Chapter 3 : MI


Cerita ini punya Krisgi ya Chingu~ No Copast or Plagiat yang diganti nama kecuali dengan izin Krisgi secara langsung. Kalau ada yang repost tanpa izin bantu lapor ya Chingu. Mohon Saling menghargai karya masing-masing. Terima kasih.


Cast:

Park Chanyeol as Park Chanyeol

Byun Baekhyun as Byun Baekhyun

Kim Taeyeon as Byun Taeyeon

And others (Find Yourself)

.

Main Pairing:

Chanbaek

.

Genre: . life.

.

Jika Kalian tidak menyukai Pairing BoyxBoy dimohon untuk tidak membaca Fanfiction ini. Krisgi juga punya karya lain yang bukan BoyxBoy jika tidak keberatan untuk membacanya.

.

Rating:

T


Sinopsis:

"Aku tidak percaya tentang cinta pertama yang tidak akan pernah bersatu. Kau cinta pertamaku dan aku selalu bersyukur bertemu denganmu. Kau adalah music yang datang untuk mengisi bagian dari hidupku. Aku akan memastikannya sendiri bahwa kau juga akan menjadi bagian dari hidupku hingga akhir."

-Park Chanyeol-

"Aku akan menunggu selama apapun itu. Tapi aku harap penantianku padamu tidak lebih lama dari hal yang kutunggu datang bahkan sebelum bertemu denganmu."

-Byun Baekhyun-

"Jika aku memiliki kesempatan, aku ingin menukar hidupku. Aku ingin menggantikannya."

-Byun Taeyeon-


Happy Reading


Suara nyanyian Chanyeol memenuhi ruang musik. Suara berat yang bisa membuat orang jatuh cinta padanya. Diiringi gitar, Chanyeol berlatih dengan giat.

'ceklek'

Seorang namja berwajah manis membuka pintu dan tersenyum melihat Chanyeol yang begitu menghayati aktivitas nya. Perlahan namja itu masuk dan mengendap-endap mendekati Chanyeol. Mendengarkan suara namja yang ia sukai membuat hatinya bahagia. Baekhyun menutup mata menikmati alunan musik.

Tiba-tiba Baekhyun bisa merasakan suara musiknya berhenti. Saat ia hendak membuka tangannya, sebuh tangan mengelus lembut pipinya. Niat untuk membuka mata terganti dengan rasa nyaman sentuhan itu.

"Buka matamu, Baek. Aku suka matamu yang indah itu,"

Perlahan Baekhyun membuka matanya. Di depannya mata Chanyeol sangat dekat dengannya. Hal itu membuat Bekhyun hampir teriak jika bibir Chanyeol tidak membungkam bibirnya. Setelah beberapa saat Chanyeol menjauhkan wajah dengan senyumnya yang sangat tampan.

"Aku suka melihat wajahmu yang memerah itu. Itu sangat menggemaskan,"

Baekhyun segera memegangi pipinya, ya sangat panas. Ia segera memukuli Chanyeol yang membuatnya sangat malu. Chanyeol hanya terkekeh merasakan pukulan Baekhyun yang tak ada tenaganya sama sekali. Baekhyun terlalu menggemaskan untuk tidak digoda.

"JA! Kita lihat apa yang dibawa kekasihku ini?"

Setelah Baekhyun puas memukul Chanyeol, ia mengangkat kotak bekal di sampingnya. Membuka dua kotak bekal itu dengan senyum manis di wajahnya. Nasi, telur gulung, bulgogi, dan salad sayur adalah menu makan siang mereka hari ini.

Sejak mereka berkencan, Baekhyun mulai menemani Chanyeol latihan sambil membawa bekal. Ia tahu Chanyeol makan dengan tidak teratur selama Trainee karena jadwal yang semakin lama semakin padat. Baekhyun selalu memanfaatkan kesempatan selama Chanyeol bisa berangkat sekolah makan bersama seperti ini, hitung-hitung sambil berkencan.

Baekhyun tahu bahwa ia tidak mungkin bisa berkencan diluar dengan Chanyeol, apalagi bocoran perusahaan tentang debutnya Chanyeol mulai menguar. Sebenarnya Chanyeol berulang kali mengajak Baekhyun keluar di waktu senggangnya. Namja itu tidak keberatan untuk tidak merahasiakan hubungan mereka. Kontrak tanda tangan milik Chanyeol ia minta tak ada larangan berpacaran. Karena ancaman kehilangan calon artis berbakat mereka akhirnya perusahaan mengabulkan permintaan Chanyeol.

Walau Baekhyun tahu hal itu, ia tetap meminta Chanyeol merahasiakan hubungan mereka. Dengan alasan Baekhyun tidak ingin disorot. Kenyataan itu membuat Chanyeol merasa bersalah juga karena bisa saja Baekhyun menjadi korban fans nya nanti. Ia menghormati keputusan Baekhyun walaupun kenyataannya Baekhyun tidak ingin menjadi penghambat cita-cita Chanyeol.

Mereka memang merahasiakan hubungan mereka, tetapi mereka tetap bersikap dekat di sekolah. Sebenarnya hal itu membuat murid-murid lain dan bergosip bahwa Chanyeol mendekati Baekhyun karena berkencan dengan Taeyeon. Tentu gossip itu tidak bertahan lama mengingat temperamen Taeyeon yang tidak terima digosipkan dengan namja tiang, katanya.

"Eum…. Aku pasti akan selalu ingin pulang dari bekerja kelak untuk makan masakanmu,"

Chanyeol memamerkan senyum dengan giginya yang rapi. Baekhyun hanya bisa memerah mendengar ungkapan Chanyeol. Hal yang Chanyeol sukai, melihat wajah Baekhyun yang memerah karena menahan malu. Itu membuatnya sangat gemas pada Baekhyun. Tidak ada satu detikpun ia tidak bersyukur bisa menjadi kekasih Baekhyun.

Chanyeol membuka mulutnya member tanda Baekhyun untuk menyuapinya. Walaupun malu, akhirnya Baekhyun menata nasi dan lauk di atas sendoknya dan menyuapi Chanyeol. Dengan wajah yang sangat bahagia, Chanyeol menyantap pemberian Baekhyun.

Mereka merasa bahagia bisa berduaan seperti ini, ya walaupun terkadang Taeyeon menemui mereka disini hanya sekedar menggoda. Sebenarnya Taeyeon hanya ingin melihat senyum kebahagiaan Baekhyun selama bersama Chanyeol.

"Chanyeol, apa kau sangat lelah?" Tanya Baekhyun khawatir.

"Tentu saja, jadi beri aku pelukan,"

Chanyeol segera menarik Baekhyun dan memeluknya sangat erat sampai membuat Baekhyun merasa tulang-tulangnya remuk. Setelah Chanyeol melepasnya, Baekhyun segera memukul Chanyeol pelan.

"Mau bagaimana lagi? Aku harus berlatih lebih giat lagi karena minggu depan aku sudah diberi waktu khusus untuk mempersiapkan kelulusanku. Supaya aku tidak tertinggal terlalu jauh dengan member yang lain,"

Chanyeol menggedikkan bahunya. Chanyeol dan grup nya akan debut setelah Chanyeol lulus dari SMA sebagai Boyband beranggotakan 6 orang. Bukan berarti Chanyeol tidak melanjutkan studinya di universitas, Chanyeol tetap akan kuliah di jurursan music. Karena itu juga membuat citranya baik di mata masyarakat dan bisa sejalur dengan profesinya.

Baekhyun meringkuk mendekati Chanyeol. Memeluk namja tinggi itu berharap ia bisa memberikan kenyamanan dan kelembutan.

"Kau pasti bisa. Kau adalah namja yang hebat,"

Chanyeol membalas perlakuan Baekhyun dengan mengelus lembut surai Baekhyun. Menyalurkan kasih sayangnya pada namja mungil itu.

"Karena itu kau harus terus bersamaku, Baek. Jika kau tak ada aku tak akan memiliki tempat bersandar dan membuatku lelah,"

Chanyeol bisa merasakan Baekhyun yang mengangguk pelan. Setelah beberapa saat, Baekhyun menjauhkan tubuhnya dari Chanyeol. Mereka saling menatap untuk beberapa saat. Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun.

"Baek, berjanjilah. Berjanjilah untuk selalu menungguku sampai aku cukup kuat untuk melindungimu. Sampai aku bisa melindungimu aku ingin kau terus berada disampingku,"

Wajah Chanyeol menunjukkan ekspresi yang tulus menatap Baekhyun. Walaupun ragu, akhirnya Baekhyun mengangguk pelan. Chanyeol kembali menarik Baekhyun ke pelukannya. Tersenyum dan kembali mengelus surai rambut Baekhyun.

"Aku akan menunggumu selama Tuhan mengizinkanku,"


.000.


Hari dimana Chanyeol akan terus berangkat sekolah tiba. Chanyeol mulai diberi waktu untuk konsentrasi pada studinya. Hal ini tak disia-siakan namja itu. Ia serius mendengarkan pelajaran dengan semangat. Walaupun berbeda kelas dengan Baekhyun membuatnya sedikit sedih.

Chanyeol akan belajar dikelas dari pagi sampai siang. Lalu makan siang bersama Baekhyun di tempat mereka biasa. Setelah itu Chanyeol akan belajar lagi di kelasnya. Mereka bertiga akan pulang bersama ke apartemen Baekhyun dan belajar sambil bersantai disana. Selesai makan malam, mereka akan berangkat lagi untuk kelas malam mereka.

Sekarang Chanyeol sedang melepas blazer nya dan meletakkannya diatas sofa Baekhyun. Baekhyun sedang di dapur mengambil minuman dan camilan. Chanyeol segera membuka bukunya lagi dan duduk di lantai. Tak lama ia melihat Baekhyun yang datang dengan nampannya. Chanyeol mengernyit heran melihat isi nampan itu.

"Kenapa hanya dua?" Tanya Chanyeol.

"Ah… itu…"

'ceklek'

Mereka beralih pada pintu kamar Taeyeon yang terbuka. Gadis itu sudah tak memakai seragam sekolahnya lagi. Taeyeon mengenakan celana jeans dan kaos putih yang dipadukan dengan jaket hitam miliknya. Rambutnya diikat kuda.

"Mau kemana kau?" Tanya Chanyeol.

"Hari ini tidak ada kelas malam, Park Chanyeol. Jadi biarkan aku berjalan-jalan menikmati suasana Seoul yang menyegarkan,"

Chanyeol bergedik ngeri melihat kelakuan Taeyeon yang aneh hari ini. Ia yakin taeyeon sedang sakit hari ini. Namun bisikan Baekhyun bahwa Taeyeon akan pergi berkencan membuat Chanyeol mengerti situasi sekarang.

"Ya! Harusnya seorang gadis yang berkencan menggunakan rok yang manis dengan dandanan. Bagaimana jika namja itu takut setelah dandananmu itu,"

"Em… Chanyeol. Pacarnya murid SMA Putri Kyungwon,"

Bisik Baekhyun lagi setelah melihat tatapan mengerikan Taeyeonpada kekasihnya. Chanyeol membuka mulutnya dan mengeluarkan suara mengerti. Ia kembali menatap Taeyeon dan mengangkat kedua Ibu jarinya.

"Wah! Kau sangat keren. Aku yakin gadis itu akan terpesona melihatmu,"

Taeyeon berdecih mendengar Chanyeol yang sok memujinya. Gadis itu segera meninggalkan ruang tamu dan keluar dari apartemen. Chanyeol berbalik menghadap Baekhyun.

"Bagaimana menurutmu dandanan Taeyeon? Apa aku perlu memakai baju seperti itu saat kita berkencan nanti?" Tanya Chanyeol semangat.

"Lalu apa aku menggunakan rok dan makeup?"

"Itu ide bagus! Kau akan terlihat seperti gadis,"

Baekhyun segera mencubit dengan penuh kasih sayang pinggang Chanyeol. Chanyeol mengaduh namun terkekeh melihat Baekhyun yang mempoutkan bibirnya lucu. Tangan Chanyeol bergerak mencubit pipi Baekhyun dengan gemas.

"Ketika kita berkencan nanti, aku ingin kau menggunakan sweater warna biru langit dan celana jeans panjang. Tertutup namun menggemaskan-"

Baekhyun kembali merona karena ucapan Chanyeol. Tangan namja itu mengalihkan tangannya ke rambut Baekhyun.

"Lalu aku ingin rambutmu ditata seperti sekarang. Ponimu ini sangat lucu jika kau ingin tahu. Membuatmu semakin imut dan menggemaskan,"

Chanyeol tersenyum dalam hati melihat wajah Baekhyun yang semakin memerah. Ia bisa melihat telinga namja mungil itu juga memerah.

"Lalu kau tak perlu memakai make up. Apalagi pelembab bibir karena-"

CHU

"Bibirmu sudah sangat manis tanpa mereka,"

Chanyeol tersenyum sangat tampan sedangkan Baekhyun sesak nafas karena perlakuan Chanyeol yang tak ia duga-duga. Merasa tidak terima karena Baekhyun merasa bahwa hanya ia yang selalu merona, Baekhyun akhirnya meraih bantal diatas sofa dan memukul Chanyeol sekuat tenaga.

'Bugh'

Chanyeol sedikit terjengkang ke belakang. Chanyeol menyingkirkan bantal di depan wajahnya dan menyeringgai. Baekhyun menyadari apa yang akan terjadi segera bangkit dari duduknya dan berlari menjauhi Chanyeol dengan bantalnya. Chanyeol tentu saja segera bangkit dan mengambil bantal lain dari sofa dan mengejar Baekhyun. Dan perang bantal pun terjadi dengan tawa yang menghiasi waktu berharga mereka.


.000.


Minggu membahagiaan banyak murid yang membuat mereka bisa bersantai dirumah, namun tidak untuk Gosam yang harus les mempersiapkan ujiannya. Chanyeol sebenarnya tidak ada kegiatan les, hanya saja ia mampir untuk latihan sampai sore setelah. Ia mandi dan bersiap-siap dengan baju yang rapi ke apartemen Baekhyun yang tidak jauh dari perusahaannya sehingga Chanyeol memilih untuk jalan kaki.

Tidak lupa di perjalanan ia mampir ke supermarket untuk membeli persediaan es krim dan camilan yang sebagian besar dilahap oleh dirinya sendiri. Ia berjalan sambil bernyanyi hingga tak lama ia sudah sampai di depan gedung apartemen Baekhyun. Ia segera menaiki lift dan berjalan menuju apartemen Baekhyun.

'pip!pip!'pip!'pip!'

Taeyeon memberikan password rumahnya karena gadis itu sangat malas membukakan pintu, sedangkan Baekhyun jika sedang melakukan sesuatu, ia tidak bisa mendengar apapun.

Namja itu segera masuk setelah pintu di buka. Chanyeol terkejut dengan sepatu yang berserakan kemana-kemana. Ia yakin sekali ini ulah Taeyeon yang selalu terburu-buru dan membuat Baekhyun kerepotan.

"Ya! Byun Taeyeon. Jangan mengacaukan rumah apa kau tak kasihan pa-"

Chanyeol bungkam dan membulatkan matanya. disana ia melihat Baekhyun duduk dan menunduk sedangkan Taeyeon menatap namja itu tajam. Di depan mereka ada pria dan wanita yang juga menatap Chanyeol. Chanyeol hanya bisa membungkuk memberi hormat pada mereka.

"Ya! Kenapa kau masuk sembarangan?" marah Taeyeon.

"Ya! Bukannya kau bilang padaku untuk masuk sendiri karena malas membuka pintu?" bela Chanyeol.

"Jadi kau ini pacar Taeyeon?"

"BUKAN!"

Wanita yang member pertanyaan itu segera menutup telingan ketika Chanyeol dan Taeyeon berteriak. Mereka saling memberikan tatapan jijik sambil bergidik ngeri.

"Em… dia Park Chanyeol, em… kekasihku,"

Wajah dua orang di depan Baekhyun langsung menatap Chanyeol tidak percaya, namun beberapa saat kemudian mereka berdiri dan mencubiti Baekhyun.

"Ah! Baekhyun sudah besar ternyata!" ucap pria itu dengan bangga.

"Baekhyun, kau punya selera yang baguus!" tambah wanita itu.

Wanita itu segera meninggalkan Baekhyun dan berjalan mendekati Chanyeol dengan wajahnya yang tersenyum. Ia menarik Chanyeol untuk duduk di samping Baekhyun.

"Ah! Cocok sekali,"

"Ayo kita rayakan dengan makan malam!"

Dengan wajah bahagia menahan air mata wanita itu memeluk lengan pria di sampingnya. Chanyeol terus membulatkan matanya dan wajahnya terlihat sangat kebingungan. Ia tidak tahu apa yang terjadi namun tiba-tiba suasananya menjadi sebuah perayaan. Baekhyun menyadari raut wajah Chanyeol mendekatkan dirinya ke Chanyeol.

"Mereka orang tuaku, Chan."

Mendengar bisikan Baekhyun Chanyeol mengangguk paham, namun beberapa saat kemudian ia menoleh kearah Baekhyun dengan ekpresi terkejutnya.

"APA?!"


.000.


Disinilah Chanyeol sekarang. Duduk di ruang makan dengan eomma Baekhyun yang terus menyendokkan makanan ke piringnya. Baekhyun berusaha menghentikan eommanya, tapi wanita itu trlalu bahagia untuk menuruti Baekhyun.

Setelah mengetahui kenyataan mengenai orang tua Baekhyun, Chanyeol segera memperkenalkan dirinya secara formal. Untung saja ia menggunakan baju yang rapi sehingga terlihat lebih pantas di mata orang tua Baekhyun. Namun tanpa dugaan, mereka menyambut Chanyeol dengan cubitan pipi yang membuat Chanyeol terkejut dengan sikap pasangan suami istri itu.

Mereka mengobrol sebentar sampai akhirnya eomma Baekhyun pamit untuk masak makan malam dan menarik Baekhyun ikut serta. Disana Chanyeol merasa canggung karena duduk berdua dengan appa Baekhyun karena Taeyeon dengan tidak tahu dirinya mengambil plastic makanan Chanyeol dan membawanya ke dapur untuk menyelamatkan diri.

Diluar dugaan, Appa Baekhyun sangat ramah. Beliau bahkan sering melontarkan candaan yang membuat mereka tertawa bersama. Chanyeol sangat bersyukur karena Baekhyun lahir di keluarga yang penuh kebahagiaan seperti ini.

"Eomma, hentikan!"

Sebenarnya Chanyeol tidak keberatan makanan dipiringnya terus bertambah. Ia baru saja latihan dan perutnya memang lapar, apalagi masakannya sangat enak.

"Tidak apa-apa, baek. Aku juga sedang lapar,"

Chanyeol tersenyum pada Baekhyun. Baekhyun hanya menghela nafa pasrah mendengar ucapan Chanyeol dan Ibunya kembali semangat memberikan makanan di piring Chanyeol. Ayah Baekhyun juga ikut-ikut menyuruh istrinya menambah ini itu kepiring Baekhyun.

"Bagaimana Chanyeol masakan Baekhyun? Enak kan?" Tanya Nyonya Byun.

"Ah… tentu saja. Bahkan aku masih bisa memakannya sekenyang apapun," jawab Baekhyun dengan senyum.

"Baekhyun memang sudah pantas menjadi seorang istri kan?"

'uhuuk!'

Baekhyun tersedak mendengar ucapan Ibunya. Chanyeol segera memberikan air putih pada Baekhyun dan menatap Baekhyun dengan khawatir. Tentu pemandangan ini membuat orangtua Baekhyun sangat senang. Selesai menuntaskan masalahnya Baekhyun segera menatap Ibunya.

"Eomma jangan mengatakan hal yang tidak-tidak," gerutu Baekhyun.

"Memang kenapa, Baek? Bukankah kau memang akan jadi istriku?"

Mendengar ucapan Chanyeol Baekhyun segera mencubit pinggang itu dengan penuh kasih sayang. Namun tetap saja tawa terdengar selain Baekhyun. Wajah merah Baekhyun sangat menggemaskan.

Makan malam kali ini sangat menyenangkan. Chanyeol yang harus jauh dari orangtuanya merasa senang berada di tengah-tengah hangatnya keluarga Byun.

Selesai makan mereka bermain yuut dan itu membuat teriakan bahagia dan kecewa terdengar disana-sini. Terkadang suara kesakitan terdengar karena mendapat hukuman, namun senyum dan tawa tetap mendominasi permainan itu. Hingga sampai sangat malam. Taeyeon sudah tertidur, sedangkan Baekhyun mulai menaik turunkan kepalanya menahan kantuk.

"Tidurlah, aku akan pulang setelah ini," ucap Chanyeol sambil mengelus rambut Baekhyun lembut.

"Ta..Tapi-"

"Tidurlah,"

Baekhyun tidak bisa melawan Chanyeol lagi, lagipula rasa kantuknya tidak bisa bertahan lebih lama. Baekhyun segera berjalan menuju kamarnya. Setelah pintu tertutup, Chanyeol segera mengalihkan pandangannya pada orangtua Baekhyun.

"Walaupun kau akan menjadi Idol, kami harap kau tetap bisa menjaga putra kami dengan baik," ucap Tuan Park.

"Tentu. Baekhyun adalah prioritas dalam hidup saya. Saya sebenarnya tidak ingin merahasiakan hubungan ini, tapi Baekhyun ingin menyembunyikannya. Saya sadar Baekhyun bisa terluka jika memiliki kekasih Idol, untuk itu saya memintanya menunggu sampai saya lebih kuat dan bisa melindunginya dari hal tersebut,"

Chanyeol menjawab dengan mantap, ingin menunjukkan bahwa ia benar-benar serius dengan Baekhyun. Orangtua Baekhyun lega dan senang mendengar Chanyeol. Namun wajah eomma Baekhyun tiba-tiba berubah.

"Kuharap dia tak menunggu terlalu lama. Baekhyun sudah menunggu sesuatu sejak sebelum bertemu dengamu. Jadi eomma berharap penantiannya padamu bisa lebih cepat daripada penantiannya yang lain," ucap Nyonya Byun.

"Menunggu? Baekhyun menunggu apa?" Tanya Chanyeol penasaran.

Orangtua Baekhyun tersenyum tipis namun sarat dengan kesedihan. Membuat Chanyeol semakin penasaran.

"Hanya ingatlah bahwa Baekhyun adalah putra kami yang sangat berharga. Kami sangat menyayanginya, jadi kami harap kau bisa menggantikan kami menjaga apa yang sudah kami jaga selama ini," ucap Tuan Byun

Chanyeol masih penasaran, namun sepertinya orangtua Baekhyun tidak ingin membahasnya membuat namja itu memilih diam. Namja itu kemudian mengangguk.

"Tentu. Tanpa dimintapun saya akan menjaga Baekhyun-"

Chanyeol tersenyum sambil mentap orangtua Baekhyun dengan penuh keyakinan.

"Karena saya mencintai Baekhyun."

.

.

.

TBC

.

.

.


Pesan Krisgi

Sebenarnya Krisgi ingin membuat cerita romantic untuk mereka berdua, namun karena kondisi cerita Krisgi, peristiwanya terbatas. Sebenarnya disini disisipkan juga curhat Krisgi saat SMA yang harus kembali ke sekolah setelah makan malam. Semoga kalian reader-nim tidak mengalaminya dan bisa merasakan kebahagiaan dimasa-masa remaja. Krisgi bahagia juga kok saat itu. Hehehe…

Sekali lagi terima kasih karena sudah menunggu dan mendukung karya Krisgi. Jangan lupa untuk Review, Vote, dan Comment ya. Partisipasi reader-nim deul dalam cerita ini membuat Krisgi semakin semangat menulis.

Next Chapter : Chapter 4 (Fa)

Terima kasih