YA-HA!

Author : Chapter 4 yang lama-lama-lama banget tertahan akhirnya ke update juga. Maaf kan keterlambatan saya ini, huhuhu…T.T

? : Emang masih ada yang baca ni fic?

Eh, suara paan tuh?

? : Ni gue dodol, Shadow lo!

Gyaaa hantuuuuu… ngacir keluar

? a.k.a shadow : Lah gue juga lo kali, ngapain lo kabur -_-'. Huh yudah readers biar saya yang lanjutin… Arigatou buat yang udah mau baca+review fic gak mutu ni, terus buat adek saya dra-minatoshiro, lanjut kan fic mu dek!. Udah ah otak lagi eror .. Lanjut….

Disclaimer : Ya, ya saya gak punya yang namanya Persona 3 ama One Pice, ntu punya nya Atlus dan Oda-sensei

Warning : AU, OOC, super GAJEBO, dll…..

a/n : Sedikit dari saya, ni cerita gak dan gak ada akan yang sama ama cerita aslinya, yah kalau ada yang bilang Spoiler okelah, tapi saya gak tau ama yang namanya Spoiler ntu, jadi maaf kan lah author kampungan satu ni. Satu lagi kalau ni cerita ada yang sama kayak cerita aslinya, itu hanya sebagai pembantu dalam proses pembuatan ni fic. Oke maaf lagi kalau anda bingung… mohon di maklumi T_T

Enjoy its….

Persona 3 Thriller Brak

Chapter 4 : Affinity

#Ruang makan-Thousand Sunny-#

"Usopp…" panggil Sanji memecah keheningan

"Ah, ya.. ada apa?" tanya Usopp kaget

"Sebenarnya apa yang kau lakukan bersama Franky di ruang mesin?" tanya Sanji balik dengan tatapan seperti mengintrogasi seorang teroris

"Ah.. eh .. itu.." jawab Usopp ragu, "Oi Franky, bagaimana ini?" tanya Ussop berbisik pada cybrog yang duduk di sebelah nya

"Sudah katakan saja apa yang kita buat di ruang mesin, toh nanti akan ketahuan juga" balas Franky juga berbisik

"Hei. Kenapa malah berbisik? Ayo jawab!" desak Sanji

"Eh.. iya, begini kami berdua sedang membuat. Hmm.. sebuah mesin portal yang bisa membuat kita.. hmm.. langsung menuju ke mermaid island" jawab Ussop ragu

"Hah! Yang benar? Kenapa kalian tidak memberitahu ku? Apa sudah bisa langsung di gunakan?" tanya Luffy girang

"Belum selesai, karena badai dan insiden munculnya tengkorak nan ajaib ini pekerjaan kami jadi terganggu dan berhenti begitu saja.. padahal tinggal sedikit lagi.. huh" jelas Franky

"Yaaahhh…." sesal Luffy kembali duduk tenang

"Kembali lagi, terus kenapa bisa ada anak kecil yang tergeletak di sana?" tanya Sanji melanjutkan introgasinya

"Aaaa.. kalau soal itu .. aku tidak tau sama sekali. Sewaktu Nami meneriakkan akan ada badai besar, kami berdua langsung keluar dari rung mesin dalam keadaan kosong" jelas Usopp gugup karena melihat tatapan Sanji yang menyeramkan

"Hey.. apa mungkin anak itu munjul dari mesin portal itu?" terka Luffy kembali serius. Sontak semua langsung memandang sang taichou

"Mungkin saja" gumam Zoro

"Tapi portal itu belum selesai.. dan kalaupun benar, bagaimana caranya? Lagi pula sebelum aku meninggalkan ruangan itu semua mesin yang ada di sana sudah aku matikan" Sergah Franky

"Hmm.. benar juga" gumam Sanji

"Franky, kau bilang sudah mematikan semua mesin… lalu bagaimana bisa mesin yang mati meledak dan mengeluarkan asap dengan sendirinya? Dan lagi ku perhatikan mesin-mesin di sana sebagian ada yang hidup dan sebagian lagi mati" kata Zoro

"Aku beneran sudah mematikan semua mesinnya kok!" seru Franky

"Berarti ada orang lain di kapal ini yang masuk ke ruang mesin dan mengutak-atik nya saat kita semua di sibuk kan dengan masalah tadi" kata Usopp

"Tapi siapa?" tanya Sanji

Semuanya berpikir sejenak, lalu meirik pada Brook

"Aaaa… bukan aku, bukan aku.. dari tadi aku bersama kalian kan, dan sudah ku bilang, aku hanya sendirian saja di lautan ini sebelum bertemu dengan kalian semua" kata Brook panik sambil mengibas-ngibaskan kedua tangannya

"Hah… kalau bukan tengkorak ini lalu siapa?" tanya Sanji lagi, keadaan tenang kembali

"…"

"…"

"…"

Sesaat kemudian nampak Robin, Nami, dan Chopper keluar dari ruang kesehatan dan bergabung dengan yang lain

"Hei… kalian kenapa pada diam semua?" tanya Nami yang sudah duduk di kursi diikuti oleh Robin yang duduk di sebelah nya

Hening… tidak ada satu pun yang menjawab atau pun merespon pertanyaan Nami. Chopper lalu mendekati Usopp yang melamun

"Usopp.. ada apa, kenapa semuanya pada melamun?" tanya Copper sambil memukul pundak Usopp

"Ah! Kau Chopper.. ada apa?" tanya Usopp balik, sedikit kaget

"Kau ini.. aku tanya kenapa semuanya pada ngelamun, sebenarnya apa yang kalian bicarakan tadi?" tanya Chopper sambil duduk di sebelah Usopp

Laki-laki jelmaan Pinokio versi super jelek (ditmbak+dilempar kelaut) itu lalu menjelaskan kembali pokok permasalahan yang membuat semua anggota-minus yang baru gabung- berfikir keras, dari awal sampai akhir

"Ooooo…" respon Chopper, Nami, dan Robin bersamaan

Hening (again).. sampai sebuah pertanyaan membuat keadaan yang sedari tadi serius mulu jadi berbeda

"Oi… kalian tau si Defi ada di mana?" tanya Luffy memecah keheningan.

Serentak semua mata-minus Brook yang emang udah nggak punya mata (ditusuk)- menatap sang Taichou yang tak pernah sekalipun melepaskan topi jerami kesayangannya dengan tatapan heran

a/n: sekilas info, dari sini ato dari awal? Semuanya rada-rada + ngaco + membingungkan, jadi mohon dimaklumi.. lanjutkan..

"Oh ya, aku belum melihat anak itu sejak kejadian badai tadi" ujar Chopper

Hening (AGAIN),

"…"

"…"

"BOCAH ITU!" teriak semuanya-minu Brook- kaget bukan main (emang tadi main apaan?)

"Whoaaah.. kenapa kalian tiba-tiba teriak?" teriak Brook nggak kalah mainnya (hei main paan sih?)

"Tapi, bagaimana bisa?" gumam Nami heran+kaget

"Zoro.. tadi dia bersama mu kan?" tanya Sanji (perasaan dari tadi loe nanya mulu deh-ditendang-)

"Sudah ku pastikan anak itu ada di kamar nya sebelum badai itu terjadi" jawab Zoro

"Hmm.. Luffy, jangan bilang kalau adik kesayanganmu itu yang mengutak-atik mesin portal" kata Ussop sedikit cemas

"Hmm… dilihat dari sifatnya yang jenius+kuat turunan dari ayahnya dan keras kepala, ceroboh, nakal, suka makan, lincah, serta liar turunan dari sang kakak, bukan tidak mungkin kalau dia yang menyebabkan kekacauan ke-empat setelah badai besar, kemunculan Brook, dan meledak nya ruang mesin" jelas Robin (kayaknya ada yang kelupaan)

"Lah, kok yang jelek dari aku?" tanya Luffy protes

"Jadi… kalau benar dia yang mengutak-atik mesin portal itu, ada kemungkinan dia tersedot(?) kedalam mesin dan terlempar(?) entah kemana, mengingat itu adalah sebuah mesin pengirim(?)" tambah Nami

"Yah aku dikacangin.." gumam Luffy

"Huh, kalau benar anak itu hilang apa yang akan kita jelaskan pada-nya nanti?" tanya Sanji cemas

Sesaat suasana berubah kacau, lalu tenang kembali. Sekarang, terlihat semua anggota Bajak Laut Topi Jerami bertingkah aneh. Apa yang mereka lakukan?.. kita lihat satu persatu

-Usopp, Franky, Zoro, dan Sanji sedang bermain Poker(?)-

"Zoro! Jangan tidur… sekarang giliran mu!" seru Usopp

"Ah ya~" mengambil kartu

-Nami dan Robin bergosip ria(?) di pojokan-

"Eh Robin-chan, kau tau kan berita yang sedang hangat di perbincangkan saat ini?" bisik Nami

"Oooh, yang itu, ya ya aku tau" balas Robin berbisik juga

-Sedangkan Sanji mengajak Brook yang melongo untuk membuat kue(?) sampai belepotan-

Reaksi Luffy saat melihat tingkah aneh para anggotanya…

"Huuuuuppppp…." Menghirup rokok-eh salah-ambil napas dalam-dalam, terusss….

"KENAPA KALIAN Malah Main POKER, BERGOSIP, dan MEMBUAT KUE? HAH!

APA KALIAN TIDAK Khawatir sedikit pun pada ADIKKU dan NYAWA KALIAN HAA!

APA KALIAN SENANG Kalau Adik ku HILANG Sehingga KALIAN Tidak Terganggu TERUS HAAA!Hah.. hah.. ha.." teriak Luffy sampai ngos-ngosan (waah Luffy sayang adik..)

Seketika semua yang bertingkah tadi langsung duduk manis di tempat masing-masing

"Ma.. ma.. maaf.. kami hanya ingin melakukan sesuatu sebagai kenang-kenangan(?) sebelum kami mati" ujar Usopp gemetaran (alasan yang… sungguh 50x sangat 100x aneh)

"Sanji-san, sebenarnya adik Luffy-san itu seperti apa? Kenapa kalian terlihat sangat ketakutan saat mengetahui kalau anak yang kalian katakan sebagai adik Luffy-san itu menghilang?' tanya Brook penasaran

"Oh kami belum memberi tau kalau Luffi itu punya adik, hmm kami juga baru-baru ini mengetahuinya. Oi Usopp kau saja yang cerita" kata Sanji

"Oke, jadi begini.. waktu itu setelah kami berperang di Water Seven dan saat hendak akan berangkat dengan kapal baru kami….

#Flash Back#

Kelompok Bajak Lau t Topi Jerami yang akan menaiki kapal baru nya untuk melanjutkan perjalanan terhenti, saat sebuah suara memanggil nama sang Taichou

"Monkey D. Luffy"

Secara serempak mereka berbalik dan menghadap orang yang memanggil sang Taichou. Respon…

"Waaaaa… Gyaaaa… Haaaaa.. Aaaaaa… Sang REVOLUSIONER!" teriak mereka bersamaan kaget minus Luffy yang bengong sambil menutup telinga

"Kalian tidak perlu terkejut seperti tiu, aku ke sini hanya ingin menyampaikan sesuatu" kata sang Revolusioner alias Monkey D. Dragon dengan nada datar, tampang datar, sampai rambutnya juga ikutan datar (mati di tempat)

"Hey, kalian kenal orang itu?" tanya Luffy sambil menunjuk orang yang memanggilnya

"DIA ITU AYAHMU, BEGOK!" teriak mereka lagi

"Eh, maap karena kalian tadi teriak pas di telinga ku, aku jadi sedikit mengalami amnesia numpang lewat(?) Hehehehe.." kata Luffy sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal

"Sudahlah, langsung saja aku ingin kalian menjaga seorang anak.. Hey, kemarilah…" lanjut Dragon.

Seorang bocah perempuan muncul di hadapan mereka

"Heh, kau?" tanya Luffy kaget

"Kyaaaa… NII-Saaaaannnn… aku kangeenn!" teriak anak itu sambil berlari kearah Luffy dan melompat untuk memeluk sang kakak, keseimbangan Luffy sedikit oleng untung tidak jatuh

"Eeeeehhhhh.. Nii-san?" tanya mereka kaget+heran

"Woaaa… Defi, kau ini hampir membuat kita jatuh!" seru Luffy berdiri tegap sambil mengendong sang adik

"Nii-saaann.. aku kangen3x banget sama Nii-saann.!" Teriak nya lagi kegirangan+memperkuat pelukannya

"Ya ya.. aku juga kangen,.. tapi tolong jangan memeluk ku seerat ini,.. aku sulit bernafas"

"Ah, Gomen… habisnya aku senang banget ketemu lagi sama Nii-san"

"Reuniannya nanti saja, ada yang ingin ku sampaikan pada kalian kelompok Topi Jerami.. jadi tolong dengarkan sebentar" kata Dragon tenang

Mereka yang sedari tadi melongo sampai ada lalat yang mengungsi di mulut mereka(di hajar rame-rame) sadar dan langsung menghadap kembali ke arah seorang bajak laut yang dikenal sebagai 'Dragon sang Revolusioner'. Dengan tenang mereka mendengarkan apa yang akan di katakan Dragon

"Begini, sebenarnya aku ingin kalian Kelompok Bajak Laut Topi Jerami menjaga satu orang lagi anggota keluarga Dragon, yaitu Monkey D. Defi adik kandung dari Monkey " ujar Dragon

"Aku tidak tau sama sekali kalau Luffy punya adik" kata Zoro heran

"Luffy bilang, dia hanya memiliki seorang kakak angkat yaitu Portgas D. Ace, tapi…" kata-kata Sanji langsung di potong oleh Luffy

"Sengaja ku katakan seperti itu, aku hanya tak ingin semua orang tau bahwa aku memiliki seorang adik" jelas Luffy masih mengendong sang adik

"Aku tidak bisa berlama-lama lagi… jadi ku harap kalian semua mau menjaga anak ini untuk ku, Defi jangan buat masalah selama bersama mereka dan Luffy jangan terlalu memanjakan anak itu" lanjut Dragon

"Yes, Sir!" jawab mereka serempak

"Oh ya, satu lagi… kalau anak itu terluka, hilang, atau semacamnya… kalian semua akan langsung berurusan dengan ku, tidak terkecuali juga kau Luffy" tambah Dragon dingin

"Ba.. ba. Baik!" seru mereka gemetaran

"SAYONARAAA TOU-SAANN!" teriak Defi melambaikan tangannya masih digendong Luffy

"kalau begitu, silahkan lanjutkan perjalanan kalian.. sampai bertemu lagi"

#End Flash Back#

"Oooo.. begono…" respon Brook

"Balik lagi ke masalah tadi, jadi kalian berfikir kalau Defi yang mengutak-atik mesin portal itu lalu tersedot ke dalamnya dan berpindah ke tempat lain, seperti yang dikatakan Nami tadi" kata Luffy serius

"Hmm.. kalau di fikir lagi.. aku sedikit ragu mungkin saja bukan dia yang melakukannya, bagaimana bisa seorang bocah berusia empat belas tahun mengutak-atik sebuah mesin portal yang bahkan kami sedikit kesulitan dan membutuhkan waktu cukup lama untuk membuatnya" ujar Usopp

"Benar juga" gumam Nami

"Hmm, dari pada bingung, lebih baik kita cari saja dulu anak itu di semua tempat di kapal ini, mungkin saja di tersesat atau bersembunyi di suatu tempat mengingat dia baru beberapa hari berada di atas kapal ini" saran Robin

"Betul juga, oke jadi begini Zoro, kau akan mencari di bagian luar kapal, cari di dek, kepala Sunny, atau di mana saja terserah pokoknya di luar kapal" kata Luffy

"Mm"

"Nami dan Robin periksa seluruh kamar di kapal ini"

"Ya!"

"Brook dan Sanji cari di semua tempat yang berhubungan dengan mesin-mesin, dan terakhir Usopp dan Franky, kalian coba perbaiki mesin portal itu, bisa saja dia memang masuk ke sana, kita harus bersiap untuk kemungkinan lain kalau nanti kita juga akan pergi ke tempat mesin portal itu mengirim Defi dan membawanya pulang" jelas Luffy panjang lebar

"Luffy, anak kecil yang kita temukan itu bagaimana?" tanya Chopper

"Oh, hampir lupa, bagaimana keadaannya?" tanya Luffy balik

"Dia terluka parah, sepertinya habis bertarung… sayangnya aku tidak bisa menyembuhkan nya"

"Kenapa?" tanya Sanji

"Obat yang ku butuhkan untuk mengobatinya habis dan sekarang dia masih terbaring lemas di dalam" jelas Chopper

"Hmm kalau begitu kau jaga saja anak itu, kalau nanti si Defi sudah ketemu kita cari pulau di dekat sini untuk mencari obat yang kau butuhkan" kata Luffy

"Baiklah"

"Oke, semuanya ayo Bergerak!" perintah sang Taichou

a/n: Sementara mereka sibuk nyari… Kita lihat persiapan para anggota S.E.E.S dulu nyok, nyooookkk (tenggelam di laut)

#Ruang Pertemuan#

Seorang anak perempuan terlihat sedang tertidur dengan pulas nya di sebuah sofa yang ada di ruangan itu. Siluet cahaya matahari masuk menembus kaca dan tepat menerangi wajah sang anak, dia pun terbangun

"Uuuh… ngghhh…. Huu.. huaaaahhh… udah siang" katanya seraya merenggangkan badan nya

"Uuh.. perut ku lapar.. Nii-Saaannn, aku mau makaann" seru nya, sesaat kemudian dia terdiam

"Oh ya, aku lupa sekarang aku tidak berada di atas kapal, uh sial.. mesin bodoh itu bukannya mengirim ku ke tempat Tou-san malah mengirim ku keluar dari kapal dan terlempar ke tempat yang aneh… hmmm, yang tadi malam itu makhluk apaan yah?... Aaaaaahhhh.. Pusing!" katanya sambil mengacak-acak rambut, dia terdiam lagi..

"Krruuuk..Grruuukkk…" perutnya berbunyi

"Aaaaahhh.. aku lapar sekali.. badan ku terasa lemas… Hmm, orang-orang yang ku ikuti tadi malam itu, sepertinya mereka orang baik.. mungkin saja mereka mau memberi ku makan, mm patut di coba"

Dia lalu bangkit berdiri dan berjalan dengan langkah gontai ke arah pintu. Tapi sebelum dia membuka pintu, seseorang dari luar sudah membuka nya duluan, dia tidak bisa menghindar untuk sembunyi karena badannya yang lemas dan kelaparan akhirnya dia jatuh tersungkur di hadapan orang yang membuka pintu tadi. Seketika orang itu langsung teriak

"Kyaaaaaa…."

#Yukari Room-Defi POV#

"Nnnhhh… nghh.. uuhh.. pusing" gumam ku seraya membuka mata, "Ugh, aku dimana?"

Ku perhatikan sekilas ruangan tempat ku berada sekarang. Ruangan nya lumayan luas, tapi warna pink yang mendominasi tempat ini terasa norak (di panah). Saat ingin berdiri, tiba-tiba sekelompok orang masuk

"Hmm.. kau sudah sadar rupanya" kata seorang perempuan berambut merah panjang bergelombang berjalan ke arah ku

"Hm, maaf.. kalian ini siapa? Dan sekarang aku berada dimana?" tanya ku sedikit waspada. Ku perhatikan orang-orang yang mengelilingi ku, 'Mmm, sepertinya aku belum pernah bertemu orang seperti mereka ini di East Blue ataupun di Green Land' pikir ku

"Perkenalkan, nama ku Kirijo Mitsuru, yang berambut biru emo Minato, berambut putih Akihiko, berambut coklat Yukari, berambut hijau lumut Fuuka, bertopi biru Junpei, bertopi hitam Shinjiro, android berambut kuning bernama Aigis, dan anjing ini nama nya Koromaru" jawab Mitsuru memperkenalkan anggotanya

"Dan sekarang kau berada di asrama kami, tepatnya di kamar Yukari orang yang menemukan mu saat kau pingsan" lanjut Mitsuru

'Hmm.. memperkenalkan orang berdasarkan warna rambut.. cara yang aneh' pikir ku

"Hm, aku Defi dari East Blue, maaf lagi.. ini nama pulau nya apa ya?"

"Ini pulau Jepang" jawab cewek berambut coklat yang bernama Yukari

"Jepang ya.. baru dengar, mmm apa pulau ini masih di kawasan Green Land atau sekarang aku sudah berada di Dunia Baru?" tanya ku mengacuhkan pertanyaan Yukari

"Eeh? Green Land, Dunia Baru? Apa maksud mu anak kecil, siapa kau sebenarnya, dari mana kau berasal, dan kenapa kau bisa ada di asrama ini?" tanya cowok bertopi biru bernama Junpei heran

"Apa kalian bangsawan, bajak laut, atau marine?" tanya ku lagi mengacuhkan pertanyaan

"Apa maksud mu anak kecil, bajak laut, marine?" tanya Mitsuru heran

'Hmm… mereka sepertinya tidak tau sama sekali apa yang ku tanyakan, jadi kemungkinan aku terlempar ke dunia lain.. mmm, dunia lain… eh?'

"GYAAAAAAAAAhhhhh! " teriak ku tiba-tiba

"HEI! Kenapa kau teriak?"

"MESIN Brengsek, kampret, bodoh, sialan, &$*&*$-_-'.. Kalau terlempar ke dunia lain seperti ini gak bakalan gue ganggu tu Mesin portal, Sialaaann… Sekarang gue sendirian di dunia yang gak gue tau sama sekali… gimana ni,gimana ni, gimana ni… huaaa… Nii-saaannnn… Huaaaaa…." teriak ku frustasi dan akhirnya nangis gak karuan

"E, hei jangan menangis.." seru Mitsuru

"Huaaa… aaaa... aku ingin pulaaaang… Tou-san, Nii-saaan…" tangis ku tambah parah

Beberapa menit kemudian tangis ku belum juga berhenti, akhirnya orang yang bernama Shinjiro menghampiri ku

"Heh, merepotkan. Anak kecil.. bisakah kau hentikan tangkisan mu itu? Berisik sekali!" katanya sewot+dingin lalu balik lagi ke tempat dia berdiri, di dekat pintu

"Eh?.. huu.. hiks,, huhu.. ma.. maaf.. hiks.. huhu, hiks"(ni anak nangis ato bengekan?-ditampol-)

'Tenang.. tenang,, tenang.. ' pikir ku sambil mengusap air mata

"Heh… tenang juga, hebat juga kau bisa menenangkan anak ini" ujar Akihiko

"Urusei" sewot Shinji

'Kruuuukk… Gruuukkkk…"

'Itu suara apa?"

"Ma, ma, maaf.. aku lapar.." jawab ku lemas

"Hmm, lebih baik kau makan dulu baru setelah itu jelaskan pada kami siapa kau sebenarnya. Shinji… tolong makanannya" ujar Mitsuru

"Mm, Fuuka, kau ikut aku" kata Shinji seraya berjalan keluar dan diikuti oleh cewek berambut hijau lumut bernama Fuuka

"Hmm, Senpai.. aku ingin pergi ke Paulownian Mall dulu bersama Aigis, ada yang harus ku beli untuk persiapan nanti malam" kata Minato yang langsung ngacir keluar bersama android yang bernama Aigis

"Senpai, aku juga mau pergi dulu" seru Stup- Junpei ngacir keluar

"Ah aku juga harus mencari choker ku di lantas atas" seru Yukari

"Yukari-san, apa yang kau maksud ini? Ku temukan tadi malam tergeletak di lantai" tanya ku sambil menyerahkan sebuah benda (gak tau cara ngejalsinnya)

"Ya benar, terima kasih" ngacir keluar

"Eh? Kok malah pergi.."

"Sudahlah, lebih baik kau ikut kami saja" ujar Akihiko

Dibantu Mitsuru-senpai, dengan lemas ku berjalan keluar ruangan

#Velvet Room#

"Selamat datang anakku" sapa seorang kakek peyot berhidung panjang

"Igor, langsung saja kau pasti sudah tau apa yang terjai pada Ken?"

"Ya tentu saja aku tau, terus kau mau apa?" tanya kakek yang di panggil Igor itu

"Aku ingin tau dunia seperti apa yang akan kami datangi nanti untuk menyelamatkan Ken" jawab Minato serius

"Hmm… kalau itu lebih baik kau tanya langsung pada 'anak' itu. Tapi yang jelas, di 'sana' kau akan menghadapi ujian yang belum pernah kau alami sebelumnya" jelas Igor, sedikit senyuman terlihat di wajahnya

"Minato-san bawa kartu ini… itu akan berguna saat kau berada di 'sana'" kata seorang perempuan berbaju biru

"Arigatou Elizabeth-san" mengambil kartu

"Hmm apa ada lagi yang ingin kau tanyakan?" tanya Igor

"Apakah di sana kami bisa mengeluarkan Persona?"

"Ya bisa, tapi karena tempat, keadaan, dan suasana nya yang berbeda, ada kemungkinan Persona yang kalian munculkan akan berbeda pula" jelas Igor

"Maksud mu?" tanya Minato heran

"Lihat saja nanti, kau akan melawan musuh yang tak kalah aneh nya dibandingkan para shadow yang kalian lawan di Tartarus, khe.. khe.. khe.."

"Apanya yang lucu?" nanya terus nih (ditendang)

"Tidak ada. Oh ya ku sarankan kalian membawa cukup banyak garam, karena itu juga akan membantu" (yang udah nonton/baca pasti tau buat apa kan? Pinter-dilempar ke laut rame-rame-)

"Heh garam?" lu nanya mulu-di bufu Orpheus-

"Sudahlah, cepatlah balik.. nanti pacar mu marah karena di tinggal lama, hahahaha" tiba-tiba mulut Igor berbusa kayak orang overdosis

"Diam kau kakek sialan" umpat Minato sambil berjalan keluar

"Ma, master. . kau tak apa?" tanya Elizabeth khawatir

TBC….. uhuk, ohok..uhukh.. ukh..(bukan penyakit batuk, tadi ada asap rokok dan saya paling benci sama yang namanya rokok+asapnya)~_~'

a/n : langsung saja, mood saya sungguh sangat jelek, jadi kalau ada masukan, kritikan, atau apa sajalah, saya sangat mengharapkan nya demi kelanjutan ni fic. (flame hanya boleh lewat PM) T_T'

Review,- Please?...