Minna, ketemu lagi dengan Kisa! Gimana? Kangen ngga sama aku? /ngga tuh/

Hidooo T~T! hehehe, becanda aja kok.

Makasih ya buat LeafandFlower, kurohime, dan Indrikyu88 udah ngereview fictku. Kalian baik banget sih sampai langganan review. Sampai hapal loh aku. Hehehe.

Betewe, kalo melihat review kalian emang bener sih kalau doa Tetsuya itu memang imut dan kayaknya perkembangannya jauh lebih bagus dibanding Akashi dan Yuna. Halo Yunaaa! *melambai*

/Yuna blushing kuadrat/

Yep, daripada banyak bacot mending kita mulai aja sekarang di teekaaPE!

.

.

.

.

Kuroko no Basuke

Disclaimer: Fujimaki Tadatoshi

.

.

.

.

Warning: typo(s), OC, OOC, I don't take any advantage by this fanfiction.

Pada hari Minggu jam 08.00 a.m

Gadis rambut krim itu menghentakkan kakiknya dengan gelisah. Sesekali ia memandang layar ponselnya dan menunggu balasan pesannya masuk. Dan kadang ia menoleh kesana kemari untuk melihat apakah orang yang ia tunggu datang. Shirou menggunakan terusan berwarna biru muda dengan memakai leging warna hitam untuk menutupi kaki jenjangnya dan terakhir ia memakai boots bewarna biru muda yang memiliki aksen manis. Tak lupa ia memakai tak kecil selempang bertengger dari bahu kanan hingga pinggang kirinya yang berwarna cokelat muda.

Dalam diam ia mengayun-ayunkan kakinya dan mengenai dinding air mancur. Ya, Shirou sekarang sedang duduk di pinggir kolam air mancur menunggu teman-temannya datang. Kalau saja kemarin ia tidak bersama Hanji dan bertemu dengan Kuroko dan Kagami, mungkin tak akan begini jadinya. Mana sampai double date segala pula.

"Padahal baru saja kenalan, tapi sudah begini jadinya…"gumam Shirou.

"Itu sih tak masalah asalkan ramai yang datang,"sahut seseorang tepat di depannya.

Shirou pun terhentak kemudian ia mengadahkan kepalanya dan menatap orang yang menyahutnya.

"Halo,"

"Huwaaa!"teriak Shirou kaget. Saking kagetnya bahkan ia terlonjak ke belakang.

Dengan sigap Kuroko langsung menarik tangan Shirou dan menyelamatkannya. Namun parahnya, Kuroko sampai memeluk Shirou saking paniknya. Dan tentu saja jantung Shirou langsung berpacu cepat seperti lari maraton. Dalam pelukan Kuroko, Shirou mencium aroma vanilla yang manis dibalik bajunya.

"Ah, ma-maaf…"ucap Shirou menjauh dari Kuroko.

"Kamu tidak apa-apa?"tanya Kuroko khawatir.

"Uhm…tak apa,"jawab Shirou merona merah. Bahkan telinganya pun ikut memerah.

Kuroko menatap intens gadis surai krim yang lebat di depannya. 'Manis sekali…'batinnya.

"Uhm…Kagami-kun belum datang?"tanya Shirou membuka pembicaraan.

"Belum tuh. Bagaimana dengan Hanji-san?"

"Dia juga belum,"

Tiba-tiba ponsel keduanya berdering bersamaan. Shirou pun membuka ponselnya dan melihat panggilan masuk yang tertera di layar ponselnya.

"Hanji-san?"gumam Shirou.

===Percakapan Shirou dan Hanji===

"Shirou-chaaaan!"

"Eits! Hanji-san! Pelan-pelan kenapa menggilnya? Sakit telingaku tahu!"ujar Shirou kesal sambil menutup telinganya dengan telunjuknya.

"AAA, maaf. Kayaknya hari ini aku ngga bisa datang deh. Aku harus bantu ibuku belanja. Maaf banget ya sayaaang," ujar Hanji dengan nada memelas.

"Yah, bagaimana sih? Kan kemarin kamu yang minta janjian. Hanji jahat ah, aku mewek (?) nih,"

"Adduh, pokoknya maaf banget yah. Aku harus buru-buru nih, Ibuku udah mulai ngamuk tuh, dah ya!"

"Hanji-"

Tuut tuut tuuut

===Percakapan Kuroko dan Kagami===

"Hoaahm…Kuroko. Sori hari ini aku ngga bisa ikut double datenya. Aku disuruh Alex jemput di stasiun kereta."

"Kagami-kun, kupastikan besok aku bawa Nigou ke lapangan dan kamu bakal keliling sepuluh kali,'ancam Kuroko

"Oi! Kuro-"

Tuut tuut tuut

===Percakapan pun selesai===

Keduanya pun mengakhiri pembicaraan mereka dengan teman ponselnya. Shirou pun menghela nafas dan mengernyitkan alisnya bingung. Begitu juga dengan Kuroko. Kini mereka tak tahu harus berbuat apa setelah ini. Tapi pastinya mereka tidak mungkin pulang ke rumah masing-masing dengan tangan hampa, kan ngga lucu jadinya.

Kuroko pun berfikir, lalu melihat sekelilingnya. Melihat Kuroko yang seperti itu, Shirou pun membuka percakapan.

"Maaf ya, jadinya malah kayak gini. Apa jangan-jangan Kagami-kun juga tidak datang?"tanyanya.

"Iya, dia tidak datang. Aku pun juga minta maaf kalau jadinya malah begini,"ucap Kuroko sambil tersenyum simpul.

"Uhm..ngga apa-apa kok,"sahut Shirou sambil mengangguk pelan.

"Ano…"

"Hm?"

"Bagaimana kalau kita jalan-jalan saja dulu? Mungkin bisa dibilang kencan biasa, eh, maksudku sih bukan kencan juga sih. Anu, akan lebih baik kalau kita jalan langsung daripada nanti pulang dengan tangan hampa. Eerr….begitulah, maaf…"jelas Shirou dengan nada tergagap saking malunya sampai akhirnya ia pun menundukkan kepalanya karena malu.

'Manis sekali Shirou ini…'batin Kuroko yang sebenarnya sedikit tersipu, namun karena wajahnya yang cenderung datar ronanya pun bisa disembunyikan.

'Tak apa, Shirou-san. Anggap saja ini kencan pertama kita hari ini. Aku akan senang jika jalan-jalan bersamamu. Lagipula sayang sekali kalau hari Minggu dihabiskan di rumah saja,"ujar Kuroko.

Shirou tercengang dengan kata-kata Kuroko, ia pun tersenyum dan mengiyakan ajakan itu.

"Baiklah, umm...bagaimana kalau kita ke cafe langgananku dan Hanji? Disana menunya unik, tapi harganya cukup murah kok,"usul Shirou.

"Boleh, ayo saja,"sahut Kuroko.

Mereka pun berjalan menuju cafe yang dituju.

.

.

.

.

.

.

"Nah, ini dia tempatnya,"ujar Shirou.

Kuroko pun mendongak ke atas untuk melihat papan nama cafe tersebut. Tertulis cafe itu bernama 'Hello Cafe' dengan dekorasi seorang wanita koki melambaikan tangannya pada pengunjung yang melihatnya. Kuroko mengangguk pelan melihat suasana cafe tersebut.

"Masuk, yuk!"ajak Shirou.

Kuroko mengangguk kemudian masuk berbarengan ke dalam cafe. Setelah masuk ke dalam cafe, mereka mencari tempat duduk untuk dua orang. Saat itu juga seorang pelayan wanita menghampiri mereka.

"Mau duduk sendiri kah, Nona?"tanya pelayan tersebut.

"Umm..maaf, saya berdua sama teman saya,"jawab Shirou.

"Eh? Bukannya Nona sendiri saja?"

"Maaf, ini teman saya,"ucap Shirou sambil menarik pelan lengan Kuroko. Barulah si pelayan menyadari bahwa Kuroko sudah berada di dekatnya dari tadi.

"A-ah...maaf, maaf. Saya baru menyadari kalau Tuan ini sudah ada di sini dari tadi. Maafkan saya!"ucap pelayan sambil membungkuk dalam-dalam.

"Ti-tidak apa-apa..."jawab Shirou dan Kuroko berbarengan.

"Baiklah kalau begitu, mari ikut saya,"ucap pelayan tersebut dengan wajah memerah karena malu.

Mereka pun berjalan menuju meja yang ditunjukkan oleh pelayan. Akhirnya mereka mendapatkan tempat duduk di lantai dua dekat jendela. Kuroko dan Shirou pun duduk berdua di situ. Terlihat suasana cafe tersebut sangat sederhana, namun pada pagi itu sudah ada beberapa pasangan remaja yang duduk mesra di lantai dua tersebut. Bahkan suasana mesra itu makin terasa dengann diiringi musik cafe yang mengalun lembut. Shirou melihat sekelilingnya dengan gugup dan gelisah bila bertatapan langsung dengan Kuroko.

Bagaimana tidak gugup? Ia sekarang sedang berkencan dengan orang yang baru saja ia temui dua kali secara kebetulan di tempat yang sama. Padahal ia sama sekali tidak menginginkan kejadian yang tertulis di novel romantis kesukaannya sekali pun.

"Ano...Shirou-san,"

"Eh? Y-ya?'

"Kamu gugup?"tanya Kuroko.

"Ah...err, itu...iya sih, aku gugup -pake banget-"jawab Shirou kaku.

"Begitu ya..."

Kemudian, keduanya pun terhening.

===Pikiran Shirou===

Gawat,bagaimana ini? Suasananya jadi hening begini. Apa aku buka pembicaraan ya? Tapi mau bicara apa? Aku takut kalau nanti malah garing ceritaku.

===Pikiran Kuroko===

Sepertinya aku harus memilih topik pembicaraan, tapi aku harus bicarakan apa? Aku kan ngga mungkin bicara basket pada Shirou-san. Aku takut kalau nanti dia malah bosan dengan ceritaku.

Pikiran keduanya pun berkecamuk layaknya orang menelusuri labirin dengan enam perempatan -emang ada ya?-. Kemudian piikiran mereka buyar ketika seorang pelayan membawakan buku menu kepada mereka berdua. Shirou pun membuka buku menu tersebut dan membaca tiap nama makanan yang tertera di dalamnya.

"Oh ya, berhubung kami sekarang ada promo, kami menawarkan paket Lovey Dovey untuk yang berpasangan seperti kalian. Kalian bisa memesan menu apa saja yang tertanda dengan simbol hati disitu dan akan mendapat diskon 30% untuk pembelian makanan dan minuman yang sejenis,"jelas pelayan tersebut.

"Oh begitu. Jadi pesanannya harus sama ya?"tanya Shirou.

"Iya,"jawab pelayan mantap.

"Err...Kuroko-kun, kamu mau pesan apa?"tanya Shirou.

"Kamu saja yang pesan, aku ikut saja yang kamu pesan,"jawab Kuroko santai.

"Ta-tapi, aku takut kalau tidak sesuai seleramu,"balas Shirou.

"Tak apa, aku santai saja. Apapun yang Shirou pesankan akan kumakan,"timpal Kuroko.

"Umm...baiklah kalau itu maumu, Kuroko-kun,"ucap Shirou sambil menutupi wajahnya yang memerah.

Ia kembali berkutat pada menu makanannya dan membolak-balikkan menu tersebut. 'Oh ya, kulihat waktu di Majiba ia meminum vanilla shake. Apa aku pesan itu saja ya?'batin Shirou.

"Umm...saya pesan ini dua, sama ini dua juga ya,"ucap Shirou sambil menunjukkan nama makanan dan minuman di daftar menu. Si pelayan dengan sigap mencatat pesanan Shirou dan kemudian mengambil buku menu tersebut dan meninggalkan mereka berdua.

Sepeninggal pelayan tersebut keduanya pun terhening kembali. Tak tahan dengan keheningan tersebut Shirou akhirnya membuka pembicaraan, "Ano, Kuroko-kun..."

'Hm?"

"Kamu suka baca novel karangannya Fujiwara Daisuke kah?"tanya Shirou.

"Iya, aku suka karangannya dan aku juga mengoleksi sebagian karyanya,"jawab Kuroko antusias.

"Ooh, pantas saja waktu itu kita sama-sama menemukan buku karangannya. Mana tinggal satu lagi, haha. Tapi, terima kasih ya kamu sudah mengalah untukku. Aku jadi tidak enak sama kamu,"ujar Shirou sedikit menyesal.

"Tak apa, aku juga suka kalau ada orang yang membaca karangannya. Jadi kupikir akan asik sekali jika punya teman yang satu hobi denganku,"ujar Kuroko sambil tersenyum.

Dan tentunya Shirou kembali merona hanya karena senyumannya.

"Ah, i-iya. Tapi kapan-kapan kita bisa saling pinjam buku karangannya ya. Nanti aku juga akan pinjamkan bukuku padamu,"

"Ah, ngga usah repot-repot. Lagipula sekolah kita kan agak jauh, takutnya kalau tidak bisa mengembalikan tepat waktu nanti,"balas Kuroko.

"Ngga apa-apa kok, kan aku juga kadang singgah di Majiba. Jadi kan bisa ketemuan di sana.."

"Oh, iya juga ya. Eh, ngomong-ngomong..."

Pembicaraan keduanya pun akhirnya berlangsung lancar tanpa hambatan dan terus mengalir seperti aliran sungai. Pembicaraan hobi tentang mereka pun membuat Shirou sedikit lega karena ia jadi merasa tidak canggung lagi terhadap Kuroko. Sampai akhirnya pesanan mereka berdua pun datang.

"Ini dia pesanan kalian, dua omelet dan dua vanilla shake. Silahkan menikmati~"ucap pelayan sambil menaruh pesanan mereka berdua di atas meja.

Mata Shirou terbelalak kagum saat melihat omelet yang dihidangkan, namun sesaat kemudian wajahnya jadi merona ketika melihat hiasan saus yang berada di atasnya berbentuk hati yang sangat cantik.

"Te-terima kasih..."gumam Shirou tersenyum agak pahit.

Si pelayan membungkukkan badannya kemudian meninggalkan mereka berdua makan. "Oh ya, Kuroko-kun tadi mau bicarakan apa?"tanya Shirou sebelum makan.

"Ah, aku juga lupa mau tanya apa. Tapi lebih baik kita makan dulu bagaimana?"sahut Kuroko.

"Baiklah,"jawab Shirou mengangguk pelan.

.

.

.

.

.

.

Dari kejauhan, Kuroko dan Shirou tidak menyadari keberadaan Hanji dan Kagami yang sekarang mengintai mereka.

"Huehehehe...benar-benar pemandangan yang bagus,"gumam Hanji tertawa nista.

"Hhh...ngapain pula harus mengintai mereka segala?"tanya Kagami berdecak kesal.

"Justru itu! Kita harus mendekatkan mereka! Aku tahu dari wajah Shirou yang gugup itu bukti kalau ia mulai naksir dengan Kuroko-kun,"ujar Hanji.

Kagami hanya bisa menghela nafas dan memutar bola matanya tak peduli dengan urusan percintaan antara bayangannya dan perempuan dari sekolah lain itu. Kagami melirik sedikit pada Kuroko. Wajah datarnya tak menunjukkan ekspresi apapun di luar, tapi ia tahu kalau ia juga canggung di depan gadis berambut krim panjang itu.

"Masa bodo amat. Tapi sepertinya akan menarik..."gumamnya sambil menarik senyum di bibirnya.

To be continued...

A/N: huaaah...setelah sekian lama hiatus akhirnya selesai juga nih chapter. Minna, aku benar-benar minta maaf karena sudah melantarkan kalian, uhiks T_T. Aku terjebak pada masa-masa uts (ujian tidak serius –salah-, ujian tengah semester). Dan sekarang aku sudah luang lagi karena seminggu ini aku libur.

Yah., semoga saja aku bisa update cepat lagi yah. ;)