BLACK NOTE
Naruto : Masashi Kishimoto
Story : Haruta Uzunaru
Warning : AU, OOC, TYPO bertebaran dan segala keanehan lainnya.
Don't like don't read
korban bernama Karin salah satu murid kelas III A di Ame Senior High School. Ditemukan meninggal pada PKL 20:00 waktu setempat dalam ruang kelas III A. Saat ditemukan tubuh korban penuh dengan darah yang diduga berasal dari luka tusukan yang ada di perutnya. Tidak ada sidik jari di sekitar tubuh korban hanya ditemukan sidik jari korban dan sebuah gunting yang dipakai pelaku untuk menusuk korban. Dengan ini sudah 4 korban yang jatuh meskipun begitu aku masih merasakan sesuatu yang lain akan terjadi''
Chapter 4
19 januari 2015
Hari ini murid-murid Ame Senior High School diliburkan karena kasus ini, polisi masih terlihat berada di sekitar sana. Mayat Karin telah dipindahkan dan dibawa untuk diotopsi.
``Shikamaru bagaimana hasilnya apa kalian menemukan sesuatu?,'' Naruto menghampiri Shikamaru yang baru saja keluar dari mobilnya.
Shikamaru hanya menggeleng lemah, lingkaran hitam di bawah matanya menjelaskan bahwa ia belum beristirahat sejak kejadian semalam.
``lagi-lagi seperti ini, pada tiga kasus yang lalu juga seperti ini,'' Shikamaru mengacak rambutnya frustasi.
``tidak juga dengan adanya kasus keempat ini semua misterinya hampir terpecahkan,''
``hah!,'' terkejut Shikamaru memalingkan wajahnya ke arah Naruto.
``apa yang kau tahu Naruto, aku sendiri belum menemukan apapun,''
``tidak baik jika kita menyajikan sesuatu yang belum selesai, nanti akan kujelaskan jika semua kepingannya sudah lengkap sekarang kau lanjutkan saja penyelidikannya, jika mendapatkan sesuatu segera hubungi aku,''
Setelah mengatakan hal itu Naruto pergi meninggalkan Shikamaru yang menatapnya penuh kebingungan ia masih belum paham apa yang dikatakan Naruto tadi.
Xxxxxblacknotexxxxx
Naruto melangkahkan kakinya menyusuri koridor sekolah yang tampak sepi, di tangannya ada secarik kertas putih yang sedikit kotor dengan bercak-bercak kehitaman yang memenuhi pinggiran kertas itu.
``sulit bagi orang yang tidak istimewa untuk mengetahui keberadaanku, orang yang jenius hanya melihatku dari jauh dengan pandangan kabur, orang yang tidak mempunyai kemampuan hanya akan menjadi korban. Semakin dekat kau denganku aku akan semakin tak terlihat''
Naruto menemukan kertas itu setelah mayat Karin dipindahkan semalam kertas itu sepertinya sengaja ditaruh di sudut ruang kelas III A.
Dilihat dari ketebalan debu yang melekat di sekitar kertas itu dan noda kecoklatan yang menempel di kertas, itu adalah kertas yang sama dengan yang sebelumnya dikirim ke kantornya.
Sambil terus menganalisis kertas itu Naruto berjalan menuju ke atas atap sekolah, sudah menjadi kebiasaannya untuk berpikir sambil melihat ke atas langit, oleh karena itu Naruto selalu pergi ke atap jika sedang memikirkan sesuatu.
``orang ini benar-benar sengaja menantangku ya?!,''
Naruto akhirnya sampai di atas atap sekolah, langit masih mendung dan tampaknya sebentar lagi hujan akan turun.
Dan benar dugaan Naruto beberapa menit kemudian gerimis mulai turun, Naruto tetap berdiri di tempatnya mengangkat kepalanya dan menutup matanya menikmati hujan yang mulai turun.
``hujan ini membawa sesuatu yang buruk,''
Naruto membuka matanya melihat ke arah sumber suara, Hinata tengah berdiri di sampingnya, menatap Naruto dari balik payung hitamnya.
``sejak kapan?!,'' Naruto kelihatan terkejut pasalnya dari tadi dia tidak mendengar apapun bagaimana mungkin gadis itu bisa berada di sana.
Hinata yang ditanya hanya tersenyum kecil masih melihat Naruto, kali ini Hinata tampak memakai seragam sekolah.
``huh, apa yang kau lakukan di sini? Bukankah sudah ada pemberitahuan kalau sekolah libur hari ini?,''
``aku sudah terlanjur datang ke sini,''
``kenapa kau tidak pulang sekarang?,''
``Naruto-kun juga kenapa ada di sekolah tanpa memakai seragam sekolah?,''
``aku adalah orang yang pertama kali menemukan mayatnya aku harus ada di sini untuk memberikan kesaksianku,''
``karena itulah kenapa kau berada di sini kemarin dan kenapa kau bisa menemukan mayatnya?,'' sebuah suara lain mengejutkan keduanya.
Naruto dan Hinata berbalik ke arah sumber suara yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdua, dan ternyata sumber suara itu adalah Sasuke yang berada di atap gedung sebelah yang sedikit lebih tinggi dari tempat Naruto dan Hinata.
``tap''
Dalam sekali lompat Sasuke telah berada di atap yang sama dengan Naruto dan Hinata. Sasuke masih menggunakan seragam sekolahnya.
``sangat mencurigakan, kenapa seorang murid datang ke sekolahnya saat hari libur bahkan sampai memanjat pagar yang terkunci untuk menemukan seorang temannya yang entah kenapa sudah dibunuh di dalam ruang kelasnya saat itu!,'' Sasuke berkata sambil menunjukkan seringainya.
``aku berada di sini kemarin sore karena aku melupakan sesuatu di tempat dudukku jadi aku datang untuk mengambilnya setelah meminta penjaga membuka pintu kelas kami menemukan mayat Karin,'' Naruto berkata dengan nada menantang pada Sasuke.
Sasuke masih mempertahankan seringainya dan menatap naruto dengan tajam, keduanya saling menatap tajam pada orang yang ada di depannya.
``o pada jam 8 malam? kau tahu anak baru, sebenarnya aku mencurigaimu sebagai pembunuh sejak kau pertama kali masuk ke dalam kelas kami!,''
``terserah tapi sebaiknya kau tahu kalau kau sudah salah jika ingin menantang orang,''
Hujan turun semakin deras, Naruto dan sasuke masih saling menatap. Tunggu kenapa Naruto tidak merasakannya?
Naruto lalu mengangkat kepalanya melihat ke atas ``hitam'' ternyata Hinata memayungi Naruto agar tidak basah.
Naruto lalu menoleh ke arah hinata, ``ayo masuk Naruto-kun''
dan semuanya mereda hanya dengan satu kata dari seorang Hyuuga hinata.
Naruto dan hinata lalu meninggalkan Sasuke yang masih berdiri di atas atap, dalam perjalanan menuruni tangga Hinata mengatakan sesuatu pada naruto.
``Naruto-kun aku melihatnya, gadis berambut kuning itu selalu ada di sekolah ini. Dia selalu berada di belakang seseorang,''
``dalam sekolah ini? Kau yakin bisa melihatnya Hinata?,''
``ng apa dia selalu berada di belakang orang ini?,'' Naruto mengeluarkan foto yang didapatnya dari kamar milik Shion dan menunjuk seseorang di dalamnya.
Seperti yang sudah diduga oleh Naruto, Hinata mengangguk berarti pelakunya memang orang ini tinggal barang buktinya dan segala kekacauan ini dapat terselesaikan.
Setelah sampai di ujung koridor Naruto dan Hinata bertemu dengan penjaga sekolah yang sedang mengunci pintu kelas.
``pak tua, apa sebelumnya kau pernah kehlangan salah satu kunci kelas?,''
``ng,'' wajah pria paru baya itu sedikit mengkerut tanda ia tengah berusaha berpikir keras.
``ya sekitar sebulan yang lalu kunci salah satu ruang kelas hilang aku sudah lupa kelas yang mana tapi ternyata kunci itu hanya terjatuh saat aku sedang berjalan,'' setelah mengatakan hal itu penjaga sekolah itu kembali sibuk dengan pekerjaannya.
Naruto lalu berjalan bersama hinata sampai di depan sekolah ``dari sini kau bisa pulang sendiri kan, Hinata?,''
Tidak menjawab hinata hanya membuka payung hitamnnya dan berjalan ke arah gerbang sekolah, hujan semakin lebat tak lupa kilatan cahaya ikut muncul di beberapa bagian langit.
Meskipun begitu Hinata tetap melangkahkan kakinya meninggalkan sekolah, setelah berada di gerbang sekolah Hinata berbalik dan menatap naruto yang tengah berjalan kembali ke tempat kejadian perkara.
``awan hitam masih berada di atas sekolah ini,''
Hinata lalu melanjutkan perjalanannya, ia memilih untuk pulang ke rumah setelah kejadian tadi.
Sedangkan Sasuke masih berdiri di atas atap seragamnya sudah basah kuyub tapi dia tidak punya niat sedikitpun untuk meninggalkan tempat itu.
Di tengah hujan yang makin lebat Sasuke berdiri dan bersandar pada pagar pembatas di atas atap dia menatap tajam ke arah Hinata yang tengah meninggalkan gerbang sekolah.
Tak lama kemudian seringaiannya kembali muncul entah apa yang direncanakannya.
Naruto berjalan kembali ke kelasnya ia ingin melihat apakah Shikamaru menemukan sesuatu yang baru dari temat kejadian perkara tapi sebelum sampai di situ seseorang menghadang Naruto.
``hai anak baru kau belum pulang?,'' sosok itu menyapa Naruto.
Naruto menghentikan langkahnya melihat sosok itu.
``kenapa kau berada di sini? kau tidak mendapat pengumuman dari sekolah?,''
``tidak dan sekarang aku sudah terlanjur datang ke sekolah, o ya anak baru aku punya pertanyaan untukmu,''
``kebetulan sekali aku juga ingin menanyakan satu hal padamu!,''
``apa yang kau lakukan d sini kemarin?,''
``di mana dan sedang apa kau semalam tepatnya pada pukul 20:00?,''
Dan sebuah pertanyaan dari Naruto sukses membuat mata sosok itu melebar.
TBC
Yosh lama yah, ok bagi yang udah menunggu silakan di baca terima kasih untuk reader yang sudah baca apalagi bersedia mereview fic gaje ini, apakah misterinya terasa atau malah membingungkan yah semoga fic ini tidak membingungkan dan di chap ini sudah ada clu apakah sudah ada yang bisa menebak siapa pelakunya yap ditunggu chap selanjutnya ya!
Finally special thanks for: lydiasimatupang2301, NaYu Namikaze Uzumaki, Furusawa Aika
And please
R
E
V
I
E
W
