Title: Once Again, Can I?

Cast: Jin, Taehyung, Jimin, Namjoon, Yoongi #TaeJin #VMin #NamJin #YoonJin

Lenght: Mini Chapter

Rating: 15+

Author: Tae-V [Line KTH_V95, Twitter KTH_V95]


Dan tiba-tiba, sebuah berita ditayangkan di televisi yang ada di dalam kamar tempat Jin dirawat.

Jin sengaja menyalakan televisi itu karena ia butuh sedikit hiburan, namun bukan hiburan yang didapatkannya, melainkan sebuah berita yang membuatnya terpukul.

Berita yang ditayangkan itu adalah berita mengenai pertunangan antara anak satu-satunya dari pemilik V&Kim Mart dengan seorang penyanyi terkenal.

Pertunangan antara Kim Taehyung dengan Park Jimin.

"Tae... Taehyung..." sahut Jin dengan wajah yang menunjukkan betapa ia sangat terkejut mendengar berita itu.

"Mwoya? Berita apa itu, hyeong?" tanya Namjoon sambil kebingungan menatap Jin.

Yoongi memicingkan matanya sambil terus mendengarkan berita yang tengah diputar itu.

Di berita disebutkan bahwa pertunangan Taehyung dan Jimin akan diadakan esok malam di Lotte Hotel Seoul. Akan dihadiri oleh ratusan artis dan pengusaha ternama dari seluruh penjuru Korea Selatan.

"Ji.. Jimin? Park Jimin? Penyanyi idolaku?" sahut Yoongi sambil terus menatap berita itu dengan tidak percaya. "Bagaimana mungkin Taehyung dan Jimin bertunangan tiba-tiba? Apa kau selama ini hanya jadi selingkuhan Taehyung, hyeong?"

"Aniya~ Taehyung tidak mungkin sejahat itu padaku! Tidak mungkin..." sahut Jin dengan wajah masih syok melihat berita itu.

"Tapi, tidak ada berita antara mereka berdua kan sebelumnya? Mengapa tiba-tiba mereka bertunangan?" tanya Namjoon.

"Aku yakin ada yang salah pada berita ini..." sahut Jin.

"Firasatku berkata, Taehyung diam-diam berkencan dengan Jimin, lalu karena suatu hal mereka bertengkar hingga Taehyung memutuskan bunuh diri.. Lalu Jin hyeong menyelamatkannya dan Taehyung rasanya menemukan perhatian dari Jin hyeong, dan menjalin hubungan dengan Jin hyeong sebagai pelarian... Tapi tiba-tiba Taehyung dan Jimin menyelesaikan masalah mereka, dan memutuskan segera bertunangan sebelum mereka terpisah lagi..." sahut Yoongi.

"Dan itu artinya, ia mencampakanmu, hyeong.." sahut Yoongi lagi sambil menatap Jin.

"Masuk akal, hyeong.. Penjelasanmu cukup masuk akal..." sahut Namjoon.

"Dari awal aku sudah curiga, mana mungkin anak pengusaha kaya seperti dia bisa tiba-tiba jatuh cinta begitu saja dengan rakyat biasa sepertimu, hyeong..." sahut Yoongi.

"Aku juga aneh melihatnya, hyeong.." sahut Namjoon.

"Aniya~ Ini pasti salah paham.. Pasti ada penjelasan yang masuk akal atas masalah ini..." sahut Jin.

.

.

.

Taehyung menatap dirinya di cermin yang ada di hadapannya.

Setengah jam lagi acara pertunangannya dengan Jimin akan dimulai.

"Jin hyeong pasti sangat tertekan mendengar berita ini.." gumam Taehyung, dengan air mata menetes dari kedua bola matanya.

Taehyung rasanya ingin berlari ke hadapan Jin, menjelaskan ini semua padanya. Namun tidak mungkin, karena jika ia melakukan hal itu, bisa-bisa nyawa Jin terancam.

Tiba-tiba Jimin berjalan masuk ke dalam ruangan itu, menghampiri Taehyung.

"Taetae.. Bolehkah aku memanggilmu begitu?" tanya Jimin sambil menatap Taehyung.

"Terserah..." sahut Taehyung dengan ekspresi dingin.

"Aku tidak mengerti, mengapa tiba-tiba kau memutuskan untuk bertunangan denganku, tapi sikapmu masih sedingin ini terhadapku..." sahut Jimin sambil menundukan kepalanya.

Taehyung memang selalu dingin kepada siapapun. Ia hanya bisa bersikap ramah jika ia dihadapkan dengan Kim Seokjin, cinta pertamanya.

"Jangan terlalu banyak berpikir, bersiaplah karena sebentar lagi semua kamera akan mengarah kepadamu..." sahut Taehyung.

Rasanya agak tidak adil jika Taehyung membenci Jimin, karena pertunangan ini adalah keinginan ayahnya. Namun, bukankah jika Jimin tidak pernah mengucapkan bahwa ia menyukai Taehyung kepada ayahnya, maka ide pertunangan ini tidak akan ada?

Di satu sisi, Taehyung merasa, rasa suka Jimin padanya adalah alamiah, karena kita memang bebas jatuh cinta kepada siapapun.

Tapi di sisi lain, setiap ia melihat Jimin, justru ia semakin ingin berlari menghampiri Jin dan memeluk erat tubuh Jin. Lagipula, Taehyung benci harus bertunangan dengan pria yang tidak dicintainya sama sekali itu.

"Aku tidak tahu apa alasanmu bertunangan denganku... Tapi, aku berharap lambat laun sikapmu bisa lebih hangat terhadapku.. Karena aku mencintaimu, Kim Taehyung.. Sejak pertama kita bertemu.." sahut Jimin sambil berjalan keluar dari ruangan itu.

.

.

.

Acara yang sangat meriah itu dimulai dan disiarkan langsung oleh seluruh stasiun televisi di Korea Selatan.

Jin terus menatap layar televisi di kamar rawatnya itu dan air mata mulai menetes melihat sosok Taehyung benar-benar ada disana melangsungkan pertunangan itu dengan Jimin, dan Taehyung tidak berhasil dihubunginya sama sekali untuk dimintai penjelasan.

Yoongi merangkul tubuh Jin, berusaha menenangkannya, sementara Namjoon menonton acara pertunangan itu di kafe tempatnya bekerja.

"Aigoo... Pasti Jin hyeong sangat terpukul..." gumam Namjoon. "Taehyung memang brengsek!"

Seminggu pun berlalu.

Jin akhirnya diijinkan pulang dari rumah sakit karena kondisinya sudah jauh membaik.

Dan selama seminggu itu, Jin tetap tidak berhasil menghubungi Taehyung.

Taehyung juga tidak pernah muncul untuk menjenguknya.

Malam itu Jin terduduk seorang diri di kamarnya.

"Taehyung a... Ada apa sebenarnya denganmu?" gumam Jin sambil menatap fotonya bersama Taehyung ketika mereka sedang berlibur bersama ke Jeju Island.

Air mata terus menetes dari kedua bola mata Jin. Ia terisak sepanjang malam, tidak mengerti apa sebenarnya yang tengah terjadi antara dirinya dan Taehyung.

.

.

.

"Sebenarnya apa yang terjadi menurutmu, hyeong?" sahut Namjoon ketika ia dan Yoongi sedang beristirahat makan siang di kafe milik Yoongi.

Jin masih belum diijinkan bekerja oleh Yoongi karena menurut Yoongi, Jin masih butuh banyak beristirahat. Jadi, Yoongi memberikan istirahat seminggu lagi untuk Jin agar bisa beristirahat di rumahnya.

Memulihkan kondisi tubuh Jin akibat kecelakaan yang dialaminya minggu lalu, dan memulihkan sakit hatinya karena Taehyung tiba-tiba tanpa sepatah katapun mencampakannya begitu saja.

"Seperti yang sudah kukatakan di rumah sakit... Menurutku itulah yang terjadi..." sahut Yoongi.

"Mengapa Taehyung setega itu pada Jin hyeong?" sahut Namjoon sambil mengepalkan kedua tangannya, merasa kesal karena Taehyung menyakiti pria yang sangat dicintainya itu.

"Sudah kubilang, sejak awal aku tidak menyukainya..." gerutu Yoongi.

"Bagaimana perasaan Jin hyeong saat ini ya, hyeong?" tanya Namjoon.

"Molla~ Yang pasti ia sangat terluka, aku yakin itu..." jawab Yoongi.

"Haruskah akhir minggu ini kita mengajaknya berlibur, hyeong? Agar luka hatinya bisa membaik..." tanya Namjoon.

"Bukankah sabtu minggu malam ia harus bekerja di rumah makan fried chicken?" sahut Yoongi.

"Kita minta Jin hyeong ijin lagi hyeong, kan ia bisa bilang masih dalam masa pemulihan..." sahut Namjoon.

"Biayanya?" tanya Yoongi.

"Tentu saja biayanya darimu, hyeong~ Hehehe... Anggap saja bos sedang mengajak kedua anak buah kesayangannya ini berlibur... Otte?" sahut Namjoon, memandang Yoongi dengan penuh harap.

"Huft~" sahut Yoongi sambil menghela nafas.

.

.

.

"Whoaaaaaaaaa~ Pantainya sangat indah~~~" sahut Jin ketika mereka sudah tiba di tepi pantai Heundae, Busan.

Jin, Namjoon, dan Yoongi menggunakan KTX (Korea Train Xpress) dari Seoul ke Busan, untuk berlibur sesuai permintaan Namjoon empat hari yang lalu.

Jin terus berlari sambil berteriak di tepi pantai. "Yuhuuuuuu~"

Namjoon dan Yoongi saling bertukar pandang. Merasa bersyukur karena akhirnya bisa melihat Jin tersenyum lagi setelah selalu terlihat murung beberapa hari terakhir ini.

"Ayo, hyeong~ Kita bermain air~" sahut Namjoon sambil merangkul pundak Jin.

Jin tersenyum dan menganggukan kepalanya.

Yoongi menghampiri Namjoon dan Jin, dan mereka bertiga menghabiskan waktu yang menyenangkan sepanjang sore itu hingga matahari tenggelam.

"Sunsetnya sangat indah~" sahut Jin sambil menatap matahari yang tengah tenggelam di hadapannya.

Namjoon dan Yoongi menganggukan kepalanya.

Dan ingatan Jin kembali ke beberapa waktu yang lalu, ketika ia dan Taehyung tengah menatap sunset di Jeju Island.

Saat itu Taehyung memeluknya sangat erat dari belakang dan berbisik, "Sunset itu sangat indah ya, hyeong... Tapi bagiku, kau jauh lebih indah... Saranghae, Kim Seokjin.."

Sekujur tubuh Jin terasa bergidik mengingat kenangannya bersama Taehyung itu. Rasanya baru kemarin ia dan Taehyung masih bersama, lalu mengapa sekarang hubungan mereka jadi tanpa kejelasan begini?

.

.

.

Jin, Namjoon, dan Yoongi sudah tiba di kamar hotel mereka.

Satu kamar untuk empat orang, ditempati hanya mereka bertiga, jadi Namjoon dengan sangat puasnya meletakkan barang-barangnya dimana-mana, membuat kamar jadi terlihat seperti diisi oleh tujuh orang.

"Aku mau berjalan-jalan di taman hotel sejenak.. Ada yang mau menemaniku?" tanya Jin.

Tidak ada jawaban.

Jin menoleh, dan ternyata kedua sahabatnya itu sudah tertidur lelap, padahal masih pukul 21.15 PM.

"Cih~ Mereka pasti kelelahan~" gumam Jin sambil berjalan keluar kamar dan menuju ke taman hotel untuk menghirup udara malam yang sangat sejuk malam itu.

Jin berjalan menyusuri lorong hotel itu seorang diri, dan ingatannya kembali ke masa-masa itu, ketika ia dan Taehyung menginap di hotel di Jeju Island.

Taehyung saat itu menemani Jin berjalan melintasi lorong hotel sambil menggenggam erat tangan kanan Jin.

Taehyung bahkan mempersiapkan makan malam yang sangat romantis di kebun hotel tempat mereka menginap, dan dengan sangat romantisnya Taehyung bahkan memberikannya kejutan yang sangat indah.

Sebuah kalung berlian yang sangat indah, yang saat ini masih terpasang di leher jenjang milik Jin.

Jin menghela nafas ketika ia sadar semua itu sudah menjadi masa lalunya.

Namun Jin masih terus bertanya dalam hatinya, sebenarnya apa yang terjadi dengan Taehyung?

Mengapa ia tiba-tiba menghilang dari kehidupan Jin dan justru bertunangan dengan seorang hallyu star.

Jin tiba di kebun hotel dan menghirup udara sebanyak-banyaknya. Ia masih butuh banyak waktu untuk menenangkan hatinya. Apalagi, ia sendiri masih belum mengerti mengapa Taehyung tiba-tiba bersikap seperti ini tanpa ada penjelasan apapun untuknya.

Jin memutuskan untuk duduk di kursi taman dan mengambil beberapa foto selca untuk di post di akun twitter miliknya, dan tiba-tiba sosok itu tertangkap di kameranya!

Sosok Kim Taehyung, yang tengah berjalan tak jauh di belakang tempat Jin duduk.

Jin segera membalikan badannya dan benar saja, Taehyung sedang ada disana dan sepertinya Taehyung tak menyadari keberadaan Jin karena langit malam yang cukup gelap.

Jin segera berlari menghampiri Taehyung, dan merekapun berdiri berhadapan.

"Kim Taehyung..." sahut Jin sambil menatap wajah Taehyung yang berdiri dihadapannya itu.

Taehyung membelalakan kedua bola mata, sangat terkejut dengan sosok Jin yang tiba-tiba ada dihadapannya itu.

.

-TBC-


reply for review:

Rrn49: hayo jin bakal benci kaga? taehyung kayak raisa, serba salah XD

kim joungwook : sebisa mungkin saya berusaha inget tp kdng ya lupa juga XD knp jarang buka ffn? sibukkah? aigoo~ akhirnya ada yg suka ff saya yg pendek ini {} saya sering gagal manjangin chapter entah knp :( kamu jg semangat ya :)

dewiaisyah : sama2 :) dewi bahagia bgt liat jin kesiksa XD here lanjutannya ya :)

Nam0SuPD: annyeong salam kenal :) baru liat idmu review ff saya kayaknya :) thx ya udah nyempetin baca :) wkwkw hayo bakal terjadi apa hmmm? XD namjoon udah direbut jungkook/? XD