The Truth Revealed Part 4

.

.

Ini Ide dari Maria Edogawa Eonni

Jadi kalau mo bashing silahkan bashing dia #Plakk

Silahkan tinggalkan jejak bila berkenan

Tapi klo ngga ikhlas jangan, takut dibilang maksa :)

Mungkin 2-3 chapt lagi FF ini selesai

Happy Reading ^^

.

.

Tittle : The Truth Revealed Part 4

Writer : Rheii Chan

Cast : Jung Yunho, Park (Kim) Jaejoong, Park Yoochun, Park (Kim) Junsu dll-,

Genre : Romance, Hurt, Angst

Rate : PG13


'Cinta berlalu di depan kita, berbalut kerendahan hati

Tetapi kita lari darinya dalam ketakutan

Atau yang lain mengejarnya

Dan berbuat jahat atas namanya'

_Kahlil Gibran_

.

.

.

Mata musang milik seorang Jung Yunho menatap tajam seorang yeoja yang kini duduk dihadapannya sambil tersenyum manis, wajahnya yang cantik serta tubuhnya yang seksi dalam balutan baju yang minim mampu menghipnotis namja manapun untuk bertekuk lutut di hadapan sang yeoja namun hal itu tak berlaku untuk seorang Jung Yunho.

Dia sendiri kebingungan akan maksud yeoja yang tiba-tiba saja menariknya saat akan menuju ke restoran Jaejoong dan mengajaknya berbicara empat mata di sebuah cafe tak jauh dari sekolahnya.

10 menit berlalu tapi sang lawan bicara hanya memandangi Yunho dengan intens sambil mengaduk-aduk kopi pesanannya tanpa berbicara sepatah katapun hingga membuat Yunho kesal.

"Jadi ada perlu apa ahjumma membawaku kemari ?"

Sebuah ekspresi kesal hadir di wajah sang yeoja saat dengan tanpa rasa bersalahnya Yunho memanggilnya ahjumma, bagaimanapun dia merasa belum setua itu untuk dipanggil ahjumma.

"Ehhmm panggil saja aku noona, Tiffany noona"

Yunho memutar matanya bosan dan mengabaikan ucapan genit yeoja yang berstatus sekretaris pribadi seorang Park Yoochun itu, berharap pembicaraan mereka segera dimulai dan berakhir secepat mungkin.

"To the point saja, apa yang ingin agasshi bicarakan ?"

"Well kau tidak suka basa-basi rupanya tampan" Tiffany mengedipkan sebelah matanya menggoda "Bagaimana bila kukatakan bahwa aku tahu rahasiamu dan untuk siapa kau bekerja"

Tubuh Yunho seketika menegang, rahangnya mengeras menahan emosi. Dia tahu yeoja di hadapannya ini bukan yeoja yang bodoh dan bisa melakukan apapun untuk mencapai keinginannya namun Yunho berusaha bersikap tenang agar tak terpancing.

"Aku tak punya rahasia apapun agasshi"

"Bagaimana bila kuperjelas, aku tahu tentang affairmu dengan nyonya Park dan juga tentang trik kecil di balik itu semua"

"Kufikir sekarang pasti kau sedang mabuk agasshi" ucap Yunho dingin diikuti oleh tawa merdu seorang Tiffany hwang yang membuat bulu kuduk Yunho sedikit merinding.

"Tak ada gunanya menyangkal Jung, aku tahu jauh lebih banyak dari yang kau kira bahkan aku tahu hal yang tak kau tahu dan sekarang aku ingin bekerja sama denganmu bila kau berminat"

"Apa mau mu sebenarnya ?"

Tiffany memasang smirknya lalu mencondongkan tubuhnya ke arah Yunho sehingga wajah keduanya hampir bersentuhan kalau saja Yunho tak segera memalingkan wajahnya hingga bibir seksi sang yeoja tepat berada di telinga kanan Yunho.

"Akan kujaga rahasia kecilmu dan kau bantu aku mendapatkan apa yang aku mau"

.

.

Sepulang sekolah seperti biasa Junsu di jemput oleh sang supir dan langsung pulang ke mansionnya. Namja cantik itu memang tak punya banyak teman dekat yang bisa diajak bermain dan jalan-jalan seperti remaja lainnya.

Bukan, bukan dia dimusuhi atau bersikap dingin tapi imut itu lebih senang menyendiri atau jalan-jalan bersama Yunho untuk melepas penat karena baginya bepergian tak tentu arah bersama teman sebayanya hanya membuang-buang waktu berharganya.

Awalnya Junsu berencana mengantar Yunho ke restoran sang eomma untuk bekerja tapi namja tampan itu tak ditemuinya dimanapun hingga dia menyerah dan memutuskan untuk pergi ke restoran itu sendiri dan menemui Yunho disana.

Tapi alangkah terkejutnya pewaris tunggal perusahaan paling berpengaruh di Korea itu saat tanpa sengaja melihat Yunho tengah berbicara dengan seorang yeoja yang dia kenali sebagai Tiffany hwang, Sekretaris appanya di sebuah cafe dekat sekolahnya.

Dengan tergesa, Junsu menyuruh supirnya untuk berhenti tepat di depan cafe itu dan bergegas masuk ke dalam cafe menghampiri dua orang yang tampak terkejut melihat kehadirannya.

"Hyung, noona, apa yang sedang kalian lakukan disini ?"

Tiffany tampak salah tingkah begitu juga Yunho tapi keduanya segera menyembunyikan ekspresi kaget mereka dan tampak seperti tak terjadi apa-apa.

"Kebetulan tadi kami bertemu di jalan dan noona mengajak Yunho untuk mengobrol"

"Sejak kapan kalian saling mengenal ?" Junsu memicingkan mata sipitnya curiga tak lantas mempercayai ucapan seorang Tiffany hwang yang dia tahu bagaimana sifatnya.

"Yunho teman namdongsaeng noona yang kini sekolah di Prancis, Chansung kau mengenalnya juga kan ?"

"Bukankah ini masih jam kerja ? noona tidak masuk kerja ?"

"Ah, appamu tidak masuk dan tak banyak pekerjaan di kantor jadi noona berjalan-jalan sebentar dan tak sengaja bertemu Yunho disini"

Junsu tampak mengangguk saat mendengar alasan Tiffany sementara sepasang namja dan yeoja yang tadi sempat dilanda kekhawatiran tampak lega melihat Junsu tampak mempercayai ucapan Tiffany.

"Apa kau mengenal Yunho, Junsu-ah ?" tanya Tiffany mencoba untuk lebih meyakinkan aktingnya dihadapan Junsu sedangkan sang target hanya tersenyum malu-malu dan mengambil tempat duduk di sebelah Yunho.

"Yunho namjachinguku noona"

"Aaah jadi ini namjachingumu yang pernah appamu ceritakan pada noona, dunia sempit sekali ne ?"

Kedua insan berlainan jenis itu terus terlarut dalam pembicaraan mereka, pembicaraan penuh kepura-puraan dan mengacuhkan seorang namja tampan yang sibuk mengecek jam tangannya menyadari dirinya sudah sangat telat untuk bekerja.

Menyadari kegelisahan Yunho, sang namjachingu menolehkan kepala ke arahnya dan bertanya dengan wajah bingung membuat satu-satunya yeoja yang berada disana ikut menatap ke arah Yunho.

"Ada apa hyung ? kau tampak sangat gelisah"

"Aku harus pergi bekerja sekarang" jawab Yunho sambil berdiri dari duduknya "Noona terima kasih untuk traktirannya dan sampaikan salamku untuk Chansung"

Tiffany mengangguk pelan sambil tersenyum samar melihat akting Yunho yang seakan mengenal namdongsaengnya sedangkan Yunho segera menarik tangan Junsu untuk ikut bersamanya tapi Junsu menolak.

"Aku masih ingin berbicara dengan Tiffany noona, hyung" ucap Junsu pelan membuat Yunho mau tak mau melepaskan pegangan tangannya.

Sebenarnya Yunho tak ingin meninggalkan mereka berdua saja karena namja itu masih meragukan motivasi seorang Tiffany hwang tapi diapun tak ada alasan untuk melarang Junsu mengobrol dengan yeoja itu.

Yunho pun hanya bisa mengangguk pelan dan berlalu dari hadapan keduanya setelah sebelumnya memberikan pandangan penuh arti pada Tiffany.

.

.

** YUNJAE **

.

.

Seorang namja paruh baya yang masih terlihat gagah dalam usianya yang mendekati kepala empat tampak berkubang dalam fikirannya sendiri di sebuah ruangan penuh buku yang sangat nyaman di salah satu sudut mansionnya.

Ruang perpustakaan yang merangkap ruang kerja itu menjadi tempat terbaiknya melepaskan semua penat atas apa yang tengah terjadi belakangan ini dalam kehidupannya yang sempat dikiranya sempurna.

Fikirannya melayang ke masa 18 tahun lalu saat menerima perjodohan yang diatur kedua orangtuanya dengan seorang namja cantik putra kebanggaan keluarga Kim. Walau awalnya menolak, Yoochun tak memungkiri kalau dirinya terpesona pada namja pemilik wajah malaikat itu hingga bersedia menerima segala kekurangan calon istrinya saat itu.

Dirinya sadar di awal pernikahan mereka tak pernah ada cinta di hati Jaejoong untuknya karena hati namja cantik itu telah terpaut dengan seorang namja tampan sunbaenya di Sekolah dulu, Jung Eunjae yang juga teman Yoochun yang berubah membencinya saat mengetahui dialah yang menikahi sang pujaan hati.

Yoochun berusaha menutup mata akan kenyataan bahwa perasaan sang istri tak pernah berpihak padanya selama bertahun-tahun pernikahan mereka namun kesabarannya kian hari kian menipis apalagi setelah orang itu hadir dalam kehidupannya lebih dalam dan memberikan semua perasaan yang tak pernah Jaejoong berikan padanya.

Tak Pernah terbayang dalam benak seorang Park Yoochun untuk menjalin affair di belakan istrinya namun perasaan tak bisa dibohongi. Dia menyayangi Jaejoong tapi dia juga sudah terlalu lelah untuk menunggu, menunggu hati seorang Park Jaejoong beralih padanya.

Karena waktu adalah obat terbaik untuk menghapus cinta dan sakit hati.

Bahkan pelukan dan janji yang diucapkan sang istri tak lagi menenangkan hatinya karena sadar atau tidak hati Yoochun pun sudah beralih secara sempurna pada sang pujaan hati yang baru.

Dan dia merasa saat inilah waktu yang tepat untuk memantapkan hatinya karena sudah tak ada lagi yang bisa dilakukan untuk mempertahankan sebuah bangunan yang pilar-pilarnya telah mulai digerogoti rayap bernama kebohongan dan tinggal menunggu untuk kehancuran.

"Mianhe Jaejoong-ah, Jeongmal mianhe" lirih Yoochun sambil mengusap setetes liquid bening yang mulai menetes dari kedua mata indahnya.

Tok .. Tok ..

Ketukan pintu yang terdengar dari arah luar ruang kerjanya membuyarkan lamunan sang mantan cassanova itu, Jaejoong dengan segelas kopi macchiato favoritnya berjalan pelan memasuki ruang kerjanya setelah Yoochun mempersilahkannya masuk.

"Kau terlalu banyak menghabiskan waktumu untuk bekerja Chunnie-ah, istirahatlah sebentar" ucap Jaejoong sambil duduk di hadapan Yoochun dan menaruh kopi yang dibawanya di meja kerja sang suami yang kini menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Gomawo"

Jaejoong tersenyum lembut lalu meraih tangan kanan suaminya yang tergeletak di atas meja kerjanya dan menggenggamnya erat membuat sang pemilik tangan bingung atas perubahan sikap Jaejoong yang tak biasanya.

"Aku istrimu, berbagilah setiap bebanmu padaku ne ?"

"Ah ne .." jawab Yoochun salah tingkah hingga Jaejoong melepas genggaman tangannya dan terkikik pelan melihat suaminya salah tingkah "Kau tidak pergi ke restoran Jae-ah ?"

"Aku malas pergi hari ini lagipula bukankah kau juga bolos jadi kita sama bukan"

Yoochun tersenyum geli melihat tingkah childish Jaejoong yang jarang namja cantik itu tunjukan, dia merasa ada yang ingin Jaejoong sampaikan namun namja berbibir cherry itu masih bingung dan Yoochun tak mau memaksanya. Biarlah Jaejoong menceritakan segalanya saat dirinya sudah siap nanti.

"Jae, masalah Junsu. Apakah tidak sebaiknya kita membertitahunya semuanya sekarang ? dia sudah cukup umur untuk tahu semuanya"

Ucapan tiba-tiba Yoochun membuat ekspresi Jaejoong seketika menjadi dingin, dia membenci arah pembicaraan mereka saat ini.

"Kita sudah pernah membicarakan hal ini sebelumnya Chunnie dan kau tahu apa jawabanku" Jawab Jaejoong dengan nada sedingin mungkin.

""Tapi sampai kapan kau mau menyembunyikan rahasia ini ? Junsu berhak tahu semuanya Jae"

"Aku merahasiakannya karena tak ingin Junsu terluka"

Yoochun berdecak kesal melihat kekeras kepalaan sang istri, dia ingin Jaejoong membuka tabir rahasia yang menyelimuti keluarga mereka selama 18 tahun ini dengan mulutnya sendiri bukan dari orang lain yang malah akan memperparah keadaan.

"Junsu harus tahu siapa ayah kandungnya Jae" ucap Yoochun lirih, perasaannya berkecamuk namun satu rasa mendominasi hatinya saat ini.

Tubuh Jaejoong menegang mendengar perkataan Yoochun yang secara tak langsung mengungkap rahasia hidupnya yang hanya diketahui olehnya dan sang suami. Jaejoong berkali-kali mencoba menepis kenyataan itu tapi tak bisa.

Junsu memang bukanlah darah dagingnya dan Yoochun, namja imut itu merupakan buah cintanya dengan sang mantan namjachingu saat SMA dulu, Jung Eunjae.

Saat mengetahui dirinya hamil, Jaejoong sangat bahagia karena menyadari ada yang bisa dijadikannya alasan untuk menolak perjodohannya dengan pewaris tunggal keluarga Park namun kenyataan pahit menghantamnya saat tahu bahwa mimpi indahnya untuk merajut benang kasih yang sempat terputus dengan sang kekasih musnah begitu saja.

Namja cantik itu depresi saat tahu ternyata bukan hanya dia yang tengah mengandung benih cinta dari seorang Jung Eunjae karena ada seorang yeoja bernama Seulgi yang mengaku sudah memiliki anak hasil hubungannya dengan mantan namjachingunya itu hingga keduanya terpaksa menikah.

Bunuh diri sempat menjadi pilihan Jaejoong untuk lari dari beban hidup yang terasa mencekiknya tapi untung saja ada Park Yoochun yang bersedia menerima Jaejoong apa adanya termasuk anak dalam kandungannya.

Bahkan namja itu bersedia mengakui dan merawat anak itu dengan kasih sayang berlimpah selayaknya aegya nya sendiri karena tanpa sepengetahuan siapapun Yoochun sudah divonis dokter tidak akan bisa memiliki keturunan.

Semuanya terasa bagaikan mimpi buruk bagi Jaejoong dan namja cantik itu tak pernah ingin mengingat kenyataan menyakitkan itu selamanya dan ingin menguburnya dalam-dalam tapi sekarang tiba-tiba suaminya ingin mengungkapkan segalanya dan jujur saja Jaejoong belum siap apalagi dengan kondisinya yang tengah labil akan perasaannya saat ini.

"Entahlah Chunnie, aku belum siap untuk mengatakan semuanya pada Junsu" lirih Jaejoong dengan air mata yang sudah terkumpul di sudut mata indahnya.

"Tapi cepat atau lambat kau harus mengatakan segalanya Jae sebelum semuanya terlambat"

"Aku tahu, aku tahu Chunnie-ah tapi aku tak sanggup sungguh"

Jaejoong mulai terisak sekarang, semua beban hidup terasa menghimpitnya sekarang membuat sang suami mau tak mau kasihan melihatnya serta mengalah sekali lagi dan menenggelamkan dirinya untuk hidup lebih lama dalam panggung sandiwara yang Jaejoong dan dirinya bangun bertahun-tahun ini.

.

.

** YUNJAE **

.

.

Memiliki dua kehidupan dalam waktu bersamaan tidaklah mudah untuk siapapun termasuk seorang Park Jaejoong. Menjadi ibu dan istri yang baik saat bersama keluarganya dan kekasih yang haus cinta saat bersama sang kekasih gelap membuat namja cantik itu terkadang lelah sekaligus merasakan sensasi yang mendebarkan pada saat bersamaan.

Passion, usia muda dan cinta berlimpah yang dimiliki Yunho seakan menghipnotis Jaejoong agar terus berkubang dalam lumpur maksiat menanggalkan segala macam tetek bengek tentang status yang disandangnya sebagai Mrs. Park yang terhormat.

Namja cantik itu bagaikan terlahir kembali dalam wujud seorang Kim Jaejoong yang telah terenggut masa mudanya saat dia terpaksa menikahi orang yang sama sekali tak dicintainya.

Entah sudah berapa lama perselingkuhan laknat itu terjadi namun mereka menikmatinya, menikmati semua sentuhan sang kekasih terlarang dan limpahan perhatian yang tak pernah mereka dapat sebelumnya.

Keduanya seolah menulikan diri akan jertitan kesakitan yang akan disenandungkan orang-orang yang nantinya tersakiti atas perbuatan bejat mereka, karena iblis selalu menghembuskan angin surga walaupun sebenarnya itu jalan menuju neraka kehancuran tak berujung.

Bahkan atas nama cinta pula sepasang kekasih itu mulai berani memasuki wilayah sakral milik sang namja cantik untuk saling menyalurkan hasrat keduanya saat sang pemilik jiwa dan raga sah sedang banting tulang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Seperti hari itu Yunho sengaja bolos sekolah dan Jaejoong meliburkan seluruh maid di rumahnya agar keduanya bisa bercinta di ranjang pengantin milik namja cantik itu dan suaminya, sebuah tempat sakral yang akhirnya ternoda oleh penghianatan.

Mereka tak pernah menyadari bahwa sepandai-pandainya tupai melompat pasti akhirnya akan terjatuh juga.

"Nghhh bear stop ..." desah Jaejoong nikmat saat Yunho kembali melahap nipple kanannya padahal keduanya baru saja selesai melewati ronde kedua sesi bercinta mereka.

"Aku masih ingin boo" rajuk Yunho saat merasakan kejantanannya kembali membesar dalam hole sempit Jaejoong.

"Aku lelah bear, istirahat dulu ne"

Yunho terpaksa menuruti keinginan Jaejoong, namja tampan itu menyadari kalau partnernya itu sedikit berbeda dari biasanya seakan ada banyak fikiran yang sedang mendera konsentarsinya.

Tak ada Jaejoong yang menggebu dan bersemangat setiap mereka bercinta, yang ada hanya Jaejoong yang tampak pasif namun setiap Yunho berusaha menghentikan kegiatan mereka namja cantik itu selalu menolak dan memintanya meneruskan kegiatannya seakan ingin memberi tahu Yunho bahwa dirinya baik-baik saja.

"Boo waeyo ? kau tampak tidak bersemangat hari ini" tanya Yunho sambil mengeluarkan Juniornya dari hole Jaejoong agar keduanya bisa saling berhadapan kini.

"Gwenchana, aku hanya sedikit lelah"

"Siapa yang mau kau bohongi boo ?" Yunho menggesekan hidung mancungnya ke dahi Jaejoong menimbulkan rasa nyaman di dada sang namja cantik.

"Kau selalu bisa membaca suasana hatiku bear, aku curiga kalau sebenarnya kau itu mantan cenayang"

"Aku hanya bisa membaca suasana hatimu boo kalau yang lain aku tak peduli"

Gombalan Yunho membuat Jaejoong merona, namja itu selalu bisa membuatnya melupakan semua masalahnya dan memberinya kenyamanan hingga tanpa sadar Jaejoong semakin hanyut terbawa arus cinta Yunho yang entah dimana akan bermuara.

Keduanya terlalu hanyut dalam cinta menggebu dan hasrat kenikmatan surga dunia yang dihembuskan sang iblis pembawa kesesatan sampai tak menghiraukan akan dibawa kemana hubungan mereka.

"Saranghae boo, jeongmal saranghae"

"Nado bear"

Tanpa basa-basi yunho segera memangut bibir Cherry milik Jaejoong dan keduanyapun berciuman dengan penuh hasrat, menyalurkan segala cinta dan kasih yang mereka miliki tanpa menyadari dua orang namja yang baru saja menginjakan kaki di mansion keluarga Park tengah berada di depan ruangan kamar itu.

BRAKK

Pintu kamar itu terbuka lebar menampilkan sepasang namja tengah berpangutan mesra dalam keadaan naked dan membuat dua orang lain yang sedang berdiri di ambang pintu dan melihat adegan itu terbakar amarah dan kekecewaan yang besar.

Koper yang dibawa Yoochun langsung terhempas di lantai begitu saja saat melihat sang istri yang telah menemani dirinya bertahun-tahun ini tengah bercumbu dengan namja yang merupakan namjachingu dari aegya mereka.

Sementara Junsu tak bisa lagi menahan amarahnya, namja imut itu segera menghampiri eomma dan namjachingunya yang kini hanya terdiam terpaku di atas tempat tidur lalu dengan seluruh sisa kekuatannya dilayangkannya sebuah tamparan kuat ke pipi sang eomma hingga membuat semua yang berada disana terkesiap.

"Dasar manusia rendah" desis Junsu berbahaya sementara Jaejoong hanya bisa terisak sambil memegangi pipinya yang memerah akibat tamparan aegya nya.

"Junsu-ah, eomma..."

"Diam ! kau bukan eommaku, aku tak punya eomma pelacur sepertimu !"

Jaejoong makin terisak sambil buru-buru memakai pakaiannya agar bisa mendekati Junsu dan menjelaskan semuanya, dari sudut mata hazelnya dia dapat melihat Yoochun yang memandangnya dengan pandangan kecewa.

"Junsu-ah dengarkan ..."

"Kau juga diam ! kalian berdua saama saja, manusia rendah ! aku mempercayai kalian tapi kalian menghianati kami, aku benci kalian berdua !"

Junsu langsung berlari keluar kamar tanpa mau mendengarkan ucapan Yunho ataupun Jaejoong, kepergiaannya disusul oleh sang appa sedangkan Jaejoong masih sibuk memakai pakaiannya untuk ikut mengejar Junsu.

"Boo tenanglah ..." ucap Yunho sambil memeluk boojae nya yang tampak kacau namun namja cantik itu terus memberontak.

"Lepaskan Yun, aku ingin mengejar Junsu"

"Boo, ada yang ingin kuceritakan padamu kau tenanglah dulu"

Jaejoong tak menggubris ucapan Yunho, setelah selesai berpakaian dirinya langsung mendorong tubuh sang kekasih yang hanya terbalut boxer ke belakang dan sesegera mungkin berlari mengejar suami dan anaknya yang kini tengah memasuki mobil untuk pergi entah kemana.

"Shit !" maki Yunho sambil memakai pakaiannya terburu-buru, dia harus segera menceritakan semuanya pada Jaejoong sebelum terlambat.

Diluar mansion, Jaejoong mengambil Lamborgini Marcielago nya di parkiran rumahnya dan mengemudikannya dengan kecepatan maksimal, fikirannya kalut dan dadanya dipenuhi rasa bersalah apalagi melihat tatapan dua orang yang sangat disayanginya itu penuh kekecewaan dan amarah saat melihat kejadian tadi.

Tak diperdulikannya umpatan para pengguna jalan lainnya karena yang dipedulikannya saat ini hanyalah mengejar secepat mungkin mobil yang dikendarai Yoochun dan Junsu lalu meminta maaf pada mereka bahkan kalau perlu berlutut di hadapan keduanya.

"Junsu-ah, maafkan eomma ..." racau Jaejoong tak henti seakan merasakan sakit yang aegya nya rasakan.

Tetesan air mata terus mengalir membasahi wajah malaikatnya hingga tak menyadari di depannya ada sebuah jurang lebar namun saat namja cantik itu sadar semuanya terlambat karena mobil mewahnya itu telah menabrak pembatas jalan dan meluncur masuk ke jurang dan tak lama kemudian terdengar ledakan hebat dari dalam jurang tersebut.

Membuat seseorang yang berada tak jauh dari tempat kejadian itu menyeringai kejam melihat tragedi yang menimpa seorang Park Jaejoong yang dianggapnya saingan untuk mendapatkan Park Yoochun seutuhnya.

"Selamat tinggal Jaejoong dan selamat membusuk di neraka" ucap orang tersebut sambil tetawa kencang dan lalu meminta seseorang disampingnya untuk menjalankan mobil mereka meninggalkan tempat itu.

.

.

TBC

.

.

.

Maaf klo Rheii gak pernah balas review abis bingung mo balas apa kalian tapi Rheii baca kok

Seneng juga banyak yg baca FF abal begini

Masalah alur ya mo gimana lagi saiia mah males sm alur super lambat jd ya ngebut aja #digampar

Keep support Yunjae ne chingu ..

AKTF ^^