Code

Paperoheart

Kwon Soonyoung & Lee Jihoon

Seventeen's Fanfiction

Warning!

Yaoi;boyslove;typo(s);gaje

.


Hujan lagi, hujan lagi. Bukan berarti Soonyoung membenci hujan, ia suka kok berlarian ditengah hujan, mandi hujan, menelan air hujan. Soonyoung hanya tidak suka flu yang tiba-tiba menyerangnya saat hujan.

Padahal Soonyoung tidak hujan-hujanan secara langsung, tapi tetap saja virus menjengkelkan itu menyerang pertahanan metabolismenya yang rendah. Tapi kenapa hanya dia? padahal Jihoon satu payung dengannya, tapi kenapa hanya Soonyoung yang kena? Hamdalah.

Atau mungkin virus itu hanya menyerang orang-orang yang tinggi?

Huss hus, jauhkan pikiran konyol itu sekarang sebelum Jihoon menebasmu dengan pisau Soonyoung.

"Soonyoung"

Jihoonnya membawa secangkir Teh hangat dan menyodorkannya tepat di depan hidung Soonyoung.

"Wah, kekasihku manis sekali~" Soonyoung wink. Jihoon kejang-kejang.

Perlahan si biru menghisap teh itu. Merasakan sesuatu yang hangat mengalir di tenggorokannya. Hah, enak sekali. Ditengah hujan dengan secangkir teh dan di temani oleh pacar manismu, menyenangkan bukan?

Jihoon menatap Soonyoung sebal.

Kenapa bocah hyper ini suka sekali membuatnya khawatir sih. Jihoon berlari cepat-cepat ke apartemen Soonyoung saat ia tahu bahwa Soonyoungnya sakit. Dan Soonyoung menyambutnya dengan cengiran khas Kwon Soonyoung. Membuat Jihoon ingin melakban semua ujung muka Soonyoung-nya. Beh.

"Jihoonie kenapa diam saja? Kemari, kemari" Soonyoung menepuk-nepuk tempat disebelahnya. Berharap Jihoon akan duduk dan menyamakan posisinya dengan Soonyoung, lalu mereka akan terlelap dalam dekapan masing-masing. Huha.

"Jihoonie yang manis, kema—HUATCHIM!"

Wakakakak. Jihoon tidak bisa menahan tawanya. Tapi sungguh bersin tadi itu benar-benar mengagetkannya.

Buru-buru tangan mungil itu menyodorkan tisseu yang langsung disambut Soonyoung untuk membersihkan cairan hidungnyayang tumpah meruah. Jorok.

"Makanya tidak usah memanggilku manis, kualat kan kamu" Itu Jihoon yang berbicara. Dengan nada sinis dan penuh penakanan.

"Tapi kekasihku kan manis"

"Aku tidak manis"

"Aku tidak bilang kau kekasihku Jihoonie, aku hanya bilang kalau kekasihku manis. Kenapa kau yang percaya diri?"

Dum.

Soonyoung menabuh genderang peperangan. Mampus. Niatnya mau ngelucu malah si monster kecil mengamuk padanya.

"Oh begitu ya" Jihoon bangkit. Masih dalam ekspresi datarnya. Berjalan tenang, mengambil mantelnya yang ia gantung di belakang pintu apartemen Soonyoung. Lalu menatap si biru yang tiduran di sofa dan menatapnya kaget.

"Jihoonie—"

"Aku pergi, Soonyoung-ssi"

"JIHOONIEEE"

.

.

"NGOAAAAA Bagaimana ini Seokmin-ah?! Jihoon marah padaku! Padahal aku hanya bercanda! Bagaimana ini?! Tapi dia sangat manis sih saat ngambek begitu— aaarrhhh tapi tetap saja! Bagai—HUATCHIM!"

Si tampan matahari memuta bola matanya. Sudah ke empat puluh tujuh kali Soonyoung datang kepadanya dengan nama Jihoon yang menjadi embel-embel.

"Bicarakan baik-baik padanya"

"Jihoonie yang ngambek mana bisa di ajak bicara?!"

"Yasudah serang langsung saja, himpit dia di meja makan lalu—"

"Maunya juga begitu! Tapi Jihoonie yang ngambek susah didekati"

"Pojokkan saja dia terus, kau bisa Dirty talk bukan? Bisikkan kata-kata dirty ditelingannya lalu hujam Jihoonie tanpa ampun—" Wajah Seokmin berseri-seri.

".. seokmin?

"—Kalau bisa ikat dia di tiang lalu siksa dia dengan cambuk—"

"..."

"—lalu lakukan dengan gaya yang berbeda-beda, jangan lupa untuk memberi vidio—"

"SEOKMIN! AKU KESINI BUKAN UNTUK MENDENGARKAN SARAN GILA BERCINTAMU ITU!"

Dasar duo mesum.

.

.

"Soonyoung mana sih?! Aku ngambek bukannya di tenangin malah menghilang! Pokoknya awas saja, kukebiri miliknya sampai habis"

Jihoon menendang kaleng minuman kosong didepannya. Lalu mengumpat.

.

.

.

TBC


Akhirnya..

Note: Saya gatau mau komen apa. Tapi ini gajelas sumpah.. gajelas.. wakak.

Note(2): untuk chapter selanjutnya ada sedikit bumbu Sunghan, heuheuhe

Note(3): Aku cinta SoonHoon!

Review? Kasih ide apa kek gitu wkwk xD ngadet nih otak

Paperoheart