Tittle : First Love
Author : Kim Kyusung (Kimmie)
Genre: Romance, Comfort, Humor, Action.
Pairing : T-Sung (TOP & Yesung)
Slight Pair : KiSung (Kibum & Yesung).
Cast : Super Junior, Big Bang, 2NE1, Hyuna – 4minutes, Kim Woobin.
Disclaimer: Mereka milik Tuhan, Orang tua dan Fansnya Dan cerita ini milik saya.
Rating: K+/T
Warning: YAOI (Boy X Boy), Yesung UKE! Crack Pair! adegan kekeraasan.
Note : Di chapter ini akan banyak adegan Flashback, jadi mohon diperhatikan agar tidak bingung^^ dan juga ada Lee Minho (aktor) yang saya ganti marganya menjadi 'Kim'.
First Love
KimKyusung (kimmie)
©2015
Please don't copy paste without permission.
Summary
Cinta pertama selalu memiliki arti tersendiri bagi kehidupan masing – masing orang. Tapi, dalam kehidupan Choi Seung Hyun Cinta pertama itu MENYEBALKAN. "Aku tidak suka orang gemuk." Hanya lima kata itu sudah membuat TOP membenci Yesung. "Aku memanggil mu Yesung, karena itu terdengar manis." Ucap Kibum, Cinta pertama Yesung. Inilah kisah cinta segi tiga yang mengatasnamakan Cinta pertama.
.
.
"Maaf, aku ada kencan dengan kekasih ku." Ucap TOP sambil bersmirk seperti memberitahukan pada mereka semua bahwa TOP sudah ada yang punya. Sontak saja melihat hal tersebut semua para wanita dan UKE langsung patah hati. Sedangkan Yesung yang tiba – tiba di deklarasikan didepan umum hanya dapat terbengong dengan wajah memerah.
"Ayo kita buat kencan hari ini, menjadi kencan yang tidak akan pernah kita lupakan." Ajak TOP yang membuat Yesung semakin memerah dengan perkataanya. Sekarang dipikiran Yesung sudah terlintas hal – hal yang tidak baik untuk mental masa pertumbuhannya.
/Kereta akan segera datang, mohon untuk tidak terlalu dekat dengan garis berwarna merah\\
Mendengar suara peringatan dari speaker stasiun, secara diam – diam TOP melirik kearah pria di depannya untuk memastikan apakah pacar tercintanya itu berada diposisi yang aman.
'Dia ini, selalu saja.' Batin TOP jengah melihat sang kekasih yang lebih memilih membaca lembaran brosur travel ketimbang memperhatikan kakinya saat ini berada dimana.
Sreeet….TOP memeluk leher Yesung dari belakang dan menariknya hingga dua kaki mungil Yesung ikut melangkah ke belakang untuk menjauhi garis berwarna merah, Yesung yang kaget tiba – tiba ditarik oleh TOP awalnya ingin protes namun…
Wuuuzzzzh….sebuah Korea Train Express lewat di depan matanya dengan kecepatan tinggi membuat Yesung langsung terbelak kaget dan keringat dingin. Hampir saja hidung mancungnya hilang karena tersenggol kereta lewat.
"Go-gomawo, kau baru saja menyelamatkan nyawa ku." TOP hanya bisa tertawa geli saat melihat wajah sang kekasih yang menampilkan ekpressi lucu (kaget).
Kini TOP dan Yesung sudah berada di Korea Train Express. Suasana di dalam kereta yang sedang mereka naiki sekarang cukup ramai dan tidak sepadat seperti hari biasanya (jam kantor dan sekolah). Dan juga, di akhir pekan seperti ini kebanyakan penumpang berisi remaja, anak – anak dan beberapa paruh baya yang sepertinya ingin berjalan – jalan menikmati waktu libur mereka, seperti Yesung dan TOP.
"Di Amerika tidak ada makanan seperti ini memangnya ?." Tanya Yesung sambil menunjukkan berbagai foto makanan yang ada diponsel miliknya. TOP yang duduk tepat di samping Yesung, sejenak menatap tampilan foto yang perlahan Yesung geser ke kiri dengan jari telunjuknya lalu menggelengkan kepalanya.
"Ini sangat enak, kau harus mencobanya nanti." Senyum Yesung membuat TOP yang melihat tentu saja ikut merasakan senang juga, sepertinya bukan hanya TOP saja yang excited dengan kencannya.
Greeb…TOP mengenggam tangan kiri Yesung tiba - tiba dan menautkan jemari tangan mereka berdua, Yesung yang sedang sibuk dengan ponselnya kini menjadi berdebar tidak karuan dan kebersamaan mereka berdua membuat para remaja wanita yang berada di depannya langsung patah hati. Pasalnya remaja wanita itu ingin berkenalan dengan Yesung dan TOP.
"Haaaa..." kini pupus sudah harapan mereka saat melihat pria incarannya saling bertautan tangan, menyakitkan memang harus menerima kenyataan bawa dua pria itu adalah sepasang kekasih.
"Seung Hyun." Lirih Yesung dengan wajah memerah malunya. Yesung mengerti saat ini mereka berdua sudah berkomitmen untuk berpacaran tapi Yesung benar – benar tidak menyangka bahwa TOP akan menjadi seseorang yang sedikit Agressif seperti ini.
Sudah dua puluh menit mereka berdua (TOP dan Yesung) saling terdiam untuk menikmati kebersamaannya. Kadang TOP dan Yesung yang duduk tidak jauh dari pintu gerbong kereta menyibukan diri dengan melihat penumpang yang masuk dan keluar secara bergantian ketika berhenti di setiap stasiun.
Sreeet….
"Silakan..." Tawar TOP yang langsung bangun dari tempat duduknya saat melihat wanita yang baru saja masuk dalam keadaan perut besar. Wanita hamil yang diperlakukan baik oleh TOP hanya bisa tersenyum dan menolak secara halus. Namun, bukan TOP namanya jika tidak bisa memaksa ibu hamil itu untuk duduk, dengan sedikit memaksa memegang kedua bahunya, TOP menuntun wanita hamil itu untuk duduk dibangkunya.
"Terima kasih." Balasnya yang membuat TOP mengganguk.
"Kenapa kau ikut berdiri." Bingung TOP yang kali ini melihat Yesung bangun dari duduknya setelah ibu hamil itu duduk.
"Aku ingin menemani mu." Mengerti maksud ucapan Yesung, TOP hanya tersenyum simpul lalu tidak lama mengelus kepala Yesung dengan gemas.
"Aku tidak bisa membiarkan mu berdiri sendirian, karena disini banyak yang mengincar mu." Bisik Yesung sambil melirik wanita dan Uke yang ada di dalam gerbong dengan tatapan waspada.
'Padahal kan dia juga di incar.' BatinTOP yang juga melihat ke arah belakang dan samping dengan tatapan tajam, karena mereka (beberapa pria) diam - diam sedang curi pandang ke Yesung.
Ibu hamil yang melihat dua pemuda di depannya tanpa sadar menggusap perutnya, berharap kelak anaknya nanti akan seperti salah satu pria di depannya (tampan atau imut) karena mereka tidak hanya memiliki rupa yang menawan, tapi juga sikap attitude mereka yang benar – benar sangat bagus dalam memperlakukan orang sekitarnya, Itulah yang membuat mereka menjadi anak idaman bagi ibu hamil tersebut.
"Maaf… jika aku menyinggung kalian. Tapi aku ingin tahu, apakah kalian pasangan ?."
"….." Yesung terdiam mendengar pertanyaan wanita di depannya. Yesung tahu hubungan sesama jenis di seluruh dunia saat ini sudah diperbolehkan dan bahkan di negaranya juga sudah banyak pasangan Yaoi berkeliaran di jalanan tanpa malu. Tapi, tetap saja bagi Yesung, ia masih takut untuk melihat reaksi negative (jijik) orang – orang di sekitarnya.
"Iya, dan dia UKE ku." Dheg… terkejut Yesung saat mendengar jawaban lantang dari TOP.
"Sudah ku duga, kalian itu sangat serasi." Puji wanita hamil itu, membuat Yesung kali ini menatap kearah ibu hamil itu, jadi wanita itu tidak jijik padanya.
"Gomawo." Senyum Yesung tanpa sadar saat mendengar pujian (pasangan serasi).
"Kau (Yesung) sangat hebat bisa mendapatkan pria setampan dia, hahaha."
"Yah, begitulah karna dia mengejar – ngejar ku terus jadi aku menerimanya."
"Benarkah ?."
"Tentu saja, dia itu suka sekali mencari perhatian ku, Hahaha."
Alhasil, Yesung yang notabennya memiliki sikap cerewet mengajak wanita hamil itu mengobrol atau lebih tepatnya menggosip. Sedangkan TOP yang menjadi bahan gosipan kekasihnya, lebih memilih diam dan menatap Yesung dari samping lalu sesekali TOP akan tersenyum untuk memberikan respon atas ucapan Yesung yang sedang menjatuhkan dirinya (membuka aib) di depan wanita itu.
First Love
Chapter 4
Happy Reading^^
[Other Side]
.
"Sekali lagi aku minta maaf atas tindakan putra ku Mr. Cho."
"…."
"Terima kasih atas kemurahan hati anda, sampai bertemu di Sanghai besok."
PIIP… sesaat setelah telefon terputus, sosok pria paruh baya yang sekarang berusia 40 tahun ini menatap ponsel miliknya dan kemudian menghela nafasnya berat. Ia benar – benar tidak mengerti atas tindakan putranya. Apakah putranya itu memang memiliki niat untuk menghancurkan asset keluarga dengan cara mencoreng nama baik keluarganya sendiri. Jika itu benar, ia tidak bisa memasukkan anaknya sendiri ke dalam penjara karena sang putra sangatlah berarti untuk menjadi penerus keluarganya.
CEKLEK….Sesosok pemuda tampan dengan poker facenya masuk ke dalam ruangan, perlahan diputar kursi kerjanya untuk menghadap putra satu – satunya yang ia miliki.
"Kenapa kau menusuk anak tuan Cho ?." Mendengar pertanyaan Ayahnya, Woobin yang ternyata adalah anak dari pria paruh baya itu langsung tertawa geli. Jadi ini alasan sang ayah memanggil dirinya , yang benar saja. Bukankah pertengkaran dirinya dan teman lamanya itu sudah berlangsung cukup lama dan sang ayah untuk pertama kalinya ikut campur dalam masalah pribadinya.
"Jadi anak itu mengadu pada ayah ya, hahaha…." Kali ini Woobin tertawa untuk Kyuhyun, Woobin benar – benar tidak menyangka bahwa Kyuhyun bertindak seperti anak kecil dengan mengatakan hal itu pada orang tuanya, Kyuhyun benar – benar pecundang menurut Woobin.
"Besok kau harus meminta maaf pada Kyuhyun."
"Tidak akan." Balas Woobin singkat dan sinis, meminta maaf pada Kyuhyun ? yang benar saja, walaupun yang menusuk Kyuhyun adalah anak buahnya tapi bukan berarti dirinyalah yang harus meminta maaf atas kesalahan anak buahnya.
Melihat sikap keras kepala Woobin. Minho nama sang Ayah Woobin, hanya bisa menghela nafasnya sekali lagi. Woobin itu benar – benar membuat dirinya selama setahun ini harus memijit kening keheranan atas perubahan sikap putranya yang sangat drastis.
"Aku tidak mengerti, tahun lalu kau adalah anak yang baik dan sangat menyayangi teman – teman mu. Tapi kenapa kau sekarang menyakiti mereka." Mulai Minho mengeluarkan unek – uneknya pada sang anak. Sekali lagi Woobin melihat jelas raut wajah kesedihan dan terluka dari sang ayah akibat dirinya.
Biasanya ketika seorang anak melihat wajah sedih ayahnya, ia akan turut merasa sedih juga namun berbeda dengan Woobin, ia terlihat menyeringai senang dan tersenyum puas. Sebenarnya Woobin hanya punya urusan dengan satu orang saja yaitu Yesung. Tapi, karena Siwon, Kyuhyun dan Kibum selalu melindungi Yesung, mereka pun terkena imbasnya.
"Jika kau ingin tahu kenapa aku berubah…" Sejenak Woobin menjeda kalimatnya untuk melirik ke sisi dinding kanan ruangan. Dimana di sisi itu terdapat sebuah lukisan besar dengan gambar ayah dan mendiang Ibunya sedang menggendong seorang bayi mungil dimana bayi itu adalah dirinya sendiri.
'Mom...' Batin Woobin menatap wajah cantik sang Ibu dengan penuh luka, di lukisan itu wajah mendiang Ibunya terlihat sangat cantik dan bahagia karena menyambut kelahiran dirinya 18 tahun lalu bersama sang Ayah. Namun, ketika melihat wajah sang Ayah, amarahan Woobin langsung bangkit.
"Ini semua karna mu…..Dad."
BLAAM….Woobin langsung keluar ruangan dengan dentuman pintu yang sangat keras hingga membuat Minho terlonjak kaget dan bingung karena perkataan Woobin.
.
.
All my girls get down on the floor
Back to back drop it down, real low…
I'm such a lady but I'm dancing like a ho
Cause you know, I don't give a fuck so here we go
Shittin all over the world
Fuck you bitches…
Terdengar musik RnB begitu kuat dari dalam kamar Woobin, lagu Fergie – London Bridge yang memiliki lirik cukup kasar yang selalu mampu membuat mood Woobin kembali.
Tidak peduli akan seisi penghuni rumah yang sebagian besar pelayan mendengarnya, Woobin terus saja menekan remote volumenya hingga beberapa pelayan yang melewati kamarnya harus menutup telinga dan menggelengkan kepalanya saat mendengar lirik lagu yang di dengarkan oleh tuan mudanya sangat kasar.
"Brengsek!." Umpat Woobin yang ternyata moodnya tidak kembali, Woobin bahkan semakin kesal ketika ingat dengan kenyataan yang harus ia terima. Kenyataan pahit yang selama ini tidak ia duga dan bahkan tidak pernah terbayangkan sedikit pun bahwa Yesung adalah kakak tirinya (usia Yesung dan Woobin berbeda 4 bulan).
[Flashback | 1 tahun lalu | sebelum kematian Ibu Woobin]
.
Sreeet…
Sreeet… Terlihat sosok perempuan secantik dewi sedang menyisir rambut panjangnya yang bagaikan sutra itu dengan lembut. Selesai menata rambutnya, ia pun mengambil sebuah lipstick berwarna merah terang untuk di oleskan ke bibirnya. Lalu tersenyum senang saat melihat hasil make – up dipantulan cermin yang sudah terlihat sempurna dengan dress ketat merahnya. Siapa dia ? dia adalah Suzy istri dari Minho sekaligus ibu dari Woobin.
"Mommy…" Panggil woobin yang masih memakai seragam sekolahnya. Suzy yang melihat sang anak sudah pulang sekolah, perlahan mendekati Woobin yang sedang berguling – guling di tempat tidurnya.
"Mom, nanti malam teman – teman ku akan datang untuk menginap, bolehkah ?." Tanya Woobin yang dijawab anggukan oleh Suzy.
"Apakah pria yang bernama Yesung juga akan datang, eum ?." Goda Suzy kali ini pada anaknya dengan mencolek dagu.
"Tentu! dia sangat manis. Aku yakin Mommy akan menyukainnya." Mendengar balasan semangat dari Woobin, Suzy pun langsung memeluk anaknya dengan gemas. Suzy sudah tahu mengenai teman – teman Woobin yang mereka sebut dengan geng Vilcencius itu. Ibu mana yang tidak senang saat melihat anaknya yang memiliki status social atas mendapatkan teman – teman yang sangat baik dan solid.
TAP…
TAP….Tiba – tiba sosok pria tampan datang masuk ke dalam kamar dengan cueknya seperti tidak peduli jika disana terdapat anak dan istrinya. Perlahan dirinya membuka lemari besar pakaiannya dan mulai mengganti kemeja beserta tuxedonya.
"Woobin, ganti bajumu lalu makan." Perintah sang Ayah dan Woobin yang saat itu sudah mengetahui perihal masalah kedua orang tuannya yang suka sekali bertengkar tentang masalah yang Woobin sendiri tidak mengerti, akhirnya Woobin keluar dan langsung berlari ke kamarnya.
"Minho, tidak bisakah kau melihat diriku ? apakah aku ini hanya patung untuk mu." Mulai Suzy bersuara membuat suaminya Minho langsung menghentikan aktivitas memakai kemeja yang hampir saja selesai.
"Aku tahu di hati mu hanya ada dirinya, tapi ini sudah 17 tahun lamanya dan ka-."
"Bilang pada Woobin, hari ini aku tidak akan pulang karena ada bisnis di Tiongkok." Selepas ucapannya, Minho langsung melesat pergi dari kamar membuat Suzy yang hari ini ah…tidak, bahkan hampir setiap hari ia selalu berdandan cantik untuk membuat suaminya sedikit saja melirik dirinya. Walaupun ia tahu ia tidak akan pernah bisa secantik mantan kekasih suaminya dulu sekaligus mantan sahabatnya itu.
.
.
"Tuan muda, teman – teman anda sudah tiba." Mendengar ucapan salah satu pelayan wanitanya, Woobin yang sedang asik bermain video game di dalam kamar langsung menghempaskan stick gamenya begitu saja dan melesat turun. Ini pertama kalinya Woobin mengajak teman – temannya menginap dirumah jadi jangan tanyakan bagaimana senangnya Woobin hari ini.
DRAAAP….DRAAAP…dengan terburu – buru, Woobin menuruni setiap anak tangga rumahnya dengan tidak sabaran.
"Akhirnya…!." Teriak Woobin senang ketika kedua bola matanya menangkap sosok teman – temannya yang sudah berada di ruang tamu.
"Yesung!." Wuuzzz… Woobin melewati Kyuhyun, Siwon dan Kibum begitu saja.
"Hei… kami juga datang, kenapa kau hanya menyambut Yesung saja, ckckck." Protes Kyuhyun yang melihat tingkah Woobin yang tidak sopan, padahal Woobin juga seorang tuan muda sama seperti dirinya yang sejak dari kecil pasti sudah di ajarkan bagaimana bertata krama yang baik dalam menyambut tamu.
TAK…
TAK…Terdengar langkah sepatu wanita bergema dengan nyaring di dalam ruangan, membuat Woobin dan teman - temannya langsung menatap ke arah tangga.
"Hallo, senang sekali melihat kalian semua datang, aku adalah ibu Woobin." Sapa Suzy dengan hangat membuat Siwon, Kyuhyun dan Kibum yang sudah biasa melihat wanita dewasa beraura anggun hanya mengganguk. Sedangkan, Yesung yang baru pertama kali melihat wanita dengan charisma luar biasa bak seperti ratu ini hanya terperangah. Jika kecantikan ibunya sendiri seperti malaikat maka kecantikan Ibu Woobin seperti dewi.
.
.
"Ahjumma, biar aku bantu." Tawar Yesung pada Suzy yang saat ini berada di dapur sedang membuat sebuah cemilan dan makan malam. Secara diam – diam Yesung memperhatikan Suzy dari bawah hingga atas, Yesung benar – benar kagum pada sosok ibu Woobin yang masih mmemiliki bentuk tubuh langsing, wajah cantik dan berkelas ini ternyata mau berkutak dengan peralatan dapur.
Di lain sisi, Suzy yang ternyata diam – diam juga memperhatikan ketelatenan Yesung dalam mengolah berbagai bahan makanan hanya bisa terkekeh. Benar yang dikatakan oleh Woobin, bahwa Yesung itu sangat manis seperti perempuan, baik dan juga hangat.
"Kau mengingatkan ku pada sahabat semasa kuliah ku dulu. Dia sangat cantik, lembut, baik dan juga jago sekali masak, hahaha." Tawa Suzy sambil memotong daun bawangnya lalu memasukkannya ke dalam panci sup. Sedangkan, Yesung yang mendapatkan pujian dari Ibu Woobin hanya tersenyum senang.
"Aku biasa saja Ahjumma, aku pintar memasak karena aku harus mengurus adik perempuan ku agar tidak makan sembarangan."
"Mengurus adik mu ? memang kemana Ibu mu ?."
TAK…. Yesung langsung menghentikan acara memotong wortelnya lalu kembali menatap Ibu Woobin dengan wajah senyum manisnya seperti biasa.
"Ibu dan ayah ku sudah tidak ada."
"Ah...mianhae, aku tidak tahu."
"Tidak apa – apa."
Kini mereka berdua melajutkan acara memasaknya. Suzy yang merasa suasana menjadi sedikit canggung akhirnya mulai membuka pembicaraan lagi. Yah… hitung – hitung mengenal lebih jauh lagi pada sosok pria yang sedang ditaksir anaknya ini.
"Bagaimana adik perempuan mu Yesung, apakah dia semanis dirimu ?."
"Hyuna ? Hem…entahlah. Dia itu kadang manis, cantik dan juga jelek, hahahaha." Tawa Yesung meledak ketika mengingat wajah jelek sang adik saat menangis tersedu – sedu dengan ingus yang turun dari hidung.
"Melihat dirimu, ahjumma bisa membayangkan. Ibu mu pasti sangat cantik dan ayah mu juga pasti tampan. Ahjumma benarkan ?." Mendengar godaan dari Suzy, Yesung pun menggoyangkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri menandakan bahwa Suzy salah.
"Ayah dan Ibu ku itu sama – sama cantik." Nyengir Yesung mengingat wajah Ayah dan Ibunya yang memiliki kadar kecantikan yang sama. Sehingga, tidak heran jika Hyuna dan Yesung memiliki kombinasi kecantikan, kemanisan dan imut dalam satu waktu.
"Ayah mu cantik ?."
"Ayah ku itu tidak seperti ayahnya Kyuhyun, Siwon, Kibum dan Woobin yang memiliki ayah berwajah kategori tampan. Walaupun sama – sama pria tapi ayah ku pria cantik sama seperti Ibu ku yang seorang perempuan. Dan terkadang aku tidak ingin mengakui dirinya sebagai ayah, hahaha." Mendengar cerita Yesung, entah kenapa Suzy selalu teringat dengan sosok sahabatnya di masa ia berkuliah dulu.
"Dulu semasa kuliah, ahjumma juga memiliki seorang teman pria berwajah cantik. Jangan bilang dia adalah Ayah mu. Hahahah." Suzy pun ikut tertawa tanpa tahu bahwa temannya yang ia maksud memang adalah ayah Yesung.
"Bagaimana jika kita buktikan, siapa tahu orang tua ku memang teman Ahjumma." Tawar Yesung yang sudah mengeluarkan dompet miliknya dari saku celana. Perlahan Yesung membuka dompetnya, lalu mengambil selembar foto usang yang selalu tersimpan rapi disana.
"Ini ayah dan ibu ku, Ahjumma." Tunjuk Yesung yang memperlihatkan foto seorang pria bersama dengan wanita sedang saling padang dan tersenyum manis.
"AHJUMMAA…" Teriak Yesung ketika melihat ibu Woobin yang tiba – tiba melesat pergi begitu saja dari dapur, Woobin yang sedang bermain video game bersama Kyuhyun langsung menyerngit bingung saat melihat Ibunya berlari masuk ke dalam kamar.
"Hei, Kibum hyung gantikan aku main." Perintah Woobin asal tanpa tahu keadaan Kibum yang sedang sibuk membaca buku. Khawatir dan panik, akhirnya Woobin mengikuti sang Ibu untuk melihat keadaannya.
Bruuk… Kibum melempar stick game pemberian Woobin ke pangkuan Siwon yang sedang duduk bersila.
"Kalian saja yang main, karena jika kalian yang main lebih seru." Mendengar ucapan Kibum barusan kedua tua muda (Siwon dan Kyuhyun) bersmirk.
"Akan ku belikan mobil Ferrari pengeluaran terbaru tahun ini untukmu, jika kau bisa mengalahkann ku Choi Siwon." Tantang Kyuhyun, membuat Kibum menggelengkan kepalannya heran saat mendengar barang taruhannya.
.
.
Ceklek… Perlahan Woobin mendorong pintu kamar orang tuanya, dengan ragu dan sedikit takut Woobin masuk ke dalam kamar untuk melihat keadaan sang Ibu yang baru pertama kali Woobin lihat menangis sejadi - jadinya.
"Mom, waeyo ?."
"Woobin–ah, hiks… mian, Yesung… hiks…" Rancau Suzy dengan isak tangisnya yang tidak bisa berhenti.
"Wa – wae ? Yesung kenapa ? apa yang terjadi mom ?."
"Kau dan Yesung… hiks… Yesung adalah hiks….anak dari Shinhye…hiks dan…ayah mu." Dheg… perlahan langkah kaki Woobin mundur kebelakang saat baru saja ingin menyentuh pundak sang Ibu.
Brukk… Woobin tertunduk di tempat. Perkataan sang Ibu barusan sulit dicerna oleh otak dan hati Woobin saat ini. Tapi semakin hatinya menolak untuk menerima ucapan sang Ibu, ia semakin jatuh ke dalam lubang hitam yang membuat pikirannya kosong.
"Kau bohong mom." Gumam Woobin sambil mencoba tertawa dan berharap Ibunya sedang bercanda saat ini.
"Aku sudah sering melihat foto ayah Yesung, dan itu bukan dady ku mom."
"….."
"Dan, memang benar nama Ibu Yesung adalah Shinhye tapi nama ayahnya adalah Kim Heechul, bagaimana bisa Yesung adalah anak dady ? ini tidak masuk akal mom." Sekali lagi Woobin dengan otak Jeniusnya menjelaskan pada sang Ibu.
Buggh…Bugh… Woobin memukul lantai kamar sang Ibu dengan keras seakan Ia tidak peduli bahwa tangannya akan terluka bahkan hancur akibat tindakan emosinya sekarang.
"Jebal, katakan ini hanya bercanda mom! YESUNG TIDAK MUNGKIN KAKAK TIRI KUU! ARRRGH!."
"Woobin-ah." Melihat anaknya hancur, Suzy tidak bisa berbuat apa – apa dan sejak mengetahui kenyataan ini Suzy tidak memberitahukan pada Minho, bahkan hingga kematiannya akibat sakit keras. Suzy takut jika suaminya tahu bahwa Yesung adalah anaknya maka kasih sayang suaminya pada Woobin akan berkurang, Suzy tidak mau hal itu terjadi.
[Flashback END]
.
.
[Gyeongbokgung Palace]
.
Gyeongbokgung Palace, siapa yang tidak tahu tempat wisata satu ini ? Gyeongbokgung Palace merupakan satu dari lima istana kerajaan Dinasti Joseon yang terletak di Seoul Utara, Korea Selatan. Istana ini bisa dikatakan juga sebuah museum, karena kita bisa melihat dari dekat arsitektur, interior, adat istiadat, serta benda – benda peninggalan warisan Dinasti Joseon secara langsung.
Istana yang dibangun pertama kali pada tahun 1394 ini wajib dikunjungi sebagai salah satu tempat wisata popular yang menyenangkan untuk mengisi liburan warga Korea sekaligus turis. Dan, disinilah lokasi pasangan Yesung dan TOP menghabiskan waktu kencan pertama mereka.
TAP…. Yesung menghentikan langkah kakinya tepat di ambang pintu gerbang istana.
"Daebak!." Hanya kata itu yang keluar untuk menggambarkan betapa kagumnya Yesung melihat salah satu istana kebanggan Korea saat ini masih berdiri dengan kokoh.
"Kkkkkk~." Kekeh TOP saat melihat Yesung menatap istana di depannya dengan tatapan kagum dan senang seperti seorang turis yang baru pertama kali datang ke Korea. Padahal jika dipikir – pikir seharusnya TOP lah yang terkagum saat melihat bangunan besar di depannya ini, mengingat TOP sudah lama meninggalkan Korea, tapi malah terbalik.
"Ayoo, kita mendekat."
DRAP…DRAAP...layaknya anak kecil, Yesung langsung menarik tangan TOP begitu saja untuk lebih mendekati bangunan istana. TOP yang ditarik oleh sang kekasih hanya bisa pasrah namun sesaat ia langsung menahan tarikan Yesung untuk berhenti sejenak.
"Wae ? Akh… Pabo, tentu saja kau tidak suka jika kita kesini (Museum), harusnya kencan itu kita ke restoran, mall, atau taman dan danau yang indah, mianhae hehe." Ucap Yesung dengan wajah yang sedih namun tetap memaksakan diri untuk tertawa. Yesung akui ia telah egois karena memutuskan tempat tujuan kencan mereka secara sepihak tanpa menanyakan kemana TOP ingin pergi.
Melihat wajah murung sang kekasih yang sepertinya salah paham, TOP pun tersenyum dan mengusap kepala Yesung seperti anak kecil.
"Aku tidak bilang aku tidak suka tempat ini kan."
"Lalu ?."
"Ada yang kurang." Jelas TOP singkat sambil mengusap dagunya dengan tangan. Berpikir dengan keras itu yang sedang TOP lakukan saat ini, entah kenapa TOP benar – benar merasa ada yang kurang jika ingin memasuki sebuah istana. Yah...walaupun ini sebuah museum tapi TOP ingin melakukan sesuatu hal di kencan mereka entah dimanapun lokasinya, TOP ingin memberikan kekasihnya sebuah kesan sehingga Yesung tidak akan pernah melupakan setiap moment mereka.
"Yaa…OKE…bagus, seperti itu." Tiba – tiba terdengar sebuah suara tidak jauh dari sisi kanan TOP, di lihatnya sejenak orang – orang yang sepertinya sedang melakukan sebuah syuting entah acara apa itu, yang jelas TOP tidak tertarik dengan artisnya, karena TOP lebih tertarik dengan pakaiannya.
"Seung Hyun." Panggil Yesung yang merasa TOP sudah berpikir terlalu lama.
"Aku sudah tahu, ayoo..." Kali ini berganti TOP yang menyeret Yesung untuk segera mendekati bangunan istana, tapi bukannya ke loket untuk membeli karcis TOP malah sedikit berbelok kearah sebuah stand yang tidak jauh dari sisi loket tersebut.
.
.
"Hanbok." Gumam Yesung yang melihat tampilan dirinya sendiri.
Pakaian Yesung kini dari bawah sampai atas sudah berganti rupa menjadi pakaian zaman dulu. Dimana hanbok yang ia kenakan, Sokgui (bagian dalam) berwarna putih dipadu dengan Durumagi (rompi) berwarna biru membuat Yesung yang memiliki wajah manis terlihat menggemaskan.
"Boleh juga." Sadar dirinya begitu tampan (cute) dengan balutan Hanbok, Yesung pun tersenyum lalu mengambil selca untuk diperlihatkan ke sang adik nanti ketika ia pulang. Saking asiknya mengambil foto, Yesung tidak menyadari bahwa sosok pria yang sama – sama sudah memakai hanbok sedang mendekatinya.
"Kau sangat manis." Dheg…Yesung langsung berbalik dan menyembunyikan ponselnya dibalik punggung begitu mendengar suara TOP.
"Se-seung hyun!." Terkejut Yesung sekaligus takjub, kagum, terpesona atau apapun itu namanya yang jelas TOP terlihat benar – benar sangat….sangat…sangat tampan dalam balutan Hanbok.
"Bagaimana diriku, apakah cocok ?." Tanya TOP sambil memperlihatkan hanbok pilihan Yesung tadi dengan memutar – mutarkan tubuhnya seperti seorang model.
Gleg…Yesung menelan ludahnya kasar dan bahkan ia sulit bernafas ketika melihat TOP memakai pakaian tradisional Korea seperti dirinya. Bedanya, Hanbok miliki TOP berwarna kuning dengan rompi ungu ditambah dengan sebuah Gat (topi pria korea pada zaman dulu). Jika Yesung menggunakan Hanbok terkesan menggemaskan, entah kenapa saat TOP memakai Hanbok ia terlihat gagah seperti seorang bangsawan kerajaan di zaman dulu.
"Sekarang kita sudah siap, ayo... berkencan (ala zaman duhulu)." Seru TOP sambil tersenyum membuat sang empu yang masih terpesona melihat TOP yang biasa terlihat swag, bad boy dan err manly kini dalam balutan Hanbok.
"Kyaaaa…. Lihat itu, mereka berjalan sambil bergandengan tangan."
"My god! Apakah sekarang Negara kita mulai membuat drama kolosal bergenre Yaoi ?."
"Aku juga ingin memakai Hanbok, ayoo kita pakai."
"Berkencan dengan hanbok ? kenapa tidak terpikirkan oleh ku."
TAP… TAP…. Mereka (TOP dan Yesung) terus saja berjalan santai dan ceria dengan tangan masih saling bertautan yang seakan dunia ini adalah milik berdua. Lihat saja itu, mereka berdua benar – benar tidak peduli jika beberapa pengunjung remaja dan turis yang mengikuti mereka berdua layaknya selebritis memfoto sana sini dari berbagai sudut. Melihat pria cute dan tampan dalam balutan Hanbok di museum istana memang bisa menarik perhatian orang lain. Great Idea Seung Hyun.
"Hi, Sweety…what your name ?."
"Hah ." Bingung Yesung yang tiba – tiba di hadang oleh seorang turis pengunjung museum.
"Can I take a picture with you ?." Ucap turis asal Kanada itu lagi yang kali ini dengan wajah malu – malunya. Turis itu benar – benar terpesona akan keimutan orang Korea seperti Yesung yang memakai pakaian tradisional (Hanbok), tanpa peduli bahwa pria imut yang sedang ia ajak kenalan sudah memiliki kekasih. Apakah turis itu buta tidak melihat tautan tangan mereka (TOP dan Yesung) saat ini.
"Go away." Minta TOP sambil tersenyum ramah, bukankah orang Korea itu harus bersikap ramah kepada turis. Sedangkan, Yesung yang berada disamping TOP hanya menelan ludahnya kasar saat melihat aura dibelakang tubuh TOP sudah mulai hitam pekat. Sepertinya TOP sedang menahan diri untuk tidak memukul pria bule di depannya ini, berani sekali dia menggoda kekasihnya didepan mata.
"You can speak English ? please tell your friend, I want to take pictures with him." Dan, sepertinya orang bule ini memiliki sifat pantang menyerah atau tidak peka untuk merasakan aura membunuh dari TOP.
"Friend ? hahaha." Tawa TOP meledak saat mendengar turis itu mengatakan Yesung adalah temannya, hanya dua langkah TOP mulai mendekati bule itu dan…
PUK…TOP menepuk bahunya dan berbisik…
"He is my boyfriend, go away! or I will kill you." Selepas mengatakan ancamannya, TOP kembali membawa Yesung berjalan lagi untuk mengelilingi museum (istana) hingga membuat turis tadi langsung pergi entah kemana.
"Tadi kau mengatakan apa ?."
"Aku hanya mengatakan 'semoga anda nyaman di Korea' begitu ." Yesung yang polos dan tidak begitu mendengar jelas ucapan TOP tentu saja percaya.
.
.
"Kau tahu istana ini memiliki 330 bangunan dengan total 5.792 ruangan." Jelas Yesung bagaikan seorang pemandu tur pada TOP. Mereka berdua kini sedang menelusuri area taman belakang istana yang tentunya jumlah pengunjung yang masuk sedikit.
TOP memang cerdik, dia sengaja membeli tiket masuk yang begitu mahal untuk tiket VIP menyelusuri museum bangunan istana ini, dimana hanya dengan tiket itu saja mereka bisa ketempat area yang tidak boleh dimasuki pengunjung biasa seperti area kerajaan resmi, kuil, pavilium kuno, danau, dan jembatan.
"Hei, Yesung..."
"Iyaa ?."
"Dengan total ruangan sebanyak itu, berapa banyak anak yang bisa kita miliki ?." Blush… wajah Yesung langsung memerah saat mendengar kalimat TOP yang Yesung anggap Vulgar.
TAP… TAP…Dengan langkah besar Yesung meninggalkan TOP untuk ke tempat tujuan berikutnya. Sedangkan, TOP yang melihat tingkah marah (malu) Yesung hanya terkekeh, dengan sengaja TOP mengikuti langkah kaki Yesung dari samping sambil berjalan mundur.
"Yesung-ssi, anda ingin kemana ?." Tanya TOP formal di sela jalannya, sepertinya TOP sedang mengoda Yesung sedikit dengan bermain – main untuk merubah mood.
"Ke tempat raja!." Balas Yesung dengan nada sedikit tinggi namun tertawa renyah.
"Yesung-ssi, ada hubungan apa anda dengan raja Joseon ?!."
"Aku adalah selir beliau." Uhuk…TOP langsung terbatuk saat mendengar balasan Yesung.
"Kalau begitu akan ku habisi dia, dasar raja tua bangka jelek."
"Yak! Andwe." Dengan segera Yesung menahan lengan TOP dan kemudian tertawa lepas sambil memukul – mukul lengan TOP akibat mendengar kalimat terakhirnya yang begitu lucu. Bagaimana bisa ia menghina raja semasa dulu, jika mereka saat ini hidup di zaman dinasti Joseon. Maka TOP pasti akan langsung di penjara.
Greeeb….TOP memeluk leher Yesung dari belakang setelah melepaskan Gat (topi khas pria korea) miliknya.
"Aku senang kau tertawa, mata mu jadi cantik (sipit = segaris)." Yesung pun hanya bisa tersenyum sebagai balasan ucapan TOP. Yesung sadar bahwa TOP selalu memiliki cara untuk bisa membuatnya Mood dan Bad Mood dalam satu waktu. Sudah dua menit mereka masih dalam posisi ini (TOP memeluk Yesung dari belakang), hari ini TOP merasa senang karena cinta pertamanya bisa ia peluk sesuka hati. Sedangkan, Yesung ia terdiam karena berada di dalam rengkuhan TOP sangatlah nyaman.
Di lihatnya wajah Yesung dari samping, TOP sangat suka melihat wajah Yesung dari samping karena setiap mata itu berkedip bulu mata lentik nan panjang Yesung akan terlihat indah lalu hidungnya yang mancung ingin rasanya ia mencubit hidung itu hingga memerah. Dan, bibir mungilnya ketika tersenyum selalu mampu membuat ia terbius.
"Yesung…" Panggil TOP lembut, hingga membuat Yesung memalingkan wajahnya ke sisi kiri begitu saja tanpa curiga bahwa TOP akan…
Cup… mengecup bibir Yesung sambil menutupi wajah mereka berdua dengan topi Gat miliknya agar tidak ada pengunjung lewat atau penjaga istana yang berjaga – jaga melihat, bahwa mereka baru saja melakukan tindakan tidak baik (berciuman) di area museum.
'Jadi, seperti ini namanya ciuman.' Batin Yesung yang merasakan basah dan manis ketika TOP sedikit melumat bibirnya lembut.
.
.
"Kau ingin makan apa Yesung ?." Tanya TOP yang saat ini sibuk melihat – lihat jejeran makanan dijalanan, mulai dari stand makanan pinggiran, restoran kecil sampai restoran mewah pun ada disini. Memasuki malam hari membuat hiruk pikuk dijalan khususnya area wisata menjadi sangat ramai dan itu membuat TOP bingung harus mengajak makan Yesung dimana.
"Yesung." Panggil TOP sekali lagi pada pria disampingnya yang tidak memberikan respon.
"Eh...i-iya ? makan ? te-terserah padamu." Balas Yesung dengan gugup lalu tidak lama kembali menundukkan kepalanya kembali. TOP yang melihat tingkah aneh Yesung semenjak moment dimana TOP mencium bibirnya terus saja menunduk dan terdiam, itu membuat TOP sedikit merasa tidak enak dan bersalah tentunya.
Syuur… Air mengucur turun perlahan dari botolnya ketika seorang pelayan menuangkan cairan bening namun sedikit mengadung alcohol ke dalam gelas TOP hingga setengah. Setelah sang pelayan sudah memberikan semua pesanan TOP, kini kedua pemuda itu terdiam.
"Jika kau tidak suka, kau bisa pesan yang lain." Ucap TOP lebih dulu setelah meminum winenya. Makan di salah satu restoran barat yang cukup terkenal dengan masakan Italian foodnya adalah pilihan bagus. TOP sengaja mengajak Yesung ke sini bukan karena restoran ini mewah dan ingin pamer harta ke Yesung, tapi karena TOP suka dengan nuansa restoran ini yang klasik dan tenang untuk mereka mengobrol.
Melihat makanan dipiring sang kekasih tidak berkurang sedikit pun, TOP hanya bisa menghela nafasnya.
"Apa kau marah pada ku ?." Kali ini TOP bersuara lagi untuk objek di depannya. Sungguh jika Yesung memang marah terhadap dirinya, TOP lebih suka Yesung berteriak dan memakinya dari pada diam seperti ini.
"Tidak…" Balas Yesung pada akhirnya.
"Lalu kenapa kau mendiami ku, apa jangan - jangan kau begini karena aku mencium mu tadi ?." Blush… wajah Yesung langsung memerah kembali ketika adegan ciumannya dengan TOP tadi berputar di benaknya sekarang.
'Jadi benar dia begini karena ciuman tadi.' Smirk TOP dalam hati saat ia berhasil menebak dengan benar penyebab sang kekasih terdiam.
"Itu ciuman pertama ku." Uhuk…Tersedak TOP saat baru saja kembali ingin minum. Apa TOP tidak salah dengar tadi ? ciuman pertama ? sadar akan perkataan Yesung yang juga merupakan kenyataan bahwa ciuman tadi jugalah ciuman pertama TOP, mereka berdua langsung terdiam. Ada sedikit rasa senang sebenarnya saat TOP mengetahui itu merupakan ciuman pertama Yesung.
"Kemarikan tangan mu." Perintah TOP yang menyuruh Yesung untuk menyambut uluran tangannya yang berada diatas meja. Yesung yang awalnya ragu karena malu, akhirnya menaruh tangannya diatas uluran tangan TOP dan mulai menggengamnya.
"Apa kau menyesal karena ciuman pertama mu ku ambil ? Dengar, aku mencium mu karena aku benar – benar menyukai mu tadi. Tapi, jika yang ku lakukan tadi adalah salah. Sungguh aku minta maaf dan aku tidak akan melakukannya lagi."Jelas TOP yang sejujurnya ciuman yang ia lakukan tadi benar – benar refleks tanpa niat buruk sedikit pun, TOP benar – benar menyukai Yesung hingga tanpa sadar ia melakukan itu. Melihat tatapan mata TOP yang sedikit kecewa dan sendu, Yesung langsung menggelengkan kepalanya.
"Kau salah paham Seung Hyun, aku tidak menyesal."
"Jadi kau suka dengan itu."
"A-anu… itu, aish..." Menyadari dirinya keceplosan bicara, Yesung pun mengganguk. Percuma saja dirinya menggelak lagi toh perkataan dirinya tadi tidak bisa ditarik kembali.
Dheg…terkejut Yesung saat TOP tiba – tiba mencium punggung tangannya dengan gentle.
"A-apa yang kau lakukan ?."
"Ini cara pria amerika memperlakukan kekasihnya." Ucap TOP selepas mencium punggung tangan sang kekasih, Yesung yang baru pertama kali diperlakukan oleh seseorang seperti ini hanya bisa melirik ke arah lain dan langsung menarik kembali tangannya dari genggaman tangan TOP.
"I-ini sangat enak, apa namanya ?." Melihat Yesung sudah mulai memakan makanannya dengan lahap, TOP pun tersenyum dan ikut bergabung dengan Yesung untuk menyantap makanan mereka yang sudah di pesan.
"Otak domba goreng."
"MWOYAA!." Kaget Yesung dengan tatapan horror pada piring di depannya, dengan menahan mulutnya dengan tangan, Yesung berusaha agar makanan yang sudah ia kunyah di dalam mulut tidak keluar.
"Hahaha…Aku hanya bercanda." Tawa TOP yang berhasil menjahili Yesung hingga pucat basi. Bagi TOP wajah kaget dan terkejut Yesung itu sangatlah lucu.
.
.
[Kediaman keluarga CHO]
.
Ramai dan gaduh, itulah kondisi suasana di kediaman keluarga Cho setiap harinya khususnya di akhir pekan (sabtu). Biasanya di akhir pekan, Kyuhyun akan mengajak seluruh pelayan rumahnya untuk bertanding game dan jika mereka kalah tentu saja Kyuhyun akan memberikan hukuman yang tidak masuk akal, entah itu menguras air kolam rumahnya yang luas bagaikan danau dengan menggunakan gayung atau menyuruh pelayannya meminum berbagai jus campuran dari berbagai sayur mayur yang ia tidak sukai. Tapi, entah kenapa hari ini terasa begitu berbeda, rumahnya terasa lebih ramai dan ribet dari biasanya.
"Hyuna, sampai kapan kau disini ?." Tanya Kyuhyun menatap malas ke arah sosok perempuan cantik bernama Hyuna. Tunggu, kenapa adik Kim Yesung berada di rumah Kyuhyun ? jawabannya, karena Yesung sedang berkencan dengan TOP jadi Yesung tidak bisa membiarkan sang adik sendirian dirumah. Sehingga ia pun melempar sang adik tercintanya ke salah satu rumah teman pangerannya untuk menjaga.
Kenapa tidak di titipkan ke rumah Siwon atau Kibum ? Siwon adalah tipe perfectsionis, jika ada barang miliknya rusak, maka Siwon akan marah dan itu tidak baik untuk kondisi mental Hyuna menurut Yesung. lalu, Kibum. Yesung tidak mau menitipkan Hyuna ke tempat Kibum karena rumah keluarga Kibum saja sudah repot mengurus restoran dan Yesung tidak mau jika Hyuna yang memiliki hati baik seperti dirinya membantu pekerjaan mereka. Walaupun sebagai tanda terima kasih karena menjaganya, tapi Yesung tidak akan membiarkan adik cantiknya bekerja.
Maka dari itu di pilihlah Kyuhyun. Karena, dengan Hyuna berada di tempat Kyuhyun maka Yesung tidak perlu khawatir pada hidup dan keamanan Hyuna. Jika Hyuna lapar, dia bisa langsung meminta pada Kyuhyun yang memiliki sifat tidak tegaan.
"Aku disini sampai oppa selesai berkencan, uurrh...enak sekalihhh~." Jawab Hyuna sambil menikmati pijitan – pijitan lembut di wajahnya. Teman kakaknya benar – benar hebat, padahal Hyuna satu jam lalu hanya mengatakan ingin luluran wajah seperti biasanya saat ia di rumah, lalu beberapa menit kemudian ahli kecantikan yang entah dari mana datang untuk memijat wajah Hyuna.
"Aish…dia (Yesung) pikir, rumah ku ini penitipan adik – adik." Eluh Kyuhyun sambil memegang pinggangnya yang masih belum sembuh total akibat tragedy penusukan minggu lalu. Walaupun Kyuhyun mendumel, tetap saja apapun yang diminta Hyuna akan segera dilaksanakan.
"Apa oppa tidak suka jika aku di sini, eoh ? hiks…Yecungie oppa-iee~." Renggek Hyuna sambil menempelkan ponselnya di telinga seakan ingin mengadu pada sang kakak.
"Baiklah, apa ada sesuatu yang ingin kau makan Hyuna ?." Pasrah dan mulai merayu sang adik Yesung agar tidak melapor. Bisa gawat jika Yesung tahu bahwa adiknya tidak dirawat dengan baik.
"Aku ingin ice klim~, boyehkah ?."
Damn! Melihat tingkah imut Hyuna membuat Kyuhyun ingin sekali menjedutkan kepalanya ke dinding. Melihat Hyuna sama saja dengan melihat Yesung dalam versi wanita. Adik dan kakak sama – sama memiliki heart attack untuk lelaki agar luluh dan terlena hanya dengan melakukan aegyo simple seperti itu saja.
"Apapun akan kuberikan pada kalian (Yesung dan Hyuna)." Dengan ponsel serba gunanya, Kyuhyun mendial nomor yang ia kenal lalu memesan berbagai rasa es krim untuk adik Yesung dan juga makan malam untuknya dan Hyuna, karena seharian ini jujur saja Kyuhyun belum makan karena sibuk menemani Hyuna.
Well… kehadiran sosok Hyuna dirumahnya sebenarnya tidak membuat Kyuhyun kesal, malah Kyuhyun senang karena dari Kyuhyun sekolah dasar ia sudah mengenal Hyuna yang pandai beraegyo dan lugu seperti Yesung.
"Kyu oppa, kau kan sudah berteman lama dengan Yesung oppa, apa kau tidak menyukai oppa ku ?." Tanya Hyuna sambil menyendokkan es krim vanillanya untuk di masukkan ke dalam mulut.
"Kau sendiri juga sudah lama mengenal ku, apa kau tidak menyukai ku ?." Uhuk… Hyuna tersedak mendengar ucapan Kyuhyun yang membalikkan pertanyaannya. Dilihatnya sahabat kakaknya yang saat ini sedang ikut makan es krim bersamanya dengan tatapan tidak percaya, apa maksud Kyuhyun berbalik mengatakan hal itu, apakah Cho Kyuhyun menyukai dirinya ?.
"Hehehe…oppa jangan bercanda." Terkekeh Hyuna yang sama persis dengan Yesung jika sedang tertawa renyah.
"Kau tahu ada pepatah di sekolah menggatakan, 'tidak dapat kakaknya, adiknya pun jadi.' Sekarang Yesung sudah ada yang punya, jadi hanya dirimu saja yang tersisa. Bagaimana jika salah satu di antara kami mengincar mu ?."
Pluk… Sendok es krim Hyuna terjatuh tanpa sadar dari mulutnya, membuat Kyuhyun kali ini tertawa terbahak – bahak. Karena melihat wajah blank Hyuna yang seakan – akan arwahnya perlahan terbang satu persatu ke atas.
"Hahahaha…aku hanya bercanda." Tawa Kyuhyun sambil nyengir menampilkan deretan gigi – gigi putihnya pada Hyuna.
"Iiish… akan ku adukan pada Yesung oppa." Cemberut Hyuna karena sudah di permainkan oleh Kyuhyun.
"Ayolah, jujur saja di antara kami (Siwon, Kyuhyun, Kibum, Woobin) akulah yang paling kau sukai. Benarkan ?." Tanya Kyuhyun yang sedikit melirik Hyuna. Bukan tanpa alasan Kyuhyun berani dan percaya diri mengatakan hal seperti itu, karena sejak sekolah dasar Kyuhyun tahu setiap Hyuna menatap dirinya itu bukan tatapan seorang adik kepada kakaknya.
"Tidak!." Melihat Hyuna membuang muka kearah lain sambil menggembungkan kedua pipinya, Kyuhyun hanya bisa terkekeh dan perlahan menggelus kepala Hyuna dengan lembut.
"Belajar yang benar dan tumbuhlah menjadi gadis yang anggun seperti tuan putri. Karena aku sangat menyukai princess." Diam – diam tanpa Kyuhyun sadari, kedua pipi Hyuna memerah.
.
.
[Back To Yesung & TOP]
.
"Seung Hyun, seberapa besar kau menyukai ku ?." Tanya Yesung polos pada TOP yang sedang sibuk memakan pastanya kali ini, perlahan TOP menggembalikan gulungan spaghetti yang baru saja ia gulung dengan garpu ke dalam piringnya dan tidak lama menatap Yesung.
"Kau ingin tahu ?." Yesung menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"kau benar – benar ingin tahu ?." Sekali lagi TOP menyakinkan Yesung tentang pertanyaannya, dan Yesung mengangguk lagi. Melihat keyakinan Yesung, perlahan TOP meminum winenya lalu menggelap sudut bibirnya dengan serbet.
"Baiklah, akan ku beritahu sebesar apa aku menyukai mu." Ucap TOP yang bukannya menjawab pertanyaan Yesung, ia malah menggeser bangkunya lalu berjalan ke seorang pelayan yang tidak jauh dari mereka. Sekitar lima menit TOP berbicara pada pelayan itu hingga pada akhirnya TOP berjalan kearah tengah – tengah restoran dimana di tengah restoran ini terdapat sebuah alat musik tua yang kondisinya masih bagus.
"Seung Hyun kau mau apa ?!." Terkejut Yesung yang segara bangun dari duduknya, namun ketika Yesung ingin medekati TOP dengan cepat TOP memberikan sebuah kode stop dengan jarinya.
"Jangan coba – coba ke sini, mengerti." Perintah TOP mutlak sembari tersenyum dan Yesung mau tidak mau duduk kembali ke kursinya dengan perasaan campur aduk dan bingung.
Ting…Ting…TOP sengaja menekan tuns piano di depannya sebagai isyarat agar para pengujung memusatkan perhatian mereka kepada dirinya sebentar.
"Maaf jika aku menggangu kalian (pengunjung), aku disini karena… pria disana itu..." Tunjuk TOP pada sosok Yesung yang saat ini menjadi pusat perhatian para pengunjung restoran. Melihat semua mata tertuju pada dirinya, Yesung hanya bisa tertawa kikuk.
"Dia bertanya pada ku 'Seberapa besar kau menyukai ku ?.' jika kalian ditanyai hal seperti itu pada kekasih anda, apa yang akan kalian jawab ? apa kalian akan menjawab sebesar gunung dan seluas lautan."
"Hahahahah." Semua orang yang berada di dalam restoran langsung tertawa saat mendengar perkataan TOP, yang benar saja sebesar gunung dan seluas lautan itu benar – benar kiasan yang norak dan berlebihan. Yesung yang pertanyaannya sedang ditertawakan oleh orang – orang hanya bisa tertunduk malu. Kenapa TOP memperlakukan dirinya seperti ini ? ini benar – benar keterlaluan.
"Tapi, aku SERIUS.…" Ucap TOP yang sengaja menekan kalimat terakhirnya dengan cukup tinggi hingga membuat semua pengunjung kembali terdiam.
"Aku tidak tahu seberapa besar aku menyukainya, karena aku tidak bisa mengukurnya. Noona ku pernah berkata, cinta itu butuh tindakan. Jadi…." Jeda TOP karena sedang menatap Yesung sejenak dari balik piano.
"Ini jawabannya." Teng…teng…teng… TOP mulai menekan tuns – tuns piano di depannya sehingga menghasilkan sebuah irama melodi yang indah.
No one ever saw me like you do.
All the things that I could add up too.
I never knew just what a smile was worth.
But your eyes say everything.
Without single word.
Cause there's something in the way you look at me.
Lagu Christian Bautista - the way you look at me, kini menggalun indah di dalam restoran. Semua orang yang mendengar permainan piano TOP dan nyanyiannya menatap tidak percaya. Seorang laki – laki muda Korea sedang menyanyikan sebuah lagu barat seromatis itu untuk kekasihnya. Bahkan, pengucapan bahasa inggris TOP yang sangat fasih, membuat kata demi kata yang keluar menjadi indah.
Its as if my heart knws you're the missing piece
You make me believe that there's nothing in this world I can't be.
I never know what you see.
But there's something in the way you look at me.
Sambil menatap Yesung, TOP terus menekan tuns – tuns pianonya dengan lancar. Jika biasanya Yesung tidak mengerti seseorang berbicara bahasa inggris tapi entah kenapa mendengar lagu berbahasa inggris, ia bisa mengerti.
If I could freeze a moment to my mid
It'll be the second that you touch your lips to mine.
I'd like to stop the clock make time stands still.
Cause, baby, this is just the way I always wanna feel.
Tersenyum dan tersenyum hanya itu yang bisa ia lakukan ketika melihat TOP yang sesekali menatap dirinya disela memainkan piano sambil bernyanyi. Bahkan Yesung disela permainan TOP, bisa mendengar rasa iri kepadanya karena betapa beruntungnya ia mendapatkan kekasih seperti TOP.
"The way you look at meee~." Ting…. TOP selesai memakainkan lagunya.
Prook….Proook… Semua pengunjung langsung berdiri dari bangkunya dengan tepukan tangan yang begitu meriah atas pertunjukan TOP yang malam ini memberikan mereka semua sebuah pertunjukan hiburan yang menggangumkan.
TAP…
TAP… Perlahan TOP mendekati Yesung yang sedang melemparkan sebuah senyuman ke arahnya, namun bukan hanya sebuah senyuman saja yang TOP temukan melainkan juga jejak – jejak air mata dikedua pipi kenyal kekasihnya itu. Di depan semua orang (pengunjung restoran), TOP menangkup wajah Yesung lalu menggusap jejak air mata Yesung dengan ibu jarinya.
"Apakah kau puas dengan jawabannya ?."
"Heem… sangat." Jawab Yesung dengan suara seraknya, Yesung benar – benar ingin kembali menangis saat ini karena terlalu senang dan tersentuh. Cinta TOP padanya tidak perlu di ukur dan di pertanyakan lagi karena sudah terbukti sangat besar, bahkan Yesung merasa dirinya tidak pantas untuk menerima cinta sebesar ini.
.
.
.
"OPPAAAAA…CEPAT PULAAAANG!." PIIIP… Telefon langsung terputus begitu saja, membuat Yesung yang baru saja turun dari bus beberapa menit lalu menyerngit heran. Jadi, adiknya menelfon hanya untuk berteriak itu saja.
"Adik mu ?."
"Hem, dia itu cerewet."
"Seperti mu." Mendengar balasan TOP, Yesung pun mendengus kesal lalu di cubitnya lengan TOP sangat keras hingga membuat TOP sedikit meringgis kesakitan. Tidak terima di bully Yesung, akhirnya TOP membalas. Alhasil, disela perjalanan pulang mengantar Yesung, TOP tidak henti – hentinya menjahili sang kekasih lagi, entah itu untuk mencubit hidung Yesung atau pinggangnya. Kencan hari ini yang singkat namun berkesan seperti kata TOP, membuat keduanya merasa tidak canggung lagi untuk melakukan skin ship.
"Yesungie…"
TAP…Yesung menghentikan langkah kakinya ketika ia melewati sebuah restoran bubur abalon favoritenya. Yesung benar – benar lupa bahwa arah ke rumah susunnya akan melewati rumah cinta pertamannya yang belum sepenuhnya ia lupakan.
"Paman Byung." Seru Yesung yang tanpa sadar melepaskan tautan jari TOP yang berada dijarinya, TOP yang kaget karena Yesung menghempaskan tanganya begitu saja langsung menyerngit bingung. Tidak mau berpikiran buruk tentang Yesung, TOP hanya mengangkat bahu cuek dan membungkukkan badannya untuk menyapa pria paruh baya yang tidak lain adalah ayah Kim Kibum.
"Baru pulang eum ?."
"Ah… ne, heheheh." Kekeh Yesung kikuk tapi matanya secara diam – diam melirik ke bagian lantai 2 bangunan restoran, dimana dibagian itu terdapat beranda yang langsung menghubungkan kamar Kibum.
'Sepertinya dia sudah tidur.' Batin Yesung tanpa sadar merasakan kelegaan dihatinya, karena Kim Kibum tidak melihat dirinya saat bersama TOP.
"Ka-kalau begitu kami pamit paman Byung." Seru Yesung yang kali ini langsung mengapit lengan TOP dengan erat. TOP yang tiba – tiba diseret Yesung hanya menggelengkan kepalanya heran melihat tingkah kekasihnya yang cukup aneh.
'Tadi, sepertinya aku merasa di awasi.' Batin TOP disela berjalannya, karna penasaran TOP pun akhirnya sedikit menolehkan kepalanya kearah belakang ketika jarak restoran yang baru saja mereka berdua tinggalkan sudah agak jauh. Namun, hasilnya nihil. Tidak ada hal yang mencurigakan disana.
"Jadi, dia yang bernama Choi Seung Hyun." Gumam sosok laki – laki tampan yang tidak lama muncul dan langsung bersandar dipagar beranda lantai dua. Ternyata perasaan di awasi seseorang yang TOP rasakan itu benar, Kim Kibum tadi memperhatikan gerak gerik Yesung dan TOP saat keduanya sedang berbincang – bincang dengan ayahnya.
.
.
[Other Side | Flashback! ]
.
"Selamat, anda sedang mengandung…"
"Benarkah ?."
"Usia kandungan anda sudah memasuki 4 minggu."
"Hihihihi." Tawanya geli saat mengingat perkataan dari dokter yang baru saja beberapa jam lalu ia temui. Sambil memegang perutnya yang masih terlihat rata, ia terus saja tersenyum disepanjang jalan membuat siapa saja yang melihat dirinya semakin terpesona akan kecantikan bidadari dan aura periangnya.
"Minho oppa, pasti senang mendengar ini..." Lirihnya lagi yang saat ini benar – benar merasakan kebahagian luar biasa karena mengandung anak dari orang yang ia cintai merupakan berita yang sangat menggembirakan untuknya.
Wuush…Merasakan angin musim gugur yang berhembus kencang, sejenak ia berhenti untuk menahan rambut panjangnya dengan tangan lalu perlahan didonggakkan wajahnya keatas langit untuk sekedar melihat betapa cerahnya hari ini.
TAP…TAP…
TAP…kakinya kembali melangkah, siapakah dia ? Gadis berparas sangat cantik ini adalah Park Shin hye (Ibu Yesung & Hyuna), Shinhye yang tidak hanya cantik namun memiliki sifat yang friendly ini banyak sekali dikagumi oleh pria di seluruh kampusnya.
"Oppa, ada yang ingin ku katakan." Ucap Shinhye malu – malu sambil memainkan ujung pakaiannya, saat ini Shinhye sedang berada disebuah café bersama dengan kekasihnya (Ayah kandung Yesung). Terlihat seorang pria tampan bertubuh tagap dengan balutan blazer abu – abu duduk dengan tenang sambil meminum secangkir kopi hitamnya.
Tuk… diletaknya kembali cangkir kopi miliknya ditempat semula, lalu menatap gadis yang sudah 2 tahun ini ia pacari. Shinhye benar – benar sangat cantik dan manis, tidak heran dulu ia bisa menyukai bahkan mencintai gadis ini.
"Kita berpisah." Ucapnya lebih dulu sebelum Shinhye mengatakan sesuatu. Mendengar sang kekasih meminta putus, Shinhye hanya bisa menatap nanar. Apa kekasihnya ini sedang bercanda ?
"Oppa…apa yang kau katakan."
"Kita akhiri saja, ayah ku tidak setuju dengan hubungan kita." Jelasnya yang sudah menyerah akan nasib cintanya kali ini. Sejak pertama kali mereka berdua berpacaran, keluarga Minho tidak setuju jika anaknya menjalin hubungan dengan perempuan dari keluarga yang sederhana dan biasa.
"Baiklah." Sambil menundukkan kepalannya Shinhye menahan isak tangisnya agar tidak keluar. Sakit, hatinya benar – benar sakit, sungguh bukan ini yang ia ingin dengar dari kekasihnya. Tapi, Shinhye juga tidak bisa memaksa lelaki didepannya ini untuk bertanggung jawab. Karena, lelaki ini sudah lebih dulu menyerah untuk mengakhiri hubungannya daripada menghadapinya bersama.
"Hye…"Melihat tubuh wanita didepannya sedikit bergetar akibat menahan tangis membuat Minho tidak bisa berbuat apa – apa, sesungguhnya Minho sangat mencintai Shinhye, tapi kelangsungan perusahaan ada ditangannya. Demi menjaga keutuhan perusahaan, Minho harus memilih mengorbankan orang yang ia cintai.
Drrrttt…. Merasakan ponsel di sakunya bergetar, Minho langsung mengambilnya lalu menjawab panggilan tersebut, terdengar percakapan seperti biasanya yaitu dimana seoarang direrktur dipanggil untuk segera ke kantor.
"Aku harus pergi. Tapi, tadi kau bilang ada yang mau katakan… apa itu ?." Tanya Minho lembut sebelum pamit pergi. Shinhye yang sedang berusaha menahan diri untuk tidak kehilangan kendali menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Aniya, lupakan saja." Senyum Shinhye yang dipaksakan, untuk terakhir kalinya setidaknya Shinhye harus terlihat baik – baik saja dan tegar di putusi oleh seorang pria.
"Maafkan aku, jagalah kesehatan mu." Minho pun pergi meninggalkan Shinhye sendirian di cafe. Sejak saat itu Shinhye yang masih duduk di bangku kuliah menjadi murung. Di tingalkan pacar dalam keadaan hamil, membuat Shinhye tidak tahu lagi harus bagaimana akan nasib anaknya kelak.
Braaakk…
"Bagaimana bisa Suzy melakukan hal ini pada mu! Sahabat macam apa itu! dia bahkan tahu perihal kehamilan mu kan, brengsek!." Terdengar amarah yang begitu dahsyat dari pemuda berwajah cantik bernama Kim Heechul. Dengan perasaan kesal Heechul meremas Koran pagi ini, membuat Shinhye yang sedang mencoba meminum susu (hamil) kontaknya hanya bisa menatap sepatunya.
"Oppa sudahlah…" Lirih Shinhye yang sudah tidak mau membahas soal pertunangan mantan kekasihnya dengan sahabatnya itu.
Faktanya, sebelum berita itu keluar di media Koran, Shinhye sudah tahu lebih dulu. Dan, bodohnya ia yang memaksa Suzy untuk menerima pertunangan itu. Karena, jika Minho tidak bisa bersama dengannya setidaknya Shinhye lebih percaya jika wanita yang bersama Minho adalah sahabatnya sendiri (Suzy) yang akan mengurus Minho kelak. Bahkan disaat seperti ini Shinhye masih memikirkan yang terbaik untuk sang mantan ketimbang dirinya sendiri.
"Shinhye, menikahlah dengan ku. Aku akan menjadi ayah dari anak mu." Dheg… mendengar sahabatnya mengajak menikah, Shinhye menatap tidak percaya. Bagaimana bisa Heechul berbicara seperti itu ? Suzy dan Minho akan menikah, lalu ia dan Heechul juga menikah.
"Oppa, apa yang kau katakan. Kita adalah sahabat."
"Memangnya kenapa ? Minho dan Suzy juga sahabat. Kita berempat (Minho, Suzy, Heechul, Sinhye) adalah sahabat dan apa salahnya menikahi sahabat." Seketika ucapan Heechul membuat darah Shinhye berdesir, tatapan mata Heechul sekarang sangatlah berbeda. Ada apa dengan sahabat pria cantiknya ini ? baru kali ini Shinhye melihat aura manly dan gentle dari Heechul.
"Gomawo."
Sejak saat itu dua minggu kemudian Shinhye menikah dengan sahabatnya Kim Heechul. Heechul tidak ingin sahabatnya menanggung beban penderitaan sendirian. Tujuh bulan setelah pernikahan mereka, Kim Jong Woon atau yang saat ini kita kenal dengan nama Yesung lahir ke dunia. Dan, tidak lama hanya berselang waktu 3 tahun Shinhye melahirkan seorang anak perempuan dari pernikahanya dengan sahabatnya (Heechul) yang ia beri nama Kim Hyuna.
"Jong woon, lihatlah adik mu… sangat cantik bukan. " Lirih Shinhye pada putranya yang saat ini baru menginjak usia 3 tahun, Jong woon kecil yang berada digendongan Heechul hanya bisa menatap adik perempuannya sambil tertawa khas anak balita yang sepertinya menunjukkan rasa senangnya karena memiliki adik yang sangat cantik.
"Terima kasih." Lirih Heechul yang kemudian mencium pucuk kepala Shinhye selepas melahirkan lima jam lalu. Betapa senangnya Heechul memiliki anak dengan sahabatnya yang bahkan Heechul sendiri tidak menyangka bahwa ia akan mencintai Shinhye melebihi seorang sahabat begitu juga dengan Shinhye. Sejak Jong Woon lahir, Heechul sangat menyayanginya seperti anak sendiri.
Seorang ayah, ibu lalu dengan dua orang anak (perempuan dan laki – laki). Bukankah itu terlihat seperti keluarga yang benar – benar ideal dan bahagia.
Tapi keluarga bahagia itu, tidak berlangsung lama. Saat usia Yesung 8 tahun dan Hyuna 5 tahun, kedua orang tuanya meninggal akibat kecelakaan mobil saat mereka ingin membawa Hyuna yang sedang demam tinggi ke rumah sakit ditengah hujan deras menggunakan taksi. Beruntung, Yesung dan Hyuna selamat. Karena saat kecelakaan itu terjadi, Heechul langsung mendekap tubuh Yesung begitu juga dengan Shinhye yang mendekap tubuh Hyuna untuk dijadikan sebuah temeng.
"Appa! Eomma!." Teriak Yesung disela dekapan sang Ayah. Yesung kecil yang tahu bahwa kondisi mereka sedang dalam keadaan tidak baik, terus saja meneriaki nama kedua orang tuanya tanpa henti.
"Woonie haaah…jahhngan pernahh tingalkan adik mu, arrahh ?."Lirih Shinhye disela kondisinya yang sudah sangat parah, wajah cantik Shinhye kini berlumuran darah akibat serpihan kaca mobil yang menancap di seluruh wajahnya.
"Jong woon…ahh…haa tidak peduli siapa pun dirimuhh, kau adalahh anak kuuh."
"Appa… hiks…" Yesung hanya bisa menangis dan mengganguk mendengar permintaan – permintaan ayah dan Ibunya yang saat itu belum ia mengerti sepenuhnya.
"EOMMAAA, APPAAA!." Akibat teriakan dan tangisan kencang dari Yesung yang tanpa henti, petugas yang datang pun segera membongkar mobil taksi tersebut sebelum pada akhirnya mobil itu meledak setelah Yesung dan Hyuna berhasil di selamatkan. Mereka berdua rela mengorbankan nyawa demi anaknya. Bahkan sampai maut menjemput mereka berdua, tidak ada satupun dari keduanya mengatakan kebenaran kepada Yesung, bahwa Yesung bukanlah anak kandung Kim Heechul.
[Flashback END]
.
.
"Appa, eomma kami datang." Seru Hyuna yang meletakan sebuah buket bunga matahari di dua gundukan tanah yang saling berdampingan. Setiap dua bulan sekali, KIM bersaudara akan selalu datang ke tempat dimana kedua orang tuanya mereka saat ini sudah berisrirahat dengan tenang di surga.
Tuuk… Tuuk… dengan telaten dan rapi, Yesung menaruh sedikit buah dan makanan manis untuk sesajian kedua orang tuanya di surga lalu tidak lupa membersihkan gundukan tanah tersebut dari tumbuhan liar.
Setelah selesai berdoa, mereka berdua duduk di depan kuburan. Disini hanya ada kuburan orang tua Kim bersaudara saja, karena Yesung secara khusus memilih menguburkan jasad kedua orang tuanya di dekat sebuah pohon rindang yang berada di atas bukit tidak jauh dari kota tempat ia tingal. Karena, Yesung ingat tempat ini adalah tempat favorite ayah dan ibunya.
Wuushh… selama sepuluh menit mereka berdua terdiam, entah untuk menikmati angin yang berhembus atau memang mereka berdua sedang sibuk dengan pikirannya masing – masing sambil menatap kedua kuburan orang tua mereka dengan tatapan kosong.
"Oppa menurut mu, appa akan suka dengan mochi itu ?." Tanya Hyuna memecahkan keheningan sekaligus merasa aneh saat melihat tumpukan 12 mochi berbentuk kepala kucing disajikan diatas kuburan ayahnya.
"Entahlah, appa kan suka makanan yang bentuknya lucu – lucu."
"Hahahaha…kau benar oppa, hahaha…" Tawa Hyuna meledak menginggat kebiasaan sang ayah cantiknya. Walaupun saat kepergian kedua orang tua mereka Hyuna masih berusia 5 tahun. Tapi sang kakak kadang memperlihatkan foto dan menceritakan tentang ibu dan ayahnya dulu ketika masih hidup kepada Hyuna.
"Appa….eomma, apa kalian tahu ? Jong woon oppa sudah punya pacar dan dia pria yang sangat keren."
"Yak! jangan menceritakan hal seperti itu pada mereka." Yesung yang malu karena sang adik menceritakan hal pribadinya pada orang tuanya, langsung saja mencekik (bercanda) Hyuna. Alhasil di depan kuburan ayah dan Ibunya, mereka berdua bertengkar layaknya perempuan karena saling menarik rambut satu sama lain. Cukup lelah dengan pertengkaran kecil mereka, akhirnya mereka berdua menyudahinya.
"Oppa, tadi malam aku bermimpi tentang mereka…"
"….."
"Wajah mereka berdua terlihat sedih, jika appa sedang bersama eomma katakan padanya…bahwa eomma jangan kawatir, karena setiap malam oppa akan selalu menyisir rambut ku lalu dia juga tidak pernah lupa memberikan ku makan…hiks…lalu…" Perlahan Hyuna menekuk kedua lututnya dan mulai menenggelamkan wajahnya disela lengan yang sudah ia lipat.
"Hisk…oppa juga membelikan ku pakaian yang bagus dan cantik…oppa…hiks…appa...eomma…mianhae."
Greeeb…. Yesung merengkuh dan memeluk tubuh adiknya kali ini dari depan, inilah yang Yesung tidak sukai ketika mereka datang berkunjung ke pemakaman kedua orang tuanya. Hyuna akan merasa kematian mereka adalah salahnya yang pada waktu itu dirinya sedang demam tinggi. Jika saja Hyuna tidak sakit, Hyuna pastikan saat ini mereka sedang berjalan – jalan di hari minggu layaknya keluarga.
"Uljimma...berhentilah menyalahkan dirimu Hyuna."
.
[Di waktu bersamaan di kediaman keluarga Choi Seung Hyun]
.
Hari minggu, hari yang selalu di nanti oleh para remaja dan banyak orang. Karena hanya satu hari itu saja mereka semua bisa bersantai dan bermalas – malas entah untuk tidur, bermain video game atau menonton TV seharian penuh, begitu juga dengan Choi Seung Hyun. Jika sang kekasih berada di area pemakaman untuk mengunjungi orang tuanya maka pemuda tampan ini lebih memilih menghabiskan waktu untuk tidur.
DRAAP….DRAAAAP…terlihat seekor Anjing ber-ras Siberian Husky menaiki anak tangga kediaman keluarga Choi satu persatu dengan penuh semangat, anjing berbentuk srigala ini sudah sangat hafal akan setiap sudut rumah majikannya. Dengan perlahan anjing itu mendorong pintu salah satu kamar yang ada dirumah besar ini dengan kepalanya, Captain nama anjing tersebut. Kini mulai masuk secara diam – diam dengan langkah kaki yang begitu pelan seperti seekor anjing yang sedang mengintai musuh.
"Nggggh." Mendengar leguhan sosok manusia di dalam kamar yang ia masuki, Captain yang sudah dilatih oleh majikannya dan memiliki perilaku yang menggemaskan khas anjing tanpa sadar merebahkan tubuhnya dilantai agar tidak ketahuan majikannya bahwa ia baru saja meyelinap masuk.
Merasakan keadaan kembali tenang, ia pun kembali menggangkat kepalanya lalu dengan sekali lompatan, Captain sudah berada di atas ranjang majikan tercintanya. TOP sang majikan Captain, perlahan memaksakan kedua matanya yang masih terasa berat untuk dibuka lalu melihat siapa yang menganggu tidurnya, dan ternyata matanya menangkap sosok anjing sedang menjulurkan lidah dengan ekor yang bergoyang ke kanan dan ke kiri.
"Captain…pergi sanaahh." Perintah TOP dengan suara serak khas orang tidur dan ia pun kembali menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
GUUK….
GUUK… GRRR… Bukannya mendengar perintah sang majikan, Captain menarik kuat selimut TOP dengan mulutnya, hingga membuat TOP dan Captain di pagi hari ini menjadi tarik menarik selimut.
"Aish!" Jengah TOP yang akhirnya mengalah pada Captain. Lihat saja tingkah anjingnya itu, dengan tidak sopannya Captain mengigit selimutnya lalu menyeretnya ke lantai, seperti menjauhkan selimut dari sang majikan.
Dengan kondisi masih setengah mengantuk, TOP melihat Captain dengan tatapan mengintimidasi yang begitu mencengkam karena sudah berani menggangu tidurnya, Captain yang di tatap membunuh oleh TOP tentu saja langsung meletakkan kepalanya ke bawah dan mengeluarkan suara memelas khas anjing memohon ampun.
"Tetap disana! Mengerti." Perintah TOP lagi sambil menunjuk Captain seperti seorang anak yang akan menuruti perintah sang Ayah. Melihat sang majikan kembali tidur, Captain yang sedang ingin bermain dengan TOP kembali mendekatinya dan mulai menjilati wajah TOP.
"Aish…Baiklah, baiklah… aku bangun. Kau puas ?!."
GUK…
GUUK…Gonggong Captain senang, setelah menggaruk – garuk leher anjingnya sebentar. Seperti remaja pada umumnya, TOP mengambil ponsel dimeja nakasnya untuk mengecek siapa tahu kekasihnya mengirimi pesan. Dan, ternyata itu hanya harapan saja karena kekasihnya itu tidak peka seperti TOP. Setidaknya Yesung mengirimi chat ucapan selamat pagi begitu.
"Apa yang akan kau lakukan hari ini ?." Gumam TOP yang mengirim sebuah pesan pada Yesung persis seperti apa yang ia katakan tadi. Sepuluh menit berlalu tapi Yesung tidak kunjung juga membalas pesan TOP.
"Haaah….mungkin dia sibuk." Positive Thinking TOP pada sang kekasih, beruntung TOP bukan tipe pria yang gampang marah hanya karna masalah sepela (pesan tidak dibalas), itu bukanlah gaya TOP.
Tuuk… Diletaknya kembali ponsel miliknya ke meja nakas, lalu sejenak menatap Captain yang sedang sibuk menggendus – endus karpet kamarnya. Sepertinya, mengajak Captain berjalan – jalan di taman tidak buruk. Lagipula ia sudah terlanjur bangun, jadi kembali tidur pun percuma karena si anjing tercintanya pasti akan membuat rusuh kembali.
.
.
[Back To Yesung dan Hyuna | Di sebuah kedai Restoran]
.
"Ini pesanan mu…Jika kau butuh apa – apa, segera panggil bibi ne." Seru Ahjumma pemilik restoran setelah meletakan semua makanan di meja Yesung. Biasanya di jam istrirahat Yesung bekerja, Yesung akan selalu makan dan memesan makanan disini karena letaknya tidak jauh dari MoBit dan juga masakan Ahjumma Sunmi mirip dengan masakan ibunya.
"Oppa! Ini boleh ku makan semua ?!." Terkejut Hyuna melihat meja makan mereka sudah penuh dengan berbagai macam hidangan. Hampir seluruh makanan yang Yesung pesan adalah makanan kesukaan Hyuna seperti Bulgogi, Bonchon, Kimbab, Japchae dll.
"Makanlah, ini memang untuk mu."
"Yeey! Yuummy…" Girang Hyuna yang melihat surga makanan di depannya, Yesung tahu Hyuna yang sehabis menangis di pemakaman tadi pasti membuat perutnya lapar. Maka dari itu, Yesung sengaja mengajak Hyuna makan, melihat sang adik makan dengan lahap Yesung hanya bisa terkekeh lalu perlahan Yesung menyumpitkan sepotong irisan daging untuk dipindahkan ke mangkuk Hyuna.
"Makanlah yang banyak."
"Pathii..nyamm…opphhah." PLETAK… Yesung mengetok kepala Hyuna dengan kesal karena sang adik makan sambil berbicara. Sebenarnya makan sambil berbicara tidak masalah, hanya saja ketika Hyuna berbicara sambil makan membuat nasi – nasi yang berada di dalam mulut Hyuna yang sedang ia kunyah sedikit terbang ke wajah Yesung.
"Jika kau makan seperti itu, tidak akan ada pria yang menyukai mu." Seru Yesung menakuti – nakuti sang adik sembari mengambil sebutir nasi yang telah mendarat di pipi dan keningnya. Sedangkan, Hyuna yang mendengar ancaman bualan sang kakak hanya tertawa sambil sibuk menyumpit lauk pauk yang ada didepannya lalu memasukkan ke dalam mulutnya lagi.
"Tidak apa, karena aku hanya butuh oppa." Darah Yesung berdesir ketika mendengar jawaban Hyuna. Adik yang selalu manja, childish dan senang beregyo itu mengatakan hal yang begitu indah untuknya. Sungguh Yesung benar – benar terharu dan senang mendengarnya sampai – sampai Yesung tanpa sadar menitikan sedikit air mata.
"Oppaie~" Panggil Hyuna imut membuat Yesung langsung mengusap matanya kasar.
"Iya adik ku sayang."
"Hari ini kata Gayoon, di mall ada banyak diskon pakaian."
"Lalu ?." Triingg… Tring… Hyuna memberikan serangan sparkling eye miliknya, dimana matanya kini sedang menyilaukan sinar – sinar bintang yang begitu dahsyat ke arah Yesung hingga Yesung tidak akan mampu untuk menangkisnya.
"Ba-baiklah, nanti kita ke sana." Balas Yesung sambil memakan sepotong Kimbab dengan wajah cemberut. Yesung kesal dengan dirinya, dia ini gampang sekali terkena serangan Hyuna. Entah kenapa kalimat Hyuna 'Aku hanya butuh oppa' membuat Yesung sedikit mengerti maknanya. Tentu saja Hyuna butuh Yesung. Karena untuk pergi berbelanja ia membutuhkan seseorang yang akan membayar dan membawa barang – barang belanjaannya nanti. Tahu sendiri wanita itu jika sudah berbelanja tidak akan puas dengan hanya membawa pulang satu paper bag saja.
"Okey! Ayo segera kita habiskan makanan ini, lalu pergi ke mall!." Semangat Hyuna yang langsung mengambil nasi sesendok penuh lalu memasukkannya ke dalam mulut hingga wajah mungil Hyuna kini membengkak akibat asupan makanan yang di kunyah tidak dalam porsi normal.
"Kau ini…hehehe." Kekeh Yesung ketika melihat wajah aneh adiknya, sekesal atau semarah apapun Yesung pada Hyuna, itu hanya sebuah rasa kesal tidak serius.
"Tapi, uang oppa akan habis nanti, tidak jadi saja."
"Tidak apa, selama hal itu mampu oppa beri akan oppa belikan untuk mu." Jelas Yesung sambil menggusap pucuk kepala Hyuna. Benar, apapun akan Yesung lakukan dan berikan untuk bisa melihat senyum Hyuna, itulah alasan Yesung bekerja sangat keras. Bekerja untuk membiayai kelangsungan hidup mereka dan juga membiayai keperluan Hyuna sebagai seorang perempuan.
"Gomawo, salanghaeyo my oppaie~."
"Akh…cuteee!... Nado calanghae." Histeris Yesung yang ikutan berbicara imut saat melihat Hyuna membentuk sebuah 'Love' dengan kedua tangan di atas kepalanya.
.
[Back To kediaman Choi Seung Hyun]
.
"Seung Hyun kau sudah bangun nak, ayo sarapan."
TAP…
TAP…Sambil mengacak – acak asal rambutnya dengan tangan sebelah, TOP turun ke lantai satu bersama Captain dan menuju ruang makan dimana keluarganya sedang berkumpul untuk menikmati hari minggu mereka.
Di gesernya kursi tepat disamping sang Ayah yang sedang sibuk membaca, sambil menggoleskan roti dengan selai coklatnya, TOP melirik sang ayah. Jika biasanya para ayah membaca koran untuk melihat perkembangan ekonomi negaranya maka berbeda dengan ayah TOP.
"Bagaimana perkembangan angka kriminalitas di daerah Nohwon selatan, appa ?."
"Sudah menurun 10%." TOP pun mengganguk mendengar perkataan sang ayah, ayahnya memang sangat hebat karena bisa menurunkan angka kejahatan sampai sebesar itu. Sambil menguyah rotinya, TOP terus mengajak ngobrol ayahnya dan sesekali menjahili CL ketika ia ingin mengambil selai strawberry tetapi TOP menjauhinya, sehingga membuat TOP sedikit terkekeh.
"Seung Hyun….."
"Yes, Sir ?." Jawab sigap TOP setiap dipanggil oleh sang ayah. Hidup sebagai anak dari seorang polisi membuat Sung Hyun tanpa sadar ikut terbawa suasana. Perlahan tuan Choi menutup map berkas bacaanya dan menaruhnya di meja. Sambil menikmati kopi panasnya, sang ayah menatap TOP dengan tatapan datar membuat TOP menyerngit bingung.
"Kemarin, Appa banyak menerima laporan dari kantor cabang kepolisian. Katanya, akhir – akhir ini banyak anak – anak sekolah di pukuli oleh anak – anak berandal."
"Lalu ?." Bingung TOP mendengar penjelasan sang ayah. Sekilas tuan Choi melirik CL dan istrinya tanpa TOP ketahui. Mereka berdua (CL & nyonya Choi) seakan tidak ada yang mau berbicara dan nimbrung ke pembicaraan ayah dan anak ini.
"Apakah itu dirimu ?." Pruuuffft…. TOP sedikit menumpahkan susu yang baru saja ia minum saat mendengar pertanyaan sang ayah. Di usapnya kasar sisa – sisa cairan susu di bibirnya dengan tangan lalu menatap tidak percaya ke sang ayah.
"Appa! Bagaimana bisa kau mencurigaiku!."
"Seung Hyun! Jaga nada suara mu." Mendengar teriakan nyonya Choi yan begitu lantang, TOP pun tersentak dan sadar bahwa ia baru saja meninggikan suaranya ketika berbicara dengan sang ayah.
"Maaf appa, aku tidak bermaksud melawan mu."
Gleg… CL yang sedang menyaksikan keluarga tercintanya berdebat tidak biasa, menelan potongan rotinya dengan kasar bahkan Captain yang seekor anjing pun langsung mendekati kaki CL seperti meminta perlindungan.
'Adik ku yang malang.' Batin CL tidak tega melihat adiknya di sudutkan. Jika CL berada di posisi TOP sekarang, CL pastikan ia akan memilih pura – pura pingsan saja ketimbang menghadapi orang tuanya. Ayah yang seorang jendral polisi lalu Ibu yang seorang mantan pengacara hukum terkenal Korea sedang bersatu melawan (mengintrogasi) TOP yang hanya anak SMU biasa. Ckckck.
"Benar bukan dirimu ? di laporan tersebut tertulis, yang menyerang adalah orang yang sama dan itu dari sekolah mu. Anak buah appa sedang menyelidikinya. Karena korban kebanyakn bungkam, tidak mau menyebutkan siapa orang yang sudah melukainya. Dan, Eomma mu juga bilang beberapa hari yang lalu kau pulang sekolah dalam keadaan babak belur. Jadi appa berpikir itu adalah dirimu …" Jelas tuan Choi yang memiliki alasan kenapa dirinya bisa sampai menuduh anaknya sendiri.
"Aku berani bersumpah appa. Aku tidak pernah menindas kaum lemah, masalah aku pulang dalam keadaan babak belur itu, hanya perkelahian kecil dengan sahabat ku Siwon. Jika kau tidak percaya kau bisa menelfon teman ku, Aku ini hanya anak sekolahan biasa." Bohong dikit TOP menyebut Siwon adalah sahabatnya. Sedangkan, CL yang mendengar ucapan TOP ketika menyebutkan dirinya adalah anak sekolah biasa langsung menahan tawanya.
"Baiklah, kalau begitu bantu appa dengan menyebutkan nama anak – anak disana yang sering membuat masalah ? kau pasti tahu." Gleg… TOP menelan ludahnya kasar, tentu saja TOP tahu siapa yang sang ayah maksud. Tapi, ia tidak bisa memberitahukan geng Woobin kepada sang ayah.
"Aku tidak tahu appa, aku akan baru saja pindah beberapa minggu lalu. Jadi, tidak banyak orang yang ku kenal." PUK… PUK… tuan Choi menepuk bahu putranya dan tersenyum.
"Ingatlah Seung Hyun, menyembunyikan seorang pelaku kejahatan sama saja kau seorang penjahat."
"I know."
.
.
[Other Side]
.
Terlihat sebuah gedung tua yang kondisinya sudah cukup kumuh serta aura mistis yang sangat kental terpancar, jika bangunan ini di lihat dari luar maka akan seperti sebuah bangunan tidak berpenghuni. Menurut cerita dari penduduk setempat, gedung ini dulunya adalah sebuah kantor berlantai tiga. Namun, karena sebuah kebakaran yang disebabkan oleh seputung rokok menewaskan 10 pakerja yang terjebak di lantai paling atas, sehingga sejak kejadian itu banyak suara – suara aneh terdengar dan mereka semua percaya bahwa gedung itu berhantu.
Tapi, itu 40 tahun yang lalu dan seharusnya penduduk setempat harus mencoba masuk ke dalam gedung tersebut, karena didalam gedung itu sudah bukan hantu lagi yang mendiami. Tapi, sudah banyak pria – pria muda nan tampan yang sekarang mendiami tempat tersebut. Siapa saja mereka ? mereka adalah kawanan Woobin.
"Dimana Woobin Hyung ?."
"Ada dilantai tiga."
"Jika nanti ada seseorang mencari Woobin hyung, katakan saja untuk naik."
"Baik, Jong suk sunbae."
Tempat menyeramkan (menurut penduduk) kini sudah Woobin sulap menjadi sebuah markas tempat dimana ia dan anak buahnya menghabiskan waktu. Di lantai satu ia rombak menjadi sebuah bengkel, tempat dimana motor dan mobil bisa di modifikasi. Lalu dilantai dua terdapat berbagai meja permainan seperti billyard dan berbagai mesin – mesin game yang ada di game center ada semua disini. Terakhir di lantai paling atas, banyak sekali ruangan kecil kosong untuk istrirahat atau ekhem…untuk hal lain, karena di lantai ini lebih terlihat seperti club house.
"Hyuung." Seru Jong Suk senang ketika baru sampai di lantai tiga sudah melihat Woobin sudah duduk asik di mini bar menikmati segelas minuman berakohol bersama teman yang ia tidak ketahui.
"Heeem." Balas Woobin cuek tanpa melihat ke arah Jong Suk.
"Apa dia akan datang, hyung ?." Mendengar pertanyaan lucu Jong Suk, Woobin yang awalnya sedang bersikap tenang kali ini langsung berubah tertawa.
Klaang…Suara benturan balok es yang berada di dalam gelas kecil bening saling berbenturan akibat Woobin yang mengoyongkan isi minumannya, perlahan di teguknya kembali air bening itu lalu ia menyeringai.
"Dia pasti datang, lihat saja."
.
.
Brrrreeem...Brrreemmm….
Wuuuzh…
"YAK! KAU PIKIR JALANAN INI MILIK NENEK MOYANG MUU!."
"BERHENTI KAUUU."
Teriak beberapa pejalan kaki yang sudah terjatuh ambruk di tengah jalan akibat terkejut bahkan hampir mati saat sepeda motor sport berwarna red-black melewatinya dengan kecepatan tinggi. Mentang – mentang jalan raya kota Seoul hari ini terlihat renggang, tidak seharusnya penggendara itu menerobos hak pejalan kaki (lampu merah).
'Mianhae…' Batin penggedara sepeda motor itu dalam hati ketika melihat di spion motornya, ia dapat melihat sesosok wanita paruh baya yang hampir saja nyaris keserempet sedang memungguti belanjaannya yang telah berserakan di jalanan. Sungguh dirinya tidak ada niat sedikit pun untuk menyusahkan dan melukai wanita itu, ia hanya sedang terburu – buru mengejar waktu.
"Damn!."Umpatnya yang merasa sudah di permainkan. Choi Seung Hyun nama penggendara itu, selama ini tidak pernah di perintah oleh siapa pun. Tapi sekarang karena sikap ikut campurnya dan sikap sok menjadi pahlawan, TOP harus menahan emosinya untuk menuruti permintaan sekaligus ancaman pembuat masalah, Woobin.
Breeem…
Breem…Nggeeeng… Dengan sorot kemarahan ia menarik gas motornya berkali – kali, seakan menyuruh motor sport ini dalam hitungan detik bisa membawanya ke tempat tujuan tepat waktu.
[TOP side| beberapa menit yang lalu]
.
Syuuung…Wiiingss…TOP melempar sebuah piringan berbahan plastik ke langit – langit dengan kuat hingga Captain yang melihat piringan itu terbang melayang hingga keluar rumah langsung bergerak lincah untuk mengejarnya.
"Jangan pulang sebelum kau menemukannya,hahahaha." Tawa jahat TOP mengerjai sang anjing. Setelah terlepas dari introgasi menyeramkan sang ayah dan ibunya, TOP pun mengajak Captain bermain di taman depan rumahnya.
Drrrrrt…. Merasakan getaran ponselnya, TOP dengan wajah berharap bahwa yang menelfon adalah sang kekasih dengan cepat merongoh saku celananya dan ia pun menyerngit ketika melihat nomor tidak dikenal menghubunginya.
"Datang ke xxx dalam waktu 25 menit." PIIIP… Telefon mati begitu saja membuat TOP menatap ponsel miliknya dengan tatapan 'Siapa ini ? dasar gila, tidak jelas.'
Namun, tidak lama si penelfon tidak jelas itu menghubungi ponsel milik TOP kembali dan TOP pun mengangaktnya dengan malas.
"Aku lupa bilang, ini aku Woobin. Jangan lupa simpan nomor ku dan ku peringatkan, jika kau telat semenit… aku akan mencabik – cabik pakaian Yesung dengan gunting." PIIIP… telefon terputus lagi.
"YAAAAK! BRENGSEK! AWAS KAUUU." Teriak TOP geram dan murka pada ponselnya yang sudah mati, Captain yang baru saja masuk ke dalam rumah dengan kondisi mengigit mainannya langsung tekejut saat melihat majikannya sedang marah.
[TOP side END]
.
.
[Back Woobin Side]
.
PLATAAK….bola bundar berwarna merah dengan nomor 8 berhasil di sodok oleh Woobin hingga masuk ke dalam lubang. Kini ia pun berpindah posisi setelah melihat peluang bola bilyard mana yang memiliki peluang berhasil. Sekali lagi dia menyodokan bola bundar tersebut hingga menggelinding masuk ke dalam lubang.
PLATAAK….bersamaan dengan masuknya lagi bola tersebut, tamu yang di tunggu pun datang. Dengan nafas terenggah – enggah dan sorot mata tajam, TOP menatap Woobin.
"Dimana Yesung ?!."
"Mungkin di rumah sedang tidur nyenyak." Jawab Woobin santai sambil tersenyum, merasa dirinya di bodohi oleh Woobin. TOP pun sudah tidak bisa menahan emosinya lagi, dengan cepat TOP mendekati Woobin.
Grebb….Tanpa basa basi TOP langsung mencengkram kerah baju Woobin dan memukulnya hingga Woobin tersungkur kebawah.
"Jangan ada yang bergerak (maju) sebelum ku suruh." Perintah Woobin ketika melihat beberapa anak buahnya ingin memukul TOP. Sambil memegang pipi kanannya yang habis di pukul TOP, Woobin perlahan bangun dan duduk disebuah sofa merah cukup besar lalu mengambil handuk berisi batu es yang dibawakan oleh Jongsuk dan menempelkannya ke pipi.
"Sekali lagi kau membuat lelucon seperti ini, maka tamatlah riwayat mu." Gumam TOP dengan tatap sinis dan tajamnya.
TAP… TAP… Baru beberapa langkah TOP berjalan meninggalkan tempat Woobin, terdengar gelak tawa yang semakin lama tawanya semakin keras.
"Bukankah kau menawarkan diri untuk bermain (berkelahi) dengan kami, apa kau lupa ?." Dan, TOP pun berbalik untuk menatap Woobin, lalu di liriknya beberapa pria yang ada di ruangan. TOP yakin mereka semua yang ada disini bukanlah murid sekolah. Karena, terlihat jelas sekali dari tato – tato dan tubuh besar mereka semua tidak lazim untuk ukuran anak sekolahan.
"Baiklah, tapi aku tidak suka keroyokan." Ucap TOP sembari melepaskan jaket kulit hitamnnya. Padahal waktu masih menunjukkan pukul 11:30AM, tapi TOP sudah harus menemani mereka bemain (berkelahi).
TAP… Dengan tangan kosong, tanpa perlengkapan apapun. TOP siap kapan saja untuk bermain dengan mereka. Sekali jentikan jari Woobin, satu pria bertubuh besar dengan gambar tato naga di dadanya maju untuk menjadi lawan pertama TOP.
"Kenapa bukan kau saja yang melawan ku ? apa kau takut."
"Hahaha, hanya belum saatnya saja." Sambil duduk santai di sofa besarnya sembari menikmati minuman dinginnya, Woobin kini terlihat seperti raja Romawi yang sedang menikmati pertunjukan Gladiator yaitu pertunjukan perkelahian antara manusia dengan manusia atau binatang buas.
BUUUKK… Tanpa membuang waktu, TOP langsung meninju perut lawannya. Jika biasanya sekali serang TOP dapat menjatuhkan lawannya tapi kini sepertinya berbeda. karena, sang lawan yang baru saja ia pukul tidak menunjukkan respon apapun, minimal berteriak kesakitan begitu. Namun, bergerak sedikit dari tempatnya berdiri saja tidak.
"Dia adalah mantan atlit pesumo negara Jepang." Jelas Woobin memperkenalkan lawannya pada TOP. Ternyata keputusan Woobin mengambil mantan pesumo yang sering terlibat masalah (kriminal) tidak buruk.
"Oh, kalau begitu bagaimana dengan ini…."
DUUUAGHH…dengan memutarkan badannya, TOP menendang leher samping lawan dengan gaya khas anak karate. Dan, see… serangan tiba – tiba dan kombinasi akan kekuatan yang di miliki oleh TOP membuat leher pesumo tersebut untuk beberapa hari ke depan tidak akan bisa menoleh dengan baik. Sepertinya TOP sudah sedikit mempelajari gerakan menyerang karate dari Kyuhyun.
"Siapa lagi berikutnya ?." Tantang TOP membuat Woobin sedikit menyeringai, ternyata TOP memang bukan lawan kelas teri.
.
.
[ Back To Yesung & Hyuna | 08:00PM ]
.
TAP…
TAP…
"Hyuna, cepatlah sedikit naik tangganya… haah...haah." Perintah Yesung yang sedang berusaha menaiki anak tangga rumah susunnya satu persatu atau bahasa kerennya apartement.
"Wae ?."
"Karena pantat mu di depan wajah kuuu!." Teriak Yesung kesal pada pantat sexy Hyuna yang bergerak ke kiri dan ke kanan, jika saja Yesung adalah pria mesum sudah di pastikan pantat Hyuna habis karena ia pegang dari tadi.
"Sudah ku bilang berapa kali pada mu, jangan pakai celana jeans terlalu ketat."
"Tapi, ini kan celana oppa, ukuran celana jeans kita kan sama."
'Benar juga, jangan - jangan waktu aku pakai juga terlihat seperti Hyuna.' Batin Yesung yang malu sendiri.
"Sudahlah, pokonya cepat jalan." Omelnya lagi sambil mengangkat paper bag berjumlah lima di tangan kanan dan kiri hasil berburu pakaian Hyuna di mall tadi. Dari sekian banyak paper bag yang ada, Hyuna hanya membawa satu paper bag mini yang isinya parfum dan bedak saja. Ckckck.
"Oppa, aku ingin ke kamar mandi…aku duluan ne." Hyuna yang kebelet ingin buang air kecil pun meninggalkan sang kakak begitu saja membuat Yesung berdecak sebel. Setelah naik dengan penuh perjuangan, akhirnya ia sampai di lantai tempat ia tinggal yaitu lantai empat.
"Kenapa kau berjongkok di depan pintu, Hyuna ?." Seru Yesung ketika melihat sang adik bukannya masuk ke dalam rumah malah berjongkok di depan pintu.
"Jangan – jangan kau menunggu oppa ya, uuh~… manisnya (sikap) adik ku ini…" Mendengar ucapan Yesung, Hyuna yang masih memunggungi Yesung memutar bola matanya malas, lalu perlahan Hyuna bangun dari jongkoknya dan menggeser tubuhnya ke samping.
BRUUUK… Semua paper bag yang Yesung bawa terjatuh, Yesung terkejut karena dirinya melihat sosok pria yang ia kenal sedang duduk bersandar di depan pintu mereka dalam keadaan kedua matanya tertutup rapat.
"Se-seung Hyun." Panggil Yesung lirih sambil sedikit menepuk bahu TOP agar ia bangun dan tidak bersandar di depan pintu rumahnya.
"….." Nihil, TOP tidak membuka matanya sama sekali.
"Seung Hyun! Andweee….Kenapa kau mati di depan rumah kuuu!." Akhinya Yesung mengambil kesimpulan sendiri dan hasil kesimpulan itu membuat Yesung menjadi histeris dan panik. Hyuna yang sedang melihat sang kakak sudah berlinangan air mata karena tidak kuasa melihat pacarnya, ekhem… mati hanya menghela nafas.
"Nggh ? kau sudah pulang." Sambil mengucek – ngucek kedua matanya dengan tangan, pangeran TOP pun perlahan bangun dari tidur tampannya. Tidur ? Yah… TOP tidak mati, ia hanya tertidur karena pada waktu dia datang ke tempat Yesung tiga jam lalu, dirinya yang lelah sehabis bermain (berkelahi) dengan pasukan Woobin yang berdurasi lima jam itu, akhirnya tertidur di sela menunggu kekasihnya pulang.
"Pabo, Oppa…" Hanya dua kata yang keluar dari bibir sang adik, Kim Hyuna.
.
.
"Kenapa kau tidak menghubungi ku, aku kan bisa pulang lebih cepat tadi."
"…."
"Kemarin wajah mu masih bagus (tampan), kenapa sekarang ada goresan luka (bibir sedikit robek) ?."
"….."
"Lihat ini…tulang jari tangan kanan mu berdarah."
Bertubi – tubi Yesung terus mengoceh pada TOP layaknya ahjumma yang sedang memarahi anaknya yang telah berbuat salah. Mungkin jika di dalam komik, ocehan Yesung akan terlihat sedikit mengeluarkan api seperti naga disela ocehannya.
TUK… Hyuna meletakan segelas teh dingin di depan TOP, hingga Yesung yang sedang mengoceh menjadi terhenti tanpa alasan. Apakah ada yang salah, bukankah TOP adalah tamu disini jadi Hyuna harus memberikan suguhan bukan ?.
"Thank you Hyuna."
"Urwell, oppa." Melihat moment adik perempuan dan kekasihnya saling melempar senyum manis seperti drama, Yesung pun menatap TOP dan Hyuna bergantian.
"Masuk kamar sana!." Akhirnya sang kakak mengeluarkan perintah mutlaknya, sedangkan Hyuna yang mendengar perintah sang kakak hanya bisa tertawa sambil menutupi mulutnya dengan nampan mini yang ia bawa. Yesung yang sedang cemburu itu sangatlah lucu.
"Baiklah… Jika TOP oppa butuh sesuatu, aku ada dikamar, Oceey~." Goda Hyuna dengan menggedipkan sebelah matanya ke arah TOP, TOP yang melihat kejahilan adik Yesung hanya terkekeh di sela minumnya.
"YAK! Iblis kecil ini…ma-."
"BAIIIIK!."
Wuuushh…Sambil membawa paper bag miliknya, Hyuna lari sekencang mungkin untuk masuk ke dalam kamar sebelum sang kakak menyelesaikan kalimatnya.
.
.
Dengan telaten Yesung memperban luka di tangan kanan TOP lalu tidak lama memberikan obat di sudut bibir TOP seperti biasanya.
"Aku ini bukan perawat pribadi mu tahu." Protes Yesung yang setiap TOP terluka selalu dia yang mengobati.
"Tapi kau kan kekasih ku, bukan kah tugas seorang kekasih harus merawat pacarnya yang sedang terluka." Blush….Balasan kalimat TOP membuat Yesung memerah, TOP ini kenapa pandai sekali dalam mengombal dan membalikan kata yang Yesung sendiri tidak bisa melawannya.
"Kau tidak mau mengatakan siapa yang membuat mu begini padaku, eum ?." Sedih Yesung saat TOP tidak mau memberitahukan kepada dirinya, siapa pelaku yang sudah membuat ia terluka seperti ini.
"Tidak, ini urusan pria."
"Yak! aku kan juga pria." Kali ini Yesung mempoutkan bibirnya kesal karena TOP tidak menganggap ia seorang pria, walaupun ia tidak semanly TOP. Melihat sang kekasih ngambek, TOP pun perlahan menaruh sikunya di atas meja.
"Baiklah, jika kau menang adu panco melawan ku. Ku anggap kau pria, bagaimana ?." Gleg… melihat posisi tangan TOP yang sudah siap di atas meja, Yesung pun hanya tertawa kikuk. Adu panco dengan kekasihnya ? yang benar saja, tentu saja Yesung akan kalah telak hanya dalam dua detik.
"Ah… maaf, lengan ku sedang tidak dalam kondisi baik karena tadi membawa banyak paper bag. Bukan kah pria sejati tidak melawan musuh yang sedang lemah."
"Lie…"
"Hahahahha…iyaa iyaa,hahaha maafkan aku hahahha." Tawa Yesung meledak seketika saat TOP menyerang (menggelitik) pinggangnya secara brutal. Ini adalah hukuman Yesung ketika ia banyak alasan untuk menghindari situasi.
Krrryuuuk… terdengar suara dari salah satu perut mereka (TOP atau Yesung) disela sesi hukuman. Merasa bukan suara miliknya, Yesung perlahan menahan tawanya saat melihat wajah malu TOP yang sedang disembunyikan dengan sangat baik olehnya sekarang.
"Kau lapar ? aku akan membuatkan mu ma-." TEEEET….terdengar bel rumah Yesung di tekan. Di liriknya jam mungil di dekat TV, sudah jam setengah sembilan siapa yang bertamu kerumahnya ? ingat dirinya belum membayar air pada Ibu pemilik rumah susun, Yesung dengan langkah cepat membuka pintu dan langsung menyodorkan sejumlah uang.
"Mianhae Bibi Han, aku lupa me… Ki – Kibum Hyung!." Terkejut Yesung melihat sosok di depannya ternyata bukan perempuan berbaju daster dengan banyak roll rambut yang biasanya menagih uang bayaran pada penghuni rumah susun.
"Ke-kenapa kau kemari, Hyung." Dengan sedikit panik dan gugup Yesung menatap Kibum dan melirik ke arah dalam rumahnya, Yesung seperti tidak ingin TOP yang saat ini berada di rumahnya bertemu dengan Kibum.
SRAAK… Kibum mengangkat kantong plastik putihnya tinggi – tinggi.
"Ini dari Ayah…tadi pagi ayah melihat mu pergi ke pemakaman, jadi beliau menyuruhku memberikan kalian bubur untuk mu dan Hyuna." Jelas Kibum menyerahkan plastik berisi bubur pada Yesung.
"Gomawo hyung, akh…tunggu."
"Wae ?." Bingung Kibum saat dirinya ditahan untuk masuk ke dalam rumah Yesung.
'Apakah ada seseorang di dalam, sehingga Yesung….tidak membiarkan ku masuk.' Curiga Kibum yang kecurigaannya adalah benar. Pasalnya, sikap Yesung sekarang seperti tidak biasanya dengan menahan (melarang) Kibum masuk. Biasanya, Kibum sudah biasa keluar masuk ke dalam rumah Yesung. Bukankah sejak kematian orang tua Yesung, keluarga Kibum yang mengurus dan menjaga mereka berdua.
"Apa kau sedang bersama laki – laki di dalam rumah ?." Dheg…Tebakan Kibum membuat Yesung langsung mengalami panic attack.
"A-anu…" Yesung tidak harus mengatakan apa ke Kibum sekarang. Karena, jujur Yesung belum siap untuk mengatakan pada cinta pertamannya bahwa ia sudah memiliki pacar.
TAP…TAP… langkah kaki dari dalam rumah terdengar mendekat, membuat Yesung yang mendengar semakin panik.
"Yesung…" Tamatlah riwayatnya sekarang.
.
.
"A-anu… Kibum Hyung, perkenalkan dia Seung Hyun." Ucap Yesung memperkenalkan siapa pria yang saat ini berada di sampingnya. Dengan duduk bersila, TOP menatap Kibum dengan datar.
"Senang bertemu dengan mu TOP." Senyum Kibum seperti biasanya, TOP yang mendengar Kibum memanggil namanya dengan nickname T.O.P menyerngit bingung. Dari mana pria di depannya itu tahu.
"Kau mengenal ku ?."
"Aku mengenal mu karena Kyuhyun dan Siwon banyak cerita tentang mu."
"Oh." Hanya dua huruf TOP membalas ucapan panjang lebar Kibum. Kini suasana menjadi tidak enak dan sedikit canggung membuat Yesung menjadi serba salah. Di liriknya TOP dan Kibum saat ini, dimana Yesung berada di tengah mereka berdua.
"Apa kalian berpacaran ?." Tanya Kibum memecahkan keheningan di antara mereka bertiga.
"Menurut mu ?." Cup… Dengan berani, TOP mengecup salah satu pipi Yesung di depan Kibum tanpa permisi dan perlahan memeluk Yesung dari samping secara possesif, membuat Yesung mau tidak mau hanya bisa terdiam dan pasrah dengan wajah memerah karena super malu, berdebar – debar dan tidak tahu harus bagaimana.
Melihat TOP telah mengecup pipi Yesung dan memeluknya, Kibum hanya tertawa renyah dan tersenyum hangat namun tidak lama senyuman hangat itu entah kenapa berubah menjadi aura…dingin.
"I see…Apa kau tahu Jong Woon sangat menyukai nama Yesung karena itu pemberian dari ku…." Seperti tidak punya dosa, dengan senyum santai khas seorang Kim Kibum, ia mengatakan hal tersebut di depan TOP.
"Bummie hyung, apa yang ka-."
"Lalu kenapa ? apakah aku harus kaget dan bilang wow pada mu." Potong TOP menyela ucapan Yesung. Sungguh jika TOP boleh jujur, saat ini hati TOP panas saat Kibum membanggakan dirinya.
"Hahaha…tidak perlu, Yesungie kenapa kau tidak bilang..."
"Bilang apa ?." Bingung Yesung sambil memiringkan kepalanya ke kanan.
"Kalau kau menyukai ku." Dheg… Kaget TOP dan Yesung saat mendengar penuturan Kibum.
"A-anu… Kibum hyung… a-aku…." Gagap Yesung karena pikirannya blank, sungguh Yesung tidak menyangka bahwa Kibum akan membuat Yesung terpojok dan serba salah seperti ini di depan TOP. Di pikiran Yesung saat ini begitu banyak pertanyaan yang terlintas, bagaimana bisa Kibum tahu bahwa ia menyukainya ? apakah mungkin Hyuna yang memberitahu Kibum ? Tapi itu tidak mungkin.
"Bagaimana jika aku mengatakan aku juga menyukai mu, Yesungie ?."
"MWOYAA! Kenapa tib-."
"Apa kau akan menerima ku dan memutuskan dia (TOP) ?." Tanpa memberi waktu pada Yesung untuk menyelesaikan bicaranya, Kibum terus melontarkan pertanyaan – pertanyaan yang semakin memojokkan Yesung.
Gyuut… Kepalan tangan mulai terkepal kuat dan rahang wajah mulai menggeras, itulah yang dilakukan TOP yang sebisa mungkin menahan emosinya. Sakit, sangat sakit sampai – sampai TOP terdiam karena jujur saja, bibir TOP terasa kelu saking sesaknya (sakit hati) mendengar perkataan Kibum.
'Brengsek.' TOP hanya bisa membatin, baru saja kemarin dirinya merasa senang karena kencan dengan orang yang selama 10 tahun ini ia cintai. Sekarang, apakah TOP harus mengorbankan (merelakan) cintanya, agar Yesung bersatu dengan cinta pertamanya (Kibum).
Tuhan, sesingkat inikah waktu yang kau beri untuk TOP memiliki Yesung ? Jika iya, TOP lebih memilih tidak bertemu dengan Yesung dan terus membenci Yesung seumur hidupnya dari pada ia hanya di permainkan seperti ini.
"Jawablah." Seru TOP dingin pada Yesung hingga menusuk ke relung hatinya.
"Seung Hyun…" Lirih Yesung yang rasanya ingin menangis saat melihat tatapan mata penuh luka dari TOP. Tidak ada yang tahu apa niat dan maksud Kibum mengatakan hal – hal tersebut pada Yesung di depan TOP sekarang. Mungkinkah Kibum cemburu dan sadar bahwa Kibum ternyata menyukai….Kim Yesung.
Siapa yang akan Yesung pilih ?
Kibum atau tetap dengan TOP ?
.
.
TBC
.
Author Note :
Hello… '-')/ masih adakah pembaca setia FF ini yang menunggu ?
Udah ga penasaran lagi kan kenapa Woobin selalu cari masalah sama Yesung^^
Dan, saya bingung si Hyuna kopelnya siapa XD
Mohon maaf untuk waktu publish yang lama ^-^), awal bulan kemarin saya wisuda jadi banyak hal yang harus diurus dan setelahnya saya liburan ke beberapa kota, hehehehe. Refreshing duluuu /-\
Terima kasih kepada :
Milaa cloudslocktesparkyu | Tiara Lau | Dan Harpa | Angel sparkyu | Kyutiesung | Eun810 | HaNa | Hiurashya sparkclouds | Deraelff | Kim rose | Rynsapphireblue | Hermonie kim | Aura kim | Ajib4ff | Cloud | Kys134 | Cloudsammy | Sukayesunguke | Leethakim | Jeremy kim84 | NoharaNabilla | Elfcloud22 | Hlyeyenpls | elfcloud | Cloud | Yesung ukeku | ELFturtlefish| LittleClouds | Choi Yewon11| Yeni926 | vipbigbang74 | Nur clouds | Aulchan12 | Olla | Sekarzane | Rikarika | Cimey | Dian417 | Rosita818 | Kyuwiw |
Aku ga tahu harus mengatakan apa, karena kalian semua sudah menyukai cerita ku. Aku seneng, kalian menceritakan kesan kalian yang senang, sedih, marah, girang, histeris sehabis membaca FF liar ku ini :" Terus support karya anak bangsa Indonesia, biar semangat buat FF ya *korban WebToon, hahaha :"v
Oke… segitu aja deh...
See You Next Story.
Sehat selalu untuk reader^^
Author
-Kimmie-
Jangan lupa kritik, saran dan komentarnya.
