Title : I'm Sorry and Good Bye
Genre : Hurt/Comfort, Horror
KHR © Amano Akira
Warning : Character Death
Cerita Sebelumnya :
"Selamat mencari, jika kalian sudah menentukan dimana dan apa yang harus kalian lakukan. Kalian bisa memanggilku kapan saja." Dengan begitu Chekerface menghilang bersamaan dengan kabut.
Setelah Chekerace menghilang, pikiran dan hati mereka menjadi satu "Membebaskan Tsuna dari sini dan menembus segala kesalahan mereka kepadanya."
.
.
.
Setelah kepergian Chekerface, Reborn menyuruh Iemitsu untuk membacakan jurnal milik Tsuna.
ISI JURNAL TSUNA
23 Agustus 20xx
Kemarin aku pergi diam – diam dari mansion untuk memeriksakan penyakitku dokter kepercayaanku. Untung saja Reborn dan yang lainnya sedang tidak ada di mansion, Yokatta!
Aku tidak bisa membicarakan mengenai penyakit yang sudah kuidap semenjak ulan tahunku yang ke 18 ini kepada mereka semua. Aku tidak ingin membuat mereka semua khawatir kepadaku, apalagi sampai menurunkan pertahanan mereka saat berhadapan dengan musuh. Memang aku sangat merasa bersalah dengan mereka, belum pernah aku menyembunyikan rahasia sebesar ini dari mereka.
Sebenarnya susah sekali menyembunyikan penyakit ini dari mereka, apalagi aku harus bersusah payah pergi diam – diam dari mansion untuk melakukan kemoterapi. Aku berharap penyakitku ini cepat sembuh, aku masih ingin bersama dengan mereka lebih lama lagi. Ya, aku pasti sembuh dan bisa tertawa lagi bersama mereka.
Aku akan menceritakan tentang penyakitku ini setelah benar – benar terbukti bahwa aku sudah sembuh. Aku harap mereka tidak marah kepadaku, kira – kira reaksi apa yang akan mereka berikan setelah tau bahwa aku mengidap penyakit kanker otak ya ?
.
.
27 Agustus 20xx
Tidak mungkin, aku tidak mempercayai apa yang kulihat ! Hari ini hasil pemeriksaanku keluar, aku mengharapkan atas kesembuhanku, tapi tidak mungkin! Kenapa ? kenapa hasilnya jauh dari harapanku ?
Hasil menyatakan bahwa kanker-ku sudah mencapai stadium 4, hidupku tidak lebih dari 1 tahun lagi.
Tidak ada yang boleh mengetahui hal ini, terlebih Reborn dan teman – temanku yang lain. Sampai akhirpun mereka tidak boleh mengetahui hal sebenarnya! Penderitaan ini cukup aku saja yang tanggung! Aku tidak boleh membuat mereka khawatir ! Tidak boleh!
Maaf teman – teman, sepertinya aku tidak bisa menepati janjiku untuk selalu bersama kalian selamanya. Kumohon maafkan aku…
.
.
29 Agustus 20xx
Sepertinya hari ini akan menjadi hari yang buruk untukku. Hyper Intuition-ku memberitahukan ada yang salah dengan mansion ini dan sesuatu yang sangat buruk akan terjadi.
Kuharap Hyper Intuition-ku salah.
.
.
30 Agustus 20xx
Kuharap kejadian kemarin adalah mimpi, ya mimpi ! Tidak mungkin Kakek meninggal, tidak mungkin teman – temanku meninggalkanku bukan ? Kami sudah berjanji untuk saling mempercayai dan tidak akan meinggalkan satu sama lain. Mereka sendiri yang mengatakan itu dan aku sangat mempercayai janji mereka.
Ya, hari ini pasti mereka sedang menjalankan misi seperti biasa dan 2 atau 3 hari lagi mereka akan pulang kesini. Ya, mereka sudah berjanji, mereka pasti pulang.
Aku hanya harus menunggu mereka dan menyambut mereka saat mereka pulang nanti.
.
.
2 September 20xx
Tidak! Ternyata kejadi beberapa hari yang lalu adalah kenyataan! Aku mendengar para pelayan dan penjaga membicarakan kejadian itu berulang – ulang.
Kata mereka akulah yang membunuh Kakek! Tidak mungkin! Aku sudah berjanji tidak akan membunuh siapapun. Mereka pasti salah, aku tidak akan pernah membunuh orang yang kusayangi. Tidak pernah!
Tapi mimpi buruk yang selalu kudapati setiap malam sangat nyata, jauh didalam ingatanku sepertinya memang benar kakek telah meninggal. Tapi bukan aku yang membunuhnya! Bukan! Bukan! Bukan!
Benarkan bukan aku yang membunuhnya ?
.
.
5 September 20xx
Aku ingat! Aku sudah mengingat kejadian yang menimpa Kakek! Memang bukan aku yang membunuh Kakek, tapi Reborn dan yang lainnya mengira akulah yang membunuh Kakek.
Tidaakk! Jangan mempercayai mereka teman – teman! Bukan aku yang membunuhnya bukan aku! Percaya lah padaku! Percayalah!
Sekarang baru kusadari Reborn dan yang lainnya tidak pergi untuk melakukan misi, mereka pergi meninggalkan ku disini sendirian, percuma bagiku untuk menunggu mereka pulang, mereka tidak akan pulang menemuiku, menemui monster sepertiku!
Mereka tidak akan pulang! Tidak akan pulang! Tidak akan pulang! Tidak akan pulang! …
( Kalimat itu terus menerus terulang, dan ada bekas tinta yang kabur akibat air mata yang terjauh saat Tsuna menulisnya)
Tidak! Bukan itu yang aku ingini! Kuharap mereka pulang kesini, kumohon pulanglah kesini, aku akan selalu menunggu kalian dan menyambut kalian. Jadi kumohon kembalilah kesini, aku tidak ingin kehilangan kalian.
.
.
10 September 20xx
Pagi ini kudapati mansion sangat sepi dan secarik kertas tertinggal diatas meja ruang makan.
Sekarang aku benar – benar sendirian, para pekerja dan pengawal semua telah meninggalkanku disini. Apa yang harus aku lakukan? Kuharap ini adalah mimpi! Tolong bangunkan aku dari mimpi buruk ini. Aku tidak sanggup menjalani hal ini sendirian. Kami-Sama tolong aku …
.
.
20 September 20xx
Lagi – lagi mimpi buruk itu datang lagi. Aku tidak kuat melihat mimpi itu lagi ! Kenapa mimpi itu selalu menghantui-ku ? Kenapa tatapan mata dan kata – kata mereka selalu terulang – ulang ? Apakah ini memang hukuman untukku ?Apakah aku memang pantas mendapatkan hukuman ini ?
.
.
6 Oktober 20xx
Entah sudah berapa lama aku tidak tidur. Aku terlalu takut untuk melihat mimpi – mimpi buruk itu. Bahkan sakitnya hati ini tidak sebanding dengan penyakitku.
Apa ini adalah hukuman karena aku tidak mengatakan sejujurnya kepada mereka tentang penyakitku ? kalau iya, aku sangat menyesal sekali.
Yang kuharapkan adalah kehadiran mereka bersamaku. Aku rela memberikan apa saja asal kalian mau kembali lagi disisiku seperti dulu.
Seperti dulu ? Ya benar, mereka selalu ada disisi ku. Boneka, boneka yang mereka berikan! Boneka itu adalah mereka bukan ? mereka mengatakan kalau boneka itu adalah pengganti diri mereka bukan ? Kalau begitu mereka benar – benar selalu berada disisiku, tidak ada yang kusesali lagi! Mereka telah kembali! Akan aku sambut mereka, lalu kami akan makan bersama diruang makan.
.
.
26 November 20xx
Tidak ini tidak sama. Boneka itu memang pengganti mereka, tapi tetap saja ada yang kurang. Aku mengharapkan kalian yang benar – benar pulang kesini. Tapi aku juga takut, kalau kalian pulang kesini, tatapan dan kata – kata yang kalian katakana dulu terulang lagi.
Aku menginginkan kalian pulang, tapi aku juga takut menerima kenyataan bahwa kalian tidak mau menerimaku lagi. Apakah dengan seperti ini adalah hal yang terbaik untukku ? Apa aku harus menerima kenyataan ini ?
Aku harap bisa kembali lagi kemasa lalu, dan memperbaiki semua ini.
.
.
3 Januari 20xx
Aku menyesal…aku takut…kesepian…menyesal…kembalilah…kumohon…sakit…m aafkan aku…sepi…takut…takut…sepi…maafkan…maafkan aku…kembalilah…kumohon…maaf…maaf…maaf…sakit…sakit sekali…
.
.
.
END
.
.
Semua yang mendengar isi jurnal Tsuna hanya terdiam. Uni, Chrome, Lambo hanya menagis dan menyesali perbuatan mereka. Bahkan Iemitsu-pun menangis ditengah – tengah saat membacakannya dan membuat semua orang yang mendengar kebingungan dengan apa yang dikatakan Iemitsu karena beberapa kali terhenti akibat tangisannya. Akhirnya Iemitsu digantikan dengan Reborn.
Mendengar isi jurnal Tsuna membuat hati mereka hancur. Tsuna sangat mengharapkan kepulangan mereka, walaupun dengan penyakit yang Ia derita dan kesepian yang Ia rasakan, Ia tetap menunggu mereka. Mereka semua sangat berharap bisa kembali lagi kemasa lalu dan memperbaiki semua ini.
Mereka merasa seperti orang bodoh dan buta.
.
.
.
End
.
.
.
Yup, chapter ini hanya membahas tentang isi dari jurnal Tsuna.
Tapi OzLen kurang pede dengan chapter ini, karena OzLen bingung harus nulis apa, dan sepertinya banyak kata – kata yang diulang – ulang. OzLen masih belum berpengalaman untuk menulis chapter yang satu ini.
Jadi mohon review-nya ya minna. Tolong berikan saia masukan dan tanggapan dengan chapter ini. (_ _)
Apakah kalian tau dimana Tsuna sebenarnya ? kalau diperhatikan dengan seksama, akan ketahuan dimana Tsuna yang sebenarnya berada. Mungkin~ Hehe
Saa, enjoy~
