.
.
.
Kingka or Queenka ?
.
.
.
Chapter 4
.
.
Jungkook melangkahkan kakinya dengan angkuh melewati enam orang pria yang masih terpaku melihat kedatangannya, senyum kemenangan terpantri dengan indah dibibirnya saat melihat Taehyung yang terpesona melihatnya.
Jungkook yang masih merasa senang melihat ekspresi dari ke-enam orang itu tidak menyadari bahwa tali sepatunya terlepas dan tanpa sengaja menginjaknya membuat tubuhnya hampir terjatuh.
Hampir… karna sebelum tubuh Jungkook menyentuh lantai ada banyak tangan yang memegang dan menahannya agar tidak terjatuh.
Jantung Jungkook berdetak sangat kencang saat melihat ke-enam orang tadi lah yang menahan tubuhnya.
"kau tidak apa-apa ?" ucapan khawatir serempak keluar dari mulut mereka yang masih memegang tubuh Jungkook.
"Aku tidak apa-apa, terima kasih" Jungkook menundukkan kepalanya merasa malu karna kecerobohannya, Jungkook menepis tangan ke-enam orang tersebut dan segera berlari menuju kelasnya dengan wajah yang memerah.
.
.
.
"aku menyukainya " perkataan yang keluar dari mulut Yoongi memecahkan keheningan yang terjadi diruangan pribadi mereka. Mendengar perkataan Yoongi sontak membuat ke-lima sahabatnya menatapnya terkejut.
"dan aku ingin dia menjadi milik ku" ucapan penuh penekanan dan kepemilikikan kembali terlontar dari mulut Seorang Min Yoongi.
"Aku juga menyukainya" mata Yoongi melirik tajam ke arah sosok yang berbicara tadi.
"Jimin kau menyukainya?"
"Tentu saja, jantung ku berdetak kencang saat melihatnya" Jimin menyentuh dadanya sambil tersenyum saat jantungnya kembali berdetak karna memikirkan seorang Jeon Jungkook.
"kurasa aku Juga menyukainya"
"MWO?!" teriakkan penuh keterkejutan menggema diruangan itu, mereka sontak menatap sosok yang baru saja berbicara
"jin hyung kau masih waras kan? Bagaimana mungkin kau menyukainya?" pertanyaan penuh keterkejutan keluar dari Hoseok saat mendengar salah satu hyung menyukai adiknya juga.
"aku tidak tahu Hoseok, tiba-tiba jantung ku berdetak kencang sama seperti saat pertama kali aku melihat Namjoon" Hoseok menatap tidak percaya ke arah Seokjin, matanya melirik ke arah Namjoon yang masih terdiam.
Kenapa jadi seperti ini batin Hoseok gelisah, dirinya kan hanya ingin menjebak Taehyung tapi kenapa semua sahabatnya juga ikut terjebak
"Jujur, aku juga menyukainya" kali ini rahang bawah Hoseok seperti ingin terjatuh begitu mendengar ucapan Namjoon
"Maaf seokjin, sepertinya aku sudah normal karna menyukai Jeon Jungkook" Namjoon memegang kedua tangan seokjin dan menatap seokjin dalam.
"aku juga merasa seperti itu Namjoon, aku merasa diriku kembali normal saat melihat Jeon Jungkook" Seokjin menarik tangan Namjoon dan meletakannya tepat di dadanya yang berdebar.
"Pasangan gila!" cibir Yoongi saat melihat kelakuan dua sahabatnya itu.
"Kenapa kalian jadi seperti ini, ingat taruhan kita, hanya Taehyung yang bermain disini" Hoseok berteriak frustasi melihat kelakuan sahabat-sahabatnya.
"Jadi kau pikir aku tidak pantas menyukai Jungkook?" Hoseok menelan ludahnya dengan sulit saat Yoongi menatapnya dengan tajam
"Lagipula kau tidak tertarik dengan Jungkook? Apa kau impoten?" Hoseok hanya mampu mengelus dadanya mendengar hinaan yang keluar dari mulut Yoongi.
"Tentu saja aku juga tertarik tapi perjanjian tetap perjanjian Hyung"
"perjanjian itu tetap berjalan karna bagi ku itu tidak merugikan sama sekali dan sepertinya perjanjian ini akan segera berakhir karna sepertinya Taehyung sudah menyukainya"
"Siapa yang bilang aku menyukainya?" Taehyung menyilangkan kedua kakinya dan melipat lengannya di depan dada.
"Aku tidak tertarik dengannya sama sekali" ucap Taehyung penuh keyakinan
"munafik!" decah Yoongi
"aku punya seratus wanita seperti Jungkook jadi aku tidak tertarik sama sekali dengannya" nada suara Taehyung terdengar sombong membuat mereka mendecah kesal mendengarnya.
"Terserah, aku tidak peduli dengan mu, yang pasti dia harus menjadi milikku" Yoongi beranjak dari sopanya dan pergi meninggalkan ruangan tersebut setelah mengatakan itu. Seolah memasang bendera perang antara dirinya dan Taehyung.
.
.
.
Jungkook melangkahkan kakinya dengan santai di lorong sekolah yang sepi, dirinya baru saja selesai dari toilet dan ingin segera kembali ke kelasnya.
Jungkook menghembuskan napasnya kesal saat melihat tali sepatunya kembali terlepas, tidak ingin kejadian memalukan dirinya terulang kembali, dirinya beranjak ingin mengikat tali sepatunya sebelum sepasang tangan mendahuluinya mengikat tali sepatu miliknya.
"kau bisa terjatuh lagi, jika tidak mengikatnya" ucap sosok berambut hitam legam yang sedang menaruh sebelah lututnya dilantai dan mengikat tali sepatu.
"Ah kau tidak perlu melakukan itu" Jungkook menarik kakinya merasa tidak nyaman akan perlakuan orang tersebut.
"manusia tidak akan beruntung untuk yang kedua kali, jadi kau harus berhati-hati sekarang" sosok itu memberikan senyum mematikannya ke arah Jungkook yang hanya memandangnya datar.
"kalau begitu terima kasih sudah menolong ku"
"Min Yoongi, nama ku Min Yoongi" sosok itu menjulurkan tangannya ke hadapan Jungkook menunggu Jungkook menyambut uluran tangannya.
"Jeon Jungkook" Jungkook menyambut uluran tangan Yoongi dan berniat melepaskan tangannya dengan segera sebelum Yoongi menarik tangannya membuat tubuh Jungkook menempel dengan tubuh Yoongi
"Kau terlalu sempurna untuk Kim Taehyung, bagaimana jika kau dengan ku saja" Yoongi berbisik tepat di telinga Jungkook, membuat wajah Jungkook memerah seketika, bukan karna dirinya merasa malu atau apapun itu, dirinya lebih merasa seperti di lecehkan oleh Min Yoongi.
Biar bagaimana pun dirinya itu laki-laki, tidak peduli apa yang dilakukan oleh sosok didepannya ini bagi Jungkook ini adalah sebuah pelecehan bagi seorang laki-laki sepertinya.
"kau pikir kau cukup baik untuk ku ? kau bahkan lebih tidak pantas bersama ku Min Yoongi walau seujung kuku pun"
"Akh" dan Jungkook kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Yoongi yang sedang meringis kesakitan akibat tendangnya.
.
.
.
t.b.c
aku curhat dikit ya, sebenernya aku lagi banyak masalah yang dateng terus menerus akhir-akhir ini dan itu bikin ngedrop banget karna aku orangnya labil jadi begitu, terus hp ku juga rusak makin galau aja aku tuh selama seminggu ini, untung aku punya teman yang baik yang dengan senang hatinya kasih aku kaset yang isinya Donghae semua jadilah aku bangkit kembali dari kubur ku wkwkwk, pokoknya kalo aku lagi hiatus kasih sesuatu tentang abang donghae aja nanti aku cepet bangkit ko heheh.
