KAISAR NAGA MERAH.

A Naruto High School DxD Fanfiction.

By Keris Empu Gandring.

•••••

Rate :: M -Naik Tingkat (mungkin bisa jadi M+ mengingat banyak Screen Ecchi yang tersaji).

•••••

Jangan merasa sungkan untuk memberikan Review (^,~)

•••••

Warning :: AU, OOC, Gender Bender, Typo(s) dan kekurangan lainnya.

AWAS 18+ walau cuma Ecchi, saya fikir ini konsumsi Dewasa. Tapi kalau maksa sih terserah. Yang jelas saya sudah kasih Warning ya!.

•••••

Aku Hyoudou Issei, aku adalah seorang Iblis Rainkarnasi dari Clan Gremory yang mengkonsumsi 8 Bidak Pion. Aku juga memiliki sebuah Sacred Gear Boosted Gear, sebuah benda yang mengurung Naga yang sangat hebat didalamnya!.

Keren bukan?!.

Tapi entah kenapa aku tidak bisa berteleportasi?!. Eumh~ maksudku, bukankah tidak lucu jika seorang Iblis datang menggunakan Sepeda, saat mendapat panggilan dari Manusia?!.

Awalnya sih aku tidak memikirkan hal ini, tapi saat Konsumen baruku yang cantik jelita mengatakannya ... Aku benar-benar terpukul dan berambisi untuk bisa melakukan teleportasi!.

Aku berhasil, tapi malah ke sebuah tempat antah-brantah yang tidak kuketahui!.

Dan cerita ini pun terjadi ...

KAISAR NAGA MERAH.

A Naruto High School DxD Fanfiction.

By Keris Empu Gandring.

Chapter 4 :: Rival.

•••••

Pinggiran Hutan.

Issei terlihat bersantai disebuah Padang Rumput, menikmati hembusan Angin dan pemandangan Awan yang entah kenapa terasa indah olehnya. Jika saat di Jepang, waktu luang seperti ini selalu dia gunakan untuk mengintip, atau sekedar menikmati mulusnya bantalan Paha sang Buchou.

Tapi, karena disini tidak ada Buchou atau pun target intipan yang aman (dalam tanda kutip). Keseharian Issei hanya diisi oleh acara bermalas-malasan seperti ini. Tentu saja jika tidak ada Misi atau Latihan.

"Hahhhh~ aku mulai bosan dengan Dunia ini. Tidak ada yang bisa diintip, tidak ada Buchou ..."

"Aku mulai merindukan bantalan Paha Buchou"

"Ddraig, apa—" ucapan Issei terhenti karena Langit cerah itu tiba-tiba mendung dengan kilatan-kilatan Petir, langsung menyambar dengan ganasnya. Untuk sesaat Issei terlihat termenung menyaksikan perubahan Cuaca yang extrim itu. Namun sedetik kemudian, pemuda bersurai coklat itu segera bergegas pulang ke Rumahnya.

Tidak perlu terkejut soal Rumah. Sejak Issei menjadi bagian dari Shinobi Konoha, Hyoudou Issei diberikan sebuah Rumah oleh Tsunade, lengkap dengan isinya. Namun mengabaikan semua itu, acara pulang pemuda Hyoudou ini sedikit terganggu saat pandangannya, melihat sosok pemuda seusianya, sedang berdiri disalah satu Pohon tertinggi ditengah Hutan.

Yap, Issei dengan mudah bisa melihatnya, karena tinggi Pohon yang ditempati pemuda itu, jauh lebih tingigi dari Pohon yang lain.

"Sedang apa orang itu?" gumam Issei dalam kebingungannya.

Mengabaikan keadaan sang Hyoudou yang masih tidak mengerti dengan apa yang sedang dilakukan pemuda berambut raven itu. Dia, si pemuda raven mulai menggerakan Tangan kirinya ke atas. Dan seketika itu juga Petir-Petir berkumpul diatasnya, membentuk seekor Naga besar yang terbang disekitar pemuda raven itu.

Jika dilihat dari gerakan Tangannya, Naga Petir itu sepenuhnya dalam kontrol si pemuda raven, karena mengikuti setiap gerakan Tangan kirinya. Membuat Issei berdecak kagum melihat kebolehannya. Namun sepertinya kekaguman itu terlalu cepat, karena sesuatu yang besar baru saja akan terjadi saat ini.

Si pemuda raven mulai mengangkat Tangan kirinya tinggi-tinggi, membuat si Naga Petir terbang semakin tinggi, hingga ditelan kumpulan Awan hitam yang masih tersebar di Langit. Dan saat Tangan pemuda raven turun, seketika itu juga si Naga Petir meluncur dengan derasnya menabrak Bumi tanpa ampun. Menimbulkan sebuah ledakan besar hingga memporak-porandakan bagian tengah Hutan.

"Uhuk~ uhukkk~" Issei terbatuk-batuk seraya menutupi pengelihatan dan Mulutnya. Melindungi dua bagian itu dengan kedua Tangannya, akibat Debu yang langsung menyebar pasca si Naga Petir pemuda raven itu menghantam Tanah.

"Hebat ..." Issei bergumam kagum melihat efek destruktif yang diperlihatkan Jutsu pemuda raven itu.

Tap.

Tanpa sang Sekiryuutei sadari, pemuda raven itu sudah mendarat tepat disampingnya. Berjalan dengan santainya melewati Issei yang masih dipenuhi kekaguman pada kehebatan pemuda itu, hingga suara sang Naga menyadarkannya.

[Patner ... Sampai kapan kau akan melamun?. Bocah itu sudah melewatimu!] ucapan Ddraig yang terngiang di Telinganya, menyadarkan Issei dari lamunannya. Dan seketika itu juga Issei tersadar, si Hyoudou ini mulai mengalihkan pandangannya bermaksud untuk menyapa pemuda raven ini, mungkin saja mereka bisa berteman dan bisa saling membantu untuk memperkuat diri.

Namun ... Niatan itu diurungkan Issei, saat pandangannya menatap sosok si pemuda raven yang saat ini berdiri cukup jauh darinya bersama Naruto, Tsunade dan Itachi, sang pemilik Rumah yang saat ini ditinggalinya. Sementara pria lainnya yang terlihat menyeramkan dengan Matanya yang seperti Ularnya, belum dikenali Issei.

"Hebat ... Tidak sia-sia kau melakukan pelatihan selama dua Tahun bersama Orochimaru-Sama. Kau semakin kuat saja, Sasuke-Kun" ucap Naruto dengan Wajah berseri-seri, saat memuji pemuda raven itu.

"Itu benar Sasuke-Kun, kau kemajuanmu sangat pesat. Kau memang anak berbakat dari Uchiha!" kini giliran Tsunade yang memuji pemuda raven itu, juga dengan Wajah bangga. Melihat dua wanita incarannya memuji pria lain, tentu saja membuat Issei kesal. Niatan untuk berkenalan dan berlatih bersama kini berganti menjadi niatan untuk mengalahkan pemuda bernama Uchiha Sasuke itu.

"Sasuke ... Ck!" Issei mendecak kesal saat mengatakan nama si pemuda raven. Dan tanpa memperdulikan pujian apa lagi yang akan diucapkan mereka pada Sasuke, si Hyoudou Issei ini mulai melangkahkan Kakinya untuk pergi meninggalkan tempat itu. Sasuke mengalihkan pandangannya pada sosok Issei yang sedang berjalan menjauh.

"Siapa dia?" tanya Sasuke tanpa memperdulikan pujian yang diterimanya.

"Oh~ benar juga. Sasuke-Kun kan baru saja kembali setelah berlatih bersama Orochimaru-Sama. Pantas jika kau tidak tahu siapa pria itu" komentar Naruto, sebelum ahirnya menjawab pertanyaan sang Uchiha.

"Dia adalah Hyoudou Issei, seorang Jinchuriki Naga Api. Dia juga tinggal di Rumahmu" ucap Naruto sedikit menjelaskan siapa pemuda bersurai coklat itu. Mendengar penjelasan gadis bersurai pirang itu, pandangan Sasuke langsung beralih pada sosok pria dengan Wajah yang sangat mirip dengannya.

"Apa itu benar Itachi-Niisan?" Tanya Sasuke. Wajah datarnya semakin terlihat datar dan dingin saat menanyakan itu, membuat Itachi sedikit gugup. Meski masih bisa ditutupi dalam Wajah datar yang sama seperti Sasuke.

"Yap" jawab Itachi singkat.

"Itu benar Sasuke-Kun. Itachi mengusulkan ini padaku, untuk merawat Rumah kalian. Karena Tugas kakakmu sebagai ANBU cukup banyak, membuat Rumah menjadi tak terurus" lanjut Tsunade.

"Hn ..." hanya itu yang keluar dari Mulut Sasuke saat mengetahui kenyataan itu. Agaknya Sasuke masih kurang setuju Rumahnya dihuni oleh orang lain selain Uchiha. Namun respon berbeda diperlihatkan Orochimaru, pria Ular itu sepertinya menaruh minat pada Hyoudou Issei. Itu terlihat jelas dari pandangan serta tawanya yang tak biasa.

"Khuhuhuhu~ bukankah ini menarik?" gumam sang Sannin Ular itu.

KAISAR NAGA MERAH.

A Naruto High School DxD Fanfiction.

By Keris Empu Gandring.

•••••

Issei terlihat sedang meneguk minumannya di Dapur, hingga sebuah ketukan Pintu terdengar di indra pendengarannya. Dengan sedikit gerutuan tak jelas, pemuda bersurai coklat itu melangkahkan Kakinya untuk melihat siapa tamu yang datang. Dan alangkah terkejutnya sang Sekiryuutei itu, karena yang bertamu adalah si pemuda raven bernama Sasuke.

Pria tampan yang beberapa saat lalu mendapatkan pujian dari dua wanita incarannya!.

"Kau!" Issei menunjuk-nunjuk Wajah tampan Sasuke. Namun sang Uchiha tak ambil pusing, Sasuke dengan sangat santainya berjalan melewati Issei dan masuk ke Rumahnya.

"Hooiii!. Jangan seenaknya masuk—" ucapan Issei terhenti saat pandangannya beradu dengan tatapan datar Sasuke.

"Apa?. Ini Rumahku!" ucapan singkat dan padat itu membuat Issei tercengang. Bagaimana bisa orang asing ini tiba-tiba saja mengaku jika ini Rumahnya?!. Bukankah sang empunya adalah Itachi?. Dan sepertinya Sasuke menyadari pemikiran Issei. Dan dengan sedikit keluhan singkat, Mata Sasuke mulai berubah menjadi Sharingan ber-Tomoe tiga.

Dan ...

Splaassshhh!.

Issei tiba-tiba saja berada disebuat tempat aneh. Aneh disini adalah dalam artian dia, Hyoudou Issei, tiba-tiba saja melihat Sasuke sedang duduk manis mengobrol dengan Itachi. Hingga sosok Sasuke yang lain, yang berdiri disampingnya entah sejak kapan, mulai membuka suara.

"Tidak perlu bingung, ini Dunia Genjutsu dari Mata hanya perlu mendengarkan percakapanku dengan Itachi-Niisan" ucap Sasuke yang berada disamping Issei. Meski masih terlihat bingung, pemuda bersurai coklat itu menuruti perintah Sasuke. Issei dengan seksama mendengarkan isi percakapan dari dua sosok didepannya.

Hingga ahirnya sang Sekiryuutei tahu jika Sasuke ini adalah adik dari Itachi. Dan itu artinya, si Uchiha Sasuke ini adalah juga pemilik dari Rumah yang dalam sebulan ini dia tempati.

Splaassshhh!.

Genjutsu berahir dan semua kembali normal, Issei masih terlihat bingung ditempatnya. Dan begitu pun dengan Sasuke, pemuda tampan itu juga masih setia diposisi awalnya. Hanya Matanya saja yang berbeda, jika sebelumnya Sharingan Sasuke aktif, kini Mata Sakti itu sudah kembali seleperti semula.

"Jadi ..." dalam kebingungannya, Issei mulai berusaha mengucapkan sesuatu.

"Yap. Ini Rumahku" ucap Sasuke cepat. Dan tanpa memperdulikan kembali kebingungan Issei, Sasuke mulai melenggang masuk ke Kamarnya.

'Grrrr!. Kenapa harus dia yang menjadi adik Itachi-San?!. Kenapa harus pemuda tampan dan kuat itu?!'

'Terkutuklah kau pria tampan!' Issei berteriak didalam batin, mencoba mencurahkan kekesalannya dalam sebuah umpatan pada Sasuke. Mau bagimana lagi, Issei sudah terbiasa memusuhi setiap pria tampan. Karena menurutnya, spesies pria yang seperti ini akan menghambat impiannya.

Terlebih lagi, diawal kemunculannya, Sasuke langsung terlihat keren dengan Naga Petirnya. Ditambah lagi, langsung mendapatkan pujian dari sang Tsunade-Ojousama juga Naruto-Chan-nya!.

"Ck!. Tidak di Jepang, tidak disini ... Ada saja pria tampan yang berpotensi merusak impianku!" desis pemuda bersurai coklat itu.

•••••

Hari berganti dengan cepat, dan Issei baru saja menyelesaikan latihannya hari ini. Dan hal pertama yang dilakukan pemuda bersurai coklat itu setelah selesai berlatih adalah mencari Naruto. Entah kenapa, Issei sangat ingin bertemu dengan gadis pirang itu. Selain ingin mengajak Naruto makan siang bersama, Issei juga ingin memperlihatkan kekuatannya.

Agaknya sang Sekiryuutei ini tidak mau kalah dari Sasuke. Jika Sasuke mendapatkan pujian, maka seorang Kaisar Naga Api pun harus mendapatkan pujian yang sama!.

[Bagus Patner, aku suka semangatmu. Tidak ada yang boleh lebih kuat dari kita!] ucapan sang Naga semakin menambah semangat Issei untuk memperlihatkan kemajuannya pada Naruto. Tapi setelah berputar-putar di Desa, pemuda bersurai coklat itu tak kunjung juga menemukan Naruto. Hingga ahirnya, sang Sekiryuutei, mengingat sebuah tempat makan favorit Naruto.

"Kedai Ramen Ichiraku!" Issei mengguman menyebutkan nama Kedai yang menyediakan makanan kesukaan Naruto. Dan tanpa berlama-lama lagi pemuda bersurai coklat itu segera melesat menuju Kedai Ichiraku.

Dan seperti yang diduga, Naruto memang benar ada disana, sedang menikmati Ramen jumbo yang tersaji dihadapannya. Tapi, pandangan Issei menangkan sesosok pengganggu disamping gadis bersurai pirang itu. Sasuke, Uchiha Sasuke!. Entah bagaimana, pemuda raven itu bisa duduk disamping Naruto. Dan itu membuat Hyoudou Issei sangat kesal!.

"Apa si Sasuke ini tidak ada kerjaan?!. Misi, latihan atau apapun, asal dia tidak bisa mendekati calon Haremku!" umpat Issei seraya membawa dirinya memasuki Kedai Ichiraku.

Baru saja Issei mengatakan itu, seekor Elang terbang diatasnya seraya terus bersuara, seolah mencoba memanggilnya. Dan memang seperti itu, si Elang memang sedang memanggilnya, untuk datang ke Gedung Hokage. Elang itu adalah sebuah tanda panggilan dari sang Hokage untuk para Shinobi saat akan mendapatkan Misi.

"Ck!. Malah aku yang dapat Misi!" umpat sang Sekiryutei, seraya berbalik arah, melangkahkan Kakinya menuju Gedung Hokage.

Sekitar lima menit berlalu, Issei ahirnya sampai di Gedung Hokage. Disana sudah ada Sakura, Sai dan tiga orang lain yang belum perlah Issei lihat. Pemuda dengan Pedang besar di Punggungnya yang terus minum, yang ternyata bernama Suigetsu. Pria tinggi besar yang ternyata bernama Juugo, dan satu lagi seorang gadis berkacamata bernama Karin. Mereka semua adalah orang baru bagi Issei. Karena selama tinggal di Konoha, Issei baru melihat mereka.

"Wajar kalau kau tidak mengenali mereka, karena sebelumnya mereka adalah Penjaga Laboratorium Orochimaru-Sama" ucap Sakura.

"Tapi sekarang, mereka tergabung dalam Tim 7 bersama Sasuke, yang diketuai Kakashi-Sensei" lanjut Sai mencoba menerangkan sedikit tentang Suigetsu, Juugo, dan Karin. Issei hanya mengangguk mengerti dengan penjelasan teman satu Timnya di Tim 6. Meski ada kekesalan saat nama Sasuke disebutkan Sai.

"Lalu dimana Kakashi-Sensei?" tanya Issei.

"Dia sudah berangkat lebih awal bersama Yamato-Taichou dan beberapa Tim ANBU lainnya. Aku sudah menjelaskannya tadi" kini giliran Tsunade yang mengatakan itu. Disusul celetukan Karin yang cukup menusuk Hati sang Hyoudou Issei.

"Makanya kalau ada panggilan Misi itu cepat datang. Kau membuat kami membuang waktu, karena keterlambatanmu tahu!" ucap Karin dengan tatapan sinisnya pada sang Sekiryuutei. Issei hanya mendesis tak suka dengan ucapan Karin, tapi sebelum pemuda bersurai coklat itu membalas ucapan Karin, sebuah ketukan di Pintu menghentikan niatan Issei.

Dan masuklah Sasuke bersama dengan Naruto.

"Maaf kami sedikit terlambat. Tadi ada sedikit urusan" ucap Sasuke dengan datarnya. Dan Karin dengan gerakan cepatnya, segera menjadi pemisah antara Sasuke dan Naruto. Tatapan tak suka dialamatkan Karin pada gadis bersurai pirang itu, sebelum ahirnya menimpali ucapan sang Uchiha.

"Tidak apa-apa Sasuke-Kunnn~ kami tidak keberatan kok~" ucap gadis berkacamata itu, seraya bergelayut manja di Tangan sang Uchiha.

"Cih!. Dasar si Mata empat itu ... Dia bahkan lebih telat dariku, tapi tidak marah sedikitpun!" umpat Issei dengan sinisnya seraya menatap sengit si Uchiha Sasuke. Jujur saja, Issei sedikit cemburu dengan keberuntungan Uchiha itu. Bagaimana tidak, dia selalu mendapatkan perhatian lebih hanya karena Wajah tampannya.

"Apa hebatnya Wajah tampan itu?!" lanjut Issei masih setia untuk mengumpat ria. Namun Sasuke masih terlihat tenang dibalik Wajah datarnya, meski jelas-jelas sedang dihina sang Sekiryuutei. Dan yang kesal dengan hinaan itu adalah gadis-gadis yang ada di Ruang Hokage.

"Jaga bicaramu orang asing!. Sasuke itu bukan hanya tampan, dia juga keren dan kuaaattttt~" ucap Karin seraya lebih mempererat gelayutan manjanya di Tangan Sasuke. Seburat merah terlihat menghiasi Wajah sang Uzumaki saat memuji si Uchiha Sasuke.

"Itu benar ... Sasuke adalah Shinobi terbaik!" kini giliran Sakura yang membela pemuda raven itu. Issei sebenarnya tidak terima dengan pembelaan gadis-gadis itu, untuk orang yang dijadikan rivalnya. Namun ucapan Naruto yang juga membela si Sasuke itu membuatnya cemberut.

"Sudahlah Issei-Kun, akui saja ..." ucap gadis bersurai pirang itu. Dan ucapan inilah yang membuat Issei cemberut. Namun Issei tak patah semangat, pandangannya lalu beralih pada sang Ojou-Sama yang masih santai-santai saja melihat pertengkaran remaja-remaja tanggung itu.

"Ojou-Sama ..." Issei merajuk pada sang Hokage. Namun lagi-lagi jawaban Tsunade membuatnya cemberut.

"Aku tidak mau terlibat dalam masalah ini. Kau adalah anak emasku, dan Sasuke-Kun pun demikian ... Jadi maafkan aku Issei-Kun" ucap Tsunade.

"Haaahhhh~" Issei mengeluh sedih mendengar jawaban Tsunade.

"Bahkan Tsunade-Ojousama juga ..." Lanjutnya masih mengeluh ria. Namun suasananya segera berubah saat sang Hokage kembali membicarakan Misi untuk Tim 7 dan Tim 6 ini. Dan setelah semuanya jelas, mereka pun segera bergegas berangkat.

[Santai patner. Kita buktikan kekuatan kita dalam Misi kali ini!] bela sobat Naganya, karena melihat pemuda bersurai coklat itu yang masih tidak bersemangat pasca kalah dalam hal popularitas dimata gadis-gadis Konoha dari Sasuke.

KAISAR NAGA MERAH.

A Naruto High School DxD Fanfiction.

By Keris Empu Gandring.

•••••

Jepang - Kuoh Academy, Ruang Penelitian Ilmu Gaib.

Tanpa terasa sudah tiga hari Issei menghilang. Dan kini, di Ruang Penelitian Ilmu Gaib, Rias sedang duduk dengan gugupnya dihadapan seorang pria bersurai merah yang merupakan kakak kandungnya sendiri, yaitu Sirzech Gremory. Yang kini lebih dikenal sebagai sang Maou Lucifer di Dunia Bawah, mengingat saat ini Sirzechlah yang memegang gelar Lucifer saat ini.

Namun kegugupan Rias bukan karena kehadiran dadakan Sirzech yang membawa gelar Lucifer, melainkan pertanyaannya yang tidak bisa dijawab oleh sang Gremory.

"Jadi kau kehilangan si Sekiryuutei itu?" Yap, pertanyaan singkat itulah yang membuat Rias gugup. Dan itu cukup untuk membuktikan jika Rias adalah seorang Raja yang buruk karena tidak bisa menjaga Budak-Budaknya.

"Sayang sekali ... Padahal kehadiran sang Kaisar Naga Merah dalam Fraksi Iblis sangat menguntungkan kita" keluh Sirzech yang semakin membuat Rias merasa tertekan. Mengetahui perasaan adiknya, Sirzech mencoba menghibur gadis bersurai merah itu.

"Tapi tidak usah khawatir, aku akan meminta bantuan Ajuka untuk menemukan si Sekiryuutei itu. Kurasa dia bisa membantu kita dengan alat ciptaannya" ucap Sirzech dengan riangnya. Rias yang sedari tadi merunduk mulai mengalihkan pandangannya pada Wajah tampan sang kakak. Dan dengan perasaan takut dan serba salah, Rias mencoba menanyakan sesuatu.

"O-Onii-Sama tidak ma-marah?"

"Tidak" jawab Sirzech dengan sebuah gelengan Kepala disertai senyum lembut nan penuh kasih sayangnya.

•••••

Satu jam sudah berlalu, sejak kepergian Sirzech Lucifer. Namun Rias masih terlihat melamun dan tak bersemangat, hingga suara sang Ratu membuyarkan lamunannya. Akeno Himejima adalah sang pelaku, gadis yang merupakan sahabat sekaligus Budaknya yang memegang Bidak Ratu itu, tampaknya sangat mengkhawatirkan keadaan Rias saat ini.

"Kau baik-baik saja, Rias?" tanya Akeno penuh ke khawatiran. Yap, saat sedang berdua seperti sekarang ini, Akeno selalu memanggil nama, tanpa sebuah embel-embel Buchou. Bukan tidak sopan atau sebagainya, tapi itu atas permintaan Rias karena kedekatan mereka yang sudah seperti saudara.

"Ya ... Aku baik. Hanya saja—"

"Sudahlah Rias, tidak usah terlalu difikirkan, mari kita ambil sisi positif dari kejadian ini. Mungkin saja Issei-Kun akan lebih cepat ditemukan dengan bantuan Maou Lucifer-Sama dan Maou Beelzebub-Sama" potong Akeno cepat. Cukup lama gadis Gremory itu terdiam, hingga ahirnya tersenyum. Meski mimik Wajahnya masih terlihat mengganjal.

Namun setidaknya kini, tidak separah tadi.

"Kau benar" ucap Rias.

Kembali ke Konoha.

Saat ini Tim 7 dan Tim 6 sedang dalam perjalaman Misi sebagai Tim pembantu untuk Kakashi dan Yamato. Mereka dengan sangat lincah melompat dari Pohon ke Pohon dengan sangat cepat. Namun tidak untuk sang Sekiryuutei, Issei tidak melompat atau berlari seperti yang lainnya. Pemuda bersurai coklat itu, terlihat terbang menggunakan sepasang Sayap Naganya.

Tentu saja!.

Untuk apa berlari jika ada hal yang lebih mudah kan?.

"Kalian lambat sekali" ledek Ddraig yang saat ini sudah bertukar tempat dengan Issei. agaknya sang Naga sedikit kesulitan untuk menyesuaikan kecepatan terbangnya dengan kecepatan lari Ninja lainya.

"Mana anak berbakat yang katanya hebat itu?" Ddraig kembali mengeluarkan ledekannya dengan tatapan sinis dan merendahkan pada si Uchiha Sasuke. Yap, agaknya Ddraig pun tidak menyukai Sasuke. Tapi bukan karena dia tampan, melainkan karena Sasuke selalu dipuji kuat oleh orang-orang disekitarnya.

Ya ... Sebagai seorang Heavenly Dragon yang agung, Kaisar Naga Merah ini tentu saja tidak terima jika ada Mahluk lain yang lebih kuat darinya. Apa lagi, Mahluk itu hanyalah Manusia yang jauh lebih lemah dari Naga!.

"Tunjukan saja arahnya. Biar aku yang membereskan semuanya ... Kalian Mahluk-Mahluk lemah kembali saja ke Desa!"

Cukup. Sasuke sudah tidak bisa lagi menjaga ketenangannya. Kata lemah adalah kata terlarang untuk diucapkan pada seorang Uchiha sepertinya, yang juga memiliki harga diri yang tinggi. Untuk sesaat Sasuke menatap Ddraig yang saat ini masih menguasai Tubuh Issei dengan tajamnya, hingga tatapan mereka bertemu.

"Apa?" desis Ddraig tanpa takut sedikit pun.

"Ck!. Ikuti aku jika kau bisa!" setelah mengatakan itu, Mata Sasuke terlihat berubah. Ya ... Sharingannya sudah aktif. Namun tidak hanya itu, perubahan juga terjadi pada Tubuhnya. Sepertinya Segel Kutukan Orochimaru juga diaktifkan Sasuke.

Bats!.

Tanpa banyak bicara lagi, Sasuke langsung melesat dengan Sayap Tangan raksasa yang tumbuh di Punggungnya. Ddraig terlihat menyerangai melihat kecepatan terbang Sasuke, dan setelah mengucapkan sebuah pujian sinisnya, sang Naga Merah itu juga melesat dengan kecepatan tinggi, untuk beradu cepat dengan Sasuke.

"Gila mereka cepat sekali!. Aku tidak menyangka jika si Hyoudou Issei itu hebat juga" komentar Karin. Pun begitu dengan Naruto, gadis bersurai pirang itu juga tidak menyangka jika Issei sekuat itu. Namun tiba-tiba, tawa membahana Juugo menarik perhatian mereka.

"Buahahaha!. ada dua ekor Burung lucu disana!. Aku harus menembak mereka!" teriak Juugo disela tawanya. Tubuhnya pun mulai berubah, dan kini separuh Tubuhnya tak ubahnya Monster. Suigetsu dan Konan yang mengetahui tentang dua ke pribadian Juugo hanya bisa mengeluh pasrah.

"Haduhhh~ satu lagi Monster bodoh terpancing" keluh Suigetsu. Meski keluhan itu dialamatkan pada Juugo, namun si Juugo ini tidak ambil pusing sedikit pun. Dia Melesat ke depan menyusul Sasuke dan Ddraig yang sedang beradu kecepatan. Tawa dan teriakan aneh menghiasi kepergian Juugo.

"Dia kenapa?" tanya Sai.

"Haahhh~ dia hanya terpancing. Saat minatnya pada sesuatu muncul, Monster bodoh itu akan berubah seperti tadi dan mengganas ... Dan pada ahirnya, sesuatu yang menarik minatnya akan dihancurkan" terang Suigetsu dengan nada malasnya.

"Karena itulah dia dijuluki Juugo sang Penghancur!" lanjut Karin menuntaskan penjelasan Suigetsu.

"Kalau begitu, kalian hebat juga bisa bertahan dari pria berbahaya sepertinya" komentar Sakura.

"Itu karena Sasuke-Kun, Sharingan bisa menenangkan Juugo. Tapi kalau sudah berubah seperti itu ... Kita harus membuatnya diam dan menatap Sharingan" jawab Karin.

"Dan itu artinya kita harus bertarung!. Karena dia tidak akan diam sebelum menghancurkan sesuatu yang membangkitkan minatnya" ucap Suigetsu seraya mulai menyiapkan Pedang besarnya. Namun gerakan Suigetsu tertahan oleh Tangan mulus Naruto.

"Kalau begitu biar aku saja. Sennin Mode lebih efektif untuk melawan musuh yang agresif seperti itu" ucap Naruto, seraya mulai mengumpulkan Energi Alam disekitarnya. Suigetsu mengangguk paham dan membiarkan Naruto mengurus semuanya.

Blaaarrrrr!.

Ledakan besar terjadi didepan sana. Dan disusul dengan ledakan-ledakan yang lain, yang silih berganti. Menandakan jika perburuan Juugo pada dua Burung jadi-jadian itu sudah dimulai. Dan disaat yang sama, Naruto pun sudah selesai dengan persiapannya. Setelah mengucapkan sesuatu, gadis bersurai pirang itu melesat ke depan, menyusul Issei, Sasuke, dan Juugo.

"Baiklah kita lanjutkan Misi kita. Mari ambil jalan memutar" ucap Sai. Dan rekannya yang lain pun mengangguk, menyetujui saran dari pemuda ramah senyum itu.

Sementara ditempat Issei, Sasuke, dan Juugo.

"Huahahahahaha!. Ini menyenangkan!. Manusia di Dimensi ini bisa membuatku terhibur!" Ddraig yang masih menguasai Tubuh Issei berteriak senang saat beradu tembakan dengan Juugo. Ya ... Ddraig dengan tembakan Aura Naganya dan Juugo dengan tembakan Chakranya terus saling serang.

"Tembak!. Temmmbak!. Temmbaaakkkkk!" Juugo pun terus berteriak seraya menembaki Ddraig. Sementara Sasuke hanya menonton pertarungan mereka dari jarak yang cukup jauh. Agar terhindar dari ledakan yang diciptakan dua orang gila itu.

"Huaaaahhhhh!. Kau sunggung hebat patner!" Issei berteriak girang dalam Alam Bawah Sadarnya menyaksikan kehebatan patner Naganya. Dan tanpa disadari pujian itu membuat Ddraig semakin bersemangat untuk memperlihatkan kekuatannya.

'Kau terlalu cepat memuji, patner. Aku bahkan belum menggandakan kekuatanku!' balas Ddraig dengan kebanggaan tingkat tinggi.

"Kalau begitu, ayo perlihatkan kekuatan Sekiryuutei!. Dan jangan lupa, tendang bokong si Uchiha Sasuke" Issei kembali berteriak dengan penuh semangatnya. Ddraig menyerangai, mendengar permintaan Issei. Karena Kaisar Naga merah itu hampir lupa dengan sang Uchiha, karena terlalu menikmati pertarungannya dengan Juugo.

Dan singkat kata, Sasuke pun kini masuk dalam radar sang Naga!.

"Apa yang harus kulakukan untuk menghentikan dua orang gila itu?" gumam Sasuke. Namun belum sempat sang Uchiha berfikir, sebuah tembakan Aura Naga mengarah padanya. Beruntung bagi Sasuke karena masih mengaktifkan Sharingan juga Segel Kutukannya, karena dengan itu, sang Uchiha masih bisa bertahan dari serangan dadakan Ddraig.

"Bukankah lebih seru jika bertarung bertiga?. Atau kau takut untuk bergabung heh?" Ddraig lagi-lagi meledek Sasuke.

"Benar juga ada satu burung penakut disana!" Juugo menimpali ucapan Ddraig. Dan tanpa buang waktu lagi, Juugo mulai menembaki Sasuke tanpa ampun.

"Temmbaaaaakkkkkk!"

Dan mau tidak mau, Sasuke pun bergabung dalam pertarungan bodoh itu, diledek penakut adalah hal yang cukup mengesalkan bagi Sasuke. Sasuke langsung bersiap dengan Chidorinya, sebelum melesat ke Ddraig.

"Akan kusumbat Mulut besarmu!" desis Sasuke dingin. Namun Ddraig tidak gentar, setelah menggandakan Aura Naganya dan mengkonsentrasikan Aura itu di Tangan kirinya, Ddraig pun melesat ke arah Sasuke. Dan tanpa ada yang menyuruh, Juugo pun ikut melesat ke arah yang sama. Mencoba memberikan tinju Monsternya pada Ddraig dan Sasuke.

"Seraaannggggg!"

Naruto yang baru saja datang terlambat untuk memisahkan mereka. Dan ...

Blaaarrrrrr!.

Ledakan besar beradu hingga menimbulkan kilauan Cahaya yang menyakiti indra penglihatan. Dan tanpa disadari oleh ke empatnya, sebuah Ruang Distorsi tercipta akibat ledakan itu hingga menghisap mereka berempat ke dalamnya.

"Ugh~" Naruto mengeluh singkat seraya mengerjapkan Matanya beberapa kali mencoba menyesuaikan penglihatannya. Dan saat pandangannya mulai membaik yang terlihat adalah sebuah Gedung-Gedung pencakar Langit yang penuh sesak sejauh Mata memandang. Dan mereka saat ini ada disalah satu Gedung pencakar Langit itu.

"I-ini dimana?!" gumam Naruto.

"Entahlah" ucap Sasuke yang sudah kembali normal. Sang Uchiha saat ini sedang menatap pemandangan baru itu dalam diam mencoba mencerna segala ingatannya tentang bagaimana bisa mereka ada disini.

Setelah menatap Sasuke cukup lama, pandangan Naruto lalu beralih pada Juugo yang masih pingsan. Beberapa pecahan Pohon yang berserakan disana lalu, seorang pemuda bersurai coklat yang ...

Tunggu?!.

Dimana pemuda bersurai coklat itu?!.

Naruto menyapu pandangannya ke segala arah untuk mencari keberadaan Issei. Namun gadis bersurai pirang itu tidak menemukan keberadaanya sama sekali. mengerti apa yang dicari Naruto, Sasuke mulai menerangkan apa yang diketahuinya tentang si Hyoudou Issei ini.

"Jika kau mencari Naga bodoh itu, dia sudah pergi entah kemana seraya berteriak-teriak Aku Pulang dan Aku Merindukanmu Buchou!" ucap Sasuke seraya menirukan ucapan Issei beberapa waktu lalu. Mendengar ucapan Sasuke, gadis pirang itu merasa kesal seketika.

"Jadi kau membiarkannya pergi?"

"Iya terus kenapa?" Sasuke balik bertanya dengan santainya, karena merasa telah melakukan hal yang benar.

"Kau bodoh Uchiha Sasuke!" Naruto berteriak kesal dengan Wajah cemberutnya. Dan tanpa banyak bicara lagi, Naruto pergi begitu saja meninggalkan Sasuke.

"Hei~ apa yang salah?. Naruto tunggu?!" Sasuke langsung melesat mengejar gadis bersurai pirang itu, namun beberapa saat kemudian Sasuke kembali lagi ke tempat itu.

"Gezzzz ... Kau sungguh merepotkan Juugo!" desis Sasuke seraya membopong Juugo yang masih pingsan.

"Naruto tunggu!"

BERSAMBUNG!.

Note ::

Okeh~ seperti biasa saya akan menyampaikan sedikit keluh kesah saya. Saat ini saya mulai kepincut Game Online. Dulu sih sebenernya juga suka Game Online, cuma Game yang dulu dimainkan sudah mulai bosen untuk dimainkan. Nah sekarang saya dapet lagi Game baru yang menarik minat saya.

Jadi ... Untuk waktu menulisnya sedikit terganggu. Dan efeknya, update akan semakin santai.

Oh iya karena dulu ada PM masuk yang bilang saya Muna karena pake alasan sibuk di Duta, mari kita lihat kegiatan saya.

Senin-Jumat saya kerja disalah satu Perusahaan yang ada ditempat saya. Berangkat Pagi pulang Sore. Kalau lagi dikejar target, kita ngelembur sampai Malam. Sabtu-Minggunya saya Kuliah.

Sibuk?. Emang!.

Tapi kalau bilang gak sempet buat nulis, itu bohong. Saya masih punya Waktu nulis (buktinya saya masih bisa update) hanya saja, waktunya gak banyak.

Saat di Rumah, saya masih harus menyiapkan File dan Dokumen Kantor, ditambah panggilan Rapat yang kadang datang tiba-tiba (meski sudah ada di Rumah), ditambah belajar Materi Kuliah, ditambah main Game Online, ditambah main sama temen atau pacar.

Ayolah~ jangan perotes untuk dua terahir. Saya juga butuh refresing kan?.

Nah loh. Sibuk kan?.

Masih mau bilang Muna?.

Terserah sih, itu hak saya rasa, orang yang memiliki pekerjaan yang sama seperti saya, pasti mengerti.

Okeh~ sekian keluh kesah saya. Keris Empu Gandring Out.