Title : "DREAM TO EAT YOU UP"

Cast : Lee Sungmin x Cho Kyuhyun as MAIN CAST; Choi Siwon x Kim Kibum; Etc…maybe?

Genre : General, Romance, Hurt, etc… - tentukan sendiri genre-nya XD

Rating : Nyerempet M! xDD

Disclaimer : Casts belongs to GOD, theirselves, and their family! But the story absolutely MINE!

Summary : -

Warning : OOC, Many TYPO(s), EY(T)D, Cerita makin ngawur, de-el-el~~

...

Hahaha~~ saya ngelarin ujian UMU (Ujian Masuk Univ.) dulu baru nge-update lanjutannya *ketawa setan*

Yah baiklah, saya gak mau banyak cingcong disini~ monggo dibaca ^^

...

PREVIOUS CHAPTER

Greb!

Sebelum ia meraih tas punggungnya, tangannya yang terjulur langsung kugenggam erat. Cengkraman tanganku menimbulkan ringisan pelan, dengan cepat ia kembali menyentak cengkraman tanganku dan segera mengambil tas punggungnya.

GREB!

BRUSH~

Tas punggung miliknya terhentak kelantai dengan kencang, begitu pun dirinya yang kuhempaskan kekasur UKS. Ia meringis saat punggungnya bertubrukan dengan kasur tersebut. Sebelum dia kabur lagi, aku menaruh kedua tanganku disetiap sisinya, memenjaranya dengan kungkungan yang kubuat sendiri.

"Ket—eeennngh!"

Bagai hewan buas aku langsung menubrukan kedua bibirnya pada kedua bibir jokerku, aku menciumnya kembali. Menciumnya untuk kedua kalinya.

SIWON POV END

.

.

Don't copy without permission ^^

.

HAPPY READING

.

.

CHAPTER 4

.

KYUMIN SIDE

Matahari kini terlihat mengintip dari sela-sela awan, hari sudah teramat sore bila dilihat dari langit yang kini berwarna orange tua. Pukul setengah 7 malam jika aku tidak salah.

Terlihatlah dua pasang namja yang keluar dari mobil berwarna hitam metalic berlabel Audi, aah tampaknya hanya satu namja saja yang keluar dari sisi kemudi mobil itu. Kyuhyun, Cho Kyuhyun tepatnya, membuka pintu disampingnya dan beranjak turun dari mobil. Sekejap ia menyadari bahwa hanya dirinya seorang diri yang turun, dilangkahkan kakinya menuju pintu kemudi satu lagi.

Cklek.

"Kau tidak turun, Minnie?" tanyanya lembut.

Benar, seorang lagi yang berada dimobilnya adalah namja imut bernama Lee Sungmin.

"Eh?" Sungmin tampak terkaget, ia sedikit melongokan pandangannya kepenjuru sekitar. Mewah. "Ini…rumah Kyunnie?"

Kyuhyun tersenyum simpul melihat pandangan polos namja mungil didepannya. "Ya ini rumahku, rumah orangtuaku lebih tepatnya. Jadi, apakah kau mau terus-terusan dimobil atau kau mau masuk kedalam?" diulanginya pertanyaan yang belum dijawab Sungmin.

Kembali Sungmin terlonjak pelan, ia buru-buru merapikan tas punggung yang ia pakai dan bergegas keluar. "Mi-minnie akan turun…"

Cklek. Pip!

Setelah dilihat Sungmin kini telah berdiri persis disampingnya, Kyuhyun pun lantas langsung menutup pintu mobil dan memasang tanda lock&alarm pada mobil hitam itu. Kunci mobil tersebut Kyuhyun taruh disaku celana seragam kanannya, ia pun menoleh pada Sungmin dan tersenyum simpul kembali.

"Kajja masuk, kurasa kau pasti sudah lelah." Kyuhyun menggenggam tali tas selempang biru tua yang ada dipundaknya dan beranjak dari sana.

"N-ne.." Sungmin yang sejujurnya masih sangat canggung hanya bisa mengikuti langkah Kyuhyun dengan pelan.

'Minnie benar-benar sudah berada di rumah Kyunnie, lalu bagaimana selanjutnya? Aish, hiks, Minnie malah tambah pusing~'

Sungmin menggigit pelan bibir bawahnya, agak gemetar kalau dilihat lebih dekat. Belum lagi kedua tangannya yang sekarang mulai berkeringat dingin, tidak heran jika batinnya kini berteriak penuh parasaan bingung.

Entah terlalu fokus dengan pikirannya sendiri atau apa, ternyata tanpa Sungmin sadari mereka berdua sudah berdiri diteras rumah keluarga CHO. Sungmin yang tidak mendengar langkah didepannya segera saja mendongakkan kepala, heran. Dari sisi matanya, ia melihat Kyuhyun yang berdiri didepan pintu tanpa berbuat apapun. Sungmin mengerjap polos.

"Ky-kyunnie?" tanya Sungmin ragu.

Bahu Kyuhyun sedikit berguncang. "Eh, ah? Ah, ne? Waeyo?" ditengokan seluruh tubuhnya menghadap Sungmin, tangan kanannya pun ikut beralih pada pipi halus Sungmin. Mengusap lembut daerah tanpa noda itu.

"A-an-ani, aniyo.. kenapa berdiri didepan pintu?" jujur, Sungmin agak terlena dengan sentuhan tangan Kyuhyun. Sungmin memaksa tubuhnya agar tidak bereaksi berlebihan, karena jika dituruti mungkin sedikit ringisan akan keluar dari balik bibirnya.

"Tidak ada apa-apa. Baiklah, ayo masuk kedalam." Menggeleng sedikit, Kyuhyun langsung melepaskan tangannya dari pipi Sungmin dan memutar tubuhnya kembali menghadap pintu utama rumah CHO. Diulurkan tangannya menuju kenop pintu bercat putih tersebut.

Clek.

Grekk~

Pintu putih itu terbuka dan membuat bola mata Sungmin kembali membola. Kekayaan keluarga CHO dapat Sungmin rasakan saat ini, bukannya Sungmin tidak percaya dengan kekayaan melimpah milik keluarga CHO, hanya saja melihat secara langsung membuat perasaan kagetnya menjadi berlipat-lipat. Sungmin tidak bisa menyembunyikan kekagumannya pada interior mewah bagian dalam rumah Kyuhyun, padahal baru bilik depan yang Sungmin lihat. Sejak masuk kepelataran parkir serta taman rumah Kyuhyun, sebenarnya ia sudah merasa kagum dengan keindahannya.

Sungmin bukan berasal dari kalangan atas, bukan juga berasal dari kalangan bawah. Ia termasuk anak dari keluarga menengah, beruntunglah ia bisa melanjutkan sekolahnya di High School ternama di Seoul berkat beasiswa. Karena orangtua dan satu namdongsaengnya tinggal di Ilsan, jadilah Sungmin seorang diri kini menyewa apartemen yang tidak terlalu mahal. Ia memilih tinggal sendiri demi menamatkan bangku pendidikannya, toh seluruh keluarganya mengizinkan Sungmin memiliki apartemen dan masih sanggup untuk memberi Sungmin biaya hidup di Seoul.

Ah, ngomong-ngomong soal itu…

"Baiklah, aku akan menghubungi orangtua-mu. Berikan aku nomornya, biar aku yang jelaskan kalau kau akan menginap dirumahku." Kyuhyun mengeluarkan gadget berwarna silver dari saku kemejanya, pandangannya mengarah pada Sungmin.

Sungmin meremas tali tas punggungnya, "Kyu-kyunnie, mianhae…sebenarnya, Minnie tinggal sendiri di-di Seoul…" ia menunduk dalam, rasanya takut sekali saat ini. "Kalau Kyunnie bisa meminta izin pada eomma, Minnie tidak keberatan.."—Sungmin merutuki perkataannya saat itu. Padahal ia tinggal sendiri, tapi kenapa ia malah menyuruh Kyuhyun untuk minta izin, bukannya ia kelihatan seperti…

"…kau bohong padaku?"

DEG~

Sungmin menggenggam seragam bagian dadanya, kembali keringat dingin menguar disepanjang permukaan tangannya. Apa sekarang Kyuhyun benar-benar akan membencinya? Setidaknya begitulah arti raut wajahnya saat ini.

Tap tap tap.

"Hei, aku bertanya padamu?" Kyuhyun mengangkat dagu Sungmin keatas, Kyuhyun dapat melihat kabut air mata dalam kelopak Sungmin. Sejujurnya Kyuhyun tidak terlalu masalah dengan itu, bukankah kalau Sungmin nyatanya tinggal sendiri itu malah jadi keuntungan yang sangat besar baginya. But well, menggoda sedikit tidak masalah kan?

"Hiks, mianhae~"

Ya, akhirnya jatuh juga air mata Sungmin dari peraduannya.

Melihat hal tersebut Kyuhyun pun langsung menangkup kedua pipi chubby milik Sungmin, diarahkan wajah Sungmin -yang telah basah- itu menatap lurus padanya. Sungmin terlihat harus menjinjitkan kedua kakinya, karena memang tinggi Kyuhyun jauh diatasnya.

"Kenapa menangis, heung?" diusapkannya pelan kedua kelopak bawah Sungmin, lalu berlanjut menuju daerah pipi yang kini terlihat jelas jejak lurus air mata milik Sungmin. 'Namja ini.. apa aku terlihat menyeramkan? Entah sudah berapa kali ia menangis dihadapanku?' Kyuhyun membatin.

"Kyu-kyunnie, hiks!...pasti marah pada Minnie kan? Minnie, su-hiks!...sudah bohong~" kedua bibir Sungmin tampak semakin bergetar, ia benar-benar takut untuk dibenci…terlebih dibenci oleh Kyuhyun.

"Apa aku terlihat marah padamu?"

Sungmin mengerjap, menatap lurus pada obsidian tajam milik Kyuhyun yang kini memandang intents padanya. "Kyunnie tidak marah?...hiks!" ia menatap polos, sesekali isakannya masih keluar.

"Ani." Kyuhyun menggeleng dan menjawab singkat.

"Jeong—mmmph!" belum sempat bertanya lagi, bibir tebal milik namja didepannya telah lebih dulu menutup dan membungkam bibir tipis miliknya.

Sungmin melotot, ia kaget, tentu saja. Namun ciuman yang tidak menuntut itu terasa nyaman bagi Sungmin, sangat terasa nyaman. Melihat kedua mata Kyuhyun yang menutup didepannya, akhirnya tidak sampai 30 detik kelopak yang masih agak basah milik Sungmin mulai terbuai untuk ikut memejam.

Chup!

Ciuman innocent itu pun berakhir, meninggalkan suara kecapan saat bibir kedua namja itu menjauh. Yah walaupun memang tidak terlalu jauh, hidung mereka bahkan masih menyentuh satu sama lain. Dapat mereka rasakan hembusan hangat yang menabrak pelan seluruh permukaan wajah keduanya, mereka saling tatap sebelum salah satu diantaranya tersenyum dan tertawa pelan.

"Kau ingat perkataanku tadi kan?" yang memecahkan kesunyian -Kyuhyun- menghentikan tawanya dan bertanya, sesekali rengkuhan tangannya pada pipi Sungmin bergerak perlahan mengelus permukaan wajah Sungmin.

"Eh?"

"Aku tadi bilang 'seandainya aku marah padamu pun, aku yakin aku tidak akan membencimu' dan nyatanya saat ini aku tidak marah padamu, jadi kau tidak boleh terus-terusan membuang air matamu karena aku…kau mengerti? -cup-" pertanyaan itu diakhiri dengan kecupan singkat dibibir Sungmin.

Sungmin menatap Kyuhyun penuh haru, sedetik kemudian ia pun tersenyum manis dan mengangguk cepat. "Ne~ arraseo, Kyunnie~ hehehe…" tawanya penuh ceria.

Gemas. Kyuhyun langsung mencubit kedua pipi gembul Sungmin, menghasilkan ringisan si empunya pipi. "Kau itu manis sekali, chagiya~ teruslah tersenyum jika dihadapanku, kau lebih cocok jika banyak tersenyum dibanding menangis~"

"Kyunnie, appo~ Kyun—emmmph!"

Bungkaman oleh bibir kembali Kyuhyun lakukan pada Sungmin. Namun kali ini Sungmin tidak menyia-nyiakan waktunya untuk sekedar kaget menerima terjangan Kyuhyun, kedua matanya langsung menutup dengan pelan. Kedua lengan Sungmin yang tadi berada disekitar dadanya kini merembet pada seragam Kyuhyun, perlahan kedua lengan putih Sungmin melingkar dengan sempurna disekitar leher Kyuhyun.

"Ngeeenggh~ cpk! Cpk! Mmmmpph~~"

Begitupun kedua tangan Kyuhyun. Ditinggalkannya kedua pipi halus Sungmin, tangannya kini menuruni leher jenjang Sungmin. Lalu dengan perlahan turun menuju pundak Sungmin, dan dengan pasti berhenti dipinggang Sungmin. Ditariknya pelan tubuh Sungmin menjadi lebih dekat padanya, tangan Kyuhyun melingkar dengan erat disekitar pinggang-sedikit-berisi milik Sungmin-NYA.

Tidak masalah kan jika ia mengklaim Sungmin sekarang? Setidaknya bagi Kyuhyun saat ini Sungmin adalah miliknya.

"Nggghh…Kyuhh~ Kyunnieeh~ cpk! Cpk!"

Sungmin terus melenguh saat kecupan yang lebih pantas disebut lumatan itu kian mendalam, kedua bibirnya serasa disedot dengan keras oleh Kyuhyun. Napasnya semakin menipis, salahkan makhluk tampan dihadapannya yang tidak mengizinkannya mengambil napas barang sedetikpun. Setiap Sungmin ingin menghirup oksigen sedikit saja, sedetik itu pula Kyuhyun akan langsung menubrukkan bibir tebalnya. Pasokan udara diparu-paru Sungmin kian menipis, entah kekuatan darimana Kyuhyun dapat bertahan mencium Sungmin tanpa berhenti? Terlalu menikmati mungkin, bisa jadi…

"Kyuhnnieehh~ nggeeehh!"

'Omo! Napas Minnie mulai habis, bagaimana ini~?' Sungmin berteriak dalam hati. Entah sudah berapa kali Kyuhyun menggerakan kepalanya kekanan dan kekiri untuk mendapatkan posisi yang pas, namun belum juga ciuman itu berhenti. Sungmin memang menikmati setiap ciuman dari Kyuhyun, orang yang disukainya, tapi Sungmin juga berharap Kyuhyun membiarkannya bernapas sebentar saja.

Tap tap tap!

"Astaga! Kyu, apa yang kau lakukan?!" terdengar pekikan kaget dari seseorang, pekikan namja tepatnya.

Mendengar suara tersebut dengan cepat Kyuhyun pun melepaskan rengkuhan tangannya pada Sungmin, yang tentu saja ikut melepaskan rengkuhan bibir mereka. Sungmin berjengit kaget saat dirasanya pelukan serta ciuman Kyuhyun berhenti secara paksa. Bukannya Sungmin tidak lega karena ia bisa bernapas kembali, hanya saja berhenti secara tiba-tiba itu rasanya tentu saja sangat mengagetkan. Sungmin berjengit, kedua matanya terbuka dengan lebar. Ia juga mendengar pekikan kaget entah milik siapa itu, matanya mencari kearah sumber suara.

Mata Sungmin menangkap sosok namja paruh baya yang berdiri beberapa meter didepannya. Wajah namja tersebut agak mirip Kyuhyun, jangan-jangan…

"Appa?"

DEG~

Sungmin menutup mulutnya dengan cepat, kedua pipinya merona merah secara kilat. Bayangkan saja! Orangtua -untuk kasus ini adalah 'appa'- namja yang kau sukai melihatmu sedang berciuman dan saling melumat dengan anaknya dirumah namja itu sendiri, ooh~ ini sangat memalukan!

'Appa-nya Kyunnie? Apa appa-nya Kyunnie melihat Minnie dan Kyunnie berciuman? Eottohkae? Uugh~ Minnie pasti terlihat sangat aneh didepan appa-nya Kyunnie, ugh~ eottohkaeyo?' Sungmin menundukan kepalanya dalam-dalam, ia merasa sangat pusing sekarang. Sedikit ia melirik Kyuhyun, tidak nampak sedikitpun kekhawatiran di wajah namja bernama lengkap Cho Kyuhyun itu. Bagaimana mungkin?

"Appa sudah pulang? Atau appa ingin pergi lagi?" kembali terdengar suara Kyuhyun digendang telinga Sungmin, jujur, itu membuat Sungmin kian bingung. Bagaimana bisa nada suara Kyuhyun nampak tenang-tenang saja, apa dia tidak sadar bahwa ia kepergok appa-nya telah berciuman dengan namja asing diruang depan rumahnya.

Appa Kyuhyun menggelengkan kepalanya. "Sikap macam apa itu? Seharusnya kau itu langsung mengenalkan teman yang kau bawa pada appa terlebih dahulu, Kyu, bukannya malah berdiam diruang depan lalu—"

"Bisakah kita tidak usah membahas hal ini? Kurasa ini bukan hal penting untuk appa, benar kan?" Kyuhyun memotong perkataan appa-nya, Sungmin dapat merasakan tangan kanannya digenggam begitu erat oleh Kyuhyun.

"Kyu, ini tetap menjadi urusan appa. Appa juga ingin berkenalan dengan—"

"Sudahlah, aku sedang malas berdebat. Aku dan temanku sudah lelah appa, kami ingin istirahat. Aku rasa appa pasti memang akan keluar, hati-hatilah di jalan." Kedua kalinya Kyuhyun memotong perkataan appa-nya, kali ini Kyuhyun langsung menyeret Sungmin menuju kedalam. Sungmin agak membungkuk sedikit saat berpapasan dengan appa Kyuhyun. Pikiran Sungmin sedang blank saat itu, entah kenapa suasana antara Mr. Cho dan Kyuhyun terasa berat.

'Apa mereka sedang bertengkar? Kenapa kelihatannya…'

"Nah Min, kau naiklah kelantai dua. Kamarku ada di pintu ketiga sebelah kiri tangga, aku akan bilang pada maid untuk menyiapkan makan malam dulu. Kau mengerti?"

"Eh? Ah.. ne, Minnie mengerti…"

Sungmin mengikuti arahan Kyuhyun untuk menaiki tangga. Baru dibarisan tangga ketiga, ia menolehkan kepalanya kebelakang. Ternyata disana masih ada Kyuhyun, rupanya ia tidak langsung beranjak menuju dapur seperti yang dikatakannya barusan melainkan terus memperhatikan Sungmin. Sedangkan Sungmin yang dipandang seperti itu justru malah sulit untuk mengalihkan matanya, Kyuhyun memandangnya dengan sangat lembut. Kali ini jauh lebih lembut dibanding sebelum-sebelumnya, jangan lupakan lengkungan tipis di kedua belah bibir Kyuhyun.

Tidak sampai semenit Kyuhyun pun membalikan badannya menjauhi tangga, ia berbelok menuju kearah yang Sungmin yakini adalah arah dapur.

Sungmin sedikit terdiam setelah Kyuhyun berhenti memandangnya, matanya masih mengikuti setiap pergerakan Kyuhyun yang menjauhi tangga. Entah kenapa Sungmin menangkap kesan 'minta maaf' dalam pandangan Kyuhyun barusan, dan kalau Sungmin mau jujur lagi ia juga menangkap kesan…sedih, atau entahlah, Sungmin takut untuk menduga-duga sembarangan.

Sedikit menghadap kelantai marmer yang kini diinjaknya, Sungmin pun kemudian berbalik menuju keatas. Melanjutkan langkahnya yang sempat terduga.

Mungkin kunjungan Sungmin untuk yang pertama ini, justru akan menghasilkan sedikit rahasia mengenai Cho Kyuhyun. Atau jika memang Kyuhyun berkenan, mungkin ia akan menceritakan seluruh hal yang ia pendam pada Sungmin.

Yah, kita lihat dan tunggu saja…

.

.

For A While,

SIBUM SIDE

—PLAK!

Terdengar bunyi benturan keras antara telapak tangan seseorang dengan pipi lawannya, benar sekali.. bunyi tamparan.

Kibum memandang namja jangkung didepannya dengan raut wajah yang sulit dijelaskan, perasaannya bercampur aduk. Tapi kemudian ia sadar, kalau rasa amarah lah yang mendominasinya. Nafas Kibum terdengar memburu, tangannya menggantung diudara. Dengan cepat tangan kanannya yang merentang ia kepalkan dengan erat, ia pun lalu menarik diri dari kasur UKS untuk menegakkan tubuhnya. Tatapannya tak lepas memandang penuh kesal namja yang tadi menerima sapuan tangannya.

Choi Siwon.

Siwon tampak shock menerima pukulan keras dari tangan Kibum, kaget? Tentu saja. Ia meraba permukaan pipi kirinya yang ia yakin pasti kini sudah berwarna kemerahan, sakit? Sekali lagi, tentu saja. Namun Siwon paham, yang sekarang paling merasakan sakit bukanlah dirinya, tapi namja yang kini memandangnya dengan tajam.

"Ki–.." Siwon memberanikan diri untuk menoleh pada Kibum, ia mencoba mengabaikan rasa sakit dipipinya yang kini mulai menjalar diseluruh wajahnya. Bahkan mungkin, ulu hatinya pun ikut merasakan sakit.

"Berhenti memanggil namaku."

"Eh?" Siwon terpengarah, Kibum memotong ucapannya sembari mengambil tas cangklong miliknya yang tersungkur dikolong kasur UKS. Kemungkinan tertendang oleh Siwon, tapi sudahlah, itu bukan hal yang tepat untuk dibahas.

Kibum memakai tas punggungnya itu dengan cepat, lalu merapikan seragamnya juga dengan kilat, tapi matanya kini sama sekali tidak memandang Siwon. Ia berjalan dengan pelan menuju pintu keluar, tangannya terkepal sangat erat, lagi-lagi Kibum tidak memandang Siwon yang memperhatikannya berjalan tanpa suara.

"Ki–.." kembali Siwon mengerahkan keberanian untuk dirinya sendiri.

"Kubilang berhenti, ketua!" telak. Kibum memang tidak berteriak kencang, tapi ucapan tegasnya itu bernada final. Siwon dibuat bungkam seribu bahasa, seluruh pikiran kosongnya kini semakin buram.

Grekk~

Kibum membuka pintu ruang UKS dengan pelan. Setelah pintu geser itu terbuka, ia tidak langsung keluar. Kibum berdiri membelakangi Siwon yang –masih- memandangnya. Terdengar helaan napas perlahan dari bibir tipis Kibum, jika dilihat dari sisi Kibum sesungguhnya ia sedang menetralkan detak jantungnya yang menggila. Wajahnya memerah, tapi bukan memereah karena perasaan malu ataupun perasaan senang. Jujur, bahkan Kibum sendiri bingung bagaimana mengungkapkan perasaannya saat ini. Namun Kibum paham apa yang harus dilakukannya sekarang…

"Mianhae, aku sudah menamparmu tadi."

DEG.

Siwon terkaget. Bahkan lebih kaget setelah ia ditampar Kibum. Bagaimana mungkin Kibum malah meminta-maaf? Oke, memang Kibum yang menamparnya. Tapi bagaimanapun ini tetaplah mutlak kesalahan Siwon. Ia yang menciumnya. Ia yang mencium paksanya. Ia yang mencium paksa untuk kedua-kalinya. Harusnya justru seorang Choi Siwon yang dengan gentle meminta-maaf kan?

Huh, gentle? Setelah mencium paksa seperti itu apa ia masih pantas disebut gentle?

Menggelikan…

Siwon menggeleng cepat, walau ia tahu Kibum tidak mungkin melihatnya. "Ki-kibummie, aku yang seharusnya—"

"Anu.. bisakah berhenti memanggilku dengan sebutan 'Kibummie'? Namaku Kim Kibum, bisakah panggil aku dengan panggilan biasa saja?" terpotong lagi lah ucapan Siwon berkat Kibum. Kibum menunduk, jantungnya mulai berdetak normal. "Bisakah berhenti memanggilku 'Kibummie', ketua?"

"…" kini Siwon membisu, terlalu banyak kata-kata yang ingin dikeluarkannya…termasuk menjawab "tidak" atas pertanyaan Kibum barusan…tapi lidahnya seperti berhenti melakukan tugasnya untuk membantu ia berbicara. Atau.. mungkinkah memang karena Siwon sendiri yang sulit mengeluarkan kata-kata ditenggorokannya?

"Hahh.." Kibum menghela napas -lagi. Ia semakin mengeratkan remasan pada tali tas punggungnya. Siwon lah yang kali ini tidak mungkin bisa melihatnya…melihat senyum penuh luka milik Kibum.

'Ini benar-benar harus berakhir.'

"Apa ketua menyukaiku?"

DEG!

"Maksudku, apa Choi Siwon menyukai Kim Kibum?"

DEG!

Pikiran Siwon kini menghamburan entah kemana, kekosongannya kini berganti menjadi kekalutan. Ia mendengar dengan jelas pertanyaan Kibum, sangat teramat jelas.. namun sayangnya, jawaban dari pertanyaan itu masihlah kasat mata.

Kibum menyadari dengan pasti bagaimana kagetnya Siwon saat ini, mendengar pertanyaan yang tiba-tiba saja terlontar diotaknya. Ia kembali tersenyum, yah sama seperti tadi.. senyum penuh luka.

"Hahaha.." Kibum tertawa dengan nada yang -terpaksa- riang, ia menggelengkan kepalanya perlahan tanpa mengurangi intensitas tertawanya. "Pertanyaanku bodoh sekali ya? Ddo, mianhae ketua."

Kedua kaki Kibum dengan sangat pelan melangkah menuju lantai lorong diluar UKS, tangannya pada tas punggungnya ia alihkan pada kenop pintu geser ruang UKS. Perlahan namun pasti, Kibum membalikkan tubuhnya.. menghadap dengan sempurna namja jangkung yang memandangnya dengan raut yang…bahkan Kibum sendiri tidak tahu apa maknanya. Kembali Kibum tersenyum.

Kali ini senyumnya tidak menampakan raut luka, jejak air matanya pun sepertinya telah berhasil Kibum hilangkan saat ia mengusapnya dengan kasar. Kibum kini bisa tersenyum dihadapan Siwon. Tidak, senyumnya tidaklah terlihat sedih.. malah, senyum simpulnya sekarang justru terlihat sangat menawan.

Tidak heran jika ia disebut "Kim 'Killer Smile' Kibum".

Grekk~

"Yang Choi Siwon sukai sejak dulu sampai sekarang…adalah Lee Sungmin kan? Omonganku yang sudah kau dengar, aku mohon lupakan saja."

Blam!

Pintu geser tersebut telah tertutup rapat. Ruang UKS itu kini telah ditinggalkan oleh sosok namja cantik berjabat bendahara OSIS…

…dan meninggalkan namja tampan berjabat ketua OSIS didalamnya.

.

.

Back to,

KYUMIN SIDE

SUNGMIN POV

Aku duduk dengan perasaan bingung, ah tapi entahlah.. perasaanku sedang tidak menentu saat ini. Aku merasa bingung, heran, penasaran, dan semacamnya…ini karena tatapan Kyuhyun tadi. Aku masih dapat membayangkan tatapan penuh perasaan yang Kyuhyun berikan dari bawah tangga itu, namun aku belum tahu apa maksud tatapannya barusan. Bahkan rasa kagumku pada keindahan rumah CHO saja seperti pupus, padahal kamar Kyuhyun yang kini ada didepanku begitu wah dan menakjubkan.. tapi kali ini aku seperti sudah tidak tertarik lagi.

Cklek.

Aku mendongak mendengar bunyi pintu yang kelihatannya dibuka oleh sesorang. Benar saja.. aku melihat sosok Kyuhyun yang berdiri disana, ia memindahkan tas selempangnya menjadi tas jinjing. Ia menatapku…dan tersenyum.. tapi senyumnya kembali seperti sedia kala, tidak seperti yang kulihat sekitar sepuluh menit yang lalu.

Kyuhyun menaruh tasnya dihamparan sofa berukuran medium yang kududuki, ia pun langsung menarik tanganku untuk berdiri. "Ayo, para maid dan koki sudah menyediakan makan malam untuk kita berdua? Aku yakin Minnie juga pasti telah lapar kan?" senyumnya tersungging miring, senyum jahil tepatnya.

"Eh? Hanya berdua?" aku berhenti, tentu saja tindakanku juga menghentikan langkahnya.

"Ehm, hanya berdua."

Aku sedikit takut untuk bertanya. "A-appa Kyunnie bagaimana?"

Kyuhyun terdiam sebentar, "Seperti yang kukatakan padanya, appa-ku benar ingin pergi keluar." lalu menjawab pertanyaanku dengan ringan.

"Kalau eomma Kyunnie?" kembali aku melontarkan pertanyaan. Ah, aku pasti kelihatan terlalu ingin tahu ya? "Eng, Kyu-kyunnie.. mian, Minnie terlalu banyak bertanya.." aku memandangnya dengan takut-takut

Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menoleh kerahku, membuatku agak kaget. Dan…ia tersenyum lembut.

"Ayo kita makan malam."

"N-ne.."

Aku pun hanya bisa mengikuti langkahnya dengan canggung.

.

.

Selesai makan malam, kami berdua kembali kekamar Kyuhyun. Sejujurnya aku ingin membantu para maid untuk memberesi peralatan sehabis makan malam kami, tapi Kyuhyun langsung menyeretku menuju keatas. Dan begitu sampai keatas ia langsung memberikanku satu stel piyama miliknya, aku yakin piyama yang ia bilang sudah tidak muat untuknya lagi ini pasti tetap akan kebesaran jika kupakai. Tapi tidak apalah..

Aku pun tadinya berniat untuk mengganti baju seragam dikamar mandi didalam kamarnya.

"Kau bertanya tentang eomma-ku kan?"

Namun saat aku sedang berjalan menuju kamar mandi, aku justru diberi pertanyaan olehnya. Langkahku tentu saja terhenti didepan pintu kamar mandi.

Aku menoleh padanya dengan pelan dan ragu,

"N-ne.." jawabku gemetar.

Tap tap tap.

Kyuhyun melangkahkan kakinya kearahku dan berhenti sekitar 30 cm didepanku, ia menurunkan sedikit kepalanya untuk melihat wajahku yang kini sudah agak menunduk.

"Apa kau kenal dengan namja kelas 11 yang berkacamata dan bernama Kim Kibum?" tangan Kyuhyun menepuk pelan puncak kepalaku,

Eh? Siapa dia bilang?

"Bu-bukankah namja itu bendahara OSIS?" aku mendongakan kepalaku, walaupun tidak mengenalnya tapi aku tahu yang mana Kim Kibum. Bukankah dia namja yang tadi melihatku dengan Siwon diruangan OSIS, dan kalau tidak salah setelah itu Siwon langsung mengejar Kim Kibum keluar. Lalu apa…

"Dia tadinya bernama Cho Kibum."

"Heh?" lamunanku buyar mendengar lanjutan kata-kata Kyuhyun, apa? Cho Kibum?

"Dia itu kakak kandungku, Minnie. -cup-" Kyuhyun tertawa pelan dan mengecup keningku.

Aku masih memproses perkataannya. Jika Kyuhyun dan Kibum kakak beradik, kenapa marga…

"Orangtua kami telah bercerai."

Deg~

Bola mataku membola melihat kearahnya, kembali lamunanku terbuyarkan. Aku memfokuskan pandanganku pada retina namja didepanku, dan kulihat kedua bibir tebal Kyuhyun masih membentuk senyuman simpul.

"Aku ikut dengan appa yang bermarga CHO, dan Kibum hyung ikut dengan eomma yang bermarga KIM.." lanjutnya.

Aah.. tapi sorotan mata Kyuhyun berubah. Persis seperti saat…

Brugh!

Kulemparkan piyama Kyuhyun kesembarang arah, lalu tanpa aba-aba aku menghambur kepelukannya. Mendekapnya dengan erat. Aku.. tidak rela melihat sorot mata sedih milik Kyuhyun. Rasanya sakit, sakit sekali.

"Kau itu manis sekali, chagiya~ teruslah tersenyum jika dihadapanku, kau lebih cocok jika banyak tersenyum dibanding menangis~"

Aku terdiam sebentar, masih terngiang setiap baris perkataan Kyuhyun beberapa puluh menit yang lalu. Aku pun semakin mengeratkan pelukanku, tangan Kyuhyun dapat kurasa masih menggantung dan belum membalas pelukanku.

"Teruslah tersenyum dihadapan Minnie, Kyu.. Kyunnie, Kyunnie lebih cocok jika banyak tersenyum dibanding bersedih.."

Deg!

SUNGMIN POV END

"Teruslah tersenyum dihadapan Minnie, Kyu.. Kyunnie, Kyunnie lebih cocok jika banyak tersenyum dibanding bersedih.."

Deg!

Kyuhyun tertegun. Ia tahu Sungmin memang sedikit meng-copy perkataannya beberapa jam yang lalu, tapi entah kenapa nadanya terdengar sangat berbeda dan begitu terasa…

"H-hahaha.." Kyuhyun tertawa, "Memangnya kapan kau melihatku bersedih Min? Aku tidak pernah bersedih apalagi menangis, bahkan saat perceraian itu pun aku tidak menangis.. jadi mana mungkin." tangan Kyuhyun melemas dan mulai menyusuri punggung Sungmin yang masih berbalut seragam.

Menyadari pergerakan kedua tangan Kyuhyun dipunggungnya, Sungmin pun semakin mengeratkan pelukannya. "Meski begitu…" Sungmin membuka kedua kelopak matanya dan mendongak menghadap Kyuhyun, "…tapi Kyunnie boleh kok, jika bersedih ataupun menangis didepan Minnie. Saat Kyunnie menangis nanti, Minnie yang akan menghibur Kyunnie.. hehehe~" tawa imut menggemaskan Sungmin kembali keluar, Sungmin terlihat sangat manis saat tertawa begitu tulus.

Deg!

Tes~

Kyuhyun luluh. Ia kalah telak pada keteguhannya. Keinginan kuat untuk tidak menangis kini harus patah…karena seorang Lee Sungmin.

"Hah! Kyunnie?! Kyunnie menangis?" sontak Sungmin dibuat kalang kabut dengan satu tetes liquid dari bola mata kiri Kyuhyun, kedua tangannya merenggangkan pelukan dan hendak menggapai pipi Kyuhyun.

Greb.

Kyuhyun menahan kedua telapak mungil Sungmin dengan kedua telapak besar miliknya. Ditekannya perlahan tangan halus milik Sungmin, lalu diarahkannya kedada mereka berdua. Jarak mereka kian merapat kembali.

"Kyunnie…?" Sungmin memandang penuh sedih kedua obsidian tajam Kyuhyun yang belum mau mengering, tapi anehnya.. saat ini Kyuhyun tersenyum. Bukan senyum luka.

"Haha, aku kalah Min." ucap Kyuhyun ambigu, sementara Sungmin menunggu perkataan Kyuhyun selanjutnya. "Sekarang.. bagaimana kau akan menghiburku?"

Sungmin terdiam, sebelum akhirnya tersenyum penuh makna…

"Minnie…Minnie akan tersenyum seharian saat Kyunnie menangis, Minnie tidak akan berhenti tersenyum sampai air mata Kyunnie tidak muncul lagi.. kerena Minnie, karena beginilah cara Minnie menghibur orang-orang yang Minnie sayang dan cintai~ Minnie sayang Kyu, bahkan Minnie sangat mencintai Kyu~"

Makhluk didepan Kyuhyun itu.. sebenarnya terbuat dari apa? Kenapa perkataan sederhananya bisa terasa begitu hangat dan…nyaman bagi Kyuhyun?

GREB!

"—ngh!"

Kyuhyun tanpa basa-basi langsung mengklaim entah untuk keberapa kalinya bibir bershape-M milik Sungmin, ia mengeratkan genggaman tangannya pada pergelangan tangan Sungmin. Sedangkan Sungmin sudah tidak memerlukan reaksi kejut setelah dicium dengan tiba-tiba oleh Kyuhyun, dalam sekejap ia memejamkan kedua matanya tanpa banyak bicara.

"Mmmmph! Uhh.. Nghh~"

Kurang dari satu menit Kyuhyun mengarahkan pergelangan tangan Sungmin untuk melingkar dileher putih pucat miliknya. Kembali, Sungmin hanya menuruti pimpinan tangan Kyuhyun pada tangannya. Tanpa diminta, kedua tangan Sungmin pun mengerat pada leher Kyuhyun.

"Uhm.. unghh.. nghhh~~"

Hup!

Dalam sekali hentak Kyuhyun berhasil mengangkat tubuh Sungmin ala bridal style. Ciuman mereka pun tidak melulu langsung berhenti begitu saja, justru malah semakin dalam. Setelah Sungmin telah pas berada dalam gendongannya, Kyuhyun pun melangkahkan kedua kakinya menuju tempat ia biasa menghabiskan istirahat malam.. yaitu ranjang King Size yang berada di sisi tengah kamar mewah miliknya.

"Ssshh~ ngh! Cpk~ cpk! Emmmmph~~"

Kini terdengar dengan jelas suara kecipakan kedua pasang bibir yang saling bertaut itu, suaranya mengaung diruangan besar kamar Kyuhyun.

"Ahhs~ Kyuh~~"

Lenguhan Sungmin pun terdengar, membuat Kyuhyun dengan tergesa menubrukan tubuh Sungmin diranjangnya.

Brush.

Dengan lembut Kyuhyun merebahkan tubuh mungil milik Sungmin disana, dikecupnya berkali-kali bibir Sungmin yang kini terlihat sedikit membengkak dan penuh saliva. Sekejap Kyuhyun menghentikan kecupannya, posisi Kyuhyun saat ini belum sepenuhnya berada dikasur. Kedua tangannya masih berada disekitar perpotongan lutut dan leher Sungmin.

Menyadari kecupan hangat Kyuhyun berhenti, Sungmin pun membuka kelopak matanya dan memandang Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum.

Itulah yang dilihat Sungmin saat ini. Tapi…Sungmin belum ingin berhenti mencium bibir lembut milik Kyuhyun!

Greb!

Sret~

"Cup!"

Dengan secepat kilat Sungmin nekat menarik tengan Kyuhyun yang berada dilehernya, lalu menciumnya dengan langsung. Tubuh samping Kyuhyun kini telah menindih Sungmin, belum lagi tangan Kyuhyun dilututnya yang kini telah terlepas dan beralih menggenggam pundak Sungmin dengan erat.

"Eunghh.. Kyuhh ahhg~ aahhhh~"

Lenguhan Sungmin semakin keras, Kyuhyun kini benar-benar telah menindih sempurna tubuhnya ditempat tidur empuk itu, tangan Kyuhyun pun kini mulai bergerak kembali disekitar pundak Sungmin menuju kearah bawah. Tangan Kyuhyun berhenti disekitar area dada Sungmin yang masih terbalut seragam putih, setelah yakin ia telah menemukan daerah yang telah menegang.. tangan Kyuhyun lantas mengelusnya dengan pelan dan sedikit menekan. Tentu saja getar kejut itu merambat diseluruh tubuh Sungmin.

"Ah! Sshh.. hhh~ Kyunnh…ie~~"

Kyuhyun menghentikan ciuman panasnya pada Sungmin.

"Mingh~"

Kyuhyun memandang Sungmin, napasnya tidak terlalu memburu seperti Sungmin. Jari-jemarinya meninggalkan area yang sempat ia belai lalu bergerak kembali menuju pinggang dan pinggul Sungmin, ternyata tidak sampai disitu.. pergerakan tangan Kyuhyun sekarang tepat beberapa jengkal dari daerah 'segitiga terlarang' milik Sungmin. Ditatapnya Sungmin yang masih bernapas tidak teratur.

"Minniehh~"

Kyuhyun menempatkan panggilan penuh desahnya dibelakang telinga Sungmin. Kyuhyun sudah paham betul, daerah belakang telinga merupakan salah satu dari sekian daerah sensitif ditubuh kelinci ini.

"Ah~ geliih~~" Sungmin menggeliat mendapat rangsangan Kyuhyun.

Kyuhyun menghembuskan napasnya, kemudian berbisik pelan penuh goda.

"Kurasa… inilah waktunya untuk sesi 'Dreams Comes True' bagimu."

.

.

.

ToBeContinue

.

A/N ::

Sekarang pertanyaan saya adalah: "Siapa yang jadi orangtuanya KyuBum?"

Saya pengennya HanChul, tapi juga pengen YunJae -_-"a

Kalo HanChul, jelas karena Heechul entah kenapa identik sama Kyuhyun. Kalo YunJae, saya rasa muka Jaejoong lebih dominan ke Kibum. Oh iya, ini spoiler.. kemungkinan KyuBum bakal balik jadi hyung-dongsaeng dalam satu keluarga lagi, tapi itu jika gak ada yang protes ya *dilempar*

Atau, ada yang mau orangtua KyuBum itu OC aja biar gampang? o.O

.

Ah, NC-nya emang udah jadi setengah *spoiler lagi-_-* tapi saya gak terlalu yakin itu bakal hot atau engga :3 kalo hot syukur, kalo gak hot ya bakar aja pake api~~ #plakk

.

THANKS FOR ALL READERS ESP. REVIEWERS! YOU ARE THE BEST ONE, GUYS!

JUST KEEP BELIEVE WITH KYUMIN~~! O:-)

.

.

Jja, wanna RnR? ^O^/