Hime kembali! Seperti yang Hime janjikan. Setelah seminggu Hime kembali. Tapi ini masih permulaan karena ujian Hime yang sebenarnya akan di mulai minggu depan-w- menyeramkan yaaaa kemudian terimakasih bagi yang sudah mendukung cerita ini~! Terlebih lagi dalam cerita Hime terlalu banyak OC jadi Hime pikir akan banyak orang yang kurang berminat. Tapi melihat dukungan dari kalian, Hime sangat senang! Terimakasih!

.

.

Naruto milik Misashi Kishimoto-san

.

A lot of OC, typo, OOC

.

.

Family

.

.

Shizuna kini tengah duduk manis di kursi ruang makan. Bersama dengan tiga orang lainnya yang menatap dirinya dengan serius. Naruto sebagai 'penolong nomor 1' sudah siap mendengarkan cerita Shizuna. Begitu juga dengan 'penolong nomor 2' dan 'penolong nomor 3' yang tengah meminum minuman mereka demi menenangkan diri.

"Jadi..," ucap Shizuna sedikit ragu.

"Ceritakan saja semuanya Shizuna, kau bisa percaya pada kami!" ucap si 'penolong nomor 2', Haruno Sakura.

Shizuna mengangguk kecil. "Sebagian dari yang akan ku katakan hanyalah spekulasi," ucap Shizuna berusaha mengatakan kalau 'Informasi yang ia tahu tidaklah semuanya benar, ia hanya menebak'.

"Tak apa, tenang saja! Kau tak perlu takut!" ucap Naruto diiringi cengirannya.

Shizuna menghela nafas panjang. Kedua tangannya saling bertautan. "Jadi, perama-tama aku akan memberi tahu semua yang kutahu," ucapnya mengulang permintaan Naruto, "Aku—a—aku tahu kalau Ibuku adalah Hinata, Hyuuga Hinata,"

Kini Naruto dan Sakura terdiam. Gadis di hadapan mereka sudah tahu rupanya. Wajar saja kalau ia menyayangi ibunya sepenuh hati. Siapa yang tak sayang kepada wanita sebaik dan selembut Hinata?

"Aku tahu dia ibuku sudah sejak lama, Sudah sekitar tujuh tahun," ucap Shizuna lagi.

Sakura nampak termenung sejenak. Tunggu—tujuh tahun katanya? Berarti saat itu jangan-jangan?! "Kau sudah ingat sejak tujuh tahun yang lalu?!" tanya Sakura tak percaya. Naruto kini tersadar, benar juga—jika ia sudah tahu selama tujuh tahun harusnya ia tahu apa yang terjadi waktu it—

"Apa? 'Ingat'? Berarti spekulasiku benar," Sakura menyadari kesalahannya lagi. Mengapa ia harus mengatakan sesuatu yang tak harus dikatakan. Gadis berambut softpink itu menyesali kesalahannya.

"Tepat 7 tahun yang lalu, aku terbangun di rumah sakit, beberapa orang berkata bahwa aku tertidur beberapa hari. Otou-sama terlihat sangat khawatir dan itu adalah kali pertama aku melihat Otou-sama seperti itu. Aku tak mengingat apapun saat itu—seperti hilang ingatan. Yang bisa kuingat adalah suara seorang wanita yang menitipkan pesan padaku. Aku bahkan tak mengenal Haruka. Saat itu usiaku baru genap 8 tahun jadi bisa dibilang aku tak curiga pada apapun. Aku menjalani hidupku dengan normal. Aku diberitahu bahwa aku dan Haruka tertimpa kecelakaan dan ibuku meninggalkanku begitu saja di lokasi kecelakaan. Mereka bilang ibu tak bertanggung jawab. Aku tak begitu saja percaya, tapi aku hanyalah anak kecil saat itu. anak kecil yang tak bisa berbuat banyak, Namun—" ucapan Shizuna terhenti mengingat-ngingat apa yang terjadi di masa lalu.

Sakit rasanya mengingat ia tahu semuanya tanpa bisa berbuat apapun. "—aku menemukan foto itu. Tepat sebelum aku kembali ke rumah, Otou-sama sempat berbincang dengan beberapa orang. Wajahnya terlihat frustasi dan mereka sering menyebut-nyebut nama Hinata. Saat itulah aku tahu kalau seseorang bernama Hinata pasti terlibat dalam kecelakaanku. Aku tak pernah bertanya pada Otou-sama, tapi aku menemukan foto itu, foto pernikahan Otou-sama. Disitu tertulis nama Uchiha Sasuke dan Hyuuga Hinata. Dari situlah aku menyimpulkan bahwa, ibuku adalah Hyuuga Hinata,"

Naruto dan Sakura tertegun mendengarnya. Mereka yakin saat itu orang yang Shizuna lihat sedang berbincang dengan Sasuke adalah mereka. Yang menangani kasus itu adalah Shikamaru—sebagi petinggi kepolisian dan juga orang kepercayaan presiden, bukan hal yang sulit untuk membuat kasus Hinata susah ditemukan. Bahkan bukan hal yang sulit pula untuk membuat keberadaan Hinata menghilang begitu saja.

Air mata Sakura hendak turun tanpa peringatan. Namun ia mengusap kedua matanya mencegah hal itu terjadi. Saat itu Sakura ingat betul, dirinya lah yang berada di samping Sasuke berusaha menenangkan pria itu. Sedangkan suaminya, Naruto membuat kesepakatan dengan Hinata. Kini kedua orang itu sadar seberapa dangkalnya pikiran mereka saat itu. Andai—andai mereka bisa mengulang kejadian itu, mereka ingin memohon agar Hinata tetap berada di samping Sasuke.

"Nee Shizuna, katanya ada suara seorang wanita yang menitipkan pesan padamu.. itu siapa? Bukannya kau hilang ingatan?" tanya Natsu penasaran.

Benar juga, siapa wanita itu? "Ah—Itu adalah Okaa-san. Aku sangat yakin hal itu. Saat itu aku sempat melihat warna indigo namun samar. Aku juga tak tahu, aku tak ingat apapun tapi aku meningat pesan dari Okaa-san. Menurut perkiraanku, aku sudah sadar terlebih dahulu," ucap Shizuna.

"Hah?"

"Jadi, aku tersadar dari 'tidur panjang'ku, lalu sudah pasti aku hilang ingatan. Akan tetapi saat pertama kali aku tersadar aku bertemu dengan Okaa-san yang menitipkan pesan padaku. Kemudian aku tertidur lagi dan kembali bangun saat Otou-sama dan yang lainnya berada di sisiku saat itu lah aku seperti baru pertama kali sadar padahal sebelum aku sudah pernah tersadar," penjelasan Shizuna terdengar masuk akal.

Shizuna meneguk air putih yang disediakan oleh Natsu, "Penjelasanmu bisa kuterima," ucap Natsu pelan.

"Terimakasih," ucap Shizuna dengan senyumannya. "Kemudian aku akan menjelaskan soal spekulasiku yang lain," gadis itu tak berhenti untuk menjelaskan.

Naruto dan Sakura masih tetap setia memerhatikan gadis indigo itu. "Spekulasimu tentang?" tanya Natsu penasaran.

"Tentang semuanya," ucap Shizuna nyaris begumam.


"Uchiha Sasuke?" ucap gadis berambut raven itu.

Sang kakak yang tengah menatap lembar majalah tersebut tak mananggapi ucapan adik kecilnya itu. Otaknya masih berputar. Kini ia sudah mendapatkan figure ayah bagi Haruka dan Shizuna. Namun ia merasa ada sesuatu yang familiar. Apakah itu?!

"Kenapa Onii-chan tidak mencurigai Uchiha Itachi? Walaupun Itachi lebih tua dari Okaa-san bisa saja dia orangnya!" ucap gadis bernama Hikari itu.

"Hikari, kau tahu kenapa om-om Uzumaki itu suka datang kemari?" tanya sang kakak, Satsuki.

Hikari menggeleng pelan, "Karena dia adalah teman Okaa-san dari sekolah. Uchiha Itachi lebih tua dari Okaa-san, dan mengingat sikap Okaa-san yang pemalu seperti itu.. aku tak yakin Okaa-san bisa bergaul dengan kakak kelasnya yang terpaut cukup jauh," ucap Satsuki menjelaskan, "Bahkan bergaul dengan seorang Uchiha saja sudah mustahil untuk Okaa-san.. tapi jika Uchiha itu teman sekelasnya mau tak mau Okaa-san pasti akan berteman dengannya,"

Hikari mengangguk paham. Kini Satsuki kembali diam untuk berpikir. Shizuna dan Haruka adalah anak dari pernikahan terlarang Hyuuga dan Uchiha dan kini Satsuki telah mendapatkan sosok Uchiha yang menjadi ayah dari Shizuna dan Haruka, Uchiha Sasuke. Namun siapa sosok ibu untuk Shizuna dan Haruka?! Hyuuga—siapa Hyuuga yang menikah dengan seorang Uchiha?! Kalau ibunya sampai seperti itu pastilah Hyuuga itu adalah orang terdekat ibunya. Orang yang dekat dengan Ibunya hanyalah Hyuuga Hanabi, sang adik dan Hyuuga Neji, sang kakak. Neji tidak mungkin menikah dengan Sasuke kalau begitu tinggal Hyuuga Hanabi. Yah Hana—

Tunggu! Hyuuga Hanabi memiliki usia yang jauh lebih muda dari ibunya. Terlebih lagi dulu ia adalah salah satu calon penerus selain Hyuuga Neji. Kalau begitu ia tak mungkin punya waktu untuk menjalin hubungan asmara dengan lelaki Uchiha itu. Lalu siapa?! Siapa Hyuuga yang menjadi istri Uchiha Sasuke?!

"Dia mirip denganmu, Onii-chan," ucap Hikari sambil menatap lembar foto Sasuke.

Satsuki menaikkan alisnya, "Mirip?" ucap Satsuki tak percaya.

Hikari mengangguk, "Matanya onyx, rambutnya berwarna raven, tampangnya terlihat cool, kemudian kulitnya putih—seperti Onii-chan saja," ucap Hikari membanding-bandingkan kakaknya dengan sang penerus keluarga Uchiha tersebut.

"Kalau begitu dia mirip denganmu juga dong, baka! Kau memiliki rambut raven, mata onyx, kulit putih dan—" Satsuki menyadari keanehan dari apa yang ia ucapkan. "Jangan-jangan—" Satsuki tak mau berspekulasi segila ini.

"Hikari, kau pernah melihat wajah Otou-san?" tanya Satsuki pelan.

Hikari menggeleng, "Tidak, Okaa-san tak pernah menyinggung-nyinggung soal Otou-san jadi aku tak mau bertanya. Aku rasa ada suatu alasan mengapa Okaa-san tak mau mengungkit hal itu. Dan kalau boleh kutebak.. alasan itu bisa saja masalah yang sangat berat, sesuatu yang bisa membuat Okaa-san menangis," ucap Hikari sambil membolak balik salah satu majalah.

Gadis itu kemudian tertegun, "Oi oi Onii-chan.. jangan bilang kau menduga,"

"Yah—bisa saja Uchiha Sasuke ini.." ucapan Satsuki terhenti. Ia menelan ludahnya untuk spekulasi segila ini. "Bisa saja dia ayah kita," ucapnya tegas.

Hikari terdiam, "Marga kita adalah Seto sedangkan dia Uchiha, mana mungkin hal itu terjadi," ucap Hikari lagi. Ia tak mau terlibat dalam kegilaan kakaknya.

"Kau sendiri yang bilang bahwa Okaa-san menyembunyikan rahasia tentang ayah kita.. karena itu adalah suatu masalah yang berat yang dapat membuatnya menangis," ucap Satsuki berusaha mengaitkan semua yang berhubungan. "Dan kau lihat Okaa-san sekarang? Ia seperti teringat akan sesuatu yang berat saat ia bertemu dengan kakak beradik Uchiha itu,"

Hikari kembali teridam, "Lalu?"

"Hal itu menunjukan bahwa masalah yang ada antara Okaa-san dan Shizuna-san adalah masalah yang sangat berat. Dan kau tahu siapa yang memiliki mata lavender?"

"Hyuuga, tadi kita sudah membahas itu, Onii-chan!" ucap gadis raven itu kesal.

"Kita masih belum tahu masalahnya apa, tapi yang pasti Shizuna-san dan Haruka-san adalah keluarga Hyuuga. Pernikahan dua keluarga besar tak mungkin ditutup-tutupi tapi ini berbeda. Bahkan tak ada media yang mengungkit. Hal ini tabu," ucap Satsuki lagi menjelaskan ulang apa yang ia dapat. "Kalau begitu Uchiha Sasuke adalah satu-satunya orang yang bisa menjadi ayah dari kedua orang itu, Namun sekarang pertanyaannya adalah 'Siapa Istrinya'?"

"Istrinya pasti seorang Hyuuga yang dekat dengan Okaa-san.. karena Okaa-san sampai menangis tersedu-sedu karena bertemu dengan Shizuna-san dan Haruka-san," Hikari berusaha menebak.

"Kau pintar Hikari, namun sekarang.. keluarga Hyuuga yang seangkatan dengan Uchiha Sasuke hanyalah Hyuuga Neji-sama dan juga Okaa-san. Hyuuga Hanabi-sama tak mungkin bersama dengan Uchiha Sasuke karena perbedaan umur yang menyebabkan mereka tak saling kenal, kalaupun dijodohkan... aku ragu Hyuuga Hanabi-sama akan menerimanya mengingat ia adalah calon penerus keluarga setelah Hyuuga Neji-sama," ucap Satsuki menjelaskan.

"Hyuuga-sama juga tidak akan mungkin menikah dengan Uchiha Sasuke.. merekakan sama-sama cowo," ucap Hikari merinding memikirkan yaoi antara Neji dan Sasuke.

Satsuki tersenyum, "Satu-satunya yang tersisa adalah—Okaa-san, Hyuuga Hinata," ucap Satsuki.

Hikari menatap kakaknya itu. Iapun melempar satu majalah ke arah kakaknya, "Okaa-sankan bukan keluarga utama.. mana mungkin ia bisa menikah dengan Uchiha Sasuke?" ucap Hikari kesal.

Lama-lama Hikari kesal dengan ilmu sok tahu kakaknya itu. Satsuki memandang heran adiknya yang manis tersebut, bagaimana bisa otak adiknya itu tak jalan? Pemuda itu kemudian melangkahkan kakinya ke atas kasur. Ia duduk di atas kasur sambil menunjuk lembar majalah yang ia pegang.

"Kalau memang Okaa-san bukan anggota keluarga utama, Okaa-san sudah pasti akan pindah jauh dan tak akan menyekolahkan kita di sekolah mahal seperti sekarang ini atau bukti yang lebih akuratnya.. jika Okaa-san bukan keluarga utama ia tak akan mengenal Uchiha Sasuke, Uzumaki Naruto, dan juga Haruno Sakura," Hikari nampak berpikir. Kakaknya benar.

"Memang benar—kalau Okaa-san bukan keluarga utama pasti Okaa-san tidak akan pernah memiliki kenalan orang-orang hebat. Tapi, mengapa Okaa-san berkata pada kita kalau ia bukan anggota keluarga utama Hyuuga? Dan kenapa Ia sampai mengganti marganya? Kenapa bisa seperti itu?"

Satsuki melempar bantal ke wajah adiknya itu. Bodoh. "Jika kau menjadi seorang presiden.. apa yang bisa membuatmu turun dari jabatanmu?" tanya Satsuki.

"Kalau aku membuat kesalahan?" jawab Hikari polos sambil meluruskan kedua kakinya. Ia menatap sebal kakaknya yang duduk di atas kasur sedangkan dirinya duduk di lantai.

"Bingo, bagaimana jika Okaa-san melakukan suatu kesalahan sehingga ia keluar dari keluarga utama?" kini mata Hikari terfokus pada kakaknya. Ia tertegun. Tak pernah terpikir sebelumnya.

Hikari kembali berpikir, semua terlihat lebih jelas, "Kalau melakukan hal yang sangat fatal, Okaa-san bisa saja di keluarkan dari keluarga utama. Lalu marga Seto hanyalah rekayasa agar kita tidak tahu. Kalau di lihat lagi, hanya Okaa-san yang memiliki rambut indigo di dalam Hyuuga.. berarti Shizuna-san dan Haruka-san adalah anak dari Okaa-san," Hikari menyimpulkan.

"Betul, kemungkinan yang aku dapat seperti itu. Terlebih lagi si kepala Uchiha ini mirip sekali dengan kita, bisa jadi dia ayah kita," ucap Satsuki sambil menatap sebal foto Uchiha Sasuke yang ia pegang.

Namun sesungguhnya masih ada sesuatu yang mengganjal. Kalau memang benar Hinata melakukan sesuatu yang fatal.. apa yang telah Hinata lakukan? Menikah dengan Uchihakah? Tidak. Satsuki berpikir kalau 'Pernikahan Uchiha dan Hyuuga' awalnya bukanlah hal yang tabu. Tapi pasti ada suatu masalah yang menyangkut Uchiha Sasuke dan Hyuuga Hinata sehingga membuat mereka berpisah dan 'Pernikahan Uchiha Hyuuga' dianggap tabu untuk dibicarakan. Tapi.. apa masalah itu? Apa masalah yang membuat ibunya keluar dari keluarga utama hingga harus mengganti marga menjadi Seto? Apa yang sebenarnya terjadi pada kedua orang tuanya? Kalau benar Shizuna dan Haruka adalah saudara Satsuki dan Hikari—mengapa mereka harus dipisahkan? Dan yang terpenting—

"Mengapa kita tak ingat tentang hal ini?"


Gadis bersurai indigo itu menghela nafas memulai spekulasinya yang lain. Sesuatu yang selama ini ia pendam, "Jadi setelah kejadian itu. setelah aku tahu siapa Okaa-sanku.. aku mulai mencari tahu informasi mengenai Hyuuga Hinata," ucap Shizuna kemudian matanya terlihat sendu.

"Awalnya aku tak mendapatkan apa-apa, aku hanya mendapat hasil yang nihil. Tapi tepat seminggu sebelum aku masuk SMP—aku melihat sosok yang sangat mirip dengan diriku, bahkan terlihat seperti Otou-sama," ucap Shizuna.

Natsu merenggangkan kedua tangannya ke depan, "Ukh—Saat itu kau bertemu Satsuki ya?"

Shizuna mengangguk. Naruto dan Sakura mengetahui siapa itu Satsuki, mereka juga sudah dari lama mengawasi Hinata berserta dua anaknya. Berkunjung sebagai pelanggan hanya untuk berbincang dan menanyakan keadaan. Hal itu sudah mereka lakukan sejak enam tahun yang lalu. Setahun setelah kejadian 'itu'.

"Aku bertemu dengan Satsuki, dari situ aku merasa ada sesuatu antara aku dan dia yang tak dapat aku jelaskan. Akupun mengikuti kemana ia pergi hingga akhirnya aku bertemu dengan Okaa-san. Saat itu aku merasa sangat bahagia—seribu kata-kata ingin aku ucap untuk dirinya, namun aku tak bisa melakukan hal itu,"

"Jadi kau sudah tahu semunya ya Shizuna-chan—"

"Tidak, aku tidak mengetahui semuanya Paman. Aku masih belum tahu mengapa kedua orang tuaku berpisah, atau kenapa Otou-sama tak pernah menyinggung soal Okaa-san," perkataan Shizuna membuat Naruto dan Sakura kembali terdiam.

Gadis bersurai indigo itupun tersenyum, "Menurutku, kecelakaan itu adalah salah satu penyebab mereka berpisah. Kalau aku boleh menebak, Okaa-san adalah orang yang menanggung semua masalah ini. Okaa-san keluar dari keluarga utama Hyuuga dan menjadi keluarga cabang namun Hyuuga Neji dan Hyuuga Hanabi tetap mengawasinya dengan cara kedua anak Okaa-san—maksudku kedua saudaraku yaitu Satsuki dan Hikari disekolahkan di sekolah yang sama dengan anak dari Hyuuga Neji, Nen,"

Natsuto baru menyadari hal itu, Nen adalah teman Hikari yang juga dekat dengan Satsuki. Namun ayahnya yaitu Hyuuga Neji tidak pernah mengunjungi Hikari dan Satsuki. Hebat sekali gadis indigo itu dapat mengambil kesimpulan seperti itu.

"Lalu—aku rasa, Otou-sama tidak tahu kalau Okaa-san masih ada," ucapan Shizuna yang satu ini membuat Naruto tersentak. Sakura menggigit bibir bawahnya seakan-akan ada penyesalan yang sangat dalam.

Shizuna menopang dagunya dengan sebelah tangan. Matanya menerawang jauh, "Kurasa Otou-sama tak mengetahui kebenarannya, karena itu Okaa-san menanggung semua bebannya," Hikari memegang rambut indigonya. Satu-satunya peninggalan dari sang ibu. Selama tujuh tahun, ia tak pernah bisa memeluk ibunya. Kini—semua harus berubah. Ia yang akan mengubahnya.

Naruto hendak berbicara namun Shizuna memotong terlebih dahulu, "Karena itu Paman—" ucapnya sambil tersenyum sejuta arti. Berbeda dari senyuman senyuman sebelumnya,

"Bisakah kau ceritakan apa yang kau ketahui?"

.

,

.

TBC

..

YAAH! Akhirnya bisa update lagi~! Akhirnya Hime sudah menempuh masa-masa sulit. UKK akan dilaksanakan minggu depan jadi mohon menunggu seminggu lagi~! Hime akan berusaha sebisa Hime! Dan lagi—chap berikutnya bakalan ada flashback loh~! Yang kalian tunggu akan keluar di chap berikutnya! Jadi, bersabar yaaaa~! Kalau Hime bisa curi-curi waktu (baca: memegang laptop tanpa ketahuan) besok maka Hime akan usahakan besok update! Sekali lagi mohon bersabar! Lalu silahkan beri kritik dan saran jika memang diperluka. Mohon maaf bila ada kesalahan.