Soonhoon ft. Sebong's housewive
.
.
.
Enjoys~
.
.
.
Jihoon menegak colanya yang kesekian. Dari pagi sampai hampir malam yang ia lakukan hanya duduk di counter dapur, menghabiskan stok cola yang ada di lemari es.
"Kau bisa sakit seperti wonwoo-hyung kalau terus meminum cola, hyung."
Jihoon mendongak. Ia melihat mingyu berjalan mendekat kearahnya dengan wajah lelah.
"Baru pulang?" Tanya jihoon basa-basi.
Mingyu mengangguk dan menarik kursi dihadapan jihoon, "sedang banyak pikiran?"
Jihoon hanya diam dan melanjutkan aktivitas menghabiskan colanya.
"Cola memang tidak membuatmu mabuk. Tapi organ tubuhmu bisa rusak juga, hyung." Mingyu menarik cola yang hampir dibuka oleh jihoon. Mingyy menyingkirkan kaleng cola yang masih isi dan membuang yang sudah kosong kemudian kembali duduk dihadapan jihoon.
"Mau cerita?"
Jihoon mendongak menatap mingyu.
"Kalau tidak mau tidak apa-apa.. Tapi melihat hyung seperti ini, aku jadi merasa ikut frustasi hehe.." Mingyu tersenyum.
"Aku harus apa mingyu-ya?" Bisik jihoon.
"Huh? Hyung bicara sesuatu?" Mingyu mendekatkan dirinya kearah jihoon.
"Aku harus apa?"
Dahi mingyu berkerut. Apanya yang harus apa?
"Maksud hyung?"
Jihoon menelungkupkan kepalanya diantara lipatan tangannya. Terlalu banyak minum cola membuatnya pusing. Pikiran yang berputar dikepalanya juga membuatnya pusing.
"Hyung.."
Mingyu terdiam saat melihat bahu jihoon bergetar. Kalau telinganya masih berfungsi dengan baik ia juga mendengar isakan kecil. Apa dia salah dengar?
"Jihoon-hyung?"
Tap
Mingyu menoleh saat mendengar langkah seseorang mendekat. Ia sudah hampir menyebut namanya saat orang itu mengisyaratkan untuk diam dengan meletakkan telunjuk depan bibirnya.
Kenapa?, tanya orang itu tanpa suara.
Mingyu menggeleng tak tau, ia benar-benar tak tau apa yang terjadi pada jihoon.
Dia menangis?, tanya orang itu lagi.
Mingyu mengangguk.
Orang itu terlihat bimbang sebelum berjalan kebelakang jihoon. Mingyu pikir dia akan pergi mengambil sesuatu di lemari es, tapi ternyata orang itu memeluk jihoon.
Mingyu semakin bingung saat tangisan jihoon semakin menjadi. Terakhir kali mingyu melihat jihoon menangis di fanmeeting mereka karena carat. Apa sekarang juga karena carat?
Tapi kenapa?
"Aku titip jihoon.."
Mingyu tersadar dari lamunannya dan mendapati jihoon tertidur dengan kepala berada dimeja. Matanya bengkak, berarti benar jihoon menangis.
"Hyung, apa yang harus aku lakukan?"
"Hanya temani sampai dia bangun."
Dahi mingyu berkerut, "lalu hyung mau kemana?"
"Ada yang harus ku kerjakan."
"Soonyoung-hyung!"
Tidak ada sautan membuat mingyu hanya bisa kembali melamun memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.
.
.
.
"Soonyoung, Jihoon, dan sekarang kau.." Ujar jeonghan sambil merangkul pundak mingyu, "apa terjadi sesuatu?"
"Apa terjadi sesuatu antara jihoon hyung dan soonyoung hyung?" Mingyu balik bertanya.
"Kenapa tanya padaku?"
"Karena hyung menyebut dua nama itu." Jawab mingyu kesal.
"Memang ada apa dengan mereka?"
Mingyu memutar tubuhnya jadi menghadap jeonghan.
"Jadi, kemarin, aku menemukan jihoon hyung minum banyak sekali cola. Jadi aku menghentikan. Lalu dia menangis."
"Karena kau menghentikannya minum cola?" Tanya jeonghan tak percaya.
Mingyu menggeleng, "Jihoon hyung menangis setelah bertanya apa yang harus dia lakukan. Aku mana tau apa-apa. Jadi aku diam. Tapi jihoon hyung semakin menangis."
"Lalu?"
"Lalu soonyoung hyung datang. Memeluk jihoon hyung. Lalu aku melamun dan tau-tau jihoon hyung sudah tidur."
Jeonghan menyentil dahi mingyu, "pabo.."
"Hyung!"
"Kau sama saja dengan si pak tua itu. Tidak peka." Jeonghan berdiri meninggalkan mingyu.
"Ya! Hyung! Setidaknya ceritakan apa yang terjadi!" Teriak mingyu kesal. Kenapa orang-orang suka meninggalkannya tanpa membiarkan dia tau apa masalahnya sih.
.
.
.
Mingyu melirik jihoon berkali-kali. Ia sedang berada di studio jihoon untuk memeriksa apakah liriknya sudah sesuai permintaan jihoon atau tidak. Ia dapat melihat jihoon sedang dalam kondisi tidak baik. Jihoon juga terlihat pucat.
"Hyung.." Panggil mingyu ragu.
"Jihoon hyung.." Panggil mingyu sekali lagi karena jihoon tidak menyahuti panggilan sebelumnya.
"Hm.."
Mingyu tersenyum tipis, "tidak apa. Hanya ingin tau keadaanmu saja."
Jihoon menoleh, "maaf karena kelakuanku kemarin mingyu. Kau bisa mengabaikannya dan anggap tidak pernah terjadi."
"Termasuk pelukan yang diberikan soonyoung hyung padamu?"
Pertanyaan mingyu membuat jihoon tersentak.
"Kau tau?"
"Aku ada disana. Tentu saja aku tau."
Jihoon mendesah.
"Aku sempat ada hubungan dengan soonyoung. Sekarang tidak... Mungkin."
Mingyu butuh waktu lama untuk mencerna kalimat jihoon. Jihoon dan soonyoung apa tadi? Mingyu tak salah dengar, kan?
"Hyung..."
"Tidak apa kalau kau terkejut. Semua juga seperti itu."
Mingyu masih diam. Matanya berkedip beberapa kali kebiasaannya saat bingung.
"Jja.. Lirikmu sudah baik. Aku sudah merevisi beberapa. Besok kita rekam." Jihoon terlihat sekali memaksakan senyumnya.
"Hyung.."
"Iya kim mingyu kau tadi tak salah dengar. Sudah pergi sana, aku harus mengurus yang lain juga.."
Mingyu beranjak meski kepalanya masih memikirkan banyak hal.
"Oh, mingyu.."
Mingyu berbali dengan wajah bertanya.
"Jangan katakan pada siapapun tentang apa yang ku bicarakan tadi."
.
.
.
End
Cuap-cuap :
double update!
gabisa dibilang gitu juga sih, soalnya ini udah lama diupdate di wattpad, tapi karena wattpad lagi eror dan aku takut in cerita menghilang aku update disini juga :""" semoga suka
btw,
Aku baru sadar seventeen membernya banyak banget sampe bingung cara apa aja yg belum dipake buat nyampein kalo mereka (sunhun) pacaran hehe..
.
Oh ya, jangan lupa review dan fav yeorobun ^^
