"Mingyu-ya, kau tidak ingin menghampiri Somi? Dia sudah menunggumu sejak satu jam yang lalu di bench."
Mingyu yang sedang membenarkan sepatunya, melirik ke arah pandang Soonyoung, tempat seorang gadis cantik bernama Jeon Somi sedang duduk dan tersenyum ke arahnya.
Ah, Somi.
Mingyu sama sekali tidak tertarik dengan gadis itu.
"Aku tidak menyuruhnya menungguku," ujar Mingyu seraya menegakkan tubuh. "kalau kau kasihan padanya, katakan saja tidak ada gunanya menungguku latihan."
Soonyoung mengembuskan napas melihat tingkah temannya itu. Soonyoung melirik Somi, menimbang-nimbang apakah akan memberitahunya. Tetapi, sosok laki-laki yang tiba-tiba melintasi lapangan saat itu lebih menarik baginya. Soonyoung langsung menahan Mingyu yang hendak pergi.
"Ha! Itu Wonwoo! Kau mencarinya kan?" ujar Soonyoung, membuat Mingyu menoleh ke arah pandang lelaki itu.
Itu memang benar Jeon Wonwoo.
Mingyu langsung menepuk bahu Soonyoung, "Aku pergi sebentar."
"Ya, ya! Kim Mingyu! Mau kemana kau? Kita masih latihan!"
Tapi Mingyu sama sekali tidak menggubris teriakan Soonyoung. Somi yang melihat Mingyu berlari pergi dari lapangan pun jadi berdiri dan menatap bingung Kepala Kedisiplinan itu.
"Mingyu pergi kemana?" Suara Seungcheol menyentak Soonyoung. Pemuda bermata sipit itu mengedikkan bahu.
"Kurasa ia mengejar pemuda bernama Jeon Wonwoo."
*
Wonwoo sedang menuju gerbang sekolah setelah pelajaran terakhir, ketika tangannya ditahan oleh seseorang. Wonwoo tertegun dan menoleh. Matanya langsung membelalak begitu melihat sosok Kim Mingyu berdiri di hadapannya.
"K-kau..."
"Sekarang kau tidak bisa kabur lagi," ujar Mingyu. "aku harus meminta beberapa penjelasan darimu."
Belum sempat Wonwoo memprotes, Mingyu telah menariknya ke sudut sekolah yang sepi, tepatnya di belakang sekolah, dekat dengan kolam ikan.
"A-apa yang kau inginkan?" tanya Wonwoo begitu Mingyu melepaskan cekalannya.
Mingyu menarik napas, "Kenapa kau menciumku? Aku tidak mengerti kenapa kau melakukannya. Kita bahkan tidak saling mengenal." Yeah, walau Mingyu senang Wonwoo melakukan hal itu.
Wonwoo menelan ludah, "Aku... itu... aku..."
"Apa kau memang senang mencium orang sembarangan?"
"Tidak!" Wonwoo mengatakannya begitu cepat, sampai membuat Mingyu menyipitkan mata. Wonwoo segera berdeham dan berbicara dengan suara yang lebih tenang. "tidak. Aku tidak mencium orang sembarangan."
"Lantas kenapa kau menciumku?"
"Ah, bilang saja kau suka dengannya."
Wonwoo teringat perkataan Jinyoung padanya. Tapi, bagaimana mungkin ia menyatakan perasaannya yang jelas-jelas tidak dirasakannya pada Kim Mingyu? Bagaimana kalau Mingyu salah paham?
"Aku... aku..."
Mingyu menunggu.
"Aku menyukaimu."
Mingyu mengernyit, tertegun. "Apa?"
Wonwoo menarik napas dan menatap manik mata Mingyu, berusaha tidak terlihat gugup. "Aku menyukaimu. Maka dari itu aku menciummu."
Mingyu terdiam.
"Lupakan saja kejadian ini," lanjut Wonwoo. "anggap saja kita tidak pernah bertemu. Anggap saja aku tidak pernah menciummu, oke? Aku tidak akan mengganggumu lagi. Akan kupastikan tidak akan pernah muncul di hadapanmu lagi."
Wonwoo membungkuk sebagai salam perpisahan, kemudian berbalik hendak pergi. Namun, lagi-lagi tangannya dicekal.
"Kenapa aku harus melakukan hal itu?" Suara Mingyu membuat Wonwoo tertegun. Ia menoleh, menatap lelaki tampan itu dengan mata mengerjap-ngerjap bingung.
"Eh?"
"Kenapa aku harus melupakan kejadian itu?"
"Ah, itu... kupikir kau... kau tidak suka kalau..."
"Bagaimana kalau kita jadian?"
Kini Wonwoo melotot, "Eh?!"
"Kau bilang kau suka padaku. Kurasa tidak ada salahnya pacaran denganmu."
"Aku... itu..." Sungguh, ini bukan rencana Wonwoo. Ia hanya ingin tidak terlibat dengan manusia seperti Mingyu.
"Akan kuantar kau pulang," Mingyu sepertinya mengabaikan Wonwoo. "tunggu aku beberapa menit lagi. Aku akan mandi sebentar dan berganti."
Wonwoo membuka mulut hendak menolak, namun Mingyu sudah pergi meninggalkannya. Wonwoo menutup mulutnya sambil meringis.
Kenapa malah seperti ini?
Kenapa ia justru menjadi pacar Mingyu?
Oh astaga, bagaimana mungkin ia bisa pacaran dengan manusia?!
