Chapter 4
Disclaimer: I am not own … fairy tail or the song
Sorry for long update …
Vermillion corporation ,
Para anggota Fairy boys berkumpul di salah satu ruangan rapat, menunggu produser mereka Gilrdats Clive. Eric dan Jenny sedang membicarakan kencan mereka selanjutnya. Jun,Liam,dan Levy sedang membicarakan kota – kota yang akan mereka datangi untuk konser. Luke sendiri sedang menelepon Lexie.
"Lama menunggu anak – anak? " kata Gildarts yang baru saja memasuki ruangan . "Tidak juga Gildarts – san "balas Jenny tersenyum.
"Baik kita mulai rapatnya. Sepertinya yang kita semua tahu, kita butuh orang untuk berduet dengan Luke. Dari perusahaan sudah siapkan audisinya "jelas Gildarts. "Gildarts san kami sudah menemukan calon yang cocok ,"kata Luke sambil mengangkat tangan.
"Clive-san kami semua sudah setuju"kata Eric.
"Tapi kita perlu mengadakan audisi agar tidak terjadi gossip"jelas Gildarts.
"Bagaimana cara audisinya?" tanya Liam.
"Dari juri memilih sepuluh kandidat kemudian kalian akan memilih tiga dan diantara tiga tersebut luke yang akan memilih sendiri" jelas Gildarts.
"Bagaimana jika kami ingin merekomendasikan seseorang ?" tanya Levi.
"Itu boleh saja. Tapi tetap harus mengikuti test "jawab Gildarts.
"Kita perlu mengeluarkan satu lagu baru,selama jeda mencari patner duet " kata Jenny.
"Aku punya satu lagu baru"jawab Luke.
"Begitu juga dengan Jun"sambung Jun.
"Keluarkan partiturnya"kata Gildarts
Jun menyerahkan partitur musiknya pada Gildarts, Luke juga melakukan hal yang sama.
"Milik Jun adalah I won't give up dan Milik Luke payphone" kata Gildarts yang menyerahkan partitur music jun pada Luke.
"Ini menarik Jun, temponya lumayan."kata Luke.
"Terima kasih Luke"balas Jun.
"Bagaimana Eric,Liam,Levi?" tanya Luke.
"Aku ini lagu pertama Jun" kata Levi.
"benar biasanya yang menyumbang lagu Eric dan Luke, jika yang lain tahu Jun juga menciptakan lagu akan jadi promosi yang bagus"Kata Liam.
Eric mengangguk setuju.
"Bagaimana kalau kita mainkan ini di bar milik Mirajane?"Usul Jenny.
"Itu akan menjadi tempat yang bagus dan memberitahukan soal pencarian patnerku"jawab Luke.
"Bagus rapat dibubarkan" kata Gildarts yang keluar dari ruangan.
"Jadi kapan?" tanya Jun.
"Malam ini, lagi pula aku ada janji kencan dengan Lexie"kata Luke
Liam menghembuskan nafasnya."Aku akan bilang Mira-nee"kata Liam yang meninggalkan ruangan.
Demon bar,
Malam semakin larut. Luke,Eric,Jun,Liam dan Levi sedang bersiap – siap di stage. Lexie,Natsumi,Gracia,Lulu,Jenny,Gaby dan Lulu duduk di bar.
"Selamat malam semua, kami disini memperkenalkan lagu baru yang diciptakan oleh Jun, tepuk tangannya untuk Jun" sapa Luke membuat yang lain bertepuk tangan. Gildarts yang hadir ikut bertepuk tangan.
"I won't give up"kata Luke .
Jun mulai memetik gitarnya bersama dengan Luke. "When I look into your eyes,It's like watching a night sky or a beautiful sunrise" Luke mulai menyanyi.
Lexie melambaikan tangannya pada Luke, Luke mengedipkan matanya membuat Natsumi dan Lulu cemburu.
Seusai Luke dan yang lain bernyanyi , mereka pun menghampiri Natsumi dan yang lain. "Lagu yang bagus Jun" kata Mirajane.
"Terima kasih"kata Jun sopan.
Luke melingkarkan tangannya di pinggang Lexie. "Kerja yang bagus Luke"puji Lexie yang mencium bibir Luke .
"Jeez kalian berdua cari kamar" teriak Liam yang jengah melihat Luke dan Lexie.
"Ide yang bagus, mau pergi denganku berdua saja ?" tanya Luke membuat wajah Lexie memerah. Lexie mengangguk.
"Pangeran Luke, suaramu begitu merdu"kata Lulu ceria.
"Terima kasih Lulu, "kata Luke yang melangkah keluar bersama Lexie .
