pintu itu kemudian memaksa untuk masuk kedalam.

"Kyu! Cho Kyuhyun! Kau dimana?!" Teriak Siwon.

"Kau harus sadar kau dimana Choi Siwon!" Bentak Changmin marah.

"Aku tidak peduli. Yang harus kau katakan sekarang, dimana Kyuhyun? Aku tidak peduli jika aku mati karena kau tidak mendonorkan sumsum tulang belakangmu untukku. Yang aku butuhkan hanyalah Kyuhyun. hanya Kyuhyun, Changmin. Jadi aku mohon… beritahu aku dimana Kyuhyun…" Siwon berlutut dihadapan Changmin. Air mata sudah terurai dari matanya.

"Terserah." Jawab Changmin sebelum ia keluar dari apartemennya.

BRAK

Siwon terdiam sejenak saat Changmin keluar dari apartemennya. Dengan segera ia mencari dimana kekasihnya. Disetiap kamar ia mencari.

"Hiks…" Siwon mendengar suara tangisan ketika ia memasuki kamar Changmin.

"Kyu? Kau kah itu?" Siwon berjalan kearah tempat tidur. Menghampiri seseorang yang terbaring disana.

"Siwon hyung…" Panggil Kyuhyun. Hati Siwon tercabik saat melihat Kyuhyun menangis. Namja itu memakai piyama birunya. Siwon memeluk Kyuhyun erat.

"Apa yang ia lakukan padamu, Kyu?" Tanya Siwon. Kyuhyun menggeleng. "Changmin… tidak melakukan apapun padaku hyung. ia menghentikan semuanya." Jawab Kyuhyun. Siwon terdiam. Ia bingung.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya sambil menangis ketika Changmin akan meninggalkan kissmark didadanya.

"Siwon hyung…" Panggilan Kyuhyun membuat Changmin berhenti.

"Apa kau sangat mencintai Siwon, Kyu?" Tanya Changmin. Kyuhyun terdiam sejenak sebelum akhirnya ia mengangguk.

"Aku mencintainya dengan sepenuh hatiku. Iapun sebaliknya. Aku rela melakukan apapun agar Siwon hyung bisa sembuh…" Jawab Kyuhyun sambil terisak. Changmin menatap wajah Kyuhyun yang memerah karena menangis. Ia mengusap pipi Kyuhyun lembut sebelum ia bangun dari atas tubuh Kyuhyun. perlahan ia menaikan celana Kyuhyun yang tadi ia lepaskan. Begitu juga dengan kancing piyama Kyuhyun.

"Chang…min?"Panggil Kyuhyun.

"Aku sudah tidak menginginkanmu lagi."

Siwon mendekap tubuh Kyuhyun erat. "Aku tak membutuhkan apapun selain dirimu, Kyu. Walaupun waktuku sudah tidak banyak lagi, asal ada kau, hidupku akan terasa berarti dan bahagia. Hyung mohon.. jangan tinggalkan aku lagi." Ucap Siwon. Kyuhyun hanya terisak sambil membalas pelukan Siwon.

"Ne hyung. aku tak akan pernah meninggalkan hyung lagi…"

"Ukh." Kyuhyun melepaskan pelukan Siwon dari tubuhnya saat mendengar Siwon kesakitan.

"Hyung! Kau mimisan!" Seru Kyuhyun panik. Dengan segera ia membopong tubuh Siwon keluar dari kamarnya. Ia sempat terjatuh beberapa kali karena tidak kuat menahan tubuh Siwon yang lebih besar darinya.

"Kumohon hyung… bertahanlah…" Kyuhyun tak tahu ia harus bagaimana lagi.

"Biar aku bantu." Tiba-tiba sebuah tangan mengambil alih tubuh Siwon dari Kyuhyun.

"Changmin?" Kyuhyun menatap Changmin tak percaya.

"Kau siapkan mobilku. Kuncinya ada dimeja dekat TV. Aku akan membawa Siwon ke basement." Disertai anggukan Kyuhyun.

.

.

.

"Dia butuh donor segera, Kyu." Ujar Kibum setelah memeriksa kondisi Siwon. Pundak Kyuhyun mengendur. Donor? Ia harus dapatkan darimana?

"Tenang, Kyuhyun. Siwon pasti sembuh…" Yesung merangkul tubuh Kyuhyun. Ia sudah menganggap Kyuhyun sebagai adiknya. Ia tak tega melihat wajah Kyuhyun yang pucat. Kyuhyun pasti begitu lelah.

"Ayo lakukan operasi pencangkokan. Aku bersedia." Ujar Changmin tiba-tiba. Semua orang terdiam. Begitu juga Kyuhyun.

"Changmin?" Changmin merasa risih dengan pandangan terkejut orang-orang didepannya.

"Aku bisa saja merubah pikiranku." Ia hampir saja membalikkan badannya. Tapi sebuah tangan melingkar dipinggangnya.

"Terima kasih, Min." Ujar Kyuhyun sambil terisak. Tubuh Changmin membeku sesaat. Sebelum akhirnya ia tersenyum kecil.

.

.

.

"Siwon hyung? Tangannya bergerak Yesung hyung! Ayo sadarlah Siwonnie hyung…"

"Aku akan memanggil Dokter."

"Siwon hyungie? Wonnie hyung?" Mata Siwon terbuka perlahan. Mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya.

"babykyu?" Kata pertama yang ia ucapkan saat itu. Kyuhyun menerjang Siwon saat itu juga.

"Kau sadar hyung…" Siwon tersenyum manis.

"Jangan cengeng, sayang. Tersenyumlah." Siwon menghapus air mata Kyuhyun. namja manis itu tersenyum. Siwon melihat sekeliling.

"Aku dirumah sakit?" Tanyanya. Kyuhyun mengangguk.

"tiga hari yang lalu hyung baru saja menjalani operasi pencangkokan sumsum tulang belakang. Changmin mendonorkannya." Jawab Kyuhyun. Mata Siwon melebar. Changmin?

"Lalu dimana Changmin sekarang?" Tanya Siwon. Kyuhyun menggeleng. "Changmin hanya menitipkan surat ini padaku." kyuhyun menyodorkan sebuah amplop putih. Siwon membuka surat itu perlahan kemudian membacanya.

Dear, Siwon hyung

Aku berharap kau sudah sembuh ketika membaca surat ini. Tentu saja harus sembuh! Aku sudah susah payah mendonorkan sumsum tulang belakangku padamu. Jika kau ingin tahu keberadaanku sekarang, aku sedang berada di Jepang. Aku akan meneruskan sekolahku disana. Aku ini cerdas, jadi aku dapat beasiswa. Kekeke.

Um… maaf untuk perlakuanku padamu dan Kyuhyun dulu. Kyuhyun menjelaskan padaku tentang masalah keluarga kita. tentang umma yang berselingkuh… harusnya kau beritahu aku! Kalau kau memberitahuku, masalahnya tidak akan sebesar ini.

Dan satu lagi hyung, tolong jaga Kyuhyun. Mungkin selama ini kau tidak tahu kalau aku memendam perasaan pada Kyuhyun. Err… ini pertama kalinya aku mengatakan hal ini pada seseorang. Anggap saja aku sedang curhat pada kakakku. Lagipula kau memang kakakku kan?

Jangan sakiti dia. Jaga dia. Karena Kyuhyun sangat berharga untukku dan pastinya untukmu juga.

Choi Changmin

Siwon tersenyum saat membaca surat dari Changmin. Apalagi saat melihat Changmin menulis namanya dengan marga sebenarnya. "Choi Changmin."

"Hyung?" Panggil Kyuhyun. "apa isi suratnya?" Lanjutnya. Siwon tersenyum melihat wajah penasaran kekasihnya.

"Rahasia. Pokoknya, aku ingatkan padamu. Jangan melakukan hal bodoh lagi." Siwon menyentil dahi Kyuhyun membuat sang empunya meringis.

"Baiklah tuan Choi. Saranghae…" Kyuhyun memeluk tubuh Siwon.

"Nado saranghae babykyu."

END

aaaaa knpa jadi begini? setelah berbulan2 FF ini saya telantarkan. akhirnya saya bisa lanjut FF ini juga..

maaf kalau feelnya kurang ngena gituu. T_T

sampai jumpa di fic selanjutnya ya! xD maaf gak bisa sebutin nama reviewers satu per satu. :)

terakhir dan seperti biasanya...

DON'T FORGET TO LEAVE A REVIEW ^^

-kkyu32-