Cacatan kecil sang author : WARNING ! UNTUK FF INI DI NYATAKAN ADA ADEGAN TIDAK SENONOH , BAGI YANG MERASA DI BAWAH UMUR SILAHKAN MENJAUH DAN MENGKLIK CLOSE TERHADAP TAB WEB FF INI , KHUSUSNYA UNTUK BEBERAPA PART KEDEPAN ! JIKA TIDAK AUTHOR TIDAK MENANGGUNG DOSA MASING MASING ... RATE DARI FF INI SUDAH HAMPIR BERUBAH KE RATE M ,, menjauhlah sebelum terlambat
PREVIEW
"yaaa , tidak mungkin! Anak ku pasti ganteng nya sepertiku nanti "ujar chanyeol lalu tertawa lagi, menjawab perkataan sang ayah , dimana ayahnya bilang bahwa nanti anak chanyeol akan mirip dengan sang ayah dari pada chanyeolnya , daekhyun hanya duduk disamping yoora , seraya mengenggam tangan yoora erat
"eh sudah selesai kalian ?, heum appa akan memberi tau saja sekarang pada kalian berdua lagi "ujar membuat suasana yang tadi penuh canda tawa menjadi sangat serius apakah mengenai pernikahan pernikahan lagi ? sepertinya chanyeol menahan sang ayah
"aku yang akan mengatakan pada daekhyun nanti "pinta chanyeol , tapi dibalas gelengan sang ayah
"sepertinya chanyeol dan hyemi akan melangsungkan pernikahan sebentar lagi , jadi kami ingin meminta restumu hyun-ah "rahang chanyeol mengeras, ketika melihat istrinya dia berubah pikiran , dia masih sadar jika dia menikah lagi otomatis istrinya itu akan sangat merasa sedih . tentu saja tanpa sadar orang yang tidak berkomentar selama ini mengeluarkan uneg unegnya
"Yak! Perjanjian tetaplah perjanjian , jika dia ingin menikah lagi , maka tinggalkan daekhyun. Apa kau tidak tau rasanya bagaimana jika diposisi daekhyun ?"teriak yoora seraya menunjuk adiknya itu matanya berkilat marah, jika marah perangai mereka sama saja bahkan tidak bisa dibedakan . tegas dan kejam
"yak ! kenapa kau tiba tiba begini yoora-ya ?"tanya pada anak pertamanya , tetapi sepertinya hyemi hanya menatap remeh daekhyun
"sepertinya daekhyun yang membawa pengaruh buruk pada yoora eonni, sehingga bisa melakukan hal tadi "ujar hyemi santai tanpa rasa bersalah. Perdebatan itu semakin panas
"Ini sudah keterlaluan , perjanjiannya hanya kau, Byun Hyemi ! melahirkan anak chanyeol dan pergi dari keluarga ini , biar saja daekhyun mengurus anak chanyeol nanti" amarah yoora menggebu gebu, tidak menyangka bisa mengetahui sifat buruk hyemi lebih cepat diketahuinya jauh dari perkiraan
"hey,! Kau kenapa yoora?"tanya melihat anak sulungnya itu yang tersulut emosi
"tidak mungkin menyuruh sang ibu pergi ketika mereka punya hubungan batin yang kuat . hey yang benar saja . "ujar hyemi menatap daekhyun tajam , chanyeol bingung harus memilih mana , mau bagaimanapun dia kalut dan bimbang sekarang .
"kemana sikap kemanusiaan kalian , kalian tau bagaimana rasanya di duakan? Bahkan dengan alasan yang sangat meyakinkan. Kalian tau bagaimana rasanya bertahan di kondisi seperti ini ? dan aku , tidak akan pernah menyetujui chanyeol menikah lagi ."ujar yoora yang sudah menetralkan suaranya , daekhyun menarik yoora agar duduk kembali , chanyeol melirik kearah daekhyun . dia aneh dengan istrinya itu kenapa masih bisa memasang wajah sok kuat begitu
"eonni kenapa begitu "tanya hyemi sok merasa sedih lalu menatap yoora .yoora mengeluarkan senyum meremehkannya
"aku akan menyetujui dia nikah sama chanyeol saat aku memang mengetahui bahwa anak yang dia kandung itu adalah murni anak chanyeol " yoora menatap tajam ke hyemi membuat hyemi tampak sedikit menciut , tapi tenanglah bahkan dia bisa berakting sedih
Dan akhirnya malam itu suasana yang awalnya riuh karena ada candaan dan tawa , seakarang malah canggung dan lagi lagi yoora menarik daekhyun agar tetap bersamanya
"chanyeol, kalian jika mau pulang , pulang saja , aku meminjam daekhyun sampai aku puas bersamanya "mata daekhyun terbelalak mendengar ucapan kakak nya itu, apa kakaknya ingin membuat suasana keluarganya semakin hancur . dan akhirnya daekhyun malah semakin mengikuti yoora bukannya kembali dan pulang bersama chanyeol .
"pulanglah , istirahatlah "ujar lalu membantu Tn. park itu bangkit dan kembali kekamar mereka . chanyeol hanya duduk terdiam , hatinya hampa, sehari hari dia biasa nya menghabiskan waktu bersama daekhyun walaupun tidak dekat dengan daekhyun setidaknya dia butuh bertemu ataupun hanya bertatap muka dengan istrinya .
"chan ayo pulang "ujar hyemi menggandeng tangan chanyeol menarik seraya beranjak pergi tetapi chanyeol malah menepisnya
"jangan panggil aku chan " lirihnya menatap tajam ke hyemi.
Sedangkan yoora , sudah menyuruh daekhyun memakai baju nya karena memang daekhyun akan tidur bersama mereka mengingat suami kedua yoora sedang berada di china melaksanakan bisnisnya
"eonni, kenapa eonni begitu sensitive tadi " ujar daekhyun takut takut , tetapi yoora malah menanggapi nya dengan tertawa karena merasa lucu melihat adik iparnya itu dengan ekspresi seperti itu
"tentu saja , aku sangat benci di dua in , lagi pula jika chanyeol memang akan tetap menikahinya . aku pastikan mencari pria lain untuk mu dan ayah untuk anakmu . yang lebih pantas "ujar yoora akhirnya setelah tertawa kelewat keras tadi oh tidak nadanya seperti nada sangat kesal
"tak usah seperi itu yoora eonni "ujar daekhyun manja dan menempel mulu dengan yoora membuat yoora hanya bisa tertawa dan merasakan kehangatan tersendiri jika dekat dengan daekhyun.
"hey daekhyun-ah , kenapa kau bisa masuk kekeluarga kami ? tapi aku sangat bersyukur karena kau telah datang ?"ujar yoora seraya mengelus pelan kepala daekhyun yang sudah menutup matanya , nara tidur di kasurnya sendiri
"nado molla, semua berjalan seperti air , nega wae?"tanya daekhyun balik lalu yoora hanya berdehem dan merasakan hembusan napas berat dari yoora
"karena kau telah mengembalikan chanyeol ku, yang dulu, chanyeol penuh dengan malaikat . telah membuatku tidak kesepian lagi, dan telah membantu keluarga ku untuk bisa bersatu seperti tadi lebih lama "ujar yoora menjelaskan seraya seperti bernostalgia
"itu bukan karena aku eonni, itu semua memang sudah ditetapkan hanya tinggal menunggu waktu saja untuk berjalan sesuai yang ditetapkan "
"tidak , karena kau lah chanyeol bisa kembali menjadi malaikat walaupun hanya didepanmu ,tapi aku tau dia sedang berusaha mati matian untuk melawan iblis agar tidak masuk ketubuhnya saat sedang bersamamu "kekeh yoora lalu menutup matanya pelan
"kajja tidur eonni, jaljayo "ujar daekhyun mengecup pelan pipi yoora dan mulai masuk kealam mimpinya.
Fear Of Losing
"Ah ,, jebalyo andwae aegi-ya "ringis daekhyun karena terbangun ketika merasakan anaknya itu menendang perutnya dengan kuat , spontan saja yoora juga terbangun karena mendengar ringisan daekhyun
GreenChuda A.k.a PCYNC new present story
Fear Of Losing
Main Cast : Park Chanyeol , Do-Byun Daekhyun
Byun Hyemi , Byun Baekhyun , And others
Genre : Romance , Marriage Life , Angst /? , Abstark
Rate : T- M
Length: Chapter
Typo(s)
This Is Story
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
FF inI DAPAT menyebabkan
.
.
.
.
.
.
.
sesak napas
.
.
.
.
.
.
.
.
.
mata berair
.
.
.
.
.
.
sakitperut
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
kejang kejang
.
.
.
.
.
.
.
pusing tujuh keliling
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hidung Mampet
.
.
.
.
.
..
.
dan
.
.
.
.
.
.
.
Yang Paling Parah Lagi
.
.
.
.
.
.
.Dapat Menyebabkan
.
.
.
.
.
.
Kematian Dini !
.
.
.
.
.
.
.
.
Ch 3
"Ah ,, jebalyo andwae aegi-ya "ringis daekhyun karena terbangun ketika merasakan anaknya itu menendang perutnya dengan kuat , spontan saja yoora juga terbangun karena mendengar ringisan daekhyun
"gwenchana ?"tanya yoora khawatir lalu dibalas anggukan daekhyun dan tersenyum
"ini kali pertama dia menendang sekuat tadi makanya aku terbangun eonni, gwenchana. Karena biasanya jika chanyeol memang tidak tidur di kamar maka 'dia' akan menendangku sampai tidak bisa tidur "kekeh daekhyun seraya memegang perutnya.
"whoaaa, pasti ikatannya dengan chanyeol sangat kuat"ujar yoora lalu meidurkan lagi dirinya
"kau lapar ? eonni bisa memasakkanmu bebarapa makanan . " daekhyun menggeleng tetapi ia tau anaknya pasti juga kelaparan jika dia tidak menambah asupan agar anaknya tetap bertahan di rahimnya
"aku tau kau tidak makan tadi . kajja aku akan memasakkan makanan untukmu , ah tidak yang pastinya itu adalah untuk anakmu bukan untukmu "ujar yoora menarik tangan daekhyun kedapur dan mulai bergulat dengan alat alat masak itu , daekhyun berdiri disampingnya lalu ikut membantu
"duduk saja aku yang akan memasaknya "perintah yoora tetapi daekhyun malah semakin membantu yoora memasak
"aku sudah lama tidak memasakan makananku sendiri . aku ingin membantu hanya membantu "ujar daekhyun penuh permintaan tersirat dari nada bicaranya akhirnya yoora mengangguk dan menyetujui itu
Tak berapa lama kemudian nasi goreng kimchi selesai dimasak dan yoora dan daekhyun makan bersama dan tertawa ketika mencoba mencicipi sesekali.
"mashitaa"ujar mereka bersama lalu tertawa setelah itu
Fear Of Losing
"pagi eomma, eh ada hyun eomma "ujar nara yang baru bangun dan beru saja melompat kekasur eommanya , membuat lagi lagi daekhyun dan yoora bangun terkejut dan tertawa bersama
"pagi juga sayang "ujar yoora dan daekhyun serentak
"kenapa hyun eomma ada disini ?"tanya nara , daekhyun malah tertawa pelan dan mengangguk ringan
"hey maaf eomma hanya menginap bebarapa hari saja , boleh kan " tanya daekhyun dibalas anggukan nara
"apa, appa chan ada juga eomma?"tanyanya aku menggeleng lemah lalu dia mengangguk dan tersenyum
"gwenchana , nanti juga kita akan bertemu dengan appa chan "ujar nara semangat daekhyun tersenyum miris
Disisi lain
"hyun –ah "igau chanyeol , membuat hyemi yang tidur disampingnya terbangun , tentu bukan terbangun di pagi hari , dan pertama kali melainkan ini sudah bangun yang ke tiga kali
"chanyeol ireona ini sudah siang bahkan hampir sore "ujar hyemi mengguncang sedikit tubuh chanyeol dan tiba tiba merasakan tubuh namja itu sangat panas .dengan cepat dia menggucang chanyeol hingga terbangung
"wae?"tanya chanyeol lemah, menatap hyemi. Entahlah hanya tatapan sedih yang ditunjukan
"kau demam, kita harus memanggil dokter untuk mu "ujar hyemi mau beranjak tetapi ditahan chanyeol
"kembali kekamarmu, aku ingin tidur sendiri "ujar nya lemah lalu menutup matanya, wajar saja dia menyuruh hyemi tidur dikamar belakangan karena memang tidak pernah dia mengizinkan siapapun untuk tidur dikamar utama bersamanya kecuali daaekhyun
Akhirnya chanyeol terdiam sendiri , entahlah walaupun tubuhnya merasakan sakit dia tidak tau harus melakukan apa . setidaknya dia ingin daekhyun bersamanya , ya dia menyadari itu dia ingin daekhyun bersamanya , dan hyemi sudah berjalan keluar sesuai perintah bukan ?
"tuan kau tidak apa apa ?"tanya yunho yang baru saja masuk kekamar itu dan mendekati tuannya , hanya wajah pucat yang di lihatnya , chanyeol menggeleng lalu membuka matanya perlahan
"bisakah kau suruh daekhyun kembali sebentar , aku merindukannya "ujar chanyeol lemah , lalu yunho dengan cepat mengulurkan tangannya dan merasakan tubuh chanyeol memang sangat panas , kadang dia merasa iba pada majikannya karena dia menyadari chanyeol masihlah teramat mencintai majikannya yang sesungguhnya tapi saat bersama hyemi tiba tiba dia berubah . ya dia sangat berubah .
"tapi ada masalah apa nyonya muda bisa tidak tidur bersama tuan ?"tanya yunho pelan tapi penuh dengan keraguan . chanyeol hanya menggeleng dan menatap memohon pada asistennya itu
"ada masalah tadi malam dan eonniku menyuruhnya untuk tetap tinggal disana . dan aku kembali kesini bersama hyemi "ujar chanyeol sedih dan menerawang
"setidaknya anda harus makan dulu tuan "
"aku mau makan jika ada daekhyun"
"jangan begitu tuan "
Akhirnya mau tak mau yunho mengalah dan pergi bergegas menuju rumah utama kediaman park hanya untuk tuannya agar mau makan, bahkan ini sudah hampir sore tuannya itu tidak mau menyentuh makanannnya sedikitpun
"ah kau ada apa datang yunho-ya ?"tanya kepada yunho yang baru saja masuk kerumah dua kali lipat lebih kecil dari rumah tuannya
"apa nyonya muda disini , nyonya ?"tanya yunho lalu sejenak berpikir lalu mengangguk
"ada apa ?"
"tuan muda sakit, dia ingin makan jika nyonya muda disampingnya "ujar yunho membuat bahkan terkejut . tak menyangka anaknya memang benar benar mencintai seorang daekhyun itu
"tunggu sebentar aku akan memanggilkannya "ujar kepada yunho danberlalu meninggalkannya , disitu hanya lah yang bersamanya
"duduklah "
"tidak terimakasih tuan "
"kenapan chanyeol bisa kembali manja dengan daekhyun ?" tanya dengan mata mengintemidasi asisten anaknya itu
"tuan muda memang manja jika hanya dia dan nyonya muda berdua. "ujar yunho berkata jujur . tak berapa lama kemudian daekhyun dan datang , tentu yoora mengikuti dari belakang
"ada apa ?"tanya daekhyun dengan wajah kurang enak jika melihat yunho dan beberapa pengawal bersamanya itu lagi lagi, dia yakin pasti dia akan diseret pulang kali ini , hey dia tidak sendiri bahkan yoora juga menanyakan hal yang sama dan berdiri disampingnya
"tuan muda demam tinggi nyonya, tuan terus mengigau nama nyonya ."
"mwo ? chan sakit ? jinjja ?"raut khawatir dari wajah daekhyun sangat terlihat ,membuat yunho hampir senang melihat reaksi nyonya mudanya itu karena sangat peduli . dengan cepat daekhyun menatap kakak iparnya dan mertuanya
"eommonim, abeonim , eonni, aku pamit pulang dulu , aku khawatir dengan keadaan chanyeol "ujar daekhyun takut takut kepada yang lainnya yoora menahan tangannya
"jangan pulang. Tetaplah bersama ku disini. Suruh saja calon istri chanyeol itu, mengurus dirinya "ujar yoora menatapa mata daekhyun lalu perkataannya itu meluncur kearah yunho
"tapi, hari ini tuan muda belum makan sama sekali nyonya "ujar yunho sabar melihat reaksi yoora. Yoora tetap menggenggam erat tangan daekhyun .
"biarkan saja daekhyun-ah " ujar yoora tegas melihat kedua orang tuanya hanya bungkam
"geundae eonni, pasti chan sedang kesakitan apalagi jika dia tidak makan "ujar daekhyun pelan membuat yoora menggeleng pelan
"jangan bertingkah bodoh ! tetaplah disini bersamaku "
"yoora biarkan daekhyun pulang , chanyeol pasti sangat kelaparan sekarang " akhirnya angkat bicara , jangan sebut namanya yoora jika dia tidak bisa membantah perkataan itu
"hey, appa eomma. Sekarang kenapa kalian malah menyuruh daekhyun kembali dengan chanyeol . bukankah kalian akan menikahkan chanyeol dengan pilihan kalian , suruh saja calon menantu kalian itu mengurus chanyeol "tegas yoora menarik tangan daekhyun dan berlalu meninggalkan ruang keluarga itu , tetapi daekhyun perlahan menepis tangan yoora
"eonni kasian chan, biarkan aku kembali sebentar kerumah , nanti setelah dia makan dan kembali istirahat aku akan kembali kesini " pinta daekhyun membuat yoora terdiam lalu perlahan melepaskan tangan adiknya itu
"kau harus kembali kesini " ujar yoora membuat daekhyun semangat dan berjalan menuju yunho ,pamit sekali lagi lalu meninggalkan rumah itu
"bahkan dia masih begitu mengkhawatirkan chanyeol. Dia mencintai chanyeol dengan sepenuh hatinya tapi kalian malah ingin membuatnya hancur . "desis yoora meninggalkan kedua orang tuanya
Fear Of Losing
"Chan ireona , makan dulu "ujar daekhyun pelan mengguncang tubuh chanyeol dengan sangat pelan . dia takut namja itu terkejut , perlahan mata chanyeol terbuka
"bogoshipeo"ujarnya menangis seraya langsung memeluk daekhyun, hey , bahkan dia tidak tau diruangannya itu ada yunho , dokter dan beberapa suster
"aku bahkan baru sehari meninggalkanmu , kau harus makan lalu di periksa dengan dokter, kau mau kan ?" tanya daekhyun membuat mata chanyeol berair lalu mengangguk , yunho membantunya untuk duduk lalu daekhyun mencoba menyuapkan bubur itu
"apa buburnya enak ?"tanya daekhyun , setaunya bubur itu hambar tetapi chanyeol malah mengangguk
"apapun yang kau berikan terasa enak "
"kalau begitu kau harus menghabiskan bubur ini , ya "pinta daekhyun membuat chanyeol tersenyum lalu mengangguk mantap
"ne eomma "suara anak kecil yang dibuat chanyeol membuat yang melihat tingkah mereka berdua hanya tersenyum senang . sangat merasakan seperti keluarga itu sangat harmonis
"baiklah chan kecil kau harus diperiksa dulu "ujar daekhyun mulai beranjak untuk memberikan tempat agar dokter itu bisa memeriksa chanyeol tapi chanyeol malah menariknya kembali lalu menggeleng cepat
"tidak , jangan pergi . Duduk disini saja "pinta chanyeol membuat daekhyun menggeleng dan melepaskan genggaman tangan chanyeol lalu beralih menuju sisi kasur satu lagi dan mendudukkan dirinya
" jangan khawatir , heum "
Lalu chanyeol di periksa dan diberi beberapa obat untuknya , dia mengalami depresi ringan , dan badannya kelelahan membuat demamnya semakin tinggi . setelah itu mereka semua keluar dan menyisakan dua insan itu , chanyeol menutup matanya lagi
"jangan memikirkan apapun , istirahatlah terlebih dahulu, chanyeol-ku "ujar daekhyun menaikkan selimut itu sampai batas leher chanyeol , setelah dirasanya chanyeol tertidur dia mulai beranjak turun dari kasur itu , tentu saja tangan chanyeol kembali memegang erat tangannya
"jangan pergi , "lirih chanyeol walaupun matanya tertutup
Fear Of Losing
"hey, parasit , bisakah kau menjauhi chanyeol ku , aku ingin merawatnya " ujar hyemi menendang kaki daekhyun yang tadi terlelap di samping chanyeol . daekhyun terbangun lalu hanya mengangguk pelan kemudian meninggalkan kamar itu
"nyonya, baru bangun ?"tanya yunho kepada daekhyun yang baru saja dilihatnya keluar dari kamar utama itu , daekhyun hanya mengangguk pelan dan menuju sofa seraya mengembalikan jiwa raganya dulu. Dia tadi terbangun itu terkejut membuatnya sedikit pusing sekarang . yunho memberikannya segelas air dan berdiri di samping daekhyun
"apa nyonya sakit ?"tanya yunho khawatir melihat lemasnya wajah sang majikan lalu daekhyun membalasnya dengan cepat gelengannya
"bukan , hanya sedikit pusing "jujur daekhyun . yunho pergi beranjak ke ruang kesehatan dan mencari beberapa obat disitu , dengan cepat yunho kembali dan memberikan beberapa obat itu untuk majikannya
"nyonya minumlah dulu, "
"aku tidak suka minum obat begitu "tolak daekhyun lalu memijit pelipisnya .
"bisakah kau mencarikan aku apaterment , atau sebuah mansion . ah sepertinya rumah kontrakan semacam flat ku dulu. Aku ingin menenangkan diri disana " ujar daekhyun lalu air matanya nyaris keluar mengingat sesuatu
"rumah flat ku yang dulu , belum dijual kan ? aku ingin tinggal disana saja "
"tapi nyonya,, bagaimana nanti reaksi tuan muda jika anda ingin tinggal disana ?" tanya yunho, ah benar saja bagaimana reaksi si devil park itu nantinya ?. dia berpikir keras sejenak .
"aku tau aku tau ! nanti aku akan berbicara padanya jika bertiga dengan hyemi sajja "
"kenapa begitu " tautan alis di wajah yunho membuat daekhyun hampir tertawa melihat asisten pribadi suaminya itu sangat serius mendengarkan perkataannya
"karena jika dia hanya berdua disampingku, aku yakin aku bisa mati ditangannya nanti , jika kami bertiga berkumpul aku yakin dia bukan chanyeolku maka dari itu aku akan nekad meminta kembali tinggal di flat itu saja, eotthe?" tanya daekhyun pada yunho, ada betulnya juga perkataan nyonya muda nya itu. lalu dia mengangguk setuju tapi dia langsung menggeleng cepat lagi
"andwae nyonya andwae"ujar nya membuat daekhyun yang kali ini mengerutkan dahinya , yunho seperti memohon untuk tidak melakukannya , hey yang benar saja padahal tadi di wajahnya dia setuju setuju saja
"waeyo"
"karena kami tidak ingin kami mendapat majikan baru yang begitu mengatur , dan lagi pula jika nyonya pergi dia mungkin lebih menguasai kami semua disini , kami menyayangi nyonya "
"lagi pula , kami tidak ingin nyonya benar benar akan berpisah nanti dengan tuan muda "ujar yunho sedih, aish anak itu guratan kesedihan di wajah nya terlihat sekali sangat terlihat, membuat daekhyun akhirnya memikirkan hal itu sekali lagi ,dan pilihannya sekarang dia akan mencoba bersabar dulu
Disisi Lain
"pagi chanyeol,, "ujar hyemi mengecup bibir chanyeol saat dia baru terbangun , dia menyadari sesuatu , istrinya , istrinya tidak ada disitu
"mau sarapan dulu ?"tanya hyemi membuat chanyeol menatap tajam kearah nya , lalu beranjak dan mendekati meja rias dengan cepat tangannya itu menyapu meja itu dengan kuat tidak menyisakan satu barangpun dimeja itu . hyemi menatapnya ketakutan , hey dia tidak tau apa yang terjadi saat ini.
"KELUAR , "teriak chanyeol pada hyemi , tentu membuat sang lawan bicara membisu seketika tidak menyangka devil park itu akhirnya keluar juga
"arraseo aku akan keluar "ujar hyemi keluar dari kamar tidur dengan cepat , meninggalkan chanyeol dengan dirinya yang sudah berada di lantai .
"kau bohong, kau meninggalkanku . "isak chanyeol akhirnya
Melihat keluarnya hyemi dari kamar utama membuat daekhyun beranjak memasuki kamar utama , jangan lupa bahwa tidak mudah untuknya masuk kekamar itu karena ada yeoja kaparat itu.
"kau, kenapa kau harus kembali. Tinggal saja disitu sekalian ,dan biarkan kami hidup berdua dengan bahagia "desis hyemi membuat daekhyun menegang
"aku tak menyangka gadis jalang seperti mu bisa mendapatkan cinta chanyeol lebih "sambung hyemi,
Sakit ?
Tentu saja karena dia tidak pernah mendengar kata kata yang sangat membuat hatinya hancur, dia gadis lemah yang akan down ketika dibawa ke perdebatan sesama perempuan, rahang yunho mengeras ketika mendengar perkataan perkataan kurang ajar dari hyemi.
"dan aku tidak menyangka bisa mengizinkan chanyeol mendapatkan anak dari wanita busuk sepertimu "lirih daekhyun mendorong tubuh hyemi agar tidak menghalangi jalannya menuju kamar utama
Matanya terperangah melihat kamar sebegitu hancurnya saat ini, membuatnya hanya diam dan kembali menutup pintu mencari sesosok suaminya itu
"KELUAR , apa kau tidak mengerti bahasa ku ?"teriakan chanyeol membuat daekhyun terperanjat dan menatap sang suami dengan tatapan iba melihat kondisinya dengan rambut acak acakan, wajah pucat pasi, bahkan terisak seraya terduduk dilantai itu. daekhyun mendekati suaminya lalu memeluknya dari belakang
"kenapa kau malah memelukku , kubilang KELUAR"ujar chanyeol keras, jangan lupa bahwa dia itu sekarang terisak lebih kuat , tapi dengan piyama lengan panjang itu membuat daekhyun menghapus airmata chanyeol dengan lengan panjang bajunya dari belakang . chanyeol terdiam , iya dia sangat terdiam .
Merasakan wangi tubuh sesosok yang dicarinya itu , siapa lagi kalau tidak karena wanitanya
"apa aku mengkhayal lagi, kenapa aku selalu merasakan dia hadir lagi , padahal aku yakin dia masih dirumah utama "ujarnya lalu daekhyun mengembalikan tubuh chanyeol dengan cepat dan menatap pelan lelakinya lalu menggeleng
"kau tidak berhalusinasi, kau yang memintaku kembali , aku sudah kembali dari rumah utama . hey kemana julukan devilpark itu jika kau selalu menangis seperti ini ?"canda daekhyun lalu memeluk namjanya dan sesekali menepuk pelan punggung namjanya
"hey kenapa kau menangis , ceritakan padaku ,tuan muda "ujar daekhyun yang sudah merasa chanyeol memang berhenti menangis saat ini ,
"aku pikir kau meninggalkanku lagi "desisnya pelan lalu dibalas tawa renyah daekhyun dan membuat daekhyun menggeleng
"kau tidak ingin aku pergi, heum? " chanyeol mengangguk
"baiklah ,aku tidak akan pergi kemanapun "
Fear Of Losing
"mokcha" perintahnya , akhirnya kami makan bertiga lagi, ingat bertiga bukan hanya berdua lagi , kondisi chanyeol perlahan sudah mulai kembali mengingat dia kali ini malas kerja lagi dengan alasan uang yang diperolehnya sudah cukup banyak.
daekhyun belum berani mengatakAn hal yang ingin ia sampaikan itu mengingat kejadian kemaren, iya kemaren kami kembali seperti layaknya suami istri , hey bahkan seharian penuh dia menempel pada istrinya , seperti lem. Tapi ingatlah bahkan dia kembali seperti chanyeol tiga bulan terakhir, dia seperti tidak menghiraukan daekhyun lagi. kemaren itu seperti ada malaikat yang nyasar ketubuhnya lagi mungkin karena dia sakit , menyebabkan banyak malaikat menempel padanya .
"aku ingin pergi , nanti , bolehkan "ujar daekhyun seraya memakan steak yang sudah dipotong potongnya menjadi bagian kecil di depannya itu , chanyeol memberhentikan acara memotong daging itu lalu menatap daekhyun dengan tatapan mengintemidasi, seperti nya tatapan itu memang tatapan khas dirinya .
"apa tidak bosan ?" tanya chanyeol pelan , daekhyun menggeleng , lalu memasang wajah aegyonya didepan chanyeol
"aish h dasar parasit"ujar hyemi merasa tidak dianggap saat ini . daekhyun hanya melirik sekilas lalu menatap memohon kearah chanyeol
"ne, arraseo, tapi nanti malam kau harus kembali, atau tidak kau tau sendiri akibatnya, eotthe? " Tawar chanyeol dan daekhyunberpikir sejenak, dan mengangguk paham
"hm , baiklah ,"
Fear Of Losing
"Tuan muda, anda rapat jam 9 nanti "ujar yunho yang baru saja memasuki ruang kantor chanyeol, chanyeol hanya mengangguk paham dan menyuruh yunho pergi , dia memegang dokumen ditangannya tetapi malah pikirannya terbang kemana mana .
"hm,, kalau begitu kenapa aku tidak meminta anak saja dari daekhyun, bukankah dia tidak lemah ? hey , tentu saja lagi pula itu karena faktor faktor kaparat itu , tapi apa daekhyun mau? Lagi pula bagaimana dengan hyemi?" pikirannya jadi bimbang, dia sudah pernah bilang ke daekhyun bahwa dia ingin punya anak dari daekhyun tapi nanti bukan sekarang, dan itu dia bilang sendiri saat perdebatan 6 bulan lalu .
Mengingat 6 bulan lalu membuatnya terdiam, dia membunuh anaknya sendiri? Bahkan anak itu sebenarnya bisa tumbuh dan bisa besar, dan saat ini dia menyesali perbuatan kejinya itu
"Arghh!"
Fear Of Losing
"eomma, bisakah kau memasakkan omurice, untukku "ujar daekhyun bergelayut manja di dalam gandengan sang eomma nya siapa lagi kalo bukan do min ah , min ah mencolek dagu anaknya
"kau mengidam ?"tanya eommanya membuat daekhyun hanya mengendikkan bahu lalu menatap sang eomma penuh harap ,
"ah, arraseo tuan putri, ajaklah adik adikmu itu bermain nanti kalo sudah jadi eomma memanggilmu "ujar do min ah ke daekhyun . dengan gerakan cepat mengajak anak anak di panti itu bermain bersama nya.
"eonni, kenapa eonni tidak tinggal disini lagi ?"tanya sera kepadaa daekhyun yang tengah membacakan dongeng untuk mereka
"HAHAHA,, eonni juga pengennya begitu sayang " ujar daekhyun lirih lalu melanjutkan cerita dongengnya
"waeyo, eonni harusnya bersama kami lagi " sera memeluk tubuh mungil daekhyun lagi ,, dia lah yang paling dekat dengan daekhyun , dan daekhyun mengelus kepala sera , lalu menyudahi cerita dongeng tersebut mengingat yang lainnya sudah ada yang tertidur, hey ini sudah jam 7 malam ternyata , dan sera sedari tadi sudah meneteskan airmatanya dipelukan hangat itu
"sera, waeyo"
"eonni jeongmal bogoshipeo , kembalilah kesini , dan tinggal bersama kami lagi "isakannya terdengar oleh daekhyun spontan membuat baekhyun melingangkat sera kepangkuannya
"sera, hey . eonni sudah punya suami sayang. suami eonni tidak membolehkan eonni kemana mana . maka dari itu , eonni bakalan sering main kesini kok " janji daekhyun seraya mengelus surai sera , dan mengusap airmata anak itu
"mwo ? eonni sudah menikah ? apa eonni sudah mempunyai anak ? adik adik ,, iya adik kecil untuk sera , apakah ada?"tanya sera bangkit dari pangkuan daekhyunlalu melihat daekhyun dengan tatapan aku sangat senang
"maka dari itu , sayang doakan eonni mu ini agar dapat memberi adik untukmu , eotthe?"
"call"
"call"
"heum arraseo. "
Disisi lain ada namja yang melihat adegan itu , seulas senyum merekah dibibir imut namja tadi dan mengangguk pelan , tentu saja dia ditemani asisten pergi kesitu , ke panti asuhan yang sudah beberapa kali dia datangi hanya untuk melihat yeoja yang tengah memangku anak kecil. Dia tidak mungkin datang ke panti itu mengingat perkataan ahjumma pengurus panti bahwa yeoja itu udah keluar sejak berumur 18 tahun, dia terlambat , sangat terlambat untuk membawa yeoja itu pergi bersamanya dan tinggal bersamanya. Dan dia kembali ke panti asuhan itu karena pengurus panti itu mengabarinya bahwa beberapa hari yang lalu yeoja yang dicari cari nya itu kembali lagi kesini, ke tempat dulu dia pernah meninggalkan yeoja itu juga
"asisten Yoo, kira kira apa dia masih mengingat ku ?"guman namja itu kepada asisten nya yang sedari tadi masih menatap yeoja yang tak jauh dari mereka , hey yeoja itu bahkan sekilas mirip dengan majikannya
"tanyakan saja langsung pada orangnya tuan " ujar asistennya membuat sang majikan berpikir sejenak lalu mengangguk paham dan mulai mendekati yeoja itu tetapi niatnya di urungkan ketika melihat guratan kesedihan dimata yeoja itu .
"ayo kita kembali saja , mungkin lain waktu aku harus bertemu dengannya "ujar namja itu lalu meninggalkan ruangan itu dan berpas pasan dengan ahjuma yang mengabari tentang yeoja tadi , bahwa yeoja tadi sudah datang kembali kesini
"kenapa terburu buru sekali, apa kau sudah bicara dengan daekki? Kau sudah mencarinya beberapa kali bukan "ujar ahjumma tadi menatap heran dengan namja itu , benar benar sekali dia bahkan berkali kali datang tapi hasilnya nihil
"dia mungkin tidak mengingatku , lagipula wajahnya tadi terlihat sangat sedih , aku tidak ingin menambah kesedihannya " sesal namja itu lalu menunduk, dia juga rapuh jika dihadapkan dengan daekhyun . perempuan itu sangat ahli membuat para namja bertekuk lutut dan kembali menjadi rapuh takut akan kehilangan anak itu lagi
"hey, dia pasti mengingatmu, percayalah . sedih? Oh tentu saja dia tertekan dengan penikahannya sekarang "ujar ahjumma tadi yang masih membawa amurice , dia menepuk bahu namja itu setidaknya agar namja yang dihadapannya itu kuat
"dia sudah menikah ?" tanya namja itu tak percaya , dan ahjuma itu mengangguk
"eomma tolong berikan, nomorku, dan suruh dia menghubungiku , aku ingin bicara banyak dengannya . jebal" ujar nya memberikan kartu namanya , lalu eomma yang dikatakan nya tadi mengambil kartu nama dan pamit minta izin untuk pergi menuju daekhyun
"dia sudah menikah "guman namja itu berjalan lemas, bahkan dia pati sangat banyak melewati masa masa indah yeoja itu. seharusnya dia tidak egois waktu itu
Fear Of Losing
"hey, daekki .. ilwa ,, eomma sudah membuatkan yang sangat enak untuk calon anak mu itu " ujar min ah memberikan sepiring amurice lalu membawa anaknya itu duduk di meja tamu, dan membiarkan anaknya itu makan dengan lahap
"ini untukku bukan untuk bayi ini, aku yang sedang lapar "ujar daekhyun dengan makanan yang penuh membuatnya berbicara kumur kumur dan menampilkan wajah kesal khas sesosok daekhyun
"tentu saja itu untuk mu,, tuan putri "ujar min ah menggoda daekhyun lalu menatap wajah anaknya itu dengan lama , ya dia tidak menyangka wajah yang terlihat ceria itu ternyata banyak menyimpan kesedihan , kesedihan mendalam tentunya
"eomma jangan terus melihatku"ujar daekhyun kesal karena sedari terus mata sang eomma menatap nya dengan tatapan poker face
"aih mian mian .."gerutu min ah lalu membuang muka dari arah daekhyun , membuat daekhyunnya merengek lagi
"eomma igeo mashita,, apakah eomma membuatnya banyak , aku inginlagi ,, jebalyo eomma, aku lapar "ujar daekhyun lalu memberikan piring tadi dengan sisa timun diatas nya . dia lupa anak nya itu tidak suka dengan mentimun bahkan sangat tidak suka
"heum baiklah ,, tunggu eomma akan mengambilnya kedapur dulu, " pamit min ah lalu berlalu menuju dapur, tak beberapa lama kemudian daekhyun merasakan ada orang yang akan masuk ke ruangan itu membuatnya tersenyum senang, bahkan sangat senang sepertinya . tapi senyum itu kembali lenyap ketika melihat yang datang adalah yunho, dan beberapa pengawalnya .
"anyeong nyonya muda, anda sudah ditunggu oleh tuan muda dirumah " kata kata itu membuat seorang daekhyun mengeraskan rahangnya lalu membuang mukanya , kenapa namja itu selalu mencari masalah dengannya
"bisakah kau telpon dia dan tunggu aku diluar, aku ingin bicara denganya melalui telpon saja "perintah daekhyun akhirnya keluar dengan sigap yunho sudah memberikan hp nya kepada daekhyun dimana hp itu sudah tersambung dengan chanyeol
"yeoboseyo"
"Yak! Park chanyeol, kenapa kau selalu mengabaikan tugas tugasmu dikantor dan lebih memilih pulang cepat "teriakan itu nyaris membuat daekhyun mengeluarkan mata , dia tau pasti suaminya akan membatalkan meeting ataupun meninggalkan pekerjaan itu dan memilih pulang jika tau daekhyun sedang tidak berada dirumah mereka
"Yaissshh, kau membentakku heum, pulang saja cepat aku akan memberikan hukuman padamu "suara berat itu membuat daekhyun hanya menggeleng dan mulai menyiapkan kata katanya
"an—"
"tidak ada kata Kata penolakan hyun –ah . intinya kau harus pulang aku sudah menunggu untuk menghukum mu, setidaknya aku juga sedang merindukanmu " kata kata yang mungkin terdengar vulgar di pendengaran daekhyun membuatnya ingin memaki chanyeol saat ini juga .
"aku sedang datang bulan , jaditidak ada hukuman untukku "ujar daekhyun santai , hey bahkan dia berpura pura datang bulan saat ini
"kalau begitu beri aku pelayanan di rumah , tidak perlu menggunakan mu jika kau sedang datang bulan " vulgar sekali perkataanmu parkchanyeol! Geram daekhyun , dia tau maksud chanyeol, hey dia pasti menginginkan tangan daekhyun untuk melayaninya
"aku sedang makan malam disini ,, aku ingin tidur disini "akhirnya dia pasrah dan mengatakan dengan jujur apa yang dia inginkan , min ah sudah sampai dan mendengar daekhyun yang sangat lucu ketika saat ini . membuatnya bungkam
"hey, makan saja disini, apa disana higenis ? aku tidak ingin kau tiba tiba sakit setelah memakan makanan disana , tempat disana tidak cukup higenis , pulang makan dan tidur disini " kata perintah keluar lagi dari mulut seorang park chanyeol. Hey bahkan dia menghina panti itu
"Jaga ucapanmu, sekali lagi kau mengatakan seperti itu ,aku jamin aku pindah ke sini dan tidak balik dengan mu lagi "desis daekhyun membuat chanyeol yang kali ini bungkam , siapa tidak sakit hati jika mengingat perkataan chanyeol tadi, bahkan panti itulah yang membesarkan seorang daekhyun dan sekarang dengan tidak tau malunya dia menghina panti itu . dan lihatlah , chanyeol menyadari hal itu dia menyadari dia telah berkata salah
"aku mengalah sekarang, makan yang banyak disana , dan tidurlah yang nyenyak malam ini, nyonya kecil. Besok kembalilah ,aku merindukanmu, aku ingin kita makan diluar , hanya kita, kau dan aku . untuk yang satu itu tidak membantah , nyonya Park "ujar chanyeol pasrah lalu memutuskan sambungan , dia kalah jika dia sudah membuat sang istri itu sakit hati seperti dilakukannya saat ini. dan daekhyun langsung keluar dari ruangan itu mencari yunho
"nyonya, kami kembali dulu " seperti nya chanyeol sudah menyuruh yunho meninggalkan tempat itu dan dengan cepat daekhyun memberikan hp itu kembali pada yunho lalu tersenyum penuh kemenangan
"besok kau tidak perlu menjemputku, aku sepertinya tidak ingin pulang lagi ke rumah penuh api itu "sindir daekhyun lalu melambaikan tangan melihat punggung yunho mulai menjauh, lalu dia menatap sekelilingnya, hey bahkan pengawal itu setengah dari yang tadi tinggal di perkarangan panti itu . membuat daekhyun mengejar yunho
"yunho-yaa" teriakan daekhyun membuat sang empunya nama berhenti lalu berbalik, bahkan sepertinya yang memanggilnya bukanlah nyonya mudanya yang pendiam dan imut itu melainkan sosok yang lebih menyerupai iblis saat ini
"waeyo , nyonya muda" tampang innoncent membuat daekhyun memukul bahunya kuat
"yak! Bawa pasukanmu semuanya, aku tidak ingin di jaga seperti ini, ini sungguh memalukan " yunho sadar bahwa nyonya mudanya itu memang tidak ingin di perlakukan posesif seperti itu, tetapi itu adalah perintah dari tuannya
"tapi tuan chanyeol menyuruh nya nyonya " yunho memasang wajah ketakutannya , jelas saja dia takut karenatidak pernah dipukul maupun dimarahi oleh sang majikan . dan majikannya itu kembali seperti awal memasang wajah kesal dengan mempoutkan bibirnya lalu seperti ogah menatap yunho
"rasanya aku ingin mati saja dari pada hidup dengan namja posesif itu "gerutu daekhyun lalu kembali kedalam panti dan membiarkan kisaran 6 pengawal mengelilingi panti itu
"hey, ada apa , kenapa ank eomma cemberut seperti itu ?"tanya min ah melihat kedatang daekhyun , jelas sekali wajah kesal itu masih utuh diwajah imut daekhyun
"namja posesif itubahkan menyruuh semua pengawalnya menjaga panti ini, seperti takut aku akan dibunuh saja " kesal daekhyun lalu menatap eomurice tadi lagi, dia sudah tidak bernafsu makan , dan jangan coba paksa dia makan, taringnya bisa keluar nanti
"lalu kenapa yang lainnya pulang , apa dia mengizinkan mu tidur disini ?"tanya min ah yang langsung dibalas anggukan daekhyun , walaupun di wajah kesal itu tapi dia sepertinya sangat senang bisa bebas dari rumahnya itu
"tentu saja , aku bahkan ingin kembali kesini dan pindah kesini "ujar daekhyun dibalas kekehan sang eomma lalu mereka bercerita mengenai perkembangan panti saat dia keluar , lalu bercerita seru sampai akhirnya mereka lebih memilih tidur
Paginya , daekhyun terbangun ketika menyadari sesuatu yang membisingkan terjadi di luar kamar tidur eommanya itu, tentu saja eommanya sudah tidak berada di tempat tidur itu lagi . dengan lunglai dia berjalan gontai lalu keluar dari kamar, menatap heran dengan pemandangannya , ya yunho dan yang lain sedang menggeledah kamar yang lainnya seperti mencari sesuatu
"mencari apa kalian "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..
.
..
.
EXIT ! TBC... CONTINUE
Koar Koar AuthoR:
hohoho ini udah banyak plus panjang heum , jangan minta naca nambah part lagi untuk sekarang , bersabarlah sedikit lagi ,, atau tidak .. ff ini akan berakhir dengan kata END :v , Huhuhuhu untuk part ini chanyeol nya manja banget kan? iiya dong apalagi kalo lagi dirumah bareng naca berdua yawlah naca aja ampe mo pingsang ngurus bayi besar itu
Hohoho ngomong ngomong masalah chanyeol , naca baru ngeh masa kalo dia udah punya black card , yawlah chan selama iin i kau gak memberiku uang jajan karena kau nabung untuk black card itu , ya elah sama istri aja lu begitu *dikejarpans
ahhhhhh bingung mo bilang apaaa,, ingat yaaa setelah ini beberapa part selanjutnya isinya angst banget , jangan marah seikitpun dengan author kalau tidak ya sudah ,, author maaah bakal kabur lalu buat di chap selanjuutnya tulisan dengan ukuran 72, spasi 3.0 terus dari awal ampe akhir tulisannya cuma satu kata yang bakal terus diulang ulang "END"
salam kecup muach muach
nacachu khanda :*
terima chanyeol
