Chapter 4
REJECT
Oh Cooperation
Hari ini suasana Oh Cooperation disibukkan oleh lalu-lalang pegawai kebersihan di kantor ini . Mereka sibuk membersihkan ruangan rapat yang akan digunakkan pada pukul 9 pagi nanti . Mulai dari lantai,meja, serta kaca disulap menjadi mengkilat dan tak ada debu sama sekali .Hari ini mungkin akan menjadi hari yang sibuk karena perusahaan Galaxy Group akan datang untuk membahas pembangunan proyek Hotel di Gangnam .
'' Luhan-ah apa kau tau kenapa hari ini karyawan OB sibuk seperti ini ?,''ucap Sohyun pada Luhan . Sepertinya mereka mulai akrab karena menghilangkan embel-embelan ''ssi'' di akhir kalimat .
''ehm , hari ini Oh Corp dan Galaxy corp akan membahas proyek pembangunan hotel di Gangnam . Ya semacam Joint-ventur antara dua perusahaan . Yang kudengar dananya sangat besar . Hari ini CEO Galaxy Group yang akan datang ''bisik Luhan pada Sohyun .
''jinjaa ?Wah senang sekali . Ehm Luhan apakah kau tahu jika CEO Galaxy Group sangat tampan . ia bahkan tidak terlihat seperti seorang CEO tetapi lebih mirip model papan atas yang membintangi brand ambassador di banyak perusahaan,''
''Benarkah , kalau gitu aku akan mendekatinya,'' ujar Luhan bercanda
''Kalau begitu wakil direktur Oh akan jadi sasaranku , dia bahkan tidak kalah tampan dengan CEO Galaxy Group,''
Ada sedikit perasaan cemburu di hatiku . Kenapa rasanya sangat susah membiarkan Sehun didekati wanita lain sedangkan hatiku masih menunggu pria lain. '' Yakk , mana bisa seperti itu . tidak- tidak kau tidak boleh mendekatinya .''
Sohyun mengerutkan alisnya , '' waeyo , kenapa tidak boleh ? Apa kau juga menyukainya?''
''Aishh! Kau ini , kau tidak mengetahui apa-apa tentangku ,'' Suara luhan meninggi .
Soohyun melihat Luhan meninggalkannya, ia menjadi tidak enak terhadap ucapannya barusan " Kenapa sih dia ? Ditanya seperti itu saja marah ?huh!"
.
.
.
''Luhan-ssi hari ini kau akan ikut mendampingi wakil direktur rapat pukul 9 nanti'' ujar kepala divisi padaku
''waeyo , apa Kepala Divisi tidak akan ikut ? ucapku bingung.
''Tidak Luhan-ssi , aku ada urusan dengan Perusahaan Furniture di Sokcho . Lagipula kau kan yang bertanggung jawab dengan interior design pembangunan Hotel Gangnam , aku percaya padamu,''Kepala divisi mengelus pundak Luhan sesaat , setelahnya mengambil tas dan berlenggang pergi.
Oh ya harus kujelaskan terlebih dahulu , rapat ini adalah penentu hidup mati antar perusahaan Galaxy dan Oh corp . Karena ini proyek pembangunan hotel maka keuntungan yang diraih akan sangat besar jika berhasil dan tentunya proyek ini juga harus berjalan lancar . Tapi , jika salah satu pihak tidak menyetujui melakukan kerjasama maka semuanya akan ber-ak-hir . Kau tau jika kata ber-ak-hir mempunyai dua arti lain bukan ? bisa baik ataupun buruk dan dalam masalah ini , jika salah satu pihak tidak menyetujuinya maka kedua perusahaan akan mengalami rugi yang besar . Aku mulai kembali mempelajari proposal interior design yang sudah kumatangkan semalaman suntuk
.
.
.
Di ruang rapat , oh perutku terasa melilit . Aku rasa aku bisa mati karena aku memiliki firasat buruk hari ini , tapi entahlah , aku berusaha untuk menghadapinya .Kulihat Sehun berada disampingku saat ini , ia menggantikan Ayahnya yang masih berada di Jepang.
Sehun melirikku sesaat ''Kau sakit, kau terlihat pucat,''
''Anieyo, aku baik-baik saja ''sanggahku cepat pada Sehun . Ia memfokuskan matanya kembali pada rancangan design yang sudah kubuat .
Ruangan rapat sangat hening saat ini . Semua yang berada disini memfokuskan diri pada pekerjaan mereka. Suasananya tiba-tiba berubah, suara derapan langkah terdengar dari arah pintu coklat di ruang utama . Pintu terbuka dan menampakkan Seorang lelaki tinggi bak model berdiri paling depan diikuti pegawainya . Itu dia, itu pasti Ceo Galaxy Group.
Sehun berdiri membuatku terpaksa mengikutinya membungkukan badan pada CEO Galaxy Group . keduanya bersalaman dan berpelukan.
''Selamat datang hyung ! Ku harap rapat kali ini akan membawa kita pada kerja sama yang baik ,''
'' Kalau begitu mari kita mulai ! Aku sudah tidak sabar melihat presentasi proyek ini secara keseluruhan "
Author pov
Mereka semua kembali duduk , acara meting pun dimulai .Setelah pembukaan ,Sehun langsung memencet bel yang berada dimejanya mempersilahkan luhan beserta tim nya masuk keruangan dan memulai presentasinya . Pintu pun terbuka dan muncul lah seorang gadis cantik membawa berkas ditangannya . Ia membungkukan kepala pada Sehun dan CEO Galaxy Group.
Kuangkat kepalaku dan melihat siapa CEO Galaxy Group . Aku membulatkan kedua rasanya ingin keluar dari dadaku . Lelaki itu kembali , lelaki yang sudah kutunggu selama 10 tahun . Tak ada kata-kata yang bisa kukeluarkan sekarang , bahkan seluruh badanku terasa dingin . Hanya keheningan yang menyelimuti kami disini . Ini terlalu mendadak .Aku bingung harus berkata apa padanya .Berjuta-juta pertanyaan yang telah kusimpan untuk kutanyakan padanya selama ini menjadi sulit kukatakan seperti apakah kau baik? Kemana saja kau selama ini ? Kenapa kau meninggalkanku ? Apa kau melupakanku ?Dimana sekarang kau tinggal ? Kapan kau ke Korea . Terlalu banyak pertanyaan dikepalaku dan aku tak bisa mengatakan padanya karena kita bukan berada di posisi teman lama melainkan atasan dan bawahan.
Dia berdiri di depanku . Mata kami saling memandang untuk beberapa saat . Dia menautkan alisnya kemudan menyentuh tanganku''Lu-han ? Apakah kau Luhan ? ''
''Apakah kau mengingatku ?'' ada sedikit rasa tidak percaya menyelubungi hatiku . Kenapa dia harus bertanya jika dia masih mengingatku .Kemana saja dia dari kemarin . Sungguh aku sangat membencinya .Kemudian dia memelukku dihadapan staff dan karyawan . Membuat kami menjadi sorortan dan bahan gosip disini , Aku hanya terdiam dan tak membalas pelukannya .
''Ek-hem , '' seseorang menyeruput moment kami .Sehun menatapku dengan pandangan sinisnya . Tatapan yang sungguh mengerikan seolah-olah akan membunuhku . Kris segera melepaskan pelukannya dariku .
''Maafkan aku ,'' ujarku pada Sehun. ''Dilarang bermesraan di kantor,''ujarnya dingin.
''Yak kau apa-apaan sih , kami hanya melepas rindu setelah lama tak bertemu ,''ujar Kris pada Sehun .''
''Sebaiknya kita segera memulai rapat ,'' ujar Sehun dengan nada penuh penegasan di hadapan seluruh karyawan dan staff disini . Aku duduk disebelahnya . Ku tolehkan kepalaku padanya, ia hanya mengabaikan tatapanku . Suasana rapat terlalu tegang sekarang . Sehun terus mengabaikanku sedari tadi . . Entah apa alasannya ? dari tadi tatapannya hanya terfokus pada layar proyektor . Jika aku tanya dia hanya menjawab dengan jawaban singkat . Daritadi Sehun dan Kris terus berdiskusi tentang perjanjian bisnis yang aku tak terlalu mengerti . Karena sejara jelas aku buka jurusan managemen bisnis. Yang dapat kutangkap dari pembicaraan mereka hanyalah masalah fluktuasi saham dan proyek tender besar . Selebihnya aku tak tau dan mereka membicarakan proyek pembangun hotel
Kini giliranku menjelaskan rancangan design interiorku pada Kris . Sial , aku gugup sekali berada diantara Sehun yang sedari tadi mendiamiku dan Kris yang setelah 10 tahun baru menampakkan batang hidungnya .
''Jadi , ehm seperti ini . Saya membuat rancangan dengan dominasi warna Gold dan White untuk menyesuaikan konsep berkelas dan elegant . Untuk pemasokan furniture saya telah bernegosiasi dengan banyak perusahaan . Mereka akan memberi pengurangan harga jika pesanan yang dipesan melebihi jumlah yang mereka tetapkan . Ini anda bisa melihat daftaryang sudah saya buat ''ucaku sopan pada Kris.
''Apa kau yang merancangnya ?,''tanya Kris padaku
''Ne , saya yang meranjangnya ,penambahan motif ukiran pada kayu sengaja dibuat untuk mendapatkan nilai estetikanya,''
''Kau sangat pintar Luhan-ah , rancanganmu sudah bagus . kau yang merancngnya? ''ucap Kris padaku .
''Terimakasih atas pujian nya, '' Aku membungkuk hormat . Apa dia merayuku ?
''kalau dia tidak pintar, aku tak mungkin memperkerjakannya,'' ujar Sehun dingin pada Kris.
''ahahanaha , tentu saja . Kau terlihat tegang mate,''ujar Kris pada Sehun . Sepertinya mereka saling kenal. Tapi bagaimana bisa ? Berjuta juta pertanyaan muncul di otakku.
''Apa rapat sudah selesai ? , tanya Sehun
''Yah,tentu saja . Tidak ada lagi yang harus kukerjakan,'' Kris segera bangkit dan menyalami Sehun . Aku dan Sehun hendak pergi namun sebuah tangan kekar menarik lengangku,''Bisakah kita berbicara sebentar Luhan-ah,'' Sial . Badanku menegang . Rasanya atom-atom diseluruh tubuhku akan terlepas sekarang. Aku memang merindukannya tapi jika situasinya tiba-tiba seperti ini aku tak sanggup berhadapan dengannya.
''Apa yang kau ingin bicarakan pada saya sajangnim ?'' ucapku setenang mungkin
''Hilangkan embel-embel sajangnim itu . AKu ingin bicara denganmu , bukannya mengadakan meeting penting,''
Aku melirik Sehun yang sedari tadi mendiamiku . Belum aku ingin membuka suaraku untuk meminta izin darinya ia sudahberkata''pergilah,'' padaku . Kenapa hatiku tidak rela mendengar prkataannya . Ia melenggang pergi meninggalkanku berdua dengan Kris
.
.
.
Sekarang aku telah duduk di taman dekat menunggu kris yang entah pergi membeli apa mataku menatap sekeliling ,kudengar anak perempuan menangis didepanku . Kulihat kakinya terluka. Segera aku menghampirinya tapi langkahku terhenti.
''Eunchae ya , neo gwenchana ?''tanya seorang lelaki kecil itu .
''Hwaaaaaa , sakit . Kakiku berdarah ,rasanya perih sekali oppa''
''Sst jangan menangis . Aku oleskan alkohol ya biar lukanya cepat sembuh.'' Anak kecil itu berjongkok dan mengelus rambut anak perempuan tersebut . Ia mengoleskan kapas terbalut alkohol di kaki anak perempuan itu secara perlahan. Setelahnya ia memapah anak perempuan itu dan hilang dari hadapanku. Aku tersenyum
Flash Back
''Yakk Xi Luhan awas kau ! KEMARI SEKARANG JUGA,''ujar eomma berlari menghampiriku. Ia memegang sabitan ditangannya . Oh , tidak kumohon jangan ada pukulan hari ini .
''Ampun eomma . Aku tidak sengaja memecahkan kaca rumah tetangga . Aku benar – benar tidak sengaja ,'' aku memohon padanya sambil berlari meninggalkannya . Nafasku mulai ngos-ngosan. ''Hosh hoash hosh hosh '' aku berhenti sejenak mengatur nafasku .Tanpa kusadar eomma ku sudah berada dibelakang
''AAAAAAAAAAAAHHHHH sakit eomma,ampun aku janji tak akan mengulanginya''ia menjewer telingaku,
''Sudah berapa kali kau mengatakannya XI LUHAN ? Eomma sudah malas mendengar janji palsumu . Ikut eomma pulang kerumah .. Orang-orang melihatku dengan tatapan yang sulit diartikan . Aku malu sekali ditambah telingaku perih akibat jeweran eooma ku .
.
.
.
''Buka kaos kakimu XI LUHAN . SEKARANG !''
Aku membuka kaos kakiku . Eommaku paling seram jika sedang marah . Jika kalian bertanya apa yang akan terjadi setelahnya maka aku akan mendapat sabitan 10 x dari eommaku .Ia duduk di belakang kakiku . '' Aakh ,''aku menggigit bibirku menahan teriakan yang akan keluar . Pukulan kesepuluh aku terjatuh . Kakiku tak kuat menahan rasa sakitnya ,Rasanya sangat perih , rasanya mau patah . Kulihat ada darah disekitar kakiku
''Keluarlah ,'' eommaku menyuruhku keluar tanpa melihatku . Mataku hampir meneteskan air mata menahan rasa sakit .
''KELUAR SEKARANG XI LUHAN,MINTA MAAFLAH PADA TETANGGA SETELAH INI!''ia berteriak meninggikan suaranya. Aku keluar meninggalkan eommaku . Dengan langkah gontai aku menuju rumah tetangga tersebut . Sial sekali hari ini ''Huuuh'' aku menghela napas panjang
.
.
.
Tok tok . Aku mengetok rumah, seorang anak laki-laki keluar dari rumahnya. Dengan tubuh tinginya melihat Luhan yang sedang menunggu di depan rumah .
''Kau siapa ,''tanyanya dingin
''A-aku ehm namaku Xi Luhan aku—''belum selesai aku berbicara dia sudah menyelaku . Apa dia tidak punya sopan santun.
''lalu untuk apa kau kesini . Apa kau mengenalku ,?''ujarnya ragu
''ehm itu aku merusak kaca jendela dirumah ini,''
''Oh jadi kau yang merusaknya . Kau tau jika kaca jendela yang kau rusak itu kaca jendela kamarku . Gara-gara kau aku harus tidur dengan kakakku,'' ia mrenggut kesal dihadapanku
''Ehm , aku minta maaf karena telah merusak jendela kamarmu,''aku membungkukan badan
''Apa dengan meminta maaf masalah akan selesai ? Aku benci orang yang suka meminta maaf.''
''Mau kau benci atau tidak pun seseorang memang harus meminta maaf jika terbukti bersalah !Jadi apa yang akan harus kulakukan ? " aku sedikit tersulut emosi .
" Kau haru-'' ..
"Stop ! Dan satu lagi aku juga benci orang yang meminta maaf untuk menyelesaikan masalah !","Lanjutkan !"
Kris pun jengah , pikirnya siapa anak ini bicaranya tidak sopan sekali . Baiklah aku akan merubah pikiranku dan memberinya sedikit pelajaran yang berarti
''Siapa namamu lagi ?''
''Xi Luhan,''.
''Ah iya benar Xi Luhan ! Luhan, kalau begitu traktir aku makan siang selama seminggu! ,''
'm-mwo apa kau bilang ? traktir makan ? Apa kau pikir aku punya uang untuk mentraktirmu ?Ini terdengar seperi pemerasan,'' ujarku kesal
''Itu urusanmu punya uang atau itdak . Kau yang memecahkan jendelaku,'', " Dan kalau kau ingat juga dengan jendela –jendela lain yang kau rusak ". Dia menatapku sesaat.''Baikklah , karena ini kesalahanku akan kutraktir tapi ingat jangan mahal-mahal . Awas saja kau,''
'' Kau orang yang mudah rupanya ,'' aku tak mengerti maksudnya
''Kau langsung menerima tawaranku karena kesalahanmu . Kupikir kau akan bersikeras menolak permintaanku,''
''Jika itu kesalahanku , aku lebih senang meminta maaf dan bertanggung jawab daripada mengelaknya''
Aku membalikan badanku meninggalkannya tapi kakiku perih sekali .''Awh,''aku belum mengolesi alkohol .
''Kau terluka ? Kakimu berdarah,'' ia melirikku . Tatapan matanya tersirat kekawatiran.''aku menatapnya sesaat ''Bukan urusanmu,''jawabku seadanya . Apa aku harus mengtakannya jika karena memecahkan jendela kamarnya kakikku jadi seperti ini.''Tunggu sebentar biar kuoles lukamu dengan alkohol,'' ia menarik lenganku. Aku mencoba melepasnya tapi cengkramannya semakin kuat,''Sudah kubilang bukan urusanmu,''
''Tidak ada penolakan , kakimu bisa infeksi jika tidak segera diobati,''Aku terpaksa menurutinya . Ia menuangkan alkohol diatas kapasnya kemudia mengobati lukaku . Dengan telaten tangannya membalut kakiku dengan perban . Dia tampan juga .''Namamu siapa ?''
''Wu yi fan tapi kau bisa memanggilku Kris,'' ujarya tersenyum padaku.
''Terimaksih telah mengobati lukaku,''aku membungkukan badan dan meninggalkannya
Semenjak itu aku berteman dengan Kris . Aku mulai akrab dengannya . Dia bukan laki-laki yang menyebalkan lagi dimataku . dan soal traktir , ia hanya 3 kali menggunakan jath traktiran aku masih bisa menggunakan uang sakuku saja , aku sudah dari hari itu kami sering bermain bersama dan dia sering mengantarkanku ke sekolah.
.
.
.
Kami sedang duduk didepan taman sekarang . kris sedari tadi hanya menghela napas dan menatapku . Aku meliriknya kesal.
'' Kau bisa mengatakannya apapun yang ingin kau katakan pada ku Kris . Jangan memendamnya,'' Aku mengusap punggungnya
''Luhan apa kita masih akan mempunyai hubungan baik setelah ini ?''
"Kau bicara yang tidak-tidak , kau bicara apa sih ?''
''Aku akan pindah ke America ,'' ia mengucapkan itu dengan lantang '' Aku terkejut
'' Kau bercanda kan ? hahhaha ? bercandaanmu itu tidak lucu Kris'' Aku berusaha meyakinkan diriku dengan seggelintir kalimat entah itu peryataan atau pertanyaan yang baru saja ku lontarkan
''Aku Serius " . Aku melihat wajahnya , matanya menatapku . Aku tau ia tidak bercanda.
''Kenapa ? Kenapa kau harus ke Amerika ? Bukankah kau menyukai Beijing ?''
''Ayahku akan memindahkan perusahaannya ke Amerika . Aku terpaksa harus ikut,''
Aku berdiri menjauhi Kris , aku berdiri membelakanginya , aku menangis. '' Lalu aku bagaimana sekarang ? Kau akan meninggalkanku , Kau satu-satunya teman yang aku punya untuk diajak bermain.''
''Aku minta maaf Luhan , tapi aku janji akan kembali menemuimu setelah ini,''ia berdiri dan menghapus air mataku . ''Aku menyukaimu Luhan , tunggulah beberapa tahun lagi .''dia menggenggam tanganku
Aku menatapnya dengan mata berair . Sedikit ragu tapi aku mengganggukan kepalaku sesaat . ''Aku juga menyukaimu,'' dan kami berpelukan .
2 minggu kemudian Kris benar – benar pindah ke Amerika . Dia tak pernah menghubungiku sama kehilangan kontak dengannya .
.
.
.
''Melamun disiang hari bukan pilihan yang bagus nona ,'' ujar Kris padaku .'' Anieyo,aku tidak melamun''sanggahku cepat. Dia memberiku es krim rasa vanila . es krim dengan rasa yang sama dan sejuta kenangan bagiku . Aku dan Kris sering makan es krim sepulang sekolah di taman . '' Aku jadi bernostalgia tentang es krim,'' ujarku terus terang
'' Sudah lama ya , tidak seperti ini ,''
''Yah begitulah,'' ujarku seadanya .
"Luhan " Ujar Kris
'' Iya ?''
"Luhan kau tahu ? Sejujurnya aku tidak menyangka bahwa pertemuan kita berakhir di kantor seperti ini , aku malah lebih berharap kita bertemu di taman , cafe , atau mungkin tempat kita dulu ''
'' Yah begitulah dunia , semua seperti sudah di kotak-kotakan , kita tidak dapat menghindari takdir . Jika waktunya bertemu pasti kita bertemu "
" Tapi kau tahu ? Aku malah lebih suka kita bertemu di kantor seperti ini ."
'' Kenapa ?''
'' Karena setelah melihat posisimu sebagai CEO kecil kemungkinan kita untuk bertemu diluar , aku sangat senang kita dapat bertemu kembali dan juga aku sulit mempercayainya " Aku berbicara menahan tangis , Oh ayolah xi Luhan kenapa matamu berair ?
"OH "
TBC
Hi guys aku kembali dengan ff ku ini ! nih udah mulai tercium orang ke tiga ya , kira2 ada orang ke empat dan selanjutnya ga ya ?
Please review after you reading it
Thanks
