hai minna ketemu lagi dengan saya Simon Say yang berganti nama jadi Phoenix Yusril

Phoenix hendak menshare kumpulan oneshot humor yang menurut Phoenix lucu.

oke langsung simak saja ya...

warning: usia chara dan summarynya akan berubah-ubah setiap cerita.

Usia chara :

Naruto: "7 tahun"

Hinata: "20 tahun"

Judul: "Nasib Malang Hinata Sebagai Guru Baru"

Summary: "Naruto adalah anak yang terkenal dengan kebodohannya. Naruto selalu berhasil mengerjai semua gurunya meskipun ia tidak bermaksud mengerjai sang guru. Dan yang paling membuat para gurunya kesal sekaligus tidak tega adalah Naruto selalu memasang wajah polos tanpa dosanya setelah tanpa sadar telah mengerjai mereka."

story start from now...

di sebuah sekolah dasar yang ada di desa Konoha...

terlihat di salah satu kelas sedang terjadi tanya jawab antara seorang guru baru berwajah cantik di sekolah dasar tersebut aka Hinata dengan para muridnya.

"Baiklah. Sasuke kun, jika bu guru memiliki 3 kue lalu ditambah 6 kue, jadi berapa kue yang sekarang ibu miliki ?" tanya Hinata kepada salah satu muridnya.

"Tentu saja kue yang ibu miliki akan jadi 9 bu." jawab Sasuke dengan gaya sok coolnya.

"Wah Sasuke kun pintar ya." ucap Hinata memuji Sasuke. sementara Sasuke hanya mendengus saat mendengar pujian sang guru baru.

"Lalu Naruto kun. Jika ibu memiliki 1 buah apel, lalu Naruto kun memberi 3 buah apel kepada bu guru, jadi berapa apel yang bu guru miliki setelah menerima pemberian dari Naruto kun ?" tanya Hinata dengan nada lembut kepada murid yang bersurai kuning jabrik.

"Hm..." Naruto terlihat berpikir keras.

"Jangan berpikir terlalu keras usuratonkachi. Nanti otakmu bisa mengeluarkan asap." ucap Sasuke mengejek Naruto.

kriiiinnngggg

Setelah berpikir agak lama tiba-tiba terdengar bunyi bel tanda pulang sekolah.

"Baiklah, Naruto kun pertanyaan dari bu guru tadi akan menjadi PR untuk Naruto kun." ucap Hinata dengan nada lembut kepada Naruto. "Besok bu guru akan menanyakan jawabannya." lanjut Hinata sambil tersenyum manis.

Setelah keluar dari sekolah Naruto masih berpikir keras tentang jawaban dari PR yang diberikan Hinata padanya sambil menunggu jemputan dari kakeknya yang berjanji akan menjemputnya hari ini.

"maaf Naru chan jika kakek membuatmu menunggu lama." ucap seorang orang tua berambut putih panjang dengan kisaran usia 50 tahunan saat ia berada di dekat Naruto. Ia tidak lain dan tidak bukan adalah Jiraiya aka kakek Naruto.

"Tidak apa-apa kek. lagian Naru chan juga baru keluar." jawab Naruto sambil tersenyum.

setelah itu mereka berdua berjalan menuju rumah keluarga Namikaze yang memang tidak begitu jauh dari sekolah dasar tempat Naruto belajar.

"Kakek bolehkan Naru chan bertanya ?" ucap Naruto saat di perjalanan.

"Memang Naru chan mau tanya apa ?" tanya balik Jiraiya sambil memandang Naruto.

"1 ditambah 3 sama dengan berapa kek ?" tanya Naruto yang mulai mengerti maksud pertanyaan si guru barunya.

Tiba-tiba sebuah mobil sport yang melaju kencang langsung membuat debu beterbangan di sekitar Naruto dan Jiraiya.

Jiraiya yang hendak menjawab pertanyaan Naruto langsung memaki sang pengendara mobil. "DASAR BR*NGS*K, B*JING*N, B*NGS*T !" ucap Jiraiya yang menyumpah serapah si pengendara mobil yang semakin menjauh.

"Oh..." ucap Naruto sambil manggut-manggut.

setelah sampai dirumahnya..

Naruto tidak menemukan kedua orang tuanya di dalam rumah. Jadi ia memutuskan untuk bertanya kepada para kakaknya tentang jawaban PR nya.

Naruto berjalan menuju kamar Kyuubi aka kakak tertuanya untuk bertanya tentang jawaban PR yang diberikan Hinata padanya.

"Kyuubi Nii san, 1 ditambah 3 sama dengan berapa ?" tanya Naruto pada sang kakak aka Kyuubi.

"TSUNADE SAMA BEGO !" teriak Kyuubi yang sedang menelepon seseorang sambil membelakangi Naruto.

"Oh..." ucap Naruto sambil kembali manggut-manggut.

Setelah bertanya pada Kyuubi, Naruto berjalan menuju kamar kakak keduanya aka Menma.

"Menma nii san 1 ditambah 3 sama dengan berapa ?" tanya Naruto pada Menma.

"LOE KIRA GUA TAKUT APA ?!" ucap Menma yang ternyata sedang asik bermain game fighting dengan temannya.

"Oh..." lagi-lagi Naruto hanya manggut-manggut.

Akhirnya ia berjalan menuju kamar kakak perempuannya sekaligus kakak ketiganya yang tidak lain adalah Naruko.

"Naruko nee chan, 1 ditambah 3 berapa ?" tanya Naruko pada sang kakak perempuan.

"Oh betapa teganya dirimu, mengusir diriku yang suci ini." ucap Naruko dengan wajahnya yang memelas. Ia sedang berusaha mengahayati puisi yang tengah ia baca.

"Oh..." Naruto manggut-manggut lagi. setelah itu ia berjalan menuju kamarnya sambil tersenyum puas. Ia tidak sabar menunggu besok saat Hinata menanyakan jawaban dari PR yang diberikan padanya.

keesokan harinya di sekolah dasar Konoha, lebih tepatnya di kelas Naruto...

"Selamat pagi anak-anak." ucap Hinata dengan nada ceria.

"Pagi bu..." jawab semua murid di kelas yang sedang di ajar Hinata.

"Baiklah Naruto kun apakah kamu sudah mengerjakan PR yang ibu berikan kemarin ?" tanya Hinata kepada Naruto.

"Tentu saja sudah bu." jawab Naruto percaya diri.

"Baiklah kalau begitu, berapa jawabannya ?" tanya Hinata kepada Naruto.

"DASAR BR*NGS*K, B*JING*N, B*NGS*T !" jawab Naruto menirukan perkataan Jiraiya.

"NARUTO KUN SIAPA YANG MENGAJARIMU BERUCAP KASAR SEPERTI ITU ?!" tanya Hinata yang langsung naik pitam dengan nada tinggi.

"TSUNADE SAMA BEGO !" jawab Naruto menirukan perkataan Kyuubi.

"APA ?! JAGA MULUTMU NARUTO KUN ATAU NANTI IBU PUKUL !" ancam Hinata kepada Naruto.

"LOE KIRA GUA TAKUT APA ?!" balas Naruto menirukan perkataan Menma.

"NAMIKAZE NARUTO KELUAR DARI KELAS SEKARANG !" ucap Hinata dengan 3 perempatan di kepalanya.

"Oh betapa teganya dirimu, mengusir diriku yang suci ini." ucap Naruto menirukan perkataan Naruko dengan wajah yang super memelas seperti se ekor anak kucing yang dibuang pemiliknya.

Hinata jadi tidak tega sendiri saat melihat wajah memelas Naruto. Akhirnya ia berpamitan kepada muridnya untuk ke kamar mandi.

sesampainya di kamar mandi ia langsung memukuli dinding kamar mandi yang tidak bersalah untuk melampiaskan emosinya. pukulannya menimbulkan retakan disana sini.

"ughh Naruto kunnn jika kau bukan anak kecil kau pasti sudah bernasib sama dengan tembok ini." ucap Hinata dengan penuh penekanan sambil terus memukuli tembok kamar mandi.

FIN

Maaf minna jika humornya gak lucu.

Tapi Phoenix akan terus berusaha membuat kumpulan oneshot humor buat readers fanfic ini.

maaf jika banyak typos, ooc, dsb...

Mind to R and R minna ?

saya ucapkan terima kasih buat kalian yang menyempatkan waktu untuk membaca fic gaje saya.

hehehe...