Tittle : Squash
Author : Byunperverthun
Cast : Oh Sehun, Kim Jongin (Kai), Kris Wu, Xi Luhan and other
Pair : Kaihun, Krishun, Krislu, Kailu
Genre : Romance, friendship and other
Rate : T
Warning : typo(s), BL, School-life, Yaoi.
Disclaimer : Cast yang pasti punya Tuhan YME, orang tuanya dan SM Ent.
Note: Cerita ini aku ambil dari komik milik Mayuko Yamabe yang judulnya Squash. Aku disini cuma mengganti nama,tempat,dll dan mengolah cerita ini dalam bentuk ff intinya ff ini kolaborasi dari komik Mayuko Yambe dan hasil pemikiran otak abal aku ehehe. Maaf ya kalo sedikit aneh soalnya ini ff pertama aku. So happy reading and enjoy it!
Chapter 4
.
.
.
Sehun POV
Aku hanya bisa terdiam.
Sebuah bencana besar tiba-tiba menimpaku.
Aku tidak habis pikir dengan jalan pemikiran manusia aneh satu ini. Kris. Kenapa tiba-tiba dia mengajakku berkencan?! Apa ada yang salah dengan cara kerja otaknya?
Seisi sekolah tahu semua tentang berita ini. Semua siswa mendatangiku, lebih tepatnya semua fans si pangeran sekolah bodoh itu yang mendatangiku.
~Satu Angkatan~
"Ada apa ini?! Ayo cepat katakan Sehun?"
"Apa yang kamu lakukan pada Kris?"
"Kenapa tiba-tiba Kris mengajakmu berkencan?"
.
.
"Bicara apa kalian?! Aku tidak apa-apakan Kris kok. Aku berani bersumpah. Kalian tanya saja dia."
~Senior~
"Tampang bodoh seperti kau, Kris mana mungkin serius."
"Kau itu bodoh, tidak pantas bersama Kris."
"Jangan-jangan kau pakai guna-guna ya Sehun-shii ?!"
.
.
"A..aku tidak melakukan apa-apa padanya, sungguh. To..tolong jangan sakiti aku sunbae." Ku tangkupkan kedua tanganku didepan muka seperti orang yang sedang memohon ampun.
~Junior~
"Aku pikir Oh Sehun itu secakep apa, ternyata hanya seperti ini?"
"Sehun sunbae, sebenarnya jurus apa yang kau gunakan?"
.
.
"Yak. Jangan keterlaluan kalian! Jelek-jelek gini aku tetap senior kalian!" aku berbicara dengan nada yang lumayan tinggi sambil berkacak pinggang.
.
.
.
Hari-hariku di sekolah tidak seperti biasanya. Ini sangat-sangat tidak nyaman. Seperti yang kukatakan sebelumnya. Bencana besar benar-benar datang menimpaku setelah kejadian Kris-mengajakku-berkencan.
Aku di teror habis-habisan oleh fans si pangeran bodoh itu.
Mulai dari lokerku yang dipenuhi oleh coret-coretan seperti, namja jelek-tidak tahu diri-mati saja kau-musnah kau namja sialan. Dan masih banyak lagi kata-kata yang sangat membuatku tidak merasa nyaman.
Kehidupan cintaku sangat terancam saat ini. EOTTOKHAE?
End Sehun POV
"Hey Kris, apa kau benar-benar serius dengan Oh Sehun?" tanya Chanyeol. Dia sangat penasaran akan kejadian kemarin. Saat ini mereka sedang berjalan menuju kelas mereka.
"Mana mungkin." Kris tersenyum dan menjawab pertanyaan Chanyeol dengan –sangat- santainya.
.
.
.
Kring..Kring…Kring…
Bel pulang sekolah telah berbunyi. Kai sudah lebih dulu meninggalkan kelasnya. Sehun yang melihat itu langsung buru-buru merapikan alat tulisnya dan mengejar Kai.
"Kai-ah tunggu!" Sehun berteriak sambil berlari-lari kecil menuju Kai yang jauh berada didepannya.
Kai yang mendengar nmanya dipanggil oleh suara yang sudah sangat tidak asing di indera pendengarannya langsung berhenti dan membalikkan tubuhnya kearah Sehun. Ya Sehun, Kai sangat hafal sekali dengan suara cempreng nan cadel milik Sehun.
"Ya, ada apa Sehun-ah?"
"Bo..boleh ganggu sebentar? Aku mau bicara denganmu Kai.." ucap Sehun. Walaupun mereka sudah lama berteman tapi tetap saja bicara dengan seorang Kai itu sangat membuat Sehun grogi.
.
.
_KrisLu's side_
Luhan sedang merapikan perlengkapan sekolahnya. Ia baru saja selesai merapikan kelas karena hari ini adalah jadwal piketnya. Di kelas sudah kosong karena siswa lain yang piket hari ini sudah pada pulang semua setelah merapikan tugasnya masing-masing.
KRIET
Pintu kelas dibuka oleh seseorang dan ketika Luhan melihat kearah pintu, ternyata orang itu adalah Kris.
"Ah, Xiao Lu.. apa kau melihat Sehun?"
"Dia sudah pulang."
"Huh… apa dia kabur ya?" gumam Kris.
"…."
Ketika Kris hendak ingin pergi dari kelas itu tiba-tiba pergelangan tangannya ditahan oleh tangan Luhan
"Eh.. ada apa?"
"Kris lebih baik kau melupakan Sehun."
"Eh?"
"Sehun. Dia sudah menyukai orang lain." Ucapan Luhan membuat Kris kaget, lebih tepatnya berpura-pura kaget.
"Ah.. benarkah?" padahal Kris sudah tau kalau Sehun itu menyukai orang lain. Bahkan Kris tahu siapa orang yang Sehun sukai. Tapi dia malah berpura-pura tidak tahu dihadapan orang lain.
"I..iya"
"Terima kasih kau sudah mau jujur Xiao Lu. Tapi, lebih baik kau tidak perlu mengurusi hal yang bukan urusanmu.." Kris melepaskan pegangan tangan Luhan dari tangannya. Kris hendak beranjak pergi namun..
"Orang yang Sehun sukai adalah Kim Jongin! Sahabatmu sendiri Kris!" ucap Luhan secara tiba-tiba.
Semua siswa di sekolah tahu kalau Luhan itu sangat menyukai Kris. Bahkan Kris sendiri pun tahu kalu Luhan menyukainya. Tapi Kris tidak menggubrisnya ia hanya menganggap Luhan sama saja seperti kebanyakan namja lain yang hanya terpesona dengan wajah tampannya saja.
"Kenapa kau bisa berbicara seperti itu? Bukan kah Sehun temanmu.."
"Ini demi kau Kris. Daripada nanti perasaanmu bertambah dalam kepadanya. KAU BISA TERLUKA!" Luhan berteriak sambil menahan bulir air matanya yang sebentar lagi akan keluar.
"Demi aku? Kau bercanda. Apa bukan ini bukan demi dirimu sendiri?" ucap Kris dengan nada datarnya. Dia benar-benar tidak percaya dengan perkataan Luhan. Apa Luhan sangat cemburu atau putus asa dengan kejadian sewaktu Kris mengajak Sehun berkencan? Entahlah.
"Kau… benar-benar memalukan Luhan." Kris beranjak dari kelas itu. Meninggalkan Luhan sendirian dengan Luhan yang menagis didalam kelas itu seorang diri.
_Other Place – KaiHun's side_
"Kenapa Kris tiba-tiba mendekatiku? Dia kan tidak menyukaiku." Tanya Sehun pada Kai. Mereka memutuskan untuk pergi ke taman agar bicaranya lebih nyaman menurut Sehun. Entahlah, mungkin itu hanya modus seorang Oh Sehun untuk berduaan saja dengan Kai. Tetapi Kai tidak ambil pusing dan menurut saja.
"Hm.. ternyata masalah ini ya.." Kai yang sepertinya sudah mengetahui akan kemana arah pembicaraan mereka sekarang hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Benar! Coba lihat ini! Hari ini aku sudah dikerjai ribuan kali disekolah. Kris itu kan fans-nya segunung. Kalau seperti ini terus bisa mati muda aku nantinya!" adu Sehun pada Luhan sambil mengeluarkan barang-barangnya dari dalam tas yang menjadi korban dari fans-fans Sehun.
"Mianhae Sehun-ah.. ini semua karena aku."
"e..eh. MWO?"
"Orang itu memang selalu cari gara-gara. Aku juga tidak tahu kenapa, padahal semua dari dirinya lebih baik dariku.. apalagi dalam hal percintaan, dia jauh lebih hebat diriku bahkan dalam hal sekecil apapun.. tapi dia tetap saja tidak rela." Jelas Kai panjang lebar.
"Apa sifat Kris memang seperti itu?"
"Ah sudahlah aku tidak mau menjelek-jelekkannya."
"Lalu apa hubungannya denganmu?"
"Dulu aku pernah kelepasan bicara."
"Eh kelepasan bicara?"
"Iya.. aku bilang diantara semua murid namja dikelas, kau itu paling enak diajak ngobrol, periang, pintar dan menyenangkan."
"Eh?"
"Mungkin karena itulah Kris mengira kalau kita ada hubungan khusus.." ucap Kai sambil menggaruk-garukkan tengkuknya yang tidak gatal itu.
Saat ini muka keduanya sudah sama-sama memerah bak tomat busuk.
Setelah mendengar ucapan Kai barusan Sehun benar-benar tidak percaya. Sehun sangat sangat senang. Kai.. ternyata menganggap Sehun seperti itu dimatanya. Kalau seperti ini terus mana mungkin Sehun dapat melupakan Kai.
"Aku ada ide, itu juga kalau kau tidak keberatan Sehun-ah."
"eh, ide apa itu?"
"Pura-pura jadi pacarku saja bagaimana?"
DEG
Seketika tubuh Sehun membeku ditempat. Siapapun juga tolong Sehun saat ini.
"…"
"Mungkin Kris tidak bisa di bohongi, tapi setidaknya itu bisa membuat para penggemar berat Kris tidak mengganggumu lagi."
"…" Sehun terdiam. Wajahnya mulai memerah seperti tomat busuk.
"Sehun?"
"…" Sehun -masih- terdiam, kali ini ditambah dengan tampang yang seperti orang bodoh yang tidak dapat berfikir.
"Sehun-ah.. gwenchana?" Kai menggoyang-goyangkan tubuh Sehun. Takut-takut anak berkulit milky skin itu kesurupan atau apapun itu.
"E..eh a..aku baik-baik saja Kai-ah. Apa tadi kau bilang? Aku.. jadi pacarmu?" Sepertinya Sehun sudah kembali ke dunianya.
"Itu juga kalau kau tidak keberatan."
"Pacar yang seperti di komik-komik itu?! Pulang sekolah bergandengan tangan, membawa bekal, makan bersama, kencan di hari minggu… pa..pacar yang seperti itu?!" ucap Sehun dengan nada yang menggebu-gebu.
Tsk anak ini kenapa selalu berpikiran yang berlebihan sih, pikir Kai.
Sehun POV
"Tidak usah berlebihan lah." Ucap Kai
Aku menutup mulutku yang tadi sempat menganga lebar dengan tanganku.
Oh iya! Aku lupa ini kan hanya berpura-pura pacaran di depan orang-orang, tidak benar-benar berpacaran Oh Sehun pabbo.! Seperti mimpi di siang bolong.. aku ini benar-benar bodoh..-.-"
"Jadi.."
"Jadi?" jawabku bingung dengan perkataan Kai tadi.
"Kau mau tidak. Jadi pacar.. eh maksudku berpura-pura jadi pacarku?"
"Tapi itu bisa membuatmu repot nantinya. Semua orang akan mencurigaimu juga."
"Itu tidak masalah, semuanya kan juga karena ku."
"Eh tapi…."
Luhan sangat menyukai Kris, kalau aku pura-pura pacaran dengan Kai, dia pasti akan lega. Setidaknya Kris akan menjauhiku dan tidak akan menggangguku lagi.
Tapi.. tidak bisa! Aku tidak mau menambah masalah pada Kai lagi….
"Tidak! Tidak! Ini bukan salah mu. Yang salah adalah Kris!" ucap ku dengan cepat.
"Tapi.."
"Tenang saja, aku akan membicarakan masalah ini dengan baik-baik bersama Kris. Gomawo Kai-ah. Annyeong!"
Aku berlari meninggalkan Kai yang sepertinya masih terlihat sedang berfikir.
Tapi kalau Kai terlalu baik hati.. suatu saat akan ditindas orang. Begitulah pemikiranku.
diantara semua murid namja dikelas
periang dan cerdas
orang yang menyenangkan
Kata-kata Kai terus berputar-putar di otakku, dengan begini bagaimana bisa aku melupakannya. Apakah Kai juga menyukai ku?. Tidak. Tidak. Aku tidak boleh berharap lebih darinya.
.
.
.
.
Ini adalah hari dimana Kris mengajakku berkencan. Tadinya aku berniat tidak ingin menanggapi ajakkannya. Tapi ini demi Kai, eh tidak-tidak ini demi aku dan masa depan ku.
Pukul 4:50 KST
Aku baru sampai ditempat Kris mengajak bertemuan. Didekat sebuah bioskop yang cukup terkenal di kota Seoul. Aku berjalan kearah pintu masuk gedung bioskop. Belum sampai masuk, aku melihat Kris sedang bersender disalah satu tiang tembok yang ada disana.
Dia memakai kemeja yang tidak dikancingkan dengan dalaman kaos ditambah dengan kalung dan gelang tangan yang sepertinya sedang trend saat ini, sangat fashionista. Oh jangan lupakan kedua tangannya yang dimasukkan kedalam celana jeans panjangnya. Benar-benar –sok- keren.
Padahal kita janjian jam 5:00 KST disini, tapi dia sudah datang lebih awal. Aku masih memperhatikannya, tidak ada niatan untuk mendekatinya. Lihat saja padahal orang itu hanya bersender ditiang tembok tapi kenapa banyak orang yang menontonnya. Oh tidak seharusnya aku bertemu diluar.
Aku berniat kembali pulang kerumah, sepertinya berkencan dengan Kris adalah hal yang buruk.
Belum sempat aku melangkah tiba-tiba seseorang memanggilku.
"SEHUN-AH DISINI!"
Gawat! Dia sudah menyadari keberadaanku.
Tapi apa boleh buat, Kris sudah memanggilku jadi ya terpaksa aku menghampirinya.
.
.
Kami memasuki gedung bioskop bersama.
"Kau mau menonton film apa?" tanya Kris dengan senyuman-bodoh-nya.
"Yang ini saja." Aku menunjuk salah satu film bergenre horor yang ada disana.
"Kenapa memilih film horor? Apa kau sedang ada masalah?!" tanya Kris dengan nada datar yang sedikit khawatir.
Tentu saja ada masalah, banyak malah. Dan itu semua karena kau!
"Aku tidak suka menonton film bergenre romantis, terlalu menyedihkan. Membuatku mual!" sanggahku.
Padahal kalau aku menonton film romantis bersama Baekhyun dan Luhan bisa menghabiskan sekotak tissue. Karena air mataku yang tidak dapat ebrhenti keluar. Bahakan setelah filmnya selesai.
"YANG BAYAR KAN AKU! HARUSNYA KAU MENURUT SAJA.!" Upss. Sepertinya Kris sudah mulai kesal.
"MENONTON FILM CENGENG HANYA BUANG-BUANG UANG DAN WAKTU!" ucapku tidak mau kalah.
"…"
"…"
"Karena kau yang mengajak, ya sudahlah, hari ini aku mengalah."
"Nah begitu dong. Kalau kau tidak mengalah aku akan pergi."
Kris memesankan dua tiket film yang tadi aku pilih, sedangkan aku menunggunya di salah satu kursi tunggu.
"Kau mau black soda drink?" tawar Kris. Setelah memesan dua tiket.
"Tidak, aku mau coca-cola saja." Jawabku.
"Itu sama saja bodoh."
"Oh begitu ya? Ya sudah terserah kau lah."
Dia pergi lagi dan memesan minuman untuk kami.
Film yang kami tonton akan segera mulai. Kris menggandeng tanganku menuju tempat ruangan tersebut. Kris membukakan pintu masuknya sambil sesekali tersenyum kearahku. Tapi aku tetap menampilkan wajah datar khas seorang Oh Sehun.
Ini seperti kencan sungguhan. Aku jadi merasa sedikit.. aneh.
Sudah lah, toh dia ini yang mentraktirku.
.
.
Kami sudah berada didalam ruangan tempat kami menonton. Kami duduk diabigan paling belakang karena kalau filmnya sudah habis kami bisa langsung keluar dari tempat itu.
"Wae? Kenapa kau tiba-tiba mau menerima ajakanku? Ku fikir kau tidak akan datang." Tanya Kris disela-sela menonton film.
"Kalau sudah tahu, kenapa masih mengajak." Jawabku tanpa memalingkan wajahku dari layar yang ada didepan.
"Oh.. begitu."
Cukup lama kami terdiam sambil menunggu filmnya yang akan mulai. Tiba-tiba aku teringat pembicaraan Kai dengan ku waktu itu.
Huft.. Baiklah ini saatnya. Oh Sehun fighting.
"Hari ini aku datang bukan untuk menonton film."
Kris menolehkan kepalanya kearahku.
"Aku mau tanya, kenapa kau tiba-tiba mendekatiku?" tanyaku.
"…"
"Apa karena perkataan Kai tentangku?" tanyaku lagi sambil menatap matanya, menyelidik. Tapi…
"…"
Dia tetap tidak mau menjawab.
"Hei.. filmnya sudah mulai tuh!" bukannya menjawab Kris malah mengalihkan pembicaraannya.
"Jangan mengalihkan pembicaraan!"
"A..aku tidak mengerti apa yang kau katakan Sehun-ah." Jawabnya dengan nada yang –sok- polos.
"Huh! Dari dulu aku sudah tahu belangmu pangeran bodoh!"
"Jujur saja, aku rasa kau lumayan menarik. Makanya aku mendekatimu." Ucapnya diiringi senyuman khasnya yang terlihat sangat bodoh dimataku.
"Keluarkan wajah aslimu pangeran palsu!"
"…." Dia masih tersenyum, bahkan kali ini senyumannya melebihi orang idiot.
Tapi aku masih tetap dengan wajah datarku. Mungkin kali ini aku melihatnya dengan tatapan jijik.
"Ugh.. tidak bisa juga ya. Baru kali ini senyumanku yang sangat tampan ini tidak mempan." Gerutunya sambil mengacak rambutnya frustasi. Mungkin dia frustasi karena reaksi yang kuberikan ketika dia senyum kepadaku.
"Tampan apanya. Justru kau terlihat sangat bodoh ketika tersenyum."
"Huh.. baiklah, kali ini aku tidak akan berpura-pura lagi."
"…"
"Kau tahu? aku ini adalah seorang idola disekolah. Semua orang menyukaiku. Tapi disekolah hanya kau saja yang tidak pernah memperdulikanku!" ucap Kris to the point sambil bergaya dengan tampang yang sangat –sok- kerennya itu.
"Heh.. apa-apaan kau ini. Aku ini bukan barang milikmu yang mau menurutimu." Ucap Sehun jengkel.
"Lagi pula aku mendekatimu bukan karena Kai naksir kau. Tapi karena kau yang menyukai Kai."
DEG..
"MWOYA!"
Teriakanku sangat keras. Itu membuat semua pengunjung yang ada disana tersentak kaget dan ketakutan menatap kearahku. Pasalnya mereka sedang menonton film horor dan aku berteriak tepat saat adegan setan muncul sedang menakuti mangsanya.
"…"
"…"
"Jweosonghamnida.. jweosonghamnida" Kami berdua membungkuk maaf kepada semua pengunjung sebelum kami diseret keluar dari gedung bioskop tersebut. Memalukan.
.
.
"Yak! Aishh baru kali ini aku di usir keluar dari bioskop. Itu semua karena teriakan cemprengmu." Kris membentak-bentak kepada ku. Enak saja menyalahkan ku. Jelas-jelas aku berteriak karena perkataanmu pangeran idiot.
"Wae? Darimana kau tahu aku menyukai Kai?!" tanyaku dengan nada yang cukup keras. Wajahku sangat merah saat ini, menahan kesal dan juga malu.
End Sehun POV
Disepanjang perjalanan Kris dan Sehun terus saling membentak satu sama lain. Tidak sedikit dari orang-orang yang berbisik-bisik tentang mereka diseberang jalan.
"Lihat dua orang itu."
"Bertengkar ya?"
"Iya, sepertinya mereka berpacaran."
"Hm bisa jadi. Padahal mereka sangat cocok lho."
Luhan yang tidak sengaja mendengar percakapan ibu-ibu tersebut melirik kearah dua orang yang sedang dibicarakan.
DEG
Ternyata orang yang dibicarakan itu Sehun dan Kris. Apakah mereka benar-benar sudah berpacaran, pikir Luhan. Luhan membeku ditempatnya berdiri. Tiba-tiba air matanya menetes satu persatu.
"Eh nak kau baik-baik saja eoh?" tanya seorang ahjuma kepada Luhan
"Ne, gwenchana ahjuma." Jawab Luhan tersenyum sambil mengelap air matanya dan mencoba untuk meyakinkan pada ahjuma tersebut bahwa Luhan baik-baik saja.
Luhan berjalan pergi dan menjauh dari sana. Ia mencoba berhenti memikirkan kejadian Sehun dan Kris tadi, namun gagal.
Luhan melihat sosok namja yang cukup familiar dimatanya, itu Kai. Luhan langsung mengahampirinya.
"Hei Kai." Sapa Luhan pada Kai
"Ah, hai Luhan." Jawab Kai dengan senyumannya
"Sedang jalan-jalan?"
"Iya. Kau sendiri?"
"Ya begitulah. Apa kau mau pulang bersama?"
"Um baiklah. Kebetulan aku juga mau pulang."
"Tapi kita ke kedai bubble tea dulu ya pleaseee. Aku sudah lama sekali tidak kesana." Ucap Luhan sambil menunjukkan puppy eyesnya.
"Oke terserah kau saja." Orang ini benar-benar mirip sekali dengan Sehun. apa mereka kembar?, pikir Kai.
Saat diperjalanan ke kedai bubble tea, tidak sengaja mata Kai melihat Sehun dan Kris dari kejauhan.
Ia melihat Kris sedang menarik-narik tangan Sehun.
"Lu.. apakah itu Kris dan Sehun?"tunjuk Kai kearah yang dilihatnya, dia ingin meyakinkan bahwa penglihatannya itu salah.
Luhan menengok kearah yang ditunjukkan oleh Kai.
Air matanya hampir menetes lagi. Namun dia buru-buru menghapusnya. Takut-takut kalau Kai akan melihatnya.
"I..iya itu sepertinya mereka." Jawab Luhan setengah hati.
"Apa kau mau menghampiri mereka?" ajak Kai yang hendak akan menghampiri Kris dan Sehun. Namun tangan Kai dengan cepat ditarik oleh Luhan.
"Tidak usah Kai. Aku terlalu haus, jadi ayo cepat kita ke kedai bubble tea. Ayolah Kai." Luhan menarik-narik tangan Kai. Sepertinya dia sedang mengalihkan perhatiannya agar air matanya tidak tumpah seperti tadi.
"Hm baiklah. Kajja." Kai tersenyum lembut kepada Luhan. Ini mengingatkannya pada seorang namja bermilky skin.
"Kajja!" Luhan tersenyum manis kepada Kai untuk menutupi kesedihannya.
Setelah Luhan mendapatkan bubble teanya mereka, Kai dan Luhan berjalan bersama sambil mengobrol kadang tertawa karena lelucon Luhan.
"Lu.. apakah Kris dan Sehun sudah berpacaran?" Luhan yang sedang meneguk bubble tea tersedak karena pertanyaan Kai.
"Gwenchana?" tanya Kai khawatir, pasalnya Luhan tersedak hingga mengeluarkan air mata.
"Ne, gwenchanayo." Jawab Luhan sambil menepuk-nepuk dadanya yang sangat sesak. Entah itu karena pertanyaan Kai atau tersedak minumannya.
Mereka berdua melanjutkan perjalanannya namun kali ini dengan keheningan.
Luhan terlihat sedang merenung. Rasa sesak bercampur sedih melandanya.
Dia terus berharap kalau Kris dan Sehun tidak benar-benar berpacaran.
Lain lagi dengan namja tan disebelahnya. Kai.
Entahlah dia sedang memikirkan apa. Hanya dia yang tahu.
.
.
.
TBC
HUWAAA MAKIN ANEH YA? MAAF TELAT UPDATENYA /BOW
SEBENERNYA INI UDAH MULAI MASUK KE KONFLIK LHO.
ADA YANG MASIH PENASARAN SAMA KELANJUTANNYA?
YANG MASIH PENASARAN TOLONG REVIEWNYA^^
ADA SEDIKIT INFO NIH. KER BAKAL USAHAIN UPDATE FF INI SEMINGGU SEKALI TAPI HARINYA GAK BISA DIPASTIIN KAPAN, TERGANTUNG MOOD JUGA SIH ^^
TERIMAKASIH BANYAK SAMA YANG UDAH MAU SELALU REVIEW FF INI. REVIEW KALIAN SANGAT BERHARGA BUAT KER UNTUK TERUS NGELANJUTIN FF INI /BOW/
WELCOME FOR NEW RIDERS~
BIG THANKS:
Nagisa Kitagawa || ||urikaihun || BLUEFIRE0805 || Kim XiuXiu Hunnie || daddykaimommysehun || LayChen Love Love 2 || afranabilah19 || YoungChanBiased || || BabyWolf Jonginnie'Kim || nam mingyu || Selalu senyum || StellaAi || 94linesplusme || aceice29 || midsummernight99 || utsukushii02 || summer0611 || mfaz
MIND TO REVIEW? PLEASE!
