Halo semuanya bertemu lagi dengan penulis ini. Untuk Alga kun terima kasih atas review nya dan maaf baru bisa meenulis cerita baru, akhr akhir ini. Untuk cerita saya beberapa karakter akan ada dari anime lain dan juga saya minta maaf cerita saya kadang kadang ada kurang penjelasan nya. Yup jangan lama lama silahkan baca chapter beriutnya.
{ Spirit talk }
[ Sacred gear ]
" people talk "
CHAPTER 3
Setelah bell tanda kelas selesai berbunyi Issei pun segera membereskan meja nya dan bersiap pulang. Issei pun sempat menengok ke jendela dan melihat Pervet duo Matsuda dan Motohama sedang ngobrol dengan seorang gadis, dilihat lebih jelas sepertinya Motohama sedang memperkenalkan gadis itu ke Matsuda. Dilihat dari bagaimana Matsuda marah, kaget, dan terlihat tanda penghianatan di wajahnya dapat disimpulkan bahwa gadis yang diperkenalkan Motohama merupakan pacarnya.
" Hmmmm, Fallen angel " kata Issei sambil melihat gadis de sebelah Motohama
{ Fallen angel itu sedang merencanakan sesuatu } kata Tha chan.
" Sacred gear, dari aura nya, naga. Albion sudah terbangun berarti hanya tinggal Ddraig, dilihat dari gerak giriknya sepertinya dia akan kencan abis itu membunuh Motohama. "
{ hmmmmm, seperti nya aku sudah mengerti rencana dari para iblis ini } kata Tha chan.
" Sitri, bukan dia tak mungkin setuju dengan rencana yang seperti ini , berarti hanya Gremory, putri manja itu pasti membuat rencana untuk membuat Motohama masuk menjadi Peerage nya, pintar juga dia dengan membangkitkan nya setelah Motohama mati dia pasti akan mendapat kepercayaan nya juga, sungguh rencana yang pintar tapi juga kejam " pikir Issei dalam pikirannya.
" sudah lah bukan urusan ku ini, asalkan aku tak diganggu aku juga tak akan mengganggu" . pikir issei.
Issei pun segera pergi unutk pulang ke rumahnya, di lorong sebelum gerbang keluar sekolah tiba tiba ada seseorang yang memeluknya.
" Tebak siapaaa^ ͜ ^ "
" Hmmmmm, perasaan lembut dan empuk di kepalaku ini, ditambah dengan suara merdu dan aura ini " pikir Issei
"Luna nee san kan "
" Betul sekali, sebagai hadiahnya akan kucium pipi manismu, Issei sayangku."
"Ehhhh, jangan disini Luna nee san banyak orang yang lihat tau " kata Issei sambil tersenyum malu.
" hehehehehehe, biarin biar mereka lihat, kalau kamu itu milikku" kata Luna.
Tingkah laku ke dua saudara ini merupakan peristiwa biasa jadi murid murid pun hanya bisa tersenyum dengan tingkah laku mereka berdua, bahkan ada yang mengambil foto mereka. Yup seperti inilah tingkah laku Luna dan Issei. Sebelum nya Luna tak se exstrim ini tapi karena peristiwa itu Luna menjadi seperti ini dengan Issei. Issei pun masih ingat peristiwa yang membuat Luna menjadi seperti ini.
Flashback
Issei pun berlari mencari Luna, bagi Issei Luna adalah satu satunya orang yang penting baginya. Issei tahu setelah dia lahir orang tuanya mengalihkan seluruh perhatian mereka ke Issei, Issei juga tau bahwa Luna merasa kesepian dan selalu dinakali di sekolahnya, oleh karena itu lah Issei selalu menemani dan mengajak bermain Luna, agar dia tak kesepian. Tetapi saat ulang tahun Luna mulai pada tanggal 25 desember orang tua mereka lupa akan ulang tahun Luna dan itu membuat hati Luna hancur dan menyalahkan Issei.
Oleh karena itu Issei pun segera berlari dan mencari Luna. Issei pun melihat bayangan Luna yang sedang berlari, dan segera mengejarnya.
" Luna nee san tunggu " teriak Issei.
" Pergi kamu Issei jangan dekat dekat diriku " teriak luna
" Luna nee san, aku minta maaf kalau aku salah" kata issei
" Kalau saja kamu tak ada papa, dan mama pasti tak akan melupakan diriku, kalau kamu tak ada papa dan mama pasti akan memperhatikan aku. AKU BERHARAP KAMU TAK ADA ISSEI " teriak Luna ke Issei
"... " Issei pun terdiam.
Melihat Issei yang terdiam muka Luna pun menjadi pucat, Luna tau bahwa dia hanya mengeluarkan kemarahan terhadap orang tuanya ke Issei, Luna juga tau bahwa Issei lah yang terus menemani dan yang paling memahami dirinya. Tapi nasi sudah jadi bubur apa yang di katakan Luna sudah didengar oeh Issei walaupun itu hanya uapan kemarahan yang salah dikeluarkan.
" ehhhhh, ini, itu, maksudku, ma... "
'BRUUUUUUUUUUMMMMMMMMMMMMM' Tiba ada mobil yang melaju kencang ke hadapan Luna, supirnya pun sedang mengantuk dan tak melihat ada Luna di depannya.
" Awassssssssss Luna nee san " teriak Issei sambil mendorong Luna agar tak di tabrak mobil tersebut. Tapi karena Issei mendorong Luna malah Issei yang tetabrak mobil tersebut menggantikan Luna.
Luna pun melihat bagaimana adik kesayangan yang sealu menemani dia dan selalu memperhtikannya di tabrak oleh mobil. Bagaimana badan nya terpental dan menabrak tembok, cipratan darah yang berasal dari tubuhnya yang muncrat kemana mana bahkan Luna pun terkena semprotan darah dari tubuh Issei.
"Eh..., ah...,ah...,Ahhhh...,WUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA"
Teriak Luna sambil melihat tubuh Issei yang yang terkapar di jalan, darah ada dimana mana, tubuhn Issei pun penuh dengan darah, muka, badan, tangan, dan kaki semua penuh dengan darah. Luna pun segera bangun dan berlari ke sisi Issei.
"Issei, Issei...!, kumohon bangun lah, bangun, maaf aku karena berkata yang tadi, kumohon bangun" teriak Luna sambil menggoyangkan badan Issei di pangkuannya
" L...U...N...A...N...E...S...A...N, BA... IK... UHUK...UHUK... SA...JA ?" bisik Issei dengan susah payahnya sambil mengeluarkan batuk darah di mulutnya.
" Iya , aku baik baik saja, tenanglah, sebentar lagi ambulan akan datang, kumohon kamu harus kuat, jangan pergi, kalau kamu tak ada maka aku..., kumohon Issei jangan tinggalkan aku. Maafkan perkataan ku yang tadi, Issei...!"
Issei pun menyulurkan tangannya ke pipi Luna. Dengan susah payah dia meletakan telapak tangannya yang penuh dengan darah ke pipi Luna, dan dengan susah payah mengucapkan kata.
" S...y...u...k...u...r...l...ah..."
Setelah mengucapkan itu Issei pun langsung terkapar seperti tak ada tenaga matanya tak lagi menyinarkan cahaya kehidupan, tangannya langsung terjatuh ke lantai. Luna hanya terpaku diam melihat adiknya.
"I...ssei, Issei,...Issei kumohon bangun, bangun jangan tinggalkan awuuuu, ISSEIIIIIIIIIIIIIIIIIIII" TERIAK Luna sambil menangis dan menggoyangkan tubuh Issei.
Pada saat itu anak bernama Issei Hyoudo meninggal dunia.
Flashbak end
Issei pun berpikir setelah peristiwa itu, dia bertemu dengan Tha chan, setelah itu ia membuat kontrak dengannya, tak lama kemudian dia bertemu dengan Kagari kembar dan Yoshino. Sejak hari dimana dia mati pun setelah dia kembali hidup Luna menjadi lebih protektif terhadapnya, Issei pun tau bahwa Luna nee san masih merasa bersalah semenjak peristiwa itu. Oleh karena itulah Luna selalu berusaha melindungi Issei. Issei pun sadar akan perasaan Luna terhadapnya yang jauh melebihi rasa sayang terhadap saudara seperti biasanya. Jika dipikirkan perasaan Issei saat Luna mengucapkan kata kata itu bukan lah sedih, bukan marah, ataupun kecewa, melainkan Hampa. Yup hampa Issei tak merasakan apapun saat Luna mengucapkan kata kata yang biasanya membuat orang sakit, yang dipikirkan nya saat itu adalah agar Luna aman, Issei sudah melihat ada mobil yang datang, maka dia terdiam untuk segera meloncat ke arah Luna, bahkan saat dia mau mati Issei tak merasakan apa apa dia hanya memastikan Luna neesan tak apa apa. Setelah itu dengan perasaan biasa dia memeluk kematiannya. Issei tau bahwa dia kurang sesuatu yang penting, sebagai manusia.
Issei tak bisa merasakan/ mengngkapkan emosi dirinya, semua emosi yang diberikannya hanyalah emosi yang dibuat buatnya agar tak ada yang mencurigakan, Luna, Yoshino, Kagari kembar tahu akan kekurangan Issei tapi tetap menerima Issei apa adanya. Karena meraka tau walaupun issei tak bisa merasakan emosinya, Issei tetap menempatkan mereka sebagai sesuatu yang berharga di hatinya.
" Hai Tha chan ? apa aku sudah bisa megeluarkan emosi ku ? "
{ Dibandingkan dengan yang dulu, kamu bida mengeluarkan sedikit emosimu, Issei, walaupun hanya terhadap Luna, Yoshino, Moka, dan Kagari. }
" Walaupun begitu jika terjadi sesuatu pada mereka, akupun masih tak akan merasakan apa apa, tak akan menangis, marah, maupun kecewa, apa aku bisa di sebut manusia ? " kata Issei ke Tha chan melalui pikirannya.
{ Bagi ku Issei adalah Issei tidak peduli dia manusia atau bukan, apalagi kau sudah membuat kontrak denganku, kita akan terus bersama Issei tak akan pernah terpisahkan } Balas Thachan.
"Hmmmm, terima kasih Tha chan " balas Issei dalam pikirannya.
" Hmmm ? ada apa Issei kok bengong. " tanya Luna yang memeluk Issei
" Tak apa apa kok, Luna neechan ayo kita pulang" Issei pun berjalan sambil menggenggam tangan Luna
" ayo ^-^ " bales Luna.
Issei pun pulang dengan Luna ke rumahnya, sampai di jalan Issei sempat melihat ada sebuah paman penjual Ramen, sambil membereskan dagangannya. Issei yang mengenal paman itu langsung menghampiri dan memberi salam.
" yooo, paman Kokabiel, apa kabar" tanya Issei yang menunjukan muka yang datar.
"Uaaaaaa, kaget diriku, kukira siapa ternyata kau Chibisuke" jawap paman yang berambut panjang berwajah danddy, dengan tinggi 180 cm bewarna mata ungu yang bernama Kokabiel dan memakai baju serba hitam.
"ehoh, apa kamu memanggilku, orang tua " jawab Issei dengan nada datar.
" ehhh, aku memanggil mu Chibi memang kenapa hah ?. Bukannya sebutan itu cocok denganmu " balas Kokabiel dengan nada yang mengejek.
"Tidak apa apa, lebih baik disibut Chibi dari pada si Tua virgin" balas Issei dengan nada datar tapi ada sedikit ejekan.
"hok hok, darimana kau tau julukan itu " balas Kokabiel dengan wajah yang merah
" hahaha, lagipula kau mau jualan atau ke pemakaman, pakai baju serba hitam, "
" diam kau, brat, memang kenapa aku setua ini masih virgin ?, bukankah aku masih murni lagi pula baju hitam itu keren tahu " jawab Kokabiel
" bah murni, kamu masih bisa idsebut murni, jangan bercanda pak tua, kamu bukan murni tapi sudah busuk " balas Issei
" anak ini " balas Issei
Issei dan Kokabiel saling bertatapan. Mata mereka berdua sepertina mengeluarkan aliran listrik yang saling berbeturan saatu sama lain.
" Ini siapa Issei, kenalan mu ?" tanya Luna
"Iya Luna nee san, paman ni bernama Kokabiel " jawab issei
Kokabiel pun melihat Luna dengan pandangan yang lembut, Luna pun seperti punya perasaan pernah mengenalnya.
" halooo, perkenalkan nama ku Luna, nee san nya Issei "
" haloo, gadis manis, perkenalkan namaku Kobaiel" sambil tersenyum.
" ya udah nee san duluan saja ntar aku nyusul, " jawab Issei
" ehhhh, baiklah kalau begitu, bye Issei, aku tunggu di rumah ya " jawab Luna
Setelah Luna pergi Issei pun kembali bertatapan dengan Kokabiel, tetapi Issei langsung membuat Barrier di sekitar mereka agar tak ketahuan apapun.
" Jadi, dia ya sang pewaris ke 3 ? " tanya Kokabiel dengan perasaan senang dan rindu
" Iya, walaupun samar, aku sudah bisa merasakan kekuatannya "
" Apa, kamu tak apa apa, setelah dia membangkitkan kekuatannya maka kamu akan " jawab Kokabiel.
" Tak apa apa Kokabiel ini adalah pilihanku "
" ahhhhh, betapa bodohnya kamu ini " jawab Kokabiel dengan perasaan sedih
{ memang begitulah Issei, Kokabiel demi orang yang berharganya dia pasti akan mengorbankan dirinya } jawab Tha chan.
"Mother..., kontraktor mu sama bodohnya dengan mu tahu" jawab Kokabiel dengan nada sedih
{ hehehehe, karena itulah aku membuatnya sebagai kontraktorku dan pewaris kekuatan ku, sifat inilah yang membuatku jatuh cinta pada Issei kun }. Jawab Tha chan
" hmmm, bagiku asalkan Luna bahagia aku akan mengorbankan diriku, walaupun pada akhirnya Luna nee chan akan membeciku, asalkan dia bahagia maka biarlah itu terjadi. Lagi pula aku masih memiliki Tha chan, yoshino, Moka, dan Kagari" jawab Issei dengan senyum yang berasal dari hatinya.
{ waaaaaaaaaa, kyaaaaaaaaa, Issei kun senyum mu manis banget, kamera, mana kameraaaaaaa, tidak aku terlambat mengfoto momen langka ini } jawab Tha chan dengan histerisnya
Kokabiel hanya bisa melihat dengan pasrah si duo ini, walaupun dia tahu pada akhirnya Issei harus mengambil keputusan penting dalam hidupnya. Kepurusan yang akan merubah hidupnya menjadi lebih baik atau Lebih buruk. Sama seperti yang Mother lakukan untuk mereka pada zaman dahulu. Kokabiel hanya bisa berdoa semoga apapun yang terjadi Issei dan Mother tidak membuat mereka putus asa/.
" kalian dengan komplek martyr kalian, sungguh membuat ku sedih dan hormat dengan kalian" jawab kokabiel dengan senyum sedih dan pasrah ke arah Issei dan Tha chan atau mother.
Out, yup sampe disini dahulu ya ceritanya, disini Kokabiel bukanlah penggila perang dia sudah disembuhkan dari penyakit gilanya oleh Issei dan mother.
Banyak sekali misteri yang ingin diungkapkan, apa kaitanyya Luna dengan Issei ?. Kekuatan apa yang ada di dalam tubuh Luna ?, keputusan apa yang akan di buat Issei ?
Tunggu jawabannya dalam cerita saya. Terima kasih sampe jumpa lagi.
