This Lotus, In The Night Will Be With Valkryie

Chapter:4/6

Author:Mia Dullindal

Fandom: D. Gray Man

Pairings:Kanda Yu/OC

Rating:T

Genre:fiction, romance, semi-comedy

Disclaimer:All characters are belongs to Katsura Hoshino- sensei, by the way get well soon sensei :'(

Warning : ORIGINAL CHARACTER. Bagi yang tidak berkenan silakan menyingkir! 3rd point of view.


Part 4

Kanda, seperti yang kukatakan barusan, langsung berdiri dan mendekati Lady Valkyrie, dan tanpa diduga memandangnya dengan...tatapan cemas?

"Kau kemana saja? Semalam kau langsung menghilang setelah bertempur dengan laki-laki itu..."

Cuma perasaanku atau Kanda sedang memarahi Lady Valkyrie?

Bukan hanya itu, sebelum Lady Valkyrie sempat mengatakan apa-apa, tangan Kanda sudah menyentuh rambut berkilau perempuan cantik itu dan bergumam. "Kau tahu, aku belum sempat berkata apa-apa padamu."

Astaga. Apa aku sudah menjadi semacam obat nyamuk disini?!

Aah, akhirnya aku memisahkan diri dari mereka dengan menyewa hotel di pinggiran Alexandra Street dan pergi ke sana terlebih dahulu, membiarkan dua anak muda (mungkin) itu berdua sendiri. Well, aku tidak ingin dibiarkan sendirian di pojokan restoran bukan?


3rd point of view- Author-

Kanda, yang seumur hidup tak pernah merasakan apa yang disebut kencan—mungkin di kehidupan sebelumnya ia memang pernah dan sering berkencan dengan inkarnasi Alma Karma, tapi itu dulu dan bukan sekarang—sekarang tengah terdiam di sebuah kafe yang cukup diminati di pinggiran London itu, tepatnya di tepi sungai Thames dengan scone, secangkir hot chocolate dan teh Assam di mejanya dan Valkyrie yang tengah memandangnya disertai senyuman lembutnya. 'Oh, Kanda, jika kau bisa membelah dirimu menjadi beberapa orang, mungkin kau akan membunuh pria-pria yang mencuri pandang penuh minat pada wanita secantik Valkyrie dan dirimu yang sesungguhnya bisa menikmati kencan malam itu dengan tenang', batin Kanda geram. Namun Kanda tahu, mata wanita ini hanya menatapnya dan bukan menatap para gentleman Britannia yang ada di kafe itu.

Dan sesuatu mulai terlintas di benak Kanda. 'Dia bukan manusia...'

"Kanda,"

Kanda tersentak. Ia kembali memusatkan pikirannya pada Valkyrie.

Tunggu, sepertinya nama Valkyrie tidak lumrah diucapkan dalam percakapan orang Brittania kala itu, terutama asal mitos bahwa Valkyrie adalah utusan Odin untuk memilih prajurit manusia yang terhebat demi Perang Besar Ragnarok di akhir dunia nanti. Bagi beberapa orang di Inggris, mitos dari Norwegia tentu tabu untuk dibahas.

"Valkyrie, kau tahu nama aslimu?"
"Nama asli?" Valkyrie balik bertanya. Ia menelengkan wajahnya dan membuat Kanda berpikir mencarikan nama kecil yang cocok bagi wanita ini, tentu yang sesuai dengan wajahnya yang menampakkan kecantikan Lady Eropa tersebut. "Kita bertemu di malam hari," bisik Kanda mengembangkan senyum, yang jika dilihat Johnny, mungkin pemuda mantan anggota Divisi Ilmu Pengetahuan di Black Order itu akan shock dan pingsan.

Lanjut Kanda, "Bagaimana dengan Eve? Kurasa nama itu cocok dengan penampilanmu," ia mengulurkan tangan dan menyentuh ringan pipi bersemu merah wanitaNYA. "Atau kau tidak menginginkan nama kecil itu?" tangannya bergeser menyusuri rambut biru tua, yang walaupun tidak segelap warna rambut Kanda, namun Kanda seolah melihat lautan di pagi hari.

"Aku... menyukai nama itu," jawab Valkyrie. "Karena aku adalah malam hari dalam diri Kanda."

"Malam hari?"

"Iya..." Kanda dapat menangkap iris biru itu menggelap sesaat. "Aku menemui Kanda, karena aku memilihmu dari beratus pemilik Innoncence yang lain..."

"Kau ingin menemuiku?"

"Ya," senyum yang hampa... just like HIM. Allen Walker. "Aku menemui Kanda, dan aku menginginkan pertemuan itu."

Kanda hanya tersenyum, tapi ia tak dapat menangkap isyarat dan gestur yang ditunjukkan Valkyrie—yang mulai detik itu bernama Eve. Namun hal itu tak akan dilupakan oleh Kanda, bahkan dalam tidurnya sekalipun.

Apakah Kanda juga menginginkan pertemuan dengan Eve? Apa yang sebenarnya diinginkan Kanda, si second exorcist yang 3 bulan lalu baru saja kehilangan inkarnasi kekasih di kehidupan sebelumnya?

'Apakah aku menemuinya karena senyumnya mengingatkanku akan DIA?

.

.

TBC