4. CEMBURU?
.
...
.
Sehun baru saja tiba disekolah dengan jalan kaki dari asrama saat itu mulai terdengar jeritan tak jelas dari beberapa siswi yang kebetulan lewat disana. Kalian tau'kan siapa sosok Oh Sehun itu?
Pemuda tampan menawan, cerdas, berbakat dan salah satu anggota diteam club dance sekolah. Walau ekspresi biasanya terkesan sangat datar,cuek dan dingin tapi itu tak jadi masalah. Sama sekali tidak mengurangi kepopuleran dirinya. Dia disebut sebagai ice prince dan cukup membicarakan dirinya sekarang! -_-
Setelah memasuki gedung sekolah didepan sana. Berjalan santai tanpa memperdulikan sapaan atau lirikan memuja dari para siswa lainnya. Itu adalah hal biasa baginya hari sebelumnya saja sudah menjadi kebiasaan. Mereka yang akan terang-terangan memujinya dan mendekatinya seperti itu. Ingat bukan Sehun siapa?
Sampai terasa ia sudah tiba dikelas yang mana langsung saja menuju bangku miliknya itu. Duduk anteng/? Disana sambil melihat sekitar suasana kelas yang belum begitu ramai.
"Hey, tau tidak?"
"apa?"
"Tadi saat aku baru tiba digerbang sekolah, aku melihat Kris jalan berdua dengan Luhan lho."
"Ah yang benar?"
"bagaimana bisa?"
"Tidak tau juga, tapi mereka jadi terlihat lebih dekat. Kan biasanya mereka tidak pernah bersama..."
"Itu benar, apa jangan-jangan mereka punya hubungan?"
"Bisa jadi, Luhan juga sudah lama putus dengan keksihnya,kan? Apa lagi Kris yang masih sendiri."
"Yaampun, kayanya bakal ada pasangan baru deh..."
Huh!
Sehun mendengus samar telinganya seketika terasa gatal mendadak begitu ia bisa mendengar suara pembicaraan beberapa siswa perempuan didepan sana. Apa lagi ia bisa mendengar apa yang mereka bicarakan adalah salah satu nama yang tak asing sekali ditelinganya.
Bukannya apa mereka itu pagi-pagi seperti ini sudah bergosip, mana soal mantannya lagi. Dan apa benar mantannya itu sedang dekat dengan Kris? Sehun jelas tau siapa itu Kris, pemuda tinggi berperawakan besar berwajah tampan blasteran, ketua team basket sekolah dan salah satu saingannya diantara siswa populer.
Rasanya agak aneh saja, bukan karena Sehun tiba-tiba tertarik dengan berita murahan itu. Hanya saja pikirnya sejak kapan Luhan mau dekat dengan orang seperti Kris? Yang ia tau Luhan itu bukan orang yang sembarangan dekat dengan siapa pun. Belum lagi Luhan memang tidak pernah dekat atau bertegur-sapa dengan pemuda bernama Kris itu, jadi bagaimana bi-
"Kris, terima kasih sudah mengantarku kekelas..."
"Iya sama-sama."
-sa? Sepasang mata elang Sehun melebar jelas ditempatnya karena lebih dulu disuguhi oleh pemandangan yang langkah-menurutnya itu. Dimana didepan sana ambang pintu kelas sosok si mantan datang bersama sosok lain yang mana menjadi objek dari pembicaraan mereke?
Luhan yang datang bersama Kris dengan suasana riang tidak seperti sebelumnya. Luhan tersenyum manis malu-malu pada Kris ketika pemuda tinggi itu berani mengelus kepalanya. Melihat hal itu entah mengapa rasanya kedua mata Sehun berkedut tak suka.
Sampai ia tak sadar wajah datarnya kini sudah berbentuk lebih datar seperti aspal? Belum lagi mendengar seruan atau bisikan sebenarnya dari beberapa orang yang melihat jelas pula bagaimana kontak ringan dari kedua mahkluk berbeda tinggi badan didepan sana. Alis Sehun jadi berbentuk ikut mendatar ketahuan jika pemuda bermarga Oh itu tak suka dengan pandangan didepan sana.
Berlama-lama melihatnya matanya jadi perih seperti diterpa oleh segumpal merica bubuk milik ibunya didapur. Ia pun berpaling meraih cepat ponselnya yang telah terpasang earphone disana, lalu ia sumpalkan kedua telinganya dengan earphone tersebut.
Memplaykan mp3 diponselnya lalu merebahkan kepalanya dimeja dan ia berpura-pura tidur. Musik mulai sampai akhirnya ia menggeram tertahan begitu tau musik apa yang telah ia dengarkan. Lagu hits salah satu grub boyband negara mereka yaitu Bts dengan lagu Api ( Fire ) semakin membuat suasana hati seorang Oh Sehun memanas seperti dibakar oleh api?
"Sialan!" umpatnya.
Sepertinya pagi dihari ini akan terasa berbeda untuknya.
..
..
..
Waktu istirahat sering akan digunakan Sehun dan teman-temannya bermain puas dilapangan luar basket sekolah mereka. Bermain tanding dengan embel-embelan siapa menang akan ditraktir makan dikantin selama seminggu. Maka saat inilah mereka berlomba agar menjadi pemenangnya.
Sehun seteam dengan Kai dan Chanyeol team yang cocok sebenarnya, bahkan para siswa lain akan menamai team mereka menjadi trio bangsat. Jangan tanya kenapa! Karena ketiganya pun tidak tau kenapa. Lalu diteam lawan mereka ada Woohyun, Hoya dan Sungjae. Dengan poin unggul diteam trio bangsat Skornya 15-10.
Ketika waktu sudah terlewati 30 menit lamanya, permain mereka diakhiri dan team Sehun adalah pemenangnya, seperti perjanjian team kalah akan mentraktir team yang menang. Dan Kai berseru mengejek membuat Hoya ingin menguliti makhluk hitam itu.
"Hahaa...mulai besok Hoya kau harus beri aku makan..." ejek Kai
"Sialan kau hitam!" dan Hoya mengerang jengkel.
Sementara yang lainnya sudah duduk santai beristirahat ditengah lapangan juga pinggiran. Berbeda untuk Chanyeol dan Sehun yang masih berdiri memainkan bola orange itu. Chanyeol yang kini sibuk memantul-mantulkan bolanya lantai lapangan.
"Lelahnya..." desah Woohyun sambil mengelap keringat nakalnya dileher.
"Sungjae beli minuman sana! Aku haus..." pinta Kai seenaknya.
"Yak, kau pikir aku babumu hah?! Beli sendiri sana!" tolak sungjae.
"Kau,kan kalah jadi sana beli minuman!"
"Iya Jae, aku juga haus tau..." Woohyun ikutan.
"Aku juga mau jangan lupa!" seketika Sungjae mengumbati ketiga pemuda sialan disana, seenaknya mereka malah menyuruhnya membeli minuman.
"Haishh...kalian benar-benar, lalu siapa yang bayar hah?"
"Jelas kau bodoh!"
"Sialan, yasudah aku beli cih!" hingga akhirnya ia pergi juga terpaksa membelikan minuman untuk mereka semua, dengan uang jajannya pula.
Sehun sendiri berdecak melihat mereka semua lalu beralih pada Chanyeol yang sudah mencetak satu shoot di-ring sana. Ia mendekat sebentar ingin berseru agar Chanyeol memberikan bola itu kepadanya. Tapi sebelum ia benar akan menerima bola tersebut kedua matanya justru tertuju pada pandangan didepan sana.
Diteras gedung sekolah mereka ia melihat dengan matanya sendiri bagaimana kedua sosok lain tengah berjalan santai disana. Keduanya Sehun tau siapa mereka, apa lagi sosok yang lebih kecil itu. Mata Sehun pun seakan memaksanya untuk tetap memperhatikan keduanya. Didepan sana Luhan (lagi) bersama Kris jalan berdua dengan terlihat begitu dekatnya.
Maka saat itu mata Sehun kembali terasa perih melihatnya, mereka ternyata benar begitu dekat dan Sehun jadi tidak suka akan hal itu. Oh apakah ia tengah cemburu sekarang?
"Sehuunn..."
Bugh!
Seketika Sehun merasa kepalanya akan melayang saat mendapatkan pukulan keras disana. Pukulan berasal dari arah Chanyeol yang mulai menatapnya cemas. Sementara ia masih dalam mode bodohnya walau masih terlihat datar.
"Astaga Sehun maaf...aku tak sengaja, habisnya kau tidak lekas menghindar sih" ujarChanyeol tak enak, bukannya apa ia yang telah melempar bola tersebut niatnya memberikan bola itu karena Sehun sendiri yang memintanya.
Tapi pemuda itu justru tak memperhatikannya dan bergerak sigap untuk menerima lemparannya, jadinya bola itu malah mengenai kepala Sehun. Dan Sehun masih terdiam merasakan pening dikepalanya sampai...
Brukh!
"Sehunnn..."
"Astaga Sehuuunnn..."
Kepalanya pusing bukan main dan semua jadi terlihat gelap dengan tubuhnya runtuh jatuh kelantai lapangan.
.
.
.
Next or not? XD
