Crazy Party
[Chapter 4]
.
Author : ELafi Mumble
Cast : Luhan, Sehun (HunHan)
Minor cast : Baekhyun.
Genre : Romance, drama, family, hurt, YAOI
Warning: YAOI, OOC, jalan cerita aneh, alur kecepetan, BL, BOY X BOY, typo pada pose(?).
Rate : T (balik lagi :D)
Chaptered
.
.
.
Note :
Cast milik Tuhan YME, keluarganya, SM Ent. This is my story, dari hasil pemikiran saya sendiri, jadi JANGAN COPAS atau PLAGIAT juga NO BASH apa lagi FLAME. Hargai karya orang lain! GA SUKA YAOI MOHON KELUAR SAJA DARI FF SAYA! Mohon reviewnya, karna kritik dan saran diperlukan. Sider? Go out now! Because I HATE SIDERS! Maaf jika terdapat typo, karna saya juga manusia yang punya kekurangan.
.
.
.
.
~ Selamat Membaca ~
.
.
.
Chap 4 ─ Preview
. BRAKKKK
.
.
Baekhyun hanya mematung di tempat. Tangan cantiknya bergerak menelusuri wajahnya dan menutupnya.
Luhan yang dari tadi hanya bisa diam juga, kini menatap Baekhyun dengan tatapan sangat sulit di artikan. Ia kemudian menjambak rambut depan Baekhyun untuk melihat wajahnya.
Baekhyun yang kesakitan rambutnya di jambak pun mendongak. Keduanya saling melotot. Tangan Luhan yang sekarang menangkup pun ia angkat. Wajahnya kini telah sulit di artikan saat ia menatap Baekhyun di depannya.
"KAU!─
.
.
.
.
.
.
.
.
"BYUN BEBEK! AHUWWWW! WHAT'S UP MAN?!" Luhan berteriak dengan semangatnya dan tangan yang menangkup tadi telah ber'tos' ria dengan angin.
.
.
Kriiiikkk, Kriiiik
.
.
Baekhyun hanya mendongak malas menatap Luhan. tatapannya melas seakan ia kehilangan semangat hidupnya. Luhan yang tadinya nyengir lebar ples gigi pun menelan cengirannya dan mnampakkan wajah ibanya.
Kemudian Luhan duduk di samping Baekhyun, "Sepertinya aku salah intonasi dan perkataan. Oke, akan aku ulangi." Luhan berdeham.
"Hei Baekhyun, whats up man?" Ulang Luhan dengan nada lembut sedikit merajuk(?).
Baekhyun tetap saja menatap Luhan dengan malas. Ia kemudian membuka mulutnya.
"Hooaaammmhh." Ternyata Baekhyun cuma nguap.
Luhan melirik sadis ke arah Baekhyun. "Aku pikir kamu mau ngomong sesuatu. Ternyata Cuma nguap gitu?"
Baekhyun nyengir dengan lemah. "Ini bukan moodku untuk humor, Luhan. aku baru saja bertengkar dengan adikku, tapi kau malah gembira seperti ini?"
"Oh, kau benar. Maafkan aku." Luhan meraih bahu Baekhyun dan mengusapnya.
.
.
KRIIIIINNGGGG
.
.
Smartphone Luhan berbunyi, ia mengambil smarthphonenya di saku celana. 'Jongin calling' Luhan mengendikkan bahunya dan berdiri sedikit menjauh dari Baekhyun,lalu ia mengangkat teleponnya. "Yoboyeso?"
'Hyung kau dimana?' Suara di seberang sana ─Kai─
"Aku berada di rumah Baekhyun, wae?"
'Kau mau pulang tidak? Ayo pulaanngg~'
"Iya, iya. Aku akan kesana, tunggu sebentar."
.
CLIK
.
Luhan menutup sambungannya dengan Kai. Ia menoleh ke Baekhyun yang sedang menatapnya. "Sepertinya aku harus pulang. Aku pulang dulu ya. Jika kau merasa kesepian, telepon aku. Annyeong." Luhan melambai lalu berjalan menuju pintu dan menutupnya.
Baekhyun hanya mengangguk melihat Luhan yang berpamitan tadi. Kini ia mengangkat kakinya ke atas sofa, menenggelamkan wajahnya di antara lututnya. Ia kembali menangis, 'Maafkan aku Sehunnie.' Kata itu selalu ia ucapkan selagi ia menangis.
.
.
.
3 days later
.
.
.
KRIIIINGGGGG. . .
Sebuah tangan putih sedikit pucat terangkat dari dalam selimut untuk meraih benda berbunyi tersebut yang telah membangunkannya dari mimpi yang indah. Tangan tersebut memencet tombol off pada atas benda tersebut, kemudian tangan itu menarik diri lalu menarik selimut yang menutupi sang empu tangan.
Matanya mengerjap, bibirnya bergerak ke kanan dan kekiri sambil menguap kecil. Tangan panjangnya terulur untuk mengusap wajahnya yang sedikit sembab. Punggungnya yang landai ia tegakkan dan kakinya panjangnya yang tak bermata mencari slippernya yang entah dimana,
Langkahnya gontai menuju ke kamar mandi. Kemudian menarik tuas shower menyalakannya.
"Huwaa. Airnya dingin." Ia menjerit. "Ck. Aku lupa memencet pemanas air." Katanya kembali sedikit dengan nada datar.
.
Uap mengepul saat pintu kamar mandi tersebut dibuka. Menampakkan seorang namja manis nan tampan yang sudah terbalut dengan seragam sekolahnya. Maniknya kemudian menatap tas ranselnya yang tergantung indah di meja belajar.
Kaki panjangnya berayun menuju ke arah anak tangga. Maniknya yang berbentuk setengah bulan itu menatap kakak laki-lakinya yang terbaring lemah di sofa depan televisi. Matanya sakit menatap hyungnya yang mungil dan rapuh itu. Namun apa daya, hatinya yang sakit atas kebohongannya pun harus berkata lain. Kemudian ia mulai pergi ke sekolah tanpa sarapan, tanpa minum, tanpa, salam dari hyungnya.
.
.
Baekhyun bangun dari tidurnya. Maniknya mengerjap-ngerjapkan dengan keras memfokuskan bayangan jam dinding di samping kanan atas televisi. Kaki mungilnya beranjak menuju tangga. Tangan lembut nan lentiknya mengetuk dengan lemah pintu kayu yang berada di depannya.
"Sehunnie, Ireona."
"…" Tak ada jawaban.
"Sehunnie, ireona. Ya, kau akan terlambat ke sekolah eoh." Kata Baekhyun sambil mengucek matanya.
"…." Tetap tak ada jawaban.
Kemudian ia memutuskan untuk membuka pintu tersebut.
.
.CLEK
.
.
"Se─ mwo? Dimana dia?" matanya membelalak menatap sebuah tempat tidur yang tak di huni empunya.
Kemudian ia berjalan menuju kamar mandi. Membuka pintunya.
.
CLEK
.
Kosong. Kemana dia? Oh mungkin sudah berangkat ke sekolah. Pikirnya. Kemudian ia berjalan ke luar kamar, menuju ke dapur.
.
.
PLETAKK
.
Sehun menoleh, mengambil sebuah benda berbentuk tabung mini seperti jari kelingking berwarna putih yang tadinya benda tersebut untuk melemparinya.
"Sehun-ssi, bisakah kau sedikit fokus? Ujian kelulusan tinggal 2 minggu lagi." Ucap seonsaegnim Sehun yang berada didepan papan tulis.
Sehun mengangguk. "Mianhaeyo seonsaengnim." Kemudian ia menundukkan kepala dan lehernya tanda meminta maaf.
Seonsaengnim tersebut kembali menuliskan angka-angka rumit di papan tulis. Kini Sehun terpaksa harus mendengarkannya yang sebenarnya tidak masuk ke otak sedikit pun.
Ia mendengus. Sedari tadi ia melamun karena memikirkan hyungnya yang mungkin sekarang masih di rumah. Ia berangkat sekolah tanpa menyapa hyungnya itu rasanya seperti mengganjal ada yang kurang. Apalagi melihat kondisi hyungnya tadi pagi yang terkapar di sofa depan televisi. Keadaan Baekhyun sedikit berbeda setelah terjadi perang dingin sebelah tangan(?) lho? Kenapa sebelah? Karena Baekhyun tidak marah dengan Sehun.
.
.
.
"Baekhyunie, kau jangan bersedih terus eoh. Lebih baik cepat katakan pada adikmu kenapa selama ini kau berbuat seperti ini." Ucap seorang namja
Baekhyun menoleh ke arah namja tersebut "Luhan hyung, sepertinya akan sama saja eoh. Jika dia marah, dia susah di lunakkan. Aku pernah menghadapinya waktu ia marah, dan itu memakan waktu seminggu hyung."
"Tapi ini sudah 3 hari. Apa kau tak bisa membujuknya?"
Baekhyun menggeleng. "Ia selalu susah di temui hyung, ia selalu menghindar denganku."
Luhan ─namja tersebut─ menyesap kaleng cola yang berada di tangannya, dan berpikir. "Mungkin aku bisa bantu kalian."
Baekhyun mengangkat alisnya.
Luhan menelengkan kepalanya ke kiri, "Aku mungkin bisa melunakkan sedikit seorang Sehun."
"Bagagimana? Hey, bukankah kau baru saja kenal tiga hari yang lalu? Memangnya aku dan kau lebih bisa melunakkan siapa eoh?" Baekhyun bersungut-sungut.
Luhan mengendikkan bahunya, "Aku kan baru akan mencoba eoh."
Baekhyun mengangkat sudut bibirnya ke atas, "Coba saja."
"Nah, dan saat aku telah melunakkan Sehun, dengan cepat kau harus menjelaskan padanya."
.
KRRINNNGGGG
.
Baekhyun merogoh sakunya meraih sebuah ponsel miliknya. 'Chanyeol Calling' ia mendengus.
"Hyung, sepertinya aku harus pergi. Chanyeol sudah meneleponku. Aku ada janji dengannya." Kata Baekhyun sambil mengangkat tas kuliahnya. "Annyeong hyung." Sambungnya lagi sambil berjalan menjauh dari Luhan dan mengangkat teleponnya.
Luhan hanya mendengus menatap punggung Baekhyun. "Ah sudahlah, sepertinya aku juga harus pulang. Huaahh."
Luhan mengambil tasnya yang berada di sampingnya dan berdiri. Maniknya menemukan sebuah tempat sampah, kemudian tangannya melempar kaleng colanya tadi yang sudah habis. Kemudian ia berjalan menuju parkiran.
.
.
Sehun kini berjalan lesu menuju ke halte depan sekolahnya. Rambutnya acak-acakan karena ia usap terus dari tadi. Baru 5 langkah dari gerbang sekolahnnya, tiba-tiba sebuah suara menginterupsinya.
.
.
TIIIIINNN TIIIIINNN
.
.
Suara klakson mobil tersebut terus berbunyi hingga mobil itu sejajar dengan Sehun.
"Oh, Sehun! Kau bersekolah disini eoh?" Tanya sang empu mobil yang kini menjalankan mobilnya seiring dengan langkah kaki Sehun.
Sehun dengan malas menengok ke sumber suara karena mobil yang di kendarai namja tersebut tak beratap (atapnya sedang dibuka gitu loh) . "Ne, ada apa Luhan hyung?"
"Ahh, tidak ada apa-apa sebenarnya. Kebetulan sekali bertemu denganmu." Luhan tersenyum kecil.
Sehun menghentikan langkahnya, yang membuat Luhan juga menghentikan laju mobilnya. "Memangnya kau mau kemana hyung?"
'GLEK' Luhan menelan ludahnya. Maniknya menyapu daerah sekitarnya. 'gotcha' maniknya telah menemukan sesuatu di depannya. "Aku akan ke toko buku itu. Kau mau ikut? Nanti sekalian aku antarkan kau pulang."
Sehun menggeleng lemah, "Ani, aku tak mau merepotkan hyung."
"Oh, ayolah, aku butuh teman." Luhan menaruh sikunya ke setir mobil.
Sehun mengendikkan bahunya, lalu membuka pintu samping kanan mobil Luhan. "Ayo, hyung."
Luhan tersenyum. "Okeee," namun dalam hati ia berteriak 'YES, akhirnya'
Mobil Luhan kemudian melaju menuju ke toko buku tersebut. Karena jaraknya tak terlalu jauh dari sekolah Sehun, kini mereka telah sampai di toko tersebut.
"Kau mau mencari buku apa?" Tanya Sehun yang kini telah keluar dari mobil.
Luhan mengendikkan bahunya. "Entahlah, lihat dulu di dalam ada buku apa."
Kemudian mereka memasuki toko buku tersebut dan memencar. Luhan pergi kearah rak yang berisi novel fantasi dan Sehun pergi ke dunia komik.
Sebenarnya Sehun malas pergi ke toko buku hari ini. Karena itu ia berjalan menuju rak komik. Ia mencari sebuah komik yang mungkin bisa ia baca.
Menit-menit telah berlalu, Sehun mulai cekikikan membaca komiknya, namun sebuah suara lembut memanggil namanya, "Sehun?"
Sehun mendongak menatap orang yang memanggilnya. "Ne?" ia menelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri untuk melihat orang tersebut karena orang itu tertutupi tumpukan buku yang ia bawa. Tiba-tiba Sehun tersedak. "Ohok, ya hyung, kau membeli buku sebanyak itu?"
Namja yang di panggil hyung oleh Sehun ─yang ternyata adalah Luhan─ tersebut memalingkan wajahnya ke kiri. "Kenapa?"
"Itu kan banyak sekali hyung, apa kau bisa membayarnya?"
Luhan menunjuk tulisan di depan rak buku dengan dagunya, "Mumpung diskon." Katanya sambil menyeringai.
Sehun menatap Luhan dengan wajah datarnya, "Dasar emak-emak."
Luhan melototkan matanya. "Apa kau bilang?" Tak sengaja tumpukan buku yang sedari tadi ia bawa ia jatuhkan tepat di atas Sehun.
.
.
.
.
BRUUUUUUKK BRAAAKKKKK
.
.
.
.
Sehun merasakan kepalanya sedikit pening karena kejatuhan setumpuk buku dari Luhan. refleks, ia memegangi jidatnya. "Yak, hyung, appo. Sakit eoh."
Luhan mendelik kaget. "Jinjayo? Ahh, mianhae Sehun-ah." Kemudian ia berjongkok mengambil buku-buku yang tadi ia jatuhkan.
Sehun hanya mendengus. Ia berdiri, "Hyung, sepertinya kepalaku benar-benar pening. Bisakah kita cepat pulang sekarang?"
Luhan hanya mengangguk dan berdiri setelah semua bukunya berada di tangannya lagi. Kemudian ia berjalan menuju kasir. Ia menatap Sehun yang sudah berada di luar toko, 'apa aku membuatnya marah?' Tanya Luhan dalam hati.
Memang, semenjak Baekhyun membuat Sehun marah pada malam itu, Sehun menjadi sedikit sensitif mungkin? Luhan hanya mengendikkan bahunya.
Ia berjalan keluar toko setelah menenteng bawaannya. Ia kemudian menatap Sehun atas bawah. "Apa kau marah padaku?"
Sehun menggeleng.
"Apa kau masih pusing?"
Sehun menggeleng eps. 2
Luhan mendengus. "Kau mau bubble tea? Aku akan traktir."
Sehun memandang Luhan, kemudian mengangguk.
.
.
.
"Kau mau apa?"
"Aku rasa coklat."
Luhan terdiam."Hyung?" panggil Sehun.
"a-ahh- nn-e, aku taro." Luhan tersenyum garing.
Setelah memesan mereka berjalan menuju bangku yang berada di depannya. "Sehun-ah, bolehkah aku bertanya?"
Sehun memandang Luhan, "Apa?"
'ck. Irit banget ngomongnya.' Batin Luhan. "Kenapa kau marah dengan Baekhyun? Ehm, kalau aku boleh tau saja."
Tatapan Sehun pada Luhan pun kini meredup, "Kau tak harus menjawabnya jika ini privasimu."
Sehun hanya mengangguk. Dan dua cup bubble tea pun datang.
"Sampai kapan kalian akan perang dingin? Baekhyun sudah setres." Tanya Luhan sambil menyedot bubble tea-nya.
Sehun hanya mengendikkan bahunya, "Entah."
"Kenapa kau sepertinya marah sekali pada Baekhyun? Apa masalah kalian?"
Sehun melirik ke arah Luhan, "Harus ku jawab kah?"
"Terserah." Jawab Luhan singkat.
Sehun hanya terdiam dan sesekali menyedot bubble teanya. Luhan menatap Sehun dengan tatapan yang sulit di artikan. Kemudian ia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kuat. 'Tidak' batinnya.
Sehun hanya menatap Luhan. merasa sedikit aneh pada tingkahnya yang tadi menggeleng-gelengkan kepalanya.
Luhan mengerjapkan matanya. 'Sepertinya Sehun tak akan menjawabku' ia tersenyum miris.
"Apa kau pernah mendengar alasan Baekhyun?" Tanya Luhan.
Sehun menggeleng.
"Lebih baik kau tanyakan dulu, seorang saudara tidak baik bertengkar lebih dari 3 hari ini."
"Akan ku coba." Jawab Sehun singkat.
Luhan tersenyum.
.
.
.
"Sudah sampai." Sehun membuka pintu mobil dan berjalan keluar.
"Kau mau mampir?" tawar Sehun.
"Mungkin sebentar bisa." Kemudian Luhan mengikuti Sehun yang berjalan ke arah rumahnya.
Sehun hendak memencet belnya, namun ia urungkan. Ia ingat kejadian lalu. Sedangkan seorang Luhan telah menahan tawanya agar tidak meledak.
Sehun hanya melirik tajam Luhan.
Namun sebuah suara melengking terdengar dari dalam rumah "SEHUNNIIIIIIEEEEEEEEEEEEEEE!"
.
.
.
.
.
.
.
Ti Bi Si
.
.
A/N :
Annyeong ridersss /r: anda siapa?
Bagaimana chap ini? Aneh? atau ngebosenin yah? Aduuhh, mianhae saya sedikit hilang feel. :/
Apa lagi ini chapnya pendek kan? Ya karena di atas tadi, apa lagi ini saya ngerasa alurnya kecepetan :( mianhae.
Apa lagi ini updatenya lama ya? Huweee :'( kalian nungguin ga? /gak
Mianhae saya telat apdet dan blablablabla, karena akhir" ini saya galau -,- karena sekolah saya loh /curhat lo? u,u sekali lagi, mianhae, jengmal mianhae, saya tau kok kalau ff yg apdet lama itu bisa ngilangin feel baca seorang readers. Aduhhh, maaf ya, maaf /bungkuk-bungkukin badan mpe pala kejedot meja d depan.
Haduh, kalau saya besok agak lama apdet maafkan saya lagi, karena besok bakal sibuk karna saya mencari sekolah baru u,u dan besok sabtu adalah hasil kerja keras saya u,u doakan semoga nilai saya bagus ya ridersku tertjintah /riders pada muntah
mohon review ya^^ karena review itu nyemangatin saya, dan kalian semua, eonni, oppa, saeng, chingu dan siders /ngelirik tajem se tajem cutter. Terimakasih yang mau ripiuu^^ karena kalian begitu berharga~ XD
Sekian bacotan saya, nanti kalau panjang-panjang kalian mules kan ga enak -,-
oh ya, dan ini balasan ripiu yang sudah saya janjikan kemarin^^
.
.
.
[LuluHD] ahehehehe, iya tuh Luhan ga sopan -,- iya ini udah di lanjut. Kelamaan ga? Mianhae. Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[Odult Maniac] Ini udah lanjut :D Aduuhh, iya bukan yaa? xD kekeke, udah tau kan sekarang :D heem Baek nakal ya menodai mata Thehun -,- /jewer Baek/ xD Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[Fosbaekliner] Kaga balapan neng, nyari mati -,- anak orang d bawa ajah mobilnya 90km/jam -,- Lu udah ngerti kana ma cerita ane selanjutnya ini u,u Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[sstyle313] iya, dia orang baik kok. Kalo ngga tuh Sehun udah di masukin Luhan ke karung u,u heem, kasian tuh Sehun :3 nanti bakal terungkap kok siapa yang paling pervert :D Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[yongin] ehehehe, emang crazy partynya itu ya itu xD hehehehe, lah ini pikiran saya yang entah muncul kpn x Diya, itu sebenernya ga ketabrak, soalnya klo ketabrak kan udah manstream^^ Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[ayuputeri] terimakasiiihh~ :D hoooo, iya nih Sehun ngambek karna Baek u,u /tusuk idung baek. Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[candra] saya kira ngga lucu :D makasih :D iya, dia marah :D iya, nanti mereka juga akan keluar kok^^ Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[byunbaekkie] iya, gapapa kok^^ kisah lulu nanti akan kebuka di chap berikutnya /entahkapan tp pasti muncul kok kenapa dia blushing mulu :D heem memang sehun disini saya buat sedikit beda, tp chap ini aku nunjukin sedikit sehun yang seperti itu, kerasa blom? /blom :D engga kok, tuh di atas udah aku ungkap :D saya eonnie u,u apakah saya manly /kibasponi. Mian sedikit lama^^ /sedikit? Hehehe Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[HyunRa] yaa, begitu :D aduuhhh, neba lagi dong :D aku suka sama review yang nebak-nebak, kan nnti bisa buat inspirasi^^ kekekeke, itu spontan aja, biar pada kepo :D Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[SaYYou] sudah terjawab kaaaann? :D mau tau Luhan kenapa blushing terus? Tunggu saja kelanjutannya /smirk. Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[leedongsun3] iya, pestanya emang jahanam bgt -,- wkwkwkwk. Iya, nanti Hunhan bakal masuk kok. Kekekeke :D iya ini udah apdet. Mian lama :D Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[Nadera] iya ini udah saya lanjoot xD kekeke. Saya semangat sekarang! Yuhuuuu~ Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[kim heeki] luhan kan nakallll~ x Diya, sehun kan sedih karna hyungnya seperti 'itu' :D lain kali saya buat service buat sehun dari luhan, mau saran? Apa yang bagus? Langsung megang 'anu' atauu? Apa? xD Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[Novey] iya noh gara hyungnya yang 'apalah' itu. Huuhh. Luhan atau sehun yang harus hati"? luhat saja nantii. Kekekeke, /smirk. Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[Mrs leehyukjae] hubungannya, tuh /tunjukatas. Mereka sahabat x Diya, ini di lanjut^^. Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[XiaoLuhan] temenan kok, biar ga mainstream aja di buat kaya musuhan. Kekeke :D waiyaa, ini kan hunhan world x Diya, ini dilanjut kok^^. Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[peaowlr] /tersipong. Aduh makasiiih xD keknya biasa deh u,u ah, iya. Emang, tapi saya kemarin baru /sok sibuk u,u mianhae :D yahhh, chap ini turun rate xD tp nnti lama" naik kok :D ahh, saya kalo menulis begini ._. suka kelewatan, dan jika nulis mesti saya nambahi komedi walaupun harusnya serius u,u HunHan jaya always! :D iyaaa~sehun pasti sayang saya /digebukin Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[preciouselu] engga kok, mereka temenan kan? :D malah sahabatan :D nanti lama-lama tau kok :D iya, Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[EXOTICARMYsasha] nanti bakal terungkap kok kenapa sehun marah :D setelah chap ini alasan sehun marah terungkap^^ Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[sefuckinhun] iyakah? Terimakasih /lempar buket bunga Sehun. :D ini udah saya lanjut^^ Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[KimberllyXiaouLu] heem, suho tuh yaa /jewersuho. Wkwkwkkwk, kalo ketabrak kan udah mainstream, jadi saya buat yang baru, yah, sedikit alay gapapa kan hun? /liriksehun /s:thor, lo jahat banget buat gue jd alay -,-/ hub. Mereka baik kok. Kekeke~ kepo deuuhh, /towel pipi yg ripiu ini/ heem, mereka kakak adik u,u iya, makasih mau menunggu, dan Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[hanakumkum] ini sudah saya lanjut^^ /tebarkoloruhan Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[syafazyhyun suzyyeoja] heem, tbcnya nakal tuh, /cubit tbc. Iya, ini saya lanjut ^^ Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
[wonkyuhae] ini sudah sayaaa lanjuuuuuuuuuutttttttttt /katanya semangat kan? xD kekekeke Terimakasih udah review. Review lagi ya~ ^^
.
.
.
Ada yang tertinggal? Mianhae, jeongmal mianhae. Rewiew lagi yaa? need more review yang membangkitkan feel saya u,u . Annyeong~ /lambailambai
