-YUNJAE FANFICTION-

Title:

My Lovely Maid

Genre:

Romance & Drama

Cast:

Yunjae and other cast.

Warning:

Newbie, YAOI (Boys Love), OOC, Typo(s). borring

By : Versya Seyra

a/n: Sepertinya vee mulai dari ch 3 kemarin dah keluar dari cerita asli anime "Kaichou wa maid sama" ya.. dan kayaknya vee emang mau keluar dari alur asli animenya.. karena vee capek selalu nulis sambil nonton.. kkk~

jadi mulai dari chap ini vee akan pakai imajinasi sendiri ya.. ya mungkin masih ada adegan yang mirip di anime -mungkin hlo ya-, tapi vee mulai bikin yang jauh dari anime nya.. kkk~

jadi kalau nanti setelah baca chap ini kalian merasa aneh.. harap maklum.. vee berusaha yang terbaik.. tapi vee tetap lah manusia biasa ..^_^..

Yah langsung saja yaa ..^_^..

Oh iya.. vee ingatkan lagi, vee baru disini. Ini fanfic pertama ku. So if you DON'T LIKE, DON'T READ. Simple kan ^.^

PREVIOUS CHAP

Jaejoong hari ini benar-benar tidak fokus. Kini ia sedang rebahan di kamar bernuansa putih miliknya.

"hari ini aku sudah memecahkan gelas di cafe.. haah... ini semua gara-gara alien musang bodoh itu.." keluh jaejoong. Pikirannya melayang ke kejadian tadi siang di atap sekolah.

Jaejoong meraba bibirnya sendiri. Seketika wajah jaejoong memerah.

"kyaaa~ bagaimana bisa ciuman pertama ku diambil oleh alien musang yang sangat mesum dan menyebalkan itu..." histeris jaejoong dengan menyembunyikan wajahnya dibawah bantal. Khawatir jika teriakannya sampai terdengar oleh umma dan nam-dongsaengnya.

"umma... bagaimana joongie harus bersikap besok.. umma ottokhae.." gumam jaejoong tidak jelas masi dengan menyembunyikan diri dibawah bantal.

"haah.. si jung pabbo itu benar-benar membuat ku frustasi.." sungut jaejoong dan keluar dari persembunyiannya karena merasa pengap.

"bagaimana bisa musang itu mencium ku begitu saja.. lalu bersikap seolah tidak terjadi apaapa.." bosan dengan rebahan kini namja cantik itu duduk bersandar pada ranjangnya.

'manis..' bayangan dan kata-kata yunho ketika selesai mencium jaejoong pun terlintas dalam ingatan jaejoong.

"kyaaa~ ini benar-benar gila.. dia mengatakan itu dengan wajah mesum yang sangat menyebalkan.. memangnya joongie ini apa eoh.." rutuk jaejoong sambil mengigit-gigit boneka gajahnya.

"lupakan saja joongie lupakan... lebih baik sekarang joongie tidur saja eoh,," monolog jaejoong mencoba untuk menenangkan diri dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Tak lupa menggelung selimut sampai sebatas dadanya mengingat ini telah memasuki musim dingin.

1 detik

2 detik

3 detik

4 detik

"Hyaaa~ kenapa bayangan tadi siaang terus berputar dikepala kuu..." ratap jaejoong pilu sampai terduduk dan membuang selimutnya entah kemana. Pikirannya dipenuhi bayang-bayang Jung Yunho.

.

.

CHAPTER 4

.

.

-seminggu semenjak hari itu-

Jaejoong berjalan santai dengan kim heechul menuju ruang OSIS. Hari ini OSIS akan mengadakan rapat internal untuk laporan pertanggung jawaban mereka selama menjabat sebagai OSIS yang nantinya akan dilaporkan lagi ke dewan sekolah . Tak sengaja, ekor mata jaejoong menemukan sosok pengacau hatinya belakangan ini. Melihat akan hal itu jaejoong menundukkan wajahnya yang memerah.

"oh.. yunho.. belakangan ini aku selalu melihat mu dimana-mana.. apa kau mengikuti ku eoh?" canda Kim Heechul saat berpapasan dengan Yunho.

"Ah benarkah? Sayang sekali bukan kau yang ku ikuti hyung.." jawab yunho tanpa mengalihkan perhatiannya dari sosok namja kelewat sempurna di samping heechul.

Heechul yang melihat arah pandangan yunho pun hanya menghela nafas. 'ternyata masalah mereka berdua belum selesai' batin heechul.

"hyuung.. joongie duluan ne,, joongie lupa belum menulis ulang laporan pemantapan staf yang kemarin.." suara sang namja berkulit putih susu dengan doe eyes yang sempurna itupun terdengar.

"eoh? Apa iya? Bukannya laporan itu sudah diurus sama sui~e.." tanya heechul berpura-pura tidak paham akan alasan jaejoong. Heechul tahu jika jaejoong hanya mencari alasan saja agar tidak lama-lama dengan si namja musang didepannya ini.

"ani.. kemarin suie memberikannya pada joongie.. jadi joongie harus mengecek sebelum rapat nanti hyung.." dalih jaejoong masih keukeuh mempertahankan alasannya yang dianggap konyol oleh heechul.

"joongie tenang saja eoh.. hyung yang akan menulis ulang laporan itu.. lebih baik joongie urus dulu masalah joongie dengan yunho ne,," tegas heechul dan meninggalkan jaejoong berdua dengan yunho.

"hyuung.. jangan tinggalkan joongie.." seru jaejoong hendak menyusul heechul.

Grep..

"kita perlu bicara joongie.." suara bass menyapa indera pendengaran jaejoong. Jaejoong mengarahkan pandangannya pada yunho lalu pada tangannya yang dicekal oleh yunho.

"tapi joongie ada rapat yunnie.." dalih jaejoong yang masih belum sanggup berlama-lama dengan yunho.

"bukannya heechul hyung sendiri yang menyuruh kita untuk menyelesaikan masalah kita joongie... kajja kita bicara.." tegas yunho dan memaksa jaejoong mengikuti langkah lebar yunho.

.

.

-atap sekolah-

.

.

"kenapa harus diatap yunnie... kan kita bisa membicarakan ini di taman saja,,," gerutu jaejoong saat diseret paksa oleh yunho menuju atap.

"memang apa yang akan kita bicarakan joongie?" tanya yunho seduktif, berniat menggoda jaejoong.

Mendapat tatapan dan pertanyaan seperti itu jaejoong merasa bergidik, seolah bulu romanya berdiri semua. 'si alien musang menyebalkan ini kenapa suka sekali mempermainkan joongie eoh..' gerutu jaejoong dalam hati.

"kenapa joongie masih berdiri disitu? Kajja duduk dekat yunnie, atau perlu yunnie gendong?" yunho semakin gencar menggoda namja cantik yang terlihat imut dengan muka memerah sempurna. Dalam hati yunho merasa menang, karena hanya dia yang bisa membuat jaejoong memerah seperti itu.

Jaejoong masih terlarut dengan pikirannya merutuki kebodohannya yang langsung ikut saja ketika dipaksa yunho. Jaejoong terus memikirkannya dan tidak menyadari bahwa jaejoong sudah berada dalam gendongan sang beruang mesum.

"kyaaa~ apa yang yunnie lakukan eoh?" histeris jaejoong saat ia tersadar yunho menggendongnya sampai mereka kini ada di tempat yang teduh.

"itu karena joongie mengacuhkan yunnie... yunnie ga suka diacuhkan.." balas yunho datar dan menyandarkan kepalanya pada bahu jaejoong. Mendapati hal itu tubuh jaejoong mendadak tegang dengan sendirinya. Jantungnya memompa lebih cepat dari biasanya.

"joongie... rileks saja eoh... yunnie tidak akan memakan joongie lagi..." tegur yunho yang merasakan jaejoong menegang. Ia pun beralih rebahan dengan menjadikan paha jaejoong sebagai bantalnya. Hal itu sontak membuat wajah cantik jaejoong merona kembali. Bayangan ketika aksi 'makan' versi yunho pun terulang lagi dalam imajinasi jaejoong.

"y-yunnie... k-kenapa yunnie malah rebahan? Joongie harus rapat.." suara lembut jaejoong yang juga terdengar aneh karena gugup menginterupsi kegiatan yunho menikmati aroma vanilla yang menguar dari tubuh jaejoong.

"biarkan saja eoh.. heechul hyung juga sudah mengijinkan" cuek yunho dan tetap menikmati detik demi detik bersama jaejoong. Mendengar jawaban itu jaejoong mencoba rileks. Namun bayangan 'makan' itu masih saja menghantui jaejoong.

"yunnie... tempo hari.. mm.. kenapa yunnie,, mm.. tiba-tiba mencium joongie?" tanya jaejoong dengan segenap hati nya menahan malu karena rasa penasaran yang sudah berada diubun-ubun. Pipinya merona merah, dan doe eyes nya memandang entah kemana saja asal tidak bertemu pandang dengan yunho.

"wae? Joongie tidak suka eoh?" tanya yunho balik dengan memandang paras kelewat cantik jaejoong.

"mm... sebenarnya itu ciuman pertama joongie.. tadinya joongie berharap ciuman pertama joongie akan bersama yeoja yeoppo yang memiliki dada besar dan pantat se-sexy suie.." papar jaejoong dengan membayangkan Kim Junsu rekan OSIS nya versi yeoja.

"ternyata joongie nappeun eoh.." respon yunho yang masih belum percaya kalau pujaan hatinya ternyata tidak sepolos yang dia bayangkan. Sedangkan jaejoong hanya tertawa renyah dengan menutupi bibir semerah cherrynya.

"untuk apa joongie mencari yeoja yeoppo? Joongie saja sudah yeoppo.. harusnya joongie mencari namja tampan seperti yunnie..." ucap yunho serius dengan memandang manik teduh jaejoong.

"YA! Joongie itu tampan bukan cantik.." seru jaejoong tidak terima.

"ani.. joongie itu nomu yeoppo.." keukeuh yunho yang langsung mengambil pose duduk dan mencubit gemas hidung jaejoong.

"YA! Joongie itu tampan yunnie... karena joongie itu NAMJA" seru jaejoong lagi yang menekankan kata NAMJA.

"memang kenapa jika joongie NAMJA.. toh nyatanya joongie tetap YEOPPO.." masih dengan intonasi yang datar, yunho menekankan beberapa kata dengan menyilangkan tangan di dada.

"YA!" bentak jaejoong frustasi dan berdiri dari duduk nya seraya mengacak rambut almond nya.

"sudahlah joongie harus belajar menerima nasib kalau joongie itu memang yeoppo dan hanya ditakdirkan untuk yunnie.." yunho berucap santai masih dengan bersedekap tangan didadanya tanpa memandang jaejoong yang telah diliputi aura kelam.

"apa yunnie bilang eoh? Yeoppo? Joongie itu tampan bukan yeoppo yunnie..." geram jaejoong dan memandang sengit kearah yunho masih dengan diliputi aura hitam.

"buat yunnie joongie tetap yeoppo.." keukeuh yunho dengan cuek nya.

"YA!" seru jaejoong dan akan melayangkan bogem mentah kearah yunho yang langsung ditangkap oleh yunho.

"kena.." ujar yunho tenang masih dengan menggenggam erat tinju jaejoong.

"YA! Joongie benci yunnie..." jerit jaejoong yang langsung dibungkam oleh sesuatu yang kenyal dan basah. Jaejoong membelalakkan doe eyes nya saat menyadari benda kenyal tersebut semakin menghisap bibir jaejoong.

Tersadar akan hal itu jaejoong reflek memukul-mukul dada bidang yunho untuk menghentikan aktifitas namja manly tersebut. Yunho pun menuruti jaejoong dan melepaskan tautan bibirnya.

Jaejoong menghapus kasar saliva yang tertinggal dibibirnya. Matanya nyalang memandang yunho dengan wajah yang memerah menahan sesuatu yang terasa meremas jantung nya dan perut yang terasa digelitiki.

"kenapa yunnie melakukan ini lagi eoh?" sengit jaejoong masih dengan wajah memerah.

"tentu saja karena yunnie menyukai joongie.." jawab yunho tegas sambil mengelus pipi jaejoong yang langsung ditepis kasar oleh jaejoong,

"NAEGA NAMJA JUNG..." tegas jaejoong penuh penekanan dan berlalu pergi meninggalkan yunho yang masih terpaku memandang jaejoong. Sedikit banyak yunho merasa kagum dibalik sifat polosnya jaejoong memiliki sisi tegas yang mempesona.

"aku semakin jatuh dalam pesona mu joongie... dan aku tak bisa keluar lagi.. i'm trapped"

TBC

Emm.. pendek ya? Mian...

Vee lagi ada banyak tugas dan vee juga lagi seteres..

Jadilah ga begitu konsen...

Sampai disini apakah masih berkenan?

Buat chingu yang udah nonton anime nya... lebih suka yang seperti ini atau yang hampir mirip anime? Komen ne? Kalo lebih suka yang hampir mirip anime.. vee balik lagi tulis yang hampir mirip anime... aigoo vee ngerasa ga tegas banget yah... maapin vee yaa?

Ada saran untuk next chap? Mm.. untuk review ch 3 maaf vee ga bisa bales.. tapi vee makasiih banget ke kalian... kalian semangat ku :*

Sekian dari vee.. vee mau lanjut pusing tugas lagi... T_T