"KATEKYO"
.
.
DECLAIMER:
Masashi Kishimoto
PAIRING:
SasoDei, slight ItaDei
RATED:
M
WARNING:
Typos/misstypos bertebaran, OOC, OC, AU, bahasa acak acakan, Boys x Boys, LEMON belum muncul, dan masih banyak lagi
SUMMARY:
Deidara si cowok malas nan manja yang tidak pernah mau pergi ke sekolah, akhirnya harus berhadapan dengan guru les privatnya yang datar tanpa ekspresi, bagaimanakah hubungan mereka? Dengan sifat mereka yang bertolak belakang?
.
.
.
DON'T LIKE? DON'T READ!
Sasori mendekatkan wajahnya pada wajah deidara semakin dekat hingga hampir tidak ada jarak yang memisahkan mereka, sampai tiba2 "apa yang sedang kalian lakukan?" Spontan mereka melihat ke arah suara yang mengganggu mereka
"ITACHI?"
Part 4
Deidara langsung mendorong sasori dan menjauhkan diri darinya, "I..itachi? kenapa kau ada disini? Ada apa, un?" tanya deidara pada itachi yang merupakan tetangganya sekaligus temannya sejak kecil, walaupun usia itachi lebih tua darinya 10 tahun tapi itachilah yang selalu menemaninya bermain sejak dulu, itachi sudah terbiasa keluar masuk rumah deidara karena mereka memang akrab satu sama lain, "aku hanya ingin melihat keadaan mu saja, sudah beberapa hari ini kita tidak pernah bertemu, kau juga tidak pernah berkunjung kerumah, kupikir kau sedang sakit makanya aku kesini" jelas itachi, "ah tidak un, aku baik baik saja, hanya saja akhir2 ini aku sedang malas keluar" jawab dedara sambil berlalu meninggalkan sasori dan menuju kearah itachi, "bukankah kau memang selalu malas prgi keluar, heh?" ejek itachi sambil mengacak ngacak rambut pirang deidara, "eugh... ya memang, un! Tapi akhir2 ini aku jadi semakin malas keluar, un!" itachi melirik kearah sasori dan begitupun sasori mereka saling bertatapan, tidak kalian salah kalau kalian berfikir tatapan itu adalah tatapan cinta mereka saling melempar tatapan tidak suka "ooh.. apa karena orang itu?" tanya itachi sambil mengarahkan pandangannya pada sasori "eh? Bu...bukan un! Dia tidak ada hubungannya sama sekali, un!" jelas deidara sedikit grogi entah kenapa sejak kejadian tadi ia selalu gugup saat melihat langsung kearah sasori, "ngomong2 memangnya siapa dia? Temanmu?" tanya itachi pada deidara dengan nada menyelidik "biar kuperkenalkan, namanya sasori mulai hari ini dia adalah guru les privat ku, un" deidara memperkenalkan sasori pada itachi, yang dilakukan sasori hanya diam ia masih menatap itachi dengan pandangan tidak sukanya "guru les privat? Lalu sekolahmu?" tanya itachi yang sedikit heran dengan penjelasan deidara "ibuku yang menyewanya, mulai hari ini aku tidak perlu pergi kesekolah cukup dengan belajar dirumah seperti ini, un hehe" cengir deidara sambil membentuk jarinya menjadi V ke arah itachi "lalu ujian mu? Ku rasa ujian sekolah tidak mungkin dilakukan dirumah!" "tenang saja saat ujian nanti aku akan ikut paket, un" tiba2 sasori berdehem "ehem", deidara dan itachi menengok kearahnya "oh iya aku lupa, ini itachi temanku, dia tinggal disebelah un!" deidara memperkenalkan itachi pada sasori "hn" hanya itu tanggapan sasori, "apa kalian sudah selesai belajarnya?" tanya itachi "su..." belum sempat deidara menyelesaikan kalimatnya tiba2 sasori menyela "belum kami masih harus belajar, jadi kalau kau ingin mengajaknya bermain lebih baik nanti saja kalau kami sudah selesai!" potong sasori dengan nada datarnya, "seperti yang aku katakan tadi, kedatangan ku kesini bukan untuk mengajaknya bermain tapi aku hanya khawatir dengan keadaanya" jelas itachi dengan nada tidak suka pada sasori, deidara hanya bisa diam melihat mereka berdua entah kenapa ia merasakan 'BAD FEELING' diantara mereka.
Akhirnya deidara dan sasori kembali pada kegiatan belajar mereka yang sempat tertunda dengan itachi yang sekarang telah bergabung dengan mereka,saat ini mereka sudah pindah lokasi ke kamar deidara, bukannya memperhatikan penjelasan sasori, deidara justru lebih asik mendengarkan penjelasan itachi, sasori yang melihatnya hanya bisa memperhatikan mereka dengan tatapan datarnya walaupun begitu sebenarnya didalam hati sasori sangat kesal karena ia merasa diacuhkan, "apa kalian ini sepasang kekasih, eh?" tanya sasori tiba2 yang membuat perhatian deidara dan itachi teralihkan "eh? Apa maksud mu, un?" tanya deidara tidak mengerti dengan maksud sasori "kalian berdua, sikap kalian satu sama lain seperti sepasang kekasih" jelas sasori ia berkata begitu karena dari sudut pandangnya mereka benar2 terlihat seperti sepasang kekasih, mereka bahkan duduk sangat dekat berbeda dengan sasori yang duduk jauh di depan mereka, "EEHH? Bu...bukan un! K.. kau ini bicara apa, un?" deidara menjawab dengan sangat gugup , itachi hanya diam tidak membantah atau pun meng'iyakan' pertanyaan sasori, "j...jangan b..bicara sembarangan, un! Itachi itu..."
"dia sudah kuanggap seperti adikku sendiri" sela itachi, pernyataan itachi itu ternyata sukses membuat deidara mematung ia tidak melanjutkan kata2nya yang sempat terpotong oleh itachi "hooo... adik ya?" sasori bicara dengan sedikkit nada mengejek disana, deidara masih diam seribu bahasa tanpa mengeluarkan satu patah katapun, sasori melirik deidara ia melihat ekspresi kekecewaan di wajah deidara, tiba2 ponsel itachi berdering
Ring
Ring
Ring
"Hallo?... iya... baiklah aku kesana!" setelah selesai menjawab telponnya itachi pamit pada deidara "dei, aku harus pergi dulu, ada pasien emergency yang harus aku tangani segera!" akhirnya deidara tersadar dari lamunannya "eh?.. oh ya,un" dan itachi pun pergi meninggalkan mereka berdua.
Semenjak kejadian beberapa menit lalu sikap deidara menjadi agak aneh, ia lebih pendiam tidak cerewet seperti sebelumnya, sasori pun sebenarnya merasa tidak nyaman dengan keadaan ini "ada apa?" tanya sasori "eh?" hanya itu yang keluar dari mulutnya "sejak kepergian pria itu kau jadi pendiam? Apa kau se'kecewa' itu karena ditinggalkan olehnya, eh? Kalian ini benar2 seperti sepasang kekasih saja" deidara kembali diam dan lagi2 sasori melihat raut kekecewaan diwajah deidara "tapi sayang sekali dia bilang ia hanya menganggapmu sebagai adiknya" sambung sasori, deidara sama sekali tidak menanggapinya, "kenapa? Tidak biasanya kau diam saja, apa kau kecewa dengan pernyataanya?" deidara semakin diam dan raut kekecewaan semakin jelas diwajahnya "heh... jangan2 kau menyukainya" pernyataan sasori kali ini ditanggapi dengan ekspresi wajah kaget deidara beserta semburat merah dipipinya, sasori sedikit kaget ketika melihat ekspresi deidara yang tiba2 berubah "heh... jadi benar ya?" deidara diam seribu bahasa hanya semburat merah yang terlihat diwajahnya, sasori bangkit dari duduknya dan berjalan kearah balkon kamar deidara, ia melihat sekeliling dan tepat disebelah kamar deidara ia melihat sebuah kamar, "hmmm... kamar kalian pun bersebelahan" deidara menghampiri sasori ia berdiri disebelahnya, mereka terdiam sesaat hening tidak ada yang memulai pembicaraan, sampai akhirnya "itachi... ia memang sosok kakak yang baik" deidara memulai pembicaraan dan kata2nya barusan membuat perhatian si cowok rambut merah ini teralihkan padanya, "sejak kecil dialah yang selalu menemaniku, saat aku sendiri, saat aku sedih, saat aku membutuhkan seseorang, ia pasti selalu ada untukku" sasori mendengarkan semua yang dikatakan deidara tanpa mengeluarkan sepatah kata pun "awalnya aku berfikir ia memang sosok kakak terbaik untukku, tapi... sejak kejadian itu..."
FLASH BACK
Deidara sedang menghabiskan akhir pekannya bersama itachi disebuah taman, mereka duduk disebuah bangku taman sambil memakan takoyaki berdua "haaahh... aku benci matahari, itachi ayo kita pulang, kulitku akan meleleh kalau kelamaan berada dibawah terik matahari, un" keluh deidara "haha... saat ini matahari bahkan tertutup awan mana bisa membuat kulitmu meleleh, dasar kau ini beralasan saja" jawab itachi sambil mengacak acak rambut blonde milik deidara, "eeuugghh... tapi aku benar2 ingin pulang perasaan ku tidak enak, ayolah itachi" deidara merengek pada itachi dengan jurus andalannya, "baiklah...baiklah... ayo kita pulang, lagipula ibumu sebentar lagi juga akan pulang" akhirnya mereka berdua memutuskan untuk meninggalkan taman dan pulang, saat diperjalanan deidara tidak henti2nya mengeluhkan sinar matahari yang ia benci sampai2 itachi harus membelikannya ice cream untuk membuatnya diam, sampai tiba2 mereka berpapasan dengan sekelompok pria berpakaian serba hitam disebuah gang, deidara yang saat itu sedang memakan ice cream tidak sengaja menabrak salah satu dari mereka sehingga jas yang tengah dipakainya terkena ice cream yang sedang ia makan, "AH! APA YANG KAU LAKUKAN ANAK BODOH!" pria berjas hitam itu menarik kemeja yang dikenakan deidara, "DEIDARA!" itachi langsung menghampiri deidara "ma.. maaf aku tidak sengaja un" jawab deidara dengan sedikit meringis kesakitan karena pria itu menarik kemejanya sampai ia tercekik, "hentikan!" itachi melepaskan cengkraman tangan pria itu hingga akhirnya deidara pun terlepas "kau tidak apa2 deidara?" tanya itachi khawatir "aku tidak apa2, un" pria berjas hitam itu pun menarik tangan itachi hingga itachi nyaris tersungkur, ketika pria itu akan memukulnya ternyata itachi mampu menghindarinya dan memukul balik pria itu,
BRUKK
Pria itu terpental sampai menabrak dinding dibelakangya, tapi sayangnya ia tidak sendirian teman2nya yang lain ternyata tidak diam saja, "heh... berani sekali kau bocah!" mereka mulai menyerang itachi tapi itachi mampu menghadapi mereka sendirian, tiba2 pria yang tadi telah tersungkur bangkit kembali dan mencoba memukul itachi dengan sebuah balok, "hyaaa... rasakan ini!" itachi yang sedang kewalahan menghadapi beberapa orang itu pun tidak mampu menghindar, tapi ternyata tiba2 deidara berdiri dihadapannya dan balok itu pun mengenainya dengan sangat keras
BUAGHH
"DEIDARA!" itachi berteriak sambil berusaha meraih tubuh deidara yang mulai ambruk, ia tidak bisa menerima semua ini sampai akhirnya kemarahan pun meliputinya dan ia menghabisi mereka dengan brutal.
Sampai dirumah sakit setelah beberapa jam kemudian deidara akhirnya siuman, itachi yang saat itu ada disampingnya merasa sangat senang karena deidara akhirnya tersadar "Deidara, bagaimana keadaanmu?" ia bertanya dengan rauh wajah yang menyiratkan kekhawatiran yang sangat dalam "itachi... aku tidak apa2..un" deidara menjawab dengan nada yang sangat lemah, walaupun ia berkata tidak apa2 nyatanya keadaannya sangatlah lemah, ia mengalami pendarahan yang sangat hebat., "baka... kau ini benar2..." tiba2 saja itachi memeluknya dengan sangat erat, deidara hanya bisa pasrah saat itachi memeluknya, "hehe... kau ini kenapa itachi? Seperti aku akan mati saja" deidara terkekeh "aku janji aku tidak akan pernah membiarkan hal ini terjadi lagi, aku... aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika aku harus kehilanganmu deidara, aku tidak ingin kehilanganmu" bisik itachi ditelinga deidara, pernyataan itachi membuatnya kaget, ia sedikit terkejut saat itachi mengatakan bahwa ia tidak ingin kehilangan dirinya, "maafkan aku, un" deidara membalas pelukannya dengan erat seakan ia tidak ingin melepaskannya "tidak... aku yang minta maaf... maafkan aku deidara" mereka berpelukan erat.
END OF FLASH BACK
Sasori menatap wajah deidara dengan serius, ia mendengarkan tiap kata yang diucapkan deidara, deidara terdiam sejenak "..."
Sasori mengalihkan pandangannya pada kamar itachi yang ada disebelah kamar deidara "apa selama ini kau menyimpannya sendirian?" deidara mengalihkan pandangannya pada sasori "hn... karena kupikir itachi pun memiliki perasaan yang sama dengan ku... tapi nyatanya, selama ini yang ia lakukan padaku hanya karena ia menganggapku seperti adiknya sendiri, hehe... bodohnya aku, un" deidara tersenyum perih, sasori mengerti perasaan deidara ia bahkan tidak tega saat harus melihat senyumnya yang terkesan dipaksakan "lagi pula seharusnya aku tahu kalau ini tidak mungkin, un" lanjut deidara "kenapa?" sasori bertanya tanpa melihat kearah deidara, "itu jelas kan... karena kami berdua laki2, un!" deidara menundukkan wajahnya, sasori menyadari sesuatu ia melirik ke arah deidara ia perhatikan baik2 wajah itu, ia melihat tetesan air mata jatuh dr pipi pria itu, spontan sasori mengangkat wajahnya dan terlihatlah mata indah itu tengah dibanjiri cairan bening, deidara menangis "ja... janngan lihat un!" deidara mengalihkan wajahnya kearah lain "ini... memalukan... seorang pria tidak seharusnya menangis, un" sasori menarik wajah deidara ke arahnya dan tiba2 saja sasori menciumnya tepat dibibirnya yang basah terkena air mata "mmmpp..." deidara membulatkan matanya, ia tidak percaya dengan apa yang dilakukan sasori padanya.
Deidara POV
Eehhh? Apa ini? Kenapa sasori menciumku un? Apa yang sebenarnya terjadi?
TO BE CONTINUED
Waaahhh... aq benar2 gx tw harus bilang apa sama fic ku yg ini... akhir2 ini aku lagi stress... jadi maaf ya klo fic ny kurang memuaskan... (T-T)
Dan makasih buat yang udah review... dan gx lupa sama silent reader yang udah bersedia mampir disini... DOMO ARIGATO GOZAIMASU... *bow*
Tunggu chapter berikutnya yaaaaaa... (^o^)/
Akhir kata...
R
E
V
I
E
W
E
